Anda di halaman 1dari 5

GEOLOGI REGIONAL

2.1 Geomorfologi Regional
Pulau Sulawesi mempunyai luas sekitar 172.000 Km² dikelilingi oleh
laut yang cukup dalam.Sebagia besar daratannya dibentuk oleh pegungan
yang ketinggiannya mencapai 3.24o meter. Seperti yang telah di uraikan
sebelumnya Pulau Sulawesi berbentuk huruf K dengan empat lengan,
Lengan Timuur memanjang Timur Laut Barat Daya, Lengan Utara
memanjang Barat Timur dengan ujung Baratnya memanjang belok kea
rah Utara-Selatan, Lengan tenggara memanjang Barat Laut-Tenggara, dan
Lengan Selatan membujur Utara-Selatan. Keempat lengan tersebut
bertemu pada bagian tengah Sulawesi.
Setidaknya ada empat satuan morfologi yang dibedakan dari citra
bagian tengah ujung selatan lengan tenggara Sulawesi, yakni satuan
pegunungan,

perbukitan

tinggi,

perbukitan

rendah

dan

daratan

rendah.Uraian di bawah ini merupakan perincian secara singkat dari
keempat satuan morfologi tersebut.
2.1.1 Satuan Pegunungan
Satuan morfologi pegunungan menempati bagian terluasdikawasan
ini terdiri atas pegunungan Takelamboke, pegunungan Medoke, dan
pegunungan

Dumbia

yang

terpisah

diujung

selatan

lengan

Tenggara.Satuan morfologi ini mempunyai topografi yang kasar dengan
kemiringan

lengan

tinggi.Rangkaian

pegunungan

dalam

satuan

ini

mempunyai pola yang hampir sejajar pada barat laut tenggara.Arah ini
sejajar dengan pola struktur sesar regional dikawasan ini.Pola ini
mengindikasikan bahwa pembentukan morfologi pegunungan itu erat

1.Ada perbedaan yang khas diantara kedua penyusun batuan ini.4 Satuan Daratan Satuan morfologi daratan rendah dijumpai dibagian tengah ujung selatan lengan tenggara Sulawesi. 2.2 Satuan Perbukitan Tinggi Satuan morfologi perbukitan tinggi dijumpai meliputi bagian selatan lengan tenggara.kaitannya dengan sesar regional satuan pegunungan terutama dientuk oleh batuan malihan dan batuan ofiolit.1.Batuan penyusun morfologi ini berupa batuan sedimen klastik Mesozoikum rendah. Penyebaran satuan daratan rendah ini sangat dipengaruhi oleh adanya torehan pada endapan Alluvial dalam kedua daratan . 2.Satuan batuan penyusun utama morfologi ini yaitu batuan sedimen klastik dan Mesozoikum dan tersier. terutama dari selatan kendari. Tepi selatan daratan Wawotobi dan daratan Sampara berbatasan langsung dengan satuan morfologi pegunungan.Sementara itu pegunungan yang dibentuk oleh batuan malihan punggung gunungnya terputus pendek dengan lereng yang tidak rata.Satuan ini terdiri dari bukit kecil dan rendah dengan morfologi yang bergelombang.3 Satuan Perbukitan Rendah Satuan morfologi perbukitan rendah melampaui luas dari utara kendari dan ujung selatan lengan tenggara Sulawesi.Sauna ini terdiri atas bukit-bukit dengan ketinggian mencapai 500 Mdpl dengan morfologi kasar. serta kemiringan yang tajam.1. 2.Pegunungan yang disusun oleh batuan ofiolit mempunyai punggung yang lurus dan panjang dengan lereng relative lebih rata.

yang terdiri atas Batugamping dan Rijang radiolarian. dan sedimen laut dalam ( pelagic sediments ). 2.2.Kontak antara kompleks ofiolit dengan kepingan Benua Sulawesi Tenggara selalu berupa Sesar. terdiri atas Dunit.2.2 Statigrafi Regional Untuk himpunan batuan yang terdiri atas batuan mafik. Sehingga sangat mungkin kedua dataran iti terus mengalami penurunan.Penyebaran kompleks ini dapat ditelusuri dari ujung Timur sampai lengan tenggara Sulawesi. Mikrogabro dan Basalt. Batuan Mafik- Ultramafik di lereng Tenggara Sulawesi tersusun oleh Peridotit yang mendominasi batuan Mafik-Ultramafik dilengan Tenggara Sulawesi ini.tersebut.2. Zona Imbrikasi yang terbentuk karena Ofiolit tersesar-naikan ke atas kepingan benua dapat dijumpai mulai dari lengan timur sampai ujung lengan tenggara Sulawesi.3 Formasi Matano Sherpentinit. di lengan tenggara Sulawesi selanjutnya disebut kompleks ofiolit.2 Litologi Pada umumnya atuan Mafik-Ultramafik dilengan Tenggara Sulawesi sudah mengalami persesaran dan deformasi kuat.Akibat dari penurunan ini yaitu berdampak buruk pada dataran tersebut. 2. ultramafic. Batuan mafik dan ultramafic serta sedimen laut dalam. 2. Lersolit dan Piroksinit. 2.1 Penyebaran Kompleks Ofiolit Kompleks Ofiolit tersebar luas di tenggara Sulawesi.Diantaranya pemukiman dan pertanian. Harzburgit. .

Pada Rijang banyak ditemukan Fosil Radiolaria.3 Struktur Geologi Regional Lengan Tenggara Sulawesi. 2. system sesar Lawanopo .Formasi Matano mempunyai penyebaran dibagian Utara dan secara setempat sepanjang bagian Barat Lengan Tenggara Sulawesi dengan ketebalan diduga tidak lebih dari 100 meter. Sesar Kolaka.Formasi Matao di Lengan tenggara Sulawesi yang diduga sebagai atuan sedimen laut dalam yang tersusun oleh Batugamping.Formasi Matano dipercayai sebagai sedimen Plagic yang menindih batuan Mafik dan Ultramafik. yaitu jalur Tinondo yang menempati bagian Barat daya dan jalur Hialu yang menempati bagian Timur Laut daerah Lembar ini. Sistem Sesar Konaweha. termasuk Sesar Metarombeo.Batuan yang terdapat di lajur Tinondo merupakan batuan Malihan Paleozoikum. dan banyak Sesar lainnya Serta Liniasi. Sesar Lasolo merupakan sesar yang membagi lembah daerah Kendari menjadi dua Jalur. .Lajur Tinondo merupakan himpunan batuan yang bercirikan asal kerak samudra. Serpih dan Rijang Radiolaria.Batugamping didominasi oleh jenis Mudstone yang berlapis baik dan berwarna merah maron. Kandungan Fosil Radiolaria tersebut menunjukkan umur Valariangian ( Kapur awal ) dan Cenomanian (kapur akhir). Sedangkan pada Batugamping ditemukan yang menunjukkan umur formasi Matano adalah Kaur akhir. struktur utama yang terbentuk setelah tumbukan adalah Sesar geser Mengiri.