Anda di halaman 1dari 36

MAKALAH

ASUHAN KEBIDANAN NEONATUS, BAYI, BALITA
DAN ANAK PRA SEKOLAH

Disusun Oleh :
KELOMPOK 2
Ananda Rizqia

NIM:022015003

Nisfi Mawaddah NIM:022015027

Dinalia Bety

NIM:022015008

Sari Ningsih

Eva Farida F

NIM:022015011

Silvia Gustiawati NIM:022015039

Laras Gusniawati

NIM:022015021

Tika Puspitasari NIM:022015045

Nenden Nuraeni

NIM:022015025

Widya Cahya M NIM:022015049

NIM:022015034

29 NOVEMBER 2016
DOSEN TUTOR
Nurlatifah, S.ST
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ‘AISYIYAH BANDUNG
PRODI D-III KEBIDANAN
2016

KATA PENGANTAR

Pertama-tama penyusun memanjatkan segala puji dan syukur bagi Allah
SWT, atas limpahan rahmat serta hidayah-nya. Shalawat dan salam semoga
senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, para
sahabat yang setia mendampinginya, serta semua umatnya hingga akhir zaman.
Berkat karunia dan hidayah Allah SWT, penyusun akhirnya dapat
menyelesaikan penyusunan Laporan. Laporan ini secara keseluruhan berisi
pembahasan tentang laporan kasus 2 asuhan kebidanan padaneonatus, bayi, balita
dan anak pra sekolah. Dalam kesempatan ini penyusun mengucapkan banyak
terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, petunjuk,
dukungan dan saran yang sangat membantu kelancaran penyusunan Laporan.
Ucapan terima kasih penyusun ucapkan kepada :
1. Ibu Nurlatifah, S.ST
2. Rekan-rekan prodi D3 Kebidanan tingkat 2 yang telah membantu dalam
menyelesaikan laporan ini.
Penyusun mengharapkan saran serta kritik yang membangun dari para
pembaca. Mudah-mudahan laporan yang kami susun dapat bermanfaat bagi
penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.

Bandung, 29 November 2016

Penyusun

1

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang..............................................................................................1
B. Tujuan Umum...............................................................................................1
C. Tujuan khusus...............................................................................................1
E. Skenario Kasus..............................................................................................2
F.

Langkah Kerja...............................................................................................3

BAB II PEMBAHASAN
A. Kebutuhan Bayi Baru lahir...........................................................................6
B. Asi Eksklusif...............................................................................................11
C. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Bayi...............................................13
D. Bounding Attachment.................................................................................20
E. Tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir....................................................23
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.................................................................................................25
B. Saran............................................................................................................25
FORMAT PENGKAJIAN BAYI BARU LAHIR.................................................27
DAFTAR PUSTAKA

2

Untuk mengetahui ASI ekslusif. Untuk mengetahui kebutuhan bayi baru lahir. kurangnya perawatan bayi baru lahir. 4. Masalah ini timbul sebagai akibat buruknya kesehatan ibu. Untuk mampu mewujudkan koordinasi dan standar pelayanan yang berkualitas maka petugas kesehatan dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk dapat melaksanakan pelayanan essensial neonatal. 3. Kalau ibu meninggal pada waktu melahirkan. Masalah pada neonatus biasanya timbul sebagai akibat yang spesifik terjadi pada masa perinatal. Kehidupan pada masa neonatus ini sangat rawan oleh karena memerlukan penyesuaian fisiologik agar bayi di luar kandungan dapat hidup sebaik-baiknya. Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan pada bayi setiap bulan. Diperkirakan 2/3 kematian bayi di bawah umur satu tahun terjadi pada masa neonatus. B.BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan Umum Untuk mengetahui kebutuhan bayi baru lahir. Latar Belakang Bayi baru lahir atau neonatus meliputi umur 0 – 28 hari. Peralihan dari kehidupan intrauterin ke ekstrauterin memerlukan berbagai perubahan biokimia dan faali. 1 . C. 5. Tujuan khusus 1. manajemen persalinan yang tidak tepat dan tidak bersih. Tidak hanya merupakan penyebab kematian tetapi juga kecacatan. Untuk mengetahui bounding attachment. 2. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka kesakitan dan angka kematian neonatus. perawatan kehamilan yang kurang memadai. si bayi akan mempunyai kesempatan hidup yang kecil. Untuk mengetahui tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir.

sclera putih. BAB DAN BAK normal. tidak ada suara wheezing. bayi sangat aktif. Hasil pemeriksaan bidan tanggal 24 November 2016 jam 09. : frekuensi nafas normal. : simetris ka/ki +/+ letak sejajar dengan telinga. 6. tidak ada pecah pada bibir dan mulut. Leher 14. Skenario Kasus 7. TTV : denyut jantung: 130x/menit. conjungtiva merah. tidak ada pengeluaran nanah. Dada 15. Tempat pelaksanaan kelas tutorial kelompok 2 adalah di tempat Ruang Perawatan Anak lantai 3 STIKes ‘Aisyiyah Bandung dari pukul 08.50 sampai 12. Telinga 13. keadaan umum baik. E. : simetris ka/ki. panjang badan : 52cm. stridor dan ronchi. 3. Hasil pemeriksaan fisik : 1. menangis kuat. Hidung : lubang hidung normal.00 WIB. bentuk mata normal. berat badan : 3900 gram. 11. Mata 10. istirahat bayi cukup. Kepala 2. : tidak ada kelainan. Seorang ibu datang untuk memeriksa bayi perempuannya yang lahir 6 hari yang lalu di bpm tersebut dari pemeriksaan anamnesa ibu mengatakan bahwa bayinya sering dan banyak menyusui jarak menyusui 2-3 jam dengan frekuensi 8-12x dalam sehari. tidak ada cairan yang keluar. reflex rooting dan sucking (+). respirasi: 44x/menit. Mulut 12.2 D.00 WIB . suhu: 36. 7. Periode dan Tempat 6. 4.7ºC. kebersihan baik. 9. gerakan dada . 8. 5. : palatum normal. : pembesaran kelenjar tiroid dan KGB (-) tonik neck reflex (+).

Kulit 24. Bayi melihat disekeliling mengikuti suara dan gerakan kedua orang tuanya sambil mengangkat tangan dan kakinya sebelum pulang. BAK (+) BAB (+) 21. bising usus (+). 23.kuat. refleks stapping (+). 8. : Merah muda. jumlah jari ka/ki lengkap 5/5. Langkah Kerja 1. 25. Genetalia perempuan 19. tonus otot baik. Abdomen 16. F. 10. Punggung 17. 12. Ekstremitas 22. tidak ada tanda lahir. tonus otot baik. : labia mayora telah menutupi labia minora 20. Refleks Babinski d. : Tangan : pergerakan aktif. : distensi abdomen/kembung (+). kuat. Step I a. 9. : tidak ada tonjolan dan celah pada punggung. bersih dan tidak ada kelainan. Tonik neck reflex . tali pusat sudah lepas. KGB b. 11.3 simetreis. reflex menggenggam (+). retraksi intercostal (-). Bidan memberikan penyuluhan mengenai perawatan bayi pada ibu. Kaki: pergerakan baik. jari ka/ki lengkap 5/5 refleks Babinski (+). Refleks Stapping c. 18. refleks moro (+).

