Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNIK PENGUKURAN
MATERI:

PERCOBAAN PENGGUNAAN OSCILLOSCOPE

Disusun oleh :
Nama

: Nisa Akmalia

NIM

: 011400392

Prodi

: Teknokimia Nuklir

Semester

: V

RekanKerja

: Mutia Ayu Utami


Naufal Alif S

Asisten

: Suyatno, S.T, M.Eng

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR


BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
YOGYAKARTA
2016

OSCILLOSCOPE

I.

TUJUAN
1. Mampu mengoperasikan oscillocope.
2. Mampu menjelaskan fungsi oscilloscope.
3. Dapat mengukur nilai tegangan DC dengan oscilloscope.
4. Dapat mengukur frekuensi sinyal listrik.
5. Dapat mengetahui fungsi tombol-tombol pada oscilloscope.

II.

DASAR TEORI
2.1.

Pengertian Oscilloscope
Osiloskop adalah alat ukur elektronika yang berfungsi memproyeksikan bentuk

sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari. Osiloskop dilengkapi dengan tabung
sinar katode Peranti pemancar elektron memproyeksikan sorotan elektron ke layar
tabung sinar katode. Sorotan elektron membekas pada layar. Suatu rangkaian khusus
dalam osiloskop menyebabkan sorotan bergerak berulang-ulang dari kiri ke kanan.
Pengulangan ini menyebabkan bentuk sinyal kontinyu sehingga dapat dipelajari
2.2.

Prinsip Kerja Oscilloscope


Komponen utama osiloskop adalah tabung sinar katoda ( CRT ). Prinsip kerja

tabung sinar katoda adalah sebagai berikut: Elektron dipancarkan dari katoda akan
menumbuk bidang gambar yang dilapisi oleh zat yang bersifat flourecent. Bidang
gambar ini berfungsi sebagai anoda. Arah gerak elektron ini dapat dipengaruhi oleh
medan listrik dan medan magnetik. Umumnya osiloskop sinar katoda mengandung
medan gaya listrik untuk mempengaruhi gerak elektron kearah anoda. Medan listrik
dihasilkan oleh lempeng kapasitor yang dipasang secara vertikal, maka akan terbentuk
garis lurus vertikal dinding gambar. Selanjutnya jika pada lempeng horizontal
dipasang tegangan periodik, maka elektron yang pada mulanya bergerak secara
vertikal, kini juga bergerak secara horizontal dengan laju tetap. Sehingga pada gambar
terbentuk grafik sinusoidal. Sebuah benda bergetar sekaligus secara harmonik, getaran
harmonik (super posisi) yang berfrekuensi dan mempunyai arah getar sama akan
menghasilkan satu getaran harmonik baru berfrekuensi sama dengan amplitudo
dan fase tergantung pada amplitudo dan frekuensi setiap bagian getaran harmonik
tersebut. Hal itu berdasarkan metode penambahan trigonometri atau lebih
sederhananya lagi dengan menggunakan bilangan kompleks. Bila dua getaran
1

harmonik super posisi yang berbeda, frekuensi terjadi getaran yang tidak lagi
periodik.
Basis waktu secara periodik menggerakkan bintik cahaya dari kiri kekanan
melalui permukaan layar. Tegangan yang akan diperiksa dimasukkan ke Y atau
masukan vertikal osiloskop, menggerakkan bintik keatas dan kebawah sesuai dengan
nilai tegangan yang dimasukkan. Selanjutnya bintik tersebut menghasilkan jejak
berkas gambar pada layar yang menunjukkan variasi tegangan masukan sebagai
fungsi dari waktu. Bila tegangan masukan berkurang dengan laju yang cukup pesat
gambar

akan

kelihatan

sebagai

sebuah

pola

yang

diam

pada

layar.

(http://planetcopas.blogspot.com/2012/08/prinsip-kerja-osciloscope.html)
2.3.

