Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Pasar modal di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang
sangat pesat. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya saham yang diperdagangkan
dan banyaknya perusahaan yang menjadi perusahaan terbuka (go public). Hal ini
membuat kebutuhan akan informasi yang relevan sangat dibutuhkan oleh investor. Bagi
seorang investor informasi merupakan alat pemantau dalam menanamkan modal pada
perusahaan. Sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi biasanya investor
melihat informasi tentang nilai dari suatu perusahaan.
Frekuensi perdagangan saham dan harga saham mencerminkan nilai dari suatu
perusahaan. Pergerakan harga saham dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya
laba per lembar saham (Earning Per Share). Semakin tinggi laba per lembar saham
(EPS) yang diberikan perusahaan maka akan memberikan return yang cukup tinggi.
Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pergerakan harga saham menjadi tolak ukur
para investor untuk menentukan besar return yang diharapkan. Selain itu, frekuensi
perdagangan saham juga merupakan salah satu indikator bagi investor untuk melihat
likud atau tidaknya suatu saham.
Jika perusahaan mencapai prestasi yang baik, maka saham perusahaan tersebut
akan banyak diminati oleh para investor. Harga saham dan frekuensi perdagangan
saham suatu perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah cara
perusahaan menyampaikan informasi yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut

dapat menguntungkan para investor. Faktor tersebut menuntut adanya suatu sistem
penyampaian informasi kepada pihak berkepentingan (stakeholder) khususnya di sektor
bisnis.
Perkembangan teknologi informasi kini telah banyak mengalami modernisasi
sehingga dapat langsung menyampaikan informasi perusahaan dengan cepat. Teknologi
informasi yang sangat berkembang pesat salah satunya adalah internet. Selain berbiaya
rendah, informasi yang disampaikan melalui media ini dapat dijangkau luas oleh
investor global serta berbagai pihak lain yang membutuhkan. Hal tersebut menjadi titik
awal adanya adopsi internet oleh sektor bisnis sebagai salah satu media penting untuk
memberikan informasi yang biasa dikenal dengan Internet Financial Reporting (IFR).
IFR merupakan sebuah media yang digunakan oleh perusahaan untuk
menyediakan segala informasi finansial. Kemudahan yang diberikan akan membantu
para investor dalam menganalisis seluk beluk perusahaan. Adanya IFR juga
memberikan kemudahan bagi para investor dalam mengambil sebuah keputusan.
Informasi keuangan yang disajikan dalam IFR mencakup laporan keuangan
komprehensif, termasuk di dalamnya footnotes, bagian laporan keuangan, financial
highlights dan ringkasan laporan keuangan (Septiarsi, 2013).
Menurut Jogiyanto (2000: 351) para pelaku pasar modal akan mengevaluasi
setiap pengumuman yang diterbitkan oleh emiten, sehingga hal tersebut akan
menyebabkan beberapa perubahan pada transaksi perdagangan saham, misalnya adanya
perubahan pada volume dan frekuensi perdagangan saham, perubahan pada harga
saham,

bid/ask

spread,

proporsi

kepemilikan,

dan

lain-lain.

Hal

tersebut

mengindikasikan bahwa informasi yang disampaikan ke pasar modal dapat memicu

reaksi para pelaku di pasar modal dan memberikan dampak pada pergerakan saham.
Sebagaimana diketahui bahwa pegerakan saham adalah salah satu faktor yang
mempengaruhi harga saham.
Beberapa penelitian yang berkaitan dengan pengaruh Internet Financial
Reporting (IFR) terhadap frekuensi perdagangan saham di antaranya dilakukan oleh
Lai, Lin, Li, & Wu (2010) yang mencoba menghubungan antara IFR dengan saham
pada perusahaan di Taiwan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tingginya
penerapan IFR cenderung menghasilkan abnormal return yang lebih tinggi serta
perubahan harga saham yang bergerak lebih cepat.
Penelitian terkait juga dilakukan oleh Sukanto (2011) yang meneliti tentang
pengaruh Internet Financial Reporting (IFR) dan tingkat pengungkapan informasi
website terhadap frekuensi perdagangan saham pada perusahaan finansial yang terdapat
di BEI

menunjukkan bahwa IFR dan tingkat pengungkapan informasi website

berpengaruh signifikan positif terhadap frekuensi perdagangan saham. Hal ini diperkuat
dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh Hargyantoro (2010) dalam penelitian
yang dilakukannya menunjukkan bahwa IFR dan tingkat pengungkapan informasi
website berpengaruh signifikan terhadap frekuensi perdagangan saham, dimana adanya
IFR serta tingkat pengunkapan informasi yang lebih tinggi di website membuat investor
lebih cepat bereaksi terhadap saham perusahaan yang membuat pergerakan harga saham
menjadi lebih cepat yang secara otomatis mempertinggi frekuensi perdagangan saham.
Hasil penelitian berbeda dilakukan oleh Santiko (2014) yang menunjukkan
bahwa variabel IFR bernilai negatif yang artinya ada atau tidak praktek IFR tidak
mempengaruhi tingkat frekuensi perdagangan saham. Hal ini diperkuat dengan adanya

