Anda di halaman 1dari 22

BAB VII PERENCANAAN KOLOM

BAB VII
PERENCANAAN KOLOM
A. Data Umum
Kolom yang akan di analisis memiliki dimensi 600 x 600 mm (didapatkan
dari preliminary coloumn pada bab sebelumnya). Untuk perhitungan tinjauan
diambil kolom dengan gaya aksial terbesar, semua jenis dimensi kolom
lainnya tidak dilakukan pembahasan, namun dalam perancangannya tetap
menggunakan cara dan langkah yang sama.

x
y

Gambar 7.1 Tinjauan kolom lantai 1 tampak atas

z
x

Gambar 7.2 Tinjauan kolom lantai 1 tampak depan

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

BAB VII PERENCANAAN KOLOM


Kuat tekan (fc)

= 30 MPa

Modulus elastisitas (Ec)

= 4700 x (f'c)1/2
= 4700 x (30)1/2
= 25742,9002 MPa

Es

= 200000 MPa = 200 KN/mm

Diameter tul. Utama (D)

= 29 mm

Diameter tul. Begel (db)

= 10 mm

fy> 12 mm

= 300 MPa

fy< 12 mm

= 240 MPa

Selimut beton

= 40 mm

ds

= selimut beton + db + 0.5 D


= 40 + 10 + 0,5 x 29
= 65 mm

= hkolom - ds
= 600 65 = 535 mm

= 0,85

(untuk f'c 30 Mpa)

1. Data Kolom
Lebar kolom (b)

= 600 mm

Tinggi kolom (h)

= 600 mm

Inersia kolom (Igc)

x bh3

x 600 x 6003

= 1,08 x 1010 mm4


Panjang kolom antar as (lc)

= 3700 mm

Panjang kolom bersih (In)

= 3700 (600/2) = 3400 mm

2. Data Balok
Lebar balok (b)

= 300 mm

Tinggi balok (h)

= 600 mm

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

BAB VII PERENCANAAN KOLOM


Inersia balok (Igb)

x bh3

x 300 x 6003

= 5,4 x 109 mm4

3.

Panjang balok (Ib) arah x

= 7400 mm dan 3000 mm

Panjang balok (Ib) arah y

= 7400 mm

Beban yang Berpengaruh Terhadap Analisis Kolom


Berikut hasil analisis dengan menggunakan program Etabs.
Tabel 7.1 beban yang berpengaruh terhadap kolom (Comb 7)
P (kN)
V2 (kN)
V3 (kN)
T (kN) M2 (kNm)
2050,08
119,79
7,72
1,9
19,01

4.

M3 (kNm)
254,63

Analisis Struktur
Dari hasil output program Etabs didapatkan gaya-gaya luar terfaktor yang
terjadi pada kolom adalah sebagai berikut :
Arah X-X
Gaya aksial luar terfaktor (Pu)

= 2050,08 kN

Gaya geser luar terfaktor (Vu)

= 119,79 kN

Lendutan horizontal (0)

= 0,0025 m (didapatkan dari portal)

Arah Y-Y

5.

Gaya aksial luar terfaktor (Pu)

= 2050,08 kN

Gaya geser luar terfaktor (Vu)

= 7,72 kN

Lendutan horizontal (0)

= 0,00095 m (didapatkan dari portal)

Menentukan Stability Index (Q)


SNI 03-2847-2002 Pasal 12.1.4.1
Suatu tingkat pada struktur boleh dianggap tidak bergoyang apabila Stability
indexnya kurang dari atau sama dengan 0,05 (5%).
Arah X-X
Pu = Akumulasi gaya aksial terfaktor dari tingkat diatasnya, didapat
dari hasil output program ETABS v9.6 sebesar 2050,08 kN

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

BAB VII PERENCANAAN KOLOM


0

= Lendutan horizontal yang terjadi pada kolom, didapat dari hasil


output Program ETABS v9.6 sebesar 0,0025 m.

