Anda di halaman 1dari 3

Nama

: Putu Rina Widhiasih

NIM

: P07134014002

Semester

:V

Jurusan

: DIII Analis Kesehatan


TUGAS EPIDEMOLOGI

Soal:
1. Mana lebih baik pengukuran angka prevalensi atau angka insidensi dalam menentukan resiko
penyakit?
2. Jelaskan hubungan antara insidensi, prevalensi dan angka kematian?
Jawaban:
1. Menurut saya lebih baik angka insiden dalam menentukan resiko penyakit, bisa dilihat dari
pengertian angka insiden yaitu jumlah penderita baru suatu penyakit yang ditemukan pada
suatu jangka waktu tertentu (umumnya 1 tahun) dibandingkan dengan jumlah penduduk yang
mungkin terkena penyakit baru tersebut pada pertengahan jangka waktu yang bersangkutan.
Atau dapat dilihat dari rumus, jumlah kejadian dalam kurun waktu tertentu dibagi penduduk
yang mempunyai populasi risiko terhadap kejadian tersebut dalam kurun waktu tertentu
dikalikan dengan konstanta. Selain itu angka prevalensi juga menghitung jumlah penduduk
yang sudah kebal atau resisten terhadap penyakit tersebut, sementara angka insiden hanya
menghitung individu-individu yang beresiko saja. Angka prevalensi digunakan untuk
mengetahui tingkat keberhasilan suatu pelayanan kesehatan.
Selain itu dapat dilihat dari manfaat dari perhitungan angka insiden yaitu :
-

Mengetahui masalah kesehatan yang dihadapi


Mengetahui Resiko untuk terkena masalah kesehatan yang dihadapi
Mengetahui beban tugas yang harus diselenggarakan oleh suatu fasilitas pelayanan

kesehatan.
Ukuran insidensi banyak digunakan dalam penelitian epidemiologi untuk mencari
adanya asosiasi sebab akibat

Ukuran insidensi dapat pula digunakan untuk mengadakan perbandingan antara

berbagai populasi dengan pemaparan yang berbeda


Ukuran insidensi dapat digunakan untuk mengukur besarnya resiko yang ditimbulkan
oleh determinan tertentu.

2. Hubungan antara insidensi, prevalensi dan angka kematian yaitu:


Insiden ialah gambaran tentang frekuensi penderita baru suatu penyakit yang ditemukan

pada suatu waktu ttt di suatu kelompok masyarakat.


Prevalen: Gambaran tentang frekuensi penderita lama dan baru yang ditemukan pada

jangka waktu tertentu disekelompok masyarakat tertentu.


Angka kematian adalah jumlah individu yang meninggal akibat suatu penyakit yang
terjadi dalam kurun waktu tertentu atau akibat kurangnya kinerja pelayanan kesehatan.
Angka Prevalensi dipengaruhi oleh tingginya insidensi dan lamanya sakit atau durasi

penyakit. Lamanya sakit atau durasi penyakit adalah periode mulai didiagnosanya penyakit
sampai berakhirnya penyakit tersebut yaitu : sembuh, mati ataupun kronis. Penurunan
prevalensi dipengaruhi oleh: menurunnya insidensi, lamanya sakit yang menjadi pendek dan
perbaikan pelayanan kesehatan. Hubungan ketiga hal tersebut dabat dinyatakan dengan
rumus:
P=IxD
P = Prevalensi
I = Insidensi
L = Lamanya Sakit
Rumus hubungan insidensi dan prevalensi tersebut hanya berlaku jika dipenuhi 2 syarat,
yaitu:

Nilai insidensi dalam waktu yang cukup lama bersifat konstan, tidak menunjukkan

perubahan yang mencolok.


Lama berlangsungnya suatu penyakit bersifat stabil : Tidak menunjukkan perubahan yang
terlalu mencolok.
Hubungan tersebut

akan

tampak

nyata

pada

penyakit

kronis

dan

stabil.

Bila karena kemajuan teknologi bidang pengobatan suatu penyakit hanya dapat
menghindarkan kematian, tetapi tidak menyembuhkan maka pada keadaan ini prevalensi akan
meningkat meskipun tidak terjadi peningkatan insidensi. Sebaliknya adanya kemajuan
teknologi kedokteran hingga suatu penyakit dengan cepat dapat disembuhkan atau suatu

penyakit yang dengan cepat menimbulkan kematian; maka prevalensi akan tetap, bahkan
mungkin menurun meskipun terjadi kenaikan insidensi.
Untuk mengukur masalah kematian (Angka Kematian/Mortalitas) dimana dewasa ini di
seluruh dunia mulai muncul kepedulian terhadap ukuran kesehatan masyarakat yang
mencakup penggunaan bidang epidemiologi dalam menelusuri penyakit dan mengkaji data
populasi. Penelusuran terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi status kesehatan
penduduk paling baik dilakukan dengan menggunakan ukuran dan statistik yang
distandardisasi, yang hasilnya kemudian juga disajikan dalam tampilan yang distandardisasi.
Mortalitas merupakan istilah epidemiologi dan data statistik vital untuk Kematian. Dikalangan
masyarakat kita, ada 3 hal umum yang menyebabkan kematian, yaitu:
a. Degenerasi organ vital dan kondisi terkait.
b. Status penyakit.
c. Kematian akibat lingkungan atau masyarakat (bunuh diri, kecelakaan, pembunuhan,
bencana alam)
Hubungan antara angka insiden, prevalensi dan angka kematian, yaitu :
o Angka insiden menurun, prevalen tetap karena rasio peyembuhan meningkat, rasio
kematian

meningkat

sehingga

masa

sakit

menurun.

Upaya

pencegahan

dan

penanggulangan penyakit kurang berhasil.


o Angka insiden menurun, angka prevalen tetap naik karena angka kesembuhan dan
kematian menurun, lama sakit bertambah. Upaya pencegahan cukup berhasil walaupun
penyembuhan penderita kurang berhasil. Uupaya pencegahan lebih efektif seperti vaksin.
o Angka insiden dan prevalen menurun karena keberhasilan pencegahan, menurunnya faktor
resiko, angka kematian dan kesembuhan tetap.
o Angka kematian mempengaruhi prevalensi dan insiden. Semakin tinggi angka kematian
angka prevalensi dan insiden menurun akibat berkurangnya jumlah penderita. Insiden
semakin tinggi prevalensi semakin tinggi. Prevalensi yang tinggi belum tentu insiden
tinggi karena bisa saja angka prevalensi tinggi karena frekuensi penderita lama yang
tinggi. Tapi bila angka prevalensi meninggi/meningat, peningkatan prevalensi diakibatkan
oleh angka insiden yang tinggi.