Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN

PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSA MEDIS GASTROENTERITIS AKUT (GEA)
DI RUANGAN FLAMBOYANT RSUD dr.DORIS SYLVANUS
PALANGKA RAYA

Di susun Oleh :
Nama

: Eva Octariani

Nim

: 2013.C.05a.0427

Tingkat

:III-A

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
YAYASAN EKA HARAP PALANGKA RAYA
PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN SEMESTER V
TAHUN AJARAN 2015/2016

Entamoeba Hystolica. rectum dan anus. Secara klinis Gastro Enteritis dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu : a. dan pathogen paretic. lambung. atau Intoksikasi makanan. hati. tenggorokan (faring). yaitu pankreas. Dehidrasi adalah suatu keadaan kekurangan atau kehilangan cairan tubuh yang berlebihan. virus. menyerap zat-zat gizi kedalam aliran darah serta membuang sebagian makanan yang tidak dapat dicerna atau merupakan sisa proses tersebut dari tubuh. terjadi secara mendadak Dengan kata lain Gastroenteritis adalah peradangan yang terjadi pada daerah usus yang menyebabkan bertambahnya keenceran dan frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari 3 kali perhari yang dapat menyebabkan dehidrasi. Anatomi Fisiologi Sistem pencernaan atau sistem gastroinstestinal (mulai dari mulut sampai anus) adalah sistem dalam organ manusia yang berfungsi untuk menerima makanan. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan. Gastro Enteritis Desentriform Disebabkan oleh antara lain : Shigella. Klastrida. Gastro EnteritisKoleriform Disebabkan oleh antara lain : Vibrio. usus halus. dan kandung empedu. 1. b. Konsep Penyakit 1.1. Gastroenteritis Akut (GEA) diartikan sebagai buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cairan/setengan cair (setengah padat) dengan demikian kandungan air pada tinja lebih banyak dari biasanyanya berlangsung kurang lebih hari. mencernanya menjadi zat-zat gizi dan energi. .Laporan Pendahuluan Gastroenteritis Akut (GEA) A.2. Definisi Gastroenteritis Akut adalah inflamasi lambung dan usus yang disebabkan oleh berbagai bakteri. Saluran pencernaan terdiri dari mulut. usus besar. kerongkongan.

dengan perantaraan lubang bernama koana. Bagian dalam dari mulut dilapisi oleh selaput lendir. Mulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan. Mulut biasanya terletak di kepala dan umumnya merupakan bagian awal sistem pencernaan lengkap yang berakhir di anus. Pengecapan dirasakan oleh organ perasa yang terdapat dipermukaan lidah. terdiri manis. b. yang memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung. Bagian superior (sebagian besar adalah otot rangka) 2). Mulut Merupakan suatu rongga terbuka tempat masuknya makanan dan air. Ludah juga mengandung antibodi dan enzim (misalnya lisozim). asin dan pahit. Ludah dari kelenjar ludah akan membungkus bagian-bagian dari makanan tersebut dengan enzim-enzim pencernaan dan mulai mencernanya. Proses menelan dimulai secara sadar dan berlanjut secara otomatis. Pengecapan relatif sederhana. letaknya dibelakang rongga mulut dan rongga hidung.a. didepan ruas tulang belakang. Kerongkongan (Esofagus) Kerongkongan adalah tabung (tube) berotot pada vertebrata yang dilalui sewaktu makanan mengalir dari bagian mulut ke dalam lambung. c. Makanan berjalan melalui kerongkongan dengan menggunakan proses peristaltik Esofagus dibagi menjadi tiga bagian : 1). Makanan dipotong-potong oleh gigi bagian depan (incisivus) dan dikunyah oleh gigi belakang (molar. Bagian tengah (campuran antar otot rangka dan otot halus) 3). Bagian inferior (terutama terdiri dari otot halus) . Keatas bagian depan berhubungan dengan rongga hidung. geraham). Tenggorokan (Faring) Merupakan penghubung antara rongga mulut dan kerongkongan. keadaan tekak berhungan dengan rongga mulut dengan perantaraan lubang yang disebut ismus fausium. Penciuman dirasakan oleh saraf olfaktorius dihidung dan lebih rumit. menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicerna. terdiri dari berbagai macam bau. disini terletak bersimpangan antara jalan nafas dan jalan makanan. asam. Berasal dari bahasa Yunani yaitu Pharynk. Didalam lengkung faring terdapat tonsil (amandel) yaitu kelenjar limfe yang banyak mengandung kelenjat limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi.