5. makanan pendamping ASI 28. tidak mau menyusui. warna kulit kuning. bak 5x sehari 30. mengganti kassa tali pusat 31. 1 minggu sudah melihat dengan jelas . 35.4 26. 2. Apa dan bagaimana asi ekslusif ? c. ASI eksklusif adalah air susu ibu yang diberikan pada bayi selama 6 bulan dan tidak didampingi dengan susu formula 32. Tanda bahaya bayi baru lahir adalah sesak nafas. 33. NUTRISI 39. Manfaat sebagai antibody. Step III a. sebagai ikatan ibu dan bayi c. pendengaran sudah baik d. 37. sebagai nutrisi bagi bayi. Nutrisi : ASI eksklusif. DAN NYAMAN KEBUTUHAN BBL . Rasa aman dan nyaman : Dekat dengan ibu b. gerakan kurang aktif. 2. mencegh kanker payudara. Step IV KEBERSIHAN RASA AMAN 40. 34. Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan pada bayi setiap bulan ? d. Kebesihan : Mandi 2x sehari. 1. Bounding attachment yaitu ikatan batin antara ibu dan bayi e. sebagai diet alami. Apa dan bagaimana bounding attachment ? e. 4. Istirahat : 12-18 jam/hari 29. nafas yang stridor. 36. Apa saja kebutuhan bayi baru lahir ? b. Step II a. ISTIRAHAT ELIMINASI 4. 38. 27. 3. Eliminasi : bab 1-2x sehari . Apa saja tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir ? 3.

MANFAAT JARAK JUMLAH KEUNTUNGAN KERUGIAN CARA MENYIMPAN 51. Mengetahui tentang asi eksklusif. 42. Mengetahui bounding attachment. e. 1. 3. 3. 2. c. 2. SESAK NAFAS BAYI KUNING NAFAS STRIDOR GERAKAN KURANG AKTIF 5. Self Study 54. 52. TIDAK MAU MENYUSUI . 4. 56. 1. Mengetahui pertumbuhan dan perkembangan pada bayi. Step VI 53. Mengetahui tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir. d. Step V a. 4. b.5 41. PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN ASI BOUNDING TANDA BAHAYA ATTACHAMENT EKSKLUSIF 46. 5. 5. 50. Mengetahui kebutuhan bayi baru lahir. 49. 47. 43. 6. 48. 6. 45. KEBUTUHAN 44. 55.

Pada periode usia 0 – 6 bulan. tanpa harus diberikan makanan ataupun minuman lainnya. Usia 3 – 6 bulan jumlah tidur pun semakin berkurang. Jumlah waktu tidur bayi akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia bayi. Jogjakarta cetakan IV 2015) 2. kira-kira 2-3 kali dan terus berkurang hingga 2 kali pada usia 6-12 bulan. (Marmi dan kukuh rahardjo. Sebaiknya ibu selalu menyediakan selimut dan ruangan yang hangat tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Pemberian makanan lain akan mengurangi kemampuan bayi untuk menghisap. Nutrisi Kebutuhan nutrisi pada bayi baru lahir sebenarnya tidak terlalu rumit karena bayi baru lahir hanya memerlukan ASI eksklusif untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Pemberian ASI saja cukup.57. BAB II PEMBAHASAN A. bayi normalnya sering tidur. bayi baru lahir sampai usia 3 bulan rata-rata tidur selama 16 jam sehari. Pada umumnya bayi terbangun sampai malam hari pada usia 3 bulan. terutama pada hari ke 2 – 6 setelah persalinan. Istirahat Dalam 2 minggu pertama setelah lahir. Mulai usia 2 bulan bayi mulai lebih banyak tidur malam dibanding dengan siang. Kebutuhan Bayi Baru lahir 1. Berikan ASI sesering mungkin sesuai keinginan ibu (jika payudara penuh) dan tentu saja ini lebih berarti dari menyusui sesuai kehendak bayi setiap 23 jam (paling sedikit setiap 4 jam). Menjelang 1 tahun biasanya bayi hanya perlu tidur 6 . kebutuhan gizi baik kualitan maupun kuantitas terpenuhinya dari ASI saja.

(Marmi dan kukuh rahardjo.siang satu kali saja dan total jumlah waktu tidur berkisar antara 12-14 jam. Jogjakarta cetakan IV 2015) 7 .

BAK Fungsi ginjal yang mirip dengan fungsi yang dmiliki pada orang dewasa belum terbentuk pada tahun kedua yang dimiliki oleh bayi. Dengan tambahan makanan padat tinja bayi akan menyerupai tinja orang dewasa. b. berwarna kuning pucat dan memiliki bau yang khas. maka segera bersihkan daerah bokong bayi. Biasanya sejumlah kecil urine terdapat pada kandung kemih bayi saat lahir tapi BBL mungkin tidak mengeluarkan urine selama 12-24 jam. agar tidak lecet dan mengganggu kenyamanan bayi.8 3. Walaupun demikian konsistensi tinja tetap lunak dan tidak berbentuk. Tinja dari bayi yang disusui lebih lunak berwarna kuning emas dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit bayi. namun tetap lunak. Normal bagi bayi untuk defekasi setelah diberi makan atau defekasi 1 kali setiap 3-4 hari. kemudian segera keringkan dengan handuk secara lembut. Bayi biasanya dalam 3 hari pertama BAB. tinja masih berbentuk mekonium dan normalnya bayi BAB paling tidak 1 kali sehari. Berkemih sering terjadi setelah periode ini. Feses transisi (kecil kecil berwarna coklat sampai hijau karena adanya mekonium) dikeluarkan sejak hari ketiga sampa keenam. Tinja ini cenderung mengiritasi kulit bayi. Bayi baru lahir yang diberi makan lebih awal akan lebih cepat mengeluarkan tinja dari pada mereka yang diberi makan kemudan. Jumlah tinja akan berkurang pada minggu kedua dari 5 atau 6 kali defekasi setiap hari (1 kali defekasi setiap kali diberi makan) menjadi 1 atau 2 kali sehari. Setiap kali bayi buang air besar. sebaiknya memakai air bersih hangat. karena jika daerah bokong lembab dan kotor mudah mengalami lecet sehingga nantinya bayi akan mengalami rewel. untuk membersihkan daerah bokongl. Eliminasi a. Berkemih 6-10 kali dengan . BAB Jumlah feses pada bayi baru lahir cukup bervariasi selama minggu pertama dan jumlah paling banyak adalah antara hari ketuga dan keenam. Tinja dari bayi yang disusui ibunya berbeda dengan tinja yang diberi susu botol. Tinja dari bayi yang minum susu botol berbentuk. Bayi mulai memiliki pola defekasi pada minggu kedua kehidupannya.

maka segera bersihkan daerah bokong bayi. Polio 4 Campak Table 2. agar tidak lecet dan mengganggu kenyamanan bayi. Setiap kali bayi buang air kecil. mencegah kematian anak. mencegah anak cacat.1 Jadwal Imunisasi Ada juga beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Umumnya bayi cukup bulan mengeluarkan urine 15-16 ml/kg per hari. Imunisasi dasar adalah pemberian imunisasi awal pada bayi yang baru lahir sampai usia 1 tahun untuk mencapai kadar kekebalan di atas ambang perlindungan (Depkes RI. Imunisasi Imunisasi adalah salah satu cara pencegahan penyakit serius yang paling efektif untuk bayi dari segi biaya.akan tetapi kalau hanya buang air kecil tidak perlu memakai sabn cukup dengan menggunakan kapas deisnfeksi tingkat tinggi (DTT) yaitu kapas yang dicelupkan ke dalam air DTT (air direbus hingga medidih setelah itu hitung sampai 20 menit) karena jika daerah bokong lembab dan kotor mudah mengalami lecet sehingga nantinya bayi akan rewel. 4. Adapun jadwal Imunisasi pada bayi baru lahir. hangat dan kering. diantaranya : Umur 0-7 hari 1 bulan 2 bulan 3 bulan 4 bulan 9 bulan Jenis Imunisasi HB 0 BCG. Polio 2 DPT/HB 2. Untuk menjaga bayi tetap bersih. 2005). Polio 3 DPT/HB 3. diantaranya : Imunisasi Hepatitis B Penyakit yang Bisa Dicegah Mencegah hepatitis B (kerusakan hati) . kemudian keringkan dengan handuk secara lembut.9 warna urine pucat menunjukkan masukan cairanyang cukup atau berkemih > 8 kali pertanda asi cukup. maka setelah BAK harus diganti popoknya. Tujuan imunisasi adalah imunisasi melindungi anak dari penyakit. Polio 1 DPT/HB 1.

b. Mencegah polio (lumpuh layuh DPT (Difteri. Pertusis/batuk rejan (batuk 100 Campak hari) c. Ruangan unruk memandikan bayi harus hangat dan tidak ada tiupan angina. lalu basahi kepala .10 BCG Mencegah TB/Tuberkulosis (sakit Polio paru-paru). radang otak dan kebutaan) Table 2. harus di ruangan yang hangat. tunda memandikan bayi sampai suhu tubuhnya stabil dalam waktu 1 jam. Menjaga Kebersihan Kulit Bayi Bayi sebaiknya sedikitnya 6 jam setelah lahir. prinsip memandikan bayi adalah sepat dan hati-hati. Tetanus Mencegah campak (radang paru. Madikan bayi secara cepat dengan air bersih dan hangat. tidak usah memakai sabun. lembut. Difteri (lpenyumbatan jalan nafas). Tunda juga untuk memandikan bayi jika mengalami gangguan pernapasan. Memandikan harian pada bayi dilakukan. lap muka bayi dengan waslap lembut. pada saat memandikan usahakan membasahi bagian-bagian tubuh tidak langsung sekaligus : a. Sebelum dimandikan periksa bahwa suhu tubuh bayi stabil (suhu aksila antara 36. Bagian kepala. tutupi bagian kepala. Pertusis. kemudian lap dengan handuk.5°C). kemudian berikan kepada ibunya untuk disusui dengan ASI (JNPK-KR. bebas dari hembusan angina langsung dan tergantung kondisi udara jangan memandikan bayi langsung saat bayi baru bangun tidur. tempatkan bersama dengan ibunya (skin to skin). Setelah bayi dimandikan. 2007). Mencegah : a. segera keringkan dan selimuti kembali bayi. Tetanus) pada tungkai kaki dan lengan).5°C-37. jika suhu tubuh bayi masih di bawah batas normal maka selimuti tubuh bayi dengan longgar.2 Penyakit yang dapat dicegah dengan dilakukan Imunisasi 5. karena sebelum adanya aktivitas bayi masih kedinginan.

Ai Yeyeh & Yulianti. 6. Asi Eksklusif 1. b. pakaikan minyak telon pada dada. Jangan menggunakan alat penghangat buatan di tempat tidur bayi. karena bayi bisa tersedak. dipenuhi segala kebutuhannya. Angkat tubuh bayi lalu keringkan dengan handuk. kalau bayi BAB. Hindari pemberian apapun kemulut bayi selain ASI. kaki dengan cepat. Pengertian Asi Eksklusif . (Rukiyah. Lia. B. Kebutuhan Rasa Aman Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan dasar psikologis seperti perlindungan dari bahaya. kemudian angkat tubuh bayi dan celupkan ke bak mandi yang telah diisi air dengan hangat ±37°C. c. bersihkan terlebih dahulu. dada. Kebutuhan ini menjadi langkah yang harus dipenuhi untuk mencapai kebutuhan-kebutuhan lainnya. kemudian bayi di bungkus agar hangat dan dekapkan ke tubuh ibu . perut. Menjaga Keamanan Bayi Jangan sesekali meninggalkan bayi tanpa ada yang menunggu.11 dengan air kemudian pakaikan sampo kalau rambut kotor. Karena bayi bisa tersedak. buka pembungkus bayi. 2013) Kebutuhan rasa aman berarti bayi merasa diterima oleh orangtuanya. selalu diperhatikan dan didukung dengan adanya hubungan yang baik di lingkungan keluarga. Jangan sesekali meninggalkan bayi tanpa ada yang menunggu dan hindari pemberian apapun kemulut bayi selain ASI. perut dan punggung jangan pakaikan bedak. punggung. 7. lalu pakikan baju. kemudian di bilas lalu keringkan dengan handuk. Bagian tubuh. Bayi lebih sensitif dengan keadaan luar yang mengganggunya seperti suara yang terlalu kerasa atau cahaya yang terlalu menyilaukan. pakaian dan popok. kemudian lap tubuh bayi dengan cepat dan lembut memakai waslap yang telah diberi air dan sabun mulai dari leher.

2004). sehingga perasaan yang lebih kuat dari dengan bayinya. 4) ASI dapat menigkatkan kekebalan tubuh bayi yang baru lahir. Para peneliti telah . b. karena mengandung zat kekebalan tubuh yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi dan alergi. 3) Memenuhi semua kebutuhan air. ASI dapat diberikan sampai bayi berusia 2 tahun (Kristiyansari. lemak. vitamin dan nutrisi lain untuk bayi dalam enam bulan pertama. protein. studi menunjukkan bahwa anak yang menkonsumsi ASI ekslusif di bawah 6 bulan tidak membutuhkan cairan tambahan. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan berat badan bayi dan kecerdasan otak bayi. ASI mengandung 88% air. 2009). Bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap ASI eksklusif ini (Depkes RI. Manfaat ASI untuk bayi : 1) Mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi menjadi baik. Bayi yang mendapatkan ASI akan memiliki tumbuh kembang yang baik dari pada anak-anak yang tidak diberi ASI. ASI berguna selama diare untuk mengurangi tingkat keparahan dan lamanya diare dan resiko kekurangan gizi. 2. ASI adalah satu-satunya sumber yang aman dan dapat diandalkan makanan untuk bayi bahkan sewaktu bayi sakit. 2) Ibu dapat semakin intim selama menyusui dengan bayinya. karena ASI merupakan sumber makanan yang higienis dengan komposisi yang sempurna dari energi. Manfaat ASI untuk Ibu : 1) Wanita yang menyusui ASI selama dua tahun atau lebih akan mengurangi kemungkinan mereka terkena kanker payudara sebesar 24%. Manfaat Pemberian ASI Asi tidak hanya memberikan manfaat untuk bayi saja. ASI Eksklusif (menurut WHO) adalah pemberian ASI saja pada bayi sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. bahkan di negaranegara dengan suhu yang sangat tinggi dan kelembaban rendah. melainkan untuk ibu juga.12 ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. Berikut beberapa manfaat ASI untuk bayi dan ibu adalah sebagai berikut : a. 2) Mempercepat pemulihan anak yang sakit.

jangan menyimpan ASI ini dibagian pintu freezer karena bagian ini mengalami perubahan dan variasi suhu udara terbesar. Bayi sehat akan mengkonsumsi 700-800 mL ASI per hari. d. 4. maka sebaiknya ASI tersebut jangan disimpan lebih dari 3 x 24 jam. Namun. Dapat juga membuat ruangan terpisah dengan cara menempatkan botol ASI dalam wadah plastic yang tentunya dibersihkan terlebih dahulu dengan baik. ASI ditempatkan dalam ruangan terpisah dari bahan makanan yang lain yang ada di lemari es tersebut. 5. Segera simpan ASI di lemari es setelah diperas. Cara Menyimpan ASI Yang Baik Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyimpanan ASI adalah sebagai berikut : a. 3. Anjuran Pemberian ASI eksklusif Untuk Bayi Baru Lahir Pada hari-hari pertama setelah kelahiran bayi. Jarak Pemberian ASI Biasa nya bayi menyusu pada satu payudara hingga puas atau bayi melepas sendiri puting susu ibu sekitar 15-20 menit. ASI ini bisa bertahan sampai 8 hari dalam lemari es. ASI hasil pompa dapat disimpan dalam freezer biasa sampai 3 bulan. c. memegang anak ke dadanya menyediakan sebagian besar ibu dengan pengalaman psikologis lebih kuat dari pada membawa janin dalam rahimnya. Perasaan ini menetapkan dasar kesehatan dan psikologis selama bertahun-tahun yang akan dating. wanita akan membakar banyak kalori selama menyusui karena tubuh mereka memproduksi susu. Syaratnya. 3) Menyusui ASI membantu wanita menurunkan berat badan setelah melahirkan. Produksi ASI akan optimal setelah hari ke 10-14. Jika . b. Apabila bayi menyusu sesuai keinginannya dan tidak diberikan cairan lain maka akan dihasilkan secara bertahap 10-100 mL ASI per hari.13 menunjukkan bahwa ikatan ibu menyusui dan anak lebih kuat dari pada hubungan dengan manusia lain. Bayi minum ASI tiap 2-3 jam atau dalam 24 jam minimal mendapatkan ASI 8 kali pada 2-3 minggu pertama. Jika lemari es tidak memiliki ruangan terpisah untuk menyimpan botol ASI hasil pompa.

14 kebetulan memiliki freezer penyimpanan daging yang terpisah atau deep freezer yang umumnya memiliki suhu lebih rendah dari freezer biasa. umur tulang. 2) Tinggi badan Pada usia 0 – 6 bulan bayi akan mengalami penambahan tinggi badan sekitar 2. ukuran. ukuran panjang (cm. atau dimensi tingkat sel. lingkat kepala. Pon. 2013) Pertumbuhan pada anak di lihat dari pertumbuhan berat badan. gigi. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Bayi 1. maupun individu yang bisa diukur dengan ukuran berat (Gram. Kilogram).43 cm.5 cm setiap bulannya. yaitu dari 35 . Untuk usia 0-6 bulan berat badan akan mengalami penambhan setiap minggu sekitar 140 – 200 gram dan berat badannya akan menjadi 2 kali berat badan lahir pada akhir bulan ke-6. pada usia-usia . Pertumbuhan pada bayi a. dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh). maka ASI hasil pompa dapat disimpan sampai dengan 6 bulan di dalamnya. tinggi badan. Pada akhir tahun pertama akan meningkat kira – kira 50% dari tinggi badan waktu lahir. jumlah. Pada usia 6 – 12 bulan mengalami penambhan tinggi badan sekitar 1. Sedangkan pada usia 6 – 12 bulan terjadi penambahan setiap minggu sekitar 25 – 40 gram dan pada akhir bulan ke-12 akan terjadi penambahan tiga kali lipat berat badan lahir. meter). 3) Lingkar kepala Pertumbuahan pada lingkar kepala ini terjadi dengan sangat cepat sekitar 6 bulan pertama. yaitu usia 0-6 bulan dan usia 6-12 bulan. (Adrina dian. organ penengaran. Pertumbuhan anak 0-12 bulan Pertumbuhan adalah perubahan dalam besar. organ penglihatan. organ. C.5 cm setiap bulannya. Berikut diantanya pemaparan tentang pertumbuhan pada bayi usia 0-1 tahun : 1) Berat badan Pada masa pertumbuhan berat badan bayi di bagi menjadi dua. dan organ seksual.

memliki kemampuan fiksasi pada objek yang bergerak dalam rentang 45 derajat. melihat tangan saat duduk atau berbaring. dan mampu mengakomodasi objek. Dapat di mulai pada saat lahir. Pada usia 2 – 3 bulan memliki penglihatan perifer hingga 180 derajat. (5) Molar kedua anak perempuan pada usia 24 – 30 bulan.2 cm. (3) Gigi taring (kaninus) pada usia 17 – 23 bulan. Pada usia 1 tahu hanya mengalami pertumbuhan kurang lebih 46.dan bila tidak bergerak sejauh 20 – 25 cm. Pada usia 4 . (b) Pertumbuhan gigi bagian rahang bawah (1) Gigi insisi sentral pada usia 6 – 10 bulan. yaitu adanya kemampuan melihat untuk mengikuti gerakan dalam rentang 90 derajat. yaitu bagian rahang atas dan bagian bawah. (2) Gigi insisi lateral pada usia 10 – 16 bulan. Pertumbuhan gigi terjadi di 2 bagian. Usia 5 – 7 bulan dapat . dan kelenjar air mata sudah mulai berfungsi. (4) Molar pertama pada usia 14 – 18 bulan.15 selanjutnya pertumbuhan lingkar kepala mengalami perlambatan. dapat mengenali botol susu. (5) Molar pertama anak perempuan pada usia 14 – 18 bulan. sedangkan anak laki-laki pada usia 29 – 31 bulan. (a) Pertumbuhan gigi bagian rahang atas (1) Gigi insisi sentral pada usia 8 – 12 bulan. (4) Molar pertama anak laki-laki pada usia 13 – 19 bulan. 4) Gigi Pertumbuhan gigi pada masa tumbuh kembang banyak mengalami perubahan mulai.5 cm. adanya refleks pupil dan kornea. melihat bayangan di cermin.5 bulan kemampuan bayi untuk mengfiksasi sudah mulai pada hambatan 1. sedangkan molar kedua pada usia 25 – 33 bulan. 5) Organ penglihatan Perkembangan organ penglihatan. pada usia 1 bulan bayi memliki perkembangan. dapat melihat orang secara terusmenerus. dari pertumbuhan hingga penanggalan. Sudah terjadi perkembangan ketajaman penglihatan antara 20/100. (3) Gigi taring (kaninus) pada usia 16 – 22 bulan. (2) Gigi insisi lateral pada usia 9 – 13 bulan.

Pada usia 7 – 11 bulan mampu memfiksasi. perkembangan bahasa. memegang benda tapi terlepas. Pada usia 6 – 8 bulan mampu merespon pada nama sendiri pada usia 10 – 12 bulan mampu mengenal beberapa kata dan artinya. Pada usia 2 – 3 bulan mampu memalingkan kepala ke samping bila bunyi di buat setinggi telinga. serta mengembangkan koordinasi mata dan tangan. Perkembangan motorik halus Perkembangan motorik halus pada tiap tahap perkembangan anak adalah sebagai berikut : 1) Masa Bayi a) Usia 1-4 bulan Perkembangan motorik halus pada usia ini adalah dapat melakukan hal-hal seperti memegang suatu objek. memerhatikan kedua tangan dan kaki. mengikuti objek dari sisi ke sisi. Setelah lahir. bayi sudah dapat merespon terhadap bunyi yang keras dengan refleks. perkembangan motorik kasar. dapat mengikuti objek yang dapat bergerak. menyukai rangsangan visual komplek. 6) Organ pendengaran Perkembangan pada pendengaran dapat di mulai pada saat lahir. 2. serta menahan benda ditangan walaupun hanya sebentar. Perkembangan pada bayi Perkembangan pada anak mencakup perkembangan motorik halus. Pada usia 11 – 12 bulan ketajaman penglihatan mendekati 20/20. memegang benda dengan kedua tangan. dan perkembangan prilaku/adaptasi sosial. b) Usia 4-8 bulan . mencoba memegang dan memasukan benda kedalam mulut.16 menyesuaikan postur untuk melihat objek. Pada usia 3 – 4 bulan anak memiliki kemampuan dalam melokalisasi bunyi dengan memalingkan kepala ke arah bunyi pada usia 4 – 6 bulan kemampuan melokalisasi bunyi semakin kuat dan mulai mampu membuat bunyi tiruan. a. mampu mengembangkan warna kesukaan kuning dan merah.

mengambil objek dengan tangan terungkup. mengambil. 3) Usia 4-8 bulan Perkembangan motorik kasar awal bulan ini dapat dilihat pada perubahan dalam aktivitas seperti telungkup pada alas dan sudah mulai mengangkat kepala dengan melakukan gerakan menekan kedua tangan nya. posisi lengan dan tungkai kurang fleksi. kontrol kepala sempurna dengan mengangkat kepala sambil berbaring terlentang.17 Perkembangan motorik halus pada usia ini adalah sudah mulai mengamat benda. Perkembangan Motorik Kasar Perkembangan motorik kasar pada tiap tahap perkembangan anak adalah sebagai berikut : 1) Masa Neonatus (0-28 hari) Perkembangan motorik kasar yang dapat dicapai pada usia ini diawali dengan tanda gerakan seimbang pada tubuh dan mulai mengangkat kepala. memegang dengan telunjuk dan ibu jari. 2) Masa Bayi (1-4 bulan) Perkembangan motorik kasar pada usia ini dimulai dengan kemampuan mengangkat kepala saat tengkurap. mencoba duduk sebentar dengan ditopang. serta meletakkan benta atau kubus ke tempatnya. berguling dari telentang ke miring. mampu menahan benda dikedua tangan secara stimultan. serta memindahkan objekdari satu tangan ke tangan yang lain. b. Pada bulan ke empat sudah mampu memalingkan kepala . mengeksplorasi benda yang sedang dipegang. mampu duduk dengan kepala tegak jatuh terduduk dipangkuan ketika disokong pada posisi berdiri. dan berusaha untuk merangkak. c) Usia 8-12 bulan Perkembangan motorik halus pada usia ini adalah mencari atau meraih benda kecil bila diberi kubus mampu memindahkan. membenturkannya. menggunakan bahu dan tangan sebagai satu kesatuan. menggunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk memegang.

18 ke kanan dan kekiri. membalikan badan. mengoceh spontan serta bereaksi dengan mengoceh. 3) Usia 4-8 bulan Perkembangan bahasa pada usia ini adalah dapat menirukan bunyi atau kata-kata. berdiri 2 detik dan berdiri sendiri. 4) Usia 8-12 bulan Perkembangan bahasa pada usia ini adalah mampu mengucapkan kata “papa” dan “mama” yang belum spesifik. bangkit lalu berdiri. serta menggunakan kata yang terdiri atas dua suku kata dan dapat membuat bunyi vokal yang bersama seperti “ba-ba”. mengucapkan kata “oh/ah”. duduk dengan kepala tegak. 2) Masa bayi (1-4 bulan) Perkembangan bahasa pada usia ini dengan adanya kemampuan bersuara dan tersenyum. serta mampu mengucapkan satu sampai dua kata. menoleh kearah suara atau sumber bunyi. Perkembangan Bahasa Berikut ini akan disebutkan perkembangan bahasa pada tiap usia anak 1) Masa Neonatus (0-28 hari) Perekmbangan bahasa masa neonatus ini dapat ditunjukkan dengan adanya kemampuan bersuara (menangis) dan bereaksi terhadap suara dan bel. 4) Usia 8-12 bulan Perkembangan motorik kasar pada diawali dengan duduk tanpa pegangan berdiri dengan pegangan. menggunakan vokalisasi semakin banyak. menjerit. bangkit dengan kepala tegak. menumpu beban pada kaki dengan lengan berayun kedepan dan kebelakan berguling dari telentang ke tengkurap. mengoceh hingga mengatakan secara spesifik. Perkembangan Prilaku/Adaptasi Sosial Perkembangan perilaku pada tahap tumbuh kembang tiap usia adalah sebagai berikut : 1) Masa Neonatus (0-28 hari ) . tertawa. berceloteh. serta duduk dengan bantuan dalam waktu yang singkat. d. c. tertawa dan berteriak. mengucapkan huruf hidup.

sudah mulai minum dengan cangkir. Menurut Maternal dan Neonatal Health adalah kontak dini secara langsung antara ibu dan bayi setelah proses persalinan. serta memukul-mukul lengan dan kaki bila kesal. 2) Masa bayi (usia 1-4 bulan) Perkembangan pada masa adaptasi sosial pada usia ini dapat diawali dengan kemampuan mengamati tangannya. Bounding adalah ikatan dan attachment adalah sentuhan. senang menatap wajah-wajah yang dikenalnya. 3) Usia 4-8 bulan Perkembangan adaptasi sosial pada usia ini antara lain anak merasa takut dan terganggu dengan keberadaan orang asing. menangis bila terjadi sesuatu yang aneh. membentuk siklus tidur dan bangun. serta terdiam bila ada orang yang tak dikenal (asing). tersenyum spontan dan membalas senyum bila diajak tersenyum. Pengertian Bounding Attachment Secara Harfiah. penciuman. D.19 Perkembangan adaptasi sosial atau perilaku masa neonatus ini dapat ditunjukkan dengan adanya tanda-tanda tersenyum dan mulai menatap muka untuk mengenali seseorang. dimulai pada kala III sampai dengan post partum. Hal ini merupakan proses dimana sebagai hasil dari suatu interaksi terus-menerus antara bayi dan orangtua yang . 4) Usia 8-12 bulan Perkembangan adaptasi sosial pada usia ini dimulai dengan kemampuan bertepuk tangan menyatakkan keinginan. Bounding Attachment 1. pendengaran. dan kontak. Jadi Bounding Attachmment adalah sebuah peningkatan hubungan kasih sayang dengan keterikatan batin antara orangtua dan bayi. waktu tidur dalam sehari lebih sedikit dari pada waktu terjaga. Mengenal ibunya dengan penglihatan. membedakan wajah-wajah yang dikenal. menirukan kegiatan orang. Tersenyum pada wajah manusia. mudah frustasi. bermain bola atau lainnya dengan orang lain. mulai bermain dengan mainan.

Hambatan dari Bounding Attachment a. bayi sakit. b. merupakan dasar terbentuknya rasa percaya diri dikemudian hari. c. diperhatikan. berbicara dan mengeksplorasi segera setelah mengenal bayinya. menyentuh. Bayi yang merasa aman dan terlindung. Kurangnya Support system. mempercayai. Pemberian ASI eklusif : Dengan dilakukannya pemberian ASI secara eklusif segera setelah lahir. Rawat Gabung : merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan agar antara ibu dan bayi terjalin proses lekat(early infant mother bounding) akibat sentuhan badan antara ibu dan bayinya. secara langsung bayi akan mengalami kontak kulit dengan ibunya yang menjadikan ibu merasa bangga dan diperlukan. menumbuhkan sikap social. Inisiasi Dini : Setelah bayi lahir. d. Tahap-tahapp Bounding Attachment a. perasaan sayang yang mengikat individu dengan individu lain. Perkenalan (acquaintance) dengan melakukan kontak mata. 2. Cara untuk melakukan Bounding Attachment a. karena kehangatan tubuh ibu merupakan stimulasi mental yang mutlak dibutuhkan oleh bayi. Attachment . dengan segera bayi ditempatkan diatas ibu.20 bersifat saling mencintai memberikan keduanya pemenuhan emosional dan saling membutuhkan. 3. 5. b. Bayi dengan resiko (bayi premature. rasa yang dibutuhkan oleh semua manusia. Ibu dengan resiko (ibu Sakit). Dengan demikian. ibu merasakan . Dengan memberikan ASI ekslusif. Bayi dapat melakukan reflek suckling dengan segera b. Manfaat Bounding Attachment Dampak positif yang dapat diperoleh dari bounding attachment yaitu bayi merasa dicintai. Hal ini sangat mempengaruhi perkembangan psikologis bayi selanjutnya. Kehadiran Bayi yang tidak di inginkan. bayi merasa aman. 4. bayi dengan cacat fisik). Ia akan merangkak dan mencari putting susu ibunya. Bounding (keterikatan). dan berani mengadakan eksplorasi. c. c.

salah satu tugas bayi baru lahir ialah membentuk ritme personal (bioritme). e. seperti sedang berdansa mengikuti nada suara orangtuanya. Ibu akan measa bangga karena dapat menyusui dan merawat bayinya sendiri dan bila ayah bayi berkunjung akan terasa adannya suatu kesatuan keluarga. menendang-nendangkan kaki. Sewaktu orang tua berbicara dengan nada suara tinggi. f. Orang tua dapat membantu proses ini engan memberikan kasih sayang yang konsisten dan memanfaatkan waktu saat bayi mengembangkan prilaku yang responsive. mengangkat kepala. Orang tua menunggu tangisan pertama bayi mereka dengan tegang. Suara : mendengar dan merespon suara antara orang tua dan bayinya sangat penying. 6. Kontak mata : Ketika bayi baru lahir mampu secara fungsional mempertahakan kontak mata. Tangis tersebut membuat mereka melakukan tindakan menghibur. Entrainment terjadi saat anak mulai berbicara. irama ini berfungsi memberi unpan balik positif kepada orang tua dan menegakan suatu pola komunikasi efektif yang positif. dengan melakukan kontak mata mereka merasa lebih dekat dengan bayinya. Untuk itu. Mereka mengoyangkan tangan. g.21 kepuasan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ibunya. Hal ini dapat meningkatkan interaksi social dan kesempatan bayi untuk belajar. h. Aroma : Aroma setiap anak memiliki aroma yang unik dan bayi belajar dengan cepat untuk mengenali aroma susu ibunya. prang tua dan bayi akan menggunakan lebih banyak waktu untuk saling memandang. Entrainment : Bayi baru lahir bergerak-gerak sesuai dengan struktur pembicaraan orang dewasa. Bioritme : anak yang belum lahir atau baru lahir dpat dikatakan senada dengan ritme alamiyah ibunya. Suara tersebuut membuat mereka yakin bahwa bayinya dalam keadaan sehat. bayi akan menjadi tenang dan berpaling kearah mereka. d. Kondisi-kondisi yang mempengaruhi Bounding Attachment . Beberapa ibu mengatakan.