Qx

Pu 0
VUx I C

2050,08 0,0025
119,79 (7,56 10 3 )

2050,08 0,0025
119,79 1,08 x 1010

= 0,0566 > 0,05 (maka kolom bergoyang)

Arah Y-Y
Pu = Akumulasi gaya aksial terfaktor dari tingkat diatasnya, didapat
dari hasil output program ETABS v9.6 sebesar 2050,08 kN
0

= Lendutan horizontal yang terjadi pada kolom, didapat dari hasil


output Program ETABS v9.6 sebesar 0,00095 m.

Qy

Pu 0
VUy I C

2050,08 0,00095
7,72 (7,56 10 3 )
= 0,0682 > 0,05 (maka kolom bergoyang)

Sehingga untuk perhitungan sumbu x dan sumbu y menggunakan ketentuan


struktur bergoyang.

6.

Menentukan faktor panjang efektif kolom (k)


SNI 03-2847-2002 Pasal 12.11.6
Arah X-X
Panjang bersih kolom n,k

= 3,4 m

Panjang bersih balok n,b1

= 7,1 m

Panjang bersih balok n,b2

= 2,7 m

Ic

= 0,70 x 1/12 x 0,6 x 0,63

= 7,56 x 10-3

Ib

= 0,35 x 1/12 x 0,3 x 0,63

= 1,89 x 10-3

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

BAB VII PERENCANAAN KOLOM


E C I C
A

n ,k

E C I b

n ,k

25742,9002 (7,56 10 -3 )

2
3,4

-3
25742,9002 (1,89 10 ) 25742,9002 (1,89 10 -3 )

7,1
2,7

114,480
= 4,602
24,873
E C I C

n ,k

E C I b

n ,k

25742,9002 (7,56 10 -3 )

2
3,4

0
m

A B
4,602 0

2,301
2
2

Karena m = > 2, maka dengan asumsi kedua ujung kolom terjepit :

k 0,9 1 2,301 1,635

Arah Y-Y
Panjang bersih kolom n,k

= 3,4 m

Panjang bersih balok n,b

= 7,1 m

lc

= 0,70 x 1/12 x 0,6 x 0,63

= 7,56 x 10-3

lb

= 0,35 x 1/12 x 0,3 x 0,63

= 1,89 x 10-3

E C I C
A

n ,k

E C I b

n ,k

25742,9002 (7,56 10 -3 )

2
3,4

-3
25742,9002 (1,89 10 )

2
7,1

114,480
= 8,353
13,705

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

BAB VII PERENCANAAN KOLOM


E C I C
B

n ,k

E C I b

n ,k

25742,9002 (7,56 10 -3 )

2
3,4

0
m

A B
8,353 0

4,176
2
2

Karena m > 2, maka dengan asumsi kedua ujung kolom terjepit :

k 0,9 1 4,176 2,047

7.

Menentukan nilai radius girasi tampang


SNI 03-2847-2002 Pasal 12.13.2
Karena tampang kolom persegi, maka nilai radius girasi dapat dihitung
sebagai berikut:
r = 0,3 h
= 180 mm

8. Kontrol jenis kolom


SNI 03-2847-2002 Pasal 12.13.2
Untuk kolom yang dapat bergoyang :
Arah X-X
K l n 1,635 3400

30,883 > 22 (termasuk kolom panjang)


r
180

Arah Y-Y
K l n 2,047 340

38,665 > 22 (termasuk kolom panjang)


r
180

Maka kolom dapat di analisis untuk kolom Arah X-X dan Arah Y-Y
menggunakan kolom panjang.

