Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH ANALISIS DAMPAK

LINGKUNGAN
PENGELOLAAN LINGKUNGAN
KEGIATAN PERTAMBANGAN

DISUSUN OLEH :
WELLY FAISAL
710012029

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan
BAB II BAKU MUTU LINGKUNGAN
A. Baku Mutu Air
B. Baku Mutu Limbah Cair
C. Baku Mutu Udara Ambien
D. Baku Mutu Udara Emisi
E. Baku Mutu Air Laut
BAB III AMDAL
A. Pengertian
B. Tujuan AMDAL
C. Fungsi AMDAL
D. Manfaat AMDAL
E. Kriteria Wajib AMDAL
F. Pendekatan Studi AMDAL
BAB IV PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembangunan sumberdaya alam dan lingkungan hidup seyogyanya menjadi
acuan bagi kegiatan berbagai sektor pembangunan agar tercipta keseimbangan dan
kelestarian fungsi sumber daya alam dan lingkungan hidup sehingga keberlanjutan
pembangunan tetap terjamin. Pola pemanfaatan sumberdaya alam seharusnya
dapat memberikan akses kepada segenap masyarakat, bukan terpusat pada
beberapa kelompok masyarakat dan golongan tertentu, dengan demikian pola
pemanfaatan sumberdaya alam harus memberi kesempatan dan peran serta aktif
masyarakat, serta memikirkan dampak dampak yang timbul akibat pemanfaatan
sumber daya alam tersebut. Untuk itu di perlukan suatu pemahaman yang cukup
dalam menganalisis mengenai dampak tehadap lingkungan.

Meningkatnya intensitas kegiatan penduduk dan industri perlu dikendalikan


untuk mengurangi kadar kerusakan lingkungan di banyak daerah antara lain
pencemaran industri, pembuangan limbah yang tidak memenuhi persyaratan teknis
dan kesehatan, penggunaan bahan bakar yang tidak aman bagi lingkungan,
kegiatan pertanian, penangkapan ikan dan pengelolaan hutan yang mengabaikan
daya dukung dan daya tampung lingkungan.

B. Tujuan
Tujuan disusunya makalah ini yaitu untuk menjelaskan kepada para pembaca
mengenai baku mutu lingkungan yang meliputi baku mutu air, baku mutu limbah
cair, baku mutu udara ambien, baku mutu udara emisi, dan baku mutu air laut,
serta menjelaskan suatu alat yang
sering di gunakan untuk menganalisa dampak lingkungan yang disebut AMDAL.
Dengan memperhatikan permasalahan dan kondisi sumberdaya alam dan
lingkungan hidup dewasa ini, maka di perlukan upaya :
mengelola sumberdaya alam, baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak
dapat diperbaharui melalui penerapan teknologi ramah lingkungan dengan
memperhatikan daya dukung dan daya tampungnya;
menegakkan hukum secara adil dan konsisten untuk menghindari perusakan
sumberdaya alam dan pencemaran lingkungan;
mendelegasikan kewenangan dan tanggung jawab kepada pemerintah daerah
dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup secara bertahap;
memberdayakan masyarakat dan kekuatan ekonomi dalam pengelolaan
sumberdaya alam dan lingkungan hidup bagi peningkatan kesejahteraan
masyarakat lokal;
menerapkan secara efektif penggunaan indikator-indikator untuk mengetahui
keberhasilan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup;

memelihara kawasan konservasi yang sudah ada dan menetapkan kawasan


konservasi baru di wilayah tertentu; dan
mengikutsertakan masyarakat dalam rangka menanggulangi permasalahan
lingkungan global.

Sasaran yang ingin dicapai adalah terwujudnya pengelolaan sumberdaya


alam yang berkelanjutan dan berwawasan keadilan seiring meningkatnya
kesejahteraan masyarakat serta meningkatnya kualitas lingkungan hidup sesuai
dengan baku mutu lingkungan yang ditetapkan, serta terwujudnya keadilan antar
generasi, antar dunia usaha dan masyarakat, dan antar negara maju dengan
negara berkembang dalam pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan hidup
yang optimal.