penelitian yang dilakukan oleh Pratama (2016) dalam penelitian yang dilakukannya
menunjukkan bahwa IFR tidak berpengaruh secara signifikan terhadap frekuensi
perdagangan saham perusahaan LQ45, baik secara jangka panjang maupun jangka
pendek.
Berdasarkan latar belakang tersebut serta masih adanya pro dan kontra hasil dari
penelitian sebelumnya, penulis tertarik untuk meneliti bagaimana pengaruh Internet
Financial Reporting (IFR) jika dihubungkan dengan frekuensi perdagangan saham dan
harga saham. Di mana dalam penelitian ini frekuensi perdagangan saham dan harga
saham digunakan untuk mengetahui hubungan antara informasi yang diungkapkan oleh
perusahaan melalui internet terhadap pergerakan saham. Dasar pemikirannya, semakin
banyak informasi yang dapat diterima oleh investor, maka semakin banyak investor
yang tertarik melakukan transaksi perdagangan saham.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian ini
melihat reaksi pasar atas penerapan Internet Financial Reporting (IFR) dari dua hal
yakni frekuensi perdagangan saham dan harga saham, berbeda dengan penelitian
sebelumnya yang sebagian besar hanya melihat reaksi pasar dari frekuensi perdagangan
saham saja. Sebagaimana dijelaskan dalam teori pasar efisien bahwa volume, harga dan
frekuensi saham yang terbentuk di pasar menjadi cerminan dari reaksi pasar, oleh
karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang mengaitkan antara Internet
Financial Reporting (IFR) terhadap frekuensi perdagangan saham dan harga saham.
Pada penelitian ini objek penelitian dilakukan pada perusahaan yang bergerak
dalam bidang properti dan real estate sebanyak 45 perusahaan yang telah terdaftar di
BEI tahun 2015 sebagai objek penelitian. Perusahaan properti dan real estate

merupakan salah satu alternatif investasi jangka panjang serta merupakan aktiva
multiguna yang dapat dilakukan oleh perusahaan sebagai jaminan. Alasan peneliti
memilih BEI karena data yang dibutuhkan dalam proses penelitian telah dipublikasikan
dan memudahkan peneliti untuk memperoleh data yang dibutuhkan.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk mengambil
judul penelitian tentang Pengaruh Internet Financial Reporting (IFR) terhadap
Frekuensi Perdagangan Saham dan Harga Saham pada Perusahaan Properti dan Real
Estate yang Terdaftar di BEI.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka permasalahan dalam penelitian ini
dapat dirumuskan:
a. Apakah Internet Financial Reporting (IFR) berpengaruh terhadap frekuensi
perdagangan saham pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di
BEI?
b. Apakah Internet Financial Reporting (IFR) berpengaruh terhadap harga saham
pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di BEI ?
1.3 Batasan Masalah
Dalam skripsi ini hanya dibahas mengenai pengaruh Internet Financial
Reporting (IFR) terhadap Frekuensi Perdagangan Saham dan Harga Saham pada
perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI tahun
2015.
1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah:

a. Untuk menganalisis pengaruh Internet Financial Reporting (IFR) terhadap


frekuensi perdagangan saham pada perusahaan properti dan real estate yang
terdaftar di BEI.
b. Untuk menganalisis pengaruh Internet Financial Reporting (IFR) terhadap
harga saham pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di BEI.
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penulisan skripsi ini, diantaranya:
a. Bagi ilmu pengetahuan
Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk menambah wawasan dan
wacana ilmu pengetahuan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi harga
saham serta sebagai penerapan ilmu dan teori-teori yang didapatkan dalam
bangku kuliah dan membandingkannya dengan kenyataan yang ada di lapangan.
b. Bagi dunia bisnis
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan pertimbangan
bagi para investor dalam pengambilan keputusan berinvestasi. Sehingga tidak
akan terjadi kesalahan dalam berinvestasi kedepannya.
c. Bagi peneliti selanjutnya
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi refrensi bagi pihak yang
memerlukan dan menjadi bahan perbandingan untuk melaksanakan penelitian
lebih lanjut serta untuk mengembangkan faktor-faktor yang mempengaruhi
harga saham bagi penelitian selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA
Hargyantoro, F. (2010). Pengaruh Internet Financial Reporting dan Tingkat
Pengungkapan Informasi Website terhadap Frekuensi Perdagangan Saham. Skripsi
Universitas Diponegoro Semarang .
Jogiyanto. (2000). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta: BPFE.
Kontan Harian. (2014). Manufaktur Masih Diminati. Retrieved from Kementrian
Perindustrian Republik Indonesia:
http://www.kemenperin.go.id/artikel/10248/Manufaktur-Masih-Diminati
Lai, S.-C., Lin, C., Li, H.-C., & Wu, F. H. (2010). An Empirical Study of the Impact of
Internet Financial Reporting on Stock Prices. The International Journal of Digital
Accounting Research .
Pratama, W. K. (2016). Pengaruh Internet Financial Reporting (IFR) dan Tingkat
Pengungkapan Informasi Website terhadap Frekuensi Perdagangan Saham (Studi
Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia). Skripsi
Universitas Bandar Lampung .
Santiko, P. S. (2014). Pengaruh Internet Financial Reporting dan Tingkat Pengungkapan
Informasi Website terhadap Frekuensi Perdagangan Saham Perusahaan (Studi pada
Perusahaan yang Terdaftar di Indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia). Jurnal Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang .
Septiarsi, N. M. (2013). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan
Pelaporan Keuangan melalui Internet dalam Website Perusahaan. Skripsi Universitas
Diponegoro Semarang .
Sukanto, E. (2011). Pengaruh Internet Financial Reporting dan Tingkat Pengungkapam
Informasi Website terhadap Frekuensi Perdagangan Saham Perusahaan di Bursa Efek
Indonesia. Fokus Ekonomi .

PENGARUH INTERNET FINANCIAL REPORTING (IFR)


TERHADAP FREKUENSI PERDAGANGAN SAHAM DAN
HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI DAN
REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BEI

OLEH
RIMA ARTHA AFRILDA SIBUEA
NIM 1311000056

INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA


(ASIAN BANKING FINANCE AND INFORMATICS INSTITUTE)
P E R B A N A S
JAKARTA
PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI
2016