sfinter menghalangi masuknya kembali isi lambung ke dalam kerongkongan. gula dan lemak. Lambung Merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kandung keledai. Setiap kelainan pada sel lendir ini. lapisan otot melingkar (M sirkuler). Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang dicerna). 3). Dalam keadaan normal. Lapisan mukosa (sebelah dalam). Terdiri dari 3 bagian yaitu : 1). Fundus 3). Prekursor pepsin (enzim yang memecahkan protein) e. Usus Halus Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di lambung dan usus besar. bisa menyebabkan kerusakan yang mengarah kepada terbentuknya tukak lambung. Lapisan usus halus . 2). Lambung berfungsi sebagai gudang makanan. Lendir Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam labung. Dinding usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang mencerna protein. Sel-sel yang melapisi lambung menghasilkan 3 zat penting : 1). yang diperlukan oleh pepsin guna mencegah protein. Antrum Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkongan melalui otot berbentuk cincin (Sfinter). yang bisa membuka dan menutup. lapisan otot memanjang (M Longitidinal) dan lapisan serosa (Sebelah luar).d. Asam Klorida (HCL) Asam klorida mnciptakan suasana yang sangat asam. Keasaman lambung yang tinggijuga berperan sebagai penghalang terhadap infeksi dengan cara membunuh berbagai bakteri. Kardia 2). yang berkontraksi secara ritmik untuk mencampur makanan dengan enzim-enzin. . Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta.

Jika penuh. yang memperluas permukaan dari usus. 1-2 meter adalah bagian usus kosong. Usus Besar (Kolon) Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian dari usus antara usus buntu dan rectum. Makanan masuk kedalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam umlah yang bisa dicerna oleh usus halus. dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum Tretz. pH usus duabelas jari yang normal berkisar pada derajat Sembilan. Sedikit sulit untuk membedakan usus kosong dan usus penyerapan secapa miskroskopis. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dan feses. Pada usus duabelas jari terdapatdua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu. Usus duabelas jari (Duodenum) Merupakan bagian dari usus halus yang teletak setelah lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum) dan merupakan bagian terpendek dari usus halus. Ileum memiliki pH antara 7-8 (netral atau sediit basa) yang berfungsi menyerap vitamin B12 dan garam-garam empedu. yang merupakan bagian pertama dari usus halus. f. Pada manusia dewasa. Usus duabelas jari merupakan organ retroperitoneal. yang tidak terbungkus seluruhnya oleh selaput peritoneum. panjang seluruh usus halus antara 2-8 meter. yakni berkurangnya kelenjar Brunner.Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu : 1). Usus kosong (jejunum) Merupakan bagian kedua dari usus halus. Usus penyerapan (ileum) Merupakan bagian dari usus halus. 2). duodenum akan mengirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalir makanan. Secara histologis juga dapat dibedakan dengan usus penyerapan . diantara usus duabelas jari (duodenum) dan usus penyerapan (ileum). yakni sedikitnya sel goblet plak peyeri. Permukaan dalam usus kosong berupa membrane mucus yang terdapat jonjot usus (vili). Memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak setelah duodenum dan jejunum kemudian dilanjutkan oleh usus buntu. 3). Lambung melepaskan makanan ke dalam usus duabelas jari (duodenum). Usus kosong dan usus penyerapan digantungkan kedalam tubuh dengan mesenterium. Usus besar terdiri dari : . Secara histologis dapat dibededakan dengan usus duabelas jari.