BAB II Baku Mutu Lingkungan

Ada beberapa macam baku mutu lingkungan antara lain yaitu baku mutu air,
baku mutu limbah cair, baku mutu udara ambien, baku mutu udara emisi, dan baku
mutu air laut.

Baku mutu air


Baku mutu Baku mutu air pada sumber air, disingkat baku mutu
air. Baku mutu air adalah batas kadar yang diperbolehkan bagi zat atau bahan
pencemar terdapat dalam air, namun air tetap berfungsi sesuai dengan
peruntukannya.

Air dikatakan tercemar jika tidak dapat digunakan sesuai dengan fungsinya.
Walaupun fenomena alam, seperti gunung meletus, pertumbuhan ganggang, gulma
yang sangat cepat, badai dan gempa bumi merupakan penyebab utama perubahan
kualitas air, namun fenomena tersebut tidak dapat disalahkan sebagai penyebab
pencemaran air. Pencemaran ini dapat disebabkan oleh limbah industri, perumahan,
pertanian, rumah tangga, industri, dan penangkapan ikan dengan menggunakan
racun. Polutan industri antara lain polutan organik (limbah cair), polutan anorganik
(padatan, logam berat), sisa bahan bakar, tumpaham minyak tanah dan oli
merupakan sumber utama pencemaran air, terutama air tanah.

Disamping itu penggundulan hutan, baik untuk pembukaan lahan pertanian,


perumahan dan konstruksi bangunan lainnya mengakibatkan pencemaran air
tanah. Limbah rumah tangga seperti sampah organik (sisa-sisa makanan), sampah
anorganik (plastik, gelas, kaleng) serta bahan kimia (detergen, batu batere) juga
berperan besar dalam pencemaran air, baik air di permukaan maupun air tanah.

Baku mutu limbah cair


Baku mutu limbah cair adalah batas kadar yang diperbolehkan bagi zat atau
bahan pencemar untuk dibuang dari sumber pencemaran ke dalam air pada
sumber air , sehingga tidak mengakibatkan dilampauinya baku mutu air.

Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kawasan Industri (KEPUTUSAN MENTERI NEGARA
LINGKUNGAN HIDUP, NOMOR: KEP- 03/MENLH/l/1998) Dalam rangka untuk
melestarikan lingkungan hidup agar tetap bermanfaat bagi manusia serta makhluk
hidup lainnya perlu dilakukan pengendalian terhadap pembuangan limbah cair ke
media lingkungan. Kegiatan pembuangan limbah cair oleh kawasan industri
mempunyai potensi menimbulkan pencemaran lingkungan hidup, oleh karena itu
perlu dilakukan pengendalian.

Untuk melaksanakan pengendalian pencemaran air sebagaimana telah


ditetapkan dalam Pasal 15 Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1990 tentang
Pengendatian Pencemaran Air, perlu ditetapkan lebih lanjut Baku Mutu Limbah Cair.

Kawasan Industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang


dilengkapi dengan prasarana dan sarana penunjang yang dikembangkan dan
dikelola oleh Perusahaan Kawasan hidustri yang telah memiliki Izin Usaha Kawasan
Industri. Perusahaan Kawasan Industri adalah perusahaan yang mengusahakan
pengembangan dan/atau pengelolaan Kawasan Industri. Baku Mutu Limbah Cair
Kawasan Industri adalah batas maksimum limbah cair yang diperbolehkan dibuang
ke lingk-ungan hidup dari suatu Kawasan Industri. Limbah Cair Kawasan Industri
adalah limbah dalam bentuk cair yang dihasilkan oleh kegiatan Kawasan Industri
yang dibuang ke lingkungan hidup dan diduga dapat menurunkan kualitas
lingkungan hidup.
Mutu Limbah Cair adalah keadaan limbah cair yang dinyatakan dengan debit,
kadar dan beban pencemar. Debit maksimum adalah debit tertinggi yang masih
diperbolehkan dibuang ke lingkungan hidup.
Kadar maksimum adalah kadar tertinggi yang masih diperbolebkan dibuang ke
lingkungan hidup. Beban pencemaran maksimum adalah beban pencemaran
tertinggi yang masih diperbolehkan dibuang ke lingkungan hidup.

Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kawasan Industri yang telah mempunyai Unit
Pengolah Limbah Terpusat adalah sebagaimana tersebut dalam Keputusan ini. Bagi
Kawasan Industri yang belum mempunyai Unit Pengolah Limbah Terpusat berlaku
Baku Mutu Limbah Cair bagi jenis-jenis industri sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Kadar maksimum dari masing-masing
parameter atau debit limbah maksimum sebagaimana tersebut dalam Keputusan ini
dapat dilampaui sepanjang beban pencemaran maksimum tidak dilampaui.

BAKU MUTU LIMBAH CAIR BAGI KAWASAN INDUSTRI

PARAMETER
(mg/liter)
BOD5
COD
TSS
pH

KADAR MAKSIMUM
(kg/hari.Hari)

50

4.3

100

8.6

200

BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM

17.2

6.0 - 9.0

DEBIT LIMBAH CAIR MAKSIMUM: 1 L per detik per HA lahan kawasan yang terpakai.

Baku mutu udara ambien


Udara ambien adalah udara bebas dipermukaan bumi pada lapisan troposfir yang
berada di dalam wilayah yurisdiksi Republik Indonesia yang dibutuhkan dan
mempengaruhi kesehatan manusia, makhluk hidup dan unsur Lingkungan hidup
lainnya.

Baku mutu udara ambien adalah batas kadar yang diperbolehkan bagi zat atau
bahan pencemar terdapat di udara, namun tidak menimbulkan gangguan terhadap
makhluk hidup, tumbuh-tumbuhan dan atau benda.
Baku mutu udara ambient (USA) untuk CO adalah:
- Konsentrasi maksimum dalam 8 jam tidak melebihi sekali setahun = 10 mg/m3
atau 9 ppm

- Konsentrasi maksimum dalam satu jam tidak melebihi sekali setahun = 40


mg/m3 atau 35 ppm
- Konsentrasi CO dapat diukur secara kontinyu dengan menggu-nakan teknik
spektroskop infra-merah non-dispersif.

Baku mutu udara emisi


Emisi adalah zat, energi dan/atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu
kegiatan yang masuk dan/atau dimasukkannya ke dalam udara ambien yang
mempunyai dan/atau tidak mempunyai potensi sebagai unsur pencemar.

Baku mutu udara emisi adalah batas kadar yang diperbolehkan bagi zat atau
bahan pencemar untuk dikeluarkan dari sumber pencemaran ke udara, sehingga
tidak mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien.

Baku mutu air laut


Baku mutu air laut adalah batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi atau
komponen lain yang ada atau harus ada , dan zat atau bahan pencemar yang
ditenggang adanya dalam air laut.

BAB III AMDAL

A.

Pengertian

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999, pasal


1 ayat 1, AMDAL ( Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ) adalah kajian mengenai
dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada
lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan.

Setiap kegiatan pembangunan secara potensial mempunyai dampak terhadap


lingkungan. Dampak-dampak ini harus dipelajari untuk merencanakan upaya
mitigasinya. Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 1993 (PP 51/1993) tentang
Analisis Mengenal Dampak Lingkungan (AMDAL) menyatakan bahwa studi tersebut

harus merupakan bagian dari studi kelayakan dan menghasilkan dokumen-dokumen


sebagai berikut:
1. Kerangka Acuan (KA) ANDAL, yang memuat lingkup studi ANDAL yang
dihasilkan dari proses pelingkupan.
2. Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), yang merupakan inti studi AMDAL.
ANDAL memuat pembahasan yang rinci dan mendalam tentang studi terhadap
dampak penting kegiatan yang diusulkan.
3. Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), yang memuat usaha-usaha yang harus
dilakukan untuk mitigasi setiap dampak lingkungan dari kegiatan yang diusulkan.

4. Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL), yang memuat rencana pemantauan


dampak lingkungan yang akan timbul.

