Anda di halaman 1dari 7

Soal-Soal Perpindahan Kalor

1. Berikut ini yang disebut dengan perpindahan kalor secara konduksi adalah . . . .
a. Perpindahan kalor disertai perpindahan partikel zat
b. Perpindahan kalor tanpa disertai perpindahan partikel zat
c. Perpindahan kalor melalui gelombang elektromagnetik yang tidak memerlukan
medium
d. Perpindahan kalor disertai perpondahna partikel zat dan tidak memerlukan
medium
e. Perpindahan kalor tanpa disertai perpindahan partikel zat dan tidak memerlukan
medium
2. Perpindahan panas melalui zat padat disebut . . . .
a. Konduksi
b. Konveksi
c. Radiasi
d. Pancaran
e. Konveksi dan radiasi
3. Berikut ini faktor yang mempengaruhi laju kalor secara konduksi adalah . . . .
a. Emivitas ()
b. Konstanta Stefan-Boltzmann ()
c. Koefisien konveksi (h)
d. Konduktivitas termal (k)
e. Waktu (t)
4. Perhatikan contoh-contoh di bawah ini :
(1) Menyetrika pakaian
(2) Memanaskan logam
(3) Memasak air sampai mendidih
(4) Mendekati api unggun
(5) Menggunakan kipas angin
Dari contoh-contoh di atas yang termasuk peristiwa perpindahan panas secara konduksi
adalah . . . .
a. (1) dan (2)
b. (1), (3), dan (4)
c. (3) dan (5)
d. (2), (4), dan (5)
e. (4)
5. Jari kita akan merasa hangat ketika sendok yang dipegang berada di kuah panas dari
bakso. Peristiwa perpindahan kalor secara konduksi pada fenomena tersebut adalah . . . .
a. Panas dari kuah bakso terpancar ke jari
b. Panas dari kuah bakso merambat melalui sendok ke jari
c. Ada penharuh panas dari udara sekitar
d. Jari mendapatkan pancaran energy panas dari kuah bakso
e. Jari berada pada posisi yang dekat dengan kuah bakso

6. Suatu batang besi panjangnya 5 meter dengan luas penampang 25 cm2. Beda suhu antara
kedua ujung besi adalah 800C. Jika koefisien konduksi termal besi 4,6 J/m0C, maka laju
aliran kalor yang lewat jendela tersebut adalah . . . .
a. 0,184 J/s
b. 0,230 J/s
c. 0,320 J/s
d. 0,418 J/s
e. 0,814 J/s
7. Suatu permukaan balok besi berpenampang kecil mempunyai suhu 5000C, sedangkan
suhu permukaan yang lain dijaga tetap 1500C. Jika panjang balok 100 cm, maka laju
perpindahan kalor per satuan luas melewati balok besi tersebut adalah . . . .(konduktifitas
termal besi 73 W/mK)
a. 25,55 kW/m2
b. 35,55 kW/m2
c. 45,55 kW/m2
d. 55,55 kW/m2
e. 65,55 kW/m2
8. Berikut ini adalah data hasil percobaan.
Jenis Bahan
Asbes
Gabus
Wol
Kayu
Batu bata

T (0C)
4
3
3
2
2

k (W/m0C)
0,160
0,042
0,040
0,080
0,840

Jika benda tersebut memiliki luas permukaan dan panjang yang sama, maka susunan
bahan dari yang tercepat dalam mengalirkan kalor adalah . . . .
a. Batu bata, asbes, kayu, wol, dan gabus
b. Batu bata, asbes, kayu, gabus, dan wol
c. Batu bata, gabus, asbes, kayu, dan wol
d. Batu bata, kayu, gabus, wol, dan asbes
e. Batu bata, wol, kayu, gabus, dan asbes
9. Berikut ini adalah data dari hasil eksperimen dan analisis sebagai berikut :
Jenis Logam
Besi
Tembaga
Aluminium
Perak
Magnesium

T (0C)
40
50
20
30
30

l (meter)
5
2
2
4
4

k bahan (W/m0C)
70
380
200
400
170

Apabila luas penampang kelima logam sama, maka yang memiliki laju hantaran panas
konduksi paling besar yaitu . . . .
a. Besi

b. Tembaga
c. Aluminium
d. Perak
e. Magnesium
10. Ibu memiliki 5 buah panci berbahan aluminium dengan konduktivitas termal 200 W/m0C
dengan ketebalan dan luas permukaan yang berbeda seperti pada tabel di bawah ini.
Tabel percobaan
Jenis Panci
A
B
C
D
E

Luas Permukaan (m2)


0,24
0,21
0,18
0,12
0,06

Ketebalan (cm)
0,4
0,3
0,5
0,6
0,5

Jika panci itu akan digunakan pada temperature yang sama, maka yang dapat menyerap
kalor paling banyak adalah panci jenis . . . .
a. A
b. B
c. C
d. D
e. E
11. Perpindahan kalor secara konveksi dapat terjadi pada . . . .
a. Zat padat melalui pancaran
b. Zat cair melalui aliran
c. Zat gas melalui pancaran
d. Zat cair melalui pancaran
e. Ruang hampa melalui pancaran
12. Perhatikan faktor-faktor di bawah ini :
(1) Koefisien konveksi
(2) Luas penampang
(3) Perbedaan suhu
(4) Konduktivitas termal
(5) Emisivitas
Dari faktor-faktor di atas, yang termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi laju
perpindahan panas secara konveksi adalah . . . .
a. (1), (2), dan (3)
b. (2), (4), dan (5)
c. (4) dan (5)
d. (3) dan (4)
e. (1), (3), dan (5)
13. Sesuai dengan faktor yang mempengaruhi laju perpindahan panas secara konveksi, maka
persamaan laju perpindahan panas secara konveksi adalah . . . .
hc A
a. H = T

