Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Metode & Teknik Pengembangan Masyarakat

Disusun Oleh Kelompok 5 :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Ayu Sholikhah Indah P


Catur Munawaroh
Fatku Nurrohmah
Luluk Ilman K
Muhammad Pambudi U
Nafiah Nur Baiti
Sri Noviyanti Wijaya

(H0414006)
(H0414013)
(H0414020)
(H0414026)
(H0414031)
(H0414033)
(H0414042)

PROGRAM STUDI PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2016
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL............................................................................... 1

DAFTAR ISI............................................................................................... 2
I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................................... 3
B. Tujuan ................................................................................................ 3

II.

PEMBAHASAN
A. Pengertian Pengembangan Masyarakat.............................................. 4
B. Metode Pengembangan Masyarakat................................................... 4
C. Prinsip Pemilihan Metode Pengembangan Masyarakat..................... 5
D. Ragam metode dan Teknik Pengembangan Masyarakat................... 6
III.
PENUTUP
A. Kesimpulan.........................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA

A.

I.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pengembangan masyarakat merupakan gerakan yang dirancang untuk
meningkatkan taraf hidup keseluruhan komunitas melalui partisipasi aktif dan
berdasarkan pemkiran masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dikembangkan
untuk memfasilitasi terwujudnya kedaulatan rakyat yang mampu mengatasi
permasalahan-pemasalahan masyarakat secara partisipatif, aspiratif dan
berkelanjutan untuk kepentingan masyarakat. Program pemberdayaan, belum
sepenuhnya diikuti dengan saling menguatkan kelompok atau institusi yang
benar-benar dapat menyalurkan aspirasi dan mengembangkan inisiatif
masyarakat local.
Dalam melakukan suatu kegiatan pengembangan masyarakat
diperlukan metode dan teknik yang tepat sehingga pengembangan masyarakat
dapat terwujud. Metode merupakan langkah bagi pelaku pengembangan
masyrakat untuk mendekatkan diri dengan sasaran pengembangan
masyarakat. Teknik pengembangan masyarakat merupakan langkah untuk
mendekatkan program pengembangan masyarakat yang akan dijalankan.
Metode dan teknik sangat erat hubungannya, kedua hal itu tidak dapat
dipisahkan karena karakteristik masyarakat sangat beragam sehingga pelaku
pengembangan masyarakat harus mampu menentukan metode dan teknik
yang sesuai untuk digunakan. Metode akan menganalisis masyarakat masuk
dalam karakteristik masyarakat tertentu sehingga dapat diketahui teknik apa
yang akan digunakan agar mudah dalam proses pengembangan masyarakat.
Dengan menerapkan metode dan teknik yang sesuai maka program
pengembangan masyarakt dapat terlaksana dengan baik

B.

Tujuan
Makalah ini disusun dengan tujuan sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui metode apa saja yang dapat digunakan dalam
pengembangan masyarakat.
2. Untuk mengetahui teknik apa saja yang dapat digunakan dalam
pengembangan masyarakat.
II. PEMBAHASAN

A.

Pengertian Pengembangan Masyarakat


Pengembangan masyarakat (community development) dapat
diartiakan sebagai proses untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
untuk waktu sekarang dan dimasa depan (Casey, 2005 dalam Theresia et al.,
2014). Pembangunan masyarakat berasal dari dua kata, yaitu: community
(komunitas/masyarakat) dan development (pembangunan/pengembangan).
Pengembangan masyarakat sebagai pembangunan, dapat diartikan sebagai
upaya yang dilakukan secara sadar dan terencana, dilaksanakan terusmenerus oleh pemerintah bersama-sama segenap warga masyarakatnya atau
dilaksanakan oleh masyarakat dengan dipimpin oleh pemerintah, dengan
menggunakan teknologi yang terpilih, untuk memenuhi segala kebutuhan
atau memecahkan masalah-masalah yang sedang dan akan dihadapi, demi
tercapainya mutu hidup atau kesejahteraan seluruh warga masyarakat dari
suatu bangsa yang merencanakan dan melaksanakan pembangunan tersebut

B.