RKL dan RPL merupakan persyaratan mandatory menurut PP 51/1993, sebagai


bagian kelengkapan dokumen AMDAL bagi kegiatan wajib AMDAL. Untuk kegiatan
yang tidak wajib AMDAL, penanggulangan dampak lingkungan yang timbul
memerlukan:
1.

Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL)

2.

Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL)

3. Pertanggung-jawaban pelaksanaan audit, antara auditor dan manajemen


organisasi.
4.

Komunikasi temuan-temuan audit.

5.

Kompetensi audit.

6.

Bagaimana audit akan dilaksanakan.

Sebagai dasar pelaksanaan Audit Lingkungan di Indonesia, telah dikeluarkan


Kepmen LH No. 42/MENLH/11/1994 tentang Prinsip-Prinsip dan Pedoman Umum
Audit Lingkungan. Dalam Lampiran Kepmen LH No. 41/94 tersebut didefinisikan
bahwa:
Audit lingkungan adalah suatu alat pengelolaan yang meliputi evaluasi secara
sistematik terdokumentasi, periodik dan obyektif tentang bagaimana suatu kinerja
organisasi, sistem pengelolaan dan pemantauan dengan tujuan memfasilitasi
kontrol pengelolaan terhadap pelaksanaan upaya pengendalian dampak lingkungan
dan pengkajian kelayakan usaha atau kegiatan terhadap peraturan perundangundangan tentang pengelolaan lingkungan.

Audit Lingkungan suatu usaha atau kegiatan merupakan perangkat pengelolaan


yang dilakukan secara internal oleh suatu usaha atau kegiatan sebagai
tanggungjawab pengelolaan dan pemantauan lingkungannya. Audit lingkungan
bukan merupakan pemeriksaan resmi yang diharuskan oleh suatu peraturan
perundang-undangan, melainkan suatu usaha proaktif yang diIaksanakan secara
sadar untuk mengidentifikasi permasalahan lingkungan yang akan timbul sehingga
dapat dilakukan upaya-upaya pencegahannya.

B.

Tujuan AMDAL

Tujuan dan sasaran AMDAL adalah Untuk menjamin agar suatu usaha dan/atau
kegiatan pembangunan dapat beroperasi secara berkelanjutan tanpa merusak dan
mengorbankan lingkungan atau dengan kata lain usaha atau kegiatan tersebut
layak dari aspek
lingkungan hidup. Pada hakikatnya diharapkan dengan melalui kajian
AMDAL, kelayakan lingkungan sebuah rencana usaha dan/atau kegiatan
pembangunan diharapkan mampu secara optimal meminimalkan kemungkinan
dampak lingkungan hidup yang negative, serta dapat memanfaatkan dan
mengelola sumber daya alam secara efisien.

AMDAL merupakan alat pengelolaan lingkungan hidup untuk:

Menghindari dampak

Apakah proyek dibutuhkan?

Apakah proyek harus dilaksanakan saat ini?

Apakah ada alternatif lokasi?

Meminimalisasi dampak

Mengurangi skala, besaran, ukuran

Apakah ada alternatif untuk proses, desain, bahan baku, bahan bantu?

Melakukan mitigasi/kompensasi dampak

Memberikan kompensasi atau ganti rugi terhadap lingkungan yang rusak.

C.

Fungsi AMDAL

AMDAL berfungsi sebagai penetapan pengambilan keputusan seperti yang


tercantum dalam Pasal 1 ayat 1 PP 27 Tahun 1999, (AMDAL adalah kajian mengenai
dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada

lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang


penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan ).
Pengambilan keputusan adalah proses memilih suatu alternatif cara bertindak
dengan metode yang efisien sesuai dengan situasi.

D.

Manfaat AMDAL

Pada dasarnya AMDAL memiliki tiga manfaat utama yaitu,


1. Pada Pemerintah
Sebagai alat pengambil keputusan tentang kelayakan lingkungan dari suatu
rencana usaha dan/atau kegiatan.
Merupakan bahan masukan dalam perencanaan pembangunan wilayah.
Mencegah potensi SDA di sekitar lokasi proyek tidak rusak dan menjaga kelestarian
lingkungan hidup.

