Anda di halaman 1dari 12

Ringkasan Materi Fisika

Usaha Dan Energi

Oleh : Alidin
Kelas : XI ipa1

SMAN 1 BOLO
Tahun Ajaran 2016/2017

Usaha Kerja atau Usaha secara spesifik dapat juga didefinisikan sebagai hasil kali besar perpindahan dengan komponen gaya yang sejajar dengan perpindahan. s W = usaha (joule) F = gaya yang sejajar dengan perpindahan (N) s = perpindahan (m) Jika suatu benda melakukan perpindahan sejajar bidang horisontal. yaitu F  F cos  x s Persamaan usaha dapat dirumuskan sebagai berikut. Sebagai misal. s Lalu bagaimana menentukan besarnya usaha. Untuk menentukan kerja yang dilakukan oleh gaya yang tidak teratur. Kita bagi jarak menjadi segmen-segmen kecil s. sehingga benda berpindah kedudukan dari 3 m menjadi 12 m.ENERGI DAN USAHA A. Kemudian usaha yang dilakukan 1 . maka kita gambarkan gaya yang sejajar dengan perpindahan sebagai fungsi jarak s. namun gaya yang diberikan membentuk sudut  terhadap perpindahan. gaya yang diberikan pada suatu benda membesar dari 2 N menjadi 8 N. ratarata gaya ditunjukkan dari garis putus-putus. saat 5 sekon pertama. jika gaya yang diberikan tidak teratur. Untuk setiap segmen. W = F . maka gaya F melakukan usaha sebesar W. Jika suatu gaya F menyebabkan perpindahan sejauh s. maka besar usaha yang dikerjakan pada benda adalah : W = F . cos  .

s dapat lebih kecil dan perkiraan kita mengenai kerja yang dilakukan bisa lebih akurat. Pada limit s mendekati nol. Jadi usaha yang dilakukan oleh gaya yang tidak beraturan pada waktu memindahkan sebuah benda antara dua titik sama dengan luas daerah di bawah kurva.g. Misalkan sebuah benda bermassa m digantung seperti di bawah ini. titik acuan akan menjadi tolok ukur penentuan ketinggian suatu benda. Energi Energi dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja. Beberapa energi yang akan dibahas adalah sebagai berikut.merupakan luas persegi panjang dengan lebar s dan tinggi atau panjang F. Jika kita membagi lagi jarak menjadi lebih banyak segmen. ( 8 – 2 ) W = 27 joule B. alas . Dengan demikian. luas total dari banyak persegi panjang kecil tersebut mendekati luas dibawah kurva.h 2 . Energi Potensial Energi potensial adalah energi yang berkaitan dengan kedudukan suatu benda terhadap suatu titik acuan. Pada contoh di samping : W = ½ . tinggi W = ½ . ( 12 – 3 ) . m g h Energi potensial dinyatakan dalam persamaan: Ep = m. 1.

x Ep = energi potensial pegas (joule) k = konstanta pegas (N/m) x= pertambahan panjang (m) F= gaya yang bekerja pada pegas (N) Di samping energi potensial pegas. setiap benda yang bergerak. x2 atau Ep = ½ . Meski gerak suatu benda dapat dilihat sebagai suatu sikap relatif. namun penentuan kerangka acuan dari gerak harus tetap dilakukan untuk menentukan gerak itu sendiri. yang dirumuskan: Ep = – G 2.m r Energi Kinetik Energi kinetik adalah energi yang berkaitan dengan gerakan suatu benda. yang berlaku untuk semua benda angkasa di jagad raya.Persamaan energi seperti di atas lebih tepat dikatakan sebagai energi potensial gravitasi. F . k. juga dikenal energi potensial gravitasi Newton. dikatakan memiliki energi kinetik. Persamaan energi kinetik adalah : Ek = ½ m v2 3. Jadi. Di samping energi potensial gravitasi. Energi Mekanik Energi mekanik adalah energi total yang dimiliki benda. sehingga energi mekanik dapat dinyatakan dalam sebuah persamaan: Em = Ep + Ek 3 . M . juga terdapat energi potensial pegas yang mempunyai persamaan: Ep = ½ .

tidak dapat dimusnahkan.185 joule atau 1 joule = 0. bahwa berbagai bentuk perubahan energi berikut akan menghasilkan sejumlah usaha. 4 . namun dapat berubah wujud.2as Karena v22 = v21 + 2as dan 2as = v22 . yang menyatakan kesetaraan kalor – mekanik.s W = m a.½ m v21 W = Ek Sedangkan teorema kerja-energi apabila dalam sistem hanya berlaku energi potensial gravitasi saja dapat ditentukan sebagai berikut. W = F. Di samping itu perlu pula dicatat tentang percobaan James Prescott Joule. yaitu : 1 kalori = 4.s W = ½ m.v21) W = ½ m v22 .Energi mekanik sebagai energi total dari suatu benda bersifat kekal. maka dapat ditentukan berbagai nilai yang berkaitan dengan energi. sehingga berlakulah hukum kekekalan energi yang dirumuskan: Ep1 + Ek1 = Ep2 + Ek2 Mengingat suatu kerja atau usaha dapat terjadi manakala adanya sejumlah energi. Kaitan Antara Energi dan Usaha Teorema usaha-energi apabila dalam sistem hanya berlaku energi kinetik saja dapat ditentukan sebagai berikut.s W = ½ F x W = m g (h1 – h2) W = ½ k x2 W = Ep1 – Ep2 W = ½ m v22 – ½ m v12 Dengan mengkombinasi persamaan-persamaan di atas. Dari percobaannya Joule menemukan hubungan antara satuan SI joule dan kalori. yaitu: W = F. maka perlu diketahui.24 kalor C.v21 maka W = ½ m (v22 .