Bagian bagian Oscilloscope

Keterangan gambar panel kontrol Osilokop Dual Trace diatas:


1. VERTICAL INPUT : merupakan input terminal untuk channel-A/saluran A.
2. AC-GND-DC : Penghubung input vertikal untuk saluran A.

Jika tombol pada posisi AC, sinyal input yang mengandung komponen DC akan
ditahan/di-blokir oleh sebuah kapasitor.
2

Jika tombol pada posisi GND, terminal input akan terbuka, input yang bersumber
dari penguatan internal di dalam Oscilloscope akan di-grounded.

Jika tombol pada posisi DC, input terminal akan terhubung langsung dengan
penguat yang ada di dalam Oscilloscope dan seluruh sinyal input akan
ditampilkan pada layar monitor.

3. MODE

CH-A : tampilan bentuk gelombang channel-A/saluran A.

CH-B : tampilan bentuk gelombang channel-B/saluran B.

DUAL : pada batas ukur (range) antara 0,5 sec/DIV 1 msec (milli second)/DIV,
kedua frekuensi dari kedua saluran (CH-A dan CH-B) akan saling berpotongan
pada frekuensi sekitar 200k Hz. Pada batas ukur (range) antara 0,5 msec/DIV
0,2 sec/DIV saklar jangkauan ukur kedua saluran (channel/CH) dipakai
bergantian.

ADD : CH-A dan CH-B saling dijumlahkan. Dengan menekan tombol PULL
INVERT akan diperoleh SUB MODE.

4. VOLTS/DIV variabel untuk saluran (channel)/CH-A.


5. VOLTS/DIV pelemah vertikal (vertical attenuator) untuk saluran (channel)/CH-A.

Jika tombol VARIABLE diputar ke kanan (searah jarum jam), pada layar
monitor akan tergambar tergambar tegangan per DIV. Pilihan per DIV
tersedia dari 5 mV/DIV 20V/DIV.

6. Pengatur posisi vertikal untuk saluran (channel)/CH-A.


7. Pengatur posisi horisontal.
8. SWEEP TIME/DIV.
9. SWEEP TIME/DIV VARIABLE.
10. EXT.TRIG untuk men-trigger sinyal input dari luar.
11. CAL untuk kalibrasi tegangan pada 0,5 V p-p (peak to peak) atau tegangan dari
puncak ke puncak.
12. COMP.TEST saklar untuk merubah fungsi Oscilloscope sebagai penguji
komponen(component tester). Untuk menguji komponen, tombol SWEEP
TIME/DIV di set pada posisi CH-B untuk mode X-Y. tombol AC-GND-DC pada
posisi GND.
13. TRIGGERING LEVEL.

14. LAMPU INDIKATOR.


15. SLOPE (+), (-) penyesuai polaritas slope (bentuk gelombang).
16. SYNC untuk mode pilihan posisi saklar pada; AC, HF REJ, dan TV.
17. GND terminal ground/arde/tanah.
18. SOURCE penyesuai pemilihan sinyal (syncronize signal selector). Jika tombol
SOURCE pada posisi :

INT : sinyal dari channel A (CH-A) dan channel B (CH-B) untuk keperluan pentrigger-an/penyulutan saling dijumlahkan,

CH-A : sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal dari CH-A,

CH-B : sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal dari CH-B,

AC : bentuk gelombang AC akan sesuai dengan sumber sinyal AC itu sendiri,

EXT : sinyal yang masuk ke EXT TRIG dibelokkan/dibengkokkan disesuaikan


dengan sumber sinyal.

