Anda di halaman 1dari 5

BAB VIII PERENCANAAN HUBUNGAN BALOK- KOLOM

BAB VIII HUBUNGAN BALOK-KOLOM

A. Data Umum Hubungan balok-kolom yang akan dianalisis adalah interior. Untuk perhitungan tinjauan semua jenis hubungan balok-kolom lainnya tidak dilakukan pembahasan, namun dalam perancangannya tetap menggunakan cara dan langkah yang sama. Perhitungan berdasarkan pada SNI-03-2847-2002.

yang sama. Perhitungan berdasarkan pada SNI-03-2847-2002. Gambar 8.1 Tinjauan hubungan balok-kolom tampak atas Portal

Gambar 8.1 Tinjauan hubungan balok-kolom tampak atas

Gambar 8.1 Tinjauan hubungan balok-kolom tampak atas Portal 4-4 Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok 3)

Portal 4-4

BAB VIII PERENCANAAN HUBUNGAN BALOK- KOLOM

BAB VIII PERENCANAAN HUBUNGAN BALOK- KOLOM Portal H-H Spesifikasi Balok Posisi Tumpuan Lapangan 300 x 600

Portal H-H

Spesifikasi Balok

Posisi

Tumpuan

Lapangan 300 x 600 mm 2

Dimensi

Atas

6D19

3D19

Bawah

3D19

4D19

Sengkang

ø 10-250

ø 6-250

Spesifikasi Kolom

 

Posisi

Tumpuan

Lapangan

Dimensi

600 x 600 mm 2

Tulangan Utama

20 D29

Pengekang Arah X

ø 10-150

ø 10-150

Pengekang Arah Y

ø 10-150

ø 10-150

fy >12 mm f y < 12 mm Kuat tekan (f’ c )

= 300 Mpa = 240 MPa = 30 MPa

BAB VIII PERENCANAAN HUBUNGAN BALOK- KOLOM

Selimut Beton (d s )

= 40 mm

Panjang kolom antar as (l c )

= 3700 mm

Panjang kolom bersih (I n )

= 3700 (600/2) = 3400 mm

1.

Menentukan Luas Efektif Hubungan Balok-Kolom (Pasal : 23.5.3.1)

Lebar efektif hubungan balok kolom, nilai terkecil dari :

b

balok + h kolom = 300 + 600 = 900 mm

b

balok + 2 . x = b kolom + 2 . (setengah selisih lebar kolom terhadap lebar balok)

= 300 + 2 . 0,5 ( 600 - 300 ) = 600 mm

Jadi ,lebar efektip hubungan balok-kolom = 600 mm

Tinggi hubungan balok-kolom, adalah tinggi total penampang kolom = 600 mm

Aj = Luas efektip hubungan balok - kolom : 600 x 600 = 360000 mm 2

2. Menghitung Momen Probable Balok (Mpr)

b

= 300 mm

h

= 600 mm

d

= h 50 = 550 mm

As

= 6 × 283,528 = 1701,168 mm 2

As

= 3 × 283,528 = 850,584 mm 2

h1

= h2 = 3,7 m

Untuk Mpr

T1

=

1,25 × 1701,168 × 400 = 850,584 kN

a

=

850584/(0.85×30×300) = 111,187 mm

Mpr

=

T1(d a/2)

= 850584 (550 111,187/2)

=

420,534 kNm

Untuk Mpr+

T2

= 1,25 × 850,584 × 400 = 425,292 kN

a

= 425292/(0.85×30×300) = 55,593 mm

Mpr+

= T2(d a/2) = 425292 (550 55,593/2)

= 222,088 kNm

Gaya geser pada kolom, Vkolom, dapat dihitung berdasarkan nilai Mprdan Mpr+ dibagi dengan setengah tinggi kolom atas (h1) ditambah setengah tinggi kolom bawah (h2). Jika dituliskan dalam bentuk persamaan adalah:

BAB VIII PERENCANAAN HUBUNGAN BALOK- KOLOM

BAB VIII PERENCANAAN HUBUNGAN BALOK- KOLOM 222,088+420,534 = 3,7 + 3,7 2 2 = 173,681 kN

222,088+420,534

=

3,7 + 3,7

2

2

= 173,681 kN Gaya geser terfaktor yang timbul pada hubungan balok-kolom dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Vu = T1 + T2 Vkolom, yaitu:

Vu = 850,584 + 425,292 173,681 = 1102,195 kN Nilai ini tidak boleh lebih besar daripada φVn, di mana Vn adalah kuat geser nominal hubungan balok kolom dan f adalah faktor reduksi kekuatan hubungan balok-kolom yang diambil sebesar 0,8. Nilai Vn dapat dihitung sebagai berikut:

Vn = 1,7√f c·Aj = 1,7 × √30 × (600× 600) = 3352,062 kN φVn = 0,8 × 3352,062 = 2681,6496 kN > Vu (= 1102,195 kN) Jadi, kuat geser hubungan balok kolom sudah mencukupi.

3. Menghitung Tulangan Confinement Kolom pada Joint Balok Kolom

fy

= 400 MPa

f’c

= 33,2 MPa

b

= 600 mm

h

= 600 mm

ds

= 65 mm

db

= 10 mm

d

= h ds

= 535 mm

hc

= h 2(ds db/2)

= 480 mm

Luas total tulangan transversal tertutup persegi tidak boleh kurang dari:

mm Luas total tulangan transversal tertutup persegi tidak boleh kurang dari: Perencanaan Struktur Gedung 2016 (Kelompok

BAB VIII PERENCANAAN HUBUNGAN BALOK- KOLOM