Anda di halaman 1dari 24

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK

PERHITUNGAN BALOK INDUK


A. Perhitungan Tulangan Lentur
Balok yang ditinjau pada perancangan struktur ini adalah balok (B2)
yang mempunyai beban maksimum, dan memiliki dimensi (30/60) cm.

Gambar 6.1. Denah Lantai 1

Balok yang memiliki


Beban maksimum dan
Bentang terpanjang.

Gambar 6.2. Denah lantai 2-4

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

65

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK

Gambar 6.3. Denah lantai 5

Balok yang akan di


analisis berada di lantai 3

Gambar 6.4. Tampilan 3D Pada Pemrograman ETAB

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

66

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK

Gambar 6.5. Letak momen max pada balok B2 combo 7 arah x

Gambar 6.6. Nilai momen max pada balok B2 combo 7 arah x

Tabel 6.1 Gaya gaya yang bekarja pada balok B2 ( momen maksimum )
Mu tump
(kNm)
152,09

Mu
tump
(kNm)
45.697

Mu
lapangan
(kNm)

29.447

Mu
lapangan Combinasi
(kNm)
7
88.43

Contoh perancangan balok B2 sebagai berikut :


Tabel 6.2 Data Propertis balok pada elemen B2 :
f'c
(Mpa)
30

fy
(Mpa)
300

Es
(Mpa)
200000

s
0.0015

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

b
(mm)
300

h (mm)
600

67

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK


1.

Perencanaan Tulangan Lentur Tumpuan


Diperkirakan tulangan tarik dipasang 2 baris, tulangan tekan 1 baris.
1. Momen Tumpuan Negatif (Mu-)

= 152,09 kNm

Perhitungan tulangan rangkap


Diketahui:
mm

(SNI 03 2844 2002 pasal 9.7 1)

= 40

begel

= 10

mm

tul

= 19

mm

As 10

= 78.450

mm2

As 19

= 283.4

mm2

ds1

= P + begel + tul /2
= 59.5 mm

ds2

Dipakai

= 60

mm

Dipakai

= 45

mm

= tul /2 + 25 + tul /2
= 44

mm

ds

= ds1 + ds2/2 = 82.5

mm

= h ds = 518

mm

ds

= 60

= 0,85

Kmaks

mm

( untuk fc 30 Mpa )
152090000
0,8 300 5182

= 2,366 N/mm2

382.5 (600+195 )
( 600+ )2
382,5 0,85 30 ( 600+300195 0,85 )
(600 + 300)2

= 8,535 N/mm2
K

<

Kmaks

300
=
0,85 0,85 30

0,85 1
600

600 +

cukup tulangan tunggal


= 11,765

0,85 30 0,85
600

= 0,0482
300
600 + 300
1,4
1,4
=
=
= 0,0044

300

= 0,75 .

= 0,75 0,0482 = 0,0362

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

68

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK


=

1
2
(1 1
)

1
2 11,765 4,444
(1 1
) = 0,0083
11,765
300

Syarat Rasio tulangan:


min perlu , maka pakai = 0,0083
perlu

= 0,0083

Menghitung Tulangan Perlu


(1,4 )

(1,4 300 518)

= 724.5 mm2

As min

As perlu

= = 0,0083 300 518 = 1287,35 mm2

300

As perlu > As min

1278,35

mm2

> 724,5

OK

Jadi, tulangan tarik perlu, As, u = 1278,35

mm2

Jumlah tulangan maksimal per-baris (m)


m

b (2. ds)
300 (2 x 82.5)
+1=
+1
+
19 + 40

= 3,29 maksimal 3 buah perbaris


Jumlah tulangan yang dipakai (n)
n

As, u
1278,35
=
2
0,25
0,25 3,14 361

= 4,543 6 buah ( dipakai 3D19 dalam 1 baris )


Jarak bebas datar

2. Momen Tumpuan Positif (tulangan tekan berada dibawah)


(Mu+)

= 1/3 x 152,09kNm = 50,69kNm

Kmaks

50690000
0,8 300 518

= 0,789 N/mm2

382.5 (600+195 )
( 600+ )2
382,5 0,85 30 ( 600+300195 0,85 )
(600 + 300)2

= 8,535 N/mm2

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

69

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK


K

<

Kmaks

cukup tulangan tunggal

Tetapi tetap ditambahkan tulangan tekan pada bagian sudut pada


penampang balok beton yang menahan tekan.

