Anda di halaman 1dari 48

Skenario

Kehamilan
Seorang pasien 27 tahun, G1P0A0H0 datang ke RSUD pada 12 September 2014 dengan
keluhan keluar air-air yang banyak dari kemaluan sejak 8 jam yang lalu tanpa disertai mules.
Pasien

mengaku HPHT nya 15 Desember 2013. Pasien belum pernah memeriksakan

kehamilannya. Dari pemeriksaan fisik didapatkan status generalisata dalam batas normal, hanya
konjungtiva yang ditemukan anemis. Pada palpasi abdomen didapatkan tinggi fundus uteri 32cm,
his masih hilang timbul. Dilakukan pemeriksaan dalam didaptkan portio lunak, medial,
pembukaa 1-2cm, selaput ketuban (-), sisa jernih, kepala H1-2. Pada pemeriksaan laboratorium
darah rutin didapatkan Hb9,2gr%. Direncakan dilakukan induksi persalinan.

Kata-kata sulit
HPHT
Induksi Persalinan

: Hari Pertama Haid Terakhir untuk mengetahui tafsiran tanggal partus
: Tindakan pada ibu hamil untuk merangsang timbulnya kontraksi agar

His
Selaput ketuban
H 1-2

terjadinya persalinan
: kontraksi otot uterus
: terdiri dari amnion dan korion yang membungkus janin
: bagian terbawah bayi sudah masuk pintu atas panggul

Pertanyaan :

1. Mengapa selaput ketuban masih negative?
2. Kenapa pada skenario pasien disarankan melakukan induksi persalinan?
3. Mengapa bisa terjadi anemia pada pasien?
4. Apa komplikasi dari anemia pada kehamilan?
5. Mengapa terdapat keluhan keluar air banyak dari kemaluan?
6. Berapakah usia kehamilan dan taksiran partus ibu?
7. Mengapa his pada pasien hilang timbul?
8. Bagaimana cara membedakan cairan ketuban dengan cairan lain?
9. Apa yang menyebabkan perlunakan pada portio?
10. Apa arti fundus uteri 32 cm?
11. Apakah akibat dari tidak pernah memeriksa kehamilan?
12. Berapakah kadar Hb normal pada kehamilan?
13. Tatalaksana pasien anemia pada kehamilan?
14. Faktor apa saja yang dapat mempengaruhi persalinan?

Jawaban :
1. Karena ketuban sudah pecah
2. Ketuban pecah tetapi tidak mules maka disarankan induksi persalinan
3. Karena hemodilusi menyebabkan volume plasma yang meningkat tetapi komponen darah
tetap
4. Abortus, premature, dan berat badan lahir bayi kurang
5. Karena ketuban sudah pecah

6. HPHT : 15
12
2013
Neagle : +7 -3
+1
TP
: 22 9
2014
ANP : 12 9
2014
7. Selaput negative lalu ketuban pecah lalu akan diikuti dengan his sejati dengan durasi 4060 detik hilang timbul
8. Cairan ketuban berwarna bening, keluar terus menerus, bau amis, dan diikuti pecahnya
selaput ketuban.
9. Perlunakan portio merupakan respon dari induksi persalinan
10. 32 cm artinya kepala bayi sudah memasuki PAP
11. Tidak terdeksi sejak dini jika terjadi kelainan pada kehamilan dan tidak mengetahui
perkembangan janin
12. Hb normal pada trimester pertama berupa 12, trimester kedua berupa 10, dan trimester
ketiga berupa 11
13. Dapat diberikan suplemen besi berupa ferrosulfat ditambah vit c untuk membantu
absorbs zat besi. Di anjurkan untuk konsumsi zat besi 30 mg/hari untuk ibu hamil
14. Passage : Jalan lahir
Power : dipengaruhi hormone
Passanger : posisi janin
Psikologis : contohnya stress

Hipotesa
Usia kehamilan dapat ditentukan melalui HPHT sedangkan tafsiran partus dapat
ditentukan dengan rumus neagle. Proses persalinan ditandai dengan pecahnya ketuban, usia
kehamilan yang sudah mencapai 37-39 minggu, dan perlunakan pada portio uterus yang disertai
dengan his. Faktor yang mempengaruhi persalinan yaitu passage, power, passanger, dan
psikologis. Kadar hemoglobin normal pada kehamilan sesuai dengan trimesternya dan dapat
dikatakan anemia pada kehamilan jika kadar hemoglobin kurang dari 10. Anemia pada
kehamilan dapat menyebabkan abortus, kelahiran premature, dan berat badan lahir bayi kurang.
Pencegahan anemia pada kehamilan dilakukan dengan mengkonsumsi zat besi 30mg/hari,
diberikan suplemen ferro sulfat, dan vit c.

1 Memahami dan Menjelaskan Proses Fertilisasi. Memahami dan Menjelaskan Anemia pada kehamilan LO III.1 Memahami dan Menjelaskan Mekanisme Persalinan LO II. nidasi.3 Memahami dan Menjelaskan Fisiologi pada janin LI II. dan plasentasi LO I.2 Memahami dan Menjelaskan Pimpinan Persalinan LI III. Memahami dan Menjelaskan Proses Persalinan Normal LO II.Sasaran belajar LI I.1 Memahami dan Menjelaskan Klasifikasi LO III.2 Memahami dan Menjelaskan Manifestasi . Memahami dan Menjelaskan Fisiologi Kehamilan LO I.2 Memahami dan Menjelaskan Fisiologi pada Ibu Hamil LO 1.

Ovum dilingkari oleh zona pelusida.1 Proses Fertilisasi. Jumlah sel korona radiata dalam perjalanan ovum diampula tuba makin berkurang. 3 Permulaan pembelahan dan stadium – stadium pembentukan dan perkembangan embrio (embriogenesis) . 2 Penentuan jenis kelamin bakal individu baru. dan didalamnya terdapat ruang perivitelina. C dan D : Ovum dengan korona radiata E : Ovum dimasuki spermatozoa F dan G : Pembentukan benda kutub kedua dan akan bersatunya kedua pronukleus yang haploid untuk menjadi zigot.1 mm) ditengahtengahnya dijumpai nukleus yang berada dalam metafase pembelahan pertama dan kedua. Dan dislaurkan kearah medial. nidasi. Peranan Gizi Ibu Hamil terhadap perkembangan Janinnya LO IV. dan plasentasi FERTILISASI Pembuahan (Konsepsi) adalah merupakan awal dari kehamilan. Ovum yang dilepas oleh ovarium disapu olah mikrofilamen-mikrofilamen fimbira infundibulum tuba kearah osteum tuba abdominalis.3 Memahami dan Menjelaskan Diagnosis LO III. dimana satu sel telur dibuahi oleh satu sperma.4 Memahami dan Menjelaskan Komplikasi LO III. sehingga ovum hanya dilingkari oleh zona pelusida pada waktu dekat perbatasan antara isthmus dan ampula tuba. terapung-apung dalam sitoplasma yang kekuning-kuninganyaitu vitelus. tempat pembuahan umumnya terjadi. tempat benda-benda kutub.LO III. Vitelus ini mengandung banyak zat karbohidrat dan asam amino.2 Memahami dan Menjelaskan Masalah gizi pada kehamilan LI V. Bahan-bahan dari sel-sela korona radiata dapay disalurkan ke ovum melalui saluran-saluran halus di zona pelusida.6 Memahami dan Menjelaskan Prognosis LI IV. Keterangan : A.1 Memahami dan Menjelaskan Peranan Gizi pada tiap fase Janin LO IV. tergantung dari kromosom X atau Y yang dikandung sperma yang membuahi ovum tersebut. Ovum yang mempunyai diameter 100 mikron (0. Hasil utama pembuahan : 1 Penggenapan kembali jumlah kromosom dari penggabungan dua paruh haploid dari ayah dan dari ibu menjadi suatu bakal baru dengan jumlah kromosom diploid.5 Memahami dan Menjelaskan Tatalaksana LO III. Memahami dan Menjelaskan Hukum Puasa bagi Ibu Hamil LI I. Memahami dan Menjelaskan Fisiologi Kehamilan LO I. Diluar zona pelusida ini ditemukan sel-sel korona radiata. B.

sesuah anafase kemudia telofase dan benda kutub (polar body) kedua menuju ruang perivitelina. Itulah sebabnya sleuruh mitokondria pada manusia barasal dari ibu (maternal). sedangkan yang memiliki 44 kromosom otosom serta kromosom X dan 1 kromosom Y akan tumbuh sebagai janin laki-laki. ialah 44 kromosom autosom dan 2 kormosom kelamin. Spermatozoa yang telah masuk ke vitelus kehilangan membran nukleusnya. yaitu dua lapisan yang menutupi dan mencegah ovum mengalami fertilisasi lebih dari satu spermatozoa. Energi untuk pembelahan ini diperolah dari vitelus. dan diakhiri dengan fusi materi genetik. Pada spermatozoa ditemuakn penigkatan konsentrasi DN dinukleusnya. Suatu molekul komponen khusus di permukaan kepala spermatozoa kemudian mengikat ZP3 glikoprotein di zona pelusida. Pada saat spermatozoa menembus zona pelusida terjadi reaksi kortex ovum. dan suatu spermatozoa mempunyai 22 kromosom aotosomal dan 1 kromosom X dan 22 kromosom otosomal dan 1 kromosom Y . Pronukleus spermatozoa juga telah mengandung jumlah kromososm yang haploid. Segera setelah pembelaha ini terjadi. pembelahanpembelahan selanjutnya berjalan lancar. zigot sebagi hasil pembuahan yang memiliki 44 kromosom otosom seta 2 kromosom x anak menjadi janin perempuan. Pada manusia terapat 46 kormosom.Jutaan spermatozoa ditumpahkan di forniks vaginae dan disekitar portio pada waktu koitus. Fertilisasi meliputi penitrasi spermatozoa ke dalam ovum. Fertilisasi adalah penyatuan ovum (oosit sekunder) dan spermatozoa yang biasanya berlangusung di ampula tuba. Kedua pronukleus dekat mendekat dan bersatu membentuk zigot yang terdiri atas bahan genetik dari perempuan dan laki-laki. Hanya beberapa ratus ribu yang spermatozoa ayng dapat terus ke cavum uteri dan tuba dan hanya beberapa ratus yang sampai ke bagian ampula tuba dimana spermatozoa dapat memasuki ovum yang siap dibuahi. Untuk mencapai ovum spermatoza harus melewati korona radiata (lapisan sel diluar ovum) dan zona pelusida (suatu bentuk glikorotein ekstrseluler). yang tinggal hnay pronukleusnya. Pengikatan ini memicu akrosom melpaskan enzimyang membantu spermatozoa menembus zona pelusiza. sedangkan ekor dan mitokontria dari spermatozoa berdegenarasi. dalam 3 hari terbentuk suatu kelompok sel yang sama besarnya. Sesudah pembelahan kematangan maka ovum matang mempunyai 22 kromosom otosom serta 1 kromorom X. Ovum sekarang hanya mempunyai pronukleus haploid. Granula korteks di dalam ovum (oosit sekunder) berfusi dengan membaran palsma sel. pada laki-laki terdapat satu kromosom X dan satu kromosom Y. Masuknya spermatozoa ke dala vitelus membangkitkan nukleus ovum yang masih dalam metafase untuk prosen pembelahan selanjutnya (mieosis kedua) . Hanya satu psermatozoa yang mempunyai kemampuan (kapasitas) untu membuahi. Hasil konsepsi berada dalam satium morula. fusi spermatozo dan ovum . Dalam beberapa jam setalah pembuahan terjadi. Hal ini dapat berlangsung oleh akrena sitoplasma ovum mengandung banyak asama amino dan enzim. Hanya satu spermatozia yang telah mengalami proses kapasitas mampu melakukan penitras membran sel ovum. Proses ini mencegah ovum dibuahi oaleh labih dari satu spermatozoa. sehingga volume vitelus . dan kaputnya lebih mudah memebus dinding ovum oleh karena diduga dapat melepaskan hialurodinase. mulailah pembelahan zigot. sehingga enzim di dalam granula-granula dikeluarkan secara ekositosis ke zona pelusida berkaitan berkaitan satu sama lain membentuk suatu materi yang keras dan tidak dapat ditembus oleh spermatozoa.

