Anda di halaman 1dari 19

BAB III

TINJAUAN KASUS
I. Biodata
A. Identitas Klien
1. Nama

: An. A

2. Jenis Kelamin

: Perempuan

3. Agama

: Islam

4. Pendidikan

: Belum sekolah

5. Alamat

: Jln. Majang

6. Diagnosa Medik

: Demam Berdarah Dengue. DR I

B. Identitas Penanggung
a. Nama

: Tn. B

b. Usia

: 30 Tahun

c. Pendidikan

: SD

d. Pekerjaan

: Petani

e. Agama

: Islam

f. Alamat

: Jln. Majang

II. Keluhan Utama / Alasan Masuk Rumah Sakit


Demam
III. Riwayat Kesehatan
A. Riwayat Kesehatan utama
Ibu klien mengatakan anaknya sudah 4 hari yang lalu mengalami demam,
demam dirasakan pada malam hari, dengan suhu 38c dan demam hilang
timbul.
B. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu klien membawa anaknya ke RSUD Tenriawaru Bone dengan keluhan
demam disertai dengan mual muntah. Keluhan dirasakan sejak 4 Hari yang
lalu dengan nyeri hilang timbul dan lebih dirasakan pada saat suhu tubuh
meningkat.

C. Riwayat Kesehatan Lalu


1. Klien tidak pernah mengalami penyakit yang sama sebelumnya.
2. Tidak ada alergi terhadap obat-obatan, makanan.
D. Pola perubahan nutrisi tiap tahapan usia sampai nutrisi saat ini
Usia
1. 0 4 bulan

Jenis Nutrisi
ASI

Lama Pemberian
1,5 tahun

2. 4 12 bulan

ASI

1,5 tahun

Nasi, Lauk pauk

Sampai sekarang

3. Saat ini
IV.

Riwayat Psichososial
a. Anak tinggal di rumah sendiri
b. Rumah dekat dari sekolah
c. Hubungan antar anggota keluarga : harmonis
d. Pengasuh anak orang tua

VIII. Riwayat Spiritual


Support system dalam keluarga : pengambil keputusan dalam keluarga yaitu
ayah klien.
Klien biasa ikut sama bapaknya ke mesjid sembahyang berjamaah, perayaan
hari-hari besar keagamaan.
IX. Aktivitas Sehari-hari
A. Nutrisi
Kondisi
1. Selera makan

