Anda di halaman 1dari 11

pewarnaan gram

1.1
Pengertian dan Tujuan Pewarnaan
Salah satu teknik pewarnaan diferensial yang paling penting dan paling luas digunakan untuk bakteri ialah pewarnaan
gram. Telah dikembangkan prosedur-prosedur pewarnaan untuk :
1. Mengamati dengan lebih baik tampang morfologi mikroorganisme secara kasar.
2. Mengidentifikasi bagian-bagian struktural sel mikroorganisme.
3. Membantu mengidentifikasi dan membedakan organisme yang serupa.
(Pelczar dan Chan, 1986).
Pewarnaan atau pengecatan terhadap mikroba banyak dilakukan baik secara langsung (bersama bahan yang ada)
ataupun secara tidak langsung (melalui biakan murni). Tujuan dari pewarnaan tersebut ialah untuk :
1. Mempermudah melihat bentuk jasad, baik bakteri, ragi, ataupun fungi.
2. Memperjelas ukuran dan bentuk jasad.
3. Melihat struktur luar dan kalau memungkinkan juga struktur dalam jasad.
4. Melihat reaksi jasad terhadap pewarna yang diberikan sehingga sifat-sifat fisik dan kimia yang ada akan dapat
diketahui.
(Suriawiria, 1995)
Pewarna (stain) merupakan garam-garam yang tersusun atas ion positif dan negatif, yang salah satunya berwarna dan
disebut kromosfor (chromosphore). Bila kromosfor berada pada ion positif disebut pewarna basa (basic dye) dan bila
kromosfor berada pada ion negatif disebut sebagai pewarna asam (acidic dye) (Pratiwi, 2008).
1.2

Macam dan Fungsi Pewarnaan
Ada tiga macam prosedur pewarnaan, yaitu pewarnaan sederhana (simple stain), pewarnaan diferensial (differential
strain), dan pewarnaan khusus (special strain). Pada pewarnaan sedarhana hanya digunakan satu macam pewarna dan
bertujuan mewarnai seluruh sel mikroorganisme sehingga bentuk seluler dan struktur dasarnya dapat terlihat (Pratiwi,
2008).
Menurut Zubaidah (2006), yaitu banyak senyawa organik berwarna (zat pewarna) digunakan untuk mewarnai
mikroorganisme untuk pemeriksaan mikroskopis. Telah dikembangkan prosedur-prosedur pewarnaan untuk :
1. Mengamati dengan lebih baik tampang morfologi mikroorganisme secara kasar
2. Mengidentifikasi bagian-bagian struktural sel mikroorganisme
3. Membantu mengidentifikasi dan membedakan organisme yang serupa.
Macam-macam pewarnaan adalah :
1. Pewarnaan sederhana : pemberian warna pada bakteri atau jasad-jasad renik lain dengan menggunakan larutan
tunggal suatu pewarna pada lapisan tipis atau olesan yang sudah difiksasi, dinamakan pewarnaan sederhana.
2. Pewarnaan diferensial : prosedur pewarnaan yang menampilkan perbedaan di antara sel-sel mikroba disebut
pewarnaan diferensial.
3. Pewarnaan gram : salah satu teknik pewarnaan diferensial yang paling penting dan paling luas digunakan untuk
bakteri ialah pewarnaan gram. Bakteri yang diwarnai dengan metode gram ini dibagi menjadi dua kelompok, salah satu
diantaranya bakteri gram positif dan bakteri gram negatif (Pelczar dan Chan, 1986).
1.3
Perbedaan Gram Positif dan Negatif, beserta contohnya
Bakteri gram negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat metil ungu pada metode pewarnaan gram. Bakteri
gram positif akan mempertahankan warna ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol, sementara bakteri gram negatif
tidak. Bakteri gram positif adalah bakteri yang mempertahankan zat warna metil ungu sewaktu proses pewarnaan gram.
Bakteri jenis ini akan berwarna biru atau ungu dibawah mikroskop, sedangkan bakteri gram negatif akan berwarna
merah atau merah muda. Perbedaan klasifikasi antara kedua jenis bakteri ini terutama didasarkan pada perbedaan
struktur dinding sel (Annisa, 2010).