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

BAB VII PERENCANAAN KOLOM


9. Menentukan beban tekuk Euler (Pc)
SNI 03-2847-2002 Pasal 12.12.3
Dari program ETABS, didapatkan gaya lintang :
VD = 22,34 kN
VL = 11,68 kN
Arah X-X
1,2 VD
1,2 22,34

0,589
(1,2 VD ) (1,6 VL ) (1,2 22,34) (1,6 11,68)

d
Ec

= 25742,9002

Ig

= 1,08 x 1010

0,4 C I g

1 d
0,4 25742,9002 (1,08 1010 )
6,998 1013 mm2
1 0,589

2
3,14 2 (6,998 1013 )

22327489,11
(k n,lx ) 2
(1,635 3400) 2
22327,48911

Arah Y-Y

1,2 VD
1,2 22,34

0,589
(1,2 VD ) (1,6 VL ) (1,2 22,34) (1,6 11,68)

Ec

= 25742,9002

Ig

= 1,08 x 1010

0,4 C I g

1 d
0,4 25742,9002 (1,08 1010 )
6,998 1013 mm2
1 0,589

Cy

2
3,14 2 (6,998 1013 )

14244254,18
(k n,ly ) 2
(2,047 3400) 2
14244,25418

10. Menentukan faktor pembesaran momen (s) untuk struktur bergoyang


Faktor pembesaran momen menggunakan nilai aksial = 0,75

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

BAB VII PERENCANAAN KOLOM


SNI 03-2847-2002 Pasal 12.13.4.3
Arah X-X

sx

1
1

1,1395
Pu
2050,08

1
1

0,75 Pcx
0,75 22327,48911

Arah Y-Y

sy

1
1

1,2375
2050,08

Pu
1

1
0,75 14244,25418
0,75 Pcy

Menentukan momen perlu hasil pembesaran momen (Mc,k = Mu,k.s)


Arah X-X 48,990
Mc,k = Mu,k.s
= 19,01 x 1,1395
= 21,662 kNm
Arah Y-Y
Mc,k = Mu,k.s
= 254,63 x 1,2375
= 315,105 kNm

11. Ketentuan Komponen Struktur Kolom (SRPMK)


SNI 03-2847-2002
Persyaratan yang harus dipenuhi oleh kolom SRPMK:
Persyaratan SRPMK untuk kolom pada pembahasan selanjutnya berlaku
untuk Pu akibat seluruh kombinasi melebihi 0,1Agfc
0,1 Agfc

= 0,1 x 600 x 600 x 30


= 1080000 N
= 1080 kN

Gaya aksial terfaktor = 2050,08 kN > 1080 kN Persyaratan Berlaku


Sisi terpendek kolom tidak kurang dari 300 mm.
Sisi terpendek kolom, d = 600 mm > 300 m
Rasio dimensi penampang tidak kurang dari 0,4
Rasio b/d = 600/600 = 1 > 0,4

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

BAB VII PERENCANAAN KOLOM


12. Luas tulangan kolom longitudinal
SNI 03-2847-2002 Pasal 12.9.1
Syarat luas tulangan total longitudinal adalah 1%Ag - 8%Ag
Control jumlah tulangan perbaris :
m =

b 2.ds
600 2.65
1 =
1 = 7,8 (maksimal 8 buah)
D Sn
29 40

diambil 6 buah perbaris.


Ast 1%

= 1% Ag
= 0,01 x 600 x 600
= 3600 mm

Ast 8%

= 8% Ag
= 0,08 x 600 x 600
= 28800 mm

Dicoba menggunakan tulangan D29, maka :


= 20 1/4 D2

Ast

= 13203,7 mm2
1%Ag Ast 8%Ag
3600 mm2 13203,7 mm2 28800 mm2 OK !
pakai =

0,08 0,01

3600 28800 3600 13203

0,02667 0,01 0,3667 3,67%


1%Ag 3,67%Ag 8%Ag

OK !