Sebelum Sakit
Baik

Saat Sakit
Menurun

2. Menu makan

Nasi, sayur, ikan

bubur, laukl

3. Frekwensi makan

2 3 kali sehari

1 2 kali sehari

Snack

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

4. Makanan

yang

disukai
5. Makanan pantangan
6. Pembatasan

pola

Makan

Tidak ada

Tidak ada

Di suapi oleh ibunya

Di suapi oleh ibunya

Basmalah

Basmalah

Kondisi
1. Jenis minuman

Sebelum Sakit
Air putih, teh

Saat Sakit
Air putih

2. Frekwensi minum

DI Kondisikan

DI Kondisikan

3. Kebutuhan cairan

850 cc

500 cc

4. Cara pemenuhan

Oral

Oral

Kondisi
1. Tempat

Sebelum Sakit
WC

Saat Sakit
WC

pembuangan
Kondisi
2. Tempat

Sebelum Sakit
WC

Saat Sakit
WC

3. Frekwensi

1-2 sehari

1x sehari

4. konsistensi

lunak

Lunak

5. kesulitan

Tidak ada

Tidak ada

6. obat pencahar

Tidak ada

Tidak ada

Kondisi
1. Jam tidur

Sebelum Sakit

Saat Sakit

a. Siang

5 jam/hari

3 jam/hari

7. Cara makan
8. Ritual saat makan

B. Cairan

B. Eliminasi (BAB dan BAK)

pembuangan

C. Istirahat Tidur

b. Malam

9 jam/hari

5 jam/hari

2. Pola tidur

Tidak tentu

Tidak tentu

3. Kebiasaan sebelum

Nonton tv

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Sebelum Sakit
Tidak ada

Saat Sakit
Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Kondisi
1. Mandi

Sebelum Sakit

Saat Sakit

a. Cara

Di guyur

Tidak pernah

b. Frekwensi

2 x sehari

c. Alat mandi

sabun, shampoo

tidur
4. Kesulitan tidur
D. Olah Raga
Kondisi
1. Program olah raga
2. Jenis

dan

Frekwensi
3. Kondisi

setelah

Olah raga

E. Personal Higyene

2. Gunting kuku
a. Frekwensi
b. Cara

1 x seminggu

Tidak pernah

Memakai gunting kuku

3. Cuci rambut
a. Frekwensi
b. Cara

3 x seminggu

Tidak pernah

Pakai shampoo

4. Gosok gigi
a. Frekwensi
b. Cara

2 x sehari

Tidak pernah

Sikat dan odol

Tidak ada

F. Aktivitas / Mobilitas Fisik


Kondisi
1. Kegiatan
sehari-

Sebelum Sakit
bermain

Saat Sakit
Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

hari
2. Pengaturan jadwal
harian
3. Penggunaan

alat

Bantu aktivitas
4. Kesulitan
pergerakan tubuh
X.

Pemeriksaan Fisik
A. Keadaan umum klien Lemah
B. Tanda-tanda vital
1. Suhu

: 38 C

2. Nadi

: 108 x/i

3. Respirasi

: 32 x/i

4. Tekanan Darah : 100/80 mmHg


C. Antrompometri
1. Tinggi Badan

: 109 cm

2. Berat badan

: 18 kg

3. Lingkar lengan atas

: 18 cm

4. Lingkar kepala

: 52 cm

5. Lingkar dada

: 59 cm

6. Lingkar perut

: 66 cm

D. Sistem pernapasan
1. Hidung

a. Inspeksi

: Hidung simetris kiri dan kanan. Tidak ada pembengkakan


pada

hidung,

ada

secret

yang

menghalangi

pernapasan, tidak ada pernapasan cuping hidung.


b. Palpasi

: Tidak ada nyeri tekan pada sinus mandibularis, tidak


teraba adanya benjolan pada permukaan hidung.

2. Leher
a. Inspeksi

: Tidak ada pembengkakan / benjolan pada leher,


tidak ada peningkatan vena jugularis (tidak ada
desakan vena sentral).

b. Palpasi

: Tidak ada benjolan atau massa, tidak ada nyeri


tekan, tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak
ada pembesaran kelenjar tyroid.

3. Dada
a. Inspeksi

: Bentuk dada normo chest, pemgembangan


dada mengikuti irama napas, tidak ada retraksi
otot-otot pernapasan.

b. Palpasi

: Tidak ada nyeri tekan, taktil fremitus seimbang


kiri dan kanan

c. Perkusi

: Bunyi perkusi sonor

d. Auskultasi

: Bunyi napas vesikuler, frekwensi pernapasan


28 x/i.

E. Sistem Kardivaskuler
1. Inspeksi

: Conjungtiva pucat, bibir tidak sianosis, tidak nampak


adanya pembesaran venajugularis.

2. Palpasi

: Arteri carotis teraba kuat.

3. Perkusi

: Batas atas jantung pada ICS 2 3, batas kanan jantung


pada line mediaclavicularis kiri.

4. Auskultasi

: BJ 1 terdengar pada katup trikuspidalis pada ICS 4 linea


sternalis kiri dan pada katup mitral pada ICS 5 linea

merdiocla viculus, kiri. BJ III terdengar pada katup


aorta di ICS 2 line sternalis kanan dan katup pulmonalis
di ICS 2 linea sternalis kiri. BJ I / Bj II terdengar murni
(lub dup), tidak ada bunyi jantung tambahan.
F.Sistem Pencernaan
1. Inspeksi

: sclera tidak ikterus, bibir kering mulut tidak stomatitis,


kemampuan menelan tidak baik, lidah tidak kotor, anus
tidak lecet.