2008). UK-Y tak UK-Y keluar dari sel. Mikroorganisme gram positif adalah mikroorganisme yang berwarna violet dimanan warna tersebut tidak hilang jika mikroorganisme disiram dengan aseton atau alkohol. Menurut Pelczar dan Chan (1986). perbedaan bakteri gram positif dan gram nehatif adalah : Gram Positif Gram Negatif Ungu kristal Sel berwarna ungu Sel berwarna ungu Kompleks UK-Y Kompleks UK-Y Larutan Iodium terbentuk di dalam sel. maka bakteri itu adalah gram negatif. sedangkan dinding bakteri gram negatif banyak mengandung lipopolisakarida (Pratiwi. Sedangkan mikroorganisme gram negatif adalah mikroorganisme yang akan kehilangan warna violetnya jika mikroorganisme tersebut disiram dengan aseton atau alkohol dan kemudian akan berwarna merah muda dengan carbol fuchsin atau merah netral (Gibson. Setelah iodin dicuci dengan baik. sel menjadi tak berwarna tetap ungu Sel menyerap zat Sel tak terpengaruhi. Ambillah satu OSE penuh kultur bakteri yang sedang tumbuh aktif dan campur dengan setetes larutan KOH 3% di atas kaca objek yang bersih dan aduk hingga diperoleh suspensi yang rata.4 Mekanisme Penyerapan Zat Warna oleh Gram Positif dan Gram Negatif Reaksi gram dapat dikonfirmasi dengan uji kelarutan kalium hidroksida (kori). Jika benang lendir bakteri itu terangkat oleh OSE(kira-kira 5-20 mm panjangnya). Selanjutnya mordant (penajam). Pada pewarnaan gram ini. Macam-macam Pewarnaan Mikroorganisme . Karena warna ungu mewarnai seluruh sel. menghasilkan benang lendir. pori-pori Lipid terekstrasi dari menciut. bakteri gram positif maupun gram negatif tampak berwarna ungu. Perusakan dinding sel organisme gram negatif yang diikuti dengan pembebasan DNA. Dinding sel bakteri gram positif lebih tahan terhadap KOH dan tetap melekat sehingga tidak ada DNA yang dibebaskan (Soekirno. Dinding bakteri gran positif banyak mengandung peptidoglikan. yang sangat kental di dalam air. terbentuk di dalam sel. pori-pori Alkohol dinding sel dan membran mengembang. bakteri yang telah di fiksasi dengan panas sehingga membentuk pada kaca objek diwarnai dengan pewarna basa yaitu crystal violet. 2008). sedangkan bakteri yang berwarna merah digolongkan ke dalam gram negatif (Pratiwi. daya rembes dinding sel. sel tetap berwarna ungu sel tetap berwarna ungu Dinding sel mengalami dehidrasi. 1996). Bakteri yang tetap berwarna ungu digolongkan ke dalam gram positif. noda spesimen diwarnai kembali dengan safranin yang merupakan pewarna basa berwarna merah.Perbedaan warna antara bakteri gram positif dan bakteri gram negatif disebabkan oleh adanya perbedaan struktur dan dinding selnya. Angkat OSE beberapa centimeter dari kaca objek. kompleks menurun. Selanjutnya noda spesimen dicuci dengan alkohol yang merupakan decolorizing agent (senyawa peluntur warna) yang pada spesies bakteri twertentu dapat menghilangkan warna ungu dari sel. 2008). Jika dihasilkan suspensi berair dan tidak tampak adanya benang lendir setelah OSE digerakkan berulang-ulang maka kultur bakteri itu adalah gram positif. sel dapat keluar dari sel. Safranin pewarna ini. menjadi tetap ungu merah 1. Setelah alkohol dicuci. maka pewarna ini disebut pewarna primer (primary stain).

