Anda di halaman 1dari 3

CM-001/ADM-KBYBR/07-2016

PEMERINTAH
PEMERINTAH PROVINSI
PROVINSI DAERAH
DAERAH KHUSUS
KHUSUS IBUKOTA
IBUKOTA JAKARTA
JAKARTA
DINAS
KESEHATAN
DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS
PUSKESMAS KECAMATAN
KECAMATAN
KEBAYORAN
KEBAYORAN BARU
BARU
Jl.
Jl.Iskandarsyah
IskandarsyahRaya
RayaNo.
No.105,
105,Jakarta
JakartaSelatan
Selatan
Telp. : 0217264855, 7264856, Fax : 7264855
JAKARTA
Kode Pos : 12160

Notulen Pertemuan

Nama Pertemuan :
Pengembangan Sumber Daya Aparatur Melalui Pelatihan (Persiapan
Akreditasi dan Pelatihan lain-lain)

Tanggal: 21 November 2016


Susunan Acara

1.
2.
3.
4.

Pukul:16.00 sd selesai

Pengenalan narasumber
Presentasi untuk akreditasi serta tata cara membuat slide presentasi
Praktek
Diskusi

NotulenSebelumnya

Pembahasan

I.Dalam rangka persiapan akreditasi puskesmas banyak membuat present


sebuah presentasi powerpoint (PPT), hendaklah dipersiapkan secara
matang agar apa yang disampaikan bisa diterima dengan baik.
Agar presentasi bisa menarik perhatian, mudah dipahami, tidak
membosankan, dan menggugah emosi, tentunya punya kiat-kiat tersendiri.
Kiat-kiat ini bisa dipelajari oleh siapa saja terutama bagi orang-orang yang
memang harus melakukan presentasi dalam pekerjaannya.
Secara garis besar, ada tiga hal yang mendukung sebuah presentasi
berjalan dengan sukses, yaitu:
1. Kemampuan berbicara dan gesture.
Dalam berbicara, bahasa yang digunakan hendaklah sesuai dengan
tingkatan audiens, dalam artian mudah dimengerti, suara dan intonasi harus
jelas terdengar, bahkan bagi audiens yang duduk paling terjauh sekalipun.
Tak selamanya dalam melakukan presentasi menggunakan pengeras suara.
Gesture atau bahasa tubuh juga harus rileks, pandangan tidak terpaku pada
satu titik tapi menjangkau ke seluruh audiens.
2. Kecakapan menguasai audiens
Pembicara perlu berinteraksi sehingga audiens merasa dilibatkan dengan
cara mengajukan pertanyaan, diskusi, atau simulasi. Jadi, presentasi tidak
membosankan karena berlangsung dua arah.
3. Alat peraga teknis
Presentasi yang menarik haruslah didukung dengan alat peraga agar lebih
mudah dipahami, karena sudah sifat manusia lebih cepat mengerti apa yang
disampaikan secara visual daripada secara verbal. Alat peraga bisa berupa
slide, video, musik, ataupun atraksi langsung oleh pembicara. Tapi yang
paling umum digunakan adalah slide.
II. Berikut, cara membuat slide presentasi agar terlihat bagus dan memenuhi
kriteria di atas.
Slide pembuka
Ibarat cover buku, slide pembuka akan memancing minat audiens. Perhatian

audiens akan langsug tersita bila slide pembuka dibuat semenarik mungkin.
Slide pembuka akan menjadi penyokong presentasi, jadi harus kreatif dan
menampilkan visualisasi slide demi slide.
Untuk mendapatkan kesan itu bisa dibuat dengan memilih gambar yang
unik, warna, jenis huruf yang tepat sehingga audiens menjadi antusias
mengikuti presentasi.
Satu slide satu pesan
Dalam satu slide fokus pada satu ide. Jadi tiap slide mewakili sebuah ide
yang ingin disampaikan. Jangan menumpuk ide yang berbeda ke dalam
satu slide. Slide yang fokus pada satu pesan akan lebih mudah diingat dan
mampu menjadi alat komunikasi yang efektif.
Sederhana
Sederhana bukan berarti minim teks dan gambar, akan tetapi hanya
mengandung informasi penting dan gambar yang tepat. Slide yang
sederhana hanya menggunakan gambar, diagram, atau ringkasan dari apa
yang dibahas dengan menggunakan kata kunci. Pembicaralah yang akan
menjelaskan gambar dan kata kunci tersebut secara mendetil.
Visualisasi
Otak manusia lebih mudah menyimpan gambar daripada tulisan. Dengan
menggunakan gambar dan diagram akan membantu audiens memahami ide
dengan mudah dan tepat. Aturlah posisi kata dan gambar secara tepat.
Gunakan gambar yang memancing rasa ingin tahu audiens.
Pemilihan jenis huruf (font)
Pastikan teks yang digunakan mudah terbaca dengan menggunakan ukuran
dan jenis font yang tepat.
Hindari bullet point.
Jangan terpaku menggunakan slide paling standard dan banyak dipakai
yaitu bullet point. Penyampaian ide lebih baik dalam bentuk lain. Bila
terpaksa gunakan sesekali saja.
Alur yang teratur
Slide yang baik memiliki alur, pembukaan, penjelasan, dan penutup. Audiens
akan melihat sebagai kesatuan yang harmonis dan berkesinambungan.
Presentasi yang melompat-lompat, berulang akan menyulitkan audiens
untuk memahami.
Kontras
Ciptakan perbedaan antara elemen dalam slide. Fungsinya menciptakan
perbedaan, perbandingan, membuat sesuatu lebih menarik.
Pengulangan
Manfaatkan elemen yang bisa diulang dalam presentasi antar satu slide
dengan slide lain. Bisa mengulang warna, pola, tata letak dan banyak hal
lain. Pengulangan menciptakan suatu harmoni dalam keseluruhan
presentasi.
Alignment
Tidak ada elemen dalam slide presentasi powerpoint (PPT) berupa
gambar/teks yang diletakkan sembarangan, semua diletakkan dengan
maksud tertentu. Gunakan pemerataan yang konsisten.
Proximity
Setiap element dalam presentasi, baik gambar/ teks menciptakan hubungan.
Dekatkan elemen yang merupakan satu kesatuan dan beri jarak dengan

elemen yang menjelaskan hal berbeda.


Rekap
Selalu buat ringkasan atau kesimpulan dari presentasi powerpoint (PPT)
kita. Dengan demikian audiens dengan mudah mengingat kembali point
yang dibahas untuk dibawa pulang.

Kesimpulan

Rekomendasi
Daftar Hadir ( Terlampir )
No

1. Petugas dapat membuat presentasi yang baik dan berkualitas untuk


membantu penyajian presentasi puskesmas dalam rangka
menghadapi akreditasi.
Penyajian informasi yang diberikan sangat memberikan penyegaran serta
ilmu yang baru
Nama

Tanda- tangan.

Jakarta, 22 November 2016


Penanggung Jawab Kegiatan
Kasubbag TU

Wasis, SAP
NIP : 198207272010012043