fk . s = Ek = Ep Untuk berbagai kasus dengan beberapa gaya dapat ditentukan resultan gaya sebagai berikut.  Pada bidang datar vo fk S (Vt2 – Vo2) .W = Ep W = mgh2 .w sin  .fk . s  = ½ m (Vt2 – Vo2) Pada bidang miring N vo S w sin  fk  w cos  w . ∑ F . s = ½ m (Vt2 – Vo2) F N vo  F cos  S w sin  fk  w w cos  5 .fk . s = ½ m vo F  fk S F cos  .mgh1 Sehingga dapat diberlakukan persamaan umum sebagai berikut.

maka tentukan usaha yang dilakukan! Penyelesaian: W = F . cos 60° W = 4 joule 3) Sebuah benda diberi gaya dari 3 N hingga 8 N dalam 5 sekon.s W = 2. s = ½ m (Vt2 – Vo2) CONTOH SOAL DAN PEMBAHASANNYA 1) Sebuah balok bermassa 1 kg di atas lantai licin. Jika benda mengalami perpindahan dari kedudukan 2 m hingga 10 m. h 6 . maka tentukan usaha yang dilakukan! Penyelesaian: Usaha = luas trapesium Usaha = jumlah garis sejajar x ½ . seperti pada grafik. Tentukan energi potensial yang dimilikibuah kelapa terhadap permukaan bumi! Penyelesaian: Ep = m . Jika gaya mendatar 2 N digunakan untuk menarik balok. 2 . tinggi Usaha = ( 3 + 8 ) x ½ . ( 10 – 2 ) Usaha = 44 joule 4) Buah kelapa bermassa 2 kg berada pada ketinggian 8 m. s . g .fk) .w sin  .(F cos  . maka tentukan usaha yang dilakukan agar balok berpindah sejauh 3 m! Penyelesaian: W = F. Jika balok berpindah sejauh 2 m. cos  W = 4 .3 W = 6 joule 2) Sebuah balok bermassa 5 kg di atas lantai licin ditarik gaya 4 N membentuk sudut 60° terhadap bidang horisontal.

10 . 100 .m G 2 r1 G   E p2  r12 r22 r12 ( 2r1 ) 2 10 = 2. k . Saat jatuh di tanah berarti ketinggian tanah adalah nol. jadi: 7 . m .000 joule 6) Sebuah pegas dengan konstanta pegas 200 N/m diberi gaya sehingga meregang sejauh 10 cm.5 m. tentukan energio kinetik yang dilakukan pemiliki sepeda! Penyelesaian: Ek = ½ . 0. Tentukan energi potensial pegas yang dialami pegas tersebut! Penyelesaian: Ep = ½ .m r22  M . Tentukan kecepatan kelapa saat menyentuh tanah! Penyelesaian: Kelapa jatuh memiliki arti jatuh bebas. 202 Ek = 20. x2 Ep = ½ . v2 ( v = 72 km/jam = 72 x 1000 m / 3600s) Ek = ½ .12 Ep = ½ joule 7) Suatu benda pada permukaan bumi menerima energi gravitasi Newton sebesar 10 joule.Ep = 2 . 8 Ep = 160 N 5) Sebuah sepeda dan penumpangnya bermassa 100 kg. Tentukan energi potensial gravitasi Newton yang dialami benda pada ketinggian satu kali jari-jari bumi dari permukaan bumi! Penyelesaian: E p2 E p1 E p2 E p1 E p2 10 M .5 joule 4 8) Buah kelapa 4 kg jatuh dari pohon setinggi 12. sehingga kecepatan awalnya nol. Jika kecepatan sepeda dan penumpannya 72 km/jam. 200 .