dll. granula-granula. karena sel-selnya diselubungi oleh suatu bahan seperti lilin (lipid).  Pewarnaan Gram. pewarnaan memegang peranan yang penting.  Pewarnaan-pewarnaan khusus (spesifik). yaitu cara pengecatan secara tidak langsung. . kapsul. pengubaran. Di sini yang dibicarakan adalah pewarnaan-pewarnaan yang tertentu.Banyak istilah-istilah yang digunakan untuk pewarnaan. yaitu memakai beberapa zat warna. Pewarnaan bakteri lebih mudah daripada pewarnaan protozoa. Tetapi bakteri ini dapat diwarnai dengan carbol-fuchsin panas dan ternyata tahan terhadap pencucian dengan asam-asam belerang (asam mineral). Bakterinya sendiri tidak menangkap zat warna. dll. spora. Sifat ini terdapat dalam protoplasma. Setiap kuman (bakteri) mempunyai sifat-sifat yang tertentu terhadap zat-zat asam. Di sini hanya dipulas latar belakang dari bakteri tersebut.  Pewarnaan negatif. Tujuan dari pemulasan adalah untuk mengenal bentuk-bentuk (morfologi) kuman (bakteri).” Pewarnaan badan bakteri lebih mudah daripada bagianbagian lain seperti kapsul (selubung). Dalam mengidentifikasi suatu kuman. diphteri. Misalnya: pewarnaan Methylenblue.  Pewarnaan istimewa (pewarnaan tahan asam). misalnya spora. pengecatan. pewarnaan abadi. flagella (bulu cambuk). Neelsen. Beberapa bakteri sukar diwarnai dengan pewarnaan sederhana ataupun Gram. Bagaimana sebenarnya proses atau reaksi bakteri terhadap pewarnaan belum diketahui dengan pasti. Bakteri-bakteri seperti ini disebut tahan asam. kuman-kuman yang mendekati protozoa (spirochaetales). reaksi terhadap zat warna (staining reaction). misalnya pewarnaan Z. yaitu hanya memakai satu macam zat warna saja. yaitu pewarnaan. fuchsin encer. Pewarnaannya disebut ”acid-fast staining”. Pewarnaan-pewarnaan bakteri ini dapat dibagi atas beberapa kelompok atau golongan:  Pewarnaan sederhana. Oleh karena struktur badan kuman berbeda dengan struktur bagian-bagian ini maka cara pewarnaannya juga berlainan. Ada pendapat bahwa reaksi badan bakteri ini adalah berdasarkan ”permeabilitas dinding sel bakteri. Misalnya dengan tinta-cina.

Mengatahui tujuan dari pewarnaan bakteri. Di mana zat warna tersebut dapat memberikan muatan negatif atau positif. Safranin. Garam terdiri dari ion bermuatan positif dan ion yang bermuatan negatif. 1.2 Tujuan Praktikum 1. Sel-sel bakteri mempunyai muatan yang agak negatif bila pH lingkungannya mendekati netral. dan Malachite Green. Zat warna dapat mengabsorbsi dan membiaskan cahaya. Dalam laboratorium mikrobiologi sifat-sifat tersebut digunakan untuk mengamati bakteri. Dalam prosedur ini dapat digunakan zat warna basa . BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Mikroorganisme yang tidak diwarnai umumnya tampak transparan bila diamati dengan mikroskop cahaya biasa. Sel bakteri jika diamati dengan mata biasa sangatlah sulit karena ukurunnya yang sangat mikroskopik. Prosedur pewarnaan yang menghasilkan pewarnaan mikroba dinamakan perwarnaan positif. Bakteri juga memiliki sifat yang dapat diabsorbsi oleh zat-zat tertentu. sel bakteri sulit terlihat karena bentuk selnya yang transparan dan bermacam-macam. dilakukanlah percobaan ini untuk mengetahui dari bagaimana cara kerja dari suatu zat warna dan sifatnya pada suatu bakteri. Methylene Blue. 3. Mengetahui bentuk morfologi dari bakteri yang telah diwarnai dengan zat warna. 2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dari perwarnaan bakteri.Mikrobiologi ( pewarnaan) PENDAHULUAN 1. Pada umumnya zat warna yang digunakan adalah senyawa-senyawa garam yang salah satu ionnya berwarna. Hal ini karena sitoplasma sel mikroba memiliki indeks bias hampir sama dengan indeks bias lingkungannya yang bersifat cair dan mikroba tidak mengadsorbsi atau membiaskan cahaya. Sedangkan zat warna basa sebagai contoh antara lain Eosin dan Congo Red . sehingga hasilnya sel tersebut akan berwarna. Muatan negatif dari sel bakteri akan bergabung dengan muatan positif dari ion zat warna. sehingga kontras sel bakteri dengan sekelilingnya ditingkatkan. karena sifat yang dapat menyerap suatu zat yang bersifat asam atau basa yang dapat memberikan suatu warna baik itu pada sel bakteri ataupun pada latar belakang dari bakteri tersebut. Berdasarkan hal di atas maka. Base Fuchsin. Pewarnaan dalam kegiatan identifikasi bakteri bertujuan untuk memperjelas sel bakteri dengan menempelkan zat warna ke permukaan sel bakteri. Jika dibuat preparat ulas tanpa pewarnaan. misalnya methylen blue.1 Latar Belakang Bakteri merupakan organisme yang memiliki morfologi bentuk tubuh dasar yang pada umumnya mirip satu sama lain dengan struktur tambahan yang berbeda-beda. untuk itu digunakan mikroskop untuk membantu dalam mengamati morfologi dan mengidentifikasinya. Contoh zat warna asam antara lain Crystal Violet.