22 a. Tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir 1. b. Semakin cakap orangtua dalam merawat bayinya maka akan semakin mudah pula bounding attachment terwujud. teman. teman dan pasangan : Dukungan keluarga. Tingkat kemampuan. komunikasi. Tanda ini dapat terlihat pada saat atau sesudah bayi lahir. Tanda bahaya pada bayi baru lahir dan bayi muda Tanda dan gejala sakit berat pada bayi baru lahir dan bayi muda sering tidak spesifik. terutama pasangan merupakan factor yang juga penting untuk diperhatikan karena dengan adanya dukungan dari orangorang tedekat akan memberikan suatu semangat/dorongan positif yang kuat bagi ibu untuk memberikan kasih sayang yang penuh kepada bayinya. Respon emosi yang positif dapat membantu tercapainya proses Bounding Attachment ini. Frekuensi napas < 20 kali/menit atau apnu (pernapasan berhenti selama >15 detik) e. Kedekatan orang tua ke anak : dengan metoda roming ini kedekatan antara orang tua dan anak dapat terjalin secara langsung dan menjadikan cepat-nya ikatan batin terwujud diantara keduanya. Kesehatan emosional orangtua : orang tua yang mengharapkan kehadiran si anak dalam kehidupannya tentu akan memberikan respon emosi yang berbeda dengan orang tua yang tidak menginginkan kelahiran bayi tersebut. orangtua satu dengan yang lain pasti berbeda. c. d. Tidak bisa menyusu b. E. Merintih g. Mengantuk atau tidak sadar d. Tanda ini mencakup : a. dan keterampilan untuk merawat anak : dalam berkomunikasi dan ketrampilan dalam merawat anak. Tarikan dada bawah ke dalam yang kuat . Pengelolaan awal bayi baru lahir dengan tanda ini adalah stabilisasi dan mencegah keadaan yang lebih buruk. Dukungan social seperti keluarga . Frekuensi napas > 60 kali/menit f. Kejang c. saat bayi baru lahir datang atau saat perawatan di rumah sakit.

diulangi sesuai keperluan dan infus tidak terputus (continual) dekstrosa 10% dengan kecepatan 6-8 mg/kg BB/menit harus dimulai. berikan ASI atau glukosa melalui pipa lambung. kali/menit). Beri oksigen melalui nasal prongs atau kateter nasal jika bayi muda b. mengalami sianosis atau distres pernapasan berat. tidak sadar atau kejang. Beri ampisilin (atau penisilin) dan gentamisin jika dicurigai infeksi bakteri berat (lihat bagan dosis obat bayi baru lahir). f. Beri VTP dengan balon dan sungkup (lihat gambar pemberian ventilasi dengan sungkup). Sianosis sentral.23 h. Tatalaksana kedaruratan berdasarkan tanda bahaya : a. 2.7). Jika glukosa < 45 mg/dL koreksi segera dengan bolus 200 mg/kg BB dekstrose 10% (2 ml/kg BB) IV selama 5 menit. Pantau bayi dengan ketat. periksa glukosa darah. . pada subbab 3. dengan oksigen 100% (atau udara ruangan jika oksigen tidak tersedia) jika frekuensi napas terlalu lambat (< 20 c. Beri fenobarbital jika terjadi kejang (lihat penanganan kejang e. Jika tidak mendapat d. Rujuk jika pengobatan tidak tersedia di rumah sakit ini. g. akses IV. Jika terus mengantuk.

Sehubungan dengan ini untuk selalu menerapkan teknik dan menejemen yang sesuai dengan standar bidan dan selalu memperhatikan dalam kebaikan dan kerugian bagi pasien. Saran 1. sejak pasien dalam masa hamil hingga persalinan. Tetes / zalf mata B. Kepada bidan Teruntuk seorang bidan sebagai tenaga kesehatan yang erat hubungannya dengan seorang ibu yang melahirkan maka dianjurkan untuk selalu berusaha maksimal dalam hal penanganan pasien. Selalu memperhatikan kebutuhan pasien dan selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pasien. Pada bayi lahir normal umumnya tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium. 24 .lahir melalui jalan lahir dengan presentasi kepala secara spontan tanpa gangguan.berat badan antara 2500-4000 gram. Kesimpulan Bayi baru lahir (neonatus) adalah suatu keadaan dimana bayi baru lahir dengan umur kehamilan 38-40 minggu. namun kadang-kadang dengan riwayat kehamilan dan kondisi tertentu perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi tertentu Obat profilaksis yang rutin diberikan pada bayi baru lahir yaitu: 1.BAB III PENUTUP A. nafas secara spontan dan teratur. Vitamin K 2. menangis kuat.

25 2. Hari/Tanggal : Jumat. 13. 24 November 2016 33. 7. 27. 26. 4. 31. 18. 16. Pengkaji : Bidan . 20. FORMAT PENGKAJIAN BAYI BARU LAHIR 30. 8. 22. 23. 21. 9. Kepada pasien sebagai seseorang yang membutuhkan tenaga kesehatan dalam hal penanganan masalah yang sedang di hadapinya seperti halnya persalinan maka dalam hal tersebut seorang pasien harus sebisa mungkin mampu bekerjasama dengan bidan ketika dalam tindakan. 12. 11. Tempat Praktik : BPM Bidan Sari di Caringin 3 34. Register : 022015003811 32. 24. No. Kepada pasien 3. 15. 14. 28. 10. 19. 25. 5. 6. 29. 17.

A 6 66. Suami No 42. Nama 44. Riwayat Ibu 75. Umur 48. 51. S1 61. S1 5 62. Ko . Pekerjaan 52. Pe 78. Identitas orang tua 38. 27 2 50. Riwayat Persalinan Baleendah 73. Darah 67. Golongan 64. 25 49. 43. 47.26 35. Ahmad 1 46. Guru 53. Guru 3 54.00 WIB 36. Istri 41. Imunisasi TT 4. Islam 57. A 65. 55. Kp 7 03/06 cihapit RT 69. Alamat 68. Jen 80. T 79. 59. Pendidikan 60. Telp/ HP 74. 39. I. Anamnesa a. terakhir 63. O 83. 71. Komplikasi / penyakit yang diderita selama hamil 76. Waktu Pengkajian : 09. SUBJEKTIF 37. Baleendah 72. Islam 4 58. 098676834627 8 77. Ananda 45. c. Agama 56. 089860230821 No. Riwayat Kehamilan 1. P 81. Usia Kehamialan 2. Identitas 40. Obat-obatan yang dikonsumsi 3. Kp cihapit Kelurahan 03/06 RT Kelurahan Manggahang Kecamatan Manggahang Kecamatan 70. : 9 Bulan : Tidak ada : Sudah 2x : Tidak ada B 82. b.

