Anda di halaman 1dari 5

Faktor lokasi dan orientasi industri

      Faktor yang sangat menunjang terhadap maju atau tidaknya suatu industri adalah faktor lokasi.Faktor inilah yang 
menentukan keberhasilan suatu industri.Apakah industri tersebut dekat dan mudah untuk memperoleh bahan 
mentah/baku,apakah mudah memperoleh tenaga kerja,bagaimana biaya angkutnya,pemasarannya,danlain­lain.Selain 
itu,terdapat juga faktor lain yang mempelajari kegiatan industri,seperti iklim,kebijaksanaan pemerintah atau ketersediaan 
energi yang ada.

1.Syarat berdirinya suatu industri

Secara umum,syarat berdirinya suatu industri,antara lain :

Tersedianya bahan mentah (batu) dan sumber energi (alam/manusia)

Tersedianya tenaga kerja,baik tenaga bidang produksi maupun tenaga ahli untuk dapat mengolah sumber­sumber
alam

Tersedianya modal usaha dan jaringan transportasi serta komunikasi yang baik

Tersedianya pasar (konsumen) baik dalam maupun luar negara

Menejemen yang baik dalam melancarkan serta mengatur segala sesuatu dan juga diperlukan kemauan kerja 
keras dari masyarakat

Stabilitas politik dengan keamanan yang baik dan mantap

      Selain syarat­syarat diatas,jika kita akan membangun sebuah perindustrian,agar beberapa hal yang perlu di 
pertimbangkan dalam menentukan lokasi industri,yaitu :

Letak lokasi industri harus jauh dari permukiman penduduk agar tidak menimbulkan bahaya pencemaran bagi 
masarakat

Letak industri dekat dengan jalan raya atau rel kereta api guna memudahkan transportasi dan distribusi hasil 
industri

Letak industri harus dekat dengan sumber air dan sumber tenaga lainnya  

2.Teori lokasi industri
Teori lokasi industri muncul sebagai dasar dalam menempatkan satu lokasi yang terbaik untuk
kegiatan industri secara ekonomis teori-teori diantaranya :
a. Teori lokasi industri oleh webber
Teorinya terkenal dengan teori "least cost location".Beliau mengemukakan bahwa lokasi
industri yang tepat ditempatkan di tempat yang biayanya paling minimal.
b.Teori lokasi industri optimal oleh losch

teknologi.Menurutnya. 3.industri semen di Padalarang Jawa barat yang dekat dengan perbukitan batu kapur di Padalarang  Industri susu SGM dibangun di kota Jogjakarta dan Boyolali karna di kota tersebut terdapat banyak peternak sapi perah .peraturan.Industri yang berorientasi pada bahan baku biasanya mempertimbangkan faktor atau sarat-sarat dibawah ini :  Bahan baku yang digunakan mudah rusak  Pengakuan barang jadi lebih murah akibat dari faktor jarak yang menguntungkan  Bahan baku yang digunakan cukup berat dan lebih berat daripada produk yang dihasilkan.dan lingkungan.Dengan pertimbangan.dibangun di kota Gersik Jawa timur karna terdapat bahan baku semen.tenaga kerja.dan memiliki kecakapan atau keterampilan yang tinggi dengan orang yang memiliki pengetahuan yang luas tentang industri tetapi memiliki kecakapan terbatas.pasar.Teorinya didasarkan pada permintaan (demand).elastisitas permintaan akan mendorong di fungsi industri. d.Kemudian.kita dapat membedakan orientasi lokasi industri berdasarkan bahan baku. c.yaitu kapur. Contoh industri yang berorientasi pada lokasi bahan baku.antara lain :  industri semen gersik. Menurutnya.modal.Teori analisis wilayah pasar dan hotelling Teori ini dilakukan dengan menganalisis strategi lokasi dua industri yang bersaing wilayah pasar.Dibawah ini. a.terdapat beberapa keuntungan yang diperoleh jika letak industridekat dengan sumber bahan baku. Orientasi lokasi bahan baku Faktor bahan baku sangat memengaruhi penentuan letak lokasi industri.Orientasi industri Berikut ini akan kita bahas mengenai orientasi industri atau penentuan lokasi suatu pabrik yang berorientasi khusus pada salah satu sarat berdirinya suatu industri.Teori pendekatan prilaku menurut freud Teori pendektan freud menitik beratkan pada penempatan lokasi industri ditentukan oleh prilaku pengambilan keputusan tentang lokasi industri antara "pebisnis" dengan pengetahuan terbatas.daya angkut.lokasi optimal dari suatu industri adalah lokasi yang dapat menguasai wilayah pemasaran yang terluas.