2008). Pada umumnya tidak dapat memproduksi H2S. tetapi kuman tidak dipengaruhi oleh garam-garam empedu atau optokin. Staphylococcus aereus Selnya berbentuk bola dengan garis tengah 0. sedangkan auxocrom adalah zat yang dapat memberikan disosiasi elektrolit-elektrolit pada molekul cat sehingga cat bersifat lebih mudah bereaksi (Waluyo.yang bermuatan positif maupun zat warna yang bermuatan negatif. Pewarnaan diferensial merupakan teknik dari prosedur pewarnaan yang menampilkan perbedaan di antara sel-sel mikroba. Organisme penyebab gastroenteritis (Enterokolitis) 1) Bakteri Gram Positif a. Mempunyai sejumlah fimbrae atau pili sebagai alat melekat pada host (Budiyanto. dan sewaktu diberi pewarnaan tandingan dengan merah safranin. Sporanya mudah dirusak oleh panas. membentuk spora. berwarna kuning. Fiksasi . atau olesan yang sudah difiksasi. Bakteri yang diwarnai dengan metode gram ini dibagi menjadi 2 kelompok: salah satu di antaranya bakteri gram positif. Perwarnaan sederhana merupakan pemberian warna pada bakteri atau jasad-jasad renik lain dengan menggunakan larutan tunggal suatu pewarna pada lapisan tipis. Di bawah pengaruh zat-zat kimia tertentu (misalnya penicillin) kuman ini berubah bentuk menjadi L. dapat tumbuh pada makanan dan menghasilkan enterotoksin yang menyebabkan kracunan makanan. 1981). Dengan teknik ini biasanya digunakan lebih dari satu larutan zat pewarna atau reagen pewarnaan. jarang membentuk spora. 2002). Gugus cromofor merupakan gugusan yang dapat memberikan warna pada molekul cat. Hasil pewarnaan tergantung beberapa faktor antara lain: 1. Pewarnaan gram merupakan salah satu teknik pewarnaan diferensial yang paling penting dan paling luas digunakan untuk bakteri ialah pewarnaan gram. Kuman ini bersifat koogulasi positif.8-leam tersusun dalam kelompok-kelompok tidak teratur. tetapi beberapa strain mendapatkan plasmid dari Salmonella sehingga mampu memproduksi gas ini. membentuk rantai. tampak merah (Dwidjoseputro. mempertahankan zat pewarna Kristal violet dan karenanya tampak ungu tua. b. bersifat hemolisa positif dan meragikan manitol. Gram negatif kehilangan Kristal violet ketika dicuci dengan alkohol. Zat warna atau zat biologi adalah persenyawaan organik yang mempunyai gugus cromofor dan gugusan auxocrom yang berikatan dalam suatu cicin benzena. gram positif. 2) Bakteri Gram Negatif Escherichia coli Bakteri ini berbentuk batang gram negative yang dapat membentuk rantai. Perwarnaan sel pada mikroorganisme pada umumnya menggunakan lebih dari satu macam zat warna. germisida dan disinfektan pada konsentrasi rendah. Bacillus cereus Bakteri ini termasuk batang besar.

