Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II

SOKHLETASI

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan dari bahan padat maupun
cair dari campurannya dengan bantuan pelarut. Pelarut yang digunakan
harus dapat mengekstrak substansi yang diinginkan tanpa melarutkan
material lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju ekstraksi adalah:
tipe persiapan sampel, waktu ekstraksi, kuantitas pelarut, suhu pelarut dan
tipe pelarut (Harborne, 1987).
Ekstraksi yang dilakukan

menggunakan

Metode

dengan

menggunakan soxhlet, ini dijelaskan oleh Soxhlet pada tahun 1879. Contoh
metode yang paling umum digunakan metode semi-kontinyu diterapkan
untuk ekstraksi lipid dari makanan. Menurut prosedur Soxhlet tersebut,
minyak dan lemak dari bahan padat yang diambil dengan mencuci berulang
(perkolasi) dengan organik pelarut, biasanya heksana atau petroleum eter, di
bawah refluks dalam gelas khusus (Harborne, 1987).
Salah satu tumbuhan yang berkhasiat adalah bunga kertas. Hampir
semua bagian tanaman ini (kulit batang, daun, bunga, dan akar) dapat
dimanfaatkan sebagai obat. Secara empirik, bunga kertas berkhasiat untuk
mengobati bisul dan keputihan.

Saponin dan polifenol merupakan

kandungan kimia yang berada pada bunga kertas. Berdasarkan uraian


tersebut, maka laporan

ini dibuat agar mahasiswa dapat mengetahui

kandungan kimia bunga kertas menggunakan salah satu metode ekstraksi


yaitu sokhletasi.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana ekstraksi dengan metode sokhletasi yang baik?
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II

SOKHLETASI

2. Bagaimana proses ekstraksi bunga kertas (Bougainvillea spectabilis)


dengan metode sokhletasi?
3. Apa kandungan kimia bunga kertas (Bougainvillea spectabilis)?
C. Tujuan Percobaan
1. Untuk mengetahui ekstraksi dengan metode sokhletasi yang baik
2. Untuk mengetahui proses ekstraksi bunga kertas (Bougainvillea
spectabilis) dengan metode sokhletasi
3. Untuk mengetahui kandungan kimia bunga kertas (Bougainvillea
spectabilis)?
D. Prinsip Percobaan
Penyarian

secara

berkesinambungan

dimana

cairan

penyari

dipanaskan hingga menguap, uap cairan akan terkondensai molekulmolekul cairan penyari oleh pendingin balik dengan turun ke dalam
klonsong menyari simplisia dan selanjutnya masuk kembali ke dalam labu
alas bulat melewati pipa siphon, proses ini berlangsung hingga 20-25 siklus.

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II

SOKHLETASI

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Sokhletasi
1. Pengertian Soxhletasi
Sokletasi merupakan proses ekstraksi yang menggunakan
penyarian berulang dan pemanasan. Penggunaan metode sokletasi
adalah dengan cara memanaskan pelarut hingga membentuk uap dan
membasahi sampel. Pelarut yang sudah membasahi sampel kemudian
akan turun menuju labu pemanasan dan kembali menjadi uap untuk
membasahi sampel, sehingga penggunaan pelarut dapat dihemat karena
terjadi sirkulasi pelarut yang selalu membasahi sampel. Proses ini
sangat baik untuk senyawa yang tidak terpengaruh oleh panas.
Ekstraksi sinambung dilakukan dengan alat soklet. Pelarut
penyari yang ditempatkan di dalam labu akan menguap ketika
dipanaskan melewati pipa samping alat soklet dan mengalami
pendinginan saat melewati kondensor. Pelarut yang telah berkondensasi
tersebut akan jatuh pada bagian dalam alat soklet yang berisi sampel
yang telah dibungkus dengan kertas saring dan merendamnya hingga
mencapai bagian atas tabung sifon. Satu daur sokletasi dapat dikatakan
telah terlewati, apabila alat soklet berisi pelarut telah terendam pelarut
sampai bagian atas tabung sifon, kemudian seluruh bagian pelarut
tersebut akan tertarik dan ditampung pada labu tempat pelarut awal.
Proses ini berlangsung terus-menerus sampai diperoleh hasil ekstraksi
yang dikehendaki (Harbone, 1996).