G. Sistem Indera
1. Mata
Inspeksi

: Kelopak mata baik, bulu mata tumbuh panjang, klien


dapat melihat dengan jelas.

2. Hidung
Inspeksi

: Penciuman klien baik, klien dapat membedakan bau


busuk dan harum, ada secret yang menghalangi
penciuman.

3. Telinga
Inspeksi

: Daun telinga simetris, fungsi pendengaran baik.

H. Sistem Saraf
kesadaran

klien

dalam

keadaan

composmentis,

mampu

mengetahui

keadaannya, kemampuan motorik baik.


I. Sistem Muskuloskeletal
Tidak terdapat masalah yang berarti pada sistem ini. Kepala bulat, dapat
digerakkan ke kanan dan ke kiri.
J. Sistem Integumen
Rambut hitam tidak mudah dicabut, kulit sawo matang.
K. Sistem Perkemihan
Odema, palpebra tidak ada, keadaan kandung kemih baik.

L. Sistem Endokrin
Tidak ada ekskresi urine berlebihan, ada tanda-tanda keringat berlebihan.
M. Sistem Imun
1. klien alergi terhadap cuaca
2. klien mengalami flu
XI. Tes Diagnostik
Jenis Pemeriksaan

Normal

L.E.D

: 34/ 1 jam

Lk. 0-10 mm/1 jam

HB

: 11,7

Lk. 13-16 g%

Lekosit

: 8.000

Eritrosit

: 4.620.000

Lk. 4,5-5,5 juta/mm3

Hematokrit

: 35,8 %

Lk. 40-48 %

Trombosit

: 229.000/m3-

150.000 400.000

5000-10.000 /mm3

XII. Terapi Saat Ini


Infus RL 20 tetes/menit
Cefotaxime 2x250 mg/IV/ 12 jam
Paracetamol sirup 3 x 1 sdm

KLASIFIKASI DATA

DATA SUBJEKTIF
klien
mengatakan

1. Ibu

DATA OBJEKTIF
anaknya 1. Tubuh klien terasa panas.

mengalami demam sejak 4 hari yang 2. Suhu : 38 C


lalu.

3. Klien nampak lemah.

2. Ibu klien mengatakan demam anaknya 4. Klien nampak berkeringat.


sering naik turun.
5. Klien nampak pucat.
3. Ibu klien mengatakan suhu tubuh 6. klien Nampak gelisah.
anaknya naik pada malan hari.
4. Ibu klien mengatakan anaknya muntah-

7. ibu klien selalu berada di dekat


anaknya.

muntah sebelum dibawa ke Rumah 8. klien hanya berada ditempat tidur.


Sakit.
9. porsi makan tidak dihabiskan.
5. ibu klien mengatakan dirinya cemas 10. Ibu klien selalu berada di dekat
dengan kondisi anaknya.

anaknya.

6. ibu klien sering menyakan kondisi 11. ibu klien nampak gelisah.
anaknya.
12. Klien nampak kotor.
7. ibu klien mengatakan anaknya malas 13. kuku klien panjang dan kotor.
makan.

14. test diagnostik:

8. ibu klien mengatakan anaknya tidak


pernah mandi selama dirawat dirumah
sakit.
9. Ibu klien mengatakan anaknya sering
berkeringat saat panas anaknya tinggi.
10. Ibu klien mengatakan kuku anaknya

a. L.E.D: 34/ 1 Jam


b. HB : 11,7
c. LEKOSIT: 8.000/ MM3
d. ERITROSIT: 4.620.000/ MM3
e. HEMATOKRIT : 35.8%
f. TROMBOSIT: 229.000/ MM3

belum pernah dipotong selama dirawat


dirumah sakit
ANALISA DATA
NO
1.