300
=
0,85 0,85 30

0,85 1
600

600 +

= 11,765

0,85 30 0,85
600

= 0,0482
300
600 + 300
1,4
1,4
=
=
= 0,0044

300

= 0,75 .
=

= 0,75 0,0482 = 0,0362

1
2
(1 1
)

1
2 11,765 0,789
(1 1
) = 0,036
11,765
300

Syarat Rasio tulangan:


min perlu, maka perlu = 0,0047
Menghitung Tulangan Perlu
(1,4 )

= 724,5 mm2

As perlu

= = 0,0047 300 518 = 724,5mm2

(1,4 300 518)

As min

As perlu As min

300

OK

724,5 > 724,5 mm2


Jadi, tulangan tarik perlu, As, u = 724,5 mm2
Jumlah tulangan yang dipakai (n)
n

As, u
724,5
=
2
0,25
0,25 3,14 361

= 2,56

3 buah buah ( dipakai 3D19 dalam 1 baris )

Jadi, tulangan tarik cukup dipasang 2 baris sesuai rencana, sehingga


Luas tulangan tarik,

As = 6D19

= 1700,31 mm2

Untuk tulangan tekan dipakai min 2 batang, digunakan 4D19


Jadi, Luas tulangan tekan,

As' = 3D19

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

= 850,155 mm2

70

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK


Kontrol tulangan tekan yang dipakai
Balok dianalisis menggunakan analisis balok bertulang rangkap
As = 6D19

= 1700,31

mm2

As'= 3D19

= 850,155

mm2

Asumsi

: Tulangan telah leleh,

fy = fs = 300 Mpa

Keseimbangan gaya-gaya dalam

(C = T )

Tinggi blok tekan beton (a) dan letak garis netral (c)
a=

(AS As').fy
(0,85 .fc' ).b

a min leleh

850,2 x 300
(0,85 .30).300

600. 1.ds'

600 - fy

33,339 mm

600. 0,85.60

600 - 300

= 102 mm

Karena a < a min leleh berati tulangan tekan BELUM LELEH


Penetapan nilai (a) :
p =
q =

600.As As.fy

1,7.f'c.b
600.1ds.As
0,85.f'c.b

=
=

600 x 850,155 1700,31 x 300

1,7 x 30 x 300
600 x 0,85 x 60 x 850,155

0,85 x 30 x 300

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

=0

= 3400,62

71

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK


a = (2 + ) - p

= (0 + 3400,62)

- (0)

= 58 mm
Tegangan tekan baja, fs

fs' =

a - (1 . ds ' ')
a

(600) =

58 (0,85 x 60)
58

(600) = 75,26 MPa

Kontrol tulangan tarik yang dipakai


dd = 600 60 45
amax leleh

= 495 mm

600 . 1. dd
600 + fy

Karena a (58 mm) < a

600 . 0,85 . 495


600 + 300

min leleh

= 281 mm

berarti semua tulangan tarik SUDAH

LELEH (OK)
Karena a(58 mm) < amax leleh (281 mm)

LIAT/DAKTAIL

Menghitung momen nominal Mn


Cc

Cs

Ts

Mnc

= (0,85.fc)a.b

= (0,85. 30 ). 58. 300

= 446108,5 N

= 446,1 kN

= Asfs

= 850,155 . 75,26

= 63984,51 N

= 64 kN

= AS.fy

= 1700,31 x 300

= 1139820 N

= 510,1 kN

= Cc (z1) = Cc (d- a)
= 446,1 ( 518 - 58) = 217853,8 kNmm
= 217,9 kNm

Mns

= Cs (z2) = Cs (d ds)= 64 (518 60)


= 31192,45 kNmm

Mn

= 31,19 kNm

= Mnc + Mns = 217,9 + 31,19 = 249,046 kNm

Kontrol MR vs MU
Mn

> MU

0,8 (249,046)

> 152,09

199,237

> 152,09 kNm

AMAN !

