Anda di halaman 1dari 20

IMPLEMENTASI SIKNAS ONLINE (APLIKASI KOMDAT

)
DALAM ANALISIS TREND KEJADIAN HIV/AIDS
DI KABUPATEN KEDIRI PERIODE 2013-2015

Disusun Oleh :
KELAS A
KELOMPOK 2
ADE RIO PRAYOGI
EVI NUR FADHILLA
TRI FENY RAHAYU NINGTYAS
MARA WAHYU WIDYANINGTYAS
KRISYOPITOS
RACHMADINI DYAH KARTIKA
INDIKA DIMAS BAGUS PRATORO

(30514002)
(30514004)
(30514006)
(30514012)
(30514015)
(30514018)
(30514007)

PROGRAM STUDI D3 REKAM MEDIS INFORMASI
KESEHATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA
KEDIRI
2016
KATA PENGANTAR
1

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan
Karunia -Nya sehingga penyusunan makalah yang berjudul “Analisis Trend
Kejadian Hiv/Aids Di Kabupaten Kediri Periode 2013-2015” dapat selesai tepat
pada waktunya.
Pembuatan makalah ini diajukan sebagai tugas Program Studi Diploma III
Rekam Medis Informasi Kesehatan. Dalam pembuatan makalah ini penulis
banyak mendapat bimbingan dan petunjuk dari berbagai pihak. Oleh karena itu ,
penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Akhmadi Abbas, S.Km.,
M.Kes. selaku dosen mata kuliah Sistem Informasi Kesehatan III, serta temanteman sekalian yang telah berbagi ilmu untuk membantu penulis menyeleseaikan
tugas.
Penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini masih belum sempurna,
maka saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan
makalah selanjutnya. Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat.

Kediri, Juni 2016

Penulis

2

.................. BAB I PENDAHULUAN ............. Daftar Isi.............DAFTAR ISI Halaman Judul.... Hasil ............................................ DAFTAR PUSTAKA ..... B.. Kata Pengantar............................... B................................ B.... BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................. Simpulan dan Saran ............. B..... Latar Belakang ............................................... terdapat hampr didunia tanpa kecuali di Indonesia .......................................................................................................... Alur penelusuran ....................... SIKNas................................................... Rumusan Masalah ................................................................... BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...... Latar Belakang Penyakit infeksi HIV/AIDS (human immunodeficiency virus / acquired immune deficiency syndrome) merupakan masalah kesehatan terbesar di dunia............................................................................................................................................. Pembahasan................................................................................................................................................................................................................. Grafik kasus... Tujuan dan Manfaat ...................................... Tinjauan umum penyakit......................................... A......................................................... A.. 3 ......................................................... BAB I PENDAHULUAN A...... BAB IV PENUTUP ..... A......................... A............................................................................................................................................................................................................................................................. 2...................................................................................... 1......................................

2011).jamur dan parasit yang biasanya dikendalikan oleh unusr-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV (sunaryati. B. Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan kemenkes RI di kabupaten Kediri pada tahun 2013 hingga tahun 2015 yang pada masingmasing tahun yaitu 2013 terdapat 69 kasus tahun 2014 64 kasus tahun 2015 terdapat 39 data tersebut diperoleh dari komunikasi data kemenkes atau disebut KOMDAT. keringat malam. Wikipedia mencatat bahwa berbagai gejala AIDS umumnya tidak akan terjadi pada orang yang memiliki sitem kekebalan tubuh yang baik. Tanda gejala AIDS. namun penyakit ini belum benarbenar bisa disembuhkan (sunaryati.diare dan kehilangan berat badan.menurut Robert P Masland dan David Estridge (2000). HIV merupakan virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul kasus HIV/AIDS Dikabupaten Kediri.2007). mengatakan bahwa akan terlihat gejala berupa demam.2011). Rumusan Masalah 4 .meskipun penanganannya yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus. kebanyakan kondisi tersebut ialah akibat infeksi oleh bakteri.dingin. Oarng yang terkena virus ini akan menjadi rentan infeksi ataupun mudah terkena tumor.virus.masalah yang berkembang sehubungan dengan penyakit infeksi HIV/AIDS adalah angka kejadian yang cenderung terus meningkat dengan anfka kematian yang tinggi (nasronudin. Berdasarkan latar belakang diatas tingkat penurunan kasus HIV/AIDS sangat baik dari tahun ke tahun.