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II

SOKHLETASI

Alat soklet terdiri dari labu destilasi sebagai tempat menampung


pelarut dan ekstrak, tabung sifon sebagai tempat menampung sampel
dan tempat terjadinya ekstraksi, pipa di samping tabung sifon sebagai
jalur pelarut yang menguap kemudian didinginkan dan akan jatuh
kedalam tabung sifon (Harbone, 1996).
Metode ini terbatas pada ekstraksi dengan pelarut murni atau
campuran ozotropik dan tidak dapat digunakan dan tidak dapat
digunakan ekstraksi dengan campuran pelarut, misalnya heksan:
diklorometan = 1 : 1 atau pelarut yang diasamkan atau dibasakan,
karena uapnya akan mempunyai komposisi yang berbeda dalam pelarut
cair didalam wadah (Sudjadi, 1986).
2. Keuntungan dan Kerugian Metode Soxhletasi
Keuntungan ekstraksi dengan cara sokletasi adalah pelarut yang
digunakan lebih sedikit dan waktu yang dibutuhkan lebih sedikit
daripada dengan maserasi atau perkolasi. Kerugian cara ini adalah tidak
dapat digunakan untuk senyawa-senyawa yang termolabil (Harbone,
1996).
3. Prinsip Kerja Soxhletasi
Adapun prinsip dari metode soxhletasi adalah penyairan
simplisia secara berkesinambungan dimana cairan penyari dipanaskan
hingga menguap, uap cairan akan terkondensasi molekul-molekul
cairan penyari oleh pendingindan turun menyari simplisia dalam
klonsong dan selanjutnya masuk kembali kedalam labu alas bulat
setelah melewati pipa siphon, proses ini berlangsung hingga penyarian
zat aktif sempurna danditandai dengan beningnya cairan penyari yang
melalui pipa siphon tersebut (Ansel, 1989).
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II

SOKHLETASI

B. Tinjauan Bunga Kertas (Bougainvillea spectabilis)

Gambar 1. Bunga kertas (Bougainvillea spectabilis)


1. Klasifikasi
Tanaman bunga kertas termasuk ke dalam klasifikasi sebagai berikut:
Regnum

: Plantae

Divisi

: Tracheobionta

Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Caryophyllanae

Famili

: Nytaginaceae

Genus

: Bougainvillea

Spesies

: Bougainvillea spectabili

2. Morfologi

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II

SOKHLETASI

Perdu menjalar dan memanjat, bisa mencapai 15 meter. Batang


berbulu halus dan mempunyai duri berbentuk kait untuk memanjat.
Daun berwarna hijau tua, berbentuk lonjong, ujung runcing, pangkal
membulat, dan tepinya rata agak bergelombang. Selain itu memiliki
daun penumpu yang berwarna-warni yang seolah terlihat seperti bunga.
Bunga yang sebenarnya berwarna putih pucat, berukuran kecil,
bertabung dan benang sarinya berwarna kuning pucat. Bunga tersusun
dalam rangkaian tiga bunga yang berbentuk payung disertai
serangkaian daun penumpu bunga (Hidayat dan

Napitupulu, 2015).

3. Kandungan kimia dan manfaat


Bunga berkhasiat sebagai penyegar badan, mengatasi penyakit
bisul, keputihan, haid yang tidak teratur, darah haid yang menggumpal,
biang keringat dan gatal-gatal (Hariana, Arief, 2013).
4. Manfaat
Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam Bougenville
diantaranya: betanidin, isobetanidin, 6-0-b saphoroside, dan 6-0rhamnosysophoroside.

