Anda di halaman 1dari 15

Etiologi plasenta previa

Tentang mengapa plasenta tumbuh pada segmenbawah rahim tidak dapat diterangkan
dengan jelas. Faktor resiko terjadinya plasenta previa adalah multi paritas danpertambahan
usia ibu. Persalinan sebelumnya dengan seksiosesar atau abortus juga meningkatkan
kemungkinanterjadinya plasenta previa. Singh dkk melaporkan adanyaplasenta previa pada 3,9%
wanita hamil dengan riwayatpersalinan dengan seksio sesar pada kehamilan
sebelumnya. Adanya gangguan pada vaskularisasi desidua, akibat dariadanya atropi dan
inflamasi, berperan pada terjadinyaplasenta previa. William dkk juga menemukan bahwadengan
merokok resiko terjadinya plasenta previa meningkatdua kali lipat. Teori yang diberikan
ialah bahwa hipoksemiamenyebabkan terjadinya kompensasi dari plasenta sehinggaterjadi
hipertropi. Secara ultrasonografi dapat kita lihat letak dari plasenta.Pada usia kehamilan muda
sering didapatkan adanyaplasenta letak rendah. Hal ini disebabkan pada kehamilanmuda
segmen bawah rahim belum terbentuk. Tetapi denganmeningkatnya usia gestasi, perlahan-lahan
didapatkanperubahan letak plasenta. Perubahan posisi dari plasenta initampaknya disebabkan
karena pembesaran segmen atasrahim dan pembentukan segmen bawah rahim. Disarankanbagi
wanita hamil dengan diagnosis plasenta letak rendahpada saat kehamilan muda untuk melakukan
pemeriksaanultrasonografi pada usia kehamilan 32-34 minggu untukmelihat apakah terjadi
perubahan letak plasenta atau tidak.

Setelah terjadi erosi pada sel epitel endometrium. zona pellucida masih mengelilingi. Dengan menempelnya blastokist pada permukaan endometrium maka blastosit menyatu dengan epitel endometrium. Sebelum terjadinya implantasi. kemudian morula dan blastokist.Grade : PENDAHULUAN Setelah terjadinya fertilisasi ovum oleh sperma maka sel yang dihasilkan disebut sebagai zygote. Pada tahap-tahap perkembangan ini. trophoblast masuk lebih dalam ke dalam endometrium . Kemudian terjadi pembelahan pada zygote sehingga menghasilkan apa yang disebut sebagai blastomers. zona pellucida menghilang sehingga blastosit menempel pada permukaan endometrium.

plasenta akan terlepas dari endometrium pada lapisan Nitabuch tersebut. Bersamaan dengan hal ini pada daerah desidua basalis terjadi suatu degenerasi fibrinoid.dan segera blastokist terkurung di dalam endometrium. dianggap bahwa pemahaman tentang patologi plasenta hanya membutuhkan pengetahuan terbatas tentang implantasi dan perkembangan plasenta tahap awal. saat terjadi persalinan. Akan tetapi. Endometrium sendiri sebelum terjadinya proses di atas terjadi perubahan untuk menyiapkan diri sebagai tempat implantasi dan memberi makan kepada blastokist yang disebut sebagai desidua.11 : 1. Implantasi ini terjadi pada daerah endometrium atas terutama pada dinding posterior dari uterus. . peningkatan pengalaman dengan teknologi reproduksi telah mengajarkan kepada kita bahwa kondisi-kondisi yang tepat selama implantasi bisa menghambat perkembangan tahap awal dan menghasilkan keberfungsian yang tidak tepat dari unit fetoplasental dan gangguan hasil. yang terletak diantara desidua dan trofoblast untuk menghalangi serbuan trofoblast lebih dalam lagi. Desidua kapsularis: desidua yang terletak antara blastokist dan kavum uteri 3. pemahaman dasar tentang perkembangan plasenta tahap awal menjadi semakin penting. PERKEMBANGAN PLASENTA TAHAP AWAL Selama bertahun-tahun. Setelah terjadi implantasi desidua akan dibedakan menjadi5. Pada perkembangan selanjutnya. Karena alasan ini. Lapisan dengan degenerasi fibrinoid ini disebut sebagai lapisan Nitabuch. Desidua vera: desidua sisa yang tidak mengandung blastokist. karena gangguan pada tahap awal plasentasi ini dianggap menyebabkan aborsi. Desidua basalis: desidua yang terletak antara blastokist dan miometrium 2. dan bukan mempengaruhi struktur dan fungsi plasenta.