Bagaimana gambaran trend kejadian HIV/AIDS di Kabupaten Kediri periode 2013-2016? 3. Apa factor yang mempengaruhi kejadian HIV/AIDS di Kabupaten Kediri Periode 2013-2015? C. 5. 5 . Tujuan dan Manfaat Berdasarkan rumusan masalah yang telah disusun . Bagaimana alur pencarian data trend kejadian HIV/AIDS di kabupaten kediri periode 2013-2015? 2. Untuk mengetahui gambaran trend kejadian HIV/AIDS di Kabupaten Kediri periode 2013-2016. maka tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1. 4. maka beberapa rumusan masalah yang diperoleh adalah: 1. Untuk mengetahui factor yang mempengaruhi kejadian HIV/AIDS di Kabupaten Kediri Periode 2013-2015. Untuk mengetahui bagaimana alur pencarian data trend kejadian HIV/AIDS di kabupaten kediri periode 2013-2015.Berdasarkan latar belakang di atas.

TINJAUAN UMUM TENTANG HIV/AIDS 1.2011). AIDS (Aquires Immuno Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala dan infeksi syndrome yang timbul karena rusak nya sistem kekebalan tubuh. saluran percernaan. Pengertian HIV/AIDS HIV (human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang memperlemah kekebalan tubuh manusia. tumor ganas (malignan) dan infeksi oportunistik lainnya (Sunaryati. 6 .BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Selainaitu AIDS juga dapat menimbulkan komplikasi penyakit lainnya.2011). HIV menyerang tubuh manusia dengan cra membunuh atau merusak sel-sel yang berperan dalam kekebalan tubuh sehingga kemmpuan tubuh untuk melawan infeksi dan kanker menurun drastic (Sunaryati. saraf dan kejiwaan. seperti penyakit paru-paru.

apabila alat transfuse yang digunakan steril. b.lipatan paha) tanpa sebab yang jelas. 7) Diare lebih dari 1 bulan tanpa sebab yang jelas. 4) Pembesaran kelnjar (di leher. 3) Sekitar 3-5% melalui transfuse darah.kemungkian penularan sangat kecil. Penyebab AIDS AIDS disebabkan oleh Human Immunodeficiency virus (Nasronudin. Namun demikian.2007). 2) Sekitar 5-10% akibat jarum suntik yang tercemar.apalagi tidak memakai pengaman. Ini terjadi apabila terdapat kemungkinan adanya virus dalam darah yang di donorkan. Gejala HIV/AIDS menurut sunaryati (2011). cara penularan HIV/AIDS pada seseorang sangat bervariasi.ketiak. Cara penularan Menurut sunaryati (2011). 5-10% diantaranya melalui hubungan sesame jenis.a. 5) Bercak merah kebiruan pada kulit (kanker kulit) 6) Sering demam (lebih dari 38 derajat celcius) disertai keringat malam tanpa sebab yang jelas. Cara penularan HIV/AIDS adalah sebagai berikut : 1) Sekitar 74-85% penularan terjadi melalui hubungan seksual dengan pasangan yang terkena virus HIV. 7 . c. terutama pada pemakai narkotika. gejala –gejala yang kan timbul dan dapat dikenal dari serangan HIV/AIDS adalah sebagi berikut: 1) Rasa lelah berkepanjangan 2) Sesak nafas dan batuk berkepanjangan 3) Penurunan berat badan yang mencolok lebih dari 10% dalam 1 bulan.