Kontrol rasio penulangan aktual aktual

aktual =

n . AS
bw . d

10 . 1700,31
300 . 518

= 0,066

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

72

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK


min =
b

1,4

1,4

= 0,0047

300

600
600 + fy

0,85 . f'c . 1
fy

600
600 + 300

0,85 . 30 . 0,85
300

0,0482

max = 0,75. b
max = 0,75. 0,0482 = 0,0361
Karena aktual > max 0,0047 < 0,066 < 0,0361 maka, rasio
penulangan aktual digunakan 0,0361.

Gambar 6.7. Diagram Regangan dan Tegangan Momen Tegangan negatif Tulangan
rangkap pada Balok Induk

2.

Perencanaan Tulangan lentur Lapangan


Perhitungan tulangan rangkap
Diperkirakan tulangan tarik dipasang 2 baris, tulangan tekan 1 baris
1. Momen Lapangan Positif
(Mu+)

= 88 kNm

begel

= 10

mm

tul

= 19

mm

As 10

= 78,450

mm2

As 19

= 283.4

mm2

ds1

= 60

mm

ds2

= tul /2 + 25
= 34,5

mm

ds

= ds1 + ds2/2 = 77 mm

= h - ds = 523 mm

ds

= 60

dipakai = 35

mm

mm

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

73

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK


1

= 0,85

Kmaks

(untuk f'c 30 Mpa)


88430000

0,8 300 523

= 1,347 N/mm2

382.5 (600+195 )
( 600+ )2
382,5 0,85 30 ( 600+300195 0,85 )
(600 + 300)2

= 8,535 N/mm2
K

<

cukup tulangan tunggal

Kmaks

300
=
0,85 0,85 30

= 11,765

1
2
(1 1
)

1
2 11,765 1,347
(1 1
) = 0,00461
11,765
300
1,4
1,4
=
= 0,00467

300

Syarat rasio penulangan


min perlu , maka pakai 0,00467
Menghitung Tulangan perlu
1,4

As perlu

= = 0,00467 300 523= 732,2 mm2

As perlu As min

300

= 732,2

mm2

1,4 300 523

Asmin

OK

732,2 = 732,2 mm2


Jadi, tulangan tarik perlu, As, u = 732,2 mm2
Jumlah tulangan maksimal per-baris (m)
m

b (2. ds)
300 (2 x 77)
+1=
+1
+
19 + 40

= 3,475 maksimal 3 buah perbaris


Jumlah tulangan yang dipakai (n)
n

As, u
732,2
=
2
0,25
0,25 3,14 361

= 2,584 4buah (dipakai 2D19 per baris)

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

74

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK


2. Momen Lapangan Negatif (tulangan tekan berada diatas)
Mu-

= 29,48 kNm

Kmaks

29400000

0,8 300 523

= 0,449 N/mm2

382.5 (600+195 )
( 600+ )2
382,5 0,85 30 ( 600+300195 0,85 )
(600 + 300)2

= 8,535 N/mm2
K

<

Kmaks

cukup tulangan tunggal

300
=
0,85 0,85 30

= 11,765

1
2
(1 1
)

1
2 11,765 0,449
(1 1
) = 0,00151
11,765
300
1,4
1,4
=
= 0,0047

300

Syarat rasio penulangan


min perlu , maka pakai 0,0047
Menghitung Tulangan perlu
1,4

= 732,2 mm2

As perlu

= = 0,0044 300 523 = 732,2 mm2

1,4 300 523

Asmin

As perlu As min
732,2

300

OK

732,2 mm2

Jadi, tulangan tarik perlu, As, u = 732,2 mm2


Jadi tulangan tarik cukup dipasang 2 baris sesuai rencana
sehingga luas tulangan tarik, As 4D19 = 4 x 3,14 x x 192
= 1133,54

mm2

Untuk tulangan tekan dipakai min 2 batang, digunakan 2D19


Jadi luas tulangan tekan perlu, As3D19 = 3 x 3,14 x x 192
= 850,155

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

mm2

75

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK


Kontrol kondisi tulangan tekan yang dipakai
Balok dianalisis menggunakan analisis balok bertulang rangkap

As

= 4D19

= 1133,54

mm2

As

= 3D19

= 850,155

mm2

Hitung tinggi blok tekan (a) dan letak garis netral (c)
AS1 .fy

283,4 x 300

amin leleh

Karena

a < a min leleh berarti tulangan tekan BELUM LELEH

(0,85 .fc' ).b


600 . 1. ds'
600 - fy

(0,85 .30).300
600 . 0,85 . 60
600 - 300

11,113 mm

102,00 mm

Penetapan nilai a :
p =
q =
a

600 . .
1,7. .
600 . 1 .
0,85. .