DATA
Data subjektif :
- Ibu klien mengatakan anaknya

ETIOLOGI
Virus dengue

MASALAH
Hipertermi

demam sejak 4 hari yang

Virus masuk ke dalam tubuh

lalu.
- Ibu klien mengatakan demam

Menyerang sel fagosit

anaknya naik turun.


- Ibu klien mengatakan suhu

Proses infeksi virus

tubuh anaknya naik pada


malam hari.

Merangsang hipotalamus

- Ibu klien mengatakan anaknya


sering

berkeringat

saat

Mengeluarkan histamine

panas anaknya tinggi.


Hipertermi
Data objektif :
- Tubuh klien terasa panas.
- Klien nampak lemah.
- Klien nampak pucat.
- Suhu : 38 C
- Klien Nampak berkeringat

NO
2.

DATA
Data subjektif:

Ibu

klien

ETIOLOGI
Mual / muntah

Ibu

klien

kebutuhan

mengatakan

anaknya malas makan.

Anoreksia

mengatakan

sebelum di bawa RS klien


muntah-muntah
Data objektif:

Klien tampak lemah

Klien nampak pucat

MASALAH
Nutrisi kurang dari

Nutrisi kurang dari


kebutuhan

Porsi

makan

tidak

dihabiskan
3.

Data subjektif:

Ibu

klien

mengatakan

Kurangnya pengetahuan

Gangguan personal

tentang personal hygine

hygiene

anaknya belum pernah mandi

Ibu

klien

mengatakan

Kurang informasi

kuku anaknya belum pernah


Takut melakukan tindakan

di potong.
Data objektif:
Klien nampak berkeringat.

Kurangnya personal hygine

Klien nampak kotor.


- Kuku klien nampak kotor
dan panjang.

NO
4.

DATA
Data subjektif
Ibu

klien

dirinya

ETIOLOGI
Perubahan status kesehatan
mengatakan

cemas

anak

dengan

kondisi anaknya.
Ibu

klien

sering

menanyakan

apakah

anaknya

segera

akan

Ansietas orang tua

sembuh.
Ibu

Koping keluarga tidak fektif

klien

sering

menananyakan

keadaan

MASALAH
Ansietas orang tua

anaknya
Ibu klien mengatakan baru
kali ini anaknya masuk RS
Data Objektif
Ibu klien nampak gelisah
Ibu klien selalu berada
didekat anaknya

DIAGNOSA KEPERAWATAN
No
1.

Diagnosa
Hipertermi berhubungan dengan adanya proses infeksi virus.

2.

Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan penurunan intake.

Gangguan personal higyene berhubungan dengan ketidaktahuan orang tua merawat


anaknya.

4.

Ansietas berhubungan dengan koping keluarga tidak efektif

RENCANA KEPERAWATAN
No.
1
1.

RENCANA KEPERAWATAN

Diagnosa Keperawatan
Tujuan
2
3
berhubungan Hipertermi teratasi dengan

Hipertermi

Intervensi
4
1. observasi
perubahan 1.

dengan adanya proses infeksi kriteria :


Tubuh

virus.
Data subjektif :
Ibu

klien

mengatakan

lalu.
klien

mengatakan

turun

Suhu:36-37o c

KU klien dan membantu

tekanan

dalam mengambil tindakan


selanjutnya.

2. anjurkan

kompres 2.

hangat pada dahi, axilla

tidak

Membantu menurunkan
suhu tubuh.

serta paha.
3.

Anjurkan

untuk 3.

menggunakan

Membantu

terjadinya

penguapan.

pakaian tipis.
4. Penatalaksanaan dalam 4.

demam

pemberian

anaknya naik turun.

sudah

nadi,

darah.

