Anda di halaman 1dari 11

KELUHAN KESEHATAN PEKERJA AKIBAT PAPARAN BISING

DI BENGKEL BUBUT PT. INDUSTRI KAPAL INDONESIA
KOTA MAKASSAR
Health Complaining of Worker Because of Shelf Noise in Mecanic Lathe Workshop
PT. Industri Kapal Indonesia Makassar
Satriana Yuni Arisandy, M. Furqaan Naiem, Awaluddin
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin
(satrianaarisandy@yahoo.co.id, mfurqaan@yahoo.com.au,awal.k3unhas@gmail.com 085396973409)
ABSTRAK
Kebisingan merupakan masalah yang sering dijumpai di banyak perusahaan besar saat ini,
kebisingan dapat sangat merugikan dan mengganggu kesehatan tenaga kerja yang berkaitan dengan
produktifitas dan efektivitas kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keluhan
kesehatan dengan paparan bising yang didapat oleh pekerja unit mesin bubut PT. IKI kota Makassar.
Jumlah populasi pada penelitian yaitu pekerja pada bengkel bubut PT.IKI kota Makassar yang berjumlah
33 orang. Sampel dalam penelitian yaitu keseluruhan populasi yang diambil dengan metode exhaustive
sampling sebanyak 33 responden. Desain penelitian adalah observasional dengan pendekatan cross
sectional study, analisis data adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari
pengukuran kebisingan di 7 titik, terdapat 4 titik yang melewati nilai ambang batas (>85 dB). Hasil
penelitian menunjukkan ada hubungan antara umur (p= 0,012 dan r= 0,432), masa kerja (p= 0,000 dan r=
0,694) dan intensitas bising (p=0,001 dan r= 0,560) dengan keluhan kesehatan pada pekerja bengkel
bubut PT. Industri Kapal Indonesia. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan yang signifikan antara
umur, masa kerja dan intesitas bising terhadap keluhan kesehatan pekerja sedangkan lama kerja dan
penggunaan APT tidak dapat dianalisis karena bersifat homogen.
Kata Kunci : Keluhan kesehatan, paparan bising, bengkel

ABSTRACT
Noise is a common problem in many large companies today, the noise can be very harmful and
disturbing health-related workforce productivity and effectiveness of its work. This study aimed to
determine the relationship of health complaints with noise exposure gained by working lathe unit PT. IKI
Makassar. The study design was observational cross-sectional study, data analysis is univariate and
bivariate. The results of this study showed that of the measurement noise in 7 points, there are four points
that passed the threshold value (> 85 dB). Of the 33 respondents, there were 23 (69.7%) who experienced
health complaints. Of the 23 respondents, who suffered health complaints 20 respondents (86.9%) were
respondents with old age. The results showed no relationship between age (p = 0.012 and r = 0.432),
tenure (p = 0.000 and r = 0.694) and intensity noise (p = 0.001 and r = 0.560) with health complaints on
lathe workshop workers of PT. Indonesian ship industry. Conclusions of this study there was a significant
relationship between age, were tenure and intensity noise of health complaining of workerwhile working a
long time and the use of APT can not be analyzed because it is homogeneous.