3) Pencegahan penularan infeksi HIV dari ibu terinfeksi ke bayi. Penangan Infeksi HIV Sampai saat ini belum ada obat yang mampu mengobati HIV secar total dari tubuh pengidapnya. 2006).4) Sekitar 90% infeksi pada bayi anak terjadi dan ibu yang mengidap HIV. e. Cara pencegahan Menurut nasronudin (2007). Pengertian SIKNAS adalah Sistem informasi yang berhubungan dengan Sistemsistem Informasi lain baik secara nasional maupun internasional dalam kerjasama yang paling menguntungkan. yaitu Abstinence (tidak melakuakn hubungan seksual. Adapun obat-obatan yang sekarang digunakan yaitu anti retroviral yang hanya mampu memperlambat pertumbuhan virus (hanwari. SIKNAS dibangun dan dikembangkan dari 8 . be faithful (setia pada pasangan) dan condom (penggunaan kondom jika terpaksa melakukan hubungan dengan pasangan). TINJAUAN UMUM TENTANG SISTEM INFORMASI KESEHATAN NASIONAL (SIKNAS) 1. hal-hal yang perlu diperhatikan dalan pencegahan infeksi HIV diantaranya adlah se4bagai berikut: 1) Pengurangan dampak buruk penggunakan narkotika suntik termasuk melalui puskesmas atau lembaga permasyarakatan (lapas) 2) Menerapkan prinsip ABC. 5) Sekitar 25-35% bayi yang dilahirkan oleh ibu pengidap HIV akan menjadi pengidap HIV. d. 4) Pemakain transfuse darah yang aman 5) Penggunaan peralatan kewaspadaan universal B.

berbagai jaringan Sistem-Sistem Informasi Kesehatan Propinsi dan Sistem Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota.2011) Kebijakan Berbagai Pengembangan bentuk Sistem Kebijakan Informasi terkait dengan Kesehatan Nasonal (SIKNAS) menurut Pusat Data dan Informasi Depkes RI 2011 antara lain: a. Peningkatan penyelenggaraan sistempengumpulan. Pengembangan dan penyelenggaraan dengan melibatkan seluruh SIK pemangku dilakukan kepentingan termasuk lintas sektor dan masyarakat. 2. Penetapan kebijakan dan standar SIK dilakukan dalam kerangka desentralisasi di bidang kesehatan. pengembangan dan penguatan kapasitas SDM. e. (Depkes RI. Pengembangan kebijakan dan standar dilaksanakan dalam rangka mewujudkan Sistem Infomasi Kesehatan (SIK) yang terintegrasi. desiminasi. serta penguatan advokasi bagipemenuhan anggaran. Penataan sumber data dan penguatan manajemen SIK pada semua tingkat sistem kesehatan dititik-beratkan pada ketersediaan standar operasional yang jelas. c. b. dan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. terpadu dengan pengembangan SDM kesehatan lainnya. 9 dan pemanfaatan . Pengembangan SDM pengelola data dan informasi kesehatan dilaksanakan dengan menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi dan lintas sektor terkait serta f. d. penyimpanan.

Peraturan menteri kesehatan Pengembangan teknologidan sumber daya informasi menurut peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor 92 tahun 2014 tentang penyelenggaraan komunikasi data dalam sistem informasi kesehatan terintegrasi. g. (7) Aplikasi Komunikasi Data adalah suatu aplikasi Sistem Informasi Kesehatan yang digunakan untuk tukar konsolidasi/integrasi rnenukar Data data Kesehatan dalam prioritas rangka yang dikirimkan dari dinas kesehatan kabupaten/kota dan/ atau dinas kesehatan provinsi dalam rangka penyelenggaraan Sistem Terintegrasi. Pengembangan Bank Data Kesehatan harus memenuhi berbagai kebutuhan dari pemangku kepentingan dan dapat diakses dengan mudah. sehingga di tingkat pusat tersedia Data Kesehatan prioritas dan Data Kesehatan tertentu lainnya untuk memenuhi kebutuhan pimpinan dan pengelola program kesehatan. kerahasiaan dan etika yang berlaku dibidang kesehatan dan kedokteran. Pada bab 1 pasal 1 ayat (6) Komunikasi Data adalah tukar-menukar data atau data transfer secara online untuk mengoptimalkan aliran data dari dan ke kabupaten/kota dan provinsi ke pusat.data/informasi dalam kerangka kebijakan manajemen data satu pintu. serta memperhatikan prinsip-prinsip 3. Informasi (8) Jaringan Sistem Kesehatan Informasi Kesehatan Nasional yang selanjutnya disebut Jaringan SIKNAS adalah 10 .