“Jendela implantasi” adalah suatu fase spesifik singkat selama mana pelekatan blastocyst terjadi. Pada hari-hari berikutnya. Tahap pertama dalam implantasi blastocyst disebut apposisi dan berlangsung sekitar hari 6 sampai 7 pasca konsepsi. Lacunae dipisahkan dari satu dengan lainnya oleh pita syncytiotrophoblast. yang awalnya tidak berkontak dengan jaringan-jaringan ibu. berubah menjadi syncytiotrophoblast melalui fusi sel-sel cytotrophoblastic yang berdekatan. zygot berkembang menjadi blastocyst. terdiri dari cytotrophoblast. yang mengelilingi rongga blastocyst. Setelah pembuahan. massa syncitial membentuk percabangan. Jika. blastocyst terorientasi sedemikian rupa sehingga kutub embrionic melekat pada endometrium. yang menghadap jaringan ibu. Menentukan atau menghasilkan jendela ini merupakan prasyarat penting untuk keberhasilan implantasi pada fertilisasi in vitro dan bentuk lainnya. blastocyst berputar sedemikian rupa sehingga kutub embrio dan kutub implantasi tidak identik. tambahan-tambahan seperti-jari yang menginvasi secara dalam. Lapisan dalam. Massa sel dalam adalah sekelompok kecil sel yang lebih besar pada permukaan dalam. Lapisan luar. dan saling mengunci dengan endometrium. tidak disela oleh ruang-ruang antar sel dan tidak terdiri dari sel-sel individual ataupun unit-unit syncitial individual. Syncytiotrophoblast adalah suatu sistem kontinu. yang membentuk sistem lacunae.Tahap Prelacunar: Hari 1 sampai 8 pasca konsepsi Tahap prelacunar didefinisikan sebagai periode dari konsepsi hingga hari 8 pascakonsepsi. vesikel rata yang terdiri dari antara 107 dan 256 sel. Tahap Lacunar: Hari 8 sampai 13 pasca konsepsi Pada hari 8 pasca konsepsi. Dalam sebagian besar kasus. sel-sel trophoblast berproliferasi untuk membentuk lapisan ganda seiring dengan invasinya secara progresif pada epitelium endometrial. yang dengan demikian membentuk kutub implantasi. Sel-sel dinding luar adalah trophoblast. Pada kutub implantasi. Trophoblast adalah cikal-bakal plasenta sementara massa sel dalam membentuk embrio embrioblast. yang . selama implantasi. Vakuola-vakuola bertumbuh dan menjadi menyatu. vakuola-vakuola kecil muncul dalam massa syncytiotrophoblastic. Baik mesenkim yang berasal dari embrioblast maupun pembuluh darah yang berasal dari embrioblast sama-sama memberi kontribusi kepada pembentukan jaringan ikat dan pembuluh darah villus khorionik. maka akan terjadi penempatan tali pusat abnormal. tali pusat dan amnion berasal dari embrioblast. Inilah kulit trophoblastic.

