Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi, menurut data SDKI, tahun
2001 – 2003 sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup demikian pula dengan kematian bayi
juga masih cukup tinggi yaitu 35 per 1000 kelahiran hidup. Penduduk Indonesia menurut
data SDKI Tahun 2002 – 2003 masih mempunyai umur harap hidup rata – rata adalah 66
tahun baik laki –laki maupun perempuan .
Berdasarkan data diatas menunjukkan bahwa masalah – masalah kesehatan yang ada
di msyarakat terutama yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak ternyata masih
cukup tinggi. Sehubungan dengan hal tersebut maka pelayanan kesehatan di masyarakat
perlu di tingkatkan baik yang bersifat kuratif

maupun promotif dan preventif serta

rehabilitative. Hal ini sejalan dengan misi departemen kesehatan, yaitu membuat rakyat
sehat dan strategi utamanya antara lain. 1. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat
untuk hidup sehat dan 2) Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan
yang berkualitas. Puskesmas sebagai penanggung jawab penyelenggaraan upaya kesehatan
terdepan, kehadirannya di tengah masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai pusat
pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai pusat komunikasi masyarakat.
Disamping itu, keberadaan puskesmas di suatu wilayah di manfaatkan sebagai upaya
– upaya pembangunan (inovasi ) baik dibidang kesehatan masyarakat maupun upaya
pemabangunan lainya bagi kehidupan masyarakat sekitarnya sesuai dengan kondisi social
budaya masyarakat setempat, oleh karena itu keberadaan puskesmas dapat di umpamakan
sebagai “ agen perubahan “ di masyarakat lebih berdaya dan timbul upaya kesehatan yang
bersumber pada masyarakat .
Hal tersebut berjalan dengan keputusan Menteri Kesahatan Nomor 128/Menkes
/SK/II/2004 Tentang kebijakan dasar pusat kesehatan masyarakat yang menjelaskan bahwa
puskesmas mempunyai 3 fungsi yaitu 1) Sebagai pusat pembangunan berwawasan
kesehatan ; 2) pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat ; 3) pusat pelayanan
kesehatan strata pertama.
Namun dalam pelaksanaan puskesmas masih menghadapi berbagai kendala antara
lain : 1) kegiatan yang dilaksnakan puskesmas kurang berorientasi pada masalah

kebutuhan masyarakat setempat tetapi berorientasi pada pelayanan kuratif bagi pasienyang
datang kepuskesmas 2) keterlibatan masyarakat yang merupakan andalan penyelenggaraan
pelayanan kesehatan tingkat pertama belum di kembangkan secara optimal. Saat ini
puskesmas kurang berhasil menumbuhkan inisiatif masyarakat dalam pemecahan masalah
dan rasa memiliki puskesmas serta belum mampu mendorong konstribusi sumber daya dan
masyarakat dalam penyelenggaraan upaya kesehatn.
Disadari bahwa untuk mangatasi maslah tersebut sesuai dengan salah satu azas
penyelenggaraan puskesmas yaitu pemberdayaan masyarakat artinya puskesmas wajib
menggerakakan

dan

memberdayakan

masyarakat

agar

berperan

aktif

dalam

penyelenggaraan setiap upaya kesehatan, terutama dalam berperilaku hidup bersih dan
sehat. Oleh karena itu, upaya promosi kesehatan puskesmas membantu masyarakat agar
mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Berkenan dengan pentingnya peran promosi kesehatan dalam pelayanan kesehatan,
telah di tetapkan kebijakan Nasional promosi kesehatan Nomor 1193/Menkes /SK/X/2004.
Kebijakan dimaksud juga di dukung dengan surat keputusan Menteri kesehatan Nomor
1114/Menkes /SK/VII/2005 tentang pedoman pelaksanaan promosi kesehatan di Daerah.
Untuk melaksanakan upaya kesehatan wajib tersebut di puskesmas tenaga fungsional
penyuluh kesehatan Masyarakat (PKM) untuk mengolah promosi kesehatan di puskesmas
secara professional dan mampu untuk mengolah serta menyelenggarakan pelayanan yang
bersifat promotif dan preventif.
B. TUJUAN
1. Umum
Sebagai acuan petugas puskesmas untuk menyelenggarakan kegiatan promosi
kesehatan di wilayah kerja puskesmas kajuara .
2. Khusus
a) Memantau cakupan pendataan PHBS,
b) Menilai kesenjangan antara target yang ditetapkan dan pencapian sebenarnya
untuk tiap wilayahnya
c) Merencanakan tindak lanjut dengan menggunakan sumber daya yang tersedia dan
dapat digali
d) Membangkitkan peran aparat setempat dalam penggerakan sasaran dan mobilisasi
sumber daya.
C. SASARAN
Berdasarkan Tahapan upaya promosi kesehatan, maka sasaran di bagi dalam tiga kelompok
sasaran yaitu :
a. Sasaran Primer (Primary target )