(Mardikanto, 2009).
Metode Pengembangan Masyarakat
Salah satu tugas yang menjadi tanggungjawab fasilitator dalam
pengembangan masyarakat adalah mengkomunikasikan inovasi, dalam
rangka mengubah perilaku masyarakat penerima manfaat agar tahu, mau
dan mampu menerapkan inovasi demi tercapainya peraikan mutu hiupnya.
Dalam hubungan ini, perlu diingat bahwa penerima manfaat Pengembangan
Masyarakat sangatlah beragam. Dengan demikian, tepatlah jika Kang dan
Song (1984) menyimpulkan tentang tidak adanya satupun metode yang
selalu efektif untuk diterapkan dalam setiap kegiatan pengambangan
masyakarat. Pengembangan Masyarakat harus dilaksanakan dengan
menerapkan beragam metode sekaligus yang saling menunjang dan saling
melengkapi.
Metode merupakan suatu kerangka kerja untuk menyusun suatu
tindakan atau suatu kerangka berfikir, menyusun gagasan yang beraturan,
berarah dan berkonteks yang patut (relevan) dengan maksud dan tujuan.
Metodologi ialah suatu sistem terbuat, oleh karena itu metodoogi
merupakan seperangkat unsur yang membentuk satu.

C.

Prisip-prinsip pemilihan metode pengembangan masyarakat


Suzuki (1984) mengemukakakn adanya beberapa prinsip
pemiliihan metode pengembangan masyarakat yang meliputi:
1. Pengembangan untuk berfikir kreatif
Melalui pengembangan masyarakat dimaksudkan agar masyarakat
mampu dengan upayanya sendiri mengatasi masalah-masalah yang
dihadapi, serta mampu mengembangkan kreativitasnya untuk
memanfaatkan setiap potensi dan peluang yang diketahuinya untuk terus
menerus dapat memperbaiki mutu hidupnya.
2. Tempat kegiatan
Setiap individu sangat mencintai profesinya, karena itu tidak suka
diganggu (untuk meninggalkan pekerjaan rutinnya), serta selalu
berperilaku sesuai dengan pengalamannya sendiri dan kenyataankenyataan yang diada[inya sehari-sehari. Oleh sebab itu, dalam kegiatan
pengambangan masyarakat sebaiknya dilaksanakan dengan menerapkan
metode-metode yang dapat dilaksanakan di lingkungan pekerjaan
(kegiatan) penerima manfaatnya.
3. Setiap individu terkait dengan lingkungan sosialnya
Sebagai makhluk sosial, setipa individu akan selalu berperilaku
seusai dengan kondisi lingkungan sosialnya, atau setidaknya akan
berusaha menyesuaikan diri dengan perilaku orang-orang di sekiatarnya.
Oleh sebab itu, kegiatan pengembangan masyarakat akan lebih efisien
jika diterapkan hanya kepada beberapa warga masyarakat terutmaa yang
diakui oleh lingkunganya .
4. Ciptakan hubungan yang akrab
Kegiatan pengembanga masyarakat adalah upaya mengubah
perilaku orang lain secara persuasif dengan menerapkan sistem
pendidikan. Adanya hubungan pribadi yang akrab antara fasilitator
dengan penerima manfaatnya merupakan syarat yang harus dipenuhi,
setidaknya akan memperlancar kegiatan. Adanya keakraban akan tercipta
suatu keterbukaan mengemukakan masalah dan menyampaikan pendapat.
Di samping itu, saran-saran yang disampaikan fasilitator dapat diterima
dengan senang hati seperti layaknya saran seorang sahabat tanpa adanya
prasangka dan merasa dipaksa.

5. Memberikan sesuatu untuk terjadinya perubahan


Kegiatan pengembangan masyarakat adalah upaya untuk mengubah
perilaku penerima manfaat, baik pengetahuaan, sikapnya atau
ketrampilannya. Dengan demikian, metode yang diterapkan harus
mampu merangsang penerima manfaat untuk selalu siap dan suka hati
melakukan perbaikan mutu hidupnya sendiri, keluarganya dan
D.

masyarakatnya.
Ragam Metode dan Teknik Pengembangan Masyarakat
Masyarakat mempunyai karakteristiknya masing-masing. Untuk itu
ada beberapa teknik dan metode pengembangan masyarakat antara lain:
1. Metode dan Teknik Pendekatan lapangan
Widyastutui (2011) mengemukakan bahwa masyarakat mempunyai
karakteristiknya masing-masing. Untuk itu ada beberapa teknik dan
metode pendekatan lapangan lain:
a. Participatori Rural Appraisal (PRA), teknik ini merupakan kelanjutan
dari RRA yang mengemas metode-metode pengembangan masyarakat
menjadi bagian dari metodenya.
b. Achievement Motivation Traning (Amt), yaitu latihan motivasi yang
berdasarkan pada prinsip pendidikan orang dewasa yang
memperhatikan 3 apek dominan yaitu achievement, power dan
psikomotorik
c. Action research adaah sebuah metode untuk penyadaran masyarakat
terhadap potensi dan masalah yang ada pada masyarakat.
d. Participatory action research adalah metode penyedaran masyarakat
terhadap potensi dan masalah yang dimiliki yang menekankan pada
keikutsertaan masyarakat pada kegiatan yang dilaksanakan.
e. Why tree dan probem tree merupakan metode perencanaan dan
evaluasi yang mempergunakan struktur analisis jaringan seperti
pohon.
f. SL atau sekolah lapang (Farmers Filed School) merupakan kegiatan
pertemuan berkala yang dilakukan oleh sekelmpok masyarakat pada
hamparan tertentu, yang diawali membahas masalah yang sedang
dihadapi, kemudian diikuti dengan curah pendapat, berbagi
pengalaman, alternatif dan pemilihan cara pemecaha masalah yang
paling efektif dan efisien dengan sumber daya yang dimiliki.
6