dan c. Pada Pasal 3 Lingkup pengaturan Penyelenggaraan Komunikasi Data Dalam Terintegrasi meliputi: Sistem Muatan Informasi Data. perangkat Komunikasi Data. dan akses Data Kesehatan prioritas dan Muatan Data lainnya. kualitas. Kesehatan penyelenggaraan Komunikasi Data.jaringan komputer WAN untuk menghubungkan kantor dinas kesehatan kabupaten/kota. pengernbangan Komunikasi Data. menjamin ketersediaan. mengoptirnalkan aliran Data Kesehatan dari kabupaten/kota dan/atau provinsi ke Kementerian atau sebaliknya. pengorganisasian. 2014) Pada Pasal 2 Mengaturan Penyelenggaraan Komunikasi Data Dalam Sistem Informasi Kesehatan Terintegrasi bertujuan untuk: a. serta kantor Kementerian Kesehatan yang digunakan dalam penyelenggaraan Komunikasi Data. b. dan institusi kesehatan lainnya. mewujudkan penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan yang terintegrasi. pendanaan penyelenggaraan Komunikasi Data. dan pembinaan dan pengawasan. kantor dinas kesehatan provinsi. (Permenkes RI. 11 .

go. a. 1.id b. Langkah 2 : Pilih aplikasi komunikasi data Gambar 1.III 12 . Tabel sintesa NO.C. 2. Hasil 1. Langkah 1 : Masukkan alamat www.komdat.kemenkes. Alur Penelusuran Data HIV/AIDS di Aplikasi Siknas Online (Komdat) Berikut adalah alur penelusuran data pada penderita HIV/AIDS di kabupaten Kediri periode 2013-2015. 3 JUDUL PENULIS TAHUN TERBIT HASIL BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN A.

III e. Pada tampilan home akan ada beberapa pilihan icon. Gambar 2. Langkah 3 : Pilih icon sumber data pilih wilayah centang pada kotak seluruh wilayah Gambar 3. Langkah 5 Pilih icon tahun cdntang semua tahun 13 . Gambar 4. Anda akan masuk aplikasi komunikasi data dengan tampilan seperti dibawah ini. Langkah 4 : Pilih icon indicator.c. centang kotak penyakit dan pilih jumlah penyakit kasus AIDS.III f.III d.

III g. Akan muncul tampilan data seperti ini i.III h.Gambar 5. pilih tipe data “data table” ganti kelompok wilayah dengan “perkabupaten” klik tampilkan. Gambar 6. Langkah 7 Cari diskripsi daerah “ kabupaten Kediri” 14 . Langkah 6 Pilih icon pilihan laporan.

Penurunan angka penderita HIV/AIDS tentu adalah upaya dari pemerintah serta masyarakat itu sendiri dalam memngurangi mencegah serta menghindari hal-hal atau factor-faktor penyebab terjadinya HIV/AIDS 15 . Gambaran trend kejadian HIV/AIDS di kabupaten Kediri periode 2013-2015. 80 70 60 50 40 69 30 64 20 39 10 0 tahun 2013 tahun 2014 tahun 2015 Grafik 1. pada tahun 2014 terdapat 64 penderita dan pada tahun 2015 terdapat 34 penderita. Berikut adalah gambaran grafik trend kejadian HIV/AIDS di kabupaten Kediri periode 2013-2015.III Berdasarkan grafik 1 menunjukkan bahwa trend kejadian HIV/AIDS di kabupaten Kediri periode 2013-2015 menurun dari tahun ketahun yaitu pada tahun 2013 terdapat 69 penderita.2.