Keywords : Shelf noise, health complaining, workshop

1

2 Berdasarkan laporan World Health Organization.6 dBA dan di Depo Kereta dengan range kebisingan 51. 69.5-60. ancaman bahaya keselamatan.¹ Kegiatan industri menghasilkan polusi yang dapat menjadi tekanan pada lingkungan. 13.4 dBA ada 71. Penggunaan mesin dan alat kerja yang mendukung proses produksi berpotensi menimbulkan suara kebisingan. 127 juta orang mengalami gangguan pendengaran sedang dan 39 juta orang mengalami gangguan pendengaran berat yang disebabkan oleh kebisingan.5% tenaga kerja mengalami kelelahan ringan. pesawat terbang.PENDAHULUAN Kebisingan merupakan masalah yang sering dijumpai di banyak perusahaan besar saat ini.5 juta diantaranya terpapar karena kebisingan pada level yang berbahaya yaitu akibat suara truk.7 juta penduduk Amerika Serikat terpapar oleh kebisingan di tempat kerja yang mengancam pendengaran mereka.6% kelelahan sedang dan 17. 6 2 . Tahun 2001 diperkirakan jumlah orang yang mengalami gangguan pendengaran meningkat menjadi 120 juta orang di seluruh dunia. Lebih dari 30 juta orang di Amerika terpapar bising 85 dB atau lebih. kereta api.8-90.4% tenaga kerja mengalami kelelahan berat akibat paparan bising yang melebihi ambang batas yaitu range 85. 3 WHO memperkirakan bahwa terdapat 441 sampai 580 juta orang yang tersebar di seluruh dunia mengalami gangguan pendengaran sensori neural ringan. 5 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Harwanto tahun 2004 di Depo Lokomotif PT Kereta Api Daerah Operasi IV Semarang bahwa ada 13% tenaga kerja yang mengalami kelelahan ringan. Kebisingan dapat sangat merugikan dan mengganggu kesehatan tenaga kerja yang berkaitan dengan produktifitas dan efektivitas kerjanya. diperkirakan hampir 14% dari total tenaga kerja di negara industri terpapar bising melebihi 90 dB di tempat kerjanya. dan kebisingan merupakan salah satu bentuk polusi yang dapat menimbulkan tekanan lingkungan dan akan berdampak secara fisik maupun non fisik kepada manusia sebagai bagian dari lingkungan. Kebisingan dapat menyebabkan berbagai gangguan. sepeda motor. menurunnya performa (kinerja). 19% kelelahan sedang dan 9.5% kelelahan berat. 4 Beberapa tahun terakhir diberitakan bahwa kurang lebih 14. stress dan kelelahan. Diperkirakan 5-10 juta orang di Amerika yang terpapar kebisingan >85 dB di tempat kerja berisiko terhadap gangguan pendengaran akibat bising. alat-alat mesin pemotong rumput. ada yang menggolongkan gangguan berupa gangguan auditory misalnya gangguan terhadap pendengaran dan juga gangguan non auditory seperti gangguan komunikasi.

IKI) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mempunyai kegiatan seperti memperbaiki dan membangun berbagai jenis kapal. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh pekerja bengkel bubut. Distribusi responden menurut umur menunjukkan bahwa responden 3 . Penelitian ini dilakukan di bengkel bubut PT. seperti mesin las. dan ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan terjadinya stress kerja 7 PT. Melalui analisis data univariat dan bivariat yang dilakukan. Data yang diperoleh akan diolah dengan komputer data tersebut disajikan dalam bentuk tabel dan analisis hubungan antara variabel dan disertai dengan penjelasan. IKI Makassar. Beberapa mesin dan alat kerja yang berpotensi menghasilkan suara bising. lama paparan/kerja. palu-palu serta alat untuk pengecetan dan pekerja yang melakukan kegiatan tersebut jarang bahkan tidak memakai APD. Berdasarkan latar belakang diatas.Menurut Budiyanto dalam sebuah penelitiannya yang dilakukan di Yogyakarta mengenai hubungan kebisingan dan masa kerja terhadap kejadian stress kerja menunjukkan hasil yang sangat signifikan. jenis kelamin dan tingkat pendidikan pekerja. penggunaan APD. Variabel independen pada penelitian ini meliputi intensitas bising. Industri Kapal Indonesia (PT. Hasil observasi secara langsung di PT. HASIL Karakteristik responden dalam penelitian ini adalah umur. Jumlah sampel yaitu 33 orang yang didapatkan menggunakan metode exhaustive sampling.IKI. umur. sedangkan variabel dependen keluhan kesehatan yang di dapatkan oleh pekerja. mesin bubut. maka peneliti mengadakan penelitian untuk mengetahui keluhan kesehatan akibat kebisingan yang didapatkan oleh pekerja bengkel bubut PT. masa kerja. BAHAN DAN METODE Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional study yang bertujuan untuk melihat hubungan variabel independen terhadap variabel dependen. hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi yang signifikan antara tingkat kebisingan terhadap terjadinya stress kerja. menyatakan bahwa pekerja senantiasa mendengar suara bising yang dapat timbul dari alat maupun mesin kerja. IKI Kota Makassar pada bulan Desember 2014. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat Sound Level Meter (SLM) untuk mengukur intensitas bising serta wawancara langsung dengan responden.