Keberhasilan nidasi dan plasentasi yang normal adalah hasil keseimbangan proses antara trofoblas dan endometrium.yaitu : 1.blastokista diselubungi suatu simpai yang disebut trofoblas. pada bagian depan maupun dinding belakang. NIDASI Selanjutnya hari keempat hasil konsepsi mencapai stadium blastula disebut blastokista(blastocyst). Invasi trofoblas diatur oleh pengaturan kadar HCG. 3. Tonjolan kecil (vili) dari plasenta yang sedang tumbuh. Dalam ukuran yang sama ini hasil konsepsi diteruskan ke uterus ke pars ismika dan pars intertisialis tuba (bagian –bagian tuba yang sempit) dan terus disalurkan kearah cavum uteri oleh arcus serta serta getaran silia pada permukaan sel-sel tuba dan kontraksi tuba. Dalam tingkat nidasi. sedangkan sel-sel di bagian luar tertanam pada dinding rahim dan membentuk plasenta (ari-ari). sehingga zat gizi dari ibu lebih banyak yang sampai ke janin dan limbah lebih banyak dibuang dari janin ke .suatu hormone yang memastikan bahwa endometrium akan menerima (reseptif) dalam proses implantasi embrio.Sinsitiotrofoblas menghasilkan HCG yang akan mengubah sitotrofoblas menyekresikan hormonyang noninvasive.semakin berkurang dan terisi spenuhnya oleh morula. Sel-sel di bagian dalam pada dinding blastosis yang tebal akan berkembang menjadi embrio.Yang mana fungsinya adalah mempengaruhi korpus luteum untuk tumbuh terus dan menghasilkan terus progesterone sampai plasenta dapat membuat cukup progesterone sendiri.Disatu sisi trofoblas mempunyai kemampuan invasive yang kuat.Massa inner cell ini berkembang menjadi janin dan trofoblas akan berkembang menjadi plasenta. Dinding blastosis memiliki ketebalan 1 lapis sel. atu dengan perkataan lain. Trofoblas yang invasive. Dalam perkembangan differensiasi trofoblas.sitotrofoblas yang belum berdifferensiasi dapat berkembang dan berdifferensiasi menjadi 3 jenis . Kantung amnion berisi cairan jernih (cairan amnion) dan akan mengembang untuk membungkus embrio yang sedang tumbuh. Dengan demikina zona pelusida tetap utuh. 2.Trofoblas semakin dekat dengan endometrium menghasilkan kadar HCG yang semakin rendah dan membuat trofoblas berdifferensiasi dalam sel-sel jangkar yang menghasilkan protein perekat plasenta yaitu trophouteronectin. Trofoblas jangkar ekstravili yang akan menempel pada endometrium. Blastosis biasanya tertanam di dekat puncak rahim. Nidasi diatur oleh suatu proses yang kompleks antara trofoblas dan endometrium. yaitu pada tempatnya tertanam. memanjang ke dalam dinding rahim dan membentuk percabangan seperti susunan pohon.selanjutnya hasil konsepsi akan bertumbuh dan berkembang dala endometrium. yang mengapung di dalamnya. Plasenta menghasilkan hormon untuk membantu memelihara kehamilan dan memungkin perputaran oksigen. Implantasi mulai terjadi pada hari ke 5-8 setelah pembuahan dan selesai pada hari ke 9-10.Dengan demikian.Produksi HCG meningkat sampai kurang lebih hari ke 60 kehamilan untuk kemudian turun lagi.trofoblas antara lain menghasilkan hormone HCG.Jika nidasi ini terjadi barulah dapat disebut adanya kehamilan. Umumnya nidasi terjadi di dinding depan dan belakang uterus.suatu bentuk di bagia luarnya adalah trofoblas dan dibagian dalamnya disebut massa inner cell. besarnya hasil konsepsi tetap sama. Susunan ini menyebabkan penambahan luas daerah kontak antara ibu dan plasenta.Setelah nidasi berhasil.Sejak trofoblas terbentuk produksi Hormon Chorionic Gonadotrophin(HCG)dimulai.dekat pada fundus uteri. PLASENTASI Implantasi adalah penempelan blastosis ke dinding rahim. kecuali pada daerah tertentu terdiri dari 3-4 sel. Dinding blastosis merupakan lapisan luar dari selaput yang membungkus embrio (korion). Sinsitiotrofoblasyang aktif menghasilkan hormone. Lapisan dalam (amnion) mulai dibuat pada hari ke 10-12 dan membentuk kantung amnion. zat gizi serta limbah antara ibu dan janin.di sisi lain endometrium mengontrol invasi trofobals dengan menyekresikan factor-faktor yang aktif setempat(local)yaitu inhibitor cytokines dan protease.

ibu. maka denyut jantung pada saat istirahat juga meningkat (dalam keadaan normal 70 kali/menit menjadi 80 90 kali/menit). Selama persalinan. lalu secara perlahan kembali ke batas kehamilan. volume darah dalam peredaran meningkat sampai 50%. Karena janin terus tumbuh. Selama kehamilan. Selama kehamilan. Peningkatan curah jantung selama kehamilan kemungkinan terjadi karena adanya perubahan dalam aliran darah ke rahim. rahim membesar akibat hipertrofi dan hiperplasi otot polos rahim. progesteron berperan untuk elastisitas atau kelenturan uterus. dan kadang terdengar murmur jantung tertentu serta ketidakteraturan irama jantung.2 Memahami dan Menjelaskan Fisiologi pada Ibu Hamil Kehamilan menyebabkan banyak perubahan pada tubuh. jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output. rahim menerima seperlima dari seluruh darah ibu. a Ukuran Untuk akomodasi pertumbuhan janin. maka darah lebih banyak dikirim ke rahim ibu. Untuk alasan yang belum jelas. maka curah jantung. Karena curah jantung meningkat. Pembentukan plasenta yang sempurna biasanya selesai pada minggu ke 18-20. tetapi beberapa kelainan irama jantung mungkin akan memerlukan pengobatan khusus. serabut – serabut kolagennya menjadi higroskopik endometrium menjadi desidua ukuran pada kehamilan cukup bulan 30 x 25 x 20 cm dengan kapitasi lebih dari 4000 cc. Estrogen menyebabkan hiperpliasi jaringan. pada saat persalinan dan beberapa hari setelah persalinan. Semua perubahan tersebut adalah normal terjadi pada masa hamil. LO I. curah jantung) meningkat sampai 30-50%. maupun sekunder akibat pertumbuhan isi konsepsi intrauterine. Jantung dan pembuluh darah. Peningkatan ini mulai terjadi pada kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada kehamilan 16-28 minggu. Rontgen dada dan EKG menunjukkan sejumlah perubahan dalam jantung. Ketika melakukan aktivitas/olah raga. PERUBAHAN PADA ORGAN-ORGAN SISTEM REPRODUKSI Uterus Tumbuh membesar primer. Setelah persalinan curah jantung menurun sampai 15-25% diatas batas kehamilan. kebanyakan perubahan ini akan menghilang setelah persalinan.Selama trimester kedua biasanya tekanan darah menurun tetapi akan kembali normal pada trimester ketiga. curah jantung agak menurun karena rahim yang membesar menekan vena yang membawa darh dari tungkai ke jantung. tetapi plasenta akan terus tumbuh selama kehamilan dan pada saat persalinan beratnya mencapai 500 gram. denyut jantung dan laju pernafasan pada wanita hamil lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak sedang hamil. curah jantung meningkat sebesar 30%. Setelah mencapai kehamilan 30 minggu. agak meningkat. tetapi jumlah sel darah merah yang mengangkut oksigen hanya meningkat sebesar 25-30%. Taksiran kasar pembesaran uterus pada perabaan fundus:  Tidak hamil: sebesar telur ayam (+ 30 g)  Kehamilan 8 minggu: sebesar telur bebek  Kehamilan 12 minggu: sebesar telur angsa  Kehamilan 16 minggu: pertengahan simfisis pubis  Kehamilan 20 minggu: pinggir bawah pusat . jumlah sel darah putih (yang berfungsi melindungi tubuh terhadap infeksi) selama kehamilan. Pada akhir kehamilan.

tinggi fundus uteri terletak 2 – 3 jari di atas pusat.uterin dan aa. . karena itu bagian – bagian janin dapat diraba melalui dinding perut dan d dinding rahim Posisi Rahim 1) Pada permulaan kehamilan. Pembuluh darah balik (vena) mengembang dan bertambah f Gambaran besarnya rahim dan tuanya kehamilan 1) Pada kehamilan 16 minggu. 4) Pada kehamilan 28 minggu. Bentuk dan Konsistensi Pada bulan – bulan pertama kehamilan bentuk rahim seperti buah alpokat. Rustam Mochtar.b c  Kehamilan 24 minggu: pinggir atas pusat  Kehamilan 28 minggu: sepertiga pusat-xyphoid  Kehamilan 32 minggu: pertengahan pusat-xyphoid  Kehamilan 36-42 minggu: 3-1 jari di bawah xyphoid Berat Berat uterus naik secara luar biasa dari 30 gram menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan (40 pekan). Ovarika bertambah dalam diameter panjang dan anak – anak cabangnya. tinggi fundus uteri terletak 2 – 3 jari di bawah pusat. dalam letak anteflexi atau retroflexi. 2) Pada kehamilan 20 minggu. 3) Pada kehamilan 24 minggu. rahim teraba seperti berisi cairan ketuban. 1998 : 36) eVaskularisasi Aa. isthmus rahim mengadakan hipertrofi dan bertambah panjang sehingga bila diraba terasa lebih panjang sehingga bila diraba terasa lebih lunak (soft) disebut tanda hegar. 4) Rahim yang hamil biasanya mobilitasnya. tinggi fundus uteri terlatak setinggi pusat. dinding rahim terasa tipis. lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kiri. kavum uteri seluruhnya diisi oleh amnion dimana desidua kapsularis dan desidua vera (parietalis) telah menjadi satu. rahim tetap berada dalam rongga pelvis 3) Setelah itu. Pada kehamilan lima bulan. Plasenta telah terbentuk seluruhnya. Menurut Spiegelberg dengan mengukur tinggi fundus uteri dari smpisis adalah 26.7 cm diatas smpisis. Tinggi fundus uteri terletak antara pertengahan simphisis dan pusat. Rahim yang kira – kira sebesar telur ayam. pada kehamilan dua bulan sebesar telur bebek dan kehamilan tiga bulan sebesar telur angsa. 2) Pada 4 bulan kehamilan. Pada minggu pertama. mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat mencapai batas hati. Pada kehamilan empat bulan berbentuk bulat dan akhir kehamilan bujur telur.

( Rustam Mochtar.Mammae membesar dan tegang. konstipasi (susah BAB). laktoglobulin.Selama kehamilan ovarium tenang/beristirahat. terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar Montgomery. yang terutama adalah perubahan hemodinamik calon ibu. Vagina / vulva Terjadi hipervaskularisasi akibat pengaruh estrogen dan progesteron. sel-sel lemak. Sistem respirasi/Pernapasan Kebutuhan oksigen meningkat sampai 20%. Payudara Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia sistem duktus dan jaringan interstisial payudara. terutama daerah areola dan papilla akibat pengaruh melanofor. 6) Pada kehamilan 40 minggu. Pada keadaan patologik tertentu dapat terjadi muntah-muntah banyak sampai lebih dari 10 kali per hari (hiperemesis gravidarum). meliputi : .Tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru. serta meningkatkan produksi zat-zat kasein. laktoalbumin. Ovarium (Kantong Telur) Sejak kehamilan 16 minggu. tinggi fundus uteri terletak sama dengan 8 bulan tapi melebar ke samping yaitu terletak diantara pertengahan pusat dan processus xiphoideus. 1998 : 52) Serviks uteri (leher rahim) mengalami hipervaskularisasi akibat stimulasi estrogen dan perlunakan akibat progesteron. Sistem gastrointestinal Estrogen dan hCG meningkat dengan efek samping mual dan muntah-muntah. dan kolostrum. fungsi ovarium diambil alih oleh plasenta. juga terjadi peningkatan asam lambung. Sistem sirkulasi / kardiovaskular Perubahan fisiologi pada kehamilan normal. lebih sering lapar / perasaan ingin makan terus (mengidam). Sekresi lendir serviks meningkat pada kehamilan memberikan gejala keputihan. tinggi fundus uteri terletak 3 jari di bawah processus xiphoideus.Inilah yang menyebabkan wanita hamil merasa napasnya sesak. tidak terjadi ovulasi. terutama fungsi produksi progesteron dan estrogen.5) Pada kehamilan 36 minggu. warna merah kebiruan (tanda Chadwick). selain itu diafragma (otot pernapasan) juga terdorong ke atas menyebabkan napas cepat dan dangkal (20-24x/menit). selain itu terjadi juga perubahan peristaltik dengan gejala sering kembung. warna menjadi livide / kebiruan. tidak terjadi siklus hormonal menstruasi. Puting susu membesar dan menonjol.Hormon laktogenik plasenta (diantaranya somatomammotropin) menyebabkan hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara.

cairan amnion + 1. tromboplastin penting untuk hemostasis yang baik pada kehamilan dan persalinan. maksimal akhir trimester I. Leukosit meningkat sampai 15. alfa-2 dan beta diikuti peningkatan globulin alfa-1. Metabolisme Basal metabolic rate meningkat sampai 15%. hormon2 plasenta lainnya. pada kehamilan normal. Kencing lebih sering (poliuria). Khusus untuk metabolisme karbohidrat.5 kg. penumpukan cairan interstisial di pelvis dan ekstremitas + 1.000/mm3. terjadi juga hipertrofi tiroid. LO 1. pankreas. urea dan asam urat dalam darah mungkin menurun namun hal ini dianggap normal.5 kg.5 kg. kadar kreatinin.Laju endap darah meningkat. berat uterus + 1. pertumbuhan mammae + 1 kg. growth factors. Traktus urinarius/saluran kemih Ureter membesar. cuprum meningkat. Peningkatan Berat Badan Selama Hamil Normal berat badan meningkat sekitar 6-16 kg. kemudian bertambah secara perlahan sampai akhir kehamilan.5-3. striae lividae pada perut. tonus otot-otot saluran kemih menururn akibat pengaruh estrogen dan progesteron.3 Perubahan Fisiologi pada janin . Ferrum dibutuhkan sampai kadar 800 mg. terjadi kadar glukosa plasma ibu yang lebih rendah secara bermakna karena : 1 ambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat 2 produksi glukosa dari hati menurun 3 produksi alanin (salah satu prekursor glukoneogenesis) menurun 4 aktifitas ekskresi ginjal meningkat 5 efek hormon-hormon gestasional (human placental lactogen. fosfor.0 kg. hormon2 ovarium.000/mm3. akibat reaksi antigen-antibodi fisiologik yang terjadi pada kehamilan. Kebutuhan kalsium.Terdapat linea nigra dibagian perut. dsb. alfa-2 dan beta. bertambahnya beban volume dan curah jantung anemia relatif tekanan darah arterial menurun curah jantung bertambah 30-50%.Trombosit meningkat sampai 300. magnesium.Kebutuhan protein 1 g/kgbb/hari untuk menunjang pertumbuhan janin.Faktor-faktor pembekuan meningkat. hipofisis.1 2 3 4 5 6 retensi cairan.Kebutuhan karbohidrat meningkat sampai 2300 kal/hari (hamil) dan 2800 kal/hari (menyusui). berat plasenta + 0.Fibrinogen juga meningkat 350-750 mg/dl (normal 250-350 mg/dl).000/mm3. adrenal. terutama dari pertumbuhan isi konsepsi dan volume berbagai organ / cairan intrauterin. menetap sampai akhir kehamilan volume darah maternal keseluruhan bertambah sampai 50% volume plasma bertambah lebih cepat pada awal kehamilan. payudara.0-1.5 kg. dsb).Protein total meningkat.Kadar kolesterol plasma meningkat sampai 300 g/100ml. namun rasio albumin-globulin menururn karena terjadi penurunan albumin alfa-1.000600. Kulit Peningkatan aktifitas melanophore stimulating hormon menyebabkan perubahan berupa hiperpigmentasi pada wajah (kloasma gravidarum). untuk pembentukan hemoglobin tambahan. penambahan volume sirkulasi maternal + 1.0 kg. Berat janin + 2.Infeksi dicurigai bila leukosit melebihi 15.