dan asetil piridinium klorida. Garam-garam logam ringan. 2008). dan formalin. minyak. Peluntur zat warna berfungsi untuk menghasilkan kontrras yang baik pada bayangan mikroskop. Ada beberapa mazam peluntur zat warna: a. Pewarnaan juga digunakan untuk menunjukkan taburan dan jenis kimia berbagai-bagai komponen sel serta membedakanantara golongan-golongan bakteri. mordan yang bereaksi dengan anion zat zat warna asam yang berwarna. Pada umumnya sel-sel yang mudah diwarnai akan lebih mudah pula dilunturkan. d. NaOH. Pewarnaan biologi lainya dapat digunakan agensia-agensia fiksasi kimia seperti campuran asam cuka dengan asam pikrat. Zat warna ini misalnya asam tanin. Tambahan pula. CuSO4. Peluntur warna bersifat basa. asam pikrat (Waluyo. mordan basa yatiu. 3. c. dan campuran asam-asam terssebut dengan alkohol.Sebelum mikroorganisme. asam kromat dengan asam osmiat. b. HCl. Adanya variasi di dalam kecepatan dekolorasi (peluntur) zat warna inilah yang digunakan untuk membedakan berbagai macam jenis bakteri dala pewarnaan gram atau pewarnaan bertingkat (diferensial). fenol. maka jurang perbezaan optikalnya juga adalah sedemikian. yakni KOH. Mordan asam yaitu. Peluntur zat warna yang lemah. Pewarnaan bakteri Oleh kerena perbedaan indeks biasan antara bakteri dan kawasan sekelilingnya tidak besar. mordan yang bereaksi dengan zat-zat warna basa. e. Peluntur zat warna bersifat asam. Ada beberapa mordan antara lain. Cara fiksasi yang paling banyak digunakan dalam pewarnaan bakteri adalah dengan membuat lapisan suspensi dari atas gelas beberapa kali di atas nyala lampu spirtus. air. Sebagai langkah untuk mengatasi masalah ini perbedaan warna digunakan untuk memudahkan melihat keseluruhan sel bakteri dan juga untuk mempamerkan substruktur bakteri dan segala-galanya mengenai bakteri dengan lebih terperinci. Keadaan ini mengakibatkan sel bakteri sukar untuk diamati. perbedaan indeks biasan yang kecil antara komponen-komponen sel bakteri juga menyulitkan substruktur bakteri untuk dilihat. seprti FeSO4. Na2SO4. khususnya bakteri diwarnai harus dilakukan fiksasi terlebih dahulu. Pewarna dan Jenis Pewarnaan . kalium. antimonium tartrat. aseton. dan garam-garam basa. alkohol dengan aseton. Intensifikasi Pewarnaan Zat warna dapat diintensifkan dengan beberapa cara misalnya mempertinggi kadar zat warna (60-90 0C) dan menambahkan suatu mordan. H2SO4. Agen kimia yang sering digunakan antara lain sabun. 2. Garam-garam logam berat: AgNO3. Peluntur Zat Warna Peluntur zat warna adalah suatu senyawa yang menghilangkan warna dari sel yang diwarnai. dan gliserin. MgSO4. Mordan adalah suatu zat kimia yang dapat menyebabkan sel-sel mikroba dapat diwarnai lebih intensif atau menyebabkan zat warna terikat lebih kuat pada jaringan sel bila dibandingkan dengan cara pewarnaan diberi mordan. yakni HNO3. Cara yang paling banyak digunakan adalah cara fisik dengan pemansan atau dengan freeze drying atau dapat juga dilakukan fiksasi dengan melakukan agensia kimia. sabun. yaitu alkohol. minyak cengkeh. Sedangkan sel-sel yang sukar diwarnai akan lebih sulit dilunturkan warnanya.