19. POWER ON-OFF.


20. FOCUS digunakan untuk menghasilkan tampilan bentuk gelombang yang optimal.
21. INTENSITY pengatur kecerahan tampilan bentuk gelombang agar mudah dilihat.
22. TRACE ROTATOR digunakan utuk memposisikan tampilan garis pada layar agar
tetap berada pada posisi horisontal. Sebuah obeng dibutuhkan untuk memutar trace
rotator ini.
23. CH-B POSITION tombol pengatur untuk penggunaaan CH-B/channel (saluran) B.
24. VOLTS/DIV pelemah vertikal untuk CH-B
25. VARIABLE.
26. VERTICAL INPUT input vertikal untuk CH-B.
27. AC-GND-DC untuk CH-B kegunaannya sama seperti penjelasan yang terdapat pada
nomor 2.
28. COMPONET TEST IN terminal untuk komponen yang akan diuji.
(http://makalah-osiloskop.blogspot.com/2013/11/osiloskop.html)
2.4.

Fungsi Oscilloscope
1. Untuk menyelidiki gejala yang bersifat periodik.
2. Untuk melihat bentuk gelombang kotak dari tegangan
3. Untuk menganalisis gelombang dan fenomena lain dalam rangkaian elektronika

4. Dapat melihat amplitudo tegangan, periode, frekuensi dari sinyal yang tidak
diketahui
5. Untuk melihat harga-harga momen tegangan dalam bentuk sinus maupun bukan
sinus
6. Digunakan untuk menganalisa tingkah laku besaran yang berubah-ubah terhadap
waktu, yang ditampilkan pada layar
7. Mengetahui beda fasa antara sinyal masukan dan sinyal keluaran.
8. Mengukur keadaan perubahan aliran (phase) dari sinyal input
9. Mengukur Amlitudo Modulasi yang dihasilkan oleh pemancar radio dan
generator pembangkit sinyal
10. Mengukur tegangan AC/DC dan menghitung frekuensi
2.5. Kesalahan Oscilloscope
1. Dapat tarjadi kebakaran pada lapisan fosfor layar jika membiarkan ada titik
terang pada layar walaupun sesaat
2. Lupa memastikan alat yang diukur dan oscilloscope ditanahkan (digroundkan).
Disamping untuk keamanan hal ini juga untuk mengurangi noise dari
frekuensiradio atau jala-jala.
3. Lupa memastikan probe dalam keadaan baik
4. Dapat merusak oscilloscope jika pada saat menyalakan, power saklar masih
dalam keadaan on
5. Dapat terjadi sengatan listrik jika pada saat memperbaiki atau membersihkan
Oscilloscope masih terhubung dengan jaringan listrik 220V
2.6.

Keselamatan Kerja Oscilloscope


1. Sebelum di pasangkan ke sumber arus oscilloscope lalukan pengaturan baseline
trace
2. Groundkan oscilloscope ke tanah agar tidak terjadi kecelakaan tersengat listrik
yang tidak diinginkan pada saat melakukan kerja
3. Tempatkan oscilloscope di tempat yang datar agar tidak jatuh
4. Matikan arus listrik pada saat membersihkan oscilloscope agar tidak tersengat
arus listrik
(http://planetcopas.blogspot.com/2012/08/prinsip-kerja-osciloscope.html)

III.

ALAT dan BAHAN


1. Oscilloscope
2. Multimeter
5

3. Kabel konektor
IV.

CARA KERJA
A. Pengukuran Tegangan Searah
1. Catu daya dihidupkan.
2. Tegangan DC dari catu daya diatur ke tegangan 2V.
3. Diukur tegangan DC dengan multimeter, kemudian kabel hitam disambungkan
ke kutub negatif (-) pada catu daya sedangkan kabel merah disambungkan ke
kutub positif (+) pada catu daya.
4. Diukur tegangan DC dengan oscilloscope pada variasi harga skala vertikal 1
V/DIV dan 2 V/div.
5. Diulangi langkah 2-4 dengan variasi tegangan sebesar 2 V ; 3V ; 4V ; 5V. Dan
6V
B. Pengukuran Frekuensi
1. Function generator dihidupkan dan diatur pada gelombang sinus.
2. Kabel BNC disambungkan main 50V pada function generator.
3. Kabel BNC disambungkan pada CH 1 di oscilloscope.
4. Frekuensi diatur ke angka 1 KHz dengan tombol frekuensi pada function
generator.
5. Time/div diatur ke 5 ms.
6. HSV diatur ke 35V.
7. Posisi sinyal sinus diatur dengan tombol POSITION pada oscilloscope.