Kepala bayi seolah-olah tertunduk dan berada dalam cecair (air ketuban atau amnotic sac) yang akan memberikan keperluan tumbesaran bayi semasa dalam kandungan. Minggu ke-7  Pembentukan bayi semakin jelas terbentuk. Gen janin mula hendak membentuk dalam 3 lapisan benih (sel) daripada organ badan yang akan bergabung. Sistem peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi. blastocyst (kini mengandungi 200 sel) merembeskan mukus untuk memberitahu kehadirannya di dalam rahim. Janin usia 8 Minggu  Seluruh organ tubuh utama bayi telah terbentuk meskipun belum berkembang sempurna. Minggu ke-5  Embrio akan terus membesar. mesoderm dan endoderm. tulang dan organ reproduktif. Mata dan telinga mulai terbentuk. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas. Ianya akan membentuk sistem saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak. . Pada masa ini sudah kelihatan pembentukan otak dan tulang belakang serta anggota lain seperti jantung yang mengepam darah ke paru-paru dan aorta (urat besar yang membawa darah daripada jantung). tulang belakang. buah pinggang. Biasanya getaran jantungnya juga sudah dapat dikesan. Manakala lapisan mesoderm pula yang berada pada lapisan tengah akan membentuk organ penting yang asas iaitu jantung. Minggu ke-4  Janin sudah mulai membentuk struktur asas manusia dimana sel-sel mula bergabung dan pada masa itu embrio sudah mulai memanjang kira-kira 1/4 inci (6 mm = sebesar biji tembikai). kulit serta rambut.08 inci/2 mm. Minggu ke-3  Saiz embrio terbentuk dan saiznya hanyalah sepanjang 0. Terdapat 3 lapisan iaitu ectoderm. pankreas dan pundi kencing. kita akan dapat melihat janin sudah membentuk kepada dan badan.        Minggu pertama  8 hari selepas proses persenyawaan berlaku. hati. Minggu ke-6  Sekiranya pemeriksaan secara ultrasound dilakukan. Akhir sekali ialah lapisan endoderm iaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk organ dalaman seperti usus. Jantung berdetak kuat. Minggu ke-2  Blastocyst menggelembung dan sel-sel mula berkembang dan terbahagi kira-kira 2 kali sehari sehinggalah pada hari yang ke-12 jumlahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut atau disauh dengan kukuh pada endometrium. Dengan ultrasound kita dapat melihat jantung janin berdenyut.

5 cm dan bobotnya sekitar 18 gram. panjangnya sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar 4 gram.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit. janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar. .  Janin usia 12 Minggu  Panjang janin sekarang sekitar 6. Minggu ini. Dengan Doppler. kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Bahkan.  Minggu ke-11  Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6. Minggu ke-10  Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama. Kepala bayi menjadi lebih bulat dan wajah telah terbentuk sepenuhnya. Ia mulai tampak seperti manusia kecil dengan panjang 32-43 mm dan berat 7 gram. atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri. memanjang. Ia mulai bergerak walaupun Anda tak merasakannya. tetapi ibu belum dapat merasakan gerakan-gerakan ini. sudah bisa dirasakan ibu. Jari-jari tangan dan kaki terbentuk dan kuku mulai tumbuh. bergelung. Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat. Anda bisa mendengar detak jantungnya. Baik rambut. meluruskan tubuh dan menundukkan kepala. Gerakan demi gerakan kaki dan tangan. Bayi mulai menggerak-gerakkan tungkai dan lengannya.5 cm. termasuk gerakan menggeliat. kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. hampir 250.  Minggu ke-9  Telinga bagian luar mulai terbentuk. Sesekali di usia ini janin sudah menguap.

beratnya 49 gram dan panjang 113 mm Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari. Jika bayi Anda perempuan. Akhir minggu ini. Janin mencapai panjang 76 mm dan beratnya 19 gram. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pembesaran kepala. Lanugo. Minggu ke-13  Pada akhir trimester pertama. Kelopak matanya masih tertutup . nutrisi dan pembuangan sampah bayi. rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh dan melindungi kulit mulai tumbuh pada minggu ini. panjangnya 80-110 mm dan beratnya 25 gram.  Minggu ke-14  Tiga bulan setelah pembuahan. Lehernya semakin panjang dan kuat. Kelenjar prostat bayi laki-laki berkembang dan ovarium turun dari rongga perut menuju panggul. Kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang lain. Kulit bayi masih sangat tipis sehingga pembuluh darahnya kelihatan. Kelopak mata bayi merapat untuk melindungi mata yang sedang berkembang. plasenta berkembang untuk menyediakan oksigen .Detak jantung bayi mulai menguat tetapi kulit bayi belum tebal karena belum ada lapisan lemak  Minggu ke-15  Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus berkembang. ovarium mulai menghasilkan jutaan sel telur pada minggu ini.

Tahukah Anda ? Saat dilahirkan. Janin usia 16 Minggu Panjang janin sekarang sekitar 16 cm dan bobotnya sekitar 35 gram. Hormon Estrogen dan Progesteron semakin meningkat. bulu mata bayi mulai tumbuh dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk. berat lemak mencapai tiga perempat dari total berat badannya. Lapisan lemak cokelat mulai berkembang. Inilah tahap paling awal di mana ibu dapat merasakan gerakan bayi. menendang dan menyepak. Ia menggerakgerakkan seluruh tungkai dan lengannya. Panjangnya sudah 14 cm dan beratnya 140 gram. Dengan bantuan scan. Ia pun bisa terkejut bila mendengar suara keras. kita juga dapat melihatnya bergerak-gerak. kening.  Minggu ke-17  Dengan panjang 12 cm dan berat 100 gram. bayi masih sangat kecil. Rasanya seperti ada seekor kupu-kupu dalam perutmu. Jika si bayi adalah anak pertama. Bayi sudah bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim ibu.  Minggu ke-18  Mulailah bersenandung sebab janin sudah bisa mendengar pada minggu ini. ibu tidak perlu khawatir jika belum dapat merasakan gerakan ini. Tetapi. . untuk menjada suhu tubuh bayi setelah lahir. Ia akan mengetahui adanya cahaya jika Anda menempelkan senter yang menyala di perut. Rambut. kita dapat melihat kepala dan tubuh bayi. biasanya ibu agak lebih lambat dalam merasakan gerakannya. Mata bayi pun berkembang. Sidik jari sudah mulai terbentuk.

Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm. dan saat-saat lain di mana ia melakukan banyak gerak. Gerakan bayi semakin pelan karena beratnya sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm . Minggu ke-21  Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu menyerap atau menelan gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem pencernaan manuju usus besar. semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka. Minggu ke-19  Tubuh bayi diselimuti vernix caseosa.  Janin usia 20 Minggu  Bayi masih berenang-renang dalam lautan air ketuban. Mungkin ibu memperhatikan ada saat-saat di mana bayi tampaknya tidur. Bayi membuat gerakan-gerakan aktif yang dapat dirasakan ibu. baik dalam bobot maupun panjangnya yang sekarang telah mencapai 25 cm. Otak bayitelah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol. Ia tumbuh dengan pesat. yaitu separuh dari panjangnya ketika ia dilahirkan nanti dan bobotnya sudah sekitar 340 gram.

Janin usia 24 Minggu  Sekarang panjang bayi sekitar 32 cm dan bobotnya 500 gram. Ibu dapat merasakan bagianbagian tubuh bayi yang berbeda yang menyentuh dinding perutnya. Indera penciuman bayi sudah semakin membaik karena di minggu ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai berfungsi. menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki. lengan dan kaki secara teratur. Berat bayi sudah mencapai 650-670 gram dengan tinggi badan 34-37 cm. Minggu ke-22  Indera yang akan digunakan bayi untuk belajar berkembang setiap hari. Setiap minggu. Saluran darah di paru-paru bayi sudah semakin berkembang. kulitnya masih kendur sehingga tampak keriput. Garis disekitar mulut bayi sudah mulai membentuk dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Tangan dan kaki bayi telah terbentuk dengan sempurna. Tulang bayi semakin mengeras dan bayi menjadi bayi yang semakin kuat. ia akan cegukan.  Minggu ke-25  Bayi cegukan. Otot rahim ibu meregang dan terkadang ibu merasakan sakit di bagian perutnya. Ia memiliki kebiasaaan “berolahraga”. Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan pendengarannya dan . Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban.  Minggu ke-26  Bayi sudah bisa mengedipkan matanya selain itu retina matanya telah mulai terbentuk. Perbandingan kepala dan tubuh semakin proporsional  Minggu ke-23  Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi. Jika air ketuban yang tertelan terlalu banyak. Beratnya hampir 450 gram. jari juga terbentuk sempurna. apakah Anda merasakannya? Ini tandanya ia sedang latihan bernafas. wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Ini karena produksi sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak.

Sekarang bobot bayi sekitar 1700 gram dan panjangnya sekitar 40 cm. namun jika saat ini ia terlahir ke dunia. zat besi. Minggu ke-27  Minggu pertama trimester ketiga. Berat umum bayi seusia si kecil 870-890 gram dengan tinggi badan 36-38 cm. si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup. Indra perasa mulai terbentuk. dengan tinggi badan 37-39 cm. Perkembangan fisik bayi sudah mulai melambat pada fase ini. Walaupun gerakan bayi sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah. Namun jika ia dilahirkan. Minggu ke-28  Minggu ini beratnya 1100 gram dan panjangnya 25 cm. berkembang dan mulai memadat dengan zat-zat penting seperti kalsium. berat badannya 1100-1200 gram. Paru-parunya belum sempurna. Janin usia 30 Minggu  Kepala bayi sekarang sudah proporsional dengan tubuhnya. Bayi juga sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air ketuban yang mengelilinginya. sedangkan tingginya 35-38 cm. . fosfor. Postur dari bayi sudah semakin sempurna sebagai seorang manusia. Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai rontok tetapi sebagian masih ada di bahu dan punggung saat dilahirkan. Otak bayi semakin berkembang dan meluas. Selain itu lapisan lemak akan semakin bertambah dibawah jaringan kulitnya. Lemak dalam badan mulai bertambah. alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas.      pengelihatannya sudah berfungsi. Berkebalikan dengan perkembangan fisiknya. bayi sudah bisa mengidentifikasi perubahan suara. hanya berat badan bayilah yang akan bertambah. Tulang pada tubuh bayi sudah mulai mengeras. Apabila diperdengarkan musik. memiliki peluang 85% untuk bertahan. Berat badan bayi 1550-1560 gram dengan tinggi 41-43 cm. Ia berkemih hampir sebanyak 500 ml sehari di dalam air ketuban. rasa dan bau. Sensitifitas dari bayi semakin jelas. Ibu mungkin mengalami tekanan di bagian diafrakma dan perut. hati dan sistem kekebalan tubuh masih harus dimatangkan. Aliran darah di plasenta memungkinkan bayi menghasilkan air seni. cahaya. paru-paru. Dengan berat 1800 gram dan panjang 29 cm. Berat badan bayi sudah mencapai 750-780gram. Hormon ini akan menyetimulasi hormon prolaktin di dalam tubuh ibu sehingga membuat kolostrum (air susu yang pertama kali keluar saat menyusui). begitu pula dengan bulu mata. Minggu ke-31  Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. pada fase ini perkembangan otaknyalah yang berkembang dengan sangat pesat dengan menghasilkan bermilyar sel. Selain itu otak bayi sudah bisa mengendalikan nafas dan mengatur suhu badan dari bayi. kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim sudah lebih baik apabila di dilahirkan pada minggu ini. Minggu ke-29  Kelenjar adrenalin bayi mulai menghasilkan hormon seperti androgen dan estrogen. Minggu ke-32  Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna. namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. bayi akan bergerak.