pengeboran batuan emas. Industri garmen atau tekstil. Lokasi yang berpotensi pada ketersedian tenaga kerja 2.lokasi dekat pasar besar di pusat kota lebih mahal dibandingkan dengan pasar kecil di pinggiran kota. Industri pertambangan emas dan minyak bumi dibangun di tempat terdapatnya penggalian. Kualitas tenaga kerja 4.batik keris di Solo c. Industri mebel di Jepara. d.diantaranya : 1.Banjaran. Orientasi pada biaya angkutan . Orientasi lokasi di daerah pemasaran Jenis industri di lokasi ini biasanya mempunyai ciri-ciri hasil produksinya mudah rusak.Semarang.industri barang pecah belah dan industri konveksi. Industri sepatu di Bandung.dan Palasari) 2.biasanya terdapat di kota-kota besar seperti Jakarta. Industri rokok kretek (Kudus) 3.Surabaya. Usia dan jenis kelamin tenaga kerja 3. b.Jakarta.Contohnya.Misalnya.dan Surabaya 4. Undang-undang ketenaga-kerjaan Contoh industri yang berorientasi pada lokasi tenaga kerja.Rancaekek.antara lain : 1. Orientasi tenaga kerja Industri yang berorientasi pada tenaga kerja biasanya mempertimbangkan faktor upah pekerja karna biasanya usaha di bidang industri menginginka biaya untuk tenaga kerja atau buruh tidak terlalu besar (upah relatif murah) disertai oleh kemampuan pekerja yang siap kerja.Kriteriakriteria yang berhubungan dengan tenaga kerja ini.dan minyak bumi. Upah kerja 5.Bandung.hasil produksinya mengalami perubahan yang cukup cepat serta sifat teknologi dan sifat gengsi (konsumen) lebih di pentingkan.Contoh industri yang terdapat di Bandung selatan (Majalaya.

pemerintah mengadakan kebijakan dalam perlingkungan tenaga kerja industri.seperti :  adanya kesepakatan kerja bersama (KKB) dan perjanjian perburuhan antara tenaga kerja dan pengusaha  Pembentukan dewan keselamatan kerja dengan anggota SPSI (serikat pekerja seluruh indonesia).Modal merupakan langkah awal dalam kegiatan rancang bangun dan modal berkaitan erat dengan kebijakan pemerintah dalam hal kerja sama dengan negara-negara lain dalam hal permodalan.Selain itu.)Teknologi Teknologi juga erat kaitannya dengan faktor modal.dan lain-lain yang berhubungan dengan kesejahteraan pekerja.UMR.Penentuan lokasi perindustrian juga biasanya ditentukan oleh pemerintah bahkan dari segi pengolahan yang bersifat ekstern masih diawasi oleh pemerintah seperti UU pengolahan limbah.Industri yang berlokasikan pada orientasi biaya angkutan.Artinya kondisi distribusi barang masuk ataupun keluar lancar seperti lancarnya pengangkutan bahan-bahan dalam industri sampai pada pemasaran hasil industri.Jamsostek.progam bekerja sambil belajar.semakin besar modal biasanya semakin tinggi teknologi yang digunakan dalam pengolahan bahan atau barang-barang industri.pengguna teknologi yang masih kurang sangat memengaruhi hasil produksi yang dihasilkan.penguasaan teknologi antara tenaga kerja indonesia dan tenaga kerja negara jepang.)Kebijakan pemerintah Kebijakan pemerintah sangat menunjang dalam kelancaran iklim usaha dalam kegiatan industri. 3.penentuan lokasi industrijuga dipengaruhi oleh faktor-faktor nongeografis dia antaranya : 1.Jadi terdapat hubungan antara kondisi transportasi dan biaya angkut. Dalam menjamin kesejahteraan pekerja.adanya penyediaan sarana perumahan. Transportasi yang lancar dapat menekan biaya produksi.bentuk kerja samanya dalam bentuk joint venture ketika modal-modal yang berasal dari luar negri atau bangsa asing diberi kesempatan untuk mendirikan industri di dalam negri.Contohnya. 2.selain keempat faktor geografi tersebut.biasanya terdapat di daerah-daerah yamemiliki kelancaran transportasiyang cukup baik.pemerintah dan kodim.) Modal Modal merupakan faktor yang sngat penting dalam pembangunan industri.pengujian lingkungan kerja  Pengaturan pengupahan  Adanya jaminan sosial bagi pekerja seperti asuransi tenaga kerja (ASTEK) dan tabungan hari tua .Biasanya.

ataupun air) .)Lingkungan Faktor ini berkaitan dengan pertimbangan bahwa letak lokasi industri sebaiknya jauh dari pemukiman penduduk agar tidak menimbulkan pencemaran(suara.4.udara.tanah.