Anda di halaman 1dari 14

METODE PELAKSANAAN

I.

PENGUKURAN/PENARIKAN BOWPLANK
Pengukuran/Penarikan Bowplank
Penarikan bowplank untuk bangunan-bangunan dapat dilaksanakan dengan
selang ukur atau alat lainnya yang disetujui Direksi, akan tetapi lebih
disarankan pakai alat ukur Theodolit atau T Nol.
Penarikan bowplank harus dihadiri oleh Pengawas dari pihak Direksi.
Elevasi 0.00 harus ditentukan bersama oleh Pengawas/Direksi Teknik sebagai
Dasar penarikan bowplank dan elevasi bangunan lainnya.
Pengukuran rencana peletakan bangunan harus dilakukan degan teliti dan
seksama, sehingga sesuai dengan rencana dan gambar bestek.
Penempatan ukuran-ukuran titik duga dan titik-titik pokok lainnya yang harus
dibuat/dipasang dengan profil-propil atau bowplank yang cukup kuat dari
kayu dan sesuai dengan petunjuk Direksi Lapangan.
Titik-titik duga/patok tersebut tidak boleh dipindahkan tanpa persetujuan
Direksi Lapangan.
Pemasangan patok-patok ataupun titik-titik duga yang telah terpasang
maupun bowplank, jika Direksi menilai/mempertimbangkan merasa perlu
dirobah/diperbaiki/dipindahkan/direvisi, kontraktor harus melakukan dengan
petunjuk dan pengarahan Direksi Lapangan.
Patok-patok
titik
duga/patok
yang
dipasang,
kontraktor
harus
memperhitungkan mutu bahannya sehingga patok tersebut cukup kuat
hingga selesai pekerjaan pelaksanaannya.
Apabila ada patok yang rusak, harus segera diganti dengan yang baru dan
pemasangannnya diketahui dan disetujui oleh Direksi Lapangan.

II.

PERSIAPAN PERALATAN KERJA DAN TENAGA KERJA


Kontraktor diwajibkan mempelajari gambar kerja, volume dan jenis
pekerjaan.
Berdasarkan volume dan jenis pekerjaan kontraktor harus mempersiapkan
peralatan pekerjaan stripping, peralatan pembuang dan perolehan
pekerjaan-penimbunan, pengharapan dan pemadatan bahan timbunan.
Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi kontraktor harus mempersiapkan
peralatan gali, alat saringan pasir dengan lobang diameter 4.75 mm,
peralaan pertukangan kayu, peralatan pekerjaan pengecoran, peralatan
pekerjaan batu pasangan dan plesteran serta peralatan lain termasuk
peralatan pemotongan dan pembengkokan besi tulangan.
Semua peralatan kerja harus peralatan baik, dan siap pakai, dilarang keras
memobilisasi peralatan yang tidak siap pakai, dilarang keras memobilsasi
peralatan yang tidak siap dan peralatan yang tidak siap pakai harus
disingkirkan dari lapangan.
Kontraktor harus mempersiapkan tenaga kerja yang terampil di bidang
masing-masing.
Tenaga kerja yang tidak terampil tidak dibenarkan kecuali untuk tenaga
pembantu.
Apabila menurut Direksi lapangan/pengawas lapangan bahwa tenaga kerja
yang ada tidak memiliki persyaratan, maka kontraktor harus dapat segera
mengganti tenaga kerja tersebut dengan yang terampil sesuai dengan
bidang masing-masing.
Semua tenaga kerja harus di data dan dilaporkan kepada lingkungan (kepala
lingkungan, kepala Desa ataupun Lurah setempat). Dan kepada Direksi
lapangan.
Segala kebutuhan tenaga kerja pealatan, makan-minum, mandi-cuci, WC dan
bangsal tidur menjadi tanggungjawab.

METODE PELAKSANAAN

Kontraktor wajib menyediakan peralatan keselamatan kerja dan P3K, segala


bentuk keselamatan-kecelakaan kerja masalah sosial tindak tanduk anggota
asuransi tenaga kerja menjadi tanggungjawab kontraktor sepenuhnya.
Segala peralatan kerja, tenaga kerja yang kurang memadai atau tida layak
menurut Direksi laangan/pengawas lapangan harus segera diganti oleh
kontraktor dan segala biaya yang timbul adalah tanggungjawab kontraktor
sepenuhnya.
Penjaga peralatan, keamanan, jaga malam, resiko kerja adalah tanggung
jawab kontraktor pelaksana sepenuhnya.
III.

PERSIAPAN AIR KERJA LISTRIK KERJA


Persiapan dan pengadaan air kerja-listrik kerja sudah termasuk dalam paket
pekerjaan ini akan menjadi tanggung jawab sepenuhnya bagi kontraktor.
Segala bentuk penahan yang dibutuhkan untuk air kerja, listrik kerja
penerangan kerja dan untuk keperluan tenaga kerja menjadi tanggungjawab
kontraktor sepenuhnya.

IV.