Pada Masyarakat
Dapat mengetahui rencana pembangunan di daerahnya sehingga dapat
mempersiapkan diri untuk berpartisipasi.
Mengetahui perubahan lingkungan yang akan terjadi dan manfaat serta kerugian
akibat adanya suatu kegiatan.
Mengetahui hak dan kewajibannya di dalam hubungan dengan usaha dan/atau
kegiatan di dalam menjaga dan mengelola kualitas lingkungan.

Pada Pemrakarsa
Untuk mengetahui masalahmasalah lingkungan yang akan dihadapi pada masa
yang akan datang.

Sebagai bahan untuk analisis pengelolaan dansasaran proyek.

Sebagai pedoman untuk pelaksanaan pengelolaandan pemantauan lingkungan


hidup.

Selain manfaat mafaat di atas AMDAL juga sering di gunakan sebagai :


AMDAL sebagai ENVIRONMENTAL SAFEGUARDS
AMDAL digunakan sebagai Enironmental safeguards atau upaya perlindungan
lingkungan dari berbagai jenis kegiatan eksploitasi sumber daya alam baik yang di

lakukan masyarakat lokal maupun pemerintah sehingga tecapai suatu tujuan


yaitu :
Output SDS yang efesien
SDA yang berkelanjutan
Konservasi kawasan lindung

Pengembangan wilayah
Manfaat AMDAL dalam PERENCANAAN WILAYAH yaitu
Ayat (2) PP 27/1999:
Hasil AMDAL digunakan sebagai bahan perencanaan
pembangunan wilayah.

Manfaat AMDAL dalam CEGAH, KENDALI & PANTAU DAMPAK


Hasil AMDAL memberikan pedoman upaya pencegahan, pengendalian dan
pemantauan dampak lingkungan.

AMDAL sebagai prasyarat utang


Banyak debitur yang tidak dapat mengembalikan utang hal ini dikarenakan
berbagai masalah, salah satunya mengenai masalah lingkungan. Sehingga dalam
peberian kredit atau utang di perlukan analaisa apakah debitur tesebut akan
mengalami masalah di bidang lingkungan atau tidak.

E.

Kriteria wajib AMDAL

Kriteria ini hanya diperlukan bagi proyek-proyek yang menimbulkan dampak


penting terhadap lingkungan yang pada umumnya terdapat pada rencana-rencana
kegiatan berskala besar, kompleks serta berlokasi di daerah yang memiliki
lingkungan sensitif.

Jenis-jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan AMDAL
dapat dilihat pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: 17 tahun
2001 tentang Jenis Usaha dan/atau Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi dengan AMDAL.

Jenis Usaha dan Atau Kegiatan Wajib AMDAL:


Pertahanan dan Keamanan
Pertanian
Perikanan
Kehutanan
Kesehatan
Perhubungan
Teknologi Satelit
Perindustrian
Prasarana Wilayah
Energi dan Sumber Daya Mineral
Pariwisata
Pengelolaan limbah B3, dan Rekayasa Genetika

F.

Pendekatan studi AMDAL

Dalam kegiatan per-Amdal-an, pendekatannya juga perlu diketahui agar proses


pelaksanaanya bias seefisien mungkin. Di Indonesia, pendekatan pelaksanaan studi
AMDAL ada dikenal :
Pendekatan AMDAL Kegiatan Tunggal:
Yakni penyusunan atau pembuatan studi AMDAL diperuntukkan bagi satu jenis
usaha dimana kewenangan pembinaannya dibawah satu instansi yang membidangi
jenis usaha dan/atau kegiatan tersebut.

Pendekatan AMDAL Kegiatan Terpadu/Multisektor:


Yakni penyusunan studi AMDAL bagi jenis usaha dan/atau kegiatan terpadu baik
dalam perencanaan
produksinya maupun pengelolaannya dan melibatkan lebih
dari satu instansi yang membidangi kegiatan tersebut serta berada dalam satu
kesatuan hamparan ekosistem.

Pendekatan AMDAL Kegiatan dalam Kawasan:


Yakni penyusunan studi AMDAL bagi jenis usaha dan/atau kegiatan yang berlokasi di
dalam suatu kawasan yang telah ditetapkan atau berada dalam kawasan/zona
pengembangan wilayah yang telah ditetapkan pada kesatuan hamparan ekosistem.