Sekarang panjang bayi sekitar 50 cm dan bobotnya berkisar antara 2500 hingga 4500 gram.Kulit bayi semakin merah. Pada saat ini juga otak bayi sudah mulai bisa berkoordinasi antara lain. bayi juga sudah mulai mengedipkan matanya. Sewaktu-waktu ia dapat turun ke rongga pinggul ibu. dengan tinggi badan sekitar 45-47 cm. Bentuk bayi semakin membulat dan kulitnya menjadi merah jambu. Lemak dari tubuh bayi sudah mulai memadat pada bagian kaki dan tangannya. Kuku dari jari mungil tangan dan kaki si kecil sudah lengkap dan sempurna. bayi sudah menghisap jempolnya dan sudah bisa menelan. selain itu bayi juga sedang belajar untuk melakukan pernafasan walaupun pernafasannya masih dilakukan di dalam air. Respirasi Janin . matanya terbuka dan ia dapat membedakan antara terang dan gelap. Rambutnya pun semakin banyak dan semakin panjang. Berat badan bayi di minggu ini 2700-2800 gram. Bayi pada saat ini sedang belajar untuk mengenal aktifitas harian. Bayi sudah semakin membesar dan sudah mulai memenuhi rahim bunda. lapisan lemak ini berfungsi untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya. Apabila bayinya laki-laki maka testis bayi sudah mulai turun dari perut menuju skrotum.  Janin usia 37 hingga 42 Minggu  Kepala bayi turun ke ruang pelvik. dengan tinggi 48-49 cm Bayi siap lahir. dengan tinggi badan sekitar 45-46 cm. Berat Badan bayi 2000-2010 gram. Bayi sudah mulai bisa bermimpi . Otak bayi semakin pesat berkembang. kelopak matanya juga telah terbuka dan system pendengaran telah terbentuk dengan sempurna.  Janin usia 36 Minggu  Bayi sudah hampir sepenuhnya berkembang. Walaupun tulang-tulang bayi sudah semakin mengeras tetapi otot-otot bayi belum benarbenar bersatu. Berat badan bayi 2300-2350 gram. Persentasenya hanya 5% bayi lahir tepat pada tanggal yang diperkirakan. Bayi sudah bisa mengambil nafas dalam-dalam walaupun nafasnya masih di dalam air. Bayi sudah dapat membuka dan menutup mata apabila mengantuk dan tidur. Apabila ia bangun. Bayi sudah bisa melihat adanya cahaya diluar rahim. Apabila bayi bunda laki-laki maka di bulan ini testisnya telah sempurna. Rambutnya tumbuh dengan lebat dan bertambah 5cm.  Minggu ke-33  Bayi telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan ibunya. Kulit bayi sudah halus sekarang dan tubuhnya montok. Tubuh bunda sedang mengirimkan antibodi melalui darah bunda ke dalam darah bayi yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuhnya dan proses ini akan tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci pada saat bunda mulai menyusui. dengan tinggi badan sekitar 43-45 cm. Kuku terbentuk dengan sempurna.  Minggu ke-35  Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna. Ibu tidak perlu khawatir jika bayinya tidak lahir tepat pada waktu yang telah diperkirakan.  Minggu ke-34  Bayi berada di pintu rahim. Berat badan bayi 1800-1900 gram.

T. Produksi sfingiomelin dan fosfatidil gliserol akan memuncak pada 32 minggu. Pemeriksaan kadar L/S rasio pada air ketuban merupakan cara untuk mengukur tingkat kematangan paru. 2.secara regular gerak napas ialah 40-60/menit dan di antara jeda adalah periode apnea. karbon dioksida. 2 Tekanan pada ganglion servikale dari pleksus Frankenhauser. Embriologi Kedokteran Edisi 10. menjadi stimulasi (pacemaker) bagi kontraksi otot polos uterus. Tidak saja fosfolipid yang berperan pada proses pematangan selular. Pada anerm normal. dan bahkan hambatan singkat aliran oksigen dapat mematikan janin. karena jumlah oksigen yang mencapai janin terutama ditentukan oleh penyaluran bukan difusi. Surfaktan yang utama ialah sfingiomelin dan lesitin serta fosfatdil gliserol. Sadler.1. . Aliran darah plasenta sangat penting bagi pasokan oksigen.1 Mekanisme Persalinan SEBAB TERJADINYA PROSES PERSALINAN 1 Penurunan fungsi plasenta : kadar progesteron dan estrogen menurun mendadak. Ternyata gerakan napas juga merangsang gen untuk aktfi mematangkan sel alveoli. Sebaliknya. di mana rasio L/S>2 menandakan paru sudah matang. Alveoli terdiri atas dua lapis sel epitel yang mengandung sel tipe 1 dan 2. Pertukaran Gas Pertukaran gas misalnya oksigen. Memahami dan Menjelaskan Proses Persalinan Normal LO II. Jakarta:Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo) LI II. sekalipun sudah dihasilkan sejak 24 minggu. dan karbon monoksida. kondisi hipoksia akan menurunkan frekuensi napas. Pada aterm. misalnya diabetes. semakin merangsang terjadinya kontraksi. Gerak napas janin dirangsang oleh kondisi hiperkapnia dan peningkatan kadar glukosa. Cairan ketuban alan masuk sampai bronkioli. Sel 2 membuat sekresi fosfolipid suatu surfaktan yang penting untuk fungsi pengembangan napas. gerak napas akan berkurang dan dapat apnea selama 2 jam.W . Steroid dan faktro pertumbuhan terbukti merangsang pematangan paru melalui suatu penekanan protein yang sama. 2006. Ilmu Kebidanan.2008. Pada kondisi tertentu. sementara di dalam alveolus terdapat cairan alveoli. Sistem Respirasi Gerakan napas janin telah dapat dilihat sejak kehamilan 12 minggu dan pada 34 minggu. nutrisi janin dari plasenta berkurang. 3 Iskemia otot-otot uterus karena pengaruh hormonal dan beban. janin menyerap 20 sampai 30 ml oksigen per menit dari darah ibu. produksi surfaktan ini kurang. jakarta: EGC. (Prawirohardjo Sarwono. juga pada pretern ternyata dapat dirangsang untuk meningkat dengan cara pemberian korticosteroid pada ibunya.berlangsung melalui difusi sederhana.

awal gelombang tersebut didapat dari ‘pacemaker’ yang terdapat di dinding uterus daerah tersebut. HIS / KONTRAKSI UTERUS His adalah gelombang kontraksi ritmis otot polos dinding uterus yang dimulai dari daerah fundus uteri pada daerah di mana tuba falopii memasuki dinding uterus. kemudian terbuka secara pasif dan mendatar (cervical effacement). cemas/ anxietas. menjadi rangsang nyeri. ukuran/berat janin. 4 Prostaglandin meningkat sebagai respons terhadap stress Hal yang penting dinilai mengenai His adalah : . 2 Passage Keadaan jalan lahir 3 Passanger Keadaan janin (letak. 3 Keadaan mental pasien (pasien bersalin sering ketakutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya nyeri saat his berlangsung adalah : 1 Iskemia dinding korpus uteri yang menjadi stimulasi serabut saraf di pleksus hipogastrikus diteruskan ke sistem saraf pusat menjadi sensasi nyeri 2 Peregangan vagina. KEBERHASILAN SUATU PERSALINAN PERSALINAN DITENTUKAN OLEH 3 FAKTOR “P” UTAMA 1 Power His (kontraksi ritmis otot polos uterus).akan tertarik ke atas oleh retraksi otot-otot korpus. kekuatan mengejan ibu. atau eksitasi). ada/tidak kelainan anatomik mayor) (ditambah dengan faktor-faktor “P” lainya : Psikologi. jaringan lunak dalam rongga panggul dan peritoneum. Resultante efek gaya kontraksi tersebut dalam keadaan normal mengarah ke daerah lokus minoris yaitu daerah kanalis servikalis (jalan laihir) yang membuka. Dengan adanya keseimbangan / kesesuaian antara faktor-faktor “P” tersebut. presentasi. menjadi pencetus rangsangan untuk proses persalinan. Penolong dan Posisi). untuk mendorong isi uterus ke luar. His dapat terjadi sebagai akibat dari : 1 Kerja hormon oksitosin 2 Regangan dinding uterus oleh isi konsepsi 3 Rangsangan terhadap pleksus saraf Frankenhauser yang tertekan massa konsepsi. His dikatakan baik dan ideal apabila : 1 Kontraksi simultan simetris di seluruh uterus 2 Kekuatan terbesar (dominasi) di daerah fundus 3 Terdapat periode relaksasi di antara dua periode kontraksi 4 Terdapat retraksi otot-otot korpus uteri setiap sesudah his 5 Serviks uteri yang banyak mengandung kolagen dan kurang mengandung serabut otot.4 Peningkatan beban / stress pada maternal maupun fetal dan peningkatan estrogen mengakibatkan peningkatan aktifitas kortison. oksitosin. keadaan kardiovaskular respirasi metabolik ibu. prostaglandin. persalinan normal diharapkan dapat berlangsung. Ostium uteri eksternum dan internum pun akan terbuka.

usia kehamilan di bawah 28 minggu. mungkin di kamar mandi.Perasaan sering atau susah kencing (polikisuria) karena kandun kemih tertekan oleh bagian terbawah janin. wanita hamil memasuki “bulannya” atau “minggunya” atau “harinya” yang disebut kala pendahuluan. (Prepatory Stage of Labor).Lightening atau settling atau dropping yaitu kepala turun memasuki pintu atas panggul terutama pada primigravida.Partus maturus atau aterm (cukup bulan) adalah partus pada kehamilan 37-40 minggu. di atas beca dan sebagainya. terjadi pematangan dan pembukaan serviks sampai lengkap Kala 2 : disebut juga kala pengeluaran.Abortus (keguguran) adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup (viable) berat janin di bawah 1000 gram.Perut kelihatan lebih melebar. terjadi pengeluaran bayi Kala 3 : disebut juga kala uri. bagian kedua penurunan agak lambat. .Partus normal disebut juga partus spontan yaitu proses lahirnya bayi dengan tenaga ibu sendiri. Menurut Usia Kehamilan . .1 Amplitudo : intensitas kontraksi otot polos : bagian pertama peningkatan agak cepat. . . Tanda-tanda Permulaan Persalinan Sebelum terjadi kehamilan/persalinan beberapa minggu sebelumnya. terutama untuk observasi Beberapa Istilah Yang Ada Hubungannya Dengan Partus Menurut Cara Persalinan . janin dapat hidup tetapi prematur. tanpa bantuan alat-alat.PEMBAGIAN FASE / KALA PERSALINAN Kala 1 : disebut juga dengan kala pembukaan. serta tidak melukai bayi dan ibu.Partus percobaan adalah suatu penilaian kemajuan persalinan untuk memperoleh bukti tentang ada atau tidaknya disproporsi sefalopelvik. terjadi pengeluaran plasenta Kala 4 : merupakan masa 1 jam setelah persalinan/ partus.Partus post maturus (serotinus) adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu partus yang ditaksir. .Partus prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada kehamilan 28-36 minggu. janin disebut post matur. yang umumnya berlansung kurang dari 24 jam. . .Partus presipatatus adalah partus yang berlangsung cepat. fundus uteri turun. janin matur. 2 Frekuensi : jumlah his dalam waktu tertentu (biasanya per 10 menit) 3 Satuan his : unit Montevide (intensitas tekanan / mmHg terhadap frekuensi). berat janin antara 1000-2500 gram. Tandanya adalah sebagai berikut : . . berat badan diatas 2500 gram. .Partus abnormal yaitu persalinan parvaginan dengan bantuan alat-alat atau melalui dinding perut dengan operas caesarea.

kontraksi rahim istirahat sebenar. kira-kira 2-3 menit sekali. vulva membuka perineum merenggang. dan sekresinya bertambah bisa bercampur darah (bloody show). dengan tanda anus terbuka. 2 Fase aktif : berlangsung selama 6 jam dan dibagi atas 3 subfase. pada multi ½-1 jam. a Periode akselerasi : berlangsung 2 jam. his terkoordinir.Rasa sakit oleh adanya his yang datang lebih kuat. Serviks menjadi lembek. karena serviks mulai membuka dan mendatar. Pada waktu his kepala janin mulai kelihatan. dan lebih lama. cepat. dan berisi plasenta yang menjadi tebal 2 x sebelumnya. mulai mendatar. dalam waktu 2 jam pembukaan menjadi 10 cm atau lengkap. Beberapa saat . Tahap – Tahap Persalinan Proses persalinan terdiri dari 4 kala yaitu : a Kala I (kala pembukaan) Waktu untuk pembukaan serviks sampai pembukaan lengkap 10 cm ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah.Pada pemeriksaan dalam : serviks mendatar dan pembukaan telah ada.Keluar lendir bercampur darah (show) yang lebih banyak robekan-robekan kecil pada serviks. Tanda-tanda Inpartu . Darah berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar kanalis servikalis. Kala pembukaan dibagi atas 2 fase yaitu : 1 Fase laten: dimana pembukaan serviks berlangsung lambat sampai pembukaan 3 cm berlangsung 7-8 jam. . c Kala III (kala pengeluaran uri) Setelah bayi lahir. b Kala II (kala pengeluaran janin) Pada kala II. ibu merasa seperti mau BAB. karena tekanan pada rektum. pembukaan berlangsung cepat menjadi 9 cm. b Periode dilatasi maksimal : selama 2 jam.- Perasaan sakit di perut dan di pinggang oleh adanya kontraksi-kontraksi lemah uterus. kala II pada primi 1 ½-2 jam. dengan his mengedan terpimpin akan lahirkan kepala. diikuti oleh seluruh badan janin. . dan teratur. kadang disebut “false labor pains”. . pembukaan 4 cm. kepala janin telah turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. c Periode deselerasi : berlangsung lambat. sering. uterus terata keras dengan fundus uteri setinggi pusat.Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya.

seluruh proses biasanya berlangsung 5-30 menit setelah bayi lahir. Moegni (1999) sebagai berikut : Tabel 2. dalam waktu 1-5 menit seluruh plasenta terlepas. jika tali pusat masuk berarti belum lepas. d Kala IV Adalah kala pengawasan selama 1 jam setelah bayi lahir dan uri lahir untuk mengamati keadaan ibu terutama terhadap bahaya perdarahan post partum. terdorong ke dalam vagina dan akan lahir spontan atau dengan sedikit dorongan dari atas simfisis atau fundus uteri.Strassman Tegangkan tali pusat dan ketok pada fundus. LO II. Periode Tahap-tahap Persalinan Normal Tahap Persalinan Nullipara Multipara Kala 1 – fase laten Kurang dari 20 jam Kurang dari 14 jam Fase aktif 5 – 8 jam 2 – 5 jam Pembukaan serviks Rata-rata 1. bila tali pusat bergetar berarti belum lepas. rahim kita dorong sedikit.5 cm/jam . Ada 3 tanda lepasnya plasenta : Perubahan ukuran dan bentuk uterus. dkk (1999 : 181) sebagai berikut: 1 Kala 1 Pematangan dan pembukaan serviks sampai lengkap (kala pembukaan) 2 Kala 2 Pengeluaran bayi (kala pengeluaran) 3 Kala 3 Pengeluaran plasenta (kala uri) 4 Kala 4 Masa 1 jam setelah partus. bila diam/turun berarti sudah lepas. Tali pusat memanjang. pengeluaran plasenta disertai dengan pengeluaran darah kira-kira 100-200 cc.kemudian timbul his pelepasan dan pengeluaran uri. jika diam/maju berarti sduah lepas. .Kustner Dengan meletakkan tangan disertai tekanan di atas symphisis tali pusat ditegangkan. bila bergetar kembali berarti belum lepas. .Klein Sewaktu ada his. Perasat-perasat untuk mengetahui lepasnya uri : . terutama untuk observasi Periode tahap-tahap persalinan normal menurut Kampono dan M. bila diam/turun berarti sudah lepas. Semburan darah.1.2 cm/jam Rata-rata 1.2 Pimpinan Persalinan Pembagian fase/kala persalinan menurut Wiknyosastro.

