Anda di halaman 1dari 18

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.

R
DENGAN EKLAMPSIA POST PATUM
I.

Identitas pasien
Nama
Umur
Jenis Kelamin
Suku/bangsa
Agama
Status Marietal
Pekerjaan
Bahasa yang digunakan
Alamat
Diagnosa Medis
Tanggal MRS
Tanggal Pengkajian
NO.RMK

: Ny.R
: 18 tahun
: Perempuan
: Banjar/Indonesia
: Islam
: Kawin
: Ibu Rumah Tangga
: Banjar
: Manarap Baru Kertak Hanyar
: Eklampsia Post Partum
: 8 September 2005
: 12 September 2005
: 58 01 66

Identitas Penanggung Jawab
Nama
: Tn. Noor Wahyu
Umur
: 24 tahun
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Suku/Bangsa
: Banjar/Indonesia
Pekerjaan
: Swasta(Buruh Tani)
Alamat
: Manarap Baru Kertak Hanyar
Hubungan dengan pasien : Suami
Jenis Pembayaran
: ASKES GAKIN
Keluhan Utama(12 September 2005)
Kepala pusing
Riwayat Penyakit Dahulu
Sebelumnya pasien pernah menderita penyakit hipertensi dan penyakit TB
paru tetapi tidak sampai dirawat di rumah sakit
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien melahirkan anak pertamanya di VK bersalin RSUD Ulin secara
normal, setelah 3 hari post partum oasien dibawa pulng oleh keluarga
tetapi saat di rumah, pasien mengalami kejang-kejang, penurunan
kesadaran dan mata melotot. Oleh keluarga pasien dibawa kembali ke
Rg.VK bersalin RSUD dan dari VK, pasien di alih rawat ke ruang syaraf
(9 September 2005)

tidak ada retraksi dada Bentuk dada simetris Pola pernafasan menggunakan pernafaan dada dan perut b.5C . tidak ada paralisis dan mati rasa Fungsi pupil : refleks pupil baik terhadap cahaya(miosis saat ada ncahaya dan midriasis saat tidak ada cahaya) Fungsi sensori : status reflek fisiologis(bisep. stats reflek patologis (babinsky. Pernafasan Tidak ada cyanosis saat melakukan aktivitas Bunyi pernafasan bronchovesikuler pada spasium interkosta ke1 dan ke 2 Tidak ada wheezing dan ronchi Frekuensi 25 X/mnt. trisep.Respirasi : 25 X/mnt 5. gorndon) tidak dapat bereaksi . irama teratur Tidak ada dyspnea atau palpitasi saat diam Tidak ada pucat dan cyanosis c. Keadaan Umum : Lemah 2. Kesadaran : Compos Mentis 3. brachioradialis dan patela) dapat bereaksi. irama teratur. Observasi dan pemeriksaan fisik 1.Tekanan Darah : 140/100 mmHg .Nadi : 82 X/mnt . Cardiovaskular Bunyi jantung S1 dan S2 tunggal Tidak ada bunyi jantung tambahan Nadi 82 X/mnt. Tanda-tanda vital : . Persyarafan Kesadaran : Compos Mentis GCS : 4-5-6 Fungsi pergerakan : kekuatan otot dengan tahanan maximal.Suhu : 36.Riwayat Penyakit Keluarga Dalam keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit seperti yang di alami oleh pasien sat ini maupun penyakit keturunan dan penyakit menular Riwayat Kesehatan Lainnya Pasien pernah menderita penyakit TB paru dan hipertensi dan tidak memakai alat bantu fisik II. chadok. GCS : 4-5-6 4. Body sistem a.