Pada permukaan ibu. Lingkaran trophoblastic yang lebih tipis di bagian yang berseberangan hanya pada awalnya berusaha mencapai struktur yang sama. Di bawah zona . trabeculae bergabung untuk membentuk kulit trophoblast. yang menghadap ke endometrium. SISTEM LACUNAR Di bawah lempeng khorionik primer adalah sistem lacunar. yang menjadikan trophoblast lebih tebal. yang belakangan menjadi villus batang. mencapai kulit trophoblastic. blastocyst telah berimplantasi secara dalam dan epitelium rahim menutup ke atas tempat implantasi. Syncytiotrophoblast ada pada permukaan “luminal” lacunae. LEMPENG KHORIONIK PRIMER Lempeng khorionik primer terdiri dari cytotrophoblast yang ditutupi oleh syncytiotrophoblast pada sisi “ibu”. Ini membentuk lempeng khorionik tiga-lapis yang terdiri dari mesenkim. Pada akhirnya. Lempeng khorionik membentuk “kelopak” ke atas ruang antarvillus dan berfungsi sebagai dasar dari mana pohon-pohon villus menggantung.disebut trabeculae. Trabeculae untuk selanjutnya disebut batang villus. Sel-sel cytotrophoblastic mengalami perluasan ke dalam trabeculae dan. Pada titik ini. ini mengalami atrophy dan menjadi khorion mulus. Daerah pertumbuhan preferensial ini belakangan berubah menjadi lempeng plasenta. Dalam waktu yang bersamaan. Pada hari 12 pasca konsepsi. yang akhirnya menjadi berkontak dengan endometrium. percabangan villus pertama terbentuk dari trabeculae. Sistem lacunar berubah menjadi ruang antarvillus. Massa syncytiotrophoblastic dan sistem lacunar mengalami perluasan secara melingkar di atas permukaan blastgocyst secara keseluruhan. Proliferasi trophoblastic dan fusi syncitial diawali pada kutub implantasi. di bawahnya ada zona cytotrophoblast. dan  Kulit trophoblastic.  Sistem lacunar yang mencakup trabeculae. Sekitar hari 12 pasca konsepsi trabeculae di invasi oleh sel-sel cytotrophoblastik dari lempeng khorionik primer. yang menghadap ke rongga blastocystic. cytotrophoblast dan syncytiotrophoblast. mesenkhim embryonik menyebar di sekitar permukaan dalam dari rongga blastocyst dan lapisan cytotrophoblast. pada hari 13 pasca konsepsi. penutupan blastocyst oleh trophoblast terbagi menjadi tiga lapisan:  Lempeng khorionik primer. Pada hari 14 pasca konsepsi. atau daun khorion.

yang diikuti dengan cytotrophoblast dan kemudian lapisan diskontinu dari elemen-elemen syncytiotrophoblastik yang menghadap ke jaringan ikat endometrial. Selanjutnya. terjadi proliferasi dan migrasi trophoblast. Selama tahap-tahap awal implantasi.cytotrophoblast. Pada hari 12 pasca konsepsi. Mulai dari hari 22 pasca konsepsi ke atas. trophoblast penginvasi menyebabkan disintegrasi dinding pembuluh darah endometrial dan trophoblast ekstravillus yang mengalami ekspansi menggantikan kulit trophoblastic. erosi jaringan ibu terjadi di bawah pengaruh lytic trophoblast syncytial. Villus primer hanya terdiri dari lapisan luar dari syncytiotrophoblast dan inti cytotrophoblast. dan kecambah trophoblastic tumbuh ke dalam lacunae untuk membentuk villus primer. Dalam hal itu. Selanjutnya. cytotrophoblast menginvasi trabeculae. kulit trophoblast. Villus yang menjaga hubungannya tetap ada dengan kulit trophoblastik disebut villus penjangkaran. ujung distal dari trabeculae bergabung dan membentuk lapisan paling luar dari trophoblast. Proliferasi lebih lanjut dan percabangan selanjutnya menginisiasi perkembangan pohon-pohon villus primitif. kulit menjadi lebih heterogen. begitu cytotrophoblast berekspansi ke dalam trabeculae. istilah kulit trophoblast biasanya diganti dengan lempeng basal. tetapi ketika cytotrophoblast mencapai kulit pada kira-kira hari 15 pasca konsepsi. Ini diwujudkan oleh elemen-elemen trophoblast yang mengalami multinukleasi dan mononukleasi yang terpisah jauh dari kulit trophoblastic – trophoblast ekstravillus. adalah lapisan diskontinu tambahan dari elemen-elemen syncytiotrophoblastik. di mana batangnya berasal dari bekas trabeculae. ini adalah struktur syncytiotrophoblastic. Syncytiotrophoblastic menghadap ke lacunae. Trophoblast ekstravillus terlibat erat dalam perkembangan tempat implantasi termasuk invasi dan pemodelanulang pembuluh-pembuluh decidual. dan menghadap ke jaringan ikat endometrial. Sekitar hari 12 pasca konsepsi. Keberadaannya menandai awal dari tahap villus dari placentasi. sel-sel yang berasal dari lapisan mesenkim lempeng . Pada awalnya. suatu istilah yang mencakup dasar ruang antarvillus bersama-sama dengan semua jaringan plasental dan maternal yang melekat padanya setelah kelahiran. yang menghasilkan invasi dalam dari endometrium dan myometrium superficial. sel-sel stroma endometrial berubah menjadi sel-sel decidual. Tahap Villus Awal: Hari 13 sampai 28 pasca konsepsi Pada tahap villus awal.