=
=

600 . 850,155 . 1133,54 .300


1,7 .30 .300
600 . 0,85 60,0 .850,155
0,85.30 .300

= 11,11 mm

= 3400,62

= (2 + ) - p = (11,112 + 3400,62) - (11,11)


= 48,25

mm

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

76

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK


Tegangan tekan baja, fs
fs =

(1 . )

x 600

= -34,2

Mpa

fs

< fy

-34,2

< 300 Mpa

OK

Kontrol Tulangan Tarik


dd = 600 60 35 = 505 mm
amin leleh

600 . 1. dd
600 - fy

Karena a (48,25 mm) < a

600 . 0,85 . 505


600 - 300
min leleh

286 mm

berarti semua tulangan tarik sudah

leleh OK.
Menghitung Momen nominal (Mn)
Cc

Cs

Ts

Mnc

= (0,85.fc)a.b

= (0,85. 30 ). 48,25 . 300

= 369121,5

= 369,1

kN

= Asfs = 850,115. 34,2


= -29059,5 N

= -29,1 kN

= AS.fy

= 1133,54 x 300

= 34006 N

= 340,1 kN

= Cc (z1) = Cc (d- a)
= 369,1 ( 523 - 48,25)
= 184145,3 kNmm

Mns

kNm

= Cs (z2) = Cs (d d) = -29 (523 60)


= -14326,3 kNmm

Mn

= 184,1

= -14,3

kNm

= Mnc + Mns
= 184,1 + -14,3

= 1,8189 kNm

Kontrol MR Vs Mu

> Mu

0,8 x 1,8189 > 88,43


135,855

> 88,43 kNm

OK

Kontrol rasio penulangan aktual aktual


aktual

.
.

4 1133,54
300 523

= 0,029

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

77

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK


=

1,4
1,4
=
= 0,0044

300

0,85 1
600

600 +

0,85 30 0,85
600

= 0,0482
300
600 + 300

= 0,75 .

= 0,75 0,0482 = 0,036

Karena min < aktual < max 0,0044 < 0,029 < 0,036 maka, rasio
penulangan

aktual

untuk

daerah

tumpuan

telah

memenuhi

persyaratan..

Gambar 6.8. Diagram Regangan dan Tegangan Momen Tegangan Positif Tulangan
Rangkap pada Balok

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

78

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK

B. Perencanaan Tulangan Geser Balok


Balok yang ditunjau pada perancangan tulangan geser ini menggunakan
balok yang sejenis dengan balok yang digunakan pada perancangan tulangan
lentur, yaitu balok B1.

Gambar 6.9. Letak momen geser maksimal pada balok B1 combo 7 arah x

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

79

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK


Gambar 6.10. Nilai momen maksimal pada balok b2 combo 7 arah x

Gambar 6.11. Letak torsi pada balok B2 combo 7 arah x

Gambar 6.13. Nilai torsi pada balok b2 combo 7 arah x


Tabel 6.3 Nilai hasil ETABS untuk balok B2
M max
MuMu+
(kNm) (kNm)
152.09

88.43

Gaya geser
max

Torsi max

Vu (kN)

Tu (kN)

89.71

4.16

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

80

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK


Desain penulangan geser menggunakan kebutuhan luas tulangan geser yang
paling besar.
d

= 518 mm

0,518 m

= 300 mm

= 600 mm

fc

= 30

fy

= 300 Mpa

begel

= 10

Asbegel

= 2(0,25 x x 102) = 157,00 mm2 (sengkang 2 kaki)

Mpa

mm

Syarat kuat geser Vn > Vu


Vn

= Vc + Vs

= 0,75

Tumpuan A : Vu
Vud1

= 89,71

kN

= Vut + ( x/y ) ( Vu - Vut )


= 0 + ((3,7 0,518) 3,7) x ( 89,71 0 )
= 77,163 kN = 77162,723 N

Tumpuan B : Vu
Vud2

= 87,25 kN

= Vut + ( x/y ) ( Vu - Vut )