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

BAB VII PERENCANAAN KOLOM

Ast 3,67%

Gambar 7.1 Penampang Kolom Rencana


A1 = A6

= 6D29 = 3961,11 mm2

A2 = A3 = A4 = A5

= 2D29 = 1320,37 mm2

13. Pengecekan keamanan kolom terhadap beban aksial dan momen (melalui
diagram interaksi kolom).
Es

= 200000 Mpa = 200

fy
Es

30
= 1,5 x 10-3
200000

kN/mm

Fc'

= 30 Mpa = 0,03 kN/mm

Fy

= 300Mpa = 0,3 kN/mm

Tinjauan Beban Sentris


P0

= 0,85 fc (Ag Ast) + Ast fy

Po

= 0,85 0,03 x (600 x 600 13203,7) + 13203,7 0,3

Po

= 12804,415 kN

Pn maks

= 0,8 Po = 0,8 12804,415 = 10243,532 kN

P0

= 0,65 12804,415 = 8322,869 Kn

Pn maks

= 0,65 10243,532 = 6658,296 kN

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

BAB VII PERENCANAAN KOLOM


Tinjauan beton tekan menentukan (terjadi jika c > cb)
Perhitungan titik balance yaitu nilai tahanan aksial nominal tereduksi
balance dan tahanan momen nominal tereduksi balance dilakukan seperti
berikut untuk menggambarkan garis balance pada grafik diagram
interaksi kolom .
cb =

600 d 600 (600 65)


= 356,67 mm

600 fy
600 300

diambil

c = 450 mm ( > cb)

a = 1 x c = 0,85 450 = 382,5 mm

Tabel 7.2 Perhitungan tegangan tulangan tarik dan tekan kondisi c > cb

150 65
0,003 = 5,67 x 10-4 < y
450

150 150
0,003 = 0
450

450 250
0,003 = 1,33
450

kN/mm
f2 = 0

< y

450 250
0,003 = 1,33 10-3 < y
4
450

f1 = 5,67 x 10-4 200 = 0,1133

450 150
0,003 = 2,0 10-3 > y
450

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

f3' = 1,33 10-3

x 200 = 0,2667

kN/mm
f4' = 1,33 10-3 x 200 = 0,2667
kN/mm
f5' = 0,3 kN/mm

BAB VII PERENCANAAN KOLOM


6

450 65
0,003 = 2,567 10-3 > y f6' = 0,3 kN/mm
450

Tabel 7.3 Gaya Aksial dan Momen pada Kondisi > cb


Lengan ke

Momen

Pusat (m)

( kN-m)

-T1 = -3961,11 0,1133 = -448,794

-0,235

105,466

-T2 = -1320,37 0 = 0

-0,15

C3 = 1320,37 x 0,2667 = 352,143

0,05

17,6072

C4 = 1320,37 x 0,2667 = 352,143

0,05

17,6072

0,10875

636,432

C5 = 1320,37 0,3 = 396,111

0,15

59,416

C6 = 3961,11 0,3 = 1188,333

0,235

279,258

Gaya (kN)

Cc = 0,85 0,03 382,5 600 = 5852,25

Pn = 7692,186

1115,786

Pn = 0,65 7692,186 = 4999,92 kN


Mn = 0,65 1115,786 = 725,26 kNm

Tinjauan pada keadaan seimbang c = cb (terjadi pada cb = 356,67 mm)


ab = 1 cb = 0,85 356,67 = 303,1695 mm

ab = 303,1695 mm

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

BAB VII PERENCANAAN KOLOM


Tabel 7.4 Perhitungan tegangan tulangan tarik dan tekan kondisi c = cb

243,33 65
0,003 = 1,5 x 10-4 > y
356,67

243,33 150
0,003 = 7,85 x 10-4 < y
356,67

f2 = 7,85 x 10-4 x 200 = 0,157

356,67 250
0,003 = 8,972 10-4 < y
356,67

f3'= 8,97

356,67 250
0,003 = 8,972 10-4 < y
356,67

f4' = 8,97

f1 = 0,3 kN/mm

kN/mm
200 = 0,179

kN/mm
200 = 0,179

kN/mm

356,67 150
0,003 = 1,738 10-3 > y
356,67

f5' = 0,3 kN/mm

356,67 65
0,003 = 2,453 10-3 > y
356,67

f6' = 0,3 kN/mm

Tabel 7.5 Gaya Aksial dan Momen pada Keadaan c = cb


Lengan ke

Momen

Pusat (m)