3 Periode kala 1 pada primigravida lebih lama (+ 20 jam) dibandingkan multipara (+14 jam) karena pematangan dan pelunakan serviks pada fase laten pasien primigravida memerlukan waktu lebih lama. Selaput ketuban biasanya pecah spontan pada saat akhir kala I. 3 Selaput ketuban pecah spontan (beberapa kepustakaan menyebutkan ketuban pecah dini jika terjadi pengeluaran cairan ketuban sebelum pembukaan 5 cm). Fase aktif : pembukaan dari 3 cm sampai lengkap (+ 10 cm). pembukaan 4 cm sampai 9 cm. ostium internum dan eksternum membuka bersamaan (inspekulo ostium tampak berbentuk seperti garis lebar). Persalinan kala 1 berakhir pada waktu pembukaan serviks telah lengkap (pada periksa dalam. ostium internum membuka lebih dulu daripada ostium eksternum (inspekulo ostium tampak berbentuk seperti lingkaran kecil di tengah) . makin terasa nyeri. sehingga langsung terjadi proses penipisan dan pembukaan. Peristiwa penting pada persalinan kala 1 : 1 Keluar lendir / darah (bloody show) akibat terlepasnya sumbat mukus (mucous plug) yang selama kehamilan menumpuk di kanalis servikalis. .pada multipara. disertai pengeluaran darah-lendir yang tidak lebih banyak daripada darah haid. 2 Pada primigravida. pembukaan 3 cm sampai 4 cm. 2 Fase dilatasi maksimal (sekitar 2 jam). Pematangan dan pembukaan serviks (cervical effacement) pada primigravida menurut Wiknyosastro. makin lama. bibir porsio serviks tidak dapat diraba lagi). dkk (1999 : 183) berbeda dengan pada multipara : 1 Pada primigravida terjadi penipisan serviks lebih dahulu sebelum terjadi pembukaan pada multipara serviks telah lunak akibat persalinan sebelumnya. 3 Fase deselerasi (sekitar 2 jam). makin kuat. 2 Ostium uteri internum dan eksternum terbuka sehingga serviks menipis dan mendatar. berlangsung sekitar 6 jam. berlangsung sekitar 8 jam. dan akibat pergeseran antara selaput ketuban dengan dinding dalam uterus. Fase aktif terbagi atas : 1 Fase akselerasi (sekitar 2 jam). akibat terbukanya vaskular kapiler serviks. Fase laten : pembukaan sampai mencapai 3 cm. makin sering. pembukaan 9 cm sampai lengkap (+ 10 cm).Kala 2 Kala 3 Kurang dari 2 jam Kurang dari 30 menit Kurang dari 1 jam Kurang dari 30 menit Proses Berlangsungnya Persalinan Normal 1 Persalinan Kala 1 : Fase Pematangan/Pembukaan Serviks Persalinan kala 1 dimulai pada waktu serviks membuka karena his : kontraksi uterus yang teratur.

Keluar “show” 2.intensitas makin kuat kalau .semakin lama semakin kuat .Interval makin pendek .dirasakan paling sakit di .His ssesungguhnya dan his palsu His Sesunggunya His Palsu 1. Gerakan utama pengeluaran janin pada persalinan dengan letak belakang kepala : 1 Kepala masuk pintu atas panggul : sumbu kepala janin dapat tegak lurus dengan pintu atas panggul (sinklitismus) atau miring/membentuk sudut dengan pintu atas panggul (asinklitismus anterior/posterior). Rasa sakit : 1.tak ada perubahan walaupun penderita berjalan. His menjadi lebih kuat. dengan suboksiput di bawah simfisis (simfisis pubis sebagai sumbu putar / hipomoklion). 2 Kepala turun ke dalam rongga panggul. 2 Ibu timbul perasaan / refleks ingin mengejan yang makin berat.interval panjang .5 jam. 2 Persalinan Kala 2 : Fase Pengeluaran Bayi Persalinan kala 2 dimulai pada saat pembukaan serviks telah lengkap dan berakhir pada saat bayi telah lahir lengkap. penderita berjalan 2.Serviks tertutup dan tak ada pembukaan. dan 4) badan janin terjadi ekstensi dan menegang. 2) tekanan dari cairan amnion. Tidak keluar “show” 3. selanjutnya dilahirkan badan dan anggota badan. lebih sering. akibat : 1) tekanan langsung dari his dari daerah fundus ke arah daerah bokong.teratursemakin sering. berlangsung selama . . 3 Perineum meregang dan anus membuka (hemoroid fisiologik) 4 Kepala dilahirkan lebih dulu. lebih lama. Selaput ketuban mungkin juga baru pecah spontan pada awal kala 2.tidak teratur dan tidak sering (kontraksi 30-70 detik Braxton Hicks) . 3 Fleksi : kepala janin fleksi. 5 Kemungkinan diperlukan pemotongan jaringan perineum untuk memperbesar jalan lahir (episiotomi). sangat kuat. multipara + 0. Rasa sakit : . Lama kala 2 pada primigravida + 1. 3) kontraksi otot dinding perut dan diafragma (mengejan). Peristiwa penting pada persalinan kala 2 adalah : 1 Bagian terbawah janin (pada persalinan normal : kepala) turun sampai dasar panggul. dagu menempel ke toraks. Serviks membuka dan menipis.dirasakan kuat di daerah daerah punggung perut . posisi kepala berubah dari diameter oksipito-frontalis (puncak kepala) menjadi diameter suboksipito-bregmatikus (belakang kepala).kekuatan tetap . 3.5 jam.

terjadi ekstensi setelah oksiput melewati bawah simfisis pubis bagian posterior. dahi. Selanjutnya lahir badan (toraks. Pereda nyeri harus bergantung pada kebutuhan dan keinginan si ibu. 1997 . bagian tubuh lainnya akan dikeluarkan dengan mudah. kadang-kadang potongan es batu. Dari American Academy of Pediatrics dan American College of Obstetricians and Gynecologists. kemudian dilahirkan bahu depan dan bahu belakang. hidung. Pemeriksaan vagina periodik menggunakan pelumas larut-air dan steril. 6 Rotasi eksterna (putaran paksi luar) : kepala berputar kembali sesuai dengan sumbu rotasi tubuh. Rekomendasi Pimpinan Persalinan Kala I dan II Normal pada Wanita tanpa Faktor Risiko Anestetik. mulut. bahu masuk pintu atas panggul dengan posisi anteroposterior sampai di bawah simfisis. hindari antiseptik povidon-iodin dan heksaklorofen. Hidrasi intravena diindikasikan bila persalinan memanjang. membawa kepala melewati distansia interspinarum dengan diameter biparietalis. Si ibu harus mempunyai pilihan untuk dapat berjalan-jalan selama persalinan kala I. sedikit demi sedikit dan memakai pelembab bibir. Medis atau Obstetris Tanda vital ibu diperiksa sekurang-kurangnya setiap 4 jam.4 1 2 3 4 5 Rotasi interna (putaran paksi dalam) : selalu disertai turunnya kepala. putaran ubun-ubun kecil ke arah depan (ke bawah simfisis pubis). Lahir berturut-turut : oksiput. 7 Ekspulsi : setelah bahu lahir. pinggul / trokanter depan dan belakang.abdomen) dan lengan. Diizinkan untuk minim cairan jernih. 5 Ekstensi : setelah kepala mencapai vulva. bregma. tungkai dan kaki. dagu.

1 2 . Moegni (1999) ada 7 (tujuh) pokok penting yang harus diperhatikan pada kala 4 : kontraksi uterus harus baik. tidak ada perdarahan pervaginam atau dari alat genital lain. disebut solusio/abruptio placentae . atau mungkin juga serempak sentral dan marginal. dilakukan observasi. 4 Persalinan Kala 4 : Observasi Pasca Persalinan Sampai dengan 1 jam postpartum. fundus setinggi sekitar / di atas pusat.keadaan gawat darurat obstetrik). Pada keadaan normal. Menurut Kampono dan M. kontraksi uterus bertambah keras. serta pengeluaran plasenta dari kavum uteri. Kelahiran plasenta : lepasnya plasenta dari insersi pada dinding uterus.3 Persalinan Kala 3 : Fase Pengeluaran Plasenta Persalinan kala 3 dimulai pada saat bayi telah lahir lengkap dan berakhir dengan lahirnya plasenta. sehingga pada saat kontraksi mudah lepas dan berdarah. Plasenta lepas spontan 5-15 menit setelah bayi lahir (jika lepasnya plasenta terjadi sebelum bayi lahir. atau dari tepi / marginal (Matthews-Duncan) jika tidak disertai perdarahan. Pelepasan plasenta terjadi karena perlekatan plasenta di dinding uterus adalah bersifat adhesi. Lepasnya plasenta dari insersinya : mungkin dari sentral (Schultze) ditandai dengan perdarahan baru.

masase uterus sampai menjadi keras. Nilai Apgar merupakan alat penyaring untuk menentukan pertolongan yang perlu segera diberikan kepada bayi baru lahir. 8 Jika ibu perlu ke kamar mandi. b Tanda-tanda bahaya bagi ibu dan bayi.Petugas/bidan harus tinggal bersama ibu dan bayi untuk memastikan bahwa keduanya dalam kondisi yang stabil dan mengambil tindakan yang tepat untuk melakukan stabilisasi. nadi kantung kemih. pastikan ibu dibantu karena masih dalam keadaan lemah atau pusing setelah persalinan. 4 Bersihkan perineum ibu dan kenakan pakaian ibu yang bersih dan kering. Nilai Apgar ditentukan dengan menilai denyut jantung. Bantu ibu pada posisi yang nyaman. 2 Periksa tekanan darah. Dua jam pertama setalah persalinan merupakan waktu yang kritis bagi ibu dan bayi. Hal ini sangat tepat untuk memulai memberikan ASI. dan perdarahan setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit selama jam kedua. Hal ini dapat mengurangi kehilangan darah dan mencegah perdarahan pasca persalinan. Menyusui juga membantu uterus berkontraksi. 1 atau 2: 1 Denyut jantung : dinilai dengan menggunakan stetoskop dan merupakan penilaian yang paling penting. resume keadaan umum ibu. Apabila uterus berkontraksi. otot uterus akan menjepit pembuluh darah untuk menghentikan perdarahan. ketegangan otot. Jika kontraksi tidak kuat. . masing-masing diberi nilai 0. 7 Bayi sangat siap segera setelah kelahiran. Penanganan 1 Periksa fundus setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 20.3 4 5 6 7 plasenta dan selaput ketuban harus sudah lahir lengkap. c Nilai Apgar Nilai Apgar adalah suatu cara praktis untuk menilai keadaan bayi baru lahir. luka-luka di perineum harus dirawat dan tidak ada hematoma. Tawarkan ibu makanan dan minuman yang disukainya. Keduanya baru saja mengalami perubahan fisik yang luar biasa – si ibu melahirkan bayi dari perutnya dan bayi sedang menyesuaikan diri dari dalam perut ibu ke dunia luar. Pastikan ibu sudah buang air kecil dalam 3 jam 9 pascapersalinan. 3 Anjurkan ibu untuk minum demi mencegah dehidrasi. sebagai permulaan dengan menyusui bayinya. ibu boleh bangun. resume keadaan umum bayi. warna kulit dan respon terhadap rangsangan (refleks). 10 Ajari ibu atau anggota keluarga tentang : a bagaimana memeriksa fundus dan menimbulkan kontraksi. 6 Biarkan bayi berada pada ibu untuk meningkatkan hubungan ibu dan bayi. kandung kencing harus kosong. 5 Biarkan ibu beristirahat – ia telah bekerja keras melahirkan bayinya.30 menit selama jam kedua. pernafasan.