= 0 + ((3,7 0,518) 3,7) x ( 87,25 0 )
= 75,074 kN = 75046,791N

Kontrol penulangan geser aktual


Vc

= 0,75 ( ) b . d
6

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

81

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK


= 0,75 x 0,1667 x 30 x 300 x 518
= 106292,4 N = 106,3 kN
Vc

= 0,5 x 106292,4
= 53146,2 N

a. Penentuan daerah penulangan geser


Bentang AC
AC

3,7 ( Vu Vc/2 )

3,7 ( 897100 26573,1)


897100

= 1,5 m
Bentang BD
AC

3,7 ( Vu Vc/2 )

3,7 ( 872500 26573,1)


872500

= 1,4 m

b. Penentuan penulangan geser


1) Bentang AC
karena Vud1 > Vc , maka Vs = (Vud1 - Vc) /
(pasal 13.5.6.1 SNI 03 2844 2002)
Vs

=
=

Vsmaks

( Vc )

(77162,723 53146,2 )
0,75

= 2/3

= 32022,03 kN

. .

= 2/3 x 5,4472 x 300 x 518 = 567440,57 N


Vsmaks

= 1/3

. .

= 0,3333 x 5,4472 x 300 x 518 = 283720,285 N


Vs harus V max

(pasal 13.5.6.6 SNI 03 2844 2002)

Vs

< Vmax

(Jadi ukuran balok dapat digunakan)

Vs

< Vmin, jadi, syarat spasi begel : s d/2 dan s 600 mm

Luas begel permeter


Nilai S

= 1000 mm

Av,u

Av,u

=
=

32022,03 1000
300 518
300 1000
3 300

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

= 206,062 mm2
= 333,333 mm2
82

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK


Av,u

75. ..
1200

75 x 5,44723 x 300 x 1000


1200 x 300

Dipilih yang besar , jadi Av, u


.1/4...

= 342,33 mm2
=

2.1/4.3,14(102 )1000

Spasi begel : s

Syarat spasi : s

= d/2 = 518/2 = 258,75 mm

= 342,33 mm2

342,33

= 458,63 mm

Dipilih yang kecil yaitu : s = 258,75 mm 250 mm


Jadi begel yang dipakai 10 - 250 mm
2) Bentang BD
karena Vud2 > Vc , maka Vs = (Vud1 - Vc) /
(pasal 13.5.6.1 SNI 03 2844 2002)
( Vc )

Vs

Vsmaks

= 2/3

(75046,791 53146,2 )

. .

= 0,6667 x 5,4472 x 300 x 518


Vsmaks

= 1/3

= 567440,57 N

. .

= 0,3333 x 5,4472 x 300 x 518


Vs harus V max
Vs < Vmax

= 29200,788 N

0,75

= 283720,285 N

(pasal 13.5.6.6 SNI 03 2844 2002)

(Jadi ukuran balok dapat digunakan)

Vs < Vmin jadi, syarat spasi begel : s d/2 dan s 600 mm


Luas begel permeter
Nilai S

= 1000 mm

Av,u

Av,u

Av,u

=
=

29200,788 1000

= 187,907 mm2

300 518
300 1000

75. ..
1200

= 333,333 mm2

3 300

75 x 5,44723 x 300 x 1000

Dipilih yang besar , jadi Av, u


.1/4...

1200 x 300

= 342,33

mm2

2.1/4.3,14(102 )1000

Spasi begel : s

Syarat spasi : s

= d/2 = 518/2

= 342,33 mm2

342,33

= 458,63 mm

= 258,75 mm

Dipilih yang kecil yaitu : s = 258,75 mm 250 mm


Jadi begel yang dipakai 10 - 250 mm

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

83

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK


3) Bentang CD
Karena gaya geser perlu < Vc/2 , maka digunakan begel paling
minimal ( 6 ). Spasi begel s = d/2 = 258,75 mm 250 mm
Jadi, pada bentang CD dipakai begel 6 - 250 mm

C. Perencanaan Tulangan Torsi Balok


Untuk perencanaan momen torsi balok yang ditinjau adalah B1,
Tinjauan terhadap momen torsi, berdasarkan hasil analisa struktur pada
ETABS v9.6 diperoleh momen torsi (Tu= 4,16kN.m).
Pengaruh momen puntir balok
Tu, B1

= 4,16 kNm = 4160000

Acp

= luas penampang bruto


= b.h = 300 x 600

Pcp

Nmm

= 180000

mm2

= keliling penampang bruto


= 2 (b.h) = 2 (300 + 600) = 1800 mm

Tu,bmin

=
=


12

( )

0,75 5,447
12

32400000000

1800

= 6161879 Nmm = 6,162 kNm


Tn

>


12

( )

maka penulangan torsi diperlukan

5,546 kNm < 6,162 kNm

D. Penyaluran dan Sambungan Tulangan Balok


1.