000 (p < 0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 33 responden terdapat 17 responden (51. Hal ini menunjukkan bahwa Ho di tolak yang artinya ada korelasi antara umur dengan keluhan kesehatan pekerja (Tabel 3). terdapat 33 responden (100%) dengan lama kerja memenuhi syarat yaitu bekerja ≤ 8 jam/hari.terbanyak berada pada kelompok umur 40-44 tahun yaitu sebanyak 12 orang (36.05).4%). Distribusi responden menurut jenis kelamin menunjukkan bahwa semua reponden berjenis kelamin lakilaki. Hasil tabulasi silang antara umur dengan keluhan kesehatan menunjukkan bahwa terdapat 15 responden (88.3%) dengan intensitas >85 db mengalami keluhan kesehatan dan terdapat 4 responden (36. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji korelasi spearman mengenai hubungan antara masa kerja dengan keluhan kesehatan di peroleh nilai p=0.05).4%) dengan intensitas ≤ 85 dB yang mengalami keluhan kesehatan.7%) dan terendah yaitu 9 responden (27.0%) dengan umur <40 tahun yang mengalami keluhan kesehatan. 4 . terdapat 19 responden (86. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji korelasi spearman mengenai hubungan antara umur dengan keluhan kesehatan di peroleh nilai p=0.001 (p < 0.3%) yang bekerja pad tingkat kebisingan yang tidak memenuhi syarat yaitu > 85 dB dan terdapat 33 responden (100%) yang bekerja tidak menggunakan APT (Tabel 2). Hal ini menunjukkan bahwa H o di tolak yang artinya ada korelasi antara umur dengan keluhan kesehatan pekerja (Tabel 3).2%) dengan umur ≥ 40 Tahun mengalami keluhan kesehatan dan terdapat 8 responden (50.3) pada tingkat Perguruan Tinggi (Tabel 1).05).9%) dengan lama kerja ≥ 5 tahun mengalami keluhan kesehatan dan terdapat 3 responden (27.5) dalam kategori muda. Hasil tabulasi silang antara intensitas bising dengan keluhan kesehatan menunjukkan bahwa terdapat 19 responden (86.7%) yang termasuk kategori masa kerja lama. Distribusi responden berdasarkan tingkat pendidikan menunjukkan bahwa responden terbanyak pada tingkat pendidikan SMA/Sederajat sebanyak 24 responden (72. Hal ini menunjukkan bahwa Ho di tolak yang artinya ada korelasi antara umur dengan keluhan kesehatan pekerja (Tabel 3). Hasil uji statistik dengan menggunakan uji korelasi spearman mengenai hubungan antara masa kerja dengan keluhan kesehatan diperoleh nilai p=0. Untuk variabel lama kerja dan penggunaan APT tidak dapat dianalisis bivariat karena data bersifat homogen dan tidak dapat di uji secara statistik.012 (p < 0. Hasil tabulasi silang antara masa kerja dengan keluhan kesehatan menunjukkan bahwa terdapat 20 responden (90.3%) dengan lama kerja < 5 tahun yang mengalami keluhan kesehatan. terdapat 22 responden (66.5%) dalam kategori tua dan 16 responden (48.