(kN-m)

-T1 = -3961,11 0,3 = -1188,33

-0,235

279,257

-T2 = -1320,37 0,157 = -207,298

-0,15

31,095

C3 = 1320,37 x 0,179 = 236,346

0,05

11,817

C4 = 1320,37 x 0,179 = 236,346

0,05

11,817

0,14841

688,399

C5 = 1320,37 0,3 = 396,111

0,15

59,416

C6 = 3961,11 0,3 = 1188,333

0,235

279,258

Gaya (kN)

Cc = 0,85 0,03 303,1695 600 = 4638,493

Pn = 5300
Pn,b = 0,65 5300 = 3445 kN
Mn,b = 0,65 377,119 = 884,688 kNm

Keadaan tulangan tarik menentukan (terjadi pada c < cb)


Diambil C = 200 mm, sehingga a = 1 c = 0,85 200 =170 mm

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

1361,06

BAB VII PERENCANAAN KOLOM

Tabel 7.6 Perhitungan tegangan tulangan tarik dan tekan kondisi c < cb

400 65
0,003 = 5,025 x 10-3 y
200

f1 = 0,3 kN/mm

400 150
0,003 = 3,75 x 10-3 y
200

f2 = 0,3 kN/mm

400 250
0,003 = 2,25 10-3 y
200

f3 = 0,3 kN/mm

400 150
0,003 = 2,25 10-3 y
200

f4 = 0,3 kN/mm

200 150
0,003 = 7,5 10-4 < y
200

f5' = 7,5

200 65
0,003 = 2,025 10-3 y
200

f6' = 0,3 kN/mm

x 200 = 0,15 kN/mm

Tabel 7.7 Gaya Aksial dan Momen pada Keadaan c < cb


Lengan ke

Momen

Pusat (m)

(kN-m)

-T1 = -3961,11 0,3 = -1188,33

-0,235

279,258

-T2 = -1320,37 0,3 = -396,11

-0,15

59,416

-T3 = -1320,37 0,3 = -396,11

-0,05

19,805

Gaya (kN)

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

BAB VII PERENCANAAN KOLOM


-T4 = -1320,37 0,3 = -396,11

-0,05

19,805

C5 = 1320,37 0,15 = 198,055

0,15

29,708

Cc = 0,85 0,03 170 600 = 2601

0,215

559,215

C6 = 3961,11 0,3 = 1188,333

0,235

279,258

Pn = 1610,728

1246,465

Pn = 0,65 1610,728 = 1046,973 kN


Mn = 0,65 1115,786 = 810,202 kNm

Tinjauan keadaan bebas P = 0


Pada keadaan ini dihitung seperti balok
ds = ds' = 65+

65
= 97,5 mm
2

d = h ds = 600 97,5 = 502,5 mm


Tulangan tarik AKi = A1 + A2 + A3 = 6601,85 mm
Tulangan tekan AKa = A4 + A5 + A6 = 6601,85 mm
Karena luas tulang tekan dan tulangan tarik sama, maka tulangan tekan pasti
belum leleh.
p=

600 AKa AKi fy 600 6601,85 6601,85 300


=
= 64,724 m2
1,7 fc 'h
1,7 30 600

q=

600 1 AKa ds' 600 0,85 6601,85 97,5


=
0,85 fc 'h
0,85 30 600

= 21456,0125 mm2

a = p 2 q p 64,7242 21456,0125 64,724

= 95,425 mm

95,425 0,85 97,5


a 1 ds'
fs' = 600

600
a
95,425

= 78,910 MPa

Mnc

= 0,85 30 95,425 600 (502,5


= 663990887 Nmm

Mns

95,425
)
2

= 663,990 kNm

= 6601,85 78,910 x (502,5 65 )