PERALATAN KERJA KONTRAKTOR


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Kontraktor harus menyiapakan peralatan kerja seperti berikut :


Cangkol gali/peralatan gali, skop gali
Flongki rotan atau goni angkut/alat penghampar dengan tangan
Kereta dorong
Tembilang, Parang, martil 5 kg
Pickup langsir bahan
Peralatan tukang batu seperti, martil @ 2 kg & 5 kg, sendok semen, raskam,
gergaji, skop pencampur bahan, cangkul, pocket meter, pocket water pass,
selang air water pass, unting-unting dan peralatan pemotong keramik dan
peralatan perakitan besi seperti pembengkok, pemotong besi.
8. Alat pencampur bahan spesi dan beton seperti beton molen kapasitas ,
dan m3, bak air, ember atau drum air.
9. Peralatan tukang kayu seperti gergaji, ketam, pocket water pass, pocket,
parang, meter, martil, obeng, tang, dan peralatan bantu lainnya.
10. Mesin pemotong baja ringan, mesin pemotong furring, mesin pemotong
atap, mesin pemotong keramik/granit, mesin bor dan mesin grenda, mesin
pompa air, mesin genset dan mesin paku tembok.
11. Peralatan cat seperti kuas/roll cat dan mesin pencampur cat
12. Peralatan listrik seperti Testpen, tang kabel, volt meter, pahat, martil.
PEKERJAAN GALIAN, URUGAN DAN TIMBUNAN LANTAI KERJA
PEKERJAAN GALIAN TANAH DAN URUGAN KEMBALI
1. Pekerjaan galian tanah dapat dilaksanakan setelah bowplank serta Peil
(elevasi 0,00) dan peletakan posisi pondasi dan sloof sudah disetujui oleh
Direksi lapangan/Pengawas lapangan dan semua pekerjaan harus tarik
benang / water pass.
2. Kontraktor harus mempersiapkan peralatan gali dan pengurungan serta
tenaga kerja yang trampil sebelum dilaksanakan pekerjaan galian.
3. Setelah titik pondasi dan posisi galian sloof, saluran, septictank disetujui,
galian dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan
berdasarkan gambar kerja.
4. Kontraktor harus mengantisipasi kejadian longsoran tanah saat penggalian
tanah dilaksanakan. Demikian juga rembesan air.
5. Untuk mengantisipasi air rembesan saat bekerja, Kontraktor harus
mempersiapkan pompa air sehingga pekerjaan dapat berlangsung dengan
baik. Sesuai dengan kebutuhan.

METODE PELAKSANAAN

6. Kontraktor juga harus mengantisipasi keselamatan tenaga kerja saat


mengadakan penggalian.
7. Segala biaya yang timbul untuk mengantisipasi longsoran tanah, aliran air
rembesan adalah tanggungjawab kontraktor sepenuhnya.
8. Bahan ex galian yang diperkirakan sebagai bahan organis, akar-akaran,
tungkul kayu, sampah harus disingkirkan dan dilarang keras digunakan
sebagai bahan urugan kembali,
9. Pekerjaan urugan kembali harus dilaksanakan dengan baik dan ex galian
harus dikeringkan terlebih dahului sebelum diurug.
10.
Pemadatan tanah urugan kembali dapat menggunakan alat
stamper/tibris.
PEKERJAAN URUGAN PASIR
1. Bahan urugan pasir harus bermutu baik dan bebas dari bahan-bahan
organis.
2. Pekerjaan urugan pasir dilaksanakan dalam kondisi bahan lembab
3. Pekerjaan urugan pasir yang dimaksud harus kondisi padat dan
pemadatan dengan membasahi tidak diperoleh akan tetap harus dipadat
dengan methode pemadatan yang benar.
PEKERJAAN LANTAI KERJA
1. Bahan lantai kerja adalah beton cor campuran 1 : 3 : 5 : 0.65 (K 100)
2. Lantai kerja dipasang pada setiap alas pondasi sesuai dengan gambar
kerja.
3. Lantai kerja harus diletakkan diatas pasir urug padat/urug padat.
4. Lantai kerja harus rata permukaan agar diatas urugan pasir sehingga,
selimut beton (tahu beton) dapat terikat sempurna dan tahu beton
tersebut dapat berfungsi sebagai selimut beton.
PEKERJAAN GALIAN UNTUK ELEVASI PEKARANGAN
i. Kontraktor harus melaksanakan
pekerjaan galian untuk membentuk
elevasi pekarangan.
ii. Kontraktor harus mempelajari gambar kerja dan harus mengadakan
diskusi teknis untuk menentukan batas galian dan batas pembuangan
bahan ex galian.
iii. Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan galian dengan baik agar lahan
tidak becek atau longsor.
iv. Hasil galian digeser ke lahan yang lebih rendah elevasinya.
PEKERJAAN TIMBUNAN DAN PEMADATAN
1. Bahan timbunan harus tanah timbun pilihan, bebas tanah humus kotoran
organik, sampah akar-akaran, bongkol kayu
2. Tanah timbun pilihan dapat berupa pasir berlempung, pasir berlanau
sedikit lempung atau pasir sedikit lempung
3. Tanah timbun harus dihampar setebal 30cm kemudian dipadatkan.
4. Penimbunan dan pemadatan dilakukan lapis dari lapis dengan ketebalan
maximum
5. Apabila pekerjaan pondasi belum dilakukan, pemadatan dapat dilakukan
dengan alat pemadat kapasitas(6-8) ton akan tetapi apabila pondasi sudah
dibangun, pemadatan tanah timbun dilakukan dengan baby roller
kapasitas (1-2) ton,pilih sesuai situasi dan kondisi lapangan dan
persetujuan pengawas.
6. Pemadatan dilakukan antara 5-6 lintasan untuk alat pemadat (6-8) ton dan
7-9 kali lintasan untuk alat pemadat baby roller kapasitas (1-2) ton.
7. Dilarang memadatkan tanah timbun dengan kondisi bahan timbunan
dalam kondisi basah.
8. Dilarang keras memadatkan tanah timbunan dengan cara membasahi