Beberapa kapasitas fisik seperti penglihatan.9%) dan umur muda (< 40 Tahun) sebanyak 3 responden. Hal ini terjadi karena tenaga kerja terpapar bising yang tinggi dalam jangka waktu yang lama tanpa disadari oleh tenaga kerja bahwa kelemahan pendengaran terjadi secara perlahan-lahan pada telinga yang dapat menyebabkan penurunan ketajaman pendengaran. Terdapat 22 responden yang bekerja ≥5 tahun dan 11 responden <5 tahun. Hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan antara umur dengan keluhan kesehatan yang dialami oleh pekerja. yang dimana pekerja yang berumur tua banyak banyak mengalami keluhan kesehatan. 7 Umumnya gangguan pendengaran yang disebabkan oleh bising timbul setelah bertahuntahun paparan. pendengaran dan kecepatan reaksi menurun setelah berumur 40 tahun atau lebih. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji korelasi spearman mengenai 5 . pendengaran dan kecepatan reaksi menurun setelah berumur 40 tahun atau lebih. 9 Hasil dari tabulasi silang menunjukkan bahwa responden yang berumur tua (≥ 40 Tahun) mengalami keluhan kesehatan paling banyak dengan jumlah 20 responden (86.05) sehingga Ho ditolak dan ada hubungan antara umur dengan jeluhan kesehatan. Semakin bertambah umur pekerja maka fungsi fisiologis tubuh pekerja perlahan akan menurun. Umur mampu memunculkan keluhan pada pekerja terkait fungsi fisiologis tubuh pekerja. Hasil uji statistik dengan menggunakan korelasi spearman diperoleh nilai p = 0.9%) yang bekerja ≥5 tahun mengalami keluhan kesehatan dan 3 responden (27. Kegiatan pada bengkel bubut selain dari mesin juga ada dari kegiatan lain seperti palu-palu dan gerinda. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sudirman pada pekerja intsalasi gizi di rumah sakit yang menyatakan bahwa ada hubungan antara umur pekerja dengan keluhan kesehatan. yaitu faktor yang berasal dari dalam diri seseorang.8 Masa kerja terlama pada reponden di bengkel bubut yaitu 22 tahun dan terendah yaitu 1 tahun.3%) yang bekerja <5 tahun menglami keluhan kesehatan. Berdasarkan hasil tabulasi silang. Proses kerja pada bengkel ini tidak mengkhususkan bahwa pekerja tua mengambil alih pekerjaan yang ringan namun pembagian kegiatan disesuaikan dengan keahlian dan pengetahuan pekerja.PEMBAHASAN Umur merupakan faktor intrinsik. didapatkan hasil bahwa terdapat 20 responden (90. Penelitian ini juga membuktikan teori Suma’mur yang menyatakan beberapa kapasitas fisik seperti penglihatan.012 (p < 0.

hubungan antara masa kerja dengan keluhan kesehatan diperoleh nilai p= 0. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan Filiana di PT. Maruki Internasional Indonesia.05) sehingga Ho ditolak yang berarti ada hubungan antara intesitas bising dengan keluhan kesehatan. yang menyatakan bahwa masa kerja ≥5 tahun akan lebih cepat mengalami gangguan kesehatan pendengaran dibandingkan pekerja dengan masa kerja <5 tahun. 10 Penurunan kualitas kesehatan terjadi karena seseorang terpapar oleh suatu sumber bahaya dalam jangka waktu yang lama. Lama kerja responden tertinggi yaitu 8 jam sedangkan terendah 5 jam.13/MEN/X/2011). Jika semakin lama seorang pekerja berada di dalam ruangan yang bising maka semakin besar pula potensi bahaya yang akan diterima pekerja tersebut. Hasil analisis uji spearman diperoleh nilai p= 0.7 dB yang dimana bising tersebut berasal dari mesin gerinda serta las.4%) yang mengalami keluhan kesehatan di intensitas yang rendah. 6 . didapatkan hasil bahwa dari 22 responden yang berada pada intesitas tidak memenuhi syarat terdapat 19 responden (86. Undangundang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan menyatakan lama kerja dalam melakukan pekerjaan adalah 7 jam/hari dan 40 jam/minggu (untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu) atau 8 jam/hari dan 40 jam/minggu (untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu).05) sehingga Ho ditolak yang artinya bahwa ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan kesehatan. Kebisingan merupakan semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat proses produksi dan atau alat-alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran (Permenakertrans No.000 (<0. Intesitas bising tertinggi yang berada pada begkel bubut yaitu 92. Hasil ini menunjukkan data bersifat homogen sehingga tidak bisa di uji secara statitstik. Berdasarkan hasil penelitian. 11 Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil bahwa semua responden yaitu bekerja ≤8 jam sehari. Sedangkan terdapat 4 responden (36. terdapat 22 responden yang bekerja di intesitas lebih dari 85 dB.3%) yang mengalami keluhan. Hal ini disebabkan karena semakin lama masa kerja maka semakin lama keterpaparan terhadap bising dan akan semakin mudah untuk megalami keluhan kesehatan. Menurut Tarwaka keadaan fisik tempat kerja seperti suara bising yang tinggi dapat menyebabkan stres pada pekerja karena pekerja mendapat tekanan tambahan dari suara bising tersebut sehingga menjadi tidak nyaman dalam bekerja. Hal ini menunjukkan bahwa lama kerja keseluruhan pekerja pada bengkel bubut memenuhi syarat.001 (<0. Intesitas terendah yaitu 71 dB yang berasal dari mesin bubut penghalusan. Dari hasil tabulasi silang.