cytotrophoblast. Kapilerkapiler tersebut berasal dari sel-sel pendahulu hemangioblastik. Villus sekunder terdiri dari lapisan luar syncytiotrophoblast. Ini terjadi di awal minggu ke-lima. dan ini menjadi pulau-pulau sel trophoblastik. lapisan dalam cytotrophoblast dan inti jaringan ikat. sel-sel cytotrophoblast berproliferasi dan fusi syncitial selanjutnya menghasilkan kecambah syncitial (trophoblastic). cytotrophoblast berhenti dan endotelium janin dikelilingi oleh lamina basal endotel. Kecambah ini sebanding dengan villus primer awal karena hanya terdiri dari cytotrophoblast dan syncytiotrophoblast. tercapailah sirkulasi fetoplasental lengkap. Kumpulan-kumpulan cytotrophoblast yang dikelilingi oleh lapisan tidak lengkap syncytiotrophoblast tetap bertahan sebagai tiang-tiang sel. serupa dengan perkembangan villus tertier. Bulan Kedua dan Seterusnya Diawali pada bulan kedua Pasca Konsepsi. Secara fokal. Pohon-pohon villus awal berekspansi dengan cara berikut: Di permukaan villus yang lebih besar. mesenkim berekspansi secara periferal ke ujung-ujung villus. Pada trimester terakhir. Selanjutnya. tetapi sedikit diinvasi oleh mesenkhim villus dan berubah menjadi kecambah villus. Sebagian besar mengalami degenerasi. Dalam beberapa hari. Kemudian pembuluh-pembuluh darah janin terbentuk di dalam stroma. lamina basal.khorionik primer menginvasi villus. Kedua aliran darah selalu dipisahkan oleh penghalang plasental. lapisan jaringan ikat dari lempeng khorionik menjadi jaringan fibrotik yang semakin padat dan berserabut yang memanjang ke dalam batangbatang villus. villus tertier mengalami proses diferensiasi yang kompleks yang . yang terdiri dari syncytiotrophoblast. Mesenkhim villus yang sedang berekspansi tidak secara total mencapai kulit trophoblast. Darah janin dan ibu berkontak erat dengan satu sama lainnya segera setelah sirkulasi fetoplasental terbentuk. Kemunculan kapiler-kapiler di dalam stroma villus menandai perkembangan villus tertier pertama. yang secara lokal berbeda dari mesenkim. ujung-ujung villus dari villus-villus yang mengapung-bebas bisa tidak diinvasi oleh mesenkhim villus. jaringan ikat dan endotelium janin. Bila segmen-segmen kapiler yang cukup berfusi dengan satu sama lainnya untuk membentuk dasar kapiler. Tiang-tiang sel tersebut merupakan tempat pertumbuhan membujur dari villus penjangkaran dan juga sumber trophoblast di luar villus. Kapiler-kapiler janin pertama muncul di dalam villus pada hari 18 sampai hari 20 pasca konsepsi. yang mengubahnya menjadi villus sekunder. yang sebanding dengan villus sekunder.