METODE PELAKSANAAN

9. Penghamparan dan pemadatan harus dilaksanakan dengan teknis


pemadatan yang benar untuk menghasilkan hasil pemadatan yang baik,
kuat dan tidak turun atau lonsor.
10.
Pekerjaan ini harus disesuaikan sesuai dengan daftar kuantitas /BQ
PEKERJAAN KOLOM PRAKTIS, DAN RING BALOK
PEKERJAAN KOLOM PRAKTIS
Kontraktor harus membuat konstruksi sesuai dengan bentuk dan ukuran
berdasarkan gambar kerja.
Kontraktor harus menghubungkan tulangan stick kolom praktis (apabila
ada) dan mengikat sengkang dengan
tulangan induk dengan baik
Jarak sengkang pada setiap persambungan adalah 10cm
Besi dan bekisting yang dirakit dapat distell dengan memperhatikan
sokongan dan di water pass / tarik benang.
Mutu kolom praktis adalah beton campuran 1:2:3:0,6, (K-175) dengan baja
/besi tulangan mutu U-24
Setelah peralatan, bahan dan tulangan sudah lengkap sesuai dengan
jadwal pengecoran, atas persetujuan direksi lapangan dan konsultan
pengawas, pengecoran dapat dilaksanakan
Semua pemadatan harus dilakukan dengan cerocok besi diameter 16 atau
dengan mesin vibrator beton muda.
Bekisting baru dapat dibuka setelah beton minimal berumur 3 hari atau
sesuai dengan persetujuan pengawas dan direksi lapangan.
PEKERJAAN RING BALOK
Kontraktor harus membuat konstruksi sesuai dengan bentuk dan ukuran
berdasarkan gambar kerja.
Kontraktor harus menghubungkan tulangan ring balok ke kolom (apabila
ada) dan mengikat sengkang dengan tulangan induk dengan baik
Jarak sengkang pada setiap persambungan adalah 10 cm
Besi dan bekisting yang dirakit dapat distell dengan memperhatikan
sokongan water pass.
Setelah peralatan, bahan dan tulangan sudah lengkap sesuai dengan
jadwal pengecoran, atas persetujuan direksi lapangan dan konsultan
pengawas, pengecoran dapat dilaksanakan
Semua pemadatan harus dilakukan dengan cerocok besi diameter 16 atau
dengan mesin vibrator beton muda.
Bekisting baru dapat dibuka setelah beton minimal berumur 3 hari atau
sesuai dengan persetujuan pengawas dan direksi lapangan.
Beton cor harus dirawat pada 24 jam pertama dan minimal selama 7 hari.
PIPA AIR KOTOR, DAN AIR TINJA
Kontraktor harus menyiapkan peralatan kerja perpipaan serta
menempatkan .tukang yang berpengalaman di bidang perpipaan.
Kontraktor harus benar benar mempelajari gambar kerja agar tidak
terjadi kesalahan dalam pelaksanaan
pekerjaan Pipa.
Semua pipa PVC sudah termasuk Tee,Socket,dan Elbow dan standart
AW,KW 1 setara merk Invilon /Rucika.
Semua pipa harus dengan ketebalan standart AW,air kotor maupun air
tinja dari WC/kamar mandi.
Semua pipa harus diperiksa kelurusannya, keretakan pada pipa sebelum
pipa dipasang.
Kontraktor harus memperhatikan kebenaran pekerjaan sambungan pipa
baik persambungan Socket,
4

METODE PELAKSANAAN

Tee,maupun Elbow
Semua pemasangan harus terpasang baik,lurus dengan meperhatikan
kemiringan pada pemasangan pipa horizontal
Kontraktor harus mengadakan pengujian kelancaran perpipaan sehingga
dalam
pelaksanaan
kontraktror
harus
menghindarkan
kotoran/sampah/hasil beton cor agar jangan masuk ke lobang pipa.
Penjelasan lebih lanjut,lihat Bab pekerjaan Perpipaan dan Septictank
PEKERJAAN ACIAN
Bidang beton pada balok, kolom / plat lantai / plat listplank yang belum rapi
dan mulus harus dirapikan dengan cara mengaci halus dan rata permukaan
bidang balok atau kolom plat lantai, kanofi dan listplank yang ada.
PEKERJAAN DINDING PASANGAN BATU
CAMPURAN SPESI DAN PLESTERAN
Petunjuk teknis pelaksanaan campuran spesi dan plesteran adalah seperti
berikut :
o Campuran spesi harus menggunakan perbandingan campuran 1:2:0.60,
dan 1:4 :0.65 perhatikan uraian bab III pada buku Spesifikasi ini.
o Sementara perbandingan campuran 1:3:0.65 dapat digunakan pada
bagian yang kering / lembab atau sesuai dengan gambar kerja dan
petunjuk Direksi Teknik.
o Penggunaan perbandingan campuran dapat disesuaikan dengan gambar
kerja dan daftar bill of quantity.
o Dinding pasangan 50 cm diatas lantai dan dibawah lantai adalah pasangan
trasram dengan perbandingan 1:2:0,60.
PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA
Bahan Pasangan Batu
Semen portland / pc, pasir, air dan batu bata sesuai bab III merupakan
bahan dalam pekerjaan ini.
Dalam pelaksanaan pekerjaan pasangan batu, persyaratan persyaratan
bahan diatas harus diperhatikan dan harus sesuai dengan spesifikasi
teknik bahan dalam bab III sebelumnya.
Bahan batu bata harus batu bata jumbo cetak mesin, matang,keras, kuat,
dan tidak rapuh dan berukuran yang baik.
Pelaksanaan Pasangan Batu Bata
1. Untuk mencegah keretakan pada sudut dinding, maka pada kolom induk
ada baiknya dibuat sponing setebal atau jika tidak pakai sponing, maka
kontraktor harus memasang Stick besi 10 setiap 25 cm dengan panjang
besi Stick 25 cm, Besi Stick di masukkan ke tiang kolom induk dengan cara
mengebor, dimana titik bor di masukkan besi Stick dan di kunci dengan
susu semen.
2. Batu bata (Brick Wall)yang akan dipasang harus terlebih dahulu direndam
dalam air hingga jenuh dan sebelum dipasang, harus bebas dari segala
jenis kotoran. Cara pemasangannya harus lurus dan batu bata yang pecah
tidak boleh melebihi tinggi 1 m , minimal setelah 2 jam berikutnya
pasangan batu bata dapat dilanjutkan.
3. Untuk pemasangan setengah batu yang luasnya melebihi 12 m 2 harus
diberi kerangka. penguat dari beton bertulang dengan pembesian 4 8
mm dan beugel 6 -30 mm atau sesuai dengan gambar kerja.
4. Pasangan tidak boleh diterobos perancah. Dengan proses pengeringannya
harus selalu dibasahi dengan air minimal 7 hari (Perawatan & menjaga
kekuatan pasangan batu beton).
5

METODE PELAKSANAAN

5. Pasangan atas lantai 30 cm dan dibawah lantai serta di atas sloof pada
terras adalah trasram dengan campuran 1:2:0,60.