h2 + ½ . sehingga diperoleh : m.h1 + ½ . maka sama saja dengan gerak jatuh bebas buah kelapa.v12 = g.g. sehingga mempunyai kecepatan 108 km/jam. 0 + ½ . v22 jika semua ruas dibagi dengan m maka diperoleh : g. 500 .h1 + ½ .02 = 10 . yang berarti telah terjadi perubahan energi kinetiknya.h2 + ½ . lintasan dari gerak benda tidak perlu diperhatikan.v22 125 + 0 = 0 + ½ v22 v2 = 250 v2 = 15.5 m! Penyelesaian: 8 .g. 0 + ½ .95 m/s 10) Sebuah mobil yang mula-mula diam.12.6 + ½ .h2 + ½ . tentukan usaha yang dilakukan! Penyelesaian: Pada soal ini telah terdapat perubahan kecepatan pada mobil. 303 – ½ . Tentukan kecepatan saat lepas dari bidang lengkung tersebut! Penyelesaian : Bila bidang licin. m v12 = m.m.v12 = g. m v12 = m.5 + ½ . Jika massa mobil 500 kg. 500 .g. m .8 m/s 9) Sebuah benda jatuh dari ketinggian 4 m.h1 + ½ . dipacu dalam 4 sekon. m .g. kemudian melewati bidang lengkung seperempat lingkaran licin dengan jari-jari 2 m. v22 10.h2 + ½ .02 = 10 . sehingga usaha atau kerja yang dilakukan adalah : W = ½ m v22 – ½ m v12 W = ½ .000 joule ( catatan : 108 km/jam = 30 m/s) 11) Tentukan usaha untuk mengangkat balok 10 kg dari permukaan tanah ke atas meja setinggi 1. v22 g. v22 10.v22 60 + 0 = 0 + ½ v22 v2 = 120 v2 = 10. 02 W = 225.h1 + ½ .

5) W = – 150 joule Tanda (– ) berarti diperlukan sejumlah energi untuk mengangkat balok tersebut.Dalam hal ini telah terjadi perubahan kedudukan benda terhadap suatu titik acuan.5 m2. jadi energi yang dihasilkan adalah : W = m g (h1 – h2) Untuk menentukan massa air terjun tiap detik adalah: Q = A. Jika laju aliran air yang melalui pipa adalah 2 m/s.v (Q = debit air melalui pipa . t = waktu. 10 . menumpahkan air melalui sebuah pipa dengan luas penampang 0. m = massa air) m 1 = = 1000 kg m g (h1 – h2) 9 .5 . A = luas penampang . sehingga berlaku persamaan: W = m g (h1 – h2) W = 10 . 12) Sebuah air terjun setinggi 100 m. yang berarti telah terdapat perubahan energi potensial gravitasi. dari ketinggian 100 m menuju ke tanah yang ketinggiannya 0 m. v = laju aliran air) Q = 0. (0 – 1. dimana t = 1 detik) V = 1 m3  m V = 1000 = m W ( = massa jenis air = 1000 kg/m3. 2 Q = 1 m3/s Q = V t 1 V 1 = (V = volume. maka tentukan energi yang dihasilkan air terjun tiap detik yang dapat digunakan untuk menggerakkan turbin di dasar air terjun! Penyelesaian: Telah terjadi perubahan kedudukan air terjun.

t 0 = 40 . sin 30° . maka tentukan energi potensial peluru pada titik tertinggi! Penyelesaian: Tinggi maksimum peluru dicapai saat vy = 0 sehingga : vy = vo sin  – g . sin  . maka tentukan besar gaya rata-rata yang dilakukan pasir pada benda tersebut! Penyelesaian: Terjadi perubahan kedudukan. t – ½ . 20 Ep = 4 joule (20 gram = 0.02 ( 2 cm = 0. 2 – ½ . Jika benda masuk sedalam 2 cm ke dalam pasir kemudian berhenti.1 kg jatuh bebas dari ketinggian 2 m ke hamparan pasir. Jika gaya gesek dengan udara diabaikan.000. t2 y = 40 .02 m) F = .s 2 = .000 joule 13) Sebuah peluru 20 gram ditembakkan dengan sudut elevasi 30° dan kecepatan awal 40 m/s.F . t t = 2s Sehingga tinggi maksimum peluru adalah : y = vo . 10 .g.02 . 22 y = 20 m (y dapat dilambangkan h. sehingga usaha yang dialami benda: W = m g (h1 – h2) W = 0. 0.1 . (2 – 0) W = 2 joule W = -F. 10 .100 N tanda (-) berarti gaya yang diberikan berlawanan dengan arah gerak benda! 10 . 10 . (100 – 0) W = 1.W = 1000 . sin 30° – 10 . yang berarti ketinggian) Jadi energi potensialnya : Ep = m.h Ep = 0. g .02 kg) 14) Sebuah benda bermassa 0. 10 .

000 joule P = W t P = 750. 36 km/jam = 10 m/s) W = ½ 1.15) Sebuah mobil bermassa 1 ton dipacu dari kecepatan 36 km/jam menjadi berkecepatan 144 km/jam dalam 4 sekon. 144 km/jam = 40 m/s. (10 )2 W = 750. Jika efisiensi mobil 80 %.500 Pout 150.000 watt = 11 .000 .000 4 P = 187.500 watt  = Pout Pin 80 % = Pout 187.000 .(40)2 – ½ 1. maka usaha yang dilakukan adalah: W = ½ m v22 – ½ m v12 (1 ton = 1000 kg. tentukan daya yang dihasilkan mobil! Penyelesaian: Terjadi perubahan kecepatan.