Anda di halaman 1dari 12

Makalah

EKOLOGI
Permasalahan Sampah di Kota Palu

OLEH
Ni Komang Ready Cahyati
A 351 14 088

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI


JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur Kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan nikmat
kesehatan sehingga Saya dapat menyelesaikan tugas Makalah mata kualiah
Ekologi tentang Permasalahan Sampah Di Kota Palu dengan tepat waktu.
Terimakasih

kepada dosen mata kuliah yang telahmemberikan tugas

makalah ini, sehingga motivasi dapat Kami rasakan, dan juga kepada semua
teman-teman dari mahasiswa pendidikan Geografi yang telah membantu dalam
pnyusunan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat menjadi inspirasi bagi Kami sendiri maupun
pembaca,

serta dapat memberikan manfaat dalam pengembangan keilmuan,

khususnya dalam peningkatan kualitas pengetahuan.

Palu, 26 November 2016

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL............................................................................................i

KATA PENGANTAR..............................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
1.1 Latar Belakang Masalah.................................................................................1
1.2 Rumasan Masalah...........................................................................................2
1.3 Tujuan............................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................3
2.1 Pengertian Dan Gambaran Umum.................................................................3
2.2 Dampak sampah terhadap Ekosistem lingkungan di Kota Palu....................4
2.3 Cara Menanggulagi Masalah Pencemaran Sampah di Kota Palu..................6
BAB III PENUTUP.................................................................................................8
3.1. Kesimpulan....................................................................................................8
3.2. Saran..............................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................9

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup
Yang Berkaitan Langsung Dengan Ekologi yang sampai saat ini masih tetap
menjadi PR besar bagi bangsa Indonesia adalah factor pembuangan limbah
sampah plastik. Kantong plastic telah menjadi sampah yang berbahaya dan
sulit dikelola. Manusia memang dianugerahi Panca Indera yang membantunya
mendeteksi berbagaihal yang mengancam hidupnya. Namun di dalam dunia
modern ini muncul berbagai bentuk ancaman yang tidak terdeteksi oleh
pancaindera kita, yaitu berbagai jenis racun yang dibuat oleh manusia sendiri.
Lebih dari 75.000 bahan kimia sintetis telah dihasilkan manusia dalam
beberapa puluh tahun terakhir. Banyak darinya yang tidak berwarna, berasa dan
berbau, namun potensial menimbulkan bahaya kesehatan. Sebagian besar
dampak yang diakibatkanyam emang berdampak jangka panjang, seperti
kanker, kerusakan saraf, gangguan reprokduksi dan lain-lain.
Sifat racun sintetis yang tidak berbau dan berwarna, dan dampak
kesehatannya yang berjang kapanjang, membuatnya lepas dari perhatian kita.
Kita lebih risau dengan gangguan yang langsung bias dirasakan oleh
pancaindera kita.
Komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah
tangga adalah 9,3% dari total sampah rumah tangga. Di kota Palu rata-rata
menghasilkan satu ton limbah plastic setiap Minggu nya. Jumlah tersebut akan
terus bertambah, disebabkan sifat-sifat yang dimiliki plastik, antara lain tidak
dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, mau pun
tidak dapat berkarat, dan pada akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan.

1.2 Rumasan Masalah


1. Apa Yang Dimaksut Dengan Ekologi dan Pencemaran Sampah ?
2. Seperti Apa Dampak sampah terhadap Ekosistem lingkungan Dikota
palu ?
3. Seperti Apa Cara Menanggulagi Masalah Pencemaran Sampah ?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui Apa Yang Dimaksut Dengan Ekologi dan Pencemaran
Sampah?
2. Mengetahui Seperti Apa Dampak sampah terhadap Ekosistem lingkungan
Di kota palu ?
3. Mengetahui Seperti Apa Cara Menanggulagi Masalah Pencemaran
Sampah?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Dan Gambaran Umum


1. Dampak
Menurut Hiro Tugiman (1989:45) Dampak merupakan sebuah konsep
pengawasan internal sangat penting, yang dengan mudah dapat diubah menjadi
sesuatu yang dipahami dan ditanggapi secara serius oleh manajemen.
Sedangkan Menurut Schemel (1976:22)Dampak adalah tingkat perusakan
terhadap tata-guna tanak lainnya yang ditimbulkan oleh suatu pemanfaatan
lingkungan tertentu.
2. Sampah
Menurut kamus lingkungan (1994:77)Sampah adalah bahan yang tidak
mempunyai nilai atau tidak berharga untuk digunakan secara biasa atau khusus
dalam produksi atau pemakaian; barang rusak atau cacat selama manufaktur; atau
materi berlebihan atau buangan.
3. Kesehatan
Menurut (Ecolink:1996:89) kesehatan adalah keadaan sejahtera dari
badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara
sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan
pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan
dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan

4. Ekologi
Ekologi berasal dari bahasa Yunani Oikos yang berarti rumah atau
tempat hidup, dan logos yang berarti ilmu. Secara harfiyah Ekologi adalah
pengkajian hubungan organisme-organisme atau kelompok organisme terhadap
lingkungannya. Ekologi merupakan ilmu pengetahuan tentang hubungan antara
organisme dan lingkungannya. Atau ilmu yang mempelajari pengaruh faktor
lingkungan terhadap jasad hidup. Ada juga yang mngatakan bahwa ekologi adalah
suatu ilmu yang mencoba mempelajari hubungan antara tumbuhan, binatang, dan
manusia dengan lingkungannya di mana mereka hidup, bagaimana kehidupannya,
dan mengapa berada di tempat tersebut.