Penjangkaran tulangan balok


Berdasarkan SNI-2844-2002 pasal 23.5.4, panjang penjangkaran
untuk tulangan tarik, (ldh) fy db / (5,4 (fc) ). Panjang penjangkaran
tulangan longitudinal balok ke dalam join adalah sebagai berikut:
(ldh) fydb/(5.4(fc)) = 30019/(5.4(30))
= 192,7200 mm

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

84

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK


(ldh) 8db= 819 = 152 mm

Panjang penjangkaran yang tersedia pada kolom,


= lebar kolom selimut beton

= 600 - 60 = 540 mm > (ldh = 200 mm) Ok!


2.

Penyaluran dan sambungan tulangan balok


Panjang penyaluran yang direncanakan sesuai dengan SNI 032844-2002 pasal 14.1 yaitu :
a) Penyaluran tulangan balok pada kondisi tarik, ld
9

=
. +

10 (
)

Dimana :

faktor lokasi penulangan = 1,3

faktor pelapis =1

faktor ukuran batang tulangan = 1

faktor beton normal = 1

db : diameter tulangan yang disalurkan = D19


Ktr : untuk penyederhanaan perencanaan boleh diambil = 0
c

: niliai terkecil antara jarak dari sumbu batang atau kawat ke

permukaan betonterdekat dan setengah spasi sumbu ke sumbu


batang atau kawat yang disalurkan.
Jarak dari sumbu batang ke permukaan beton terdekat
adalah : selimut beton + tulangan pokok = 60 + (19) = 70 mm.
Setengah spasi sumbu ke sumbu batang adalah : (spasi tulangan
pokok + tulangan pokok) = (70 + 19) = 45 mm. Dari kedua jarak
tersebut diambil nilai c = 45 mm karena merupakan nilai terkecil.
9 300 1,3 . 1 . 1 . 1
=
45+ 0

1030
(
)
19

ld = 27,1 db
ld = 27,1(19) = 514 mm
b) Penyaluran tulangan balok pada kondisi tekan, ld

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

85

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK


ld =

db fy
(4fc ')

19 . 300
(430)

= 260,168 mm

c) Penyambungan tulangan dalam kondisi tarik


Sesuai dengan SNI 03-2844-2002 pasal 14.15 sambungan
tulangan longitudinal dalam kondisi tarik adalah = 1,3 ld = 1,3 (514)
= 668 mm.
d) Penyambungan tulangan dalam kondisi tekan
Sesuai dengan SNI 03-2844-2002 pasal 14.16 sambungan
tulangan longitudinal dalam kondisi tekan adalah = 0,07.db.fy

0,07(19 x 300) = 399 mm.


Tabel 39 Desain penulangan lentur balok
Jenis
Balok

Dimensi
Balok

B1

30/60

Penulangan Lentur
Tumpuan
Lapangan
Tul. tarik
6D19

Tul. tekan
3D19

Tul.tarik
4D19

Tul.tekan
3D19

Mu(kNm)

Mu+
(kNm)

152.09

88.43

Tabel 40 Desain penulangan geser dan torsi balok


Jenis
Balok

Dimensi
Balok

B1

30/60

Penulangan Geser
Tumpuan Lapangan
10 - 250

6 -250

Torsi

Vu
(kN)

Tu (kN)

89.71

4.16

Gambar hasil penulangan balok B1:

Gambar 6.13. Detail Penulangan pada Balok Induk 30/60 arah memanjang

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

86

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK

Gambar 6.14. Detail Tulangan Tumpuan

Gambar 6.15. Detai Tulangan Lapangan

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

87

BAB VI PERENCANAAN BALOK INDUK

Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

88