Anda di halaman 1dari 6

Lembar Kerja Praktikum Kimia Analisis 2016

LEMBAR KERJA PRAKTIKUM
Konsultasi

Konsultasi

Konsultasi

Konsultasi

Pemahaman teori

ke-1*)
Lulus / Gagal

ke-2*)
Lulus / Gagal

ke-3*)
Lulus / Gagal

ke-4*)
Lulus / Gagal

Kesesuaian skema kerja

Lulus / Gagal

Lulus / Gagal

Lulus / Gagal

Lulus / Gagal

Kesesuaian form data pengamatan

Lulus / Gagal

Lulus / Gagal

Lulus / Gagal

Lulus / Gagal

100

90

80

60

Penilaian Pre-test


Nilai Pre-test

Keterangan : *) lingkari salah satu pilihan yang sesuai
** )lingkari salah satu nilai terakhir waktu konsultasi

KELOMPOK B 1-3
NAMA

NIM

TRI HANDAYANI

I1C015018

WULAN ASTUTIK

I1C015030

AMELIA LUSIANI

I1C015046

ANNISA AYU NABILA

I1C015062

SAPHIRA AYU

I1C015080

ALFIANA HADIYANTI
I1C015098
DOSEN JAGA PRAKTIKUM: Ade Martinus, M.Sc.

LABORATORIUM KIMIA FARMASI
JURUSAN FARMASI
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
2016

Page 1 of 6

Nilai
Laporan Akhir

Lembar Kerja Praktikum Kimia Analisis 2016 SKEMA KERJA (Tuliskan skema kerja praktikum yang akan dilakukan secara singkat dan jelas dalam bentuk diagram alir. Bunsen. CARA KERJA CuSO4. aseton.5H2O - ditimbang 500 mg - dipindahkan dalam gelas beaker - ditambah 15 ml H2SO4 - dipanaskan secara perlahan dengan pengadukan - ditambah 300 mg logam Zn - ditutup dengan gelas arloji - didiamkan sebentar - dibuka beberapa aat umtuk mengaduk larutan - ditambah 0. ALAT DAN BAHAN Alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu gelas beaker. Maksimal 1[satu] halaman) A. logam Zn. neraca analitik.5 ml HCL encer dengan pengadukan - dipanaskan Endapan logam Cu - dipindahkan dengan mendekantasi larutan ke dalam gelas beaker lain - dicuci dengan aquadest - diaduk beberapa menit - didekantasi kembali - dicuci dengan aseton 5 ml - dikeringkan dengan evaporasi Page 2 of 6 . kaki tiga. H2SO4. batang pengaduk. aquadest. HCl encer. botol timbang. water bath. kertas saring. Bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu CuSO 4.5H2O. B. penangas air. gelas arloji.

DATA PENGAMATAN Data Penimbangan Nama Bahan Wadah Berat (gram) Wadah + bahan Bahan Penentuan Kadar Cu secara nyata Berat (gram) Wadah + endapan Cu Wadah kosong Endapan Cu Penentuan Kadar Cu secara teoritis Bahan Massa (gram) Massa Cu teoritis (Stoikiometri) : CuSO4.Lembar Kerja Praktikum Kimia Analisis 2016 - ditambah 1 ml HCL encer - dipanakan - didinginkan - ditimbang Hasil D.5H2O + Zn Mula : Reaksi : Sisa : Massa endapan Cu Mr Cu(s) + Zn SO4 = n (mol) x Mr (g/mol) = Perhitungan Kadar Cu (%) = massa endapan Cu (nyata) x 100% massa endapan Cu (teoritis) Page 3 of 6 n (mol) .