Penilai AMDAL
Dalam proses menilai dokumen AMDAL sebuah rencana kegiatan atau proyek, maka
pihak-pihak yang terlibat dalam proses penilaian dokumen AMDAL tersebut meliputi
:
Komisi Penilai AMDAL:
Yaitu sebuah komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL. Pada tingkat pusat
dinamakan Komisi Penilai Pusat. Ditingkatdaerah dinamakan Komisi Penilai Daerah.
Anggota-angotanya terdiri dari unsure pemerintahan yang berkepentingan, unsur
warga dan masyarakat yang berkepentingan dan terkena dampak.

Pemrakarsa:
Yaitu orang atau badan hukum yang bertanggung
usaha dan/atau kegiatan yang dilaksanakan.

jawab atas s

uatu rencana

Warga Masyarakat Yang Terkena Dampak:


Yaitu seorang atau kelompok warga masyarakat yang akibat akan dibangunnya
suatu rencana dan/atau kegiatan tersebut akan menjadi kelompok yang
diuntungkan (benerficary groups),
dan kelompok yang dirugikan (at-risk groups). Lingkup warga masyarakat yang
terkena dampa kini dibatasi pada masyarakat yang berada dalam ruang dampak
rencan usaha dan/atau kegiatan tersebut.

Namun dalam pelaksanaannya, komponen lainnya yang turut berperan dalam


proses peng-AMDAL-an antara lain Pemberi Ijin (Instansi yang berwewenang
menerbitkan ijin melakukan kegiatan), Pakar Lingkungan dan Pakar Teknis

(Seseorang yang ahli di bidang lingkungan dan bidang ilmu tertentu) Lembaga
Pelatihan (Lembaga-lembaga yang menyelenggarakan kursus-kursus dan/atau
pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan pengelolaan LH.

BAB IV PENUTUP

Baku mutu lingkungan merupakan suatu acuan yang perlu kita pahami dalam
memelihara lingkungan hidup dan sember daya alam yang berkelanjutan. Sehingga
kita dapat meminimalisasi kerusakan lingkungan yang di akibatkan oleh aktivitas
berbagai aspek kehidupan.
Persoalan kerusakan lingkungan akibat industri dan rumah tangga, khususnya di
Negara berkembang seperti Indonesia sudah sangat kompleks dan sudah
menghawatirkan. Karena itu perlu kesadaran semua pihak untuk turut menangai
pencemaran lingkungan. Pemerintah melalui kebijakan dan aturan harus mampu
mengatur industi dalam pengolahan limbah baik cair, kayu dan udara. Pihak
industripun harus menyadari peranan pencemarannya yang sangat besar sehingga
harus mau membangun pengolahan limbah. Masyarakat pun harus mempunyai
peranan yang sangat besar dalam pengolahan limbah rumah tangga dan
lingkungan sekitar sehingga kelestarian lingkungan baik, udara, tanah maupun air
dapat terjaga dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
https://herlinaapriyanti.wordpress.com/tugas-kuliah/analisis-mengenai-dampaklingkungan/
https://yogoz.wordpress.com/2011/02/06/amdal-analisis-mengenai-dampaklingkungan/
http://www.bangazul.com/analisis-mengenai-dampak-lingkungan-amdal-1/
http://sukmajayandi27.blogspot.com/2014/05/materi-ipa-smk-amdal-analisismengenai.html
http://muhamadzulfakar.blogspot.com/2013/11/peraturan-tentang-amdal.html
https://staff.blog.ui.ac.id/andreas.pramudianto/2012/12/17/modul-hukumlingkungan-untuk-pelatihan-amdal/
http://ekashawty.blogspot.com/2013/09/makalah-amdal-lengkap.html
http://an-rohmanto.mywapblog.com/manfaat-amdal.xhtml
http://chumbucket08.blogspot.com/2012/01/analisis-mengenai-dampaklingkungan.html

http://pepayamanggapisangjambu.blogspot.com/2015/03/contoh-makalahamdal.html