Anda di halaman 1dari 3

4 Jenis Kapasitor & Penggunaannya

Setiap perangkat elektronik lazim memiliki komponen elektronik kecil yang disebut
kapasitor.
Radio, kamera, power supply, audio mobil atau bahkan baterai kecil memiliki komponen ini.
Jadi apa itu kapasitor? Bayangkan terdapat pipa air dan air mengalir melalui pipa itu.
Andaikan kedua ujung pipa diblokir maka pipa berubah menjadi tempat penyimpanan.
Begitu pula kapasitor. Komponen elektronik ini terdiri dari dua pelat konduktif paralel yang
masing-masing memiliki muatan listrik berlawanan.
Pelat ini dipisahkan oleh dielektrik atau insulasi yang membantu menyimpan muatan listrik di
antara pelat.
Kapasitor sering digunakan sebagai depot penyimpanan sinyal analog dan data digital.
Tepatnya, komponen ini digunakan secara luas dalam sirkuit elektronik dengan tujuan
memblokir arus searah (DC), sehingga memungkinkan arus bolak-balik (AC) diteruskan pada
jaringan filter dan output power supply.
Jenis Kapasitor dan Penggunaannya

Berikut adalah beberapa jenis kapasitor dasar dan penggunaan komersial mereka.
1. Kapasitor elektrolit

Kapasitor elektrolit adalah kapasitor paling populer dan memiliki kapasitas toleransi yang
lebar antara (-) 50 % hingga (+) 100 %.
Kapasitor ini memiliki dua lempeng (terbuat dari aluminium atau tantalum) yang saling
terlilit satu sama lain.
Dielektrik yang mengisi ruang antara lempeng sebagian besar merupakan lapisan tipis oksida
(kurang dari 10 mikron).
Dua jenis kapasitor elektrolit populer yang tersedia di pasaran adalah kapasitor elektrolit
aluminium dan tantalum.
Kapasitor elektrolit bisa terpolarisasi sehingga diperlukan kehati-hatian saat menanganinya.
Jika tidak terhubung dengan benar, kapasitor ini mungkin rusak.
Penggunaan
Kapasitor elektrolit memiliki nilai kapasitansi yang besar dan karenanya banyak digunakan
sebagai kapasitor coupling dalam aplikasi audio dan untuk mengurangi fluktuasi tegangan
pada power supply.
2. Kapasitor dielektrik
Kapasitor ini adalah bentuk paling sederhana dan memiliki satu set pelat bergerak. Pelat ini
dijalin dengan satu set pelat tetap.
Posisi pelat bergerak terhadap pelat tetap menentukan kapasitansi yang dihasilkan.
Penggunaan
Kapasitor dielektrik banyak digunakan dalam tuning (tala) pemancar dan penerima. Kapasitor
ini juga digunakan dalam radio transistor.
3. Kapasitor film
Kapasitor film umumnya tersedia dengan nilai kapasitansi dari 5 pF-100 pF (pico Farad).
Perbedaan mendasar antara kapasitor film dengan kapasitor jenis lain adalah dalam properti
dielektriknya.
Terdapat dua jenis kapasitor film jenis lead radial dan jenis lead aksial.
Jenis yang pertama memiliki elektroda film logam yang memiliki lapisan dielektrik
sedangkan yang kedua memiliki lembaran logam yang melilit elektroda dengan bahan
dielektrik terdapat di antara lembaran.

Kapasitor film yang umum tersedia di pasaran adalah kapasitor Mylar, polystyrene,
polypropylene, dan kapasitor teflon.
Penggunaan
Kapasitor film terutama digunakan dalam sirkuit untuk penyaringan harmonik (harmonic
filtering) dan kompensasi energi reaktif (reactive energy compensation).
4. Kapasitor keramik
Kapasitor ini juga dikenal sebagai kapasitor disc (cakram). Kapasitor keramik dibuat dengan
cara melapisi sisi cakram keramik dengan perak.
Kapasitansi kapasitor ini bisa dibuat rendah dan tinggi dengan mengubah ketebalan cakram
keramik yang digunakan.
Untuk nilai-nilai kapasitansi rendah, ukuran cakram keramik yang digunakan berkisar 3-6
mm.
Kapasitor keramik biasanya memiliki konstanta dielektrik tinggi dan menunjukkan perubahan
non linear nilai kapasitansi bila terkena suhu tinggi karena merupakan perangkat tidak
terpolarisasi.
Peringkat tegangan kapasitor ini biasanya rendah dan nilai kapasitansi berkisar antara
beberapa picofarad hingga 1 mikrofarad.
Penggunaan
Kapasitor keramik digunakan sebagai kapasitor bypass pada sirkuit decoupling.[]