. kepala keluarga untuk masalah KIA (kesehatan ibu dan anak ) serta anak sekolah untuk kesehatan remaja dan lain sebagainya. baik masalah – masalah kesehatan yang diderita maupun yang berpotensi mengancam. Upaya promosi kesehatan di puskesmas dilakukan agar masyarakat mampu berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai bentuk pemecahan masalah – masalah kesehatan yang dihadapinya. kemauan dan kemapuan individu di lakukan oleh setiap petugas kesehatan puskesmas terhadap individu yang datang memanfaatkan pelayanan puskesmas terhadap individu yang datang memanfaatkan pelayanan puskesmas terhadap sekelompok anggota masyarakat merupakan upaya penggerakan atau pengorganisasian masyarakat. tokoh adat . Bina suasana adalah upaya untuk menciptakan suasana lingkungan social yang sehat dan berperan aktif dalam setiap upaya penyelenggaraan kesehatan.Sasaran umumumnya adalah masyarakat yang dapat dikelompokkan menjadi. b. Advokasi merupakan upaya atau proses yang terancam untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak – pihak yang terkait (tokoh – tokoh masyarakat informal dan formal ) agar masyarakat diLingkugan puskesmas berdaya untuk mencegah serta meningkatkan kesehatan serta menciptakan lingkungan sehat. secara mandiri. serta orang yang memiliki kaitan serta berpengaruh penting dalam kegiatan promosi kesehatan. keluarga dan masyarakat untuk melakukan (PHBS) strategi dasar utama promosi kesehatan adalah : 1. Disamping itu petugas kesehatan puskesmas diharapkan mampu menjadi tauladan bagi pasien. 3. Tokoh masyarakat yang telah mendapatkan promosi kesehatan diharapkan pula agar dapat menjadi model dalam perilaku hidup sehat untuk masyarakat sekitarnya. Sasaran sekunder (secondary target) Sasaran sekunder dalam promosi kesehatan adalah tokoh – tokoh masyarakat. tokoh agama. dengan harapan setelah di berikan promosi kesehatan maka masyarakat tersebut akan dapat kembali memberikan atau kembali menyampaikan promosi kesehatan pada lingkungan masyarakat sekitarnya. sasaran promosi ini sejalan dengan strategi pemberdayaan masyarakat (empowerment). Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan. 2. Sasaran tersier (tertiary Target) Adapun yang menjadi sasaran tersier dalam promosi kesehatan adalah pembuat keputusan (decision maker ) atau penentu kebijakan (polici maker ). c.

Kajuara Kab.abbumpungeng. Poskesdes (wae tuo.Pelayanan imunisasi yang bersifat UKP . Upaya kesehatan masyarakat (UKM) esensial .Awang Tangka Kec.BAB II PROFIL PUSKESMAS Nama : UPTD PUSKESMAS KAJUARA Alamat : Jl.bulu tanah. Bidan desa 4.Upaya kesehatan kerja .raja) 2.kalero) 3.Pelayanan pemeriksaan anak/MTBS .Pelayanan gawat darurat .Pelayanan kesehatan lingkungan .Pelayanan kesehatan gigi dan mulut .Pelayanan kesehatan jiwa .Pelayanan KIA / KB yang bersifat UKM . Upaya kesehatan perorangan (UKP) kefarmasian dan laboratorium .Pelayanan kesehatan lingkungan yang bersifat UKP .termasuk UKS .Pelayanan promosi kesehatan .Pelayanan gizi yang bersifat UKM masyarakat . Puskesmas keliling 5.Pelayanan kesehatan pesantren .Pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit . DATA UMUM 1.Pelayanan laboratorium . Upaya kesehatan masyarakat (UKM) Pengembangan .Pelayanan rawat inap . Pos UKK kelompok nelayan A.Pelayanan KIA/KB yang bersifat UKP .Pelayanan kesehatan lansia 3.Pelayanan kefarmasian .gona.Pelayanan kesehatan gigi masyarakat .Pelayanan persalinan .Pelayanan pemeriksaan umum .Pelayanan gizi yang bersifat UKP . Puskesmas pembantu(tarasu.Pelayanan PONED Jaringan pelayanan 1.Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat 2. Pos kesehatan pesantren 6.lappabosse. Keadaan Geografis UPTD Puskesmas Kajuara terletak di sebelah selatan ibukota Kabupaten Bone yang berjarak ± 72 Km terletak di kelurahan Awang Tangka yang merupakan Ibukota Kecamatan Kajuara dengan luas wilayah ± 142 Km² dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : . Poros Bone –Sinjai Kel. Bone Produk : 1.Pelayanan konsultasi penyakit menular yang bersifat UKP .