1.
2.
3.
4.
5.

Pasangan Spesi dan Batu Rolaag Pada Kozen


Agar tidak terjadi keretakan pada dinding pasangan batu bata, kontraktor
harus memperhatikan pekerjaan teknis seperti berikut ini :
Landasan kozen
Spesi penutup pasangan bata bata untuk landasan kozen harus dipasang
dengan baik dan kuat.
Pasangan spesi harus dipasang di atas top kozen, kemudian dipasang batu
bata vertikal (Batu Rolaag).
Pasangan Batu Rollaag hanya dilaksanakan untuk Kozen
Pasangan batu rolaag harus lebih minimal 2 batu kiri kanan top kozen.
Spesi harus dipasang di atas batu rolaag dengan baik.

Pasangan Spesi di Bawah Ring Balok


Agar tidak terjadi keretakan dinding pada top dinding (di bawah pasangan
ring balok), kontraktor harus memperhatikan hal-hal seperti berikut :
Pada top dinding harus dipasang spesi penutup dengan baik sebelum ring
balok dipasang dan cor.
Disarankan agar memasang paku 3 pada setiap 50 cm di atas spesi
sebelum ring balok di cor, agar hasil beton cor menyatu dengan pasangan
batu bata.
Siram dulu permukaan top dinding batu bata sebelum pengecoran ring balok
dilaksanakan.
PEKERJAAN KUDA KUDA RANGKA ATAP DAN ATAP

a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)

h)
i)
j)

PELAKSANAAN PEKERJAAN KUDA-KUDA DAN RANGKA ATAP


Petunjuk teknis pelaksanaan pekerjaan kuda - kuda dan rangka atap adalah
seperti berikut :
Semua pekerjaan harus dibentuk sesuai dengan gamber kerja dan dalam
pelaksanaan harus selalu di water pass dan
tarik benang.
Bahan kuda kuda Cannal (CRT) bahan rangka atap harus bermutu I, tidak
bengkok dan tidak rusak atau tidak melendut dan semua ukuran dan bentuk
kuda-kuda dan rangka sesuai dengan gambar kerja
Kontraktor harus mengerjakan kerangka baja ringan CRT dengan tukang
khusus yang berpengalaman di bidang pemasangan konstruksi kerangka
atap baja ringan.
Semua titik temu / titik tumpul harus dibentuk dengan rapi dan kemudian di
beri paku khusus kerangka atap baja ringan ( Hexagon Head Self Drilling
Screw)
Semua bekas potongan kerangka atap baja ringan harus dibersihkan dengan
kuas sampai bersih dan dicat agar terhindar dari korosi.
Khusus untuk sambungan antara 2 batang CRT atau lebih harus dipasang
socket datar dan dipasang kemudian disambung dengan perkuatan paku
khusus sebanyak minimal 16 titik paku (kiri kanan)dan 7 titik paku dari atas
dan bawah.
Khusus pertemuan antara batang vertikal dan horizontal harus di beri paku
khusus minimal 2 paku dan dipaku dengan baik dengan alat / mesin.
Seluruh pemakuan dilarang keras dengan menggunakan martil dan harus
dengan alat mesin Self Drilling Screw
Semua titik temu antara batang horizontal dengan vertikal atau dengan
batang diagonal harus system titik kumpul di cook sesuai dengan kebutuhan
kemudian dikawinkan / di colok dan setelah titik pertemuan sudah rapi dan