Daun,

bunga,

akar

dan

kulit

batang

Bougainvillea glabra mengandung tanin, saponin dan polifenol


(Widiastuti, 2008). Tanin diduga berperan sebagai antibakteri karena
memiliki kemampuan membentuk senyawa kompleks dengan protein
melalui ikatan hidrogen, jika terbentuk ikatan hidrogen antara tanin
dengan protein kemungkinan protein akan terdenaturasi sehingga
metabolisme bakteri menjadi terganggu (Makkar, 1991).

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA

SOKHLETASI

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II


BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Alat dan Bahan
1. Alat yang Digunakan
a. Elektromantel
b. Ember
c. Gelas kimia
d. Gelas ukur
e. Kondensor Spiral
f. Klem dan statif
g. Klonsong
h. Labu alas bulat
i. Pipa sifon
j. Pipa
k. Selang air masuk
l. Selang air keluar
2. Bahan
a. Alumunium Foil
b. Alkohol 70%
c. Aquadest
d. Kertas saring
e. Bunga kertas (Bougainvillea spectabilis)

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA

SOKHLETASI

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II

SOKHLETASI

B. Prosedur Kerja
1. Penyiapan sampel
a. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
b. Dilakukan sortasi basah untuk memisahkan dari kotorankotoran
c. Dibersihkan sampel dengan menggunakan air yang mengalir
d. Sampel dirajang atau dipotong-potong kecil untuk
memudahkan proses melarut sempurna dengan cairan penyari
e. Sampel dikeringkan dengan cara diangin-anginkan.
2. Ekstraksi Metode Soxhletasi
a. Sampel yang sudah dirajang dimasukkan kedalam gelas kimia
b. Sampel dimasukkan kedalam kelongsong yang dilapisi kertas
saring, tinggi sampel tidak boleh lebih tinggi dari pada tinggi
pipa siphon
c. Kemudian sampel dibasahi dengan pelarut etanol 70%
d. Klongsong diletakkan kembali pada rangkaiannya
e. Cairan penyari dimasukkan kedalam labu alas bulat dan
dimasukkan Kemudian alat dijalankan atau diaktifkan

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II

SOKHLETASI

BAB IV
DATA PENGAMATAN
A. Data Pengamatan

Sampel
Bunga
Kertas

Berat Sampel
Sebelum
Setelah
25,16
gram

14,46
gram

Volume Cairan
Sebelum
Setelah
170 mL

184 mL

1. Perhitungan cairan penyari


ekstraksi cairan 100
Cairan Penyari=
ekstraksi penyari

170 mL
100
184 mL

92,39

2. Perhitungan sampel
berat sampel sebelum eksraksi
Kadar=
100
berat sampel setelah ekstraksi

25,16 gram
100
14,46 gram

173,99
3. Perhitungan Rendemen
Bobot Ekstrak Kental
Rendemen=
100
Bobot Sampel Awal
100
25,16