Cara penularan HIV/AIDS adalah sebagai berikut : penularan terjadi melalui hubungan seksual dengan pasangan yang terkena virus HIV. Menurut nasronudin (2007).apalagi tidak memakai pengaman. Menurut sunaryati (2011). yaitu Abstinence (tidak melakuakn hubungan seksual. cara penularan HIV/AIDS pada seseorang sangat bervariasi. akibat jarum suntik yang tercemar. Berdasarakan hasil penelitian atau dari hasil data yang diambil adri aplikasi KOMDAT jumlah penderita HIV/AIDS di daerah kabupaten Kediri pada tahun 2013 ada 69 penderita pada tahun 2014 ada 64 penderita dan pada tahun 2015 ada 34 penderita hal ini menunjukan bahwa setiap tahun nya ada penurunan jumlah penderita HIV/AIDS di daerah kabupaten Kediri.Pemakain transfuse darah yang aman. be faithful (setia pada pasangan) dan condom (penggunaan kondom jika terpaksa melakukan hubungan dengan pasangan).2011). AIDS (Aquires Immuno Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala dan infeksi syndrome yang timbul karena rusak nya sistem kekebalan tubuh(Sunaryati. Penggunaan peralatan kewaspadaan universal.B. diantaranya melalui hubungan sesama jenis.Pencegahan penularan infeksi HIV dari ibu terinfeksi ke bayi. Pembahasan HIV (human memperlemah Immunodeficiency Virus) adalah virus yang kekebalan tubuh manusia. hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pencegahan infeksi HIV diantaranya adlah se4bagai berikut: Pengurangan dampak buruk penggunakan narkotika suntik termasuk melalui puskesmas atau lembaga permasyarakatan (lapas) Menerapkan prinsip ABC. 16 .

bayi yang dilahirkan oleh ibu pengidap HIV akan menjadi pengidap HIV. apabila alat transfuse yang digunakan steril. melalui transfuse darah. infeksi pada bayi anak terjadi dan ibu yang mengidap HIV.kemungkian penularan sangat kecil. Ini terjadi apabila terdapat kemungkinan adanya virus dalam darah yang di donorkan.terutama pada pemakai narkotika. Namun demikian. 17 .

Dari data yang diperoleh dari tahun 2013-2015 didapatkan jumlah penderita HIV/AIDS di daerah kabupaten Kediri menurun dari tahun 2013 yang awalnya 69 penderita tahun 2014 64 penderita dan menurun ditahun 2015 menjadi 34 penderita. Kesimpulan dan Saran Sistem informasi yang berhubungan dengan Sistem-sistem Informasi lain baik secara nasional maupun internasional dalam kerjasama yang paling menguntungkan.penggunakan jarum suntik. dan lebih berhati-hati dalam menerima transfuse darah. Menurut saya pemerintah harus lebih lagi mengadakan sosialisai mengenai factor penyebab serta cara pencegahan HIV/AIDS seperti hubungan seks bebas. 18 agar di tahun berikutnya jumlah . Hal ini tentu adalah peran warga serta pemeritah lah yang mampu mengurangi jumlah penderita tersebut.BAB IV PENUTUP A. Penderita HIV/AIDS dapat berkurang. SIKNAS dibangun dan dikembangkan dari berbagai jaringan Sistem-Sistem Informasi Kesehatan Propinsi dan Sistem Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota sangat menguntungkan bagi pemerintah dengan sistem ini kita dapat mengetahuai berapa banyak jumlah kasus penderita HIV/AIDS di kabupaten Kediri dengan adanya data tersebut pemerintah akan lebih mudah memantu sejauh mana tingkat jumlah penderita dan bagaimana setiap tahunnya.

klinis dan social.2011. Hanwari.Global effect HIV/AIDS dimensi psikoreligi.D. Pusat Data dan Informasi Depkes RI.2009. (2011).S. Nasronudin. Kebijakan Sistem Informasi Kesehatan Nasional. (2007).S.2007.HIV&AIDS pendekatan biologis Molekuler.Surabaya : Airlangga University Press. Jakarta. Kebijakan dan Strategi Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS).Yogyakarta:FlashBooks 19 . Pusat Data dan Informasi Depkes RI.DAFTAR PUSTAKA Departemen Kesehatan RI. Depkes RI. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.jakarta :FKUI. Kementerian Kesehatan RI. Sunaryati.14 penyakit paling sering menyerang dan sangat mematikan .. (2014). Penyelenggaraan Komunikasi Data Dalam Sistem Informasi Kesehatan Terintegrasi Jakarta.

20 .