V.

DATA PENGAMATAN
A. Mengukur Tegangan DC
N

Sumber

HSV = 0,5 V/DIV

HSV = 1 V/DIV

tegangan

Oscillosc

Multimet

Oscillosc

Multimet

(Volt)

ope

er

ope

er

1,7

0,6

3,2

1,4

4,7

2,2

6,3

10

9,8

9,8

o.

B. Mengukur Frekuensi dan Tegangan Arus Tukar


N

Bentuk

o.

gelombang

HSV(V)

1 KHz

1,5 KHz

0,7

2 KHz

0,5

1 KHz

1,5 KHz

0,7

2 KHz

0,5

1 KHz

1,5 KHz

0,7

2 KHz

0,5

Sinus
1

Segitiga
3

VI.

HSH (x 0,5

Frekuensi

ms)

PERHITUNGAN
A. Membandingkan Hasil Pengukuran Tegangan DC menggunakan Oscilloscope
maupun Multimeter

Osccilloscope

Pada HSV = 0,5 V/DIV


Tegangan (V) = 1,7 x 0,5 V/DIV x faktor kalibrasi
= 1,7 x 0,5 V/DIV x 2
= 1,7 V
Dengan cara yang sama, diperoleh :
N

Sumber

HSV = 0,5 V/DIV

HSV = 1 V/DIV

tegangan

Oscillosc

Multimet

Oscillosc

Multimet

(Volt)

ope

er

ope

er

1,7

1,2

3,2

2,8

4,7

4,4

6,3

o.

10

9,8

9,8

22
x 100 =|
x 100 =0
|nilaisebenarnyanilaiterukur
|
nilaisebenarnya
2 |

Error=

Dengan cara yang sama, maka diperoleh data sebagai berikut :


HSV = 0,5 V/DIV

Sumber

HSV = 1 V/DIV

tegangan

Oscillosc

(Volt)

ope

1,7

15%

1,2

40%

3,2

20%

2,8

30%

4,7

21,6%

4,4

26,6%

6,3

21,25%

25%

10

20%

20%

o.

% error

Oscillosc
ope

% error

Multimeter

Dengan cara yang sama, maka diperoleh data sebagai berikut :


N

HSV = 0,5 V/DIV

Sumber

HSV = 1 V/DIV

tegangan

Multimet

(Volt)

er

10

9,8

9,8

o.

% error

Multimet
er

% error

B. Menentukan Frekuensi
Saat, bentuk gelombang = sinus
HSH

= 1 div

time/div

= 0,5 ms

T = 2 div x 0,5 ms = 1 ms = 1 x 10-3s


8

f= T

% Error =

1
3
10

= 1000 Hz

|nilai sebenarnyanilaiterukur
|
nilai sebenarnya

x 100% =

000
|10001
|
1000

x 100%

= 0%
Dengan cara yang sama diperoleh data sebagai berikut :
Bentuk
Gelombang

Frekuensi

Div

Time/div
( s)

T
(s)

Frekuensi
(Hz)

% Error

1000

0,5

1 x 10-3

1000

1500

0,7

0,5

7 x 10-4

1428,6

0,0467

2000

0,5

0,5

5 x 10-4

2000

1000

0,5

1 x10-4

1000

1500

0,7

0,5

7 x 10-4

1428,6

0,0467

2000

0,5

0,5

5 x 10-4

2000

1000

0,5

1 x 10-3

2000

1500

0,7

0,5

7 x 10-4

1428,6

0,0467

2000

0,5

0,5

5 x 10-4

2000

sebenarny
a
(Hz)

Sinus

Segitiga