Desa Massangkae .Desa Kalero .Desa Buareng .Desa Padaelo .714 jiwa dan perempuan 19. SD/MI : 32 buah.Desa Abbumpungeng .Desa Raja . Sebelah Utara : Kec.Salomekko.Desa Angkue .Desa Gona . KEADAAN TRANSPORTASI . SMA/MAN: 3 buah dan Perguruan Tinggi : 1 buah. Pesantren : 1 buah . 3.Desa Lappa Bosse .Kelurahan Awang Tangka . dan sebagian perguruan tinggi.Desa Lemo 2.Desa Bulu Tanah . KEADAAN DAN ADAT ISTIADAT Pada umumnya masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kajuara sebagian besar beragama Islam (99%).  Sebelah Timur : Teluk Bone  Sebelah Selatan : Kabupaten Sinjai  Sebelah Barat : Kecamatan Kahu Wilayah UPTD Puskesmas Kajuara terdiri dari satu Kelurahan.2) 4. Hal ini di dukung atas sarana pendidikan yang sudah cukup memadai antara lain : TK : 27 buah. dan pensiun (0.415 jiwa.7%). dari segi budaya yang ada di wilaya kerja UPTD Puskesmas Kajuara masih tergolong kuat utamanya aspek nilai-nilai keagamaan . KEADAAN MATA PENCAHARIAN Pada umumnya masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kajuara hidup dengan bertani ( 87.8%). SLTP/MTS : 6 buah .4%).129 jiwa yang terdiri dari laki-laki 18. 17 Desa dan Lingkungan serta 28 Dusun dengan luas wilayah 142 Km sebagai berikut : . pengrajing (2. 5. dan agama Hindu ( 0. adat istiadat dan norma-norma kesusilaan.3%).3%) .Desa Waetuwo .Desa Polewali .3% ) pedagang (8.Desa Ancu . 6. KEADAAN PENDIDIKAN Umumnya masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kajuara berpendidikan SD sampai SMU. pegawai (1. Agama Kristen (0.Desa Pude .Desa Tarasu . KEADAAN DEMOGRAFIS Keadaan jumlah penduduk dalam wilayah kerja UPTD Puskesmas Kajuara pada Tahun 2015 sebesar : 38.Desa Mallahae .

3. 7. 2. 5. 17. JARAK DAN WAKTU TEMPUH PUSKESMAS DENGAN DESA DAN KELURAHAN DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS KAJUARA WAKTU TEMPUH N O 1. 10 11 12. NAMA DESA Awang Tangka Tarasu Pude Angkue Ancu Padaelo Gona Mallahae Massangkae Buareng Lappa bosse Kalero Raja Abbumpungeng Waetuo Polewali Bulu Tanah Lemo JARAK 1 km 4 km 2 km 5 km 3 km 2 km 4 km 5 km 8 km 6 km 15 km 22 km 20 km 17 km 15 km 4 km 10 km 15 km KET MOTOR MOBIL 5 menit 10 menit 7 menit 15 menit 8 menit 7 menit 10 menit 15 menit 20 menit 17 menit 30 menit 45 menit 40 menit 32 menit 30 menit 10 menit 22 menit 30 menit 5 menit 10 menit 7 menit 15 menit 8 menit 7 menit 10 menit 15 menit 20 menit 17 menit 30 menit 45 menit 40 menit 32 menit 30 menit 10 menit 22 menit 30 menit . 4. 16. 14. UPTD Puskesmas Kajuara berada di Ibukota Kecamatan Kajuara Kelurahan Awang Tangka Jarak Puskesmas dan Desa dan Kelurahan wilayah kerja UPTD Puskesmas 5 menit dengan jarak tempuh kendaraan roda dua/empat (motor dan mobil). 18.Wilayah kerja UPTD Puskesmas Kajuara sebagian jalan poros antara Ibukota Kabupaten Sinjai Dan semua Desa sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat. 8. 15. 13. 9. 6.

