Anda di halaman 1dari 20

KEADAAN UMUM POTENSI SUMBER DAYA

ALAM DAN LINGKUNGAN
(Desa Karangwangun Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon)
I.
I.1.

Keadaan Fisik Daerah
Letak Geografis
Secara administratif Desa Karangwangun termasuk ke dalam wilayah

Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa barat, memilik luas
wilayah 184,364 Ha.Desa Karangwangun memiliki jarak tempuh ke pusat
pemerintahan Kecamatan Babakan ± 1,8 km, jarak tempuh ke pusat pemerintahan
Kabupaten Cirebon ± 45 km, jarak tempuh ke pusat pemerintahan Provinsi Jawa
barat ± 137 km.
Desa Karangwangun adalah merupakan salah satu dari 14 Desa di
Kecamatan Babakan yang berada di Wilayah Timur, dengan batas-batas wilayah
sebagai berikut :
Sebelah Utara
: Desa Gebang Kec. Gebang
Sebelah Timur
: Desa Pakusamben Kec. Babakan
Sebelah Selatan
: Desa Babakan Kec. Babakan
Sebelah Barat
: Desa Dompyong Kec. Gebang
Luas wilayah Desa Karangwangun :
Tanah Sawah
: 136,923
Ha
Teknis
Tanah Darat
: 47,441
Ha
Pemukiman dan pekarangan
Jumlah
: 184,364
Ha
Dengan kondisi Demografi adalah Tanah Datar.
Desa Karangwangun memiliki :
Dusun
= 6 Dusun
RW
= 7 RW
RT
= 29 RT
(Sumber : Data profil Desa Karangwangun Tahun 2014)

Agama/ aliran kepercayaan
Islam

: 7893 orang

Jumlah

: 7893 orang

1

I.2.

Topografi dan Tata Guna Lahan
Secara umum Desa Karangwangun memilik topografi tanah datar dengan

rata-rata ketinggian tempat ± 1-3 meter diatas permukaan laut. Tingkat kesuburan
tanah pada umumnya baik (subur), sehingga berbagai jenis tanaman (seperti :
tanaman pangan dan beberapa jenis tanaman hortilkultura) dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik. Sebagian besar lahan yang ada dalam wilayah Desa
Karangwangun Kecamatan Babakan diperuntukkan lahan pertanian. Mengenai
lahan dan luas penggunaannya dpat dilihat sebagai berikut :
Tabel 1.0 daftar penggunaan lahan di Desa Karangwangun Kecamatan Babakan
No

Penggunaan lahan

1
2
3
4
5
6
7

Luas pemukiman rakyat
Luas persawahan (sawah teknis)
Luas pemukiman / komplek PRA-KS
Luas perkantoran
Luas fasilitas umum
Kolam
Kuburan
Jumlah
Sumber : Profil Desa karangwangun 2014

Luas (Ha)
41.796
136.923
0.444
1.545
2.931
0.725
184.364

Persentase
(%)
22.67
74.27
0.24
0.84
1.59
0.39
100.00

Berdasarkan Tabel 1.0 diatas memperlihatkan bahwa lahan yang
diperuntukkan bagi lahan pertanian lebih luas jika dibandingkan dengan keperluan
yang lain, yaitu 136,923 Ha (74,27 %) dari keseluruhan luas lahan Desa
Karangwangun.
Penggunaan lahan sawah diutamakan untuk tanaman jagung dengan
produktivitas mencapai 308 Ton/Ha. Sedangkan ada pula tanaman pada komoditas
lain sebagai berikut:

Tanaman Pangan menurut komoditas :
1. Jagung
2. Padi Sawah
3. Bawang Merah

: 22 Ha: 308 Ton/ Ha
: 5 Ha: 30 Ton/ Ha
: 10 Ha: 80 Ton/ Ha

2

topografi. Keseluruhan keadaan luar dapat dipilahkan menjadi tiga nilai kepentingan bagi hidup dan kehidupan manusia. atmosfer. Konsepnya bersifat geografik karena lahan dipandang selaku perpaduan berbagai tampakan (feature) muka daratan. Keadaan yang diperlukan secara mutlak mencakup udara segar dan air bersih. lahan adalah habitat. dan keadaan yang membahayakan. Lahan juga merupakan wahana sejumlah ekosistem. yaitu keadaan yang diperlukan secara mutlak. flora. sejauh hal-hal tadi berpengaruh murad (significant) atas lahan penggunaan oleh manusia pada masa sekarang dan masa mendatang (FAO. Maka lahan. Bawang Daun : 1 Ha: 14 Ton/ Ha 6. fauna. tanah. Konsepnya bersifat dinamik karena nasabah (relationship) struktural dan fungsional antar komponennya dapat berganti atau berubah menurut tempat dan atau waktu. dan politik. Sebagai suatu lingkungan pemapanan masyarakat manusia. keadaan yang menguntungkan. kepentingan. Keadaan yang menguntungkan antara lain ialah tanah subur dan 3 .4. dan hasil kegiatan manusia masa lalu dan masa kini. Seledri : 2 Ha: 28 Ton/ Ha Sumber : Data profil Desa Karangwangun (2014) Lahan adalah suatu wilayah bumi daratan yang ciri-cirinya merangkum semua tanda pengenal (attribute) biosfer. yang melingkupi dan mempengaruhi kemaujudan (existence) masyarakat manusia tersebut. lahan mengunjuk kepada keseluruhan keadaan luar tempat masyarakat manusia berada. yang boleh dibilang bersifat mantap atau dapat diramalkan bersifat mendaur. Terong : 2 Ha: 28 Ton/ Ha 5. Dengan singkat. Konsepnya bersifat holistik karena berpangkal pada kebulatan ujud dan fungsi dari ujud dan fungsinya masing-masing. Lahan merupakan suatu satuan ruang berupa suatu lingkungan pemapanan masyarakat manusia. dinamik. hidrologi. disamping bermatra ekologi. geologi. 1977). juga bermatra sumberdaya. lahan merupakan penjelmaan keseluruhan faktor atau kakas (force) di suatu tapak (site) yang mempengaruhi atau berperan dalam hidup dan kehidupan masyarakat manusia. Lahan berkonsep holistik. dan geografik. Dengan kata lain. Pengertian lahan dapat diringkas menjadi hamparan berupa suatu tembereng (segment) sistem terestik yang merupakan suatu perpaduan sejumlah sumberdaya alam dan binaan.

dan watak serta perilaku tiap komponen. visi. Penguasaan pengetahuan tentang lahan secara utuh menjadi kebutuhan mutlak bagi pengelolaan lingkungan hidup menurut segala gatranya. baku mutu air dan udara. Lontaran (issue) lingkungan hidup dan pengembangan wilayah menjadi tidak lain 4 . Dengan jabaran ini persoalan lingkungan hidup lebih menjadi tertangani (manageable) karena lahan merupakan ujud nyata (tangible). kebisingan. Maka dari itu pengetahuan yang mendalam dan utuh tentang lahan menjadi rujukan pokok pengembangan kimah (asset) ekonomi nasional. berkreasi. Pemahaman lahan seperti ini menampakkan kemiripan hakikat antara lahan dan lingkungan hidup.ketercapaian (accessibility) yang mudah. suatu wilayah tempat orang menuntut kehidupan. Boleh dikatakan bahwa lahan merupakan jabaran operasional lingkungan hidup yang nilai keberadaannya dan makna bagi kehidupan merupakan suatu kesatuan dalam pemahaman maupun penghayatan pemanfaatan sumberdaya. Lahan juga merupakan kesatuan berbagai sumberdaya alam dan binaan. berdasarkan gagasan. Lahan adalah ungkapan realistik habitat. nasabah antar komponen dan perubahannya dapat diukur (measurable) atau dapat dihitung (calculable). degradasi ekosistem. dan sebagainya menjadi jauh lebih mudah dicerapi dan dianalisis menurut penalaran kausalitas untuk memperoleh diagnosis yang benar dan menetapkan langkah-langkah pemulihan (remedial measures) yang tepat. komponen-komponennya tersidik jelas. Perbedaannya terletak pada asas pengungkapan ujud. tanggap rasa (sensation). air dan udara. pencemaran tanah. dan bergaul dengan sesamanya. bergaul dengan alam. Lingkungan hidup adalah ungkapan konsepsional habitat. Ungkapanungkapan lingkungan hidup secara rona awal. erosi tanah. Dengan demikian saling tindak (interaction) antar komponen lingkungan hidup dan jalur dampak usikan ke tiap komponen dapat lebih mudah dirunut. Keadaan yang membahayakan antara lain berkaitan dengan banjir. dan cerapan deduktif (deductive perception). Lahan menjadi pangkalan hidup manusia. berdasarkan fakta empirik dan cerapan induktif. Cerapan lahan sebagai lingkungan hidup dan sekaligus sebagai kimah sosio-ekonomi dan budaya menghasilkan kebijakan pembangunan berwawasan manusiawi yang dikenal dengan istilah human-development. dan pencemaran.

karakteristiknya yang bersifat dinamis (Soemarno. hidrologi. 1998). Menurut (Jayadinata. Faktor-faktor ini hingga batas tertentu mempengaruhi potensi dan kemampuan lahan untuk mendukung suatu tipe penggunaan tertentu. tanah. 5 . (Sys. Lahan sebagai salah satu faktor produksi mempunyai kontribusi yang cukup besar dalam pencapaian hasil-hsail pertanian. (iii) tanah. (ii) relief dan formasi geologis. Lahan sebagai suatu "sistem" mempunyai komponen. 1999) merupakan tanah yang sudah ada peruntukannya dan umumnya dimiliki dan dimanfaatkan oleh perorangan atau lembaga untuk dapat diusahakan. 1990). yaitu (i) iklim. Menurut (Mubyarto. Dari beberapa pengertian tentang lahan maka dapat disimpulkan bahwa Lahan merupakan lingkungan fisik yang meliputi iklim. Hal ini terbukti dari besarnya balas jasa yang diterima oleh tanah dibandingkan dengan faktor-faktor produksi lainnya. 1968). lahan sebagai salah satu faktor produksi merupakan pabrik dari hasil-hasil pertanian dan mempunyai kontribusi yang cukup besar terhadap usahatani. Lahan digunakan berkenaan dengan permukaan bumi beserta segenap karakteristik-karakteristik yang ada padanya dan penting bagi perikehidupan manusia (Christian dan Stewart. setiap komponen lahan atau sumberdaya lahan tersebut di atas dapat dipandang sebagai suatu subsistem tersendiri yang merupakan bagian dari sistem lahan.daripada lontaran tataguna lahan dari kerangka human-development tersebut dengan nilai-nilai pemerataan menggambarkan kesamaan mengakses sumberdaya yang tersedia secara proporsional. relief. dan (vi) anasir artifisial (buatan). (iv) air. (v) vegetasi. dan vegetasi. 1985) mengemukakan enam kelompok besar sumberdaya lahan yang paling penting bagi pertanian. Komponen-komponen lahan ini dapat dipandang sebagai sumberdaya dalam hubung.annya dengan aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam konteks pendekatan sistem untuk memecahkan permasalahan-permasalahan lahan. Selanjutnya setiap subsistem ini tersusun atas banyak bagian-bagiannya atau karakteristik.komponen yang terorganisir secara spesifik dan perilakunya menuju kepada sasaran-sasaran tertentu. Besar kecilnya produksi dari usahatani antara lain dipengaruhi oleh luas sempitnya lahan yang digunakan.

buruh tani. Kuwu Karangwangun yang mempunyai lingkup tugas pokok membantu Bupati dalam penyelenggaraan Pemerintahan. Wiraswasta. 1996). karena lahan memilki kontribusi sebesar 70-90% dari modal yang dimiliki petani selama factor lain cukup tersedia. Jumlah dan Data Perangkat Desa Karangwangun sebanyak 13 orang dengan Struktur Organisasi sebagai berikut : BAGAN STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAH DESA KARANGWANGUN KUWU SEKRETARIS DESA KAUR KEUANGAN 6 . PNS/ABRI/POLRI/BUMN. Mata pencaharian Penduduk sebagian besar adalah Petani. I. Tohir.3. I. Keadaan Demografi Jumlah penduduk Desa Karangwangun : Laki-laki = 3831Jiwa Perempuan = 4062Jiwa Jumlah = 7893jiwa Bahasa Daerah sehari-hari masyarakat Karangwangun adalah berbahasa Jawa Cirebon. serta ada juga yang menjadi TKW/TKI di luar negeri.Lahan merupakan sumber daya alam yang sangat penting. maka peningkatan produksi padi dapat dilakukan dengan memperluas usahatani dengan kontribusi yang lebih besar dibandingkan dengan faktor lain (Kaslan A. pedagang. Organisasi dan keadaan personalia Pemerintah Desa Karangwangun Kecamatan Babakan dipimpin oleh seorang Kuwu dari hasil Pemilihan secara Langsung oleh masyarakat dan bertanggung jawab kepada Bupati. Pembangunan dan Pembinaan kehidupan kemasyarakatan dalam wilayah kerja Desa Karangwangun.4.

76 Belum produktif Belum produktif Belum produktif Belum produktif Kerja produktif 6 20 – 24 435 450 885 11. II. Terdiri dari laki-laki sebanyak 3831 jiwa dan perempuan sebanyak 4062 jiwa. Mengenai keadaan penduduk Desa Karangwangun menurut struktur umur dapa dilihat pada tabel 2.94 Kerja produktif 8 30 – 34 375 380 755 9. Tabel 2.56 Kerja produktif 9 35 – 39 367 396 763 9. KAUR EK-BANG KAUR KESRA KADUS 03 KADUS 02 KADUS 04 KAUR PEMERINTAHA N KADUS 06 KADUS 05 Keadaan Sosial Ekonomi Keadaan penduduk berdasarkan strukutur umur Jumlah penduduk Desa Karangwangun Kecamatan Babakan pada tahun 2014 tercatat 7893 jiwa.24 2 02 – 05 143 166 309 3.1.85 5 15 – 19 319 294 613 7. KADUS 01 II.9 3 06 – 09 238 251 489 6.66 Kerja produktif 10 40 – 44 265 331 596 7.55 Kerja produktif No Perempuan Laki-laki L+ P 3 4 5 Persentase % 6 7 Ket.KAUR UMUM KAUR TIBTRAM II. Usia 7 .0 Keadaan penduduk Desa Karangwangun Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon menurut kelompok umur dan jenis kelamin.2 4 10 – 14 311 309 620 7.0 berikut. 1 Kelompok umur 2 1 00 – 01 83 94 177 2.2 Kerja produktif 7 25 – 29 418 446 864 10. dan jumlah kepala keluarga sebanyak 2573 KK.

1 Kerja produktif 15 65 – 69 71 83 154 1.20 %. Berdasarkan perhitungan tersebut : SU = PENDUDUK 0−14 TAHUN X 100 JUMLAH PENDUDUK = 1595 X 100 =20.95 18 80 – 84 7 4 11 0. 1991) untukmengetahui struktur umur digunakan pendekatan uji 40 %.95 16 70 – 74 65 77 142 1. tetapi apa bila jumlah penduduk berusia 0-14 tahun lebih besar dari 40%..025 Jumlah 3831 4062 7893 Sumber : Data profil Desa Karangwangun kecamatan Babakan Tidak produktif Tidak produktif Tidak produktif Tidak produktif Tidak produktif 100. bila jumlah penduduk yang berusia antara 0-14 tahun lebih kecil dari 40%. maka daerah tersebut mempunyai struktur umur usia muda.16 Kerja produktif 12 50 – 54 160 205 365 4.00 Menurut (Nurdin. Sex Ratio (SR) Sex Ratio (SR) digunakan untuk mengetahui perbandingan jumlah penduduk pria dan wanita disuatu daerah pada waktu tertentu. H.8 17 75 – 79 36 39 75 0. maka dikategorikan kedalam daerah yang mempunyai struktur umur usia tua.14 19 85 – ke atas 2 0 2 0.20 7893 Nilai Fourty Percent Test (Uji 40 %) sebesar 20. SR = JUMLAH P ENDUDUK PRIA X 100 JUMLAH PENDUDUK WANITA 8 . artinya bahwa keadaan penduduk Desa Karangwangun Kecamatan Babakan didominasi oleh usia muda.11 45 – 49 230 256 486 6.62 Kerja produktif 13 55 – 59 183 161 344 4.36 Kerja produktif 14 60 – 64 123 120 243 3.

Kebutuhan energy dan kalori dalam tubuh ini dapat dipenuhi mellui bahan pangan. dengan cara mengolah sumber daya alam yang dimiliki secara maksimal.5 orang.46 atau sekitar 33. Berdasarkan tabel 2.46 Orang 5914 Nilai DR = 33. 9 .= 4062 X 100 =106 Orang 3831 Nilai SR = 106 orang. artiinya bahwa setiap 100 orang penduduk usia kerja (produktif) harus menanggung beban sebanyak 33. Beban ketergantungan penduduk Desa Karangwangun jika dihitung dengan DR adalah sebagai berikut : DR = PENDU DUK USIA 0−14 TAHUN + PENDUDUK USIA>64 TAHUN X 100 PENDUDUK USIA 15−64 TAHUN = 1595+384 X 100 =33. sehingga semakin banyak penduduk usia produktif akan mempengaruhi konsumsi pangan.5 %.5 orang penduduk yang belum produktif dan tidak produktif. Sehingga sebagian besar penduduknya dapat bekerja dan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.0 diketahui bahwa penduduk DesaKarangwangun pada tahun 2014 didominasi oleh penduduk usia produktif yaitu sebesar 33. Dependency Ratio (DR) Dependency Ratio (DR) digunakan untuk mengetahui perbandingan jumlah penduduk belum dan tidak produktif dengan penduduk usia kerja produktif. artinya bahwa setiap 100 orang penduduk wanita terdapat 106 orang laki-laki. Keadaan penduduk menurut umur yang sebagian besar merupakan penduduk usia produktif memberikan gambaran mengenai kebutuhan energy dan kalori lebih besar jika dibandingkan dengan penduduk belum produktif dan non produktif.

Ciri-ciri kepadatan penduduk yang makin lama makin tinggi adalah tingginya pertumbuhan penduduk yang terus berjalan dan meningkatnya jumlah pemukiman di daerah tersebut. Heimstra dan McFaring. 1992).Man Land Ratio (MLR) Man Land Ratio (MLR) digunakan untuk mengetahui perbandingan antara jumlah penduduk suatu daerah dengan luas lahan pertanian dalam arti luas didaerah tersebut. Angka tersebut menunjukkan bahwa daya dukung lahan pertanian sebagai sumber kehidupan termasuk kriteria berat karena nilai MLR > 7 orang/ha (Sayogo pujiwati Sayogyo. 1982. 1978). Suatu keadaan akan dikatakan semakin padat bila jumlah manusia pada suatu batas ruang tertentu semakin banyak dibandingkan dengan luas ruangannya (Sarwono. artinya bahwa setiap 1 hektar lahan pertanian di Desa Karangwangun dapat digunakan untuk menghidupi 50 orang penduduk.923 Ha Nilai MLR 58 orang/ha. Kepadatan penduduk Desa Karangwangun adalah sebagai berikut : 10 . 1978. Stokols dalam Schmidt dan Keating. sebagai berikut : MLR = = JUMLAH PENDUDUK (ORANG ) LUAS LAHAN PERTANIAN (Ha) 7893 ORANG =58Orang /ha 136. Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk yang mendiami suatu wilayah atau daerah tertentu dengan satuan per kilometer persegi.Sejumlah individu yang berada di suatu ruang atau wilayah tertentu dan lebih bersifat fisik (Holahan. 1998). artinya bahwa setipa satu hektar lahan pertanian Desa Karangwangun Kecamatan Babakan harus menghidupi sebanyak 58 orang penduduk. Nilai MLR 50. 2009). Perhitungan kepadatan penduduk pada suatu daerah dimaksudkan untuk mengetahui perbandingan antara jumlah peduduk dengan luas wilayah yang bersangkutan (Achmad Faqih.

1998). Tingkat pendidikan untuk masyarakat Desa Karangwangun pada umumnya cukup baik. Laki-laki Perempua n L+P Persentas e (%) Usia 3-6 tahun/belum sekolah 141 163 304 3.2. bahwa suatu wilayah yang mempunyai jumlah penduduk kurang dari 300 orang setiap km2 tergolong seimbang. Sesuai dengan pendapat (Sayogyo. menunjukkan bahwa kepadatan penduduk Desa Karangwangun sebesar 4290 jiwa/km2 berarti bahwa Desa Karangwangun merupakan Desa yang tergolong padat. maka semakin cepat pula orang tersebut tingkat adopsi inovasinya.KP = = JUMLAH PENDUDUK (ORANG ) LUAS LAHA N (KM 2) 7893 ORANG 2 1. kemajuan suatu masyarakat dan merupakan aspek penting dalam mendudkung pembangunan pedesaan maupun pembanguan nasional.85 Usia 3-6 tahun /TK/Play Group 26 31 57 0. Keadaan Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Pendidikan berperan penting dalam tingkat perkembangan hidup manusia. Keberhasilan pembangunan suatu daerah dipengaruhi oleh tingkat pendidikan masyarakatnya. baik pendidikan formal maupun informal. Karena antara jumlah penduduk dengan luas wilayah sudah tidak seimbang. Sedangkan apabila lebih dari 300 orang setiap km2 merupakan daerah kepadatan penduduk.0 Tabel 3.0 Keadaan penduduk Desa Karangwangun Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon berdasarkan tingkat pendidikan. namun ada warga atau masyarakat yang masih buta huruf ataupun berhenti bersekolah. karena semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang.72 Tingkatan Pendidikan 11 . Pendidikan merupakan salah satu faktor penunjang dalam proses adopsi dan inovasi bagi masyarakat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.84 KM 2 = 4290 orang/km Berdasarkan perhitungan tersebut. II. Keadaan penduduk Desa Karangwangun untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3.

7 Jumlah usia 12-56 tdk tamat SLTP 326 760 1086 13.92 Usia 18-56 thn yg tdk prnh sekolah 262 149 411 5.0 menunjukkan bahwa tingkat pendidikan penduduk di Desa Karangwangun sebagian besar adalah tamatan sekolah dasar yaitu 12 .21 Usia 18-56 tahun pernah SD tetapi tdk tamat 162 157 319 4.1 Tamat D-2/Sederajat 2 1 3 0.86 Tamat D-1/Sederajat 5 3 8 0.36 Usia 7-18 tahun yang sedang sekolah 856 795 1651 20.76 Jumlah usia 18-56 tdk tamat SLTA 741 1111 1852 23.19 Tamat S-1/Sederajat 13 11 24 0.3 Tamat S-2/Sederajat - - - - Tamat S-3/Sederajat - - - - Tamat SLB A - - - - Tamat SLB B - - - - Tamat SLB C - - - - 3811 4082 7893 100.00 Jumlah JUMLAH TOTAL 7893 Sumber : Data profil Desa Karangwangun (2014) Berdasarkan tabel 3.04 Tamat D-3/Sederajat 11 4 15 0.46 Tamat SMP/Sederajat 307 205 512 6.49 Tamat SMA/Sederajat 412 287 699 8.04 Tamat SD 460 306 766 9.00 7893 100.Usia 7-18 tahun tidak pernak sekolah 87 99 186 2.

63 %. 13 .08 %. Dan mata pencaharian lainnya adalah PNS. TNI. POLRI dan pensiunan. II.94 %. Desa Karangwangun ini juga sebagai salah satu Desa yang memiliki produksi lahan pertanian yang cukup banyak terutama pada komoditas jagung dan padi di Kecamatan Babakan. Mengenai keadaan penduduk Desa Karangwangun berdasarkan mata pencaharian lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.77 %.0 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Desa Karangwangun yang bermata pencaharian paling besar ialah di bidang pertanian yaitu sebagai petani sebanyak 6. wiraswasta sebanyak 13.08 3.7 %. tamatan SMP sebanyak 512 orang atau 6.17 13.0 Tabel 4. tamatan SMA sebanyak 699 orang atau 8.65 % sehingga jumlahnya sebesar 70.3. No Mata pencaharian 1 Jumlah (orang) 152 Petani Buruh harian lepas/ 2 1562 tani 3 Pedagang 91 4 Karyawan/swasta 125 5 Wiraswasta 316 6 PNS 73 7 TNI 7 8 POLRI 9 9 Pensiunan 81 Jumlah 2416 Sumber : Data profil Desa Karangwangun (2014) Persentase (%) 6.35 100. Jumlah penduduk yang bermata pencaharian sebagai pedagang sebanyak 3.00 Tabel 4. Keadaan Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian Sesuai dengan kondisi daerah Desa Karangwangun yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian dalam bidang pertanian.29 0.29 64.sebanyak 766 orang atau 9.17 %.29 % dan buruh harian lepas/tani sebanyak 64.86 % dan perguruan tinggi sebanyak 50 orang atau 0.77 5.37 3.0 Keadaan Penduduk Desa Karangwangun Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon Berdasarkan Mata Pencaharian.49 %. karyawan/swasta sebanyak 5.65 3.02 0.

hal tersebut dilakukanuntuk memperoleh tambahan pendapatan guna membutuhi kebutuhan rumah tangganya. juga dapat dipandang sebagai sumber daya manusia yang belum dimanfaatkan dalam proses pembangunan secara optima. tentunya untuk menyelesaikannya membutuhkan waktu yang sangat tidak sebentar. Seperti yang terjadi di Desa Karangwangun.Mata pencaharian seperti tersebut tidak berarti bahwa penduduk hanya memiliki satu lapangan pekerjaan atau satu sumber mata pencaharian. III. Menurut (Mubyarto. Oleh karena itu diperlukan pengembangan di sector pertanian sehingga bisa menyerap tenaga kerja pengangguran. membuat kerajinan.1. keamanan dan sosial sehingga mengganggu proses pembangunan. penduduk yang mata pencaharian pokoknya dalam bidang pertanian baik petani maupun buruh tani memiliki pekerjaan sampingan diluar sektor pertanian seperti : berdagang. Memperhatikan tingkat pengangguran (pencari kerja). 1998) bila dilihat eksistensi dari pengangguran merupakan maslah pokok dalam pembangunan ekonomi yang berkaitan erat dengan kemampuan dunia kerja untuk menampung sebesar-besarnya angkatan kerja. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran. Keadaan Sarana dan Prasarana III. Sarana dan prasarana 14 . Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. UMKM dan lain sebagainya. karena tidak dapat terpenuhi dari hasil usahatani. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik.

prasarana perhubungan. adanya dan persoalan-persoalan sosial lainnya. Adanya berpengaruh pada penurunan tingkat perekonomian warga yang ditunjukkan dengan adanya meningkatnya jumlah penduduk miskin. berakibat pada timbulnya pengangguran. Sarana Kesehatan Masyarakat Nama sarana Jumlah Palang Merah Indonesia (PMI) - Posyandu 6 Buah Praktek Pribadi 3 Buah 15 Pemerintah . Tabel 5. yang akan berdampak pada timbulnya menurunnya partisipasi kenaikan masyarakat harga BBM dalam (bahan pelaksanaan bakar pembangunan minyak) juga desa. terutama dalam pengadaan saran produksi pemasaran produk jenis hasil pertanian dan produk lainnya adalah prasarana perhubungan. Dalam kondisi seperti ini Pemerintah Desa harus mampu mengatasi persoalan-persoalan yang mungkin akan timbul akibat dari adanya. prasarana keagamaan. maupun prasarana olah raga. Ketidak mampuan sarana/infrastruktur ekonomi dan bisnis dalam upaya menampung para lulusan pendidikan yang ada di desa. prasarana perekonomian desa. Salah satu prasarana yang penting. prasarana kesehatan.Keadaaan saran dan prasarana yang ada di Desa sakinah tergolong cukup lengkap. prasarana pendidikan. baik sarana pemerintah Desa. menurunnya daya beli masyarakat. baik pada musim kemarau maupun musim penghujan. prasarana produksi pertanian. dampak kenaikan BBM dengan mengadakan program-program pemberdayaan melalui kerjasama dengan Kabupaten Cirebon. dalam hal ini jala-jalan yang menghubungkan antara satu tempat ke tempat lainnya dalam wilayah Kecamatan Babakan terutama di Desa Karangwangun dan atau ke daerah lainnya kondisi jalan pada umumnya baik jalan-jalan yang menghubungkan Desa karangwangun dan Desa lainnya hamper semuanya telah diaspal sehingga bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat setiap waktu.

Aktivitas Ada Organisasi Propesi . Potensi Potensi adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan berupa kekuatan. Lembaga Kemasyarakatan N O INDIKATOR SUB INDIKATOR K EBERADAAN 1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 Organisasi Perempuan . kesanggupan dan daya baik berupa Sumber Daya 16 .Keberadaan Ada .Keberadaan Ada .2.Keberadaan Ada .Keberadaan Ada .Tenaga Medis/Para Medis Sumber : Data profil Desa Karangwangun (2014) 5 Orang Tabel 6.Aktivitas 8 Ada Lembaga Adat - Sumber : Data profil Desa Karangwangun (2014) III.Aktivitas Ada Organisasi Bapak .Keberadaan Ada .Aktivitas Ada Karang Taruna .Aktivitas Ada Organisasi Pemuda .Aktivitas Ada Kelompok Gotong Royong .Aktivitas Ada LKMD atauSebutan Lain .Keberadaan Ada .Keberadaan Ada .

Bengkel Motor 3 Buah - 3.Manusia dan Sumber Daya Alam. telah tersedia masjid sebanyak 1 buah. Home Industri Kue 2 Buah - 6. Pos Keamanan 6 Buah - 11. Peternak Ayam 12 Orang - 15. Peternak Domba 55 Orang - 13. 2012 18. Sumber Air 4 Buah - 9. Kolam Ikan 1 Buah - 8. Gang 54 Ruas - 5. PAUD/ RA 2/1 Buah - 12. Adapun potensi yang berada di Desa Karangwangun antara lain: POTENSI UMUM No. Perkebunan 57 Hektar Masa Tanam Th. Peternak Sapi 3 Orang - 14. Saluran Irigasi 6 Buah - 19. LKM 6 Buah - 20 SDN Karangwangun 3 Unit - Sumber : Data profil Desa Karangwangun (2014) Dalam mendukung kegiatan ibadah dan pembinaan mental spiritual (keagamaan) penduduk. Rumah Ibadah 18 Buah - 7. 2012 16. dan mushola 17 . Pekuburan 1 Buah - 10. Ladang 4 Hektar - 17. Warung 50 Buah - 2. 923 Hektar Masa Tanam Th. Sawah Pertanian 79. Jenis Potensi Jumlah / Volume Keterangan 1. Penggilingan Tepung 1 Buah - 4.

27 %) dari keseluruhan luas lahan Desa Karangwangun. IV. Gebang 3.364 Ha. dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : Sebelah Utara : Desa Gebang Kec. Penggunaan lahan di Desa Karangwangun lahan pertanian lebih luas jika dibandingkan dengan keperluan yang lain. Berikutnya untuk mendukung kegiatan program wajib belajar pendidikan usia dini (PAUD) di Desa Karangwangun sebanyak 2 buah dan sekolah dasar (SD) sebanyak 3 buah untuk tingkat SLTP dan SLTA terdapat cukup banyak di daerah Babakan dengan jarak ± 1 km. Desa Karangwangun Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon memiliki luas wilayah 184. Gebang Sebelah Timur : Desa Pakusamben Kec.1. 2. 18 . Babakan Sebelah Barat : Desa DompyongKec.923 Ha (74. Desa Karangwangun adalah merupakan salah satu dari 14 Desa di Kecamatan Babakan yang berada di Wilayah Timur. Babakan Sebelah Selatan : Desa Babakan Kec.sebanyak 17 buah. PENUTUP IV. yaitu 136. Kesimpulan 1.

Jumlah penduduk Desa Karangwangun Kecamatan Babakan pada tahun 2013 tercatat 7737 jiwa. 8. 7. tamatan SMP sebanyak 512 orang atau 6. Mungkin inilah yang diwacanakan pada penulisan saya ini meskipun penulisan ini jauh dari sempurna minimal saya mengimplementasikan tulisan ini. Achmad Faqih.4. karena manusia tempatnya salah dan dosa: dalam hadits “al insanu minal khotto’ wannisa’. Penduduk Desa Karangwangun yang bermata pencaharian paling besar ialah di bidang pertanian yaitu sebagai petani sebanyak 6.. Tingkat pendidikan penduduk di Desa Karangwangun sebagian besar adalah tamatan sekolah dasar yaitu sebanyak 766 orang atau 9.49 %. MM yang telah memberi saya tugas praktikum demi kebaikan diri saya sendiri dan untuk negara dan bangsa. tamatan SMA sebanyak 699 orang atau 8. dan saya juga butuh saran/ kritikan agar bisa menjadi motivasi untuk masa depan yang lebih baik daripada masa sebelumnya. Penggunaan lahan di sawah kebanyakan untuk tanaman jagung dengan produktivitas mencapai 308 Ton/Ha dan padi 30 Ton/Ha.7 %.2. hal seperti ini mungkin sangat disayangkan padahal apabila mereka lebih memilih menetap di desa dan mencari solusi untuk ide atau inovasi baru di bidang pertanian maka produktivitas pertanian di Desa Karangwangun maupun diwilayah Kecamatan Babakan akan lebih banyak produksi pertaniannya.63 IV. Seluruh warga atau masyarakat Desa Karangwangun memeluk agam islam 6.65 % sehingga jumlahnya sebesar 70.29 % dan buruh harian lepas/tani sebanyak 64. 5. Saran Masih banyak di Desa karangwngun Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon ini yang meninggalkan desa terutama orang-orang yang masih berumur muda untuk mencari nafkah ke luar kota. Masih banyak kesalahan dari penulisan saya.86 % dan perguruan tinggi sebanyak 50 orang atau 0.. %. 19 . saya juga mengucapkan terima kasih atas dosen Pembina saya Dr. Ir. Dengan jumlah laki-laki sebanyak 3803 jiwa dan perempuan 3934 jiwa.94 %.

20 .