492 mg. (Day. 1993) Bertujuan untuk menentukan Cu dalam CuSO4.5H2O. Setelah itu dilakukan evaporasi untuk menghilangkan sisa aseton. kemudian di panaskan.120% (AOAC.5H2O (Tembaga sulfat pentahidrat). Larutan menjadi berwarna biru. Dengan adanya Zn maka Cu akan terpisah dan Zn larut membentuk ZnSO4. dari 492 mg senyawa CuSO4. Kemudian ditambahkan HCl encer untuk mencegah terendapkannya air sadah pada endapan Cu karena dapat menyebabkan endapan Cu tidak murni (Vogel. 2. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan pengotor-pengotor yang bersifat polar. Penambahan logam Zn ini bertujuan untuk mengubah ion tembaga dalam larutan menjadi logam tembaga. Kemudian ditambah dengan logam Zn. jika tidak maka hasil yang diperoleh kurang maksimal. Lalu ditambahkan dengan H2SO4.1%.13 mg. dalam larutan terbentuk endapan merah bata. Artinya terdapat Cu sebesar 91. Syarat keberhasilan analisis gravimetri: 1. Zat yang ditimbang harus mempunyai susunan tertentu dan harus murni atau hampir demikian. Reaksi yang terjadi: Zn(s) + CuSO4(aq) → Cu(s) + ZnSO4(aq) (Vogel. Endapan ini menandakan adanya logam Cu. 1990). secara umum nilai akurasi yang dapat diterima sebesar 80.Lembar Kerja Praktikum Kimia Analisis 2016 E. Pemanasan ini bertujuan untuk mempercepat reaksi pelarutan logam Zn (Vogel. sampel tersebut di cuci dengan aquades. 1998). nilai ini masih dapat diterima akurasinya karena menurut. Dari hasil yang diperoleh. Massa endapan Cu secara teoritis diperoleh 125. Pertama adalah menimbang 500 mg CuSO4. 1990). 1990). Analisa gravimetri biasanya berdasarkan reaksi kimia seperti : aA + rR AaRr (Harjadi. Kemudian dicuci dengan aseton untuk menghilangkan pengotor-pengotor yang bersifat nonpolar. Dalam hal ini terjadi reaksi redoks antara Cu dan Zn. penambahan H2SO4 ini bertujuan agar Cu cepat larut. Setelah itu.5H2O tetapi. pada praktikum ini CuSO4.1%.5H2O yang ditimbang adalah 0. Proses pemisahan harus cukup sempurna hingga kuantitas analit yang tidak mengendap secara analit tidak ditemukan. Dari hasil percobaan diperoleh massa endapan Cu 114 mg dan Kadar Cu yang diperoleh sebesar 91. Analisis gravimetri adalah suatu cara analisis kuantitatif yang bertujuan untuk menentukan jumlah suatu zat atau komponen zat. 1988) Page 4 of 6 . PEMBAHASAN Pada praktikum kali ini melakukan percobaan analisis gravimetri.

Pada praktikum gravimetri kali ini. Page 5 of 6 .A. KESIMPULAN Dalam penentuan Cu dalam CuSO4. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Edisi Keempat. Day. Analisis gravimetri adalah suatu cara analisis kuantitatif yang bertujuan untuk menentukan jumlah suatu zat atau komponen zat. didapatkan kadar Cu dalam CuSO4. Jakarta.5H2O sebesar 91. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta : Erlangga Harjadi. Vogel. 1988. R.Lembar Kerja Praktikum Kimia Analisis 2016 F. Jilid I.5H2O dapat ditentukan dengan metode analisis gravimetri.L. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Arlington : AOAC International.Underwood. AOAC Perr. berupa metode penguapan.Verified Methods Program. 1990. A. Jr.1%. PT.. Analisa Kimia Kuantitatif. 1998. Kalman Media Pusaka. Jakarta : PT. 1993. DAFTAR REFERENSI Association of Official Analytical Chemists.

1. endapan CuSO4.2. Hasil endapan CuSO4. CuSO4.5H2O 492 mg + 15 ml H2SO4.Lembar Kerja Praktikum Kimia Analisis 2016 Gambar 1. Gambar 1.5H2O setelah kering Page 6 of 6 .3.5H2O + 0. Pencucian endapan CuSO4.4.5H2O dengan aseton dan akuades Gambar 1.5 ml HCl 1 M Gambar 1.