C. Visi Menjadi Puskesmas dengan pelayanan yang bermutu dan mandiri menuju masyarakat kajuara sehat B.BAB III VISI-MISI DAN MOTTO PUSKESMAS KAJUARA A. Misi 1.. Motto  Kasih : Merawat penuh kasih yang ikhlas laksana kasih ibu kepada anaknya    Jujur Aman Rahasia : Membina hubungan pasien / Petugas penug kejujuran dan keterbukaan : Selalu mengedepankan rasa aman dan nyaman bagi pasien . Mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang Optimal 3. 2. D. Mendorong kemandirian masyarakat untuk berperilaku sehat dan hidup dalam lingkungan sehat dalam upaya kesehatan yang komperehensif. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu. : Memegang teguh rahasia pasien. Tata nilai S : Santun (Sopan dalam tutur kata dan perilaku) E : Empati (Melayani sepenuh hati) .

H : Handal(Memberikan pelayanan oleh tenaga professional ) A : Adil (Pelayanan yang merata dan tidak membeda – bedakan) T : Teladan(Menjadi panutan masyarakat dalam berperilaku sehat) E. . Tujuan Memberikan layanan kesehatan yang berorientasi pada kepuasan pasien berdasarkan standar pelayanan di puskesmas kajuara .

BAB IV STRUKTUR ORGANISASI ORGANISASI PUSKESMAS .

Sitti Bahryah. S.Sitti Bahryah. SKM TEKNIS NS.Kep SEKERTARIS JULIANA.Kep KOORDINATOR UKM NS.BAB V STRUKTUR ORGANISASI UNIT KERJA PENANGGUNG JAWAB KEPALA UPTD PUSKESMAS KAJUARA HJ.Hj. S.A.Hj.Sitti Bahryah.A.A.MURTI.Hj.Kep . S.A.SKM KOORDINATOR UKM NS.

program KIA/ KB dan program Kesling 3. Melakukan konsultasi dengan kepala UPTD Puskesmas sebagai penanggung jawab seluruh kegiatan dalam lingkup UPTD Puskesmas Kajuara 2. para pengelola dan orang – orang yang ada di dalam unit kerja itu tidak mungkin lepas melakukan hubungan kerja.BAB VI TATA HUBUNGAN KERJA Dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya masing – masing unit kerja/program dalam Upaya Kesehan Masyarakat (UKM). PKK. Melakukan kerja sama dengan lintas sektor diluar UPTD Puskesmas Kajuara (program promkes) dalam melaksanakan kegiatan program promkes. kader posyandu. Melakukan koordinasi antar sesama program dalam lingkup UPTD Puskesmas Kajuara. misalnya dengan Kepala Desa. Khusus untuk program promkes bentuk tata hubungan kerja yang harus di lakukan adalah sebagai berikut : 1. dll . program gizi. baik antar mereka di dalam unit kerja maupun antara mereka dengan pihak luar. misalnya Program imunisasi.

sarana / peralatan termasuk media komunikasi dan dana atau anggaran. jika tidak tersedia tenaga khusus untuk program promosi kesehatan dapat dipilih dari semua tenaga kesehatan puskesmas yang melayani pasien /klien (perawat. lain . Sesuai surat menteri kesehatan nomor 585/MENKES/SK/V/2010 tentang pedoman pelaksanaan promosi kesehatan di daerah disebutkan bahwa standar tenaga khusus promosi kesehatan untuk puskesmas adalah : Kualifikasi Minimal Kesehatan Jumlah D3 1 atau 2 orang Kompetensi umum Membantu tenaga kesehatan merancang pemberdayaan kesehatan. maka harus diselenggarakan program pelatihan / khusus. Jika keterampilan ini belum dimiliki.bidan atau tenaga kesehatan yang lainnya ).BAB VII POLA KETENAGAAN DAN KUALFIKASI PERSONIL Sumber daya utama diperlukan untuk penyelenggaraan puskesmas adalah tenaga (Sumber Daya Manusia atau SDM). Koordinator tersebut dipilih dari tenaga khusus Promosi kesehatan. Semua tenaga kesehatan yang di puskesmas hendaknya memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan informasi. Pengelola Promosi Kesehatan hendaknya dilakukan oleh Koordinator yang mempunyai kapasitas dibidang promkes.