Klien tidak pucat


Klien

tubuh,

pernapasan,

sudah

lemah

demam anaknya naik

klien

tidak panas.

demam sejak 4 hari yang


Ibu

suhu

Rasional
5
Membantu mengetahui

Ibu

klien

mengatakan suhu tubuh


anaknya naik pada malam

antipiretik

Paracetamol 3 x 1 sdm.
5. Penatalaksanaan
pemberian

Pemberian
membantu

antiperetik
menurunkan

suhu tubuh

dalam

antibiotic 5.

antibiotic

membantu

hari.

Cefotaxim

Ibu
mengatakan

250

mematikan kuman.

mg/iv.

klien
anaknya

sering berkeringat saat


panas anaknya tinggi.
Data objektif :
Tubuh klien terasa panas.
Klien nampak lemah.
Klien nampak pucat.
Suhu : 38 C
Klien Nampak berkeringat
2.

Nutrisi kurang dari kebutuhan Terpenuhinya


tubuh

berhubungan

kebutuhan 1. anjurkan untuk makan 1. Membantu

dengan nutrisi dengan kriteria:

penurunan intake oral.

Klien sudah mau makan

Data subjektif:

Nafsu makan baik

Ibu

klien

mengatakan Klien sudah tidak pucat.


anaknya malas makan.
Porsi makan dihabiskan

sedikit tapi sering

memenuhi

perubahan nutrisi.

2. Berikan makanan yang 2. Membantu


mudah

ditelan

seperti

dalam

pencernaan makanan.

bubur / roti
3. Berikan makanan porsi 3. Untuk mengurangi perasaan
sedikit tapi sering berupa
kudapan

tegang.

Ibu

klien

4. ciptakan suasana makan 4. Dapat

mengatakan

yang menyenangkan

sebelum di bawa RS klien

menambah

makan klien.

muntah-muntah

3.

Gangguan

personal

higyene Klien menunjukkan personal 1. observasi

berhubungan

dengan higyene

ketidaktahuan
merawat

orang

anaknya

terpenuhi

dengan

kebersihan 1.

keadaan umum klien.

pengambilan

tua kriteria:

sesuai

dengan Kriteria bersih

tanda.

Kuku bersih
mengatakan

belum

2. Mandikan klien 2 x sehari.

2.

3. Ganti pakaian klien.

dengan

kondisi

Agar tubuh klien tampak

4. HE kepada keluarga klien


tentang

Ibu klien mengatakan kuku


anaknya belum pernah di

penyakit.
3.

pernah

mandi

potong.

tindakan

bersih dan terhindar dari

klien

anaknya

untuk

klien.

Data subjektif:
Ibu

Memudahkan

Agar

terhindar

dari

penyakit kulit.
4.

Agar

keluarga

mengerti tentang

klien

nafsu

Data objektif:

5. kebersihan diri.

5. pentingnya kebersihan diri.


6. Agar klien terhindar dari

Klien nampak
6. Potong kuku klien.

berkeringat.

infeksi.

Klien nampak
kotor.

Kuku

klien

nampak kotor dan panjang.

4.

Ansietas berhubungan dengan

1. observasi

koping keluarga tak efektif.

kecemasan orang tua teratasi

Data subjektif

dengan Kriteria:

dengan

kondisi Ibu klien tidak bertanya

anaknya.

lagi

tentang

kondisi

anaknya.
Ibu klien sering menanyakan Ibu klien dapat menerima
apakah anaknya akan segera

kondisi anaknya

kecemasan orang tua kl


keluarga

klien

untuk

4. Jelaskan prosedur yang


akan dilakukan.

dapat

menurunkan

pengetahuan.
3.

3. Jelaskan tentang proses


penyakit dan obat-obatan.

tingkat

kecemasan dan menambah

menanyakan hal-hal yang


tidak diketahui.

Mengetahui

kecemasan orang tua.

2. Berikan kesempatan pada 2.

Ibu klien mengatakan dirinya Ibu klien terlihat rileks


cemas

tingkat 1.