dimana bahan limbah keluar dari tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaaan tubuh (kulit) dan sebagian lainnya dari usus. Banyaknya bakteri didalam usus besar berfungsi mencerna beberapa bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses. Kolon asendens (kanan) 2). Rektum dan Anus Rektum adalah sebuah ruangan yang berawal dari usus besar (sebelah kolon sigmoid) dan berakhir di anus. sehingga terjdilah diare. Infeksi pada organ ini disebut apendistis atau radang umbai cacing. Bakteri penting untuk fungsi normal dari usus. h. Kolon desendens (kiri) 4).1). g. konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi. Jika defeksi tidak terjadi untuk periode yang lama. Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaaan. Pembukaan dan penutupan anus . yaitu pada kolon desendens. Beberapa penyakit serta antibiotik bisa menyebabkan gangguan pada bakteri didalam usus besar. Usus Buntu (sekum) Dalam istilah anatomi adalah suatu kantung yang tehubung pada usus penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus besar. Apendistis yang parah dapat menyebabkan apendiks pecah dan membentuk nanah di dalam rongga abdomen atau peritonitis (infeksi rongga abdomen). dimana penyerapan air akan kembali dilakukan. Mengembangnya dinding rectum karena penumpukan material didalam rectum akan memicu sistem saraf yang akan menimbulkan keinginan untuk melakukan defekasi. Akibatnya terjadi iritasi yang bisa menyebabkan dikeluarnya lendir dan air . sering kali material akan dikembalikan ke usus beasar. Kolon sigmoid (berhubungan dengan rectum). Biasanya rectum ini kosong karena tinja disimpan ditempat yang lebih tinggi. Jika kolon desenden penuh dan tinja masuk ke dalam rektim. i. maka akan timbul keinginan untuk buang air besar (BAB). Umbai Cacing (Appendix) Umbai cacing atau apendik merupakan organ tambahan pada usus buntu. Kolon tranversum 3). Bakteri didalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting seperti vitamin K. Jika defekasi tidak terjadi.

karbohidrat dan lemak. yang berfungsi melindungi duodenum dengan cara menetralkan asam lambung. . Pilau pankreas. Pankreas juga melepskan sejuimlah besar sodium bikarbonat. Enzim proteolitik memecah protein ke dalam bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh dan dilepaskan dalam bentuk anaktif. menghasilkan enzim-enzim pencernaan. Kandung Empedu Kandung empedu alah organ yang berbentuk buah pir yang dapat menyimpan sekitar 50 ml empedu yang dibutuhkan tubuh untuk proses pencernaan. Hati Hati merupan sebuah organ terbesar didalam badan manusia dan memiliki berbagai fungsi. Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus duabelas jari). dan penetral obat. Pada manusia. Enzi mini hanya aktif jika telah mencapai saluran pencernaan. Feses dibuang dari tuuh melalui proses defekasi (buang air besar – BAB). yang penting dalam pencernaan. sisntesis protein plasma. Organ ini memainkan peran penting dalam metabolism dan memiliki beberapa fungsi dalam tubuh termasuk penyimpanan glikogen. Pankreas terdiri dari 2 jaringan dasar yaitu : 1).diatur oleh otot sphinker . j. panjangpanjang kandung empedu adalah sekitar -10 cm dan berwarna hijau gelap-bukan bukan karena warna jaringannya. menghasilkan hormone Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan melepaskan hormone ke dalam darah. k. Pankreas Pankreas adalah organ dari sistem pencernaaan yang memiliki dua fungsi utama yaitu menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormone penting seperti insulin. Enzim yang akan dilepas pankreas akan mencerna protein. 2). Asini. melaikan karena warna cairan empedu yang dikandungnya. Organ ini terhubung dengan hati dan usus dua belas jari melalui saluran empedu . beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan. Membantu pencernaan dan penyerapan lemak. l. yang merupakan fungsi utama anus. Dia juga memproduksi bile. Empedu memiliki 2 fungsi penting yaitu : 1).