5. Gambaran Umum Kota Palu


Palu adalah Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Palu
merupakan kota yang terletak di Sulawesi Tengah, berbatasan dengan Kabupaten
Donggala di sebelah barat dan Utara, Kabupaten Sigi di sebelah selatan, dan
Kabupaten Parigi Moutong di sebelah timur. Kota Palu merupakan kota lima
dimensi yang terdiri atas lembah, lautan, sungai, pegunungan, dan teluk.
Koordinatnya adalah 0,35 1,20 LU dan 120 122,90 BT. Kota Palu dilewati
oleh garis Khatulistiwa. Penduduk Kota Palu berjumlah 342.754 jiwa.
2.2 Dampak sampah terhadap Ekosistem lingkungan di Kota Palu
Peneliti

Universitas

Tadulako

(Untad),

Dra.Venny

Maria

Tiwouw,M.Sc.,P.hD, dari hasil penelitiannya selama satu tahun menemukan,


setiap tahun 600 meter Perkubik atau ekivalen dengan 229 ton perhari (Bappeda
Palu, 2013) sampah dihasilkan warga Kota Palu. Dari jumlah tersebut sampah
yang lebih dominan adalah sampah organik atau sampah basah.
sampah yang dihasilkan masyarakat baik organik dan non organik
mengandung banyak gas berbahaya. Sebut saja gas metan, gas yang berasal dari
proses pembesukan gundukan sampah, rawa-rawa, septi tank dan selokan itu pada
dasarnya mengandung racun. Efek buruknya terhadap kesehatan. Setiap orang
yang terpapar gas ini dengan jumlah tinggi akan kekurangan oksigen bahkan
4

dapat menyebabkan kematian. Gas metan juga mempunyai efek pemanasan 25


kali

lebih

kuat

dalam

menyebabkan

pemanasan

global

dibandingkan

karbondioksida (CO Gas-gas lainnya seperti, Gas Nitrogen Oksida (NOx)


menyebabkan menurunnya kualitas udara, Pb (timah hitam), Hidrogen (H2). Jika
berada di lingkungan itu pada konsentrasi tinggi akan mengakibatkan sakit kepala,
dering di telinga, pusing, mengantuk, pingsan, mual, muntah, dan depresi, seperti
yang dialami Jasman saat ini.
Hal berbahaya lainnya, yakni cairan limbah dari sampah tersebut. Cairan
limbah berbahaya bila meresap ke tanah karena akan merusak ekosistem yang ada
di dalamnya, seperti air tanah.
Bila pengelolaan TPA Kawatuna stabil maka gas dihasilkan sebesar 250
ribu kilo watt, namun untuk saat ini yang hanya bisa dihasilkan 5.000 kilo watt.
Ketidakstabilan gas karena sampah yang dimasukan dalam wadah pembuangan
tercampur sampah organik dan non-organik.
1. Dampak terhadap ekosistem perairan
Dampak Sampah terhadap LingkunganSampah yang dibuang sembarangan
ke berbagai tempat dibedakan menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Pada satu sisi sampah organik ini juga dianggap dapat mengurangi kadar
oksigen ke dalam lingkungan perairan, sampah an-organik dapat juga mengurangi
sinar matahari yang memasuki ke dalam lingkungan perairan, sehingga
mengakibatkan proses esensial dalam ekosistem seperti fotosintesis akan menjadi
terganggu. Sampah organik dan an-organik membuat air menjadi keruh, kondisi
akan mengurangi organisma yang hidup dalam kondisi seperti itu. Sehingga
populasi hewan kecil-kecil akan terganggu.
Rembesan cairan yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan
tercemari. Berbagai mahluk hidup seperti ikan dipastikan akan mati sehingga
beberapa spesies ikan akan musnah sehingga akan merubah kondisi ekosistem
perairan secara biologis. Penguraian sampah yang dibuang secara langsung ke
dalam air atau sungai akan tercipta asam organik dan gas cair organik, seperti

