Anda di halaman 1dari 2

3.1.1.c.

Pedoman Peningkatan Mutu dan Kinerja Puskesmas


A. Penilaian/ Pengukuran Mutu dan Kinerja.
Apabila hasil pengukuran mutu layanan kesehatan ternyata tidak memenuhi
standar layanan kesehatan yang disepakati, maka dilakukan langkah-langkah berikutnya
dalam usaha peningkatan mutu dan kinerja puskesmas.
a. Hasil pengukuran memenuhi atau melebihi standar layanan kesehatan. Hal ini baik,
namun bila terjadi terus menerus, maka standar pelayanan kesehatan harus diubah.
b. Hasil pengukuran kurang atau tidak memenuhi standar pelayanan kesehatan. Hal ini
menunjukkan kesenjangan antara standar layanan kesehatan dengan kenyataan
kinerja puskesmas. Penyampaian hasil pengukuran mutu layanan yang kurang/ tidak
memenuhi standar pelayanan kesehatan dialkukan sebagai berikut:
1. Penyampaian secara khusus.
2. Penyampaian hal positif dahulu, disusul hal yang dinilai negatif dengan
menggunakan susunan kata yang informatif, bukan kritik atau menyalahkan.
3. Penyampaian secara rahasia. Semua anggota kelompok harus terlibat dalam
upaya peningkatan mutu dan kinerja. Namun apabila ditentukan perorangan
atau kelompok yang mempengaruhi tingkat kepatuhan terhadap standar
layanan kesehatan yang rendah, informasi harus dibatasi kepada mereka ynag
terkait saja.
B. Penentuan Sebab.
Semua informasi mengenai penyelenggaraan layanan kesehatan dikumpulkan
untuk menentukan sebab terjadinya kesenjangan antara kenyataan dengan standar
layanan kesehatan, langkah ini dapat dijalankan dengan baik melalui curah pendapat
antara tim pengendali mutu, pemegang program serta pelaksana pelayanan.
C. Penyusunan Rencana Kegiatan untuk Mengatasi Kesenjangan yang Terjadi.
Tujuan dari rencana kegiatan yang akan disusun adalah untuk meningkatkan mutu
layanan kesehatan. Sidang curah pendapat berikutnya perlu dilaksanakan untuk dapat
menyusun rencana kegiatan, sehingga rencana yang tersusun memenuhi syarat berikut:
a. Realistis
b. Disetujui perorangan dan kelompok
c. Disetujui oleh manajemen
D. Pemilihan Rencana Kegiatan yang Terbaik
Suatu rencana kegiatan baru akan terpilih jika disetujui oleh:
a. Setiap orang yang akan terpengaruh langsung oleh perubahan.
b. Manajemen organisasi puskesmas.
c. Kelompok jaminan mutu puskesmas.
Suatu rencana kegiatan terpilih harus memuat:
a. Jadwal kerja yang jelas
b. Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan tiap langkah
c. Pihak penanggung jawab setiap langkah kegiatan
d. Tanggal pelaporan kemajuan pelaksanaan
e. Tanggal penyelesaian

f. Tanggal penilaian kembali standar pelayanan kesehatan


g. Tanggal mengulas balik standar pelayanan kesehatan.
E. Pelaksanaan Rencana Kegiatan Terpilih
Orang yang bersedia mengikuti cara kerja jaminan mutu layanan kesehatan
adalah orang yang mau menerima perubahan. Komunikasi yang baik merupakan
persyaratan perubahan. Untuk dapat mencapainya perlu ada beberapa hal yang dapat
dipertimbangkan, yaitu:
a. Mengupayakan pertemuan dengan profesi terkait dan memberi informasi tentang
upaya peningkatan mutu yang sedang dilaksanakan.
b. Menyebarluaskan kesepakatan rapat kepada semua orang yang terkait.
c. Melakukan hubungan pribadi dengan semua orang yang akan terpengaruh oleh
rencana kegiatan.
d. Mendistribusikan informasi tentang upaya peningkatan mutu kepada lebih banyak
orang.
F. Pengukuran Ulang Standar Layanan Kesehatan
Pengukuran ini dengan menggunakan kriteria dan teknik yang sama dengan
penilaian yang dilakukan sebelumnya. Setelah pelaksanaan rencana kegiatan, upaya
pengukuran ulang standar layanan harus dilakukan untuk memastikan keuntungan atau
kerugian yang diakibatkannya.
Jika hasil kinerja tidak memenuhi standar layanan, kelompok jaminan mutu
layanan kesehatan harus memulai rencana kegiatan lain.
G. Ulas Balik Standar Layanan Kesehatan
Dalam kegiatan ini, kelompok jaminan mutu layanan mengkaji hasil pengukuran
mutu, pengukuran ulangnya. Selanjutnya menentukan kegiatan apa yang tepat dilakukan
terhadap kinerja puskesmas dan standar layanan kesehatannya.
Sumber:
Pohan, Imbalo S. 2006. Jaminan Mutu Layanan Kesehatan. EGC: 2006