13 Berdasarkan hasil penelitan dan pengamatan secara langsung didapatkan hasil bahwa keseluruhan responden yaitu sebanyak 33 responden tidak ada yang menggunakan APT baik itu earplug ataupun earmuff.6 Alat pelindung diri (APD) adalah seperangkat alat yang digunakan tenaga kerja untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuhnya dari adanya potensi bahaya atau kecelakaan kerja. Pengendalian ini tergantung terhadap pemilihan peralatan yang tepat untuk tingkat kebisingan tertentu. Lama kerja dan penggunaan APT tidak dapat dianalisis dikarenakan data bersifat homogen. baik earplug maupun earmuff merupakan salah satu langkah untuk menanggulangi kebisingan pada pekerja. mengurangi konsentrasi sehingga muncul sejumlah keluhan berupa perasaan lamban dan keengganan untuk melakukan aktivitas. Penggunaan alat pelindung telinga. Hal ini membuktikan pendapat Priatma yang mengemukakan bahwa kebisingan dapat memberikan pengaruh terhadap tenaga kerja berupa berkurangnya rasa nyaman dalam bekerja.001). alasan responden tidak menggunakan APT yaitu dikarenakan tidak nyaman dan tidak disediakan oleh perusahaan.Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Suksmono di bagian produksi PT. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan antara umur dengan keluhan kesehatan (p=0.000) serta intensitas bising dengan keluhan kesehatan (p=0. tergantung dari jenis dan noise reduction rate dari alat pelindung telinga yang digunakan. Nusantara Building Industries (NBI) yang menyatakan bahwa ada hubungan antara intesitas kebisingan dengan stress kerja. 7 . Sehingga data bersifat homogen dan tidak dapat di uji secara statistik. masa kerja dengan keluhan kesehatan (p=0. mengganggu komunikasi. kelayakan dan cara merawat peralatan. Pemakaian alat pelindung telinga dapat mengurangi tingkat kebisingan hingga beberapa dB. Berdasarkan wawancara dan hasil kuesioner.012). Penelitian ini menyarankan kepada pihak perusahaan unutk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan adanya rotasi pekerja sehingga dapat mengurangi potensi keluhan kesehatan pada pekerja serta menyediakan APT dan melakukan penyuluhan unurk meningkatakan kesadaran pekerja akan pentingnya penggunaan APT. 12 Pemakaian alat pelindung diri (ppe = personal protective eguipment) untuk mengurangi kebisingan meliputi ear plugs dan ear muffs.

Semarang: Universitas Diponegoro. 2013. Hadi.Pengaruh Kebisingan terhadap Kelelahan pada Tenaga Kerja Industri Pengolahan Kayu Brumbung Perum Perhutani [Skripsi]. 2012. Sasongko. Malang : Jurusan Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang. Kurniawan. 2 (1) : 1–9.Jurnal Ilmu Lingkungan. Jurnal Kesehatan ISSN 1979-7621. 5 (2) : 130138 6. 2011. 7.. Keluhan Kesehatan Non Pendengaran Akibat Kebisingan Pada Pekerja Instalasi Gizi Rumah Sakit [Skripsi]. 2000. Makassar : Universitas Hasanuddin. Belia. Kandou. Truba Jaya Engineering. Fauzan Nur. 2. 3. Fajar Makassar Grafika [Skripsi] Makassar : FKM Univeritas Hasanuddin. Semarang: Universitas Bangun Nusantara Sukoharjo. 2 (2) : 95-99.DAFTAR PUSTAKA 1. Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Timbulnya Gangguan Pendengaran Pada Tenagan Kerja Bagian Percetakan PT. Hidayat. Persepsi Karyawan Departemen Maintenance and Operation Terhadap Pelaksanaan Program K3 pada PT. Depok : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Sarjana Ekstensi. 10. Tri Yuni Ulfa Hanifa. 2013 8 . dkk. Kajian Kebisingan dan Persepsi Ketergangguan Masyarakat Akibat Penambangan Batu Andesit di Desa Jeladri. Maruki Internasional Indonesia [Skripsi]. Kecamatan Winongan. Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Timbulnya Gangguan Pendengaran Akibat Bising Pada Tenaga Kerja Factory 1-3 PT. Kholik. Hubungan Karakteristik Dengan Peningkatan Ambang Pendengaran Penerbang Di Balai Kesehatan Penerbangan Jakarta. Muhammad Rusdi. Jakarta [Skripsi]. Analisis Tingkat Kebisingan Peralatan Produksi Terhadap Kinerja Karyawan [Skripsi]. Makassar: Univeristas Hasanuddin. Yasin. 2006. Filiana. Kebisingan Lingkungan. 9. 5. D. 11. Tri Puji dkk.P. Heri Mujayin dkk. Studi Kejadian Gangguan Pendengaran Pada Masinis UPT Crew Kereta Api Solo Balapan. 4. Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Sudirman. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health. 2014 8. 2006. 2007. Syarif dkk. Peraturan Mentri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 2012. 2012..