misalnya metana, selain menimbulkan gas yang berbau, gas ini dengan
konsentrasi yang tinggi akan menimbulkan peledakan.
2. Dampak terhadap ekosistem daratan
Sampah yang dibuang secara langsung dalam ekosistem darat akan
mengundang organisma tertentu menimbulkan perkembangbiakan seperti tikus,
kecoa, lalat, dan lain sebagainya. Perkembangbiakan serangga atau hewan
tersebut dapat meningkat tajam.
3. Dampat terhadap kesehatan
Pengolahan

sampah

yang

kurang

sehat

sehingga

menimbulkan

pembuangan sampah yang tidak terkontrol, merupakan koloni yang cocok dari
beberapa orangisma dan menarik beberapa serangga-serangga yang menyukai
tempat seperti itu, yang biasanya menjangkitkan beberapa penyakit seperti
penyakit diare, tifus, kolera yang dengan sigap menyebar dengan cepat karena
virus dan bakteri yang berasal dari sampah dengan pengelolaannya yang tidak
tepat bercampur dengan air.
2.3 Cara Menanggulagi Masalah Pencemaran Sampah di Kota Palu
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu saat ini melakukan
perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2013 tentang
Pengelolaan Sampah. Dalam revisi itu, DPRD akan mengusulkan agar tanggung
jawab pengelolaan sampah bukan hanya pada pemerintah tetapi seluruh
komponen termaksud masyarakat.
Seperti halnya Pemerintah Daerah yang lain, Pemerintah Kota Palu telah
melakukan upaya-upaya untuk menangani masalah sampah. Kondisi yang saat ini
terjadi, Kota Palu sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, memiliki produksi
sampah pada tahun 2009 diperkirakan mencapai 927 m3/hari. Sistem pengelolaan
sampah yang sudah dilakukan adalah dengan membangun lokasi Tempat
Pembuangan Akhir (TPA) di daerah Kawatuna, dengan sistem Semi control
landfill. Namun masalah yang pasti akan dihadapi adalah ketika TPA yang ada
sudah tidak mampu lagi menampung sampah yang diproduksi oleh penduduk
6

Kota Palu, sedangkan ketersediaan lahan yang bisa digunakan sebagai TPA
semakin

menyempit.

Diperlukan

sebuah

upaya

untuk

menyelesaikan

permasalahan ini.
Kunci suskses pengelolaan sampah juga meliputi ;
1.
2.
3.
4.
5.

Kredibilitas para pengambil kebijakan;


Mekanisme implemetasi yang efisien termasuk insentif terhadap pasar;
Perhatian yang signifikan terhadap pasar daur ulang;
Keterlibatan masyarakat;
Komitmen yang berkelanjutan terhadap kualitas yang tinggi terhadap

semua operasi fasilitas pengelolaan sampah;


6. Evaluasi yang efekti terhadap strategi atau opsi yang dipilih.
Hal Yang tak kalah pentingnya, pengelolaan sampah memerlukan payung
hukum yang jelas. Kalau tidak pengelolaan sampah akan tetap buruk. Dan ini bisa
menjadi petaka yang menyeramkan. Solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut
diperlukan peran serta dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan
terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, diperlukan juga partisipasi dan dukungan
pemerintah

untuk

senantiasa

menjaga

kebersihan

lingkungan

dengan

menitikberatkan terhadap masalah sampah yang telah menjadi permasalahan


utama.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah pengolahan sampah dengan
pengelolaan yang baik akan mendatangkan keuntungan dalam hubungan timbal
balik antara masyarakat dengan lingkungan sekitar. Sampah baik organic dan
anorganik harus mampu diolah, dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Cara
pengolahan sampah juga dapat dikelola dengan metode 3R yaitu Reduce
(mengurangi

penggunaan

barang

yang

menghasilkan

sampah),

Reuse

(menggunakan kembali barang yang biasa dibuang), dan Recycle (mendaur ulang
sampah) dan cara lainnya yang memudahkan masyarakat untuk mengelola
sampah. Selain itu, Cuma diperlukan kesadaran dari masyarakat itu sendiri dan
partisipasi dari pemerintah untuk melindungi lingkungan.
3.2. Saran
Disarankan kepada Pemerintah dan warga kota Palu untuk memperhatikan
sampah yang ada di Lingkungan Tempat tinggal , agar tidak ada lagi bau yang
tercemar oleh sampah yang dapat menjadi sumber Permasalahan terkait Ekologi

DAFTAR PUSTAKA
Hadiwijoto, S. 1983. Penanganan dan Pemanfaatan Sampah. Jakarta : Penerbit
Yayasan Idayu.
Sumarwoto, O. 1995. Pengelolaan Lingkungan Hidup. Obor : Lembaga
Ekologi UNPAD

Afrizaldi Firdani. 2014. Pengelolaan Sampah Kota Palu [Online] http://aldyfirdani.blogspot.co.id/2014/01/pengelolaan-sampah-lingkungan.html


(diakses pada 19 November 2016)
Wikipedia. 2016. Kota Palu [Online] https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Palu
(diakses pada 19 November 2016)

Anda mungkin juga menyukai