parasit (cacing). terutama hemoglobin (Hb) yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol. sadar Haus. mungkin tidak dapat diukur . letargi Mengantuk. Faktor malabsorbsi : Karbohidrat. Klasifikasi diare menurut derajat dehidrasi adalah sebagai berikut : Ringan Sedang Berat BB (% kehilangan) 4-5 8-6 9-10 Keadaan umum Haus.4.3. c. 1. d. 1. sayuran kurang dimasak matang. e. Faktor infeksi : Bakteri (Shigella. gelisah. 2. Vibrio cholera).2). faktor penyebab gastroeneteritis akut pada bayi/anak yaitu : a. Faktor parental : Infeksi dibagian tubuh lain (OMA sering terjadi pada anakanak). Kandida (Candida Albicans). terlampau banyaklemak. Etiologi Menurut Ngastiyah (2005). Shalmonella. virus (Enterovirus). Faktor makanan : Makanan basi. Breperan dalam pembuangan limbah tertentu dari dalam tubuh. Diare Kronis Diare kronis adalah diare yang berlangsung lebih dari 3 minggu (pada orang dewasa) sedangkan pada bayi dan anak-anak ditetapkan batas waktu 2 minggu. Faktor psikologis : Rasa takut dan cemas. berkeringat Air mata Ada Tidak ada Tidak ada Turgor jaringan Normal Tidak ada Tidak ada Membran mukosa Basah Kering Sangat kering Tekanan darah Normal Normal/rendah <90 mmHg. Klasifikasi 1. protein. beracun. Diare Akut Diare akut adalah diare yang awalnya mendadak dan berlangsung singkat dalam beberapa jam sampai 7 atau 14 hari. b. dingin. lemak.

mata cowong.lemah. Gangguan Osmotik . Derajat sedang :Turgor kulit jelas turun. b. sangat haus defisit 0% berat badan. sel dalam mukosa intestinal mengalami iritasi dan meningkatnya sekresi cairan dan elektrolit. Mikroorganisme yang masuk akan merusak sel mukosa intestinal sehingga mengurangi fungsi permukaan intestinal. Patofisiologi Patofisiologi dari Gastroenteritis adalah meningkatnya mobilitas dan cepatnya pengosongan pada intestinal merupakan akibat dari gangguan absorbs dan ekskresi cairan dan elektrolit yang berlebihan. nadi lemah atau hilang tak teraba. Diare yang terjadi merupakan proses transport aktif akibat rangsangan toksin bakteri terhadap elektrolit kedalam usus halus. 1. deficit cairan 5% dari berat badan.5. c. potasium dan bikarbonat berpindah dari rongga ekstraseluler kedalam tinja. takhikardi. Perubahan kapasitas intestinal dan terjadi gangguan absorbsi cairan dan elektrolit. Peradangan akan menurunkan kemampuan intestinal untuk mengabsorbsi cairan dan eletrolit dan bahan-bahan makanan ini terjadi pada sindrom malabsorbsi. mungkin tidak teraba Mata Normal Cekung Sangat cekung Fontanela anterior Normal Cekung Sangat cekung Defisit 40-50 60-90 >100 cairan(ml/kg) a. sehingga menyebabkan dehidrasi kekurangan elektrolit dan dapat terjadi asidosis metabolik. yaitu : a. cairan sodium. Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare ada 3 macam. nadi lemah. hipotensi. ranjatan/shock deficit cairan > 10%.BAK Normal Menurun/keruh Oliguria Nadi Normal Cepat Cepat. Derajat berat : Turgor kulit sangat menurun. sianosis ujung ekstermitas. haus. takikardi. Dehidrasi ringan : Turgor kulit menurun. Peningkatan motilitas intestinal dapat mengakibatkan gangguan absorbs intestinal. stupor sampai koma. hipotensi.