BAB V
PEMBAHASAN
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA

10

Nilai
Rendemen
%

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II

SOKHLETASI

Sokletasi merupakan proses ekstraksi yang menggunakan penyarian


berulang dan pemanasan. Penggunaan metode sokletasi adalah dengan cara
memanaskan pelarut hingga membentuk uap dan membasahi sampel. Pelarut
yang sudah membasahi sampel kemudian akan turun menuju labu pemanasan
dan kembali menjadi uap untuk membasahi sampel, sehingga penggunaan
pelarut dapat dihemat karena terjadi sirkulasi pelarut yang selalu membasahi
sampel. Proses ini sangat baik untuk senyawa yang tidak terpengaruh oleh
panas.
Sampel yang digunakan yaitu bunga kertas. Bunga kertas berkhasiat
sebagai penyegar badan, mengatasi penyakit bisul, keputihan, haid yang tidak
teratur, darah haid yang menggumpal, biang keringat dan gatal-gatal. Beberapa
bahan kimia yang terkandung diantaranya betanidin, isobetanidin, 6-o- saphoroside, dan 6-o-rhamnosysophoroside, saponin, dan polifenol.
Dalam metode ini sampel yang dimasukkan kedalam kelongsong dilapisi
kertas saring, tinggi sampel tidak boleh lebih tinggi dari pada tinggi pipa sifon
karena dikhawatirkan sampel tidak akan terendam seluruhnya, akibatnya hasil
ekstrak yang diperoleh tidak akan sempurna. Dimana dalam labu alas bulat diisi
dengan pelarut.
Pelarut yang digunakan untuk penyarian zat aktif adalah ethanol 70%
karena etanol merupakan larutan penyari yang bersifat universal, mudah didapat
dan selektif sehingga penyarian dengan menggunakan pelarut ethanol
diharapkan mampu menarik semua zat-zat atau senyawa yang bersifat polar dan

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA

11

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II

SOKHLETASI

non polar yang terkandung dalam simplisia, selain itu etanol tidak toksik serta
ekonomis
Etanol

tidak

menyebabkan

pembengkakan

membran

sel

dan

memperbaiki stabilitas bahan obat terlarut. Keuntungan lain, etanol mampu


mengendapkan albumin dan menghambat kerja enzim. Umumnya yang
digunakan sebagai cairan pengekstraksi adalah campuran bahan pelarut yang
berlainan, khususnya campuran etanol-air. Etanol (70%) sangat efektif dalam
menghasilkan jumlah bahan aktif yang optimal, dimana bahan

penganggu

hanya skala kecil yang turut ke dalam cairan pengekstraksi.


Hasil ekstrak yang diperoleh pada praktikum kali ini yaitu 29 siklus. Hal
ini ditandai dengan perubahan warna menjadi bening. Ekstrak kental bunga
kertas diperoleh dengan cara penguapan di atas pemanas pada suhu 50 OC. Nilai
rendemen yang diperoleh yaitu X%. Nilai rendemen mempengaruhi

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA

12

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II

SOKHLETASI

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Pengambilan ekstrak dengan metode sokhletasi yaitu dengan
menggunakan penyarian berulang dan pemanasan. Pelarut yang
membasahi sampel akan turun menuju labu pemanasan dan kembali
menjadi uap untuk membasahi sampel, proses ini berlangsung hingga
20-25 siklus.
2. Ekstrak bunga

kertas

diperoleh

dengan

metode

sokhletasi

menggunakan cairan penyari alcohol 70%, proses ini dilakukan hingga


cairan penyari yang menjadi bening pada siklus ke 29. Nilai rendemen
yang diperoleh yaitu %

3. Kandungan kimia bunga, kertas yaitu betanidin, isobetanidin, 6-o-


-saphoroside, dan 6-o-rhamnosysophoroside, saponin, dan polifenol.
B. Saran

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA

13

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II

SOKHLETASI

DAFTAR PUSTAKA
Ansel Howard C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jakarta. UI Press.
Harborne, J.B. 1987. Metode Fitokimia. ITB : Bandung.
Hariana, Arief. 2013. 262 Tumbuhan Obat. Jakarta : Penebar Swadaya
Hidayat dan Napitupulu. 2015. Kitab Tumbuhan Obat. Jakarta : AgriFlo
Ketaren, S.1986. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. Jakarta: UI
Press
Makkar H.P.S. 1991. Effects and fate of tannins in ruminant animals, adaptation
to tannins, and strategies to overcome detrimental effects of feeding
tannin-rich feeds, Animal Production and Health Section, Joint
FAO/IAEA Division. International Atomic Energy Agency. Vienna,
Austria.
Widiastuti, W. S. 2009. Makalah Morfologi Tumbuhan Tanaman Obat Keluarga
Nyctaginaceae. Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA

14