frekuensi BAK 4-6 X/hr Warna urine kuning muda. bau khas e. polyuria.BAB dan BAK # Sebelum sakit  BAB 1x sehari dengan konsistensi lembek. tidak ada distensi abdomen Tidak ada mual dan muntah Pasien tidak ada BAB saat hari pengkajian f. lauk dan sayur. Pencernaan-Eliminasi Alvi Abdomen simetris. hematuria. Tulang-Otot-Integumen Tidak ada skoliosis. kadang diselingi dengan makanan kecil di sore hari  minum air putih 6-7 gelas sehari dan kadang diselingi air the  nafsu makan baik .Selama di RS  makan 3 kali sehari dengan diet NBRG dan lauk  minum air putih 5-6 gelas sehari  nafsu makan baik dan tidak ada dysfagia 2. tidak ada konstipasi maupun diare . Pola Eliminasi . lordosis dan kifosis Tidak ada fraktur Kekuatan otot dengan tahanan maximal pada ekstremitas atas dan bawah Tidak ada lesi maupun memar pada kulit Turgor kulit baik(kembali kurang dari 2 detik) g. Perkemihan-Eliminasi Uri Tidak ada dysuria. turgor kulit baik(kembali kurang dari 2 detik). Sistem Endokrin Tidak terdapat pembesaran kelenjar limfe Tidak terdapat pembesaran kelenjar tyroid AKTIVITAS SEHARI-HARI 1.Sebelum sakit  makan 3 kali sehari dengan porsi sedang terdiri dari nasi. warna kuning. Pola Makan dan Minum .d.

tidak ada distensi  Ginjal tidak teraba. bau khas - Pemeriksaan Fisik  Abdomen struktur simetris.tetapi kadang bila timbul nyeri maka istirahatnya menjadi terganggu 5. warna kuning muda. Pola Kognitif dan Konseptual . bau khas # Selama di RS  Saat hari pengkajian pasien belum ada BAB tetapi hari sebelumnya ada BAB. dapat bereaksi terhadap rangsang cahaya status mental compos mentis GCS 4-5-6 Tidak terdapat anemis pada konjuntiva 6.Pemeriksaan fisik pupil isokor. Pola Persepsi dan Konsep Diri .00 kira-kira selama 1 jam dan jam 19. BAK 5-6x sehari warna kuning muda. Pola Aktivitas dan Latihan Selama di RS Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan bantuan keluarga maupun perawat Pemeriksaan Fisik  Nadi 82x/mnt. warna kuning  BAK 4-5x sehari.Pendengaran Pasien dapat mendengar suara dari orang-orang di sekitarnya dengan baik dan tidak menggunakan alat bantu dengar .Sebelum sakit  Kebiasaan tidur pasien 6-7 jam. bunyi nafas normal  Rentang gerak tidak terbatas 4. tidur siang kadang-kadang  Istirahat siang sekitar jam 17.Selama di RS Klien mengatakan jumlah jam istirahat dan tidur tidak ada perubahan.kualitas nadi dan nafas teratur. Pola Tidur dan Istirahat .Penglihatan Pasien dapat melihat benda-benda di sekitarnya dengan baik an tidak menggunajan alat bantu penglihatan(kacamata) . konsisteni agak keras. respirasi 25x/mnt.00 selama 2 jam  Tidak ada masalah dalam istirahat dan tidur . blast tidak distensi 3.

Pola Seksualitas Pasien berjenis kelamin perempuan dan masih mempunyai suami. Pola Koping dan Toleransi terhadap Stress Pasien dapat beradaptasi dengan lingkungan rumah sakit. 8. Pola Nilai dan Kepercayaan Pasien dan keluarga memeluk agama Islam. gordon) . trisep. pengambilan keputusan terhadap sesuatu tindakan pada dirinya di bantu oleh suaminya. tetapi pasien masih dapat mengingat pada agamanya. 9. walaupun pasien tidak memahaminya. brachioradialis dan patela) Refleks patologis – (babinsky. selama di rawat di rumah sakit pasien tida pernah melakukan ibadah shalat 5 waktu karena pasien masih dalam masa nifas. chadok. Klien kooperatif dalam pengobatan dan perawatan 7. Pasien tidak mempunyai riwayat penyakit kelamin.Klien tampak menerima dengan penyakit yang sedang di alaminya saat ini. DATA FOKUS - Kesadaran Compos Mentis GCS 4-5-6 Kekuatan otot dengan tahanan maximal pada ekstremitas atas maupun ekstremitas bawah Rentang gerak tidak terbatas Klien mengeluh pusing Pupil dapat bereaksi terhadap rangsang cahaya(miosis) Refleks fisiologis + (bisep.