selanjutnya timbul diare pula.Akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak diserap akan tekanan dalam rongga yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus.Makanan besi . c.Makanan beracun -Alergi makanan Faktor psikologis -Rasa takut -Rasa cemas Penyerapan sari-sari makanan dalam saluran pencernaan tidak adekuat Terdapatnya zat-zat Gangguan motilitas yang tidak diserap usus Penyerapan sari-sari makanan Tekanan Osmotif Hiperistaltik meningkat Peradangan isi usus Reabsorbsi didalam usus besar terganggu Gangguan sekresi dalam sauran pencernaan tidak adekuat Sekresi air dalam elektrolit dalam usus meningkat Merangsang usus mengeluarkan isinya DIARE Penurunana kesempatan usus menyerap makanan . Sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri kambuh berlebihan. b. Pathway Faktor malabsorbsi Karbohidrat Lemak Protein Faktor makanan . Isi usus yang berlebihan akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare. Gangguan sekresi akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding usus dan teradi peningkatan sekresi air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan selanjunnya timbul diare karena terdapat peningkatan isi rongga usus. Gangguan motilitas usus Hiperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempurnaan usus untuk menyerap makanan sehingfga timbul diare.

nafsu makan berkurang. Bila terjadi asidosismetabolik klien akan tampak pucat dan pernafasan cepat dan dalam. kesadaran menurun (apatis. . Terdapat tanda dan gejala dehidrasi. f. komatus) sebagai akibat hipovokanik.Inflamasi saluran pencernaan BAB sering dengan konsintensi cair Mual dan muntah Kulit disekitar anus lecet dan iritasi Cairan yang keluar banyak Dehidrasi Kerusakan integritas kulit Gangguan pemenuhan cairan dan elektrrolit Frekuensi defekasi agen pirogenik BAB encer dengan atau tanpa darah Suhu tubuh Meningkat Hiperter mi Gangguan eliminasi BAB : Diare Anoreksi Nutrisi kurang dari kebutuhan tuuh 1. Sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair atau encer. e. Manifestasi Klinis a. c. denyut jantung cepat. ubun-ubun dan mata cekung. samnolen. nadi dan respirasi cepat.pasien sangat lemas. g. sopora. Perubahan tanda-tanda vital. h. turgor kulit jelas(elistitas kulit menurun). Diuresis berkurang (oliguria sampai anuria). b. suhu tubuh mungkin meningkat.6. tekanan darah turun. Mula-mula anak/bayi cengen gelisah. membrane mukosa kering dan disertai penurunan berat badan. d. Warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena bercampur empedu. Anus dan sekitarnya lecet karena seringnya difekasi dan tinja menjadi lebih asam akibat banyaknya asal laktat.