= 227916492,8 Nmm

= 227,916 kNm
Mn = 891,906 kNm

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

BAB VII PERENCANAAN KOLOM


Nilai kuat rencana :
= 0,65 Mn = 0,65 891,906 = 579,74 kNm
= 0,8 Mn = 0,8 891,906 = 713,52 kNm

Tabel 7.8 Rekapitulasi Gaya Aksial dan Momen


Pu (kN)
Kondisi Beban

Mu (kNm)

Kuat

Kuat

Kuat

Kuat

Nominal

Rencana

Nominal

Rencana

10243,532

6658,296

7692,186

4999,92

1115,786

725,26

5300

3445

1361,06

884,688

1610,728

1046,973

1246,465

810,202

= 0,65

891,906

579,74

= 0,8

891,906

713,52

Beban sentris
Beton tekan menentukan c > cb (c
= 450 mm)
Kondisi Balance c = cb
(cb = 356,67 mm)
Beton tarik menentukan c < cb (c =
200 mm)
Tinjauan beban P=0

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

BAB VII PERENCANAAN KOLOM

Gambar 7.2 Diagram Interaksi Kolom


Keterangan :
Mnx = 19,01 kNm
Mny = 254,63 kNm
Mnx. = 21,662 kNm
Mny. = 315,105 kNm

14. Kuat Kolom


SNI 03-1729-2002 Pasal 15.7.4
Suatu struktur dapat dikatakan kolom kuat balok lemah jika :
Mnb
1
Mnc

Mnb (Mn balok dari ETABS)


= 1,2 x (173,35 + 112,1 + 102,25 + 102,86)

=588,672 kNm

Mnc (Mn kolom)


Kolom lantai atas
Pn = gaya aksial terfaktor terbesar kolom atas

= 1568,5 kN

Mn kolom atas (diperoleh dari diagram interaksi)

= 750 Kn

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

BAB VII PERENCANAAN KOLOM


Kolom yang di desain
Pn = gaya aksial terfaktor terbesar kolom yang didesain = 2050,08 Kn
Mn kolom desain (diperoleh dari diagram interaksi)

= 800 kNm

Mnc = Mn kolom atas + Mn kolom desain

= 1550 kNm

Sehingga :
Mnb
1
Mnc

1550
1
588,672
2,63 > 1

OK !

Maka konsep strong column weak beam terpenuhi.

15. Kolom Biaksial


Menentukan
Sesuai SNI 03-2847-2002 Pasal 11.3.2.2, untuk komponen struktur beton
bertulang, nilai untuk kolom dengan tulangan sengkang bernilai 0,65 dan
boleh ditingkatkan menjadi 0,8 seiring dengan berkurangnya nilai Pn dari
nilai terkecil antara 0,1 fcAg atau Pn,b. Pada kolom tinjauan, kolom
mendapatkan Pu sebesar 2050,08 kN yang nilainya > 0,1 fcAg,sehingga
disimpulkan nilai pada kolom tinjauan untuk Pu sebesar 2050,08 adalah
0,65.
Dari diagram interaksi, pada sumbu
Pn= Pu = 2050,08 kN, diperoleh :
Mox = 800 kNm
Moy = 800 kNm
Untuk mendapatkan koefisien , Bresler mengkaitkannya dengan gaya aksial
yang terjadi dan aksial ultimit konsentrik. Namun demikian Bresler
menyarankan untuk kolom tampang bujur sangkar dapat diambil =
1,5 sampai 2,0 dan untuk tampang 4 persegi panjang dapat diambil = 1,5.
Sebelum menghitung kolom biaksial berdasarkan Bresler, perlu menghitung
P0 yang nantinya digunakan untuk mendapatkan koefisien Bresler.
Perhitungannya adalah sebagai berikut.