DIAGNOSTIK TEST/ PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. CT scane Hasil : Infark serebri TERAPI - Infus RL 15 tetes/mnt Alinamin F 2x1 ampul Kedacillin 3x1 gram Manitol 20% Antrain k/p . laboratorium Kimia Darah(8 Septmber 2005) Glukosa darah sewaktu : 101 mg/dl SGPT : 14 u/l SGOT : 7 u/l Urea : 14 Kreatinin : 0.6 2.

ga es lk u hl a pr u s ie nr geResiko gangguan pemenuhan istirahat DO : .ANALISA DATA N D E MASALAH O A T T I A O L O G I DS 1PNyeri akut .b 3pr .:e n pi an sg ik ea nt a m n eCemas 2nv .a sl i e n t i .

TD 140/1 p 00 e mmH n gy -a Skala k nyeri i 3(0-4) t DS: p a s i e n .d a k K du ar pa an tg m p e n g ge et ra ah ku ka an n t ke en pt a ln ag .

m e nN gy ae tr ai k a nk u kt h a w a t i r d e n g a n k e a d a a n d i r i n y a DO: - .

w a j a h t a m p a k c e m a s pasi en serin g bert anya tenta ng peny akit nya skal a cem as pada ting kat seda ng D S : DO:- .

a d a n y a r a s a p u s i n g T D 1 4 0 / 1 0 0 m m H g Diagnosa Keperawatan .

TD 140/100 mmHg .wajah tampak cemas .skala nyeri 3 (0-4) .1.Skala nyeri 3(0-4) 2. Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang penyakit ditandai dengan : DS : pasien mengatakan khawatir dengan keadaan dirinya DO : .pasien tidak dapat mengerakkan kepala bila pusing . Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskular serebral ditandai dengan DS : pasien mengeluh pusing DO : .TD 140/100 mmHg RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN .skala cemas pada tingkat sedang 3. Resiko gangguan pemenuhan istirahat berhubungan dengan nyeri akut ditandai dengan : DS : -pasien mengeluh pusing DO: .pasien sering bertanya tentang penyakitnya .

h membantu mengidentifikasi keadaan nyeri membantu meningkatkan perawatan dari pasien dan keluarga dalam proses penyembuhan tindakan yang menurunkan tekanan vaskular serebral dan yang memperlambat/memblok aktivitas yang meningkatkan vasokonstriksi menyebabkan sakit kepala pada adanya peni membantu menghilangkan sakit dan nyeri .Skala nyeri 3(0-4) Tujuan : setelah diberikan tindakan keperawatan selama 3x24 jam. 4.Tanggal : 12-9-2005 Diagnosa keperawatan : Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskular serebral ditandai dengan DS : pasien mengeluh pusing DO : . a 5. a 4.pasien tidak dapat mengerakkan kepala bila pusing . 3. nyeri teratasi dengan Kriteria :  Nyeri hilang  Ekspresi wajah tenang/rileks  Skala nyeri 0 R RASIONAL E N C A N A T I N D A K A N 1. 2.TD 140/100 mmHg . 3. 1. K 2.

i3. Kaj 2. kecemasan hilang atau berkurang dengan Kriteria :  pasien tahu dan mengerti tentang penyakitnya  wajah pasien tampak tenang R RASIONAL E N C A N A T I N D A K A N 1.pasien sering bertanya tentang penyakitnya . k Diagnosa keperawatan : Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang penyakit ditandai dengan : DS : pasien mengatakan khawatir dengan keadaan dirinya DO : . 4. t i n g k a t k membantu mengevaluasi derajat kecemasan memberikan kesempatan untuk mengklasifikasikan kesalahan persepsi dan keadaan peny koping yang dipakai mempengaruhi pelaksanaan program terapi untuk mengurangi ketegangan dan meningkatkan relaxasi .wajah tampak cemas .5.skala cemas pada tingkat sedang Tujuan : setelah diberikan tindakan keperawatan selama 2x24 jam.

e c e m a s a n p a s i e n Jela s k a n t e n t a n g p r o s e s p e n y a k i t .

d a n p r o g n o s i s n y a ide n t i f i k a s i m e k a n i s m e k o p i n g .

p a s i e n beri w a k t u u n t u k m e n g e k s p r e s i k a n p e r a s a a n n y .

a .