Pemeriksaan biakan empedu bila demam tinggi dan dicurigai infeksi sistemik 6. Kejang terutama pada dehidrasi hipertonik g.Ca. Intoleransi laktosa sekunder. dengan rincian sebagai berikut : 1) Untuk anak umur 1 bln. perubahan pada elektrokardiafragma). .1 jam pertama pertama : 30 ml/kgBB/jam atau 8 tts/kgBB/mnt ( 1 ml= 15 tts atau 7 tts/kgBB/menit (1 ml=20 tts). Pemeriksaan tinja lengkap dan biakan tinja dari colok dubur 5. 8. protein. Pemeriksaan darah. Hipokalemia (dengan gejala mekorismus. Untuk diare akut dan kolera pada anak diatas 6 bulan kadar natrium 90 mEg/l. Pemerisaan ureum. dan P serum yang diare disertai kejang) 1. f. kreatinin. sedangkan larutan gula garam dan tajin disebut formula yang tidak lengkap karena banyak mengandung NaCl dan sukrosa.7. bradikardi.16 jam berikutnya : 125 ml/kgBB/oralit 2) untuk anak yang lebih dari 2-5 tahun dengan berat badan 10-15 kg .  Cairan per oral Pada klien dengan dehidrasi ringan dan sedang diberikan per oral berupa cairan yang bersifat NaCl dan NaHCO. Duodenal intubation untuk mengetahui kuman penyebab secara kuantitatif tentang pada diare kronik. jumlah poemberiannya.1. dan gula. Pemeriksaan darah tepi lengkap 2. sebagai akibat defisiensi enzim laktase karena kerusakan vili mukosa. lemah.K.9. usus halus. Penatalaksaan Medis 1. hiptoni otot. Pemberian cairan .1 jam pertama : 40 ml/kgBB/menit = 3 tetes/kgBB/mnt (infuse set berukuran 1 ml=15 tetes atau 13 tts/kgBB/menit (set infuse 1 ml =20 tts) . 1. Formula lengkap disebut oralit. Pemeriksaan urune lengkap 4. Hipoglikemia e. Malnutrisi energi. Pemeriksaan sediaan darah malaria serta serologi Helicobacter Jejuni sangat dianjurkan 7. Dehidrasi (ringan.2 tahun berat badan 3-10 kg . berat.7 jam berikutnya : 12 ml/kgBB/menit = 3 tts/kgBB/mnt (infuse set berukuran 1 ml=15 tts atau 4 tts/kgBB/menit (set infuse 1 ml=20 tts). 3. dan berat jenis plasma.  Cairan Parental Diberikan pada klien yang mengalami dehidrasi berat. jenis cairan. isotonik atau hipertonik) b. Renjatan hipovolemik c. 3) Untuk anak lebih dari 5-10 tahun dengan berat badan 15-25 kg . cara memberikan cairan. 5 darah perifer lengkap. Pada anak dibawah umur 6 bulan dengan dehidrasi ringan-sedang kadar natrium 50-60 mEg/l. karena selain diare dan muntah. Pemeriksaan Penunjang 1. analisis gas darah (GDA) dan elektrolit (Na. sedang. hipotonik. penderita juga mengalami kelaparan. d.8. Komplikasi a.

Pengobatan dieretik Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak diatas 1 tahun dengan berat badan kurang dari 7 kg. Obat-obatan Prinsip pengobatan menggantikan cairan yang hilang dengan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa atau karbohidrat lain. Makanan setengah padat (bubur atau makanan setengah padat (nasi tim) c. B.5 tts/kgBB/menit (1ml=15 tts atau 3 tts/kgBB/menit (1 ml=20 tts) .Kecepatan : 4 jam pertama : 25ml/kgBB/jam atau 6 tts/kgBB/menit (1 ml= 15 tts) 8 tts/kg/BB/menit (1menit = 20 tts) 5) Untuk bayi berat badan lahir rendah . jenis cairan 4:1 (4 bagian glukosa 5% + 1 bagian NaHCO3 1 ½) . Kebutuhan Dasar Manusia Pada Klien Gastroenteritis Akut (GEA) . Susu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan misalnya susu yang tidak mengandung laktosa dan asam lemak yang berantai sedang atau tak jenuh.6 jam berikutnya : 105 ml/kgBB oralit per oral 4) Untuk bayi baru lahir dengan berat badan 2-3 kg .Kebutuhan cairan : 125 ml+100 ml=25 ml = 250 ml/kg/BB/24 jam. susu formula yang menyandang laktosa rendah dan lemak tak jenuh) b. 3. Susu (ASI. jenis cairan 4:1 (4 bagian glukosa 10%+ 1 bagian NaCHO3 1 ½) 2.7 jam berikutnya : 10 ml/kgBB/jam atau 2.Kebutuhan cairan : 250 ml/kg/BB/24 jam. jenis makanan : a.- 1 jam pertama : 20 ml/kgBB/jam atau 5 tts/kgBB/mnt (1 ml= 15 tts atau 7 tts/kgBB/menit ( 1 ml=20 tts) .