METODE PELAKSANAAN

benar kuncilah sambungan atau pertemuan tersebut minimal 2 paku khusus


kerangka atap baja ringan.
k) Setelah kuda kuda terpasang rapi sesuai dengan gambar dan persetujuan
direksi lapangan, maka kuda kuda tersebut dapat ditempatkan sesuai
kebutuhan dalam gambar.
l) Hubungkanlah kuda kuda dengan kuda kuda CRT yang lain dengan
gording ,atur sesuai dengan jarak gording yang ditentukan dalam gambar
kemudian kunci dengan paku khusus untuk kerangka atap baja ringan.
m) Alat pemotong bahan PRT dan CRT harus dengan alat mesin pemotong
khusus dan tidak diperbolehkan menggunakan gergaji diluar alat mesin
pemotong khusus bahan baja ringan.
n) Setiap ujung CRT harus diberi cap penutup dan cap penutup harus dipasang
dengan rapi dan kuat dan harus diberikan khusus.
o) Konstruksi kuda kuda dan rangka atap harus terpasang rapi dan kuat
sesuai dengan gambar kerja dan harus di kunci dengan ikatan angin. Bahan
ikatan angin adalah CRT tebal 0,5 mm.
p) Kontraktor harus memberikan jaminan kepada Direksi lapangan bahwa kuda
kuda dan rangka atap sudah terpasang dengan rapi, kuat dan sudah sesuai
dengan gambar kerja.
q) Kontraktor harus memperhatikan petunjuk teknis dalam brosur bahan yang
disetujui.
r) Segala biaya yang timbul akibat kelalaian pekerja, kerusakan bahan dan
peralatan dan resiko lainnya menjadi tanggung jawab kontraktor
sepenuhnya.
PEMASANGAN ATAP GENTENG METAL 0,30 MM
Petunjuk teknis pemasangan atap adalah sebagai berikut :
1.
Kontraktor dilarang keras langsung memasang atap tanpa adanya
persetujuan atas hasil kerja kuda kuda dan rangka atap.
2.
Apabila sudah ada persetujuan, pasanglah atap dengan baik dan rapi
dengan memperhatikan titik temu antara persambungan atap. Dan semua
pelaksanaan harus water pass / tarik benang.
3.
Seluruh atap terpasang harus dikunci dengan paku khusus atap
Genteng Metal dengan menggunakan drilling screw dan dilarang keras
memaku dengan martil.
4.
Perkuatan paku khusus atap Genteng Metal harus diberi paku (4 6)
paku / m2 dan (2-3) paku/m untuk rabung atau jurai.
5.
Atap yang terinjak / rusak dan menggelembung tidak diperbolehkan
untuk digunakan sebagai atap dan apabila hal ini terjadi, kontraktor harus
mengganti bahan tersebut dengan bahan yang baik .
6.
Kontraktor harus menggunakan tukang khusus untuk memasang atap
Genteng Metal dan sudah berpengalaman dibidangnya.
7.
Kontraktor harus memberi jaminan kepada direksi bahwa atap
terpasang sudah terpasang dengan baik, rapi dan tidak mengalami
kebocoran.
8.
Kontraktor dapat mengadakan uji lapangan terhadap kebocoran atap
dengan cara membasahi dengan air.
9.
Penggujian kebocoran atap harus disaksikan Direksi lapangan dan
konsultan pengawas (apabila ada)
10.
Segala biaya yang timbul untuk mengganti, memperbaiki yang rusak /
kurang baik menurut direksi, test uji dan segala resiko kerja adalah
ditanggung sepenuhnya oleh kontraktor.
LIST PLANK KAYU DAN PEMASANGANNYA
Petunjuk teknis pemasangan papan list plank adalah seperti berikut :
Bahan list plank adalah papan Sembarang keras kelas II ukuran 2 x 20
Papan list plank harus lurus, didempul dan diamplas mulus dan rapi

METODE PELAKSANAAN

Kontraktor harus memasang penutup, pegangan list plank pada ujung kuda kuda baja ringan dari baja ringan (khusus).
Penutup yang dipasang pada ujung kuda - kuda baja ringan harus terpasang
kuat (dihubungkan dengan paku tembok atas bawah agar tidak dapat
bergeser dan kuat memikul papan list plank)
Kontraktor harus memasang papan list plank sesuai dengan ukuran dalam
gambar kerja dengan baik, kuat dan lurus/tidak melengkung dan harus water
pass/tarik benang.
Kuncilah pekerjaan list plank dengan rangka plafond (apabila ada dalam
daftar BQ) agar list plank terpasang harus kuat dan rapi dan lurus.
Setiap persambungan list plank baik vertikal maupun horizontal harus
didempul dan diamplas dengan baik dan halus.
Sebelum pekerjaan pengecatan dilaksanakan jika ada dalam BQ list plank
harus bersih dan kering agar bahan cat dapat terpasang dengan baik.
Bahan cat list plank harus dicat kilat setara dengan merek Kuda Terbang/Bee
Brand dan harus dicat dengan cat dasar dan 2 kali cat finishing.
PEKERJAAN ELEKTRIKAL MECHANICAL

PELAKSANAAN INSTALASI LISTRIK


Petunjuk pelaksanaa pekerjaan listrik dan instalasinya sebagai berikut :
Proses pelaksanaan instalasi listrik harus memenuhi standar dan ketentuan
ketentuan PUIL, PLN dan SII dan pelaksanaannya harus dilakukan oleh
Instalateur yang berpengalaman di bidang kelistrikan dan instalateur AC
serta instalateur telephone.
Dalam hal ada perobahan pada ukuran dan kepastian bahan. Jika lebih besar
dari spesifikasi, maka pembesarannya tidak boleh merugikan lingkungan.
Sebelum instalasi listrik dioperasikan harus dilakukan pengetesan instalasi
terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan. Segala biaya yang timbul saat
pengujian menjadi tanggung jawab Kontraktor.
Instalasi listrik harus seluruhnya ditanam didalam tembok, demikian juga
instalasi dari sarana ke sarana dengan menggunakan pipa PVC 16 mm.
Kawat listrik dipakai yang berkwalitas baik / jenisnya dengan ukuran kawat
2 mm untuk tegangan 220 volt. Kabel yang digunakan kabel NYA dan NYY
yaitu NYA 2 x 2,5 mm, produksi dalam negeri dan umum digunakan dalam
PLN dan NYM 2x2,5 mm untuk pemakaian daerah lembab.
Stop kontak, saklar dipakai yang berkwalitas baik dan sebelum dipasang
harus mendapat persetujuan dari Direksi dan Konsultan Pengawas.
Pemasangan listrik dan instalasi listrik yang harus dilaksanakan oleh
kontraktor adalah sebagai berikut :
1. Pemasangan Instalasi Titik Api & Titik Lampu (sesuai dengan daftar BQ)
2. Lampu SL 12, SL 23 spiral lengkap dengan sarang down light 3 - 4 inch
(perhatikan gambar kerja dan daftar BQ).
3. Saklar tunggal (single)
4. Saklar ganda (Double)
5. Saklar Triple
6. Stop kontak double grounding
7. Stop kontak tanpa grounding

Atau lihat gambar kerja dan daftar BQ untuk volume pekerjaan


Pasangan instalasi listrik di dalam gedung harus dilaksanakan instalateur
yang diakui atau mendapat ijin dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada
daerah setempat atau bersertifikat.
Kontraktor harus menyediakan Penyambungan instalasi dari titik induk ke
titik sarana (sekering Box Penyambung)dipakai kabel NYA dan NYY, dimana
penyambungan aliran diambil titk api yang ada atau sesuai dengan standar
umum yang digunakan oleh PLN.