Keadaan Umum 1. 3. daerah yang mencekung : Tidak Ada 4) Caput succadaneum : Tidak ada 5) Lingkar Kepala : 34 cm. 3) Penonjolan . Riwayat penyakit menular : Tidak Ada 4.27 nolong 84. 2. Ventilasi dan higinitas rumah : Ada. badan. 3. II. f. 95. 2) Sutura : Baik. 92. Daerah Tempat Tinngal : Bersih. Riwayat penyakit sistemik : Tidak Ada 3. Riwayat bayi kembar : Tidak Ada 93. 2. d) Mata mplikasi persalinan 90. Riwayat kelainan konginetal : Tidak Ada 5. Penerimaan keluarga dan masyarakat : Sangat baik. Tangis Bayi : Kuat. nyaman dan aman. a) Tanda-tanda Vital 1) Pernafasan : 44x/menit 2) Denyut jantung : 130x/menit 3) Suhu : 36. 900 obatan 3 89.7 oC b) Pemeriksaan deformitas 1) Berat badan bayi : 3900 gram 2) Panjang badan bayi : 52 cm c) Kepala 1) Ubun-ubun : Baik. No PM B B rmal 87. dengan suhu 22oC. 4. OBJEKTIF a. Suhu udara dan pencahayaan : Ada. Faktor Genetik 1. Jumlah saudara kandung : 1 orang. 3. Kepala. Riwayat gangguan jiwa : Tidak Ada 6. e. Anak yang diharapkan : 4 anak. Faktor Lingkungan 1. ekstremitas : Baik. Persalinan 86. Warna kulit dan bibir : Merah muda. Pemeriksaan Fisik 96. Tid ak ada . d. 94. Riwayat penyakit keturunan : Tidak Ada 2. Bi dan empat is 85. Faktor Sosial 1. Ukuran keseluruhan : Baik 2. tidak tampak kelainan. 2 cm B bat- 5 88. T idak Ada gram 91.

tidak ada suara wheezing. baik. 5) Lingkar dada : 33 cm i) Bahu.28 1) Bentuk : Simetris. kuat. skera putih. 4) Refleks graps : (+) j) Sistem syaraf 1) Refleks Moro : (+) k) Perut 1) Bentuk 2) Penonjolan sekitar tali pusat saat menangis 3) Pendarahan pada tali pusat 99. 2) Pernafasan cuping hidung : Tidak ada 3) Reflek rooting : (+) 4) Refleks sucking : (+) 5) Masalah janin : Tidak Ada g) Leher 1) Pembekakan kelenjar : Pembesaran kelenjar tiroid dan KGB (-) 2) Gerakan 3) Refleks tonic neck h) Dada 1) Bentuk 2) Posisi puting 3) Bunyi nafas : Baik. 2) Tanda-tanda infeksi : Tidak ada pengeluaran nanah. stridor dan ronchi gerakan dada simetris. f) Hidung dan Mulut 1) Bibir dan langit-langit : Ada. : Tampak. 2) Tanda-tanda infeksi : Tidak ada cairan yang keluar 98. Ka / Ki +/+ letak sejajar dengan telinga bentuk mata normal. lengan dan tangan 1) Bentuk : Simetris. conjungtiva merah. : (+) : Simetris. 4) Bunyi jantung : Baik. 2) Jumlah jari : Ka/Ki lengkap 5/5 3) Gerakan : Pergerakan aktif. : S i m . interkostal (-). retraksi. : Frekuensi nafas normal. e) Telinga 1) Bentuk : Simetris Ka/Ki. 97.

Bersih dan t.a.k. 102. Kelamin laki – laki 1) Keadaan testis 2) Lubang penis 3) Bunyi Nafas 105. : ( + ) l) Kelamin 104. Kelamin Perempuan : : : . : ( + ) 103. tali pusat sudah lepas. : T i d a k a d a : Tidak ada. 101.29 4) Distensi abdomen atau e kembung 5) Bising usus t r i s 100.

Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan bayi sehat. 106. Memberikan konseling tentang cara merawat tali pusat dan membersihkannya menggunakan air matang tanpa dibubuhi apapun (tidak boleh memakai bethadine atau alkohol). 110. 2. 2) Lubang anus : Ada 109. 3) Gerakan : Baik. Neonatus cukup bulan sesuai kehamilan dan usia 6 hari. 113. 112. Evaluasi : ibu mengerti dan merasa senang. IV. 114. 108.30 1) Labia Mayora dan labia minora : Labiya manora telah menutupi labia minora. 4) Refleks babynski : (+) 5) refleks stapping : (+) 6) tonus otot : Baik 107. BAK (+)dan BAB (+). 3) Lubang vagina : Ada. m) Tungkai dan kaki 1) Bentuk : Simetris. 2) Lubang uretrha : Ada. 3) Tanda lahir : Tidak ada tanda lahir. ibu mengaku hanya memberikan ASI saja dan akan melaksanakan ASI eksklusif. 2) Warna kulit : Merah muda. . Ada. III. baik. 2) Jumlah jari : Lengkap Ka/Ki lengkap 5/5. n) Punggung dan anus 1) Pembengkakakn atau ada cekungan : Tidak ada tonjolan atau celah pada punggung.PLANNING 1. o) Kulit 1) Verniks : Baik. 3. Menganjurkan pada ibu untuk menyusui bayinya sesering mungkin dan sesudah menyusui punggung bayi di massase secara lembut agar tidak muntah serta tidak memberikan makanan lain sampai bayi berusia 6 bulan. Evaluasi : ibu tidak memberikan makanan atau susu formula. ASSESMENT 111.

124. Memberikan imunisasi Hepatitis B secara IM dipaha kanan dan polio 1 sesuai dengan dosis dengan cara diteteskan ke mulut bayi. Evalusasi: Ibu masih mengingatnya. 117. Evaluasi : bayi telah diberi immunisasi Hepatitis B dan polio 1. Menganjurkan pada ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu kemudian yaitu tanggal 31-11-2016. 116. 118.31 115. 6. 120. Evaluasi : Ibu menyetujuinya. . 4. Evaluasi : Ibu dapat memahaminya. 123. 119. 5. 121. Mengingatkan ibu tanda-tanda bahaya pada bayi. 122.

Karyuni. (2009). bayi. Pustaka Pelajar. Jakarta : Salemba Medika 132. Adriana dian. (2010). Buku Ajar Asuhan Kebidanan. untuk Dokter. Jakarta: PT. Hidayat. Ai Yeyeh & Yulianti. DAFTAR PUSTAKA 126. Buku Saku Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir Panduan Perawat & Bidan. Yanti damai . 2011. Jakarta: Salemba medika. 2013. 129. 2008. dkk. Bina Pustaka sarwono Prawirohardjo 135. Jakarta: Trans Info Medika. Helen. Tumbuh kembang dan terapi bermain pada anak. balita dan anak prasekolah. 128. Jakarta. Sarwono. Jakrta: EGC 134. Asuhan kebidanan masa nifas: belajar menjadi bidan professional . Lia. Marmi dan kukuh rahardjo. Varney. 2015. Nanny Vivian. 2013.125.. 131. Salemba Medika 130. Jakarta: ECG 136. aziz. Bandung . Yogyakarta. 2014 . . Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan. Asuahan Neonatus bayi dan anak balita. Asuhan kebidanan pada ibu nifas. Prawirohardjo. 2008. PT Refika Aditama 133. Ilmu Kebidanan. Rukiyah. 127. Asuhan Neonatus.

Wafi nur Salihatun. Ilmu kesehatan anak dalam kebidanan. Buku Ajar Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita . Dwi Maryanti.Jakarta: TIM. Sulistyawati. 2012. Yogyakarta : Fitramaya 140. 139.2010. Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita.2011. 2012. 141. 143. . sujianti dan tri budiarti. Trans info media 144. Jakarta timur: CV. Trans Info Media 142. Jakarta: Salemba Medika 138. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Anik maryunani.137. Ari. CV.