Anda di halaman 1dari 19

A.

1.

Pengertian Inovasi Pembelajaran
Pengertian Inovasi
Dalam dunia pendidikan terdapat beberapa istilah tentang inovasi
yang harus diketahui oleh para colon pendidik, yaitu
diskoveri (discovery), invensi (invention), dan inovasi
(inovasi). Diskoveri adalah penemuan sesuatu yang
sebenarnya benda atau hal yang ditemukan itu sudah
ada, tetapi belum diketahui orang. Invensi adalah
penemuan sesuatu yang benar-benar baru, artinya hasil
karya manusia. Sedangkan inovasi adalah suatu ide,
barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati
sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau
sekelompok orang atau masyarakat.
Ketika mendengar kata inovasi, yang muncul di benak kita
barang kali sesuatu yang bersifat baru, unik dan menarik.
Pengertian inovasi menurut Suherli Kusmana (2010:2),
Inovasi adalah suatu hasil penciptaan sesuatu yang
dianggap baru yang dimaksudkan untuk mengatasi
masalah, baik berupa ide, barang, kejadian, metode dan
sebagainya yang dilakukan oleh seseorang atau
kelompok.

Pembelajaraninovatif, dewasa ini menjadi perbincangan hangat
diberbagai kalangan, mulai dari guru, praktisi pendidikan,
dan pemerintah baik pusat maupun pemerintah
daerah.Inovatif (innovative) yang berarti new ideas or
techniques, merupakan kata sifat dari inovasi (innovation)
yang berarti pembaharuan. Thompson dan Eveland
(1967) mendefinisikan inovasi sama dengan teknologi,
yaitu suatu desain yang digunakan untuk tindakan
instrumental dalam rangka mengurangi ketidakteraturan
suatu hubungan sebab akibat dalam mencapai suatu
tujuan tertentu. Jadi, inovasi dapat dipandang sebagai
suatu upaya untuk mencapai tujuan tertentu. Rogers dan
Shoemaker (1971) mengartikan inovasi sebagai ide-ide
baru, praktek-praktek baru, atau objek-objek yang dapat
dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau
masyarakat sasaran. Pengertian inovasi tidak hanya
terbatas pada benda atau barang hasil produksi, tetapi
juga mencakup ideologi, kepercayaan, sikap hidup,
informasi, perilaku, atau gerakan menuju proses
perubahan di dalam segala bentuk tata kehidupan
masyarakat (Rogers dan Shoemaker, 1971).
Dengan demikian, inovasi dapat dimaknai sebagai suatu ide, produk,
informasi teknologi, kelembagaan, perilaku, nilai-nilai,
atau praktek-praktek baru yang belum banyak diketahui,
dan digunakan/diterapkan oleh sebagian besar warga
masyarakat yang dapat mendorong terjadinya perubahan
yang lebih baik.

kecenderungan guru untuk berperan lebih sebagai transmiter. isi pelajaran. Perubahan paradigma pembelajaran berawal dari hasil refleksi terhadap eksistensi paradigma lama yang mengalami perubahan menuju paradigma baru yang diharapkan mampu memecahkan masalah. kecenderungan fakta. sumber pengetahuan. konsultan. Jadi. Oleh sebab itu. . paradigma pembelajaran yang dirasakan telah mengalami perubahan antara lain: a. e.dan mahatahu. Paradigmapembelajaran yang merupakan hasil gagasan baru adalah : a. c. inovasi pembelajaran adalah pembelajaran yang menggunakan ide atau teknik/metode yang baru untuk melakukan langkahlangkah belajar. penggunaan media statis lebih mendominas. jadwal fleksibel. lebih mentoleransi kebiasaan latihan menghafal. sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar yang diinginkan. belajar diarahkan oleh siswa sendiri. berbasis masalah. belajar diarahkan oleh kurikulum. b. merupakan terjemahan dari learning yang artinya belajar atau pembelajaran. Dalam proses pembelajaran. dan h. proyek. c. f. f. pembimbing.1. d. komputer sebagai alat. komunikasi terbatas. g. perancangan dan penyelidikan. dan presentasi media dinamis. peran guru lebih sebagai fasilitator. Pada lembaga pendidikan. dan teori sebagai basis belajar. paradigma baru pembelajaran sebagai produk inovasi yang lebih menyediakan proses untuk mengembalikan hakikat siswa sebagai manusia yang memiliki segenap potensi untuk mengalami proses dalam mengembangkan kemanuasiaanya. dan kawan belajar. d. dan refleksi. Inovasi pembelajaran muncul dari perubahan paradigma pembelajaran. terkandung makna pembaharuan. tindakan nyata. e. terbuka sesuai kebutuhan. Berdasarkan definisi secara harfiah pembelajaran inovatif. dunia nyata. kuliah terikat dengan jadwal yang ketat. b. Inovasi Pembelajaran Pembelajaran.

Dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses yang dilakukan manusia untuk menambah. sedangkan menurut Bower Hilgard (1981). belajar harus memungkinkan terjadinya perubahan perilaku pada diri individu. kedua perubahan merupakan buah dari pengalaman. dan sikap serta ketrampilan yang dilakukan secara berulang-ulang untuk medapatkan perubahan yang diinginkan. nilai. Paradigma pembelajaran yang mampu mengusik hati siswa untuk membangkitkan mode mereka hendaknya menjadi fokus pertama dalam mengembangkan fasilitas belajar. dan kebiasaan. dan yang ketiga perubahan itu relatif tetap. kematangan atau kelelahan. Secara konseptual Fontana (1981) mengartikan belajar adalah suatu proses perubahan yang relatif tetap dalam perilaku individu sebagai hasil dari pengalaman. Ciri-ciribelajar yaitu pertama. belajar mengacu pada perubahan perilaku atau potensi individu senagai hasil dari pengalaman dan perubahan tersebut disebabkan oleh insting. belajar juga merupakan proses psikologis pedagogis yang ditandai dengan adanya interaksi individu dengan lingkungan belajar yang sengaja diciptakan. Menurut teori behavioris belajar adalah proses relasi antara stimulus dan respon (S-R). memperluas. 1.apapun fasilitas yang dikreasi untuk memfasilitasi siswa dan siapapun fasilitator yang akan menemani siswa belajar. dan attitudes (sikap). skill (ketrampilan). Ada delapan jenis belajar menurut Gagne (1985). Menurut ahli psikologis belajar adalah sebagai proses psikologis yang disimpulkan dari hasil penelitian tentang bagaimana anak berfikir (Hall:1883). yaitu: . sedangkan teori gestalt berpendapat bahwa belajar adalah relasi antara bagian dengan totalitas pengalaman. A. seharusnya bertolak dan berorientasi pada apa yang menjadi tujuan belajar siswa. Konsep Belajar dan Pembelajaran Konsep Belajar Belajar merupakan proses psikologi individu dalam interaksinya dengan lingkungan secara alami. Menurut Bell-Gredler (1986:1) belajar adalah proses yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam competencies (kemampuan). dan mendalami pengetahuan.

atau pengalaman yang luas dan mencoba membeda-bedakan hal-hal yang jumlahnya banyak. h. e. Belajar Pemecahan Masalah (problem solving learning) Belajar pemecahan masalah terjadi bila individu menggunakan berbagai konsep atau prinsip untuk menjawab suatu pertanyaan. d. Belajar Membedakan (discrimination learning) Belajar diskriminasi terjadi bila individu berhadapan dengan benda. g. Belajar Hukum atau Aturan (rule learning) Belajar hukum atau aturan terjadi bila individu menggunakan beberapa rangkaian peristiwa atau perangkat data yang diberikan sebelumnya dan menerapkannya atau menarik kesimpulan dari data tersebut menjadi suatu aturan. c. suasana. f. Belajar Konsep (concept learning) Belajar konsep terjadi bila individu berbagai fakta atau data yang kemudian ditafsirkan ke dalam suatu pengertian atau makna yang abstrak. b.a. Belajar Asosiasi Verbal (verbal association learning) Belajar asosiasi verbal terjadi bila individu telah mengetahui sebutan bentuk dan dapat menangkap makna yang bersifat verbal. Belajar Rangkaian (chaining learning) Belajar rangkaian terjadi melalui berbagai proses stimulus-respon (S-R) yang telah dipelajari sebelumnya sehingga mnelahirkan perilaku yang segera atau spontan. . Belajar Stimulus-Respon (stimulus-response learning) Belajar stimulus-respon terjadi pada diri individu karena ada rangsangan dari luar. Belajar isyarat (signal learning) Belajar melalui isyarat adalah melakukan atau tidak melakukan karena adanya tanda atau isyarat.

mereka belum dapat menggunakan dan menerapkannya secara efektif dalam pemecahan masalah sehari hari yang kontekstual. Siswa belum mampu mempelajari fakta. t eori. konsep. dan gagasan inovatif lainnya pada tingkat ingatan. hukum. Beberapa siswa belum belajar sampai pada tingkat pemahaman.diperlukan untuk mengikuti pelajaran lanjutan. prinsip. Kalau masalah ini dibiarkan dan berlanjut terus. lulusan sebagai generasi peneru .

Di era pembangunan yang be rbasis ekonomi dan globalisasi sekarang ini diperlukan pengetahuan dan keanekaragam an keterampilan agar siswa mampu Memberdayakan dirinya untuk menemukan. menafsirkan . Proses pembelajaran berdasarkan multikarakter siswa dan mul tikonteks belajar dengan berorientasi pada konsep bahwa : 1. Keunikan haru s diberi tempat . Dengan layanan ini diharapkan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan deng an baik. Hal ini disebabkan karena layanan yang diberikan mampu memenuhi keinginan atau kebutuhan para peserta didik. sehingga proses pembelajaran menjadi kegiatan yang menyenangkan peserta didik. proses menyeragaman dan menyamarataan akan membunuh keunikan tersebut. Lulusan yang diperlukan tidak sekedar yang mampu mengingat dan memahami informasi tetapi juga yang mampu menerapkannya secara kontekstual melalui beragam kompetensi. Oleh karena itu. Setiap peserta didik adalah unik.s bangsa akan sulit bersaing dengan lulusan negara negara lain. Peserta didik mempunyai kelebihan dan kelemahan masing masing. Layanan professional sehingga dapat memuaskan pihak yang dilayani. menilai dan menggunakan informasi. serta melahirkan gagasan kreatif untuk menentukan s ikap dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian diperlukan layanan profesional dalam kegiatan belajar mengajar.

blogspot. Dengan kata lain. garduguru. Namun. Sehingga guru hendaknya memiliki sifat sifat seorang pendidik ya ng memiliki kemampuan dalam mewujudkan penampilan kualitas kepribadian dalam interaksi dengan lingkungan pendidikan agar kebutuhan dan tujuan dapat tercapai secara efektif.com). Jalan pikir anak tidak selalu sama dengan jalan piker orang dewasa. 3. Usia anak merupakan usia paling kreatif dalam hidup manusia. Anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. Kompete nsi tersebut akan tercermin dalam penampilan yang bersumber pada . Dunia anak adalah dunia rasa keingintahuan sebagai cara memancing rasa keingintahuan anak sebaiknya materi pelajaran di sajikan lewat permainan. Orang dewasa harus dapat menyelami cara merasa dan berpikir anak anak. 4. dunia pendidikan tidak memberikan kesempatan bagi kreatifitas. Yang terjadi justru sebaliknya. seorang pendidik memiliki kompetensi kinerja yang mantap. pendidik materi pelajaran lewat ceramah seperti yang mereka peroleh dari bangku sekolah yang pernah diikuti.dan dicarikan peluang agar dapat lebih berkembang. Disampaikan pada Seminar Nasional Pendidikan tanggal 14 Mei 2009 2. ( Sutyano.

A. praktek atau obyek yang dapat dipahami sebagai sesuatu yang baru. penguasaan proses. komponen penguasaan subyek. kemampuan penyesuaian diri. kalau diukur sejak ditemukan pertama kali. dapat diukur oleh istilah istilah ekonomi. Memiliki tingkat kecocokan. 4. Memiliki tingkat kerumitan yaitu kesadaran bahwa inovasi memiliki kesulitan untuk dipahami dan dipergun akan. yaitu bahwa inovasi bersifat terbatas. 3. prestise sosial. . atau mempunyai makna lain yaitu mengadopsi dari sesuatu yang sebenarnya bukan benar benar baru. kualitas professional. 2. Dapat dicoba. namum dipahami sebagai sesuatu y ang baru yang memiliki karakteristik : 1. yaitu adanya pemahaman bahwa ide tersebut harus lebih baik daripada yang digantikannya. 5. Memiliki tingkat hubungan keuntungan. keramah tamahan dan faktor pen ting adalah dapat memuaskan. pengalaman masa lalu dapat memenuhi kebutuhan. yaitu adanya kosistensi dengan nilai yang mapan. Konsep Inovasi Inovasi adalah su atu gagasan (ide).komponen penampilan. berlandaskan kualitas kepribadiannya.

1999:44). Inovasi adalah lebih pada pengembangan produk da respon perilaku terhadap perbedaan perbedaan (Stephen Carter. Konsep inovasi meliputi aktivitas yang melibatkan pembaharun dan perubahan yang positif dalam pelaksanaan kurikulum dan aktivitas kurikulum yang berkaitan dena k urikulu di peringkat sekolah. Tenaga pengajar yang inovatif adalah yang aktif mencari ide ide baru. kaidah. Inovasi. kaidah pengajaran dan pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Inovasi dapat dipahami sebagai dasar kontribusi pribadi dan bukan sekedar untuk pemenuhan dari suatu keadaan yang dibutuhkan atau sekedar budaya kebiasaan. Basis untuk berinovasi adalah lebih pada t ingkat dasar dari kegiatan atau perbaikan seseorang. dan kaitannya dalam pr oses pembelajaran sebgai penghasian produk atau kaidah yang baru kearah pelaksanaan kurikulum. 1995 : 11 16). dan mengalam i proses . teknologi pendidikan.Dapat diobservasi. te knik atau pendekatan baru yang meningkatkan pembelajaran. dapat digambarkan sebagai upaya peningkatan pemikiran. Pembaharuan itu menjelma melalui cara. Pelkasaan kuriulum merujuk pada usaha melaksanakan kurikulum melalui bahan bahan kurikulum. yaitu sebuah inovasi yang dapat terlihat untuk diteliti ( Everett M Roges.

Masyarakat y ang semakin rasional dan teknologis semakin membutuhkan jasa sekolah dan atau guru yang bermutu. Dan mengalami proses perubahan. Hasil inovasi guru yang telah dilaksanakan di sekolah dan dapat dibuktikan keberhasilannya. Pembaharuan atau inovasi dalam dunia kependidikan sering diartikan sebagai suatu upaya lembaga pendidikan dalam menjembatani masa sekarang dan masa yang akan datang dengan cara memperkenalkan program kurikulum atau metodologi pengajaran yang baru sebagai jawaban atas perkembangan internal dan eksternal dalam dunia pendidikan yang cenderung mengeja efisiensi dan efektivitas (Wijaya dkk. Pada lembaga pendidikan. faktor yang menjadi penentu keberhasilan tujuan pendidikan adalah gur u. Hal ini ditegaskan oleh Samana (1994:16) bahwa guru merupakn faktor uatama dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan sekolah yang pada gilirannya akan sangat mempengaruhi kemajuan masyarakat yang menjadi suprasistem sekola yang bersangkutan. Proses Kegiatan Be lajar dan Mengajar. Perubahan ini mesti menunjukkan sifat sifat baru dan asli untuk mencapai keberhasilan dalam pelaksanaan kuri kulum di sekolah. . B. waktu. 1991:2). tidak terhenti dalam satu waktu saja melainkan terus berlangsung. Kecakapan dan keberhasilan penggunaan pendekatan yang inovatif perlu disesuaikan dengan biaya. tenaga dan penggunaannya.pelaksanaan yang terus berkesinambungan.

serta media pembelajaran. dan evaluasi yang tepat. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. dan penggunaan perangkat evaluasi yang tepat untuk mendapatkan umpan balik dari siswa ( Sutrisno. Indikatornya. (1) kelengkapan persiapan mengajar guru. (2) kesesuaian pembelajaran dengan skenarionya dan bervariasinya metode pembelajaran yang digunakan. 2008:2). bahan ajar. disebabkan perkembangan jaman yang terus terjadi tanpa henti deng an . dan (3) ketepatan dalam pemberian tugas. hendaknya dapat mengolah kemampuannya untuk membuat media pembelajaran yang efektif dan efisien. pelaksanaan. pemanfaat an sumber belajar. Dalam proses pembelajaran guru telah menerapkan prinsip prinsip dasar peadogik modern dan yang mengutamakan pentingnya perencanaan. Hal ini. Peran guru dalam inovasi dan pengembangan media pembelajaran sangat diperlukan mengingat guru dapat dikatakan sebagai pemain yang sangat berperan dalam proses belajar mengajar di kelas. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yan g diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan.Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. menurut Wijaya dkk (1991:2). Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multi kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran.

kurun waktu tertentu. Dari komponen proses pembelajaran itu guru dapat merencanakan kegiatan dan strategi pemb elajaran yang relevan dengan tujuan belajar. Lembaga pendidikan hendaknya tidak hanya puas dengan metode dan teknik lama. klasikal . kelompok. mencakup Analisis Kurikulum. individual.  . analisis kebutuhan maupun desain pembelajaran. sangat wajar jika kondisi ini harus diperhatikan oleh guru agar terus mengadakan pembaharuan (inovasi). Strategi pengembangan pembelajaran ini menjadi penting karena adanya beberapa persoalan dalam proses belajar yang mungkin ada dalam sebuah system pembelajaran. Strategi pengembangan pembelajaran meliputi :  Persi apan. U ntuk dapat m erencanakan proses pembelajaran secara inovatif yang mampu memberikan pengalaman yang berguna bagi siswa kita perlu memperhatikan komponen penting proses pembelajaran.  Metode yang digunakan secara umum adalah. seiring dengan perkembangan dunia informasi dan Komunikasi. Karena itu. sehingga tidak atau kurang ada maknanya jika diterapkan pada masa sekarang. yang menekankan pada metode hafalan. Perkembangan jaman yang begitu pesat dewa sa ini membuat siswa semakin akrab dengan berbagai hal yang baru.

Dengan demik i an guru harus selalu memberikan informasi yang mutakhir dalam bidang yang diajarkannya. Telah beraba d abad berlaku paragdigma konvensional yang menjeladskan bahwa keberhasilan seseorang dikaitkan dengan kemampuan intektualnya. Siswa. Juga perlu memiliki kemampuan untuk memprediksi mengenai apa yang akan muncul dan apa yang akan tenggelam dari aplikasi bidang studi yang akan diajarkannya. Pe rsoalannya sekarang ialah. Dari segi guru. ya ng diukur den . C. Ini berarti bahwa guru perlu memiliki wawasan yang berorinetasi pada masa depan. misalnya . Evaluasi diperluakan untuk mengetahui apakah strategi yang digunakan cocok atau tidak . Model Pemb elajaran Inovatif Pembelajaran yang inovatif memerlukan guru dan juga kepala sekolah untuk memahami paragdikma baru dari suatu keberhasilan. dan Kurikulum/materi) dapat saling memberikan dukungan secara sinergis terhadap proses pembelajaran sehingga mampu melahirkan pengalaman beharga bagi kehidupan siswa dimasa yang akan dat ing manakala siswa itu mengarungi kehidupan nyata dalam masyarakat. bagaiamana fungsi 3 komponen ( Guru.Evaluasi. perlu memiliki visi dan misi yang jelas terhadap masa depan siswa.

sangat diabaikan. Penanaman kreativitas sangat penting agar para lulusan sekolah mampu berfikir fleksibel. Yang selama ini dianut oleh guru hanya mengajar hasil belajar yang bersifat kuantitatif. Proses belajar mengajar sangat mementikan aspek kognitif. padahal pengembangan potensi belahan otak kiri dan kanan seacar seimbang menjadi sangat penting agar disamping pseserta didik cerdas. Inplikasinya. pengajaran sangat mementingkan belahan otak kiri. imajinatif. holistic. sintetik. memiliki kemampuan analitis matematis.gan IQ (Intellegence Quotient ). kita harus berani mulai mengembangkan kemampuan belahan otak kanan yang banyak menawarkan kemampuan untuk berfikir secara divergent dan holistic. dan juga banyak alternatif yang dikuasai dalam pemecahan masalah yang dihadapiny a. mereka juga memiliki kemampuan ber fi kir imajinatif yang mencakup lintas rtuang dan waktu. sehingga persoalan berfikir kreatif. Dalam kerangka mengembangkan system pengajaran yang inovatif disekolah. Paragdigma untuk melihat keberhasilan yang mengandalkan IQ sangat berpengaruh terhadap visi da n misi proses pengajaran. kreatif. Pendidikan kita sangat mementin gkan nilai akhir ujian selama bertahun tahun . Belahan otak kanan yang terlalu lam a diabaikan ini juga sebagai akibat dari formula . dan holistik.

Pergantian paradigma guru yang konvensional menjadi guru yang mampu menjadikan siswa siap menghadapi perubahan. 3.ideology dan praksis politik orde baru yang dalam segala hal menginginkan dan mengharuskan adanya keseragaman. Kebiasaan pengulangan dan latihan menu ju perancangan dan penyelidikan. Dari komponen proses pembelajaran itu guru dapat merencanakan kegiataan dan strategi pembelajaran yang relevan dengan tujuan belajar. Peran guru sebagai transmitet ke fasilitator. 4. Strategi pengembangan pelajaran ini menjad i penting karena adanya beberapa persoalan dalam proses belajar. Peran guru sebgai sumber pengetahuan menjadi kawan belajar. Belajar mengikuti norma menj adi keanekaragaman yang kreatifpresentasi media . 7. 6. 5. Fokus kelas menuju fokus masyarakat. Belajar berbasis teori menuju dunia dan tindakan nyata secara refleksi. Hasil yang ditentukan sebelumnya menuju hasil yang terbuka . Untuk dapat merencanakan proses pembelajaran secara inovatif yang mampu memberikan pengalaman be rguna bagi siswa kita perlu memperhatikan komponen penting proses pembelajaran. 2. melalui perubahan pola piker lama dan baru. pembimbing dan konsultan. Perubahan pikiran yang diperlukan a dalah dari : 1.

Student Teams Achievments Divisions ( STAD) / Tim Siswa kelompok Prestasi D. memberikan umpan baik. menyampaikan tujuan pembelajaran. diantaranya adalah : menimbulkan d an mempertahankan perhatian siswa. Problem based Introduction (PBI) / (Pembelajaran Berdasarkan Masalah) F. Make A match ( Mencari pasangan) . menyampaikan materi. 8. Model pembelajaran Inovatif yang bias diajarkan oleh guru dalam proses kegiatan belajar dan mengajar di sekolah diantaranya adalah: A. Mind Mapping ( Peta Pemikiran) G. Jigsaw E. mengukur hasil belajar. memperoleh unjuk kerja siswa. P enilaian hasil belajar secara normative menuju pengukuran unjuk kerja yang komperhensif (Wayan Santyasa.statis menuju interaksi multimedia yang dinamis. memberikan bimbingan belajar . 2005 : 3 ) Untuk mencapai model pembelajaran yang dapat dipergunakan oleh seorang guru harus memenuhi syarat syarat. Picture and Picture C. mem perkuat retensi dan transfer belajar. mengingat kembali prinsip/konsep yang telah dipelajari. Model Example Non Example B.

tidak berkualitas.com) Kesimpulan Dalam proses pendidikan.wordpress. Mengapa penentu keberhasilan proses pembelajaran itu terletak ditangan guru d an peserta didik? karena proses pembelajaran yang baik . dan juga tidak relevan dengan perkembangan ilmu pengertahuan dan teknologi yang terjadi di dunia nyata. J. Facilitator And Explaining siswa/peserta mempre sentasikan ide/pendapat pada rekan lainnya. Explicit Intruction/Pengajaran langsung pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangangkan belajar siswa tentang pengetahuan tentang pengetahuan prosedur dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarka n dengan pola selangkah demi selangkah K. J ika proses pembelajaran berlangsung tidak baik.H. Karena proses pembelajaran memegan g peran yang amat penting dalam pendidikan. Snowball Throwing ( Bola Salju) I. Cooperative Integrated reading and composition (CIRC)/Kooperatif terpadu membaca dan menulis (akhmadsudarjat. kegiatan pembelajaran memiliki peran yang amat penting. implikasinya guru dan peserta didik merupakan pihak pihak yang amat penting dalam menentu kan keberhasilan proses pembelajaran dikelas. dapat dipastikan hasil pendidikan juga tidak baik.

I Dr. MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI. Renassance. A. Drs. USA : Biddles Ltd. profil pelaksanaan kurikulum tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Provinsi Jambi ( S tudi Evaluatif P elaksanaan KTSP. (1975). M. 19 95 Samana.1991.New York: Holt. Didalam proses sepert i itu. maka proses itu akan kontraprduktif tidak membuahkan h asil yang maksimal atau bahkan dapat membuahkan hasil yang sifat justru tidak mendidik. Step shen. Essentials of leraning for Instruction : Expanded