Melaksanakan konsultasi dan bertanggung jawab kepada UPTD Puskesmas Kajuara atas pelaksanaan upaya Program Promosi kesehatan. . Membuat perencanaan dan merumuskan Upaya promosi kesehatan (Promkes) 2. Melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengawasan upaya serta kegiatan promosi kesehatan 4. 5. 9. Melaksanakan konsultasi lintas upaya dan lintas sektor 8. Mengevaluasi kegiatan upaya promkes 7.URAIAN TUGAS URAIAN : 1. Melaksanakan kegiatan pendataan dan pemetaan sasaran . Melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang kesehatan . 3. 6. Melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh kepala UPTD Puskesmas Kajuara. Menganalisa data promosi kesehatan dan menyediakannya sebagai sumber informasi mengenai kegiatan program promosi kesehatan untuk kepentingan bersama.

Kegiatan di dalam gedung 2. Kegiatan di luar gedung .BAB VIII KEGIATAN ORIENTASI 1.

2. 3. 4.BAB IX PERTEMUAN / RAPAT Pertemuan / Rapat adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pencapaian dan pelaksanaan program promosi kesehatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kajuara: 1. Rapat / MINLOK (Mini Lokakarya) setiap bulan Rapat / pertemuan antar lintas program triwulan Rapat / pertemuan antara petugas Promosi Kesehatan di tingkat Kabupaten triwulan Rapat //pertemuan Lintas sektor 2 kali setahun .

BAB X PELAPORAN Mekanisme penyampaian pelaporan ada 2 macam cara yaitu : 1. Semua indikator tersebut dapat dijadikan sebagai masukan sekaligus bahan untuk perbaikan dan pemanfaatan kegiatan promosi kesehatan di UPTD puskesmas Kajuara. setiap tiga bulan yang disampaikan oleh petugas Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas Kajuara kepada petugas Promosi Kesehatan dinas Kesehatan kabupaten Bone untuk mengetahui realisasi kegiatan yang telah di lakukan maupun yang belum terlaksana. Pelalaporan juga di lakukan di tingkat kabupaten / kota di dinas kesehatan kabupaten Bone. 2. Pelaporan Promosi kesehatan dan realisasi pelaksanaan serta pencapaian program promosi kesehatan di UPTD Puskesmas Kajuara yang di sampaikan oleh pengelola Promosi kesehatan ke kepala puskesmas Kajuara setiap bulannya pada saat Minlok tingkat puskesmas. keluaran dan dampak. Evaluasi di lakukan dengan menggunakan indikator keberhasilan yang terdiri dari indicator masukan. . Serta untuk mengetahui kendala yang di hadapi oleh tenaga kesehatan promosi kesehatan di tingkat puskesmas. proses. 3.

dan halaman puskesmas.kamar obat.leaflet. 2. a. Promosi kesehatan di tempat pendaftaran dapat dilakukan dengan penyebaran informasi melalui media seperti poster.laboratorium. di larang meludah sembarangan. Ruang pelayanan KIA dan KB Dipelayanan KIA dan KB adalah ibu – ibu atau wanita yang tidak sakit. 1. Alur pelayanan di Puskesmas b. Pemasangan poster atau media komunikasi lainnya mendorong pasien untuk berperilaku sesuai yang dikehendaki agar penyakit atau masalah kesehatannya dapat diatasi. Informasi kesehatan yang menjadi isue pada saat itu e. Jika ada hal yang khusus bisa di rujuk untuk konseling. membuang sampah pada tempatnya dan lain – lain.poliklinik. Polik umum Petugas kesehatan puskesmas yang melayani pasien meluangkan waktunya untuk menjawab pertanyaan pasien berkenan dengan penyakitnya atau obat yang di telannya. poster atau model anatomi atau brosur yang bisa dibawah pulang.BAB XI TATA LAKSANA PELAYANAN A. Bentuk kegiatan promosi kesehatan yang dapat dilakukan digedung puskesmas. 3. Jenis pelayanan Kesehatan c. Kegiatan promosi kesehatan dalam gedung puskesmas dilaksanakan sejalan dengan pelayanan yang diselenggarakan puskesmas. dan brosur atau selebaran yang dapat dipasang/diletakkan di depan loket pendaftaran Adapun jenis informasi yang disediakan yaitu . Peraturan kesehatan seperti dilarang merokok. Ibu yang mau memeriksakan kehamilannya atau bersalin atau mereka yang memerlukan pelayanan . Memberikan salam kepada pengunjung puskesmas termasuk dari kegiatan promosi karena telah terjadi komunikasi awal yang menimbulka kesan yang baik dan menyejukkan bagi pasie / penginjung puskesmas sehingga mengurangi beban yang diderita. Denah poliklinik d. LINGKUP KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN Promosi kesehatan di dalam gedung puskesmas adalah promosi kesehatan yang dilaksanakan dilingkungan dan gedung puskesmas seperti di tempat pendaftaran. Guna memudahkan pemberdayaan dalam pelayanan medis harus disediakan berbagai media (alat peraga) seperti lembar balik.