g. Pelatihan partisipatif merupakan pelatihan yang dirancang sebagai


implementasi metode pendidikan orang dewas (POD) dengan ciri
utama: (a) hubungan instruktur/fasilitator dengan peserta didik tidak
lagi bersifat vertikal tetapi bersifa horizontal, (b) lebih mengutamakan
proses daripada hasil, dalam arti, keberhasilan pelatiha tidka dkur dari
seberapa banyak terjadi alih pengetahuan tetapi seberapa jauh
interaksi atau diskusi dan berbagi pengalaman antara sesama peserta
maupun antara fasilitator dan pesertanya
h. PLA (Participatory Learning and Action) atau proses belajar dan
praktik secara partisipatif. Merupakan bentuk baru metode
pengembangan masyarakat yang dulu diknela learning by doing. PLA
merupakan metode pemberdayaan masyarakat yang terdiri dari proses
belajar tentang suatu topik, seperti persemaian, pengolahan lahan,
perlindungan hama tanaman, dll.
i. FGD (Focus group discussion).
Pada awalnya, FGD digunakan sebagai teknik wawancara pada
penelitian kualitatif yang berupa in depth interview kepada
sekelompok informan secara terfokus (Stewart & Shamdasani, 1990).
Dewasa ini, FGD nampaknya semakin banyak diterapkan dalam
kegiatan perencanaan atau evaluasi program. FGD merupakan
interaksi individu-individu (sekitar 10-30 orang) yang tidak saling
mengenal) yang oleh seorang moderator diarahkan untuk
mendiskusikan pemahaman dan atau pengalamannya tentng sesuatu
program atau kegiatan yang diikuti dan atau dicermatinya.
Pelaksanaan FGD dirancang sebagai diskusi kelompok terarah yang
melibatkan semua pemangku-kepentingan suatu progrm melalui
diskusi yang partisipatif dengan dipandu atau difasilitasi oleh seorang
pemandu dan sringkali juga mengundang narasumber.
Berbagai penelitian kualitatif banyak menggunakan metode
FGD sebagai alat pengumpulan data. Sebagai salah satu metode
pengumpulan data, metode FGD memiliki berbagai kekuatan dan
keterbatasan dalam penyediaan data/ informasi. Sebagai contoh,

metode FGD memberikan lebih banyak data dibanding dengan


menggunakan metode lainnya (Lehoux, Poland, &Daudelin, 2006).
Kekuatan utama metode FGD adalah kemampuan menggunakan
interaksi antarpartisipan untuk memperoleh kedalaman
dankekayaan data yang lebih padat yang tidak diperoleh dari hasil
wawancara mendalam.
Metode FGD juga memiliki beberapa keterbatasan sebagai alat
pengumpulan data. Dari segi analisis, data yang diperoleh melalui
FGD memiliki tingkat kesulitan yang tinggi untuk dianalisis dan
banyak membutuhkan waktu. Selain itu, kelompok diskusi yang
bervariasi dapat menambah kesulitan ketika dilakukan analisis dari
data yang sudah terkumpul. Pengaruh seorang moderator atau
pewawancara juga sangat menentukan hasil akhir pengumpulan data
(Leung et al., 2005).
Carey (1994) menjelaskan bahwa informasi atau data yang
diperoleh melalui FGD lebih kayaatau lebih informatif dibanding
dengan data yang diperoleh dengan metode-metode pengumpulan data
lainnya.Hal ini dimungkinkan karena partisipasi individu dalam
memberikan data dapat meningkat jika merekaberada dalam suatu
kelompok diskusi. Namun, metode ini tidak terlepas dari berbagai
tantangan dan kesulitan dalam pelaksanaannya. Pelaksanaan yang
optimal dari metode FGD masih seringkali menjadi bahan perdebatan
para ahli penelitian dan konsensus untuk menyepakati metode FGD
sebagai metodologi yang ideal dalam penelitian kualitatif masih belum
dicapai (McLafferty, 2004).
Metode FGD berdasarkan segi kepraktisan dan biaya merupakan
metode pengumpulan data yang hemat biaya/tidak mahal, fleksibel,
praktis, elaborasif serta dapat mengumpulkan data yang lebih banyak
dari responden dalam waktu yang singkat. Selain itu, metode FGD
memfasilitasi kebebasan berpendapat para individu yang terlibat dan
memungkinkan para peneliti meningkatkan jumlah sampel penelitian
mereka. Dari segi validitas, metode FGD merupakan metode yang

