Anda di halaman 1dari 4

Vitamin yang larut dalam air

(a) vitamin B1 atau Thiamin, aneurin,
atau anti beri-beri, dengan rumus kimia
C12H17ON4.
Fungsi vitamin B1, adalah:
– sebagai koenzim dari enzim yang diperlukan dalam proses metabolisme
karbohidrat.
– mempengaruhi keseimbangan air di dalam tubuh.
– mempengaruhi penyerapan zat lemak di dalam usus.
Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan penyakit beri-beri dan
neutritis.
Kebutuhan normal vitamin B1 adalah 1-2 mg per hari. Sumber vitamin B1
adalah: hati, ginjal, otak, susu, kulit ari beras dan gandum, kuning telur,
wortel, dan ragi.

(b) Vitamin B1 (riboflavin atau
laktoflavin) dalam rumus Kimia
C17H19O6N4.
Disebut juga vitamin G. Vitamin ini banyak ditemukan pada buah-buahan,
sayur-mayur, susu,mentega, dan pada biji kacang-kacangan.
Fungsi vitamin B2:
– Untuk pemindahan rangsangan sinar ke syarap mata.
– Sebagai enzim dalam proses oksidasi di dalam sel.
Kebuhan akan vitamin B2 tergantung pada berat badan dan aktivitas
metabolisme. Pada orang dewasa diperlukan 1,8 mg per hari, sedangkan
pada anak-anak kurang dari 1 tahun adalah 0,6 mg. kekurangan vitamin

susu. – Penting dalam pembentukan sel-sel darah merah. Sumber niasin adalah: hati. – Mencegah penyakit pelagra. dengan rumus kimia C6H5NO2. letih. yaitu penyakit dengan gejala 3 D: – Dermatitis: kulit kemerahan mengelupas dan pecah-pecah. (e) Asam pantotenat. (d) Vitamin B6 (pridoksin atau adermin). ragi. Piridoksin berfungsi: – Dalam proses pertumbuhan. . serta anemia. tomat. Kebutuhan akan vitamin ini 10-20 mg per hari. – Pekerjaan urat syaraf. – Penting dalam perombakan karbohidrat. Fungsi niasin: – Untuk pertumbuhan dan perbanyakan sel.B2 dapat menyebabkan penglihatan mata menjadi kabur ( penyakit kataraks dan keratitis pada mata). dengan rumus Kimia C2H12O6N7 Vitamin B6 merupakan bagian dari gugusan protestik dari enzim dekarboksilase dan transaminase tertentu. kol. dan telur. – Diare: buang air besar terus-menerus. Bila berkombinasi dengan fosfat akan membentuk enzim oksidasi. kacang-kacangan. eksema yang simetris kiri dan kanan bagian tubuh. (c) Asam Nikotinat atau Niasin. suka melamun. dan terjadi pendaran di gusi dan usus. Dalam proses metabolisme niasin berperan sebagai koenzim. – Dimensia: mengalami kekacauan mental berupa pelupa.

Banyak terdapat di dalam sayuran. Vitamin H sangat penting dalam reaksi enzimatis yaitu pada proses deaminasi. (f) Vitamin H (Biotin). dan oksidasi. Banyak ditemukan pada ragi. Banyak yang terdapat dalam hati dan beras. . ragi. yaitu dermatitis. Dapat mencegah timbulnya uban. Zat ini selalu terdapat pada semua sel yang hidup. Vitamin B11 berperan penting dalam pertumbuhan sel darah merah dan anti pernisiosa. kentang. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan gangguan pada kulit ginjal. hati glon ginjal. yaitu senyawa yang sangat berperan dalam proses oksidasi. Kekurangan asam pantotenat akan menimbulkan gejala dermatitis dan interitis (luka pada usus). dan buah-buahan. tomat. Banyak terdapat di dalam hati. Kekurangan vitamin B11 dapat menderita anemia pernisiosa. (g) Kolin. hati.Vitamin ini merupakan bahan pelengkap koenzim A. dekarboksilasi. Kekurangan vitamin H dapat menimbulkan gejala mirip pelagra. (i) Vitamin B11 (asam folin). (h) Paramino asam benzoat. dan dapat terjadi penimbunan lemak di sekitar hati.

– Aktivator bermacam-macam fermen perombak protein dan lemak. Vitamin C berfungsi untuk: – Hidroksilasi dalam proses pembentukan serabut kolagen pada jaringan otot. – Oksidasi dan dehidrasi dalam sel. dan berperan pula dalam merangsang pembentukan eritrosit. – Pembentukan trombosit. – Mempengaruhi kerja anak ginjal. Vitamin B12 merupakan koenzim yang penting dalam metabolisme asam amino.(j) Vitamin B12 atau Sianokobalamin. . (k) Vitamin C atau asam askorbinat dengan rumus Kimia C6H8O6. Vitamin dikenal pula sebagai anti anemia pernisiosa.