METODE PELAKSANAAN

Instalasi listrik harus sudah siap pakai dan ditest bersama bersama diserah
terimakan/ berita acara kepada Pejabat Pembuat Komitmen.
Bahan bahan untuk instalasi listrik harus mempunyai standarisasi Industri
Indonesia (SII) yang terbaru.
Biaya yang timbul akibat pengujian ataupun kerusakan pada saat pengujian
menjadi tanggungjawab Kontraktor.
Kabel NYA untuk panel listrik harus ukuran 2,5 mm,6mm, kabel serabut dan
lain-lain.
Semua instalasi, harus sudah terpasang dengan baik, rapi, dan hidup /
operasional sampai memberi kepuasan kepada Direksi
PENGUJIAN INSTALASI
1. Setelah instalasi, peralatan dan lampu-lampu terpasang baik sesuai
dengan kebutuhan dan gambar kerja serta Bill of Quantity, kontraktor
wajib melaporkan hasil pekerjaan ini kepada direksi.
2. Jadwal pengujian seluruh instalasi harus ditentukan bersama dengan
Direksi dan Konsultan Pengawas.
3. Kontraktor wajib melaksanakan pengujian atas tanggungan kontraktor
pelaksana.
PEKERJAAN PLAFOND
PELAKSANAAN PEKERJAAN PLAFOND GYPSUM 9 MM
a. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pemasangan plafon terbuat dari
gypsum board 9 mm dengan seluruh detail seperti yang
disebutkan/diisyaratkan dalam dokumen gambar serta mengikuti
petunjuk
Pengawas Lapangan.
b. Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah seluruh ruangan. Plafon
gypsum board untuk seluruh ruangan kecuali kamar mandi dan
diluar ruangan, teras dan keliling bangunan,
c. Cara pengerjaan, bentuk, volume serta detail ukuran lainnya sesuai
dengan yang tercantum dalam gambar, Bill of Quantity, serta yang
mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Pengawas lapangan.
Kecuali ditentukan lain, dalam spesifikasi ini maka semua pekerjaan
maupun tambahan tambahan bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan ini adalah menjadi tanggung jawab
Kontraktor pelaksana
PEKERJAAN PENGECATAN
Cat tembok dan cat Plafond
Cat tembok untuk dinding dalam harus menggunakan cat tembok setara
merk Jotun atau yang setara cat dinding luar setara Jotun dan cat plafond
Standat Paint yang disetujui oleh direksi teknik dan harus produksi dalam
negeri.
Cat Kilat
Cat kilat yang digunakan harus setara merk kuda terbang atau bee brand
atau yang setara yang disetujui oleh direksi teknik dan harus produksi dalam
negeri.
PELAKSANAAN PEMAKAIAN PENGECATAN
Prosedur pelaksanaan pekerjaan pengecatan (Painting) untuk penyelesaian
(Finishing) adalah sebagai berikut :
1. Cat menie dipakai untuk seluruh bidang bidang kayu dan pada
sambungan yang mengenai tembok, juga besi besi perkuatan.

METODE PELAKSANAAN

2. Cat kilat dipakai untuk listplank, lat kayu atau plafond serta kozen pintu /
jendela
3. Cat kilat dipakai untuk daun pintu kayu dan jalusi kayu.
4. Seluruh bidang tembok luar / dalam serta plafond asbes dicat dengan cat
tembok (minimum 3 x cat), warna ditentukan oleh Direksi.
5. Cat yang digunakan adalah cat yang berkualitas baik, dan produksi dalam
negeri, dimana penentuan warna harus didiskusikan dengan Direksi dan
pengawas.
Pendempulan / Peng amplasan
Sebelum pekerjaan pengecatan, semua bidang yang dicat harus terlebih
dahulu di dempul dan di amplas sampai rata.
Pendempulan dilakukan sampai bidang cat benar benar sudah rata dan
layak dicat.
WARNA CAT
Penentuan warna cat harus didiskusikan dengan PA/KPA/PPK/Direksi untuk
mendapatkan persetujuan.
CAT DASAR DAN FINISHING
Kontraktor harus memperhatikan daftar Bill Of Quantity dimana hal ini juga
merupakan spesifikasi kekuatan bahan yang definitive.
Secara umum cat menie dilaksanakan 1 (satu) kali, cat tembok, cat
plafond, cat kilat dilaksanakan dengan 1 (satu) kali cat dasar dan 2 kali cat
finishing.
Cat dasar untuk cat tembok harus setara Jotun KW I khusus bagian dalam
dan cat plafond standart.
Cat bagian luar khusus cat luar setara Jotun.
MINYAK CAT / LEM
1. Kontraktor harus menggunakan racol dengan perbandingan yang tertentu
sebagai bahan lem untuk cat dinding terutama cat dinding bagian luar.
2. Penggunaan kapur pada pekerjaan cat tidak diijinkan
3. Dilarang keras menggunakan cat tembok / plafond secara langsung tanpa
bahan cat tersebut dicampur dengan lem bahan cat yang telah dicat akan
menjadi cat kapur apabila permukaan cat kita pegang maka cat akan
menempel di telapak tangan dan suatu saat akan mengotori baju /
pakaian apabila kita bersandar di bidang cat tembok tersebut.
PELAKSANAAN PENGECATAN
Pengecatan dilaksanakan dengan peralatan kuas / roll cat
Bahan cat harus yang sudah di campur secara homogen
Pengecatan harus dilaksanakan oleh tukang cat yang berpengalam di
bidang pengecatan
Bidang cat khususnya tembok / dinding harus benar-benar kering dan
bersih dari abu agar bahan cat dapat melekat dengan benar pada bidang
cat.
Bidang cat tembok / dinding yang di dempul harus dibersihkan dengan
cara menyiram dengan air bersih atau dengan alat kompressor.
Pengecatan harus dilaksanakan dengan 1 kali cat dasar dan 2 kali cat
finishing dengan baik, rata permukaan dan tidak berbelang-belang.
PEKERJAAN PLUMBING DAN SANITASI
PETUNJUK PELAKSANAAN PEMASANGAN PIPA
Seluruh perpipaan baik untuk air bersih maupun air kotor, air hujan maupun
air kloset sudah harus terpasang dengan baik dengan kemiringan pipa datar
10