memiliki tingkat high face validity dan secara umum berorientasi


pada prosedur penelitian (Lehoux, Poland, & Daudelin, 2006).
2. Metode pengembangan masyarakat Partisipatip
a. Perencanaan Partisipatif
Kodrat bagi setiap orang, laki-laki maupun perempuan ingin
dihargai kemampuan, harkat dan martabatnya. Dari kenyataan tersebut
maka seluruh lapisan masyarakat perlu diajak berperanserta atau
berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembangunan. Melalui
perencanaan partisipatif diharapkan hubungan yang erat antara
masyarakat dengan kelembagaan masyarakat secara terus-menerus.
Masyarakat diberi kesempatan untuk menyyatakan masalah yang
dihadapi dan gagasan-gagasan sebagai masukan untuk berlangsungnya
proses perencanaan berdasarkan kemampuan warga masyarakat desa
itu sendiri.
Dalam perencanaan partisipatif, semua warga atau kelompok
dalam masyarakat pada dasarnya berhak untuk berperan didalamnya
agar dapat mengungkapkan permasalahan dan kebutuhan mereka.
Terdapat beberapa ciri khusus perencanaan partisipatif dilihat dari
adanya peran serta masyarakat dalam proses pembangunan desa. Ciriciri tersebut adalah:
1) Adanya hubungan yang erat antara masyarakat dengan kelembagaan
secara terus-menerus.
2) Masyarakat atau kelompok masyarakat diberi kesempatan untuk
menyatakan permasalahan yang dihadapi dan gagasan-gagasan
sebagai masukan berharga.
3) Proses berlangsungnyya berdasarkan kemampuan warga masyarakat
itu sendiri.
4) Warga masyarakat berperan penting dalam setiap keputusan.
5) Warga masyarakat mendapat manfaat dari hasil pelaksanaan
perencanaan.

Terdapat 3 prinsip pokok perencanaan partisipatif dalam


pembangunan masyarakat desa, yaitu :

1) Belajar dari masyarakat, maksudnya bahwa perencanaan partisipatif


pembangunan masyarakat desa bertolak dari dari pengakuan dan
kepercayaan akan nilai pengetahuan tradisional masyarakat, serta
kemampuan masyarakat untuk memecahkan masalahanya sendiri.
2) Adanya pemandu masyaraka sebagai pelaku, dimaksudkan bahwa
diperlukan peran pemandu yang bukan sebagai guru atau penyuluh
ataupun peneliti serta menempatkan warga masyarakat sebagai
narasumber utama dalam memahami keadaannya sendiri.
3) Keterkaitan semua kelompok masyarakat, artinyya tidak terbatas pada
kelompok-kelompok masyarakat tertentu saja.

b. Pembinaan SDM
Untuk menjangkau masyarakat secara luas dilakukan pembinaan
sumber daya manusianya seperti pembinaan kelompok dan kader
lokal.
1) Pembinaan melalui kelompok mempunyai beberapa kelebihan
antara lain mempermudah perorganisasian, Memperlancar
pencapaian tujuan bersam, dan meningkatkan kerja sama dan
gotong royong.
2) Pembinaan kader lokal diharapkan membentuk seseorang menjadi
motivator, fasilitator dan katalisator bagi masyarakat sendiri
sehingga keberlanjutan kegiatan diharapkan dapat lebih terjamin.
Teknik Pemberdayaan Partisipatif Masyarakat memiliki potensi dan
kekuatan dari sumber-sumber daya alam dan sosial budaya yang
dimilikinya. Potensi tersebut perlu digali melalui strategi yang sesuai
dengan kebutuhan masyarakat. Cara menggali inilah yang merupakan
initi dalam pemberdayaan masyarakat. Dalam pemberdayaan masyarakat,
kita harus berpegang teguh terhadap konsep dan memahami betul
kebutuhan masyarakat dan permasalahan yang dihadapinya. Masyarakat
harus terlibat dalam penyusunan pemecahan masalahan yang akan
diselesaikan melalui pemberdayaan.
Partisipasi masyarakat dalam pembangunan harus didukung dan
ditumbuhkankembangkan secara bertahap, perlahan namun pasti dan
menyeluruh. Jiwa partisipatif yang ditanamkan terhadap masyarakat akan

10

memunculkan perasaan memiliki terhadap apa yang dikembangkan,


karena hal tersebut telah menjadi wadah pemenuhan kebutuhannya.
Terdapat banyak teknik dan metode pemberdayaan secara partisipatif,
namun demikian startegi dasarnya adalah sama. Secara garis besar,
langkah-langkah dalam pemberdayaan masyarakat secara partisipatif ,
adalah :
a) Perumusan konsep
b) Penyusunan model
c) Proses perencanaan
d) Pelaksanaan gerakan pemberdayaan
e) Pemantauan dan penilaian hasil pelaksanaan
f) Pengembangan pelestarian gerakan pemberdayaan.
Strategi pemberdayaan masyarakat secara partisipatip melibatkan
sejumlah praktisi pembangunan sebagai fasilitator dalam memfasilitasi
peningkatan aksesibilitas terhadap sumber-sumber daya yang
dikembangkan. Oleh karena itu, para praktisi harus mempunyai
keterampilan dalam rangka menciptakan kemampuan-kemampuan
internal masyarakat. Kemampuan tersebut, diantaranya :
1. Negosiasi; keahlian meningkatkan kemampuan masyarakat dalam
penawaran program, proyek dan kegiatan yang diusulkan masyarakat.
2. Pengambilan keputusan; keahlian meningkatkan kemampuan
masyarakat dalam mengambil keputusan secara demokratis,
transparan dan memperhatikan akuntabilitas masyarakat.
3. Pelibatan berbagai pihak ditingkat lokal, bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur masyarakat yang berperan
optimal dalam pembangunan.

11

III. PENUTUP
A.

Kesimpulan
1. Pengembangan masyarakat (community development) adalah kegiatan
pengembangan masyarakat yang harus dilakukan secara sistematis,
terencana dan diarahakan untuk memperbesar akses masyarakat guna
mencapai kondisi sosial, ekonomi, dan kualitas kehidupan yang lebih baik
apabila dibandingkan dengan kegiatan pembangunan sebelumnya.
2. Metode merupakan suatu kerangka kerja untuk menyusun suatu tindakan
atau suatu kerangka berfikir, menyusun gagasan yang beraturan, berarah
dan berkonteks yang patut (relevan) dengan maksud dan tujuan.
3. Terdapat 5 prinsip pemilihan metode pengembangan masyarakat yaitu
pengembangan untuk berfikir kreatif, tempat kegiatan, keterkaitan dengan
lingkungan sosialnya, ciptakan suasana yang akrab, dan memberikan
sesuatu yang menjadikan perubahan.
4. Teknik Pengembangan masyarakat secara partisipatif meliputi perencanaan
partisipatif dan pemberdayaan masyarakat.

12

DAFTAR PUSTAKA
Carey, M.A. (1994). The group effect in focus groups: planning, implementing,
and interpreting focus group research. In Critical Issues in Qualitative
Research Methods(Morse J.M., ed.). Sage: Thousand Oaks, 225-241.
Kenny, S. 1994. Developing Communities For The Future Development The
Australia. Australia : Nelson Australia Prelimited, Canbera.
Kitzinger, J. (1994). The methodology of focus group interviews: the importance
of interaction between research participants. Sociology of Health and
Illness, 16, 103-121.
Lambert, S.D. & Loiselle, C.G. 2008. Combination individual interviews and
focusgroups to enhance data richness. Journal of Advanced Nursing,
62, 2, 228-237.
Lehoux, P., Poland, B., & Daudelin, G.2006. Focus group research and the
patients view.Social Science & Medicine, 63, 2091-2104.
Leung, C.M., Ho, G.K.H., Foong, M., Ho, C.F.,Lee P.K.K. & Mak L.S.P. 2005.
Small-grouphypertension health education programme: A process and
outcome evaluation. Journal of Advanced Nursing, 52, 6, 631-639.
Mardikanto, T. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Surakarta: UNS PRESS.
McLafferty, I. (2004). Focus group interviews as a data collecting strategy.
Journal of Advanced Nursing, 48, 187-194.
Theresia, Aprillia, Krisnha S A, Prima G P N, dan Totok M. 2014. Masyarakat
Community Development (Acuan Bagi Praktisi, Akademisi, dan Pemerhati
Pengembangan Masyarakat). Surakarta: UNS Press.

13