Akan tetapi. Ketika embrio menjadi terbenam secara total di dalam dinding endometrial.menghasilkan berbagai tipe villus yang berbeda dari satu dengan lainnya dalam struktur dan fungsi. penyusutan villus yang baru terbentuk dan penghapusan ruang antarvillus sekitarnya mulai terjadi dan menyebar secara lateral pada permukaan blastocyt. Perkembangan Membran Janin Dengan kemunculan villus pertama. trophoblast pada kutub implantasi menjadi chorion frondosum. yang tidak berkontak dengan blastocyst (yaitu. decidua terbagi menjadi beberapa segmen. walaupun terlambat. Pada akhirnya. Pertumbuhan embrio dan plasenta menyebabkan decidua menjorok ke dalam rongga rahim. pada dinding rahim yang berseberangan). yang dengan demikian menghapus sebagian besar rongga rahim. Bagian menjorok dari decidua inilah decidua kapsuler atau decidua capsularis. decidua kapsuler mengalami degenerasi secara fokal. Akan tetapi. yang terus berlanjut hingga kira-kira bulan ke-empat. yang merupakan kebalikan dari kutub implantasi. ruang antarvillus yang terhapus. Decidua di tempat implantasi. dan akhirnya menyentuh decidua parietal. berawal di akhir minggu ketiga Pasca Konsepsi. Dengan pertumbuhan kantong khorionik. Decidua lainnya. chorion mulus berkontak dengan permukaan decidual dinding rahim atas hampir seluruh permukaannya. Dengan maturasi. adalah decidua basal atau decidua basalis. bersama-sama dengan decidua kapsuler residual melekatnya. tidak ada fusi yang sesungguhnya antara decidua capsularis dan decidua vera. Perubahan ini menyebabkan penurunan yang berarti dalam ketebalan penghalang plasenta dan dengan demikian menyebabkan penurunan jarak difusi maternofetal rata-rata. Sel-sel kecil yang . awalnya mengalami perkembangan yang bersesuaian. decidua menutup ke atas blastocyst. yang membentuk chorion mulus atau daun chorion. Antara minggu ke-15 dan ke-20 pasca konsepsi. sisasisa villus dan kulit trophoblastik menyatu. syncytiotrophoblast berkurang ketebalannya dan cytotrophoblast menjadi jarang. cikal-bakal plasenta. di bawah blastocyst dan kemudian plasenta. chorion. Diameter villus rata-rata meningkat. Dari tanggal ini ke atas. adalah decidua parietal atau decidua vera. dan kapiler-kapiler janin semakin banyak dan semakin dekat dengan permukaan villus. chorion mulus. Proses ini menyebar secara perlahan-lahan sekitar 70% permukaan kantong khorionik. Chorion frondosum kapsuler. Dengan tergantung pada hubungan ruangnya dengan kantong khorionik yang berimplantasi. berfusi secara lokal dengan decidua parietal.