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

BAB VII PERENCANAAN KOLOM


bisa bernilai 0,65 0,8 (bila diperlukan peningkatan).
Pukolom

= 2050,08 kN

0,1Agf'c

= 1080 kN

Pukolom > 0,1Agf'c, maka nilai bisa bernilai 0,65


Pn = Pu

= 2050,08 kN

koefisien

= 1,5 (kolom tampang bujur sangkar)

P0

= x (Pu x 0,85 x f'cx (b x h Ast) + Ast x fy)


= 0,65 (2050,08 x 0,85 x 0,03 x (600 x 600 - 13203,7) +
13203,7 x 0,3)
= 11786,739 kN

Pu / P0

= 2050,08 /11786,739 = 0,174 mm

Pada kasus ini, Pu = 2050,08 kN


Koefisien bresler = 1,5
Mu,x

= 19,01 kNm (dari ETABS)

Mu,y

= 254,63 kNm (dari ETABS)

ux uy
1

ox oy
1, 5

1, 5

19,01
254,63


1
800
800
= 0,00366 + 0,1795

= 0,1832 1

Aman !

16. Tulangan Geser/Begel/Sengkang


SNI 03-2847-2002 Pasal 12.9.1
Diameter tulangan geser (begel atau sengkang) disyaratkan :
10 mm begel 16 mm
Dicoba begel diameter 10 mm.
Gaya geser terfaktor pada kolom
Dari program ETABS didapatkan momen pada kedua ujung kolom :
Vu,k

= 119,68 kN
= 119680 N

Kuat geser nominal yang disumbangkan oleh beton

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

BAB VII PERENCANAAN KOLOM


SNI 03-2847-2002 Pasal 13.3.1.2
= 1 u ,k

Vc

14 Ag

= 1

fc '
b d
6

2050080

14 600 600

30
600 (600 65)
6

= 412225,65N

Gaya geser yang ditahan oleh begel


Vs

Vu , k Vc

= 119680 0,75 412225,65


0,75

= 252652,317 N
Vs,maks = 2

fc ' b d

= 2 30 600 (600 65)


3

= 442969,53 N
Karena Vs < Vs,maks maka ukuran kolom sudah cukup.

Pada SNI 03-2847-2002 ditetapkan :


Pasal 13.5.4.1 : Untuk Vs < 1/3 fc b.d, maka s d/2 dan s 600 mm.
Pasal 13.5.4.3 : Untuk Vs > 1/3 fc b.d, maka s d/4 dan s 300 mm.

Pada kasus ini :


1
3

fc ' b d

Karena Vs <

1
3

1
3

30 600 535 586063,136

fc ' b d maka syarat jarak begel : s d/2 dan s 600

Dengan S = 1000 mm, maka :


AV

VS S
252652,317 1000

1574,157mm2
fy d
300 535

AV

b S
600 1000

666,667mm2
3fy
3 300

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

BAB VII PERENCANAAN KOLOM


AV

75 fc ' b S
75 30 600 1000

684,653mm2
1200 f y
1200 300

Dipilih yang terbesar , jadi Av,u = 1574,157 mm2


Digunakan begel 4 kaki dengan begel = 10 mm, jarak begel sebagai
berikut:
n
4
2
begel s
3,14 10 2 1000
s 4
4
199,472mm
Av ,u
1574,157

Kontrol jarak begel menurut SNI 03-2847-2002 Pasal 9.10.5.2 :


s 16D

= 16 x 29 = 464 mm

s 48 x begel = 48 x 10 = 480 mm
s d/2

= 535/2 = 267,5 mm

s 300

Dipakai nilai terkecil dan dibulatkan ke bawah, yaitu :


S = 150 mm < 199,472 mm
Jadi digunakan begel 10 150.

Kontrol luas begel terpasang :


AV ,t

n
4
2
begel S
3,14 10 2 1000
4
4

2093,33mm2
s
150

Jadi
Av,t > Av,u
2093,33 mm2 > 1574,157 mm2 Aman

Kesimpulan
Tabel 7.9 Tulangan yang Dipakai
Tulangan
lentur
(mm)

20D29

Tulangan Geser
nkaki

Diameter (mm)
jarak (mm)

D10 - 150

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

BAB VII PERENCANAAN KOLOM

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)