b. H =

hc T
A

c. H =

hc
A T

d. H = hcAT
e. H = hcA
14. Dinding termos dibuat rangkap dan ruang diantaranya dihampakan dengan maksud
agar . . . .
a. Memberikan desain yang lebih bagus
b. Suhu udara luar tidak mempengaruhi isi pada termos
c. Tidak terjadi perpindahan kalor secara konveksi
d. Ruang termos suhunya tetap
e. Air termos menjadi lebih dingin
15. Suatu bejana memiliki luas penmpang 0,5 m2. Di dalam bejana terdapat perbedaan suhu
bagian bawah dan atas sebesar 40 0C. Jika koefisien konveksi bejana sebesar 15 x 10-1
kal/sm0C, maka arus panas yang dialirkan secara konveksi adalah . . . .
a. 3 kal/s
b. 30 kal/s
c. 40 kal/s
d. 300 kal/s
e. 60 kal/s
16. Berikut ini adalah data dari hasil eksperimen dan analisis sebagai berikut:
Benda
A
B
C
D
E

Luas Penampang (m2)


0,04
0,09
0,16
0,25
0,36

Apabila jenis benda sama dan perbedaan suhu benda sama maka yang memiliki laju
hantaran panas konveksi paling besar yaitu . . . .
a. A
b. B
c. C
d. D
e. E
17. Perpindahan kalor yang dapat berlangsung dalam ruang hampa dengan cara . . . .
a. Konveksi
b. Translasi
c. Radiasi
d. Vibrasi
e. Konduksi

18. Berikut ini adalah faktor yang mempengaruhi laju perpindahan panas secara radiasi,
kecuali . . . .
a. Emivitas ()
b. Suhu (T)
c. Konstanta Stefan-Boltzmann ()
d. Konduktivitas temal (k)
e. Luas penampang (A)
19. Sesuai dengan factor yang mempengaruhi laju perpindahan panas secara radiasi, maka
persamaan laju perpindahan panas secara radiais adalah . . . .
4
e T
a. H =
A
b. H = eT4A
4
eA T
c. H =

d. H =

eT
A

e. H =

eA
T4

20. Jika suhu benda yang berpijar menjadi 2 kali semula, laju pancaran yang dipancarkan tiap
detik menjadi . . . .
a. 2 kali semula
b. 4 kali semula
c. 6 kali semula
d. 8 kali semula
e. 16 kali semula

Analisis butir soal


1. Uji validitas soal
Jika rxy hitung > rxy tabel dengan taraf signifikan = 0,05 maka soal dikatakan valid.
2. Uji reabilitas tes
Reabilitas adalah suatu ketepatan tes apabila diteskan pada subjek yang sama. Uji
reabilitas ini bertujuan untuk mengetahui tingakt kepercayaan suatu tes dan ketepatan
hasil tes. Suatu tes dikatakn reliable apabila memberikan hasil yang tetap. Untuk
mengetahui realibitas tes digunakan rumus sperman brown yaitu sebagai berikut:
2 r 1/ 21/2
r11 = 1+2 r 1 /21/ 2
ketarangan :
r1/21/2 = korelasi anatar skor-skor setiap belahan tes
r11 = koefisien reabilitas yang sudah disesuaikan
3. Taraf kesukaran tes
Indeks kesukaran dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1) Item soal dengan 0,00 P 0,30 adalah soal sukar.
2) Item soal dengan 0,30 P 0,70 adalah soal sedang.
3) Item soal dengan 0,70 P 1,00 adalah mudah.
4. Daya beda soal
Tingkat klasifikasi daya beda sebagai berikut:
1) D = 0,00 0,20 = jelek.
2) D = 0,21 0,40 = cukup.
3) D = 0,41 0,70 = baik.
4) D = 0,71 1,00 = baik sekali.
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Validitas soal
rxy
Kategori
0,11
Tidak valid
0,07
Tidak valid
0,25
Tidak valid
0,66
Valid
-0,39
Tidak valid
0,27
Tidak valid
0,50
Valid
0,43
Valid
-0.16
Tidak valid
0,42
Valid
0,26
Tidak valid
0,83
Valid
0,15
Tidak valid
0,67
Valid
0,31
Tidak valid
0,52
Valid
0,15
Tidak valid

Taraf kesukaran tes


P
Kategori
0,47
Sedang
0,87
Mudah
0,70
Sedang
0,70
Sedang
0,83
Mudah
0,87
Mudah
0,50
Sedang
0,63
Sedang
0,33
Sukar
0,57
Sedang
0,80
Mudah
0,63
Sukar
0,77
Mudah
0,60
Sedang
0,63
Sedang
0,43
Sedang
0,73
Sedang

Daya beda soal


D
Kategori
0,53
Baik
0,00
Jelek
0,20
Jelek
0,47
Baik
-,033
Jelek
0,27
Cukup
0,47
Baik
0,47
Baik
-0,27
Jelek
0,47
Baik
0,13
Jelek
0,60
Baik
0,07
Jelek
0,53
Baik
0,20
Jelek
0,47
Baik
0,13
Jelek

18
19
20

0,49
0,62
0,48

Valid
Valid
Valid

0,47
0,53
0,47

Sedang
Sedang
Sedang

0,40
0,53
0,53

Cukup
Baik
Baik