Babba. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan. Suma’mur. Padang :Bagian Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Fakultas Kedokteran Andalas. Jacky dkk. Kholik. Gangguan Pendengaran Akibat Bising. ninda dkk. 13 (2) : 194-200. Hubungan Antara Intensitas Kebisingan di Lingkungan Kerja Dengan Peningkatan Tekanan Darah Pada Karyawan PT Semen Tonasa di Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan [Tesis]. 13. 16. 2009. 4 (1) : 19-26 9 . Semarang: Universitas Diponegoro. Jurnal Teknik Industri. Pengaruh kebisingan dari aktifitas bandara internasional juanda Surabaya. 2012. 14. Munilson. Jennie. Jakarta : Sagung Seto. 2014. Ramita. Analisis Tingkat Kebisingan Peralatan Produksi Terhadap Kinerja Karyawan.12. 2007. 2102. Heri Mujayin dkk. Higiene perusahaan dan kesehatan kerja. 15.

2 20-24 0 0 25-29 2 6.1 50-54 2 6.7 Tidak Ada Keluhan 10 30. Distribusi Responden berdasarkan Variabel Independen dan Dependen Variabel n % Umur Tua 17 51.3 Memenuhi Syarat 4 36.3 Total 33 100 Sumber: Data Primer: 2014 Tabel 2.5 Muda 16 48.7 Baru 11 33. Industri Kapal Indonesia Kota Makassar Variabel n % Umur 15-19 6 18.3 Total 33 100 Sumber: Data Primer: 2014 10 .1 30-34 2 6.LAMPIRAN Tabel 1.3 Lama Kerja Tidak Memenuhi Syarat 0 0 Memenuhi syarat 33 100 Intensitas Kebisingan Tidak Memenuhi Syarat 19 86.4 45-49 3 9.1 35-39 6 18.1 Jenis Kelamin Laki-Laki 33 100 Perempuan 0 0 Pendidikan SMA/Sederajat 24 72.7 Akademik/Perguruan Tinggi 9 27.5 Masa Kerja Lama 22 66.4 Pemakaian APD Tidak Memenuhi Syarat 33 100 Memenuhi Syarat 0 0 Keluhan Kesehatan Ada Keluhan 23 69.2 40-44 12 36. Distribusi Karekteristik Responden Pekerja di Bengkel Bubut PT.

4 7 63.1 Baru 3 27.432 p = 0.000 r = 0.6 Sumber: Data Primer: 2014 Kesehatan di Bengkel Bubut Total Hasil Uji Statistik n % 17 16 100 100 22 11 100 100 22 11 100 100 p = 0.7 Intensitas Kebisingan Tidak Memenuhi Syarat 19 86.4 Memenuhi Syarat 4 36.9 2 9. Industri Kapal Indonesia Kota Makassar Keluhan Kesehatan Variabel Tidak Ada Ada Keluhan Independen Keluhan n % n % Umur Tua 15 88. Hubungan Variabel Independen dengan Keluhan PT.3 8 72.560 11 .3 3 13.001 r = 0.Tabel 3.0 Masa Kerja Lama 20 90.8 Muda 8 50.012 r = 0.0 8 50.2 2 11.694 p = 0.