Pada pewarna acid. Pewarna yang digunakan. keseluruhan sel bakteri diwarnakan secara sama rata dan substruktur atau komponen-komponen selnya tidak dibedakan. kristal ungu) kerana protoplasma bakteri mempunyai kandungan acid nukleat berkas negatif yang tinggi. mampu menyusup masuk ke dalam sel dengan lebih baik dan pewarnaannya lebih kekal.Bahan pewarna boleh dibagikan kepada dua golongan: pewarna acid dan pewarna bes. fenol atau anilin. pewarnaan ini juga digunakan untuk menggolongkan bakteri. BAB III METODE KERJA . Untuk menunjukkan perbedaan yang wujud di kalangan sel bakteri tertentu. Dalam tata cara pewarnaan Gram. Pewarna yang digunakan untuk menggantikan pewarna pertama yang dihilangkan oleh pembeza disebut pewarna balas (counter stain). atau mordan mempertingkatkan afiniti ataupun kecenderungan pewarna terhadap struktur tertentu. ciri pewarnaan bergantung kepada kationnya (ion positif). Di samping membolehkan bakteri dilihat dengan lebih mudah. Pewarnaan yang diterangkan setakat ini dikenal sebagai pewarnaan positif kerena yang diwarnai ialah bakteri. Bakteri menunjukkan kecenderungan atau afiniti yang kuat terhadap pewarna basa (contoh: safranin. Larutan iodin Lugol yang digunakan berfungsi sebagai mordan dan pelarut organik seperti alkohol dan aseton digunakan sebagai pembeda. dkk. cat yang negatif ini akan bertindak dengan ion positif pewarna basa. tata cara pewarnaan perbedaan yang menggunakan dua atau lebih pewarna digunakan. Pewarnaan Gram Pewarnaan Gram adalah tata cara pewarnaan utama di bidang bakteriologi. 1999). Apabila diwarnakan dengan pewarna basa. yaitu sama ada berasal daripada spesimen klinikal atau dari kultur pertumbuhan. Protoplasma bakteri. Bakteri yang mengekalkan pewarna pertama (kristal ungu) disebut sebagai Grampositif. pewarnaan ini disebut pewarnaan sederhana (simple staining). sentiasa memberikan tindak balas Gram-negatif (Leong. berasal daripada terbitan garam acid bebas kerena bentuk ini lebih larut. dalam hal ini. Mordan adalah bahan kimia yang membolehkan sesuatu pewarna mewarnai sesuatu bahan. pewarna digunakan secara berlebihan dan kemudian agen penghapus warna atau pembeda digunakan untuk menghilangkan pewarna berkenaan. Hasil tindak balas pewarnaan Gram adalah bergantung kepada komposisi dinding sel bakteri yang berkemampuan untuk mengikat pewarna pertama atau tidak. Intensiti pewarnaan boleh dipertingkatkan (ataupun supaya sasaran dapat diwarnakan) dengan menggunakan haba dalam keadaan tertentu atau menggunakan bahan kimia (aksentuator) seperti acid asetik. umumnya. Apabila sel bakteri diwarnakan dengan satu jenis pewarna saja. Perlu disadari bahawa ciri-ciri pewarnaan bakteri (serta morfologi) dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti umur kultur dan sumber bakteri. dengan demikian hanya latar belakang (kawasan di luar bakteri) saja yang diwarnai. manakala yang kehilangan pewarna ini dan diwarnai dengan pewarna kedua dinyatakan sebagai Gram-negatif. Tindakan aksentuator ini tidak melibatkan pergabungannya dengan pewarna seperti yang berlaku pada mordan. Dalam pewarnaan negatif. Sebaliknya cat negatif ini akan menolak pewarna acid. metilena biru. ciri pewarnaan adalah bergantung kepada anion (ion negatif) dan pada pewarna basa. satu film pewarna gelap meliputi ruang dan celah di antara bakteri-bakteri (latar belakang) dan bakteri tidak diwarnakan. Pada umumnya dalam pewarnaan ini.

2 Alat dan Bahan 3. lalu diteteskan NaCl 1 tetes. Kemudian dibiarkan 1-2 menit agar kering. Dibersihkan objek gelas dari lemak dengan menggunakan alkohol. pukul 13.2. Dibersihkan objek gelas dari lemak dengan menggunakan alkohol dan dihangat-hangatkan diatas lampu Bunsen. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman pada hari Senin tanggal 22 Maret 2010. 5. 11. kemudian sterilkan dengan menggunakan bunsen burner. Digambar bakteri yang tampak pada preparat. Setelah kering preparat diamati di bawah mikroskop. Kristal violet Alkohol 95% NaCl Biakan Staphycoccus aerus Tinta cicin Safranin Lugol’s Iodine Aquades 3. 5. 7. 3. 3. Diambil media biakan. 3.2 Pewarnaan Negatif 1. Setelah itu dicuci dengan air yang mengalir sampai zat warna tercuci. 8.2. 6. Kemudian dikering anginkan . Diambil jarum ose. 10.1 Pewarnaan sederhana 1. setelah itu diambil suspensi bakteri dengan perlahan. Kemudian diangin-anginkan.00 Wita sampai selesai. kemudian sterilkan dengan menggunakan bunsen burner. 4. 2. 6. kemudian dikeringkan anginkan. Kemudian difiksasi diatas lampu Bunsen. Setelah itu didinginkan dan ditetesi dengan zat warna Kristal violet sebanyak 1 atau 2 tetes. 3.3.3 Cara Kerja 3. 2.3. 9. setelah itu diambil suspensi bakteri dengan perlahan. 4.3. . Objek gelas Pipet tetes Mikroskop Bunsen burner Jarum ose 3. 7. 3. Diambil jarum ose. Diambil media biakan.1 Waktu dan Tempat Praktikum tentang pewarnaan dan cara perwarnaan ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi. 2.2 Bahan-bahan 1. Diratakan suspensi yang telah diambil pada gelas objek.1 Alat-alat 1. 5. 4. 2. 3. 8.