METODE PELAKSANAAN

yang diijinkan sebelum pekerjaan lantai dan kolom dilaksanakan


Pipa yang tertanam dalam kolom atau plat lantai harus diperkuat dengan
methode perkuatan yang baik agar pipa tidak dapat bergeser saat
pengecoran lantai atau kolom.
Segala lobang terbuka harus ditutup rapi sebelum dan sesudah pelaksanaan
pengecoran
T elbow di pipa untuk keperluan air kloset, air kotor dan air kerja sudah
harus terpasang sebelum pengecoran lantai 2 dilaksanakan dan bagian
pipa yang terbuka harus ditutup tapi agar jangan ada masuk kotoran dalam
pipa sehingga pipa nantinya dapat berfungsi dengan maksimal.
Cara menyambung pipa
a. Bersihkan kedua ujung pipa PVC dari kotoran yang menempel. Jika pipa PVC
adalah hasil pemotongan pipa, maka ujung pipa harus dibersihkan dengan
kertas pasir khusus untuk pipa
b. Jika persambungan membutuhkan lem, maka lem yang digunakan adalah
lem khusus pipa PVC
c. Kedua ujung pipa yang mau disambung harus bebas dari kotoran, minyak
dan air dan untuk membersihkan kedua ujung pipa disarankan menggunakan
cairan pembersih lap dengan kain bersih dan kering kedua ujung pipa yang
mau disambung.
d. Oleskan lem PVC secara merata secukupnya dengan menggunakan kuas
yang lembut dan bersih.
e. Sambungan sesegera mungkin dilaksanakan sebelum lem mengering
f. Biarkan sambungan mengering dan hindarkan getaran atau gangguan yang
menggangu protes pengeringan
g. Sambungan terhadap kran harus menggunakan seltif dan harus terpasang
dengan baik tanpa mengalami kebocoran
h. Seluruh pipa pembuang air hujan dapat diarahkan kepembuangan
pekarangan tanpa merusak pekarangan atau langsung ke parit
i. Pembuangan akhir dari air kotoran harus langsung ke parit
j. Pembuangan akhir dari air kloset harus diarahkan ke septictank
k. Semua pekerjaan perpipaan harus dilaksanakan oleh instalateur yang
berpengalaman di bidang plumbing dan sanitasi
PEMASANGAN PIPA PVC UNTUK TALANG AIR HUJAN
Bahan pipa adalah PVC standar Aw (SNI) diameter 3 KW-I dan dia 4 KW
yang harus ditaman mengarah ke parit existing.
Pipa talang air hujan pipa vertikal dipasang di luar kolom induk beton
bertulang atau tepatnya pada pasangan batu bata atau sesuai persetujuan
PPK.
Kontraktor harus memperhatikan persambungan pipa vertikal atau horizontal
baik dengan socket, tee, maupun elbow
Pada bagian atas harus dipasang elbow baik untuk membuang dan
menampung air dari talang plat beton
Kontraktror harus memperhatikan kelengkapan peralatan kerja perpipaan
standar dan harus menggunakan tukang yang berpengalaman untuk
pemasangan pipa.
Saat pemasangan pipa, kontraktror harus memperhatikan lobang pipa,
jangan sempat masuk kotoran sampah khusus nya sampah padat maupun
sisa sisa pengecoran, kerikil, besi dan lain-lain karena dapat menimbulkan
kebocoran, kerusakan pipa.
Kontraktor harus menjamin seluruh pemasangan pipa air hujan dan harus
menguji kelancaran air
Pada bagian atas yaitu pada plat talang, dipasang roof floor drain standart
talang agar air tidak membawa sampah masuk ke pipa.
Khusus pipa tanam PVC dia 4 KWI harus dilengkapi aksesories seperti
elbow, T maupun Socket dimana penanamanya harus memperhatikan
11