Jika bayi bergerak aktif : 2 Refleks : dinilai dengan cara mencubit secara lembut dan perlahan . keperluan zat besi untuk wanita hamil. Nilai Apgar yang kurang dari 8 menunjukkan bahwa bayi memerlukan bantuan untuk menstabilkan dirinya di lingkungan yang baru. Nilai Apgar 5 menit menujukkan adaptasi bayi terhadap lingkungan barunya.Jika tidak timbul refleks : 0 .Jika tidak bernafas : 0 .Jika tidak terdengar denyut jantung : 0 . a) Terapi Oral adalah dengan memberikan preparat besi yaitu fero sulfat. bersin atau menangis keras : 2 Warna kulit .Jika jantung berdenyut kurang dari 100 kali/menit :1 . menunjukkan bahwa bayi berada dalam keadaan yang baik. fero glukonat atau Na-fero bisirat.Jika lengan atau tungkainya terlipat : 1 .Jika otot lembek : 0 .2 3 4 5 . penilaian Apgar bisa kembali dilakukan pada menit ke 10.Jika pernafasan lambat atau tidak teratur : 1 . 15 dan 20. LI III. Nilai Apgar 1 menit menunjukkan toleransi bayi terhadap proses kelahirannya. hampir semua bayi baru lahir kehilangan 1 nilai karena kaki dan tangannya yang berwarna kebiruan. Nilai 10 sangat jarang ditemui. hal ini merupakan resiko tinggi terjadinya kematian atau penyakit.Jika wajahnya menyeringai : 1 .Jika seluruh kulit bayi berwarna pink: 2. Anemia Defisiensi Besi (62. Pada keadaan tertentu.Jika bayi menangis : 2 Ketegangan otot . Nilai Apgar 8-10 adalah normal.1 Memahami dan Menjelaskan Klasifikasi Anemia A. Pengobatannya yaitu. Nilai Apgar 0-3 menunjukkan bahwa perlu segera dilakukan resusitasi. Memahami dan Menjelaskan Kehamilan dengan Anemia LO III. tidak hamil dan dalam laktasi yang dianjurkan adalah pemberian tablet besi.Jika jantung berdenyut lebih dari 100 kali/menit : 2 Usaha untuk bernafas . Penilaian Apgar secara rutin dilakukan dalam waktu 1 menit setelah bayi lahir dan kemudian biasanya diulang 5 menit kemudian.Jika kulit bayi berwarna biru pucat : 0 .3%) Anemia ini adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah.Jika kulit bayi berawarna pink dan lengan/tungkainya berwarna biru : 1 . Pemberian preparat 60 mg/ hari dapat menaikan kadar Hb sebanyak 1 gr . Jika pada menit ke 20 nilai Apgar masih tetap rendah.Jika bayi menyeringai dan terbatuk.

2001).%/ bulan. C. dilakukan minimal 2 kali selama kehamilan yaitu trimester I dan III. dapat meningkatkan Hb lebih cepat yaitu 2 gr% (Manuaba. Untuk menegakan diagnosa Anemia defisiensi besi dapat dilakukan dengan anamnesa. 2002). Pada pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan menggunakan alat sachli. membentuk sel darah merah baru. Pengobatannya: – Asam folik 15 – 30 mg per hari – Vitamin B12 3 X 1 tablet per hari – Sulfas ferosus 3 X 1 tablet per hari – Pada kasus berat dan pengobatan per oral hasilnya lamban sehingga dapat diberikan transfusi darah. sekitar 300 mg diperlukan untuk janin dan plasenta serta 500 mg lagi digunakan untuk meningkatkan massa haemoglobin maternal. Makanan ibu hamil setiap 100 kalori akan menghasilkan sekitar 8–10 mg zat besi. B. Selama kehamilan dengan perhitungan 288 hari. jarang sekali karena kekurangan vitamin B12. 2001). urin dan kulit. sering pusing. pemeriksaan pungsi ekternal dan pemeriksaan retikulosit. 2002) b) Terapi Parenteral baru diperlukan apabila penderita tidak tahan akan zat besi per oral. Hasil anamnesa didapatkan keluhan cepat lelah. dan adanya gangguan penyerapan. Perhitungan makan 3 kali dengan 2500 kalori akan menghasilkan sekitar 20–25 mg zat besi perhari. Anemia Hipoplastik (8%) Anemia yang disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang. Untuk diagnostik diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan diantaranya adalah darah tepi lengkap. ibu hamil akan menghasilkan zat besi sebanyak 100 mg sehingga kebutuhan zat besi masih kekurangan untuk wanita hamil (Manuaba. mata berkunang-kunang dan keluhan mual muntah pada hamil muda. Anemia Megaloblastik (29%) Anemia yang disebabkan oleh karena kekurangan asam folik. Saat ini program nasional menganjurkan kombinasi 60 mg besi dan 50 nanogram asam folat untuk profilaksis anemia (Saifuddin. Kebutuhan ini terdiri dari. Kurang lebih 200 mg lebih akan dieksresikan lewat usus. penyakit saluran pencernaan atau masa kehamilannya tua (Wiknjosastro. Hasil pemeriksaan Hb dengan sachli dapat digolongkan sebagai berikut:  Hb 11 gr% : Tidak anemia  Hb 9-10 gr% : Anemia ringan  Hb 7 – 8 gr%: Anemia sedang  Hb < 7 gr% : Anemia berat Kebutuhan zat besi pada wanita hamil yaitu rata-rata mendekatai 800 mg. . Pemberian preparat parenteral dengan ferum dextran sebanyak 1000 mg (20 mg) intravena atau 2 x 10 ml/ IM pada gluteus.

3 Diagnosis A. pecah-pecah disertai kemerahan dan nyeri sudut mulut. stomatitis angularis. LO III. Namun pada beberapa jenis obat-obatan. lemah. dan mudah patah serta Lidah tampak pucat. yaitu :  Tes hemoglobin (Hb)  Tes hematocrit (Ht) = untuk mengukur persentasi eritrosit pada sampel darah Jika didapatkan kadar Hb atau Ht dibawah normal. hal ini tidak memberi hasil. biasanya merupakan anemia defisiensi besi Jika tidak didapatkan kelainan. serta gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-organ vital. Pengobatannya tergantung pada jenis anemia hemolitik serta penyebabnya. lelah. disphagia dan pembesaran kelenjar limpa. sering pusing.2 Manisfestasi klinis Gejala anemia pada kehamilan yaitu ibu mengeluh cepat lelah. PEMERIKSAAN LAB Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan darah. b) Serum besi menurun karena perubahan normal fisiologi kehamilan : o peningkatan total iron binding capacity(TIBC). mata berkunangkunang. Lalu memiliki rambut yang rapuh dan halus serta kuku tipis. o Kadar mean cell volume (MCV) rendah o Kadar mean corpscular haemoglobin concentration (MCHC) rendah o Anisocytosis. lidah luka. Hypochromic. kelemahan. B. poikilocytosis. Sehingga transfusi darah berulang dapat membantu penderita ini.rata. nafas pendek (pada anemia parah) dan keluhan mual muntah lebih hebat pada hamil muda. Bila disebabkan oleh infeksi maka infeksinya diberantas dan diberikan obat-obat penambah darah. perubahan jaringan epitel kuku. LO III. palpitasi.kunang. nafsu makan turun (anoreksia). konsentrasi hilang. malaise. berwarna merah daging.D.7%) Anemia yang disebabkan penghancuran atau pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya. ANAMNESIS DAN PEMERIKSAAN FISIK Pada anamnesa & pemeriksaan fisik biasanya dijumpai berupa kepala pusing. licin dan mengkilat. o penurunan serum besi dan in-ferritin. Gejala utama adalah anemia dengan kelainan-kelainan gambaran darah. gangguan sistem neurumuskular. Anemia Hemolitik (0. lesu. c) Sumsum tulang : aspirasi menunjukkan penurunan penyimpanan besi . berkunang. kelelahan. dianjurkan untuk periksa darah lagi pada trimester 2 atau 3 Pada anemia defisiensi besi : a) Eritrosit: o Microcytic.

 Bahaya Pada Trimester II Pada trimester II. ada gangguan penyerapan. perdarahan ante partum. Peranan vitamin C dalam pengobatan dengan besi masih diragukan oleh beberapa penyelidik. Kadar serum folat rendah d. Ferrivenin. Proferrin. seperti sulfas – ferrosus atau glukonas ferrosus. Hb dapat dinaikan sampai 10 g / 100 ml atau lebih asal masih ada cukup waktu sampai janin lahir.Pada anemia defisiensi folat : a. anemia dapat menyebabkan terjadinya partus premature. janin lahir dengan anemia.  Bahaya Saat Persalinan Pada saat persalinan anemia dapat menyebabkan gangguan his primer.5 Tatalaksana Apabila pada pemeriksaan kehamilan hanya Hb yang diperiksa dan Hb itu kurang dari 10 g / 100 ml. Hasilnya lebih cepat dicapai. Eritrosit : makrositik. anemia dapat menyebabkan terjadinya missed abortion. Sumsum tulang : megaloblastik LO III. Biasanya diberikan garam besi sebanyak 600 – 1000 mg sehari. Terapi perenteral baru diperlukan apabila penderita tidak tahan akan obat besi per os. Besi parenteral diberikan dalam bentuk ferri. hanya penderita merasa nyeri di tempat suntikan. baik yang murni maupun yang dimorfis. sodium diferrat . LO III. abortus / keguguran.4 Komplikasi Komplikasi anemia dalam kehamilan memberikan pengaruh langsung terhadap janin. kelainan congenital. penyakit saluran pencernaan. MCV tinggi (>100fL) dan MCHC tinggi b. 2008). gestosis dan mudah terkena infeksi. Vitis ). sedangkan pengaruh komplikasi pada kehamilan dapat diuraikan. Pengobatan dapat dimulai dengan preparat besi per os. Apusan darah tepi : terdapat neutrophil dengan hipersegmentasi c. asfiksia intrapartum sampai kematian. dan dekompensasi kordis hingga kematian ibu. Secara intramuskulus dapatdisuntikan dekstran besi ( imferon ) atau sorbitol besi ( Jectofer ). seperti ferrumoksidum sakkaratum ( Ferrigen. sebagai berikut :  Bahaya Pada Trimester I Pada trimester I. Juga secara intravena perlahan – lahan besi dapat diberikan. atau apabila kehamilannyasudah tua. karena tersering anemia dalam kehamilan anemia defisiensi besi. persalinan dengan tindakan-tindakan tinggi karena ibu cepat lelah dan gangguan perjalanan persalinan perlu tindakan operatif (Mansjoer dkk. sekunder. Mungkin vitamin C mempunyai khasiat untuk mengubah ion ferri menjadi ion ferro yang lebih mudah diserap oleh selaput usus. maka wanita dapat dianggap sebagai menderita anemia defisiensi besi. gangguan pertumbuhan janin dalam rahim.

Pada kondisi yang berat jika tidak diobati mempunyai prognosis yang buruk bagi ibu maupun anak.1 Peranan Gizi pada tiap fase Janin A.6 Prognosis a. Komplikasi kurang berbahaya dibangdingkan dengantransfusi darah. Anemia Defisiensi Besi Prognosis anemia defisiensi besi dalam kehamilan umumnya baik bagi ibu dan anak. Hal ini disebabkan karena dengan lahirnya anak keperluan akan asam folik jauh berkurang. Walaupun besi intravena dan dengan infus kadang – kadang menimbulkan efek sampingan. Apabila penderita mencapai masa nifas dengan selamat dengan atau tanpa pengobatan maka anemianya akan sembuh dan tidak akan timbul lagi. Peranan Gizi Ibu Hamil terhadap perkembangan Janinnya LO IV. d. c. b. Pengobatan dengan asam folat hampir selalu berhasil. Anemia megaloblastik dalam kehamilan yang berat tidak diobati mempunyai prognosis kurang baik. Dalam kehamilan berikutnya biasanya wanita menderita anemia hipoplastik lagi.dengan hasil yang sangat memuaskan. yang segera harus diberikan apabilaterjadi perdarahan yang lebih dari biasa. Akhir – akhir ini Imferon banyak puladiberikan dengan infus dalam dosis total antara 1000 – 2000 mg unsur besi sekaligus. Anemia pernisiosa memerlukan pengobatan terus-menerus juga di luar kehamilan. Anemia Hipoplastik Biasanya anemia hipoplastik karena kehamilan apabila selamat mencapai masa nifas akan sembuh dengan sendirinya. cara inidapat dipertanggungjawabkan. Angka kematian bagi ibu mendekati 50% dan anak 90%.Transfusi darah sebagai pengobatan anemia dalam kehamilan sangat jarangdiberikan – walaupun Hb-nya kurang dari 6 g / 100 ml – apabila tidak terjadi perdarahan. Kebutuhan Nutrisi pada Ibu Hamil Trimester I Minggu 1 sampai minggu ke-4 .Darah secukupnya harus tersedia selama persalinan. LI IV. walaupun tidak lebih dari 1000 ml. dan dekstran besi ( imferon ). namun apabila ada indikasi yang tepat.( Ferronascin ). LO III. Anemia megaloblastik Dalam kehamilan umumnya mempunyai prognosis yang cukup baik. Persalinan dapat berlangsung seperti biasa tanpa perdarahan banyak atau komplikasi.

daging-dagingan atau ikan-ikanan. makan dalam porsi kecil tapi sering. Apalagi jantung janin siap berdenyut. Jangan lupa konsumsi zat besi. daging sapi dan roti gandum. 1/2 cangkir brokoli (58 miligram). brokoli. Penuhi melalui aneka sumber karbohidrat (nasi. kacang kering. keju Parmesan atau Romano 1 ons. semuanya untuk membantu proses tumbuh-kembang. susu. B1. yang diperlukan janin yang tengah terbentuk pesat. antara lain roti. telur.6 miligram per hari. aneka produk whole grain. vitamin E untuk metabolisme. dilengkapi sayuran. sumber protein lainnya 2 . sayuran 4 porsi. camilan 2 . Minggu ke-5 Agar asupan kalori terpenuhi. karena volume darah Anda akan meningkat 50%. vitamin B12 untuk membentuk sel darah baru.4 porsi. sereal. dan jus jeruk. susu dan produk olahannya. custard atau puding susu 1 cangkir. dan mencegah pre-eklampsia. vitamin D untuk pembentukan tulang dan gigi. Zat besi berguna untuk memroduksi sel darah merah. daging. Minggu ke-10 Saatnya makan banyak protein untuk memperoleh asam amino bagi pembentukan otak janin. susu atau produk olahannya 3 . B2. meski dilanda mual dan muntah. buah 3 . kacang-kacangan. susu (full cream. telur. Kebutuhan Nutrisi pada Ibu Hamil Trimester II . mie. Sumber DHA: ikan. Tujuannya. jeruk. Konsumsi makanan selagi segar atau panas. Contoh porsi yang dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan zat gizi per hari pada trimester 1. buah. Sumber kolin. diitambah kolin dan DHA untuk membentuk sel otak baru. daging. Konsumsi juga vitamin C untuk pembentukan jaringan tubuh janin.Selama trimester 1 (hingga minggu ke-12).5 ons. roti. penyerapan zat besi. yoghurt 1 cangkir. dan pasta). Kebutuhan kalsium Anda 1000 miligram/hari. ibu harus mengonsumsi berbagai jenis makanan berkalori tinggi untuk mencukupi kebutuhan kalori yang bertambah 170 kalori (setara 1 porsi nasi putih). kuning telur. B3. 1 kiwi sedang (74 miligram). skim) 8 ons. dan minyak kanola. diperoleh dari hati. keju cheddar 1. Konsumsi minimal 2000 kilo kalori per hari. nasi 6 porsi. dan B6.3 porsi. Sumbernya: 1 cangkir stroberi (94 miligram). B. agar tubuh menghasilkan cukup energi. Minggu ke-9 Jangan lupa penuhi kebutuhan asam folat 0. produk unggas. 1 cangkir jus jeruk (82 miligram). sereal. Didapat dari keju 3/4 cangkir. vitamin C untuk penyerapan zat besi.4 porsi. Minggu ke-12 Sejumlah vitamin yang harus Anda penuhi kebutuhannya adalah vitamin A.3 porsi Minggu ke-7 Konsumsi aneka jenis makanan sumber kalsium untuk menunjang pembentukan tulang kerangka tubuh janin yang berlangsung saat ini.