sebab ada beberapa jenis bakteri yang tidak bisa diwarnai dengan zat warna basa. Metode pewarnaan gram adalah pewarnaan diferensial yang sangat berguna dan paling banyak digunakan dalam pewarnaan bakteri. 3. karena dalam pewarnaan ini sel-sel bakteri tidak ikut terwarnai oleh zat warna atau tidak mengalami perubahan. 2. sedangkan latar belakngnya akan tampak gelap. 6. Dibersihkan objek gelas dari lemak dengan menggunakan alkohol 95%. karena merupakan tahapan penting dalam langkah awal identifikasi. aerus akan terlihat bentuk bakteri yang transparan. setelah itu diambil suspensi bakteri dengan perlahan. Setelah itu diamati di bawah mikroskop dan digambar bentuk sel-sel bakteri yang tampak. Diteteskan NaCl 2 tetes. Setelah itu cuci kembali dengan air yang mengalir dan dikeringkan dengan dianginkan. Pewarnaan ini didasarkan pada tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikan di dinding sel dan banyak sedikitnya lapisan lemak pada membran sel bakteri. 6. Setelah kering. Kemudian diangin-anginkan. berbentuk bola. 3. Pewarnaan Gram 1. diteteskan lagi zat warna utama berupa Kristal violet sebanyak 1-2 tetes diamkan selama 1 menit. dimana bakteri yang diwarnai akan berwarna ungu (violet). Jenis bakteri berdasarkan pewarnaan gram dibagi menjadi dua yaitu gram positif dan gram negatif. selain itu juga berguna untuk mengukur (pengukuran) bakteri. 4. dalam kelompok yang tidak teratur. Diteteskan zat warna tinta cina sebanyak 1 atau 2 tetes. 8. 5. 5. 9. Diambil jarum ose. Kemudian di teteskan lagi dengan zat warna safranin sebanyak 2 tetes.2 Pembahasan Metode pewarnaan sederhana suatu metode pewarnaan umum dimana dapat digunakan beberapa larutan tunggal zat warna (zat warna tunggal) dengan tujuan untuk melihat bentuk-bentuk sel bakteri. Setelah itu diamati di bawah mikroskop dan digambar sel-sel bakteri yang didapat. kemudian dikeringkan anginkan. lalu diteteskan NaCl 1 tetes.3 Diratakan suspensi yang telah diambil pada gelas objek. 7. sehingga hanya kelihatan atau nampak sebagai bentuk-bentuk yang kosong tidak berwarna (negatif). Bakteri gram positif . Dengan mewarnai latar belakangnya saja diharapkan dapat melihat bentuk sel-sel bakteri yang sesungguhnya dan terlihat transparan. Pada pewarnaan negatif pada bakteri S. Metode pewarnaan negatif suatu metode pewarnaan umum dimana digunakan larutan zat warna yang tidak meresap ke dalam sel-sel bakteri melainkan hanya latar belakangnya saja. 10. kemudian sterilkan dengan menggunakan bunsen burner. 8. Diambil media biakan. Di mana dalam pewarnaan ini sel mikroorganisme akan tampak transparan. Setelah itu dicuci dengan air mengalir dan dikeringkan.4. Pengecatan negatif ini sangat berguna untuk melihat bentuk-bentuk sel yang sesungguhnya.3. Diratakan suspensi yang telah diambil pada gelas objek dan difiksasi di atas lampu bunsen. 7. Kemudian dicuci dengan alkohol 95% selama 30 detik. Tujuan dari pewarnaan sederhana adalah memberikan warna gelap pada bakteri sehingga bentuk sel dapat terlihat jelas. kemudian dikering anginkan. Dalam pewarnaan ini digunakan pewarna Kristal violet. kemudian diratakan dengan objek gelas Kemudian dikeringkan anginkan. 4. Pada pewarnaan ini hanya latar belakangnya saja yang di warnai karena untuk melihat bentuk sel-sel dari bakteri yang terlihat transparan. 11.

Zat warna Iodine berfungsi sebagai zat warna pengikat ikatan warna. Kristal violet yaitu zat warna yang memberikan atau menunjukkan sifat pewarnaan negatif dengan memberikan warna ungu pada bakteri yang peka terhadap zat warna basa. melihat struktur luar dan dalam dari bakteri dan menghasilkan ciri khas dari bakteri dengan zat warna.1 Kesimpulan Dari praktikum kali ini diperoleh sebuah kesimpulan yaitu: 1. Perbedaan dari bakteri gram negatif dan gram positif yaitu. BAB V PENUTUP 5. Tumbuh lebih cepat dalam keadaan aerobic dengan suhu optimum 350C-400C. bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tebal dan membran sel selapis. b. untuk melihat atau mengamati bentuk-bentuk sel bakteri dan memberikan sifat reaksi pewarnaan bakteri yang dapat diketahui dengan melihat apakah termasuk negatif-gram (berwarna merah) atau positifgram (berwarna biru). kelenjar kulit dan selaput lender hewan berdarah panas.5 µm. sehingga warna yang dihasilkan lebih jelas. .5 sampai 1.memiliki dinding sel yang tebal dan membran sel selapis. Tujuan dari dilakukannya pewarnaa bakteri adalah memudahkan kita melihat mikroba di bawah mikroskop. berdiameter 0. sedangkan bakteri negatif dapat bereaksi dengan zat warna yang bersifat basa. Safranin berfungsi sebagai zat warna yang memberi warna kontras pada bakteri dengan memberikan warna merah. Bakteri positif memiliki sifat mampu bereaksi dengan zat warna yang bersifat asam. Tinta warna berfungsi memberikan warna biru tua atau gelap pada latar belakang dari preparat atau apusan bakteri. Sedangkan baktri gram negatif mempunyai dinding sel tipis yang berada di antara dua lapis membran sel kegunaannya yaitu. Sedangkan bakteri gram negatif mempunyai dinding sel tipis yang berada di antara dua lapis membran sel kegunaannya yaitu. berasosiasi dengan kulit. sehingga membentuk koloni yang tidak teratur. Fungsi dari zat warna yang digunakan antara lain: a. untuk melihat atau mengamati bentuk-bentuk sel bakteri dan memberikan sifat reaksi pewarnaan bakteri yang dapat diketahui dengan melihat apakah termasuk negatifgram (berwarna merah) atau positif-gram (berwarna biru). Merupakan gram positif dengan dinding sel mengandung dua komponen utama peptidoglikan serta asam tekoat. terdapat tumggal dan berpasangan dan secara khas membelah diri pada lebih dari satu bidang. memperjelas ukuran dan bentuk mikroba. d. Morfologi dari S. c. aureus: Sel berbentuk bola. Karena pada zat warna basa memberikan muatan positif dan zat warna asam memberikan muatan negatif.

Waluyo. 1999. Y. Dwidjoseputro. Loeng. Dasar-Dasar Mikrobiologi. M. 5. Mikrobiologi Makmal. Djambatan: Jakarta. 3. . dan memanjang.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri: pembuatan preparasi yang harus diperhatikan. S. Penerbit Universiti Kebangsaan Malaysia: Selangor. D. Penerbit Muhammadiyah Malang: Malang. Malaysia. Y. Mohm. A. 2002. K. agar bisa membandingkan hasil pewarnaan dan bentuk dari bakteri ini. dan ketelitian dalam melakukan prosedur kerja agar tidak terjadi kesalahan. K. 1981. misalnya: bulat. Bentuk bateri yang dihasilkan dalam pewarnaa sangat bervariasi sesuai dengan jenis bakteri yang diwarnai. A. 2008. Teknik dan Metode Dasar dalam Mikrobiologi. berantai. Penerbit UMM: Malang.2 Saran Untuk praktikum selanjutnya agar dapat mengunakan bakteri Bacillus subsutilis. Abdul H. DAFTAR PUSTAKA Budiyanto. Lud. UPT. Mikrobiologi Terapan. waktu dekolorisasi yang merupakan fase kritis. A.