METODE PELAKSANAAN

kemiringan pipa agar air buangan dari talang vertikal dapat ditampung dan
dibuang dengan lancar ke parit pembuang yang ada.
PEMASANGAN PIPA AIR TINJA
Bahan pipa adalah PVC diameter 3 standar Aw / SNI khusus pipa limbah.
Kontraktor harus memasang pipa dalam plat beton untuk Lt-2 sehingga
kontraktor harus memperhatikan persambungan pipa horizontal dengan
kloset duduk / jongkok sampai ke pipa pembuang vertikal.
Saat pemasang, jangan sempat kotoran sampah padat, beton cor,
vertikal masuk dalam pipa sehingga kontraktor di wajibkan membuat
pengaman pipa sebelum pipa tersebut operasional
Saat pemasangan pipa, kontraktror harus memperhatikan lobang pipa,
jangan sempat masuk kotoran sampah khusus nya sampah padat
maupun sisa sisa pengecoran, kerikil, besi dan lain-lain karena dapat
menimbulkan kebocoran, kerusakan pipa.
Kontraktor harus menjamin seluruh pemasangan pipa air hujan dan harus
menguji kelancaran air.
Pipa PVC untuk tinja dipasang juga disamping kolom induk juga pipa dari
PVC 3 inchi.
Air tinja harus diarahkan ke Septictank sebagai tempat pembuangan
akhir.
Kontraktor harus menjamin seluruh pemasangan pipa air tinja dan harus
menguji kelancaran air .
PEMASANGAN PIPA AIR KOTOR
Bahan pipa air kotor juga PVC diameter 3 standar AW / SNI khusus pipa
air kotor.
Pipa air tinja berbeda dengan pipa air kotor, pipa air kotor dari kamar
mandi dan membuang nya ke parit pembuang.
Pipa air kotor harus ditanam pada plat lantai-2 dan harus dilengkapi
dengan T, Elbow, Socket, demikian juga pipa vertikal harus di pasang di
luar kolom induk atau dibuat pada dinding bata atau sesuai dengan
persetujuan PPK.
Kontraktror harus memperhatikan kelengkapan peralatan kerja perpipaan
standar dan harus menggunakan tukang yang berpengalaman untuk
pemasangan pipa.
Saat pemasangan pipa, kontraktror harus memperhatikan lobang pipa,
jangan sempat masuk kotoran sampah khusus nya sampah padat
maupun sisa sisa pengecoran, kerikil, besi dan lain-lain karena dapat
menimbulkan kebocoran, kerusakan pipa.
Pemasangan pipa di lantai - 1, pipa ditanam dibawah lantai dan
diarahkan ke parit pembuang.
Kontraktor harus menjamin seluruh pemasangan pipa air kotor dan harus
menguji kelancaran air.
PEMASANGAN PIPA AIR MINUM
1. Pemasangan pipa air minum adalah pipa PVC standar AW / SNI diameter
(Perhatikan daftar BQ)
2. Pipa vertikal harus ditanam di dinding dan pipa horizontal ditanam diplat
lantai pada lantai -2 dan di bawah lantai di lantai -1.
3. Penanaman pipa disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan air minum.
4. Semua penyambungan harus diperhatikan dengan baik agar terhindar
dari yang namanya kebocoran pipa.
5. Kontraktor harus memperhatikan seluruh pipa PVC jangan sampai ada
pipa yang sudah lecet, retak yang terpasang karena efeknya terhadap
kebocoran pipa sangat besar.
6. Instalasi air bersih yang dimaksud sudah termasuk pengadaan bak dan
upah.
12

METODE PELAKSANAAN

7. Bahan pipa terbuat dari PVC diameter Kw I untuk pipa utama dan
pipa inchi untuk kran & kloset.
8. Semua instalasi perpipaan air umum harus kw I dan dipasang dibawah
lantai baik untuk lantai dasar maupun untuk lantai 2.
9. Kontraktor harus memasang peralatan seperti elbow, T ocket dengan
methode penyambungan yang baik agar terhindar dari kerusakan
maupun kebocoran.
10. Kran air untuk kamar mandi menggunakan kran stopvalve type sock
T , dan type stop valve B. tap quarto untuk kamar mandi utama dan type
smart untuk wastapel atau sesuai dengan petunjuk dan persetujuan
direksi
PEKERJAAN LANTAI & PASANGAN KERAMIK
CARA MEMASANG KERAMIK
Kontraktor harus mengajukan contoh dan warna Keramik kepada Direksi
untuk mendapatkan persetujuan. Dan semua pemasangan keramik harus
ditarik benang dan diwaterpass agar permukaan lantai maupun dinding
keramik dapat rata permukaan dan terpasang dengan baik dan saling
bertemu.
Pemasangan keramik secara keseluruhan harus mengacu kepada kepala
keramik, kemudian tarik benang dan water pass untuk melanjutkan
pasangan keramik ke semua arah pemasangan.
Sebelum pemasangan keramik, semua keramik harus direndam terlebih
dahulu dalam air minimal 2 jam sebelum pemasangan keramik.
Sehubungan dengan sifat alamiah keramik, yang disebabkan proses
pembakaran pada temperatur tinggi, dapat terjadi perbedaan warna dan
ukuran, untuk ini Kontraktor harus mengadakan pemeriksaaan terhadap
keramik lantai / dinding yang akan dipasang mempunyai seri dan
golongan ukuran yang sama.
Keramik harus dipasang diatas lantai beton 1:3:5:0.65
Sebelum keramik dipasang diatas spesi 1:3:0.65, bagian belakang
keramik harus diberi susu semen 1:1:0,60.
Keramik harus dipasang merata diatas spesi dan tidak diperbolehkan
keramik terpasang diatas spesi yang tidak rata permukaan, karena akan
menimbulkan keretakan nantinya.
Keramik terpasang, apabila diketok terdengar suara kosong, maka
pemasangan keramik tersebut harus dibongkar dan dipasang kembali
dengan baik.
Semua keramik yang terpasang harus dengan permukaan yang rata dan
harus selalu di lap bersih setelah pemasangan agar jangan ada spesi
atau semen yang bergumpal mengeras pada permukaan keramik
terpasang.
Setelah lantai dan dinding keramik terpasang, maka spesi antara keramik
harus ditutup disisip dengan semen putih, sehingga nat pasangan
keramik terkunci dengan baik dan rapi.
Kontraktor wajib membongkar, mengganti pasangan keramik yang tidak
rata dan tidak memuaskan menurut Direksi / Pengawas.
Segala biaya yang timbul akibat perbaikan / pembongkaran adalah
tanggung jawab kontraktor sepenuhnya.

Sidikalang, 15 Oktober 2015


Dibuat
CV. TORANG GAOL

13

METODE PELAKSANAAN

TONY J.P LUMBAN GAOL


Tenaga Teknik

14

METODE PELAKSANAAN