Laboratorium Dapat di jumpai pasien atau orang sakit. b. Kedisiplinan dan kesabaran dalam menggunakan obat.agar dapat diupayakan untuk tetap sehat. Pentingnya memelihara taman obat keluarga (TOGA) dalam rangka memenuhi obat – obat sederhana. 4. Kamar obat Kesadaran yang ingin di ciptakan dalam diri mereka terutama tentang : a. juga individu atau pengunjung (orang sehat) dan pada pengantarnya. Bagi pasien adalah ketepatan diagnosis yang dilakukan oleh dokter b. . Manfaat obat generic dan keuntungan jika menggunakan obat generic. Bagi penunjang yang sehat lainnya adalah untuk memantau kondisi kesehatan. 5. Kesadaran yang ingin diciptakan pada mereka adalah pentingnya melakukan pemeriksaan laboratorium : a. sesuai dengan petunjuk dokter c.kontrasepsi petugas perlu meluangkan waktunya untuk menjawab pertanyaan pasien individu berkenan degan pelayanan.

BAB XII LOGISTIK Kebutuhan dan logistik untuk pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan di rencanakan dalam pertemuan lokakarya mini lintas sektor dengan tahapan kegiatan dan metode pemberdayaan yang akan di laksanakan. .

.BAB XIII KESELAMATAN SASARAN Dalam perencanaan sampai dengan pelaksanaan kegiatan promosi kegiatan perlu di perhatikan masalah kesehatan yang ada di masyarakat yang berkaitan dengan aspek lingkungan yang dapat mempengaruhi perkembangan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

.BAB XIV KESELAMATAN KERJA Dalam perencanaan sampai dengan pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan perlu diperhatikan keselamatan kerja karyawan puskesmas dan lintas sektor terkait dengan kegiatan promosi kesehatan pada individu. keluarga dan kelompok masyarakat.

3. 4.BAB XV PENGENDALIAN MUTU Kinerja pelaksanaan promosi kesehatan di monitoring dan di evaluasi dengan menggunakan indikator sebagai berikut : 1. bebas jentik. . Kegiatan promosi kesehatan dilakukan berupa kunjungan rumah oleh petugas puskesmas. Klien / masyarakat yangs sudah terlayani oleh berbagai kegiatan promosi kesehatan baik dalam gedung maupun luar gedung. Puskesmas sebagai institusi kesehatan yang melaksanakan PHBS seperti. dan menggunakan jamban sehat Permasalahan di bahas pada tiap pertemuan lokakarya mini tiap tribulan. bebas rokok. 2. Tenaga kesehatan puskesmas telah melaksanakan promosi kesehatan. lingkungan bersih.

Untuk melaksanakan promosi kesehatan puskesmas yaitu didalam gedung dan diluar gedung dapat di manfaatkan dengan baik sehingga upaya wajib puskesmas yaitu promosi kesehatan dapat terlaksana dengan baik. Upaya – upaya pemberdayaan akan berhasil jika didukung oleh upaya – upaya bina suasana dan advokasi terhadap mereka yang paling berpengaruh terhadap pasien / individu / keluarga / masyarakat. Sedangkan advokasi di lakukan terhadap mereka yang dapat mendukung / membantu puskesmas dari segi kebijakan ataupun peraturan perundang – undangan dan sumber daya dalam rangka memberdayakan pasien / individu /keluarga dan masyarakat. . Yang paling penting dilaksanakan dalam rangka promosi kesehatan di puskesmas adalah upaya pemberdayaan terhadap pasien maupun terhadap individu / keluarga / masyarakat yang sehat.BAB XV PENUTUP Promosi kesehatan untuk peningkatan PHBS di puskesmas bukan hanya petugas puskesmas saja. Namun tanggung jawab upaya promosi kesehatan di puskesmas adalah kepala puskesmas dan menjadi tugas seluruh petugas kesehatan di puskesmas.