Di trimester dua. bayam dan buah kering. Minggu ke-13 Kurangi atau hindari minum kopi. tidak berkadar garam dan lemak tinggi (misal. Untuk itu. Minggu ke-28 Konsumsi aneka jenis seafood untuk memenuhi kebutuhan asam lemak omega-3 bagi pembentukan otak dan kecerdasan janin. Selain itu. Minggu ke-24 Batasi garam. Juga perlu lebih banyak ngemil. Minggu ke-17 Makan sayur dan buah serta cairan untuk mencegah sembelit. dengan pertambahan berat badan sekitar 12. Pertambahan kalori ini diperlukan terutama pada 20 minggu terakhir. tambahan kalori yang diperlukan setiap hari adalah sekitar 285-300 kkal. kola dan cokelat) berisiko mengganggu perkembangan sistem saraf pusat janin yang mulai berkembang. Minggu ke-14 Ibu perlu menambah asupan 300 kalori per hari untuk tambahan energi yang dibutuhkan untuk tumbuh-kembang janin. Kebutuhan gizi juga semakin meningkat seiring dengan semakin besarnya kehamilan. jangan sampai kekurangan gizi. 3-4 kali sehari porsi sedang.000 kilo kalori (kkal). Pastikan minum 6-8 gelas air setiap hari. Karena itu. gorengan dan junk food). Sebab kafeinnya (juga terdapat di teh. ibu dan janin mengalami lebih banyak lagi kemajuan dan perkembangan. Penuhi antara lain dari 2 cangkir nasi atau penggantinya. tidak hanya kaya karbohidrat tapi bergizi lengkap. bayam) dan vitamin C untuk mengoptimal pembentukan sel darah merah baru. tentu tanpa mengabaikan zat gizi lainnya: 1. karena jantung dan sistem peredaran darah janin sedang berkembang. karena memicu tekanan darah tinggi dan mencetus kaki bengkak akibat menahan cairan tubuh. Vitamin E sebagai antioksidan harus dipenuhi pula. Pertumbuhan otak janin akan terjadi cepat sekali pada dua bulan terakhir menjelang persalinan. Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil Pada Trimester III Di trimester ke III. C. Bila ingin jajan atau makan di luar. Berikut ini sederet zat gizi yang sebaiknya lebih diperhatikan pada kehamilan trimester ke III ini. kuning telur. Kalori Kebutuhan kalori selama kehamilan adalah sekitar 70.000 -80. konsumsi sumber zat besi (ayam. juga sebagai cadangan energi untuk persalinan kelak. Itulah sebabnya pemenuhan gizi seimbang tidak boleh dikesampingkan baik secara kualitas maupun kuantitas. buah kering. Selain untuk mengatasi beban yang kian berat. daging. Pilihannya. pilih yang bersih.5 kg. Penuhi kebutuhan cairan tubuh yang meningkat. Bila mungkin pilih yang kaya serat. . ibu hamil butuh bekal energi yang memadai.

5.html . 4. Anda harus menggenjot konsumsi makanan dari sumber karbohidrat dan lemak. alpukat dan minyak nabati. Riboflavin sekitar 1. susu. telur. akibatnya proses perekembagan janin.2 miligram per hari. sel-sel baru akan tumbuh secara berlebihan sehingga janin tumbuh melampaui ukuran normal. Agar kebutuhan kalori terpenuhi. Semakin berkembang otak jianin. cermati asupa yodium ke dalam tubuh saat hamil. Tapi jangan lupa. 3. bisa pula dibantu dengan jus buah. karbohidrat. Selain air putih. juga berperan dalam pembentukan neurotransmitter (senyawa kimia penghantar pesan antar sel saraf). Angka kecukupan vitamin B6 bagi ibu hamil adalah sekitar 2. Karenanya. Selain itu. biji-bijian dan susu. semakin meningkat pula kemampuan untuk mengantarkan pesan. Ari sangat penting untuk pertubuhan sel-sel baru. Air Kebutuhan ibu hamil di trimester III ini bukan hanya dari makanan tapi juga dari cairan. hati dan telur. Riboflavin (B2) dan Niasin (B3) Deretan vitamin ini akan membantu enzim untuk mengatur metabolisma sistem pernafasan dan enerji. Sebaiknya minum 8 gelas air putih sehari. melarutkan danmengatur proses metabolisma zat-zat gizi.Tambahan kalori diperlukan untuk pertumbuhan jaringan janin dan plasenta dan menambah volume darah serta cairan amnion (ketuban). susu. serta mempertahankan volume darah yang meningkat selama masa kehamilan. kacang-kacangan. jika tiroksin berlebih.2 miligram perhari dan Niasin 11 miligram perhari.elifmedika. buang air besar akan lancar sehingga terhindar dari sembelit serta risiko terkena infeksi saluran kemih. Sementara untuk lemak. Jika cukup mengonsumsi cairan. kentang. agar bobot tubuh tidak naik berlebihan.com/2013/12/Nutrisi-Ibu-Hamil-Trimester-1-2-3. makanan berkuah dan buah-buahan. Janin akan tumbuh kerdil. Selain membantu metabolisma asam amino. Makanan hewani adalah sumber yang kaya akan vitamin ini. termasuk otaknya terhambat dan terganggu. Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi Tiamin sekitar 1. daging berlemak. 2. Vitamin B6 (Piridoksin) Vitamin ini dibutuhan untuk menjalankan lebih dari 100 reaksi kimia di dalam tubuh yang melibatkan enzim. kalori juga berguna sebagai cadangan ibu untuk keperluan melahirkan dan menyusui. Anda bisa mengonsumsi mentega. Sebaliknya. Ketiga vitamin B ini bisa Anda konsumsi dari keju. lemak dan pembentukan sel darah merah. Bila kekurangan senyawa ini. Sumber: http://www. Angka yang ideal untuk konsumsi yodium adalah 175 mikrogram perhari. kacang-kacangan. Tiamin (vitamin B1). mengatur suhu tubuh. kurangi minuman bergula seperti sirop dan softdrink. Karbohidrat bisa diperoleh melalui serelia (padi-padian) dan produk olahannya. Yodium Yodium dibutuhkan sebagai pembentuk senyawa tiroksin yang berperan mengontrol setiap metabolisma sel baru yang terbentuk. gula.2 miligram sehari.

protein dan lemak.8-26.0 ≥7 KEBUTUHAN ZAT GIZI Untuk menunjang kesehatan ibu hamil dan pertumbuhan janin. Kebutuhan protein selama kehamilan rata-rata ditambah sebesar 17 gram per hari.5 janin.4.2 masalah nutrisi pada ibu hamil dan penanganannya Tabel 1.5 0. Kebutuhan protein meningkat terutama pada trimester ketiga.5-18 0. diperlukan asupan makronutrien dan mikronutrien yang adekuat selama kehamilan. >26.8 12.4 persalinan.5-16 0. Lemak merupakan salah satu sumber energi tubuh dan sebagai pelarut vitamin larut lemak. dan malnutrisi setelah lahir. Kebutuhan makronutrien meliputi kalori. Kebutuhan lemak tergantung pada kebutuhan energi untuk peningkatan berat badan. Protein diperlukan untuk membentuk struktur sel dan jaringan serta penyusun enzim. Rekomendasi Peningkatan Berat Badan Selama Kehamilan IMT Sebelum Peningkatan Rata-rata a 2 trimester kedua dan ketiga Kehamilan (kg/m ) Total Berat Peningkatan Badan (kg) Berat Badan Peningkatan berat badan yang (kg/minggu)a tidak adekuat berhubungan dengan gangguan pertumbuhan <19. meningkatkan risiko 19.0 7-11. .0 11.0-29. Kalori diperlukan untuk mencukupi kebutuhan tumbuh kembang janin dan membentuk jaringan penunjang selama kehamilan dengan rata-rata tambahan kebutuhan kalori per hari sebesar 100 kkal untuk trimester pertama dan sebesar 300 kkal untuk trimester kedua dan ketiga. Kebutuhan zat gizi ibu hamil di Indonesia berpedoman pada angka kecukupan gizi (AKG) Indonsia tahun 2004.3 >29.

3 mg per hari.Kebutuhan lemak meliputi asam lemak esensial jenis long chain polyunsaturated fatty acid (LC PUFA) antara lain asam linoleat dan asam linolenat. Kebutuhan magnesium dan fosfor tidak mengalami perubahan selama kehamilan. Rata-rata tambahan kebutuhan seng terus meningkat sampai trimester ketiga sebesar 9 mg per hari. 2. Kebutuhan mikronutrien meliputi vitamin larut air dan larut lemak serta makromineral dan mikromineral. Seng diperlukan sebagai kofaktor pada sebagian besar metabolisme tubuh. 3. Asam folat diperlukan terutama untuk mencegah terjadinya neural tube defect (NTD).4 mg per hari dari kebutuhan sebelum hamil sebesar 1. Kebutuhan kalsium mengalami peningkatan sebesar 150 mg per hari dari kebutuhan sebelum hamil sebesar 800-1000 mg per hari. Pemberian asupan besi akan mempengaruhi absorpsi seng karena kedua mineral tersebut bersifat kompetitif inhibitor. Rata-rata tambahan kebutuhan vitamin A sebesar 300 RE dari kebutuhan sebelum hamil sebesar 500 RE. C) sebesar 10 mg per hari dari kebutuhan sebelum hamil. Asam askorbat dapat diberikan diberikan bersama dengan besi untuk meningkatkan bioavailabilitas besi. 8. 1. 5. Rata-rata tambahan kebutuhan iodium sebesar 50 mcg per hari selama kehamilan. 10. Vitamin B6 diperlukan untuk mengurangi gangguan mual dan muntah. E. yang digunakan untuk pembentukkan membran sel. . Kebutuhan vitamin D. Hormon human chorionic somatomammotropin akan meningkatkan resorspsi tulang sedangkan hormon estrogen akan menghambatnya. transmisi impul saraf. Kebutuhan asam folat ditambahkan sebesar 200 mcg dari kebutuhan sebelum hamil sebesar 400 mcg. 6. dan sumber gugus metil. Rata-rata tambahan kebutuhan vitamin B6 sebesar 0. Kolin mutlak diperlukan dari bahan makanan sebesar 450 mg per hari karena bersifat esensial. Iodium diperlukan dalam pembentukkan tiroksin yang berperan mengatur metabolisme makronutrien. dimana absorpsi besi lebih besar dibandingkan seng. 9. 4. 7. Konsumsi vitamin A berlebihan dari diet harus memerlukan pengawasan yang ketat karena memiliki risiko terjadinya kecacatan janin. dan K tidak mengalami perubahan selama kehamilan. Pemberian tambahan asam askorbat (Vit.