Menambah

pengetahuan

klien dan keluarganya.


4.

Mengajak

klien

keluarganya kooperatif

dan

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
No Jam
1
10.00

IMPLEMENTASI
1. menganjurkan untuk makan sedikit tapi sering.
Dengan hasil : klien diberikan bubur oleh ibunya

10.00

1. Memberikan makanan yang mudah di telan.


Dengan hasil : klien diberikan
bubur oleh ibunya

10.05

2. memberikan makanan dengan porsi sedikit tapi sering.


Dengan hasil: klien diberikan makanan dengan porsi kecil
3. Menciptakan suasana makan yang menyenangnkan,

10.20

11.00

Dengan hasil : klien diajak bermain sambil makan

1.

mengobservasi kebersihan dan keadaan umum klien

Dengan hasil : klien nampak kotor dengan kuku panjang dan kotor.
2.
11.10

Dengan hasi : klien tidak dimandikan


3.

11.20

memotong kuku klien.

Dengan hasil : Kuku klien di potong.


5.

11.40

mengganti pakaian klien.

Dengan hasil : Pakaian klien digantikan oleh ibunya.


4.

11.30

memandikan klien 2x sehari

memberikan Healt education kepada keluarga klien tentang

pentingnya kebersihan diri.


Dengan hasil : Ibu klien dan keluarganya mengerti akan
pentingnya kebersihan diri.

3.

11.50 1.

mengobservasi tingkat kecemasan orang tua.

hasil : ibu klien merasa cemas dengan keadaan anaknya.


12.00

2. memberikan kesempatan pada keluarga klien untuk menanyakan


hal-hal yang tidak diketahui.
Dengan hasil : keluarga klien bertanya tentang penyakit yang

diderita klien
12.10

3. menjelaskan tentang penyakit yang diderita klien.


Dengan hasil : keluarga klien mengerti akan kondisi penyakit
yang diderita klien.

12.20

4. menjelaskan prosedur yang akan di lakukan kepada klien


Dengan hasil : keluarga klien mengerti akan tindakan yang akan
dilakukan kepada klien.

E VALUAS I
No
1.

Jam
12:30

E VALU AS I
S : ibu Klien mengatakan suhu tubuh anaknya naik turun.
O:
- Tubuh klien terasa panas
- Suhu:38o c
- klien Nampak lemah
A:

Masalah belum teratasi

P:

Lanjutkan intervensi
1. observasi perubahan suhu tubuh, nadi, pernapasan, tekanan
darah.
2. anjurkan kompres hangat pada dahi, axilla serta paha.
3. Anjurkan untuk menggunakan pakaian tipis.
4. Penatalaksanaan dalam pemberian antipiretik.
5. Penatalaksanaan dalam pemberian antibiotic.

No Jam
2. 12:45

E VALU AS I
S: ibu klien mengatakan anaknya sudah mau makan
O:
Klien masih nampak lemah

Klien tidak menghabiskan makanannya.

Klien hanya makan sedikit.

A: Masalah Belum teratasi


P: Lanjutkan intervensi
1. anjurkan untuk makan sedikit tapi sering
2. Berikan makanan yang mudah ditelan seperti bubur / roti
3. Berikan makanan porsi sedikit tapi sering berupa kudapan
4. ciptakan suasana makan yang menyenangkan
3.

12:55

S:
- ibu klien mengatakan anaknya belum pernah mandi.
O:
- klien masih nampak kotor
- klien masih sering berkeringat
-kuku klien sudah nampak bersih
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervesi
1. observasi kebersihan keadaan umum klien.
2. Mandikan klien 2 x sehari.
3. Ganti pakaian klien.

4.

13:00

4. HE kepada keluarga klien tentang kebersihan diri.


S: ibu klien mengatakan ia masih cemas dengan kondisi anaknya
O:
- ibu klien nampak gelisah
- ibu klien selalu berada didekat anaknya
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi