Anda di halaman 1dari 2

PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO

DINAS KESEHATAN

UPT PUSKESMAS DADIREJO


Jl. Jogjakarta Km. 18 Dadirejo Bagelen Purworejo

KP. 54174

Kerangka Acuan Pemilahan Sampah


No.:
I. INSPEKSI PENGELOLAAN SAMPAH
Sampah merupakan sisa hasil kegiatan manusia, yang keberadaannya banyak
menimbulkan masalah apabila tidak dikelola dengan baik. Apabila dibuang dengan cara
ditumpuk saja maka akan menimbulkan bau dan gas yang berbahaya bagi kesehatan
manusia. Apabila dibakar akan menimbulkan pengotoran udara. Kebiasaan membuang
sampah disungai dapat mengakibatkan pendangkalan sehingga menimbulkan banjir.
Dengan demikian sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber
pencemar pada tanah, badan air dan udara.

Dampak sampah terhadap kesehatan lingkungan, antara lain :


Dampak Terhadap Kesehatan
Pembuangan sampah yang tidak terkontrol dengan baik merupakan tempat yang
cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan
anjing yang dapat menimbulkan penyakit. Potensi bahaya yang ditimbulkan, antara lain
penyakit diare, kolera, tifus yang dapat menyebar dengan cepat karena virus yang berasal
dari sampah dapat bercampur dengan air minum. Penyakit DBD dapat juga meningkat
dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai, demikian pula
penyakit jamur (misalnya jamur kulit).
Dampak Terhadap Lingkungan.
Cairan terhadap rembesan sampah yang masuk kedalam drainase atau sungai akan
mencemari air, berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies
akan lenyap dan hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis.
Dampak Terhadap Sosial Ekonomi.
Pengelolaan sampah yang kurang baik dapat membentuk lingkungan yang kurang
menyenangkan bagi masyarakat, bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk. Hal
ini dapat berpengaruh antara lain terhadap dunia pariwisata dan investasi
Teknik pengelolaan sampah yang baik diantaranya harus memperhatikan faktor-faktor
sebagai berikut :
1. Penimbunan sampah.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah adalah jumlah penduduk dan
kepadatanya, tingkat aktivitas, pola kehidupan/tingkat sosial ekonomi, letak
geografis, iklim, musim, dan kemajuan teknologi.
3. Penyimpanan sampah.

4. Pengumpulan, pengolahan dan pemanfaatan kembali.


5. Pengangkutan
6. Pembuangan
Dengan mengetahui unsur-unsur pengelolaan sampah, kita diketahui hubungan
dan tingkat kepentingan masing-masing unsur tersebut agar dapat memecahkan masalahmasalah ini secara efisien. Selain itu pada tingkat rumah tangga juga sudah harus dimulai
penerapan prinsip-prinsip pengurangan volume sampah dengan menerapkan prinsip 3 R
yaitu (Reduce, Reuse, Recycle ).
Reduce (mengurangi) adalah Segala kegiatan yang mengakibatkan pengurangan
produksi sampah seperti dengan membawa tas sendiri ketika berbelanja.
Reuse (menggunakan kembali), adalah segala kegiatan memanfaatkan barang bekas
agar tidak cepat menjadi sampah, seperti dengan menggunakan botol isi ulang
Recycle (mendaur ulang), adalah segala kegiatan mendaur ulang sampah dengan
mengolah sampah sehingga dapat dimanfaatkan, seperti dengan mengolah sampah
menjadi kompos, mengolah kertas menjadi kertas recycle.
Dalam rangka pengelolaan dan pemantauan Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
sampah, terdapat checklist inspeksi sanitasi TPA, Form Pemantauan Dampak Lingkungan
TPA. Checklis ini secara garis besar memantau Sarana prasarana, kepadatan lalat,
sistem pengolahan, perlakuan terhadap lindi, tingkat kepadatan vektor, dan lain-lain.