14 kg.sel baru. Salah satu mikronutrien yang diberikan adalah zat besi (Fe) dan akan dibahas lebih lanjut mengenai aspek gizi besi. vitamin B12 membantu kelancaran pembentukan sel-sel darah merah.Pemberian suplementasi vitamin dan mineral diindikasikan pada keadaan defisiensi. maka kebutuhan kalsium akan diambilkan dari cadangan kalsium pada tulang ibu. Untuk itu. yang disebabkan oleh :  Meningkatnya kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin. pembentukan sel. vitamin B6 sebagai pengatur pemakaian protein tubuh. bayi lahir dengan berat badan kurang. namun selama ini suplementasi tetap diberikan pada ibu hamil untuk menjamin kecukupan mikronutrien selama kehamilan. 2. vitamin A diperlukan untuk pertumbuhan. Ini akan mengakibatkan tulang keropos atau osteoporosis. 3. kacang-kacangan. diperlukan sebagai pembentuk jaringan baru janin. b) Zat besi. pemberian makanan dari ibu ke bayi melalui plasenta. serta tidak optimalnya pertumbuhan jaringan tubuh dan jaringan pembentuk otak. dan vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium. Jika ibu hamil kekurangan kalsium. si ibu perlu mengkonsumsi susu. serta pembentukan enzim dan hormon penunjang pertumbuhan janin. dibutuhkan untuk memperlancar proses biologis yang berlangsung dalam tubuh ibu dan janin. . Kekurangan itu akan diambil dari persediaan protein yang dipecah menjadi energi.  Kurangnya asupan zat besi pada makanan yang dikonsumsi sehari-hari. keguguran. Misalnya. Kekurangan energi dalam asupan makanan yang dikonsumsi menyebabkan tidak tercapainya penambahan berat badan ideal dari ibu hamil yaitu sekitar 11 . keju. Sumber tenaga. Kekurangan asupan protein dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan janin. Protein. digunakan untuk menunjang pembentukan tulang dan gigi serta persendian janin. vitamin B1 dan B2 sebagai penghasil energi. telur. Zat-zat gizi penting Zat-zat gizi yang perlu mendapat perhatian dalam konsumsi ibu hamil adalah sebagai berikut: 1. atau tablet kalsium yang dapat diperoleh saat periksa ke Puskesmas atau klinik. erat berkaitan dengan anemia atau kekurangan sel darah merah sebagai adaptasi adanya perubahan fisiologis selama kehamilan. Vitamin. Mineral. Vitamin C membantu penyerapan zat besi guna mencegah anemia. antara lain : a) Kalsium. 4. digunakan untuk tumbuh kembang janin dan proses perubahan biologis yang terjadi dalam tubuh yang meliputi.

LO IV. baik pada ibu maupun janin.2 Masalah gizi pada kehamilan Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan masalah. . seperti diuraikan berikut ini. sehingga tidak mampu menyuplai kebutuhan zat besi dan mengembalikan persediaan darah yang hilang akibat persalinan sebelumnya. Adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi pada wanita.

frekuensi sering sepanjang hari. dan terkena penyakit infeksi. menghindari lemak. maka ia boleh tidak puasa. persalinan sebelum waktunya (prematur). Terhadap Ibu Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain: anemia. Morning Sickness: Makan biskuit. Apalagi jika membawa efek pada janinnya. pendarahan. Mulas: makan dengan jumlah kecil. goreng. dan makanan pedas. pendarahan setelah persalinan. frekuensi sering sepanjang hari. berat badan ibu tidak bertambah secara normal. atau pretzel sebelum bangun tidur. tidak sulit baginya jalani puasa dan tidak membawa efek bagi janinnya. 3. Jika mengalami : a. anemia pada bayi. minum 6 sampai 8 gelas air sehari. minuman sitrat. lahir dengan berat badan lahir rendah (Nelson. c. cacat bawaan. b. Hukum Puasa bagi Ibu Hamil Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan. abortus. maka wajib bagi wanita hamil tersebut untuk berpuasa. 2. makan dengan jumlah kecil. 2. oatmeal. dan membatasi makanan dan minuman berkafein.1. Diare: Makan lebih banyak makanan yang mengandung pektin dan gum (dua jenis serat makanan) untuk membantu menyerap kelebihan air. dan roti gandum halus. Status wanita hamil dan menyusui adalah seperti orang yang sakit. d. LI V. Wanita hamil tidak lepas dari dua hal: 1. Sembelit: Makan buah dan sayuran segar. Wanita tersebut tidak mampu dan berat jalani puasa atau badannya lemas jika jalani puasa dan sebab lainnya. kematian neonatal. sereal. namun tetap dirinya harus meng-qodho puasanya ketika ia mampu . asfiksia intra partum (mati dalam kandungan). 2000). [Fatawa Asy Syaikh Ibnu 'Utsaimin. kondisi ini juga wajib baginya untuk tidak berpuasa. dan makanan berminyak. pisang. serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat (Poedji Rochjati). Jika ia sulit jalani puasa. Wanita itu kuat dan semangat untuk jalani puasa. bayi lahir mati. Contoh makanan tersebut adalah saus apel. coba minum susu sebelum makan. pedas. Karena ketika itu tidak ada udzur baginya untuk tidak berpuasa. Terhadap Janin Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan keguguran. maka dalam kondisi ini hendaklah ia tidak berpuasa. Terhadap Persalinan Pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama. 1/487] Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah berkata. nasi putih.

AllahTa’ala berfirman.nantinya. kalori yang dibutuhkan untuk memberi asupan bagi sang buah hati adalah sama. statusnya seperti orang sakit. Sebagian ulama berpendapat cukup bagi wanita hamil dan menyusui mengganti puasanya dengan menunaikan fidyah. Sebagaimana dalam ayat. Namun. sebanyak hari yang ditinggalkannya itu. Kedua kondisi terakhir. pada hari-hari yang lain. maka wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. hal. juga puasa dari wanita hamil dan menyusui. “Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). Namun pendapat ini adalah pendapat yang lemah. Kondisi inilah yang menimbulkan konsekuensi yang berbeda bagi para ibu dalam menghadapi saat-saat puasa di bulan Ramadhan. 1. Ada pula para ibu yang memiliki kondisi fisik yang lemah yang mengkhawatirkan keadaan dirinya jika harus terus berpuasa di bulan Ramadhan begitu pula para ibu yang memiliki buah hati yang lemah kondisi fisiknya dan masih sangat tergantung asupan makanannya dari sang ibu melalui air susu sang ibu. ‫رورمنن ركٍمارن رممري ض‬ ‫ضٍما أرنو رعرل ى رسرفمر رفمعيد ة ممنن أريٍمامم أأرخرر‬ “Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). Keadaan ini disamakan dengan orang yang sedang sakit dan mengkhawatirkan keadaan dirinya. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan Dirinya Saja Bila Berpuasa Bagi ibu. Al Baqarah: 185) ‫ضمع‬ ‫صنورم رورعنن لانلأحنبرل ى رولانلأمنر م‬ ‫إمين لايلر رو ر‬ ‫صرلمة رولال ي‬ ‫صرف لال ي‬ ‫ضرع رعنن لانلأمرسٍمامفمر من ن‬ “Sesungguhnya Allah meringankan separuh shalat dari musafir. Al Baqarah[2]:184) . maka (wajiblah baginya berpuasa).”(Qs. 171] Kondisi fisik seorang wanita dalam menghadapi kehamilan dan saat-saat menyusui memang berbeda-beda.” (Diriwayatkan oleh yang lima) [Tuhfatul Ikhwan bi Ajwibah Muhimmah Tata'alluq bi Arkanil Islam. yaitu memberi makan pada orang miskin bagi hari yang tidak berpuasa. memiliki konsekuuensi hukum yang berbeda bentuk pembayarannya.” (QS. yaitu sekitar 2200-2300 kalori perhari untuk ibu hamil dan 2200-2600 kalori perhari untuk ibu menyusui. untuk keadaan ini maka wajib untuk mengqadha (tanpa fidyah) di hari yang lain ketika telah sanggup berpuasa. tetap baginya menunaikan qodho puasa seperti musafir dan orang sakit. pada dasarnya. Yang tepat. Ada yang merasa tidak bermasalah dengan keadaan fisik dirinya dan sang bayi sehingga dapat menjalani puasa dengan tenang.

” ( HR.” (al-Mughni: 4/394) 2. “Para sahabat kami (ulama Syafi‟iyah) mengatakan. “Berbuka dan gantinya memberi makan satu . maka sedemikian pula (hendaklah) dia berbuka dan mengqadha. tanpa ada perselisihan (di antara Syafi‟iyyah). Abu Dawud) dan perkataan Ibnu „Umar radhiallahu’anhu ketika ditanya tentang seorang wanita hamil yang mengkhawatirkan anaknya. Patokan lainnya bisa berdasarkan diagnosa dokter terpercaya – bahwa puasa bisa membahayakan anaknya seperti kurang akal atau sakit -. Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan. Dalil yang digunakan adalah sama sebagaimana kondisi pertama dan kedua. Tidak ada fidyah karena dia seperti orang yang sakit dan semua ini tidak ada perselisihan (di antara Syafi‟iyyah). dinukil dari majalah Al Furqon) 3. (Al Furqon. „Orang yang hamil dan menyusui. Pendapat ini dipilih oleh Syaikh Bin Baz dan Syaikh As-Sa‟di rahimahumallah Dalil ulama yang mewajibkan sang Ibu untuk membayar fidyah saja. ulama berbeda pendapat tentang proses pembayaran puasa sang ibu. “Wanita hamil dan menyusui. namun telah ada dugaan kuat akan membahayakan atau telah terbukti berdasarkan percobaan bahwa puasa sang ibu akan membahayakan. apabila keduanya khawatir dengan puasanya dapat membahayakan dirinya. Berikut sedikit paparan tentang perbedaan pendapat tersebut. yaitu perkataan Ibnu Abbas radhiallahu’anhu. Apabila orang yang hamil dan menyusui khawatir dengan puasanya akan membahayakan dirinya dan anaknya. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan Dirinya dan Buah Hati Bila Berpuasa Sebagaimana keadaan pertama. maka beliau berkata. jika takut terhadap anak-anaknya. Oleh karena itulah. sebenarnya sang ibu mampu untuk berpuasa. “Kami tidak mengetahui ada perselisihan di antara ahli ilmu dalam masalah ini. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan. kekhawatiran bahwa jika sang ibu berpuasa akan membahayakan si buah hati bukan berdasarkan perkiraan yang lemah.Berkaitan dengan masalah ini. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan si Buah Hati saja Dalam keadaan ini. maka dia berbuka dan mengqadha. Dalill yang digunakan adalah sama sebagaimana dalil para ulama yang mewajibkan qadha dan fidyah.‟” (al-Majmu’: 6/177. karena ked keduanya seperti orang sakit yang takut akan kesehatan dirinya. edisi 1 tahun 8) Untuk kondisi ketiga ini. yakni sang wanita hamil atau menyusui ini disamakan statusnya sebagaimana orang sakit. maka mereka berbuka dan memberi makan seorang miskin. Dalil ulama yang mewajibkan sang ibu untuk membayar qadha saja. sang ibu dalam keadaan ini wajib mengqadha (saja) sebanyak hari-hari puasa yang ditinggalkan ketika sang ibu telah sanggup melaksanakannya.

dishahihkan oleh Syaikh Al Bani dalam Irwa‟ul Ghalil). maka mereka berbuka dan memberi makan seorang miskin. Dalil ulama yang mewajibkan sang Ibu untuk mengqadha dengan disertai membayar fidyah Dalil sang ibu wajib mengqadha adalah sebagaimana dalil pada kondisi pertama dan kedua. (yaitu) memberi makan seorang miskin…” (Qs.” (HR. “…Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah. Sedangkan dalil pembayaran fidyah adalah para ibu pada kondisi ketiga ini termasuk dalam keumuman ayat berikut. Begitu pula jawaban Ibnu „Umar radhiallahu’anhu ketika ditanya tentang wanita hamil yang khawatir terhadap anaknya. yaitu wajibnya bagi orang yang tidak berpuasa untuk mengqadha di hari lain ketika telah memiliki kemampuan. Pendapat ini adalah termasuk pendapat yang dipilih Syaikh Salim dan Syaikh Ali Hasan hafidzahullah. beliau menjawab. “Wanita hamil dan menyusui. Para ulama berpendapat tetap wajibnya mengqadha puasa ini karena tidak ada dalam syari‟at yang menggugurkan qadha bagi orang yang mampu mengerjakannya. “Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar diyah (yaitu) membayar makan satu orang miskin. . jika takut terhadap anak-anaknya. sanadnya shahih) Dan ayat Al-Qur‟an yang dijadikan dalil bahwa wanita hamil dan menyusui hanyaf membayar fidyah adalah.” (Qs. Abu Dawud. “Hendaklah berbuka dan memberi makan seorang miskin setiap hari yang ditinggalkan. Al-Baqarah [2]:184) Hal ini juga dikuatkan oleh perkataan Ibnu Abbas radhiallahu’anhu.mud gandum setiap harinya kepada seorang miskin. Al-Baqarah [2]: 184) Hal ini disebabkan wanita hamil dan menyusui yang mengkhawatirkan anaknya dianggap sebagai orang yang tercakup dalam ayat ini.” (al-Baihaqi dalam Sunan dari jalan Imam Syafi‟i.” Adapun perkataan Ibnu Abbas dan Ibnu „Umar radhiallahu’anhuma yang hanya menyatakan untuk berbuka tanpa menyebutkan wajib mengqadha karena hal tersebut (mengqadha) sudah lazim dilakukan ketika seseorang berbuka saat Ramadhan.

Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran.B.id.html Snell. Luis. Jakarta: EGC Notobroto.elifmedika. Sekitar kelahiran bayi yang perlu anda ketahui . Juncqueira. Sherwood.com/2013/12/Nutrisi-Ibu-Hamil-Trimester-1-2-3. Manuaba. I.G. Jose Carneiro. EGC.or.PT Bina Pustaka Prawiro Rahardjo. ed.B. Fisiologi Manusia: Dari sel ke Sistem Prawirohardjo S.Jakarta: EGC. Jakarta. Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri Ginekologi dan Keluarga Berencana.ac.EGC. 1991. 1998 . Guyton dan Hall. Jakarta : EGC. 2006.G. 2001.unair. 1997. Edisi 2.1998. Synopsis obstetric Jilid 1. Histologi Dasar. L.3. Jakarta: EGC Manuaba. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. http://adln. RI 1995.lib.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. Depkes. diperoleh 24 Februari. I.DAFTAR PUSTAKA http://muslim.id/fiqh-dan-muamalah/lebih-afdhol-mana-antara-puasa-atau-tidak-bagi-wanitahamil. 2003. Jakarta: EGC Mochtar.Ilmu kebidanan edisi 4.html http://www. Sinopsis Obstetri. Jakarta.2007. Insiden Anemia.2004. RS. R. Prof Rustam.