namun pada dasarnya pembagian tersebut tidaklah berbeda jauh. yang diawali di tempat penyelipan tali pusat pada lempeng khorionik. Beberapa literatur membagi plasenta previa dengan menggunakan pembagian grade I sampai grade IV. rongga amniotik dipisahkan dari khorion oleh cairan khorionik. Plasenta letak rendah: dimana plasenta berimplantasi pada segmen bawah rahim. namun berada didekatnya. 3. Plasenta previa parsialis: dimana ostium uteri internum sebagian ditutupi oleh plasenta. 2. Proses ini selesai pada minggu ke-12 pasca konsepsi. sel-sel amniogenik. mesoderm amnionic berfusi dengan mesoderma khorionik. 4.melapisi permukaan dalam dari trophoblast. Selama minggu ke-6 hingga ke-7 pasca konsepsi. Klasifikasi Keadaan ini dibagi menjadi empat bagian yaitu : 1. dan dengan demikian kedua membran selalu mudah disorongkan pada satu dengan lainnya. adalah cikal-bakal dari epitelium amnionic. KLASIFIKASI PLASENTA PREVIA 2. Celah yang memisahkan sel-sel ini dari embryoblast. Ini berbeda dari situasi dalam tali pusat di mana amnio yang sedang berekspansi menjadi melekat erat pada permukaan tali pusat dan berfusi ketat dengannya. Sebelum minggu ke-12 pasca konsepsi. Plasenta previa marginalis: dimana bagian tepi dari plasenta berada di pinggir dari ostium uteri internum. Akan tetapi. Mesenkhim ekstraembryonic mengalami perluasan untu menutupi permukaan epitelium amnionik dan menjadi mesoderma amnionik. Plasenta previa totalis: dimana ostium uteri internum tertutup seluruhnya oleh plasenta. magma retikular. . fusi amnion dan chorion tidak pernah total. tetapi tepi dari plasenta tidak mencapai ostium uteri internum. yang pada akhirnya menjadi rongga amniotik.

Incomplete/ partial placenta previa USG Doppler dan warna gambar menunjukkan margin yang lebih rendah dari plasenta sebagian menutupi os internal menunjukkan plasenta previa parsial. dan plasenta previa totalis. Gambar USG Transvaginal Plasenta letak rendah rendah The plasenta tepi adalah 18 mm (+ . plasenta previa parsialis. . Tingkatan dari plasenta previa ini tergantung dari besarnya ukuran dilatasi serviks pada saat pemeriksaan.Ada juga yang membagi menjadi hanya tiga bagian yaitu plasenta letak rendah. +) dari os serviks internal...

Malpresentation ditemukan pada sekitar 35% kasus. Pelepasan ini akan menyebabkan terjadinya perdarahan yang akan kita temui sebagai perdarahan ante partum.Complete placenta previa Gambar USG ini menunjukkan plasenta sepenuhnya menutupi os interna (INT OS). Sebagai contoh plasenta letak rendah pada pembukaan 2 cm dapat menjadi plasenta previa parsialis pada pembukaan serviks 8 cm karena dilatasi serviks telah mencapai plasenta. DIAGNOSIS PLASENTA PREVIA Adanya perdarahan antepartum. Di Rumah Sakit Dr. Pemeriksaan abdomen dan biasanya menemukan rahim nonlembut. lembut dan santai. akan menjadi plasenta previa parsialis pada pembukaan 4 cm karena dilatasi serviks melebihi tepi dari plasenta. Pada keadaan ini.15. Manuver Leopold mungkin menemukan janin dalam posisi sungsang atau miring atau berbaring melintang sebagai akibat dari posisi abnormal plasenta. sehingga diagnostik lengkap plasenta previa. plasenta previa yang tampaknya menutupi seluruh ostium uteri internum pada saat belum terjadi dilatasi. Konfirmasi Diagnostik . atau kira-kira 1 di antara 125 persalinan13. Vagina examinaton dihindari dalam kasus yang diketahui dari plasenta previa5.5% atau 1 diantara 200 persalinan. Cipto Mangunkusumo terjadi 37 kasus plasenta previa di antara 4781 persalinan yang terdaftar. sebagai akibat dari pembentukan segmen bawah rahim dan dilatasi serviks.Kebalikannya. baik plasenta previa totalis ataupun plasenta previa parsialis akan terjadi pelepasan sebagian plasenta yang tak dapat dihindari. Angka kejadian dari plasenta previa adalah 0.

Previa dapat dikonfirmasikan dengan ultrasound. yang pada trimester ketiga mungkin sepenuhnya normal karena pertumbuhan diferensial rahim. USG PLASENTA AKRETA Sonogram demonstrating absence (arrows) of the intervening myometrium between the placenta and uterine serosa Color Doppler image demonstrating absence of Sonogram demonstrating intervening myometrium numerous vascular lacunae (short arrow) and abnormal (asterisks) within the placenta bladder-uterine wall in a patient with placenta vascularization (long arrow) accreta TATALAKSANA Terapi Pengobatan plasenta previa dapat dibagi dalam 2 golongan. Transvaginal USG memiliki akurasi yang unggul dibandingkan dengan transabdominal satu. yaitu : . ulangi pemindaian dilakukan setelah selang waktu 15-30 menit. sehingga memungkinkan pengukuran jarak antara plasenta dan os serviks. Positif palsu mungkin karena alasan berikut: * Kandung kemih terlalu penuh mengompresi segmen bawah rahim * Kontraksi miometrium simulasi jaringan plasenta di lokasi yang abnormal rendah * Awal kehamilan posisi rendah. Dalam kasus tersebut.

plasenta previa tota lis. multiparitas dan tingkat plasenta previa yang ringan. Seksio sesarea juga mencegah terjadinya robekan serviks yang agak sering terjadi pada persalinan per v aginam. pasien dirawat di rumah sakit sampai berat anak ±2500 gr atau kehamilan sudah sampai 37 minggu. dananak mati (tidak selalu).Jika kehamilan 37 minggu telah tercapai.Terminasi Kehamilan segera diakhiri sebelum terjadi perdarahan yang membawamaut.Keadaan ibu dan anak. Ekspektatif Dilakukan apabila janin masih kecil sehingga kemungkinan hidup di dunialuar baginya kecil sekali. parturien. 4. Sebaliknya. Dilakukan oksitosin drip disertai pemecahan ketuban. 2. plasenta marginalis ata u plasenta previa lateralis di anterior (dengan anak letak kepala). Namun .Besarnya pembukaan. Untuk menurunkan kematian bayi karena prematuritas. Perdarahan yang banyak. Cara vaginal yang bermaksud untuk mengadakan tekanan pada plasenta. perdarahanyang sedang/sedikit. Selama terapi ekspektatif diusahakan untuk menentukan lokalisasi plasenta dengan pemeriksaan USGdan memperbaiki keadaan umum ibu. Syarat bagi terapi ekspektatif ialah bahwa keadaan ibu dan anak masih baik (Hb-nya normal) dan perdarahan tidak banyak. . Dilakukan pada plasenta letak rendah. kehamilan diakhiri menurut salahsatu cara yang telah diuraikan. sekarang ternyata terapi menunggu dapat dibenarkan denganalasan sebagai berikut : 1. 3.Pada terapi ekspektatif. 5. pembukaan kecil. harus selalu tersedia darah yang cukup.a. b.Perlu diperhatikan bahwa sebelum melakukan tindakan apapun pada penderita plasenta previa. 2. Dahulu ada anggapan bahwa kehamilan dengan plasenta previa harus segera diakhiri untuk menghindarkan perdarahan yangfatal. dan anak yang mati cenderung untuk dilahirkan per vaginam.Perdarahan banyak atau sedikit.yang dengan demikian menutup pembuluh-pembuluh darah yang terbuka(tamponade pada plasenta). dimaksudkan untuk mengosongkan rahim hinggarahim dapat berkontraksi dan menghentikan perdarahan. dan tingkat plasenta previa yang berat mendorong kita melakukan seksio sesarea.Jenis persalinan apa yang kita pilih untuk pengobatan plasenta previa dankapan melaksanakannya bergantung pada faktor-faktor sebagai berikut : 1.Tingkat plasenta previa.Penderita plasenta previa juga harus diberikan antibiotik mengingatkemungkinan terjadinya infeksi yang besar disebabkan oleh perdarahan dantindakan-tindakan intrauterin.Pada perdarahan yang sedikit dan anak yang masih kecil (belum matur)dipertimbangkan terapi ekspektatif.Paritas. Perdarahan pertama pada plasenta previa jarang fatal. Dilakukan pada keadaan plasenta previa dengan perdarahan banyak. pembukaan yang sudah besar. plasenta letak rendah dengan anak letak sungsang. Dengan seksio sesarea. misalnya : kehamilan cukup bulan. perdarahan banyak. nullipara. plasenta previa lateralis di posterior.

33. Profause bleeding. Prolaps plasenta Komplikasi bayi yang sering terjadi adalah prematuritas dengan angka kematian ± 5% 2 . Plasenta previa janin letak lintang atau letak sungsang 44. 33. 66. Plasenta previa pada primigravida. 7. yang menyebabkan sulitnya plasenta terlepas secara spontan saat melahirkan. Keadaan ini jarang. 22. Anak berharga dan fetal distres 55. perdarahan sangat banyak dan mengalir dengan cepat. Perdarahan dan syok. 3 • Plasenta terletak di sebelah belakang (posterior). plasenta berimplantasi terlalu dalam dan kuat pada dinding uterin. 44. infeksi dan trauma dan uterus/servik 11. Plasenta previa totalis. Prematuritas atau lahir mati 16. 2 • Sebagian besar OUI ditutupi plasenta. Plasenta akreta. KOMPLIKASI DAN PROGNOSIS PLASENTA PREVIA Komplikasi ibu yang sering terjadi adalah perdarahan post partum dan syok karena kurang kuatnya kontraksi segmen bawah rahim.INDIKASI SC (PLASENTA PREVIA) 11. 22. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan hebat dan perlu operasi histerektomi. Prolaps tali pusar. Laserasi serviks. Plasenta previa lateralis jika : 1 • Pembukaan masih kecil dan perdarahan banyak. Infeksi. Pada kondisi ini. tetapi sangat khas mempengaruhi wanita dengan plasenta previa atau wanita dengan sesar sebelumnya atau operasi uterus lainnya 5.

6. sedangkan kelinan kedalamanimplantasi plasenta adalah plasenta akreta. 3.2. Penyebab plasenta previa belum diketahui tetapi faktor resikoialah : multiparitas. Plasenta merupakan bagian kehamilan yang penting. 7.2 FETAL Mortalitas perinatal yang berhubungan dengan plasenta previa kira-kira 10% Meskipun persalinan prematur. maka angka kematian dapat diturunkan sampai < 1% 2. Plasenta previa adalah plasenta yang terletak menutupi ataudekat dengan ostium uteri internum. ibu yang perokok. perkreta. Penyebabnya ialah kelainan pada desidua basalis sehingga tidakterbentuk lapisan nitabuch. Tindakan yang dalam penatalaksanaan kelainan ini ialahtindakan operatif.10. 10. 8. cedera talipusat serta perdarahan yang tak terkendali tak dapat dihindari. inkreta. dan bekas kuretase. Faktor resikonya adalah: implantasipada segmen bawah rahim. angka mortalitas dapat sangat diturunkan melalui perawatan obstetrik dan neonatus yang ideal 1. usia ibu. Plasenta yang normal berimplantasi pada endometrium bagianatas terutama pada dinding posterior uterus.10. Plasenta akreta. langsung melakukan tindakan seksio sesar dan pemberian anaestesi oleh tenaga kompeten.1 Maternal Tanpa melakukan tindakan Double setup. kemudian terdapatlapisan Nitabuch yang merupakan degenerasi fibrinoid daridesiduabasali. dan perkreta adalah jenis dari kelainankedalaman implantasi plasenta. . 4. berguna untuk mencegah invasi lebih jauh dari jonjot korion. solusio plasenta. Kelainan implantasi dari plasenta ialah kelainan letak implantasiyang adalah plasenta previa. bekas seksio sesaria. jaringan parut pada uterus akibatbekas seksio sesar atau insis pada uterus. Kelainan dari plasenta dapat berupa gangguan fungsi dangangguan implantasi. dimanakelainan dari plasenta akan menimbulkan kelainan pada janin 2. Penatalaksanaan plasenta previa terdiri atas dua cara yaitu:konservatif dan ekspektatif.10 PROGNOSIS 2. 5. inkreta. 9.