Anda di halaman 1dari 6

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Akustik Kelautan
Akustik merupakan ilmu yang membahas tentang gelombang suara dan
perambatannya dalam suatu medium. Jadi, akustik kelautan adalah ilmu yang mempelajari
tentang gelombang suara dan penjalarannya (perambatannya) dalam medium air laut (terjadi
di kolom air). Akustik kelautan merupakan suatu bidang kelautan untuk mendeteksi target di
kolom perairan dan dasar peairan menggunakan gelombang suara. Dengan pengaplikasian
akustik kelautan akan mempermudah peneliti untuk mengetahui objek yang ada di kolom
perairan dan dasar perairan baik berupa plankton, ikan, kandungan substrat dan adanya kapal
kandas (Firdaus, 2008).
Akustik dapat diklasifikasikan menjadi 2, yaitu: akustik pasif dan akustik aktif.
Akustik pasif merupakan suatu aksi mendengarkan gelombang suara yang datang dari
berbagai objek pada kolom perairan, biasanya suara yang diterima pada frekuensi tertentu
ataupun frekuensi yang spesifik untuk berbagai analisis. Pasif akustik dapat digunakan untuk
mendengarkan ledakan bawah air (seismic), gempa bumi, letusan gunung berapi, suara yang
dihasilkan oleh ikan dan hewan lainnya, aktivitas kapal-kapal ataupun sebagai peralatan
untuk mendeteksi kondisi di bawah air (hidroakustik untuk mendeteksi ikan) ( Arnaya,

1991)
Menurut Gumbira (2011), akustik aktif memiliki arti yaitu dapat mengukur
jarak dari objek yang dideteksi dan ukuran relatifnya dengan menghasilkan pulsa suara dan
mengukur waktu tempuh dari pulsa tersebut sejak dipancarkan sampai diterima kembali oleh
alat serta dihitung berapa amplitudo yang kembali. Akustik aktif memakai prinsip dasar
SONAR untuk pengukuran bawah air. Metode akustik merupakan proses-proses pendeteksian
target di laut dengan mempertimbangkan proses-proses perambatan suara, karakter suara
(frekuensi, intensitas, pulsa), faktor lingkungan atau medium, kondisi target, dan lain-lain.
2.2 Manfaat dan Aplikasi Akustik Kelautan
Manfaat akustik meliputi aplikasi dalam survei kelautan, budidaya perairan, penelitian
tingkah laku ikan, aplikasi dalam studi penampilan dan selektivitas alat tangkap, bioakustik.
Aplikasi dalam survei kelautan untuk menduga spesies ikan, dengan akustik kita dapat
menduga spesies ikan yang ada di daerah tertentu dengan menggunakan pantulan dari suara,
semua spesies mempunyi target strengh yang berbeda-beda. Aplikasi dalam dunia budidaya
untuk pendugaan jumlah ekor, biomass dari ikan dalam jaring/kurungan pembesaran untuk
menduga ukuran dari individu ikan dalam jaring kurungan, memantau tingkah laku ikan
dengan acoustic tagging (Raharjo, 2002)
Aplikasi akustik dalam tingkah laku ikan meliputi pergerakkan migrasi ikan dengan
acoustic tagging, orientasi target (tilt angle), reaksi menghindar terhadap gerak kapal survei
dan alat tangkap, respon terhadap rangsangan/stimuli cahaya, suara, listrik, hidrodinamika,
komia, mekanik dan sebagainya. Aplikasi dalam studi penampilan dan selektivitas alat
tangkap ikan meliputi pembukaan mulut trawl dan kedalaman,selektivitas penagkapan
dengan melihat ukuran ikan target (Hermawan, 2002)

di laut kecepatan rambatnya lebih cepat 4x lipat dibangingkan dengan cepat rambat di udara.maka V = λf dengan λ = panjang gelombang bunyi (m) T = periode gelombang bunyi (s) F = ferkuensi gelombang bunyi (Hz) Proses merambatnya bunyi pada saat benda yg bergetar akan menggetarkan molekul zat perantara/medium di sekitarnya lalu molekul yg bergetar akan merambatkan ke molekulmolekul yg lainnya. Maka jika t = T. Di air. kecepatan bunyi 1.224 km/jam. kecepatannya 5. Pada suhu udara 15 derajat celsius bunyi dapat merambat di udara bebas pada kecepatan 340 m/s. Karena bunyi termasuk gelombang. Tabel 1. Bunyi merambat lebih lambat jika suhu dan tekanan udara lebih rendah. Jika bunyi menempuh jarak (s) selama selang waktu (t) maka akan memenuhi hubungan V = s/t s = jarak tempuh (m) t = waktu ( s ) v = cepat rambat bunyi (m/s) Satu periode gelombang menempuh jarak sejauh satu panjang gelombang. (Wijaksana. 3 Kecepatan Suara Bunyi mempunyai cepat rambat yang terbatas. Sedangkan di darat (zat padat) lebih cepat lagi cepat rambat di laut karena benda padat kerapatannya paling tinggi diantara medium yang lain (Firdaus. Di udara tipis dan dingin pada ketinggian lebih dari 11 km. Bunyi merambat di udara dengan kecepatan 1. jauh lebih cepat daripada di udara. Pada laut. Dengan s panjang Gelombang bunyi dan t waktu (Daulay. Bunyi memerlukan waktu untuk berpindah. Kecepatan rambat suara laut berbeda dengan kecepatan rambat udara ataupun darat. Hal tersebut diakibatkan partikel air laut lebih rapat dibandingkan dengan di udara yang lebih renggang. maka s = λ . 2012) Jika dibandingkan dengan cepat rambat udara. suara dirambatkan melalui medium air. 2010). Cepat rambat bunyi pada medium tertentu Medium Cepat Rambat Suara (m/s) . Cepat rambat bunyi jauh lebih kecil dibandingkan dengan cepat rambat cahaya. 2008).400 km/jam.000 km/jam. Maka bentuk lain ungkapan cepat rambat gelombang adalah V=λ/T oleh karena f = 1/T . Molekul udara membentuk rapatan (R) dan renggangan (r).2. dan begitu seterusnya sampai getaran itu terdengar di telinga kita. Cepat rambat bunyi sebenarnya tidak terlampau besar. cepat rambat bunyi juga memenuhi persamaan cepat rambat gelombang.

Di daerah laut dalam.5% elemen-elemen kimia terlarut dan 96.1 Suhu Suhu merupakan salah satu karakter fisik dari air laut yang penting. Di wilayah lintang sedang dan rendah (dekat dengan wilayah tropis). dapat dilihat bahwa Akustik Kelautan dipengaruhi oleh beberapa factor. Di wilayah tropis nilai salinitas pada permukaan berkisar 36-37 psu. Pasifik. Dimana komposisi air laut tersebut terdiri atas 3.Udara (0°C) Udara (15°C) Air (25°C) Air Laut (25°C) Tembaga (20°C) Besi (20°C) Aluminium (20°C) 331 340 1490 1530 3560 5130 5100 2.4. dan sub tropis mengalami nilai yang paling kecil pada kedalaman 600-1000 m (34-35 pratical salinity unit/psu). Salinitas dapat mempengaruhi kecepatan suara di dalam air.6-34. dimana semua karbonat telah diubah menjadi oksida. Perubahan suhu yang sangat cepat pada lapisan termoklin menyebabkan pembelokan gelombang suara yang tajam dan pada lapisan ini bertindak sebagai bidang pantul (Raharjo. 2002) 2. suhu merupakan faktor penting yang mempengaruhi densitas dan kecepatan suara di dalam air. bromide dan iodide diganti oleh klorida dan semua bahan organik telah dioksidasi sempurna. dan . 2012). yaitu : 2. 2001) Pada kondisi perairan laut yang mempunyai suhu berbeda-beda menimbulkan variasi kecepatan suara yang menyebabkan refraksi atau pembelokan perambatan gelombang suara. salinitas merupakan salah satu paling faktor penting yang mempengaruhi kecepatan gelombang suara di dalam air.5% kandungan airnya (Salem. teutama di wilayah lintang tinggi (dekat kutub) dimana suhu mendekati titik beku.9 psu.4 Faktor Akustik Kelautan Dari persamaan di atas. Salinitas maksimun pada wilayah perairan tropis terjadi pada kedalaman 100-200 m dekat dengan lapisan termoklin dimana kadar salinitas dapat mencapai lebih dari 37 psu. kadar salinitas relatif seragam dengan nilai 34. Suhu di daerah tropis pada wilayah permukaan laut berkisar 26-29oC yang dipengaruhi oleh musim ( Budiarto. ekuator.2 Salinitas Salinitas adalah jumlah zat-zat terlarut dalam 1 kg air laut. Pada umumnya perairan laut lepas memiliki kadar salinitas 35 psu. Salinitas di samudera seperti Atlantik.4. Distribusi vertikal salinitas pada wilayah tropis. yang berarti dalam 1 kg air laut mengandung elemen-elemen kimia terlarut seberat 35 gram.

Lapisan termoklin mempunyai karateristik mampu memantulkan dan membelokan gelombang suara yang datang (Salem. Pada daerah dimana terjadi penurunan suhu secara cepat inilah dinamakan lapisan termoklin. 2. Klasifikasi Habitat Dasar Perairan Dengan Menggunakan Instrumen Hidroakustik Simrad Ey 60 Di Perairan Sumur. lintang. 017 m/detik setiap kedalaman bertambah 1 meter (Allo. Obed Agtapura Taruk. 2010) 2. Secara teknik lapisan ini membendung dari impendansi akustik yang terputus-putus (diskontinu) yang tercipta dari perubahan densitas secara mendadak. 2001). I. 2010) Daftar Pustaka Allo. termoklin seperti lapisan yang membagi antara lapisan pencampuran (mixing layer) dan lapisan dalam (deep layer). Rata-rata terjadi peningkatan kecepatan suara sebesar 0. Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor . Jika permukaan halus sempurna. Pandeglang – Banten. 2008). lapisan ini berkarakter sebagai gradient kecepatan suara negative dimana dapat memantulkan gelombang suara.Hindia rata-rata 35 psu. Bertambahnya kedalaman. Di laut terbuka. garis lintang dan pengadukan oleh angin. lapisan ini bersifat semi permanen. maka ia akan menjadi pemantul suara yang nyaris sempurna. maka kecepatan suara akan bertambah karena adanya tekanan hidrostatis yang semakin besar dengan bertambahnya kedalaman. Arnaya. Penurunan suhu berbanding lurus dengan penambahan kedalaman dan salinitas. 2008.4. Faktor yang menentukan ketebalan lapisan ini di dalam suatu perairan seperti variasi cuaca musiman. Dasar-dasar Akustik. kondisi lingkungan suatu tempat (pasang surut dan arus) (Budiarto. terutama dibidang pertahanan dan keamanan (kapal selam). Sebaliknya jika permukaan laut kasar kehilangan akibat pantulan mendekati nol (Firdaus. Bogor.N. nilai salitas rata-rata tidak jauh dari kisaran 35 psu tergantung dari penguapan yang terjadi (Firdaus.4.3 Lapisan Termoklin Lapisan termoklin merupakan lapisan yang berada dalam kolom perairan di laut yang dimana pada lapisan ini mengalami perubahan suhu yang drastis dengan lapisan yang berada dan di bawah lapisan termoklin. 1991. Permukaan laut merupakan pemantul dan penghambur suara yang mempunyai efek yang sangat besar dalam perambatan suara ketika sumber atau penerima berada di perairan dangkal. Karateristik yang unik inilah yang membuat pentingnya lapisan termoklin untuk diketahui. 2012). Tergantung musim. di wilayah laut yang tertutup.4 Kedalaman Perairan Kedalaman mempengaruhi cepat rambat suara di dalam air laut. Di laut. Diktat Kuliah Program Studi Ilmu danTeknologi Kelautan.

http://bukudaulay. Aris. [Skripsi]. UGM Yogyakarta. Pendugaan Densitas Ikan Dengan Sistem Akustik Split Beam Serta Hubungannya dengan Kondisi Suhu dan Salinitas di Perairan Teluk Tomini. Bogor Hermawan. Herli. Universitas Indonesia.Budiarto. Rizza. Dedy. Aplikasi Split Beam Acoustic System Untuk Pendugaan Nilai Densitas Ikan di Perairan Teluk Jakarta. Diakses tanggal 17 Oktober 2013 pukul 19. 2010. Insitut Pertanian Bogor.15 WIB Firdaus. Sulawesi Tengah. Proceeding Seminar on Application and Research in Industrial Technology (SMART 2010). 2008. Aplikasi Instrumen Multibeam Sonar Dalam Kegiatan Peletakan Pipa Bawah Laut (Contoh Studi Perairan Balongan). 2011. 2012. Daulay. Depok Gumbira G. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. 29 Juli 2010. Institut Pertanian Bogor. Firdaus. Oktri Mohammad. Pengenalan Alat Navigasi Electronik Di Atas Kapal. Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan. Tugas Akhir. Sistem Visualisasi Profil Dasar Laut dengan Menggunakan Echo Sounder. Analisis Implementasi Global Positioning System (GPS) pada Moda Transportasi di PT.com/2012/12/07/pengena lan-alat-navigasi-electronik-di-atas-kapal/. Bogor. Bogor . Skripsi. 2001.wordpress. 2002.X.

pukul 08. Arief. . Skripsi.html.Raharjo. Sugeng. Laporan Akustik Kelompok 2. 2002. Pendugaan Densitas Ikan Dasar (Demersal Fish) dengan Metode Akustik di Perairan Selat Bali pada Musim Timur. Insitut Pertanian Bogor. 2008. Diakses pada tanggal 27 Oktober 2013.00 WIB Wijaksana.blogspot. Bogor. Bogor Salem. http://wwwmerissalem. Skripsi. Pengukuran Karakteristik Akustik Sumber Daya Perikanan Di Laguna Gugusan Pulau Pari Kepulauan Seribu. Institut Pertanian Bogor. 2012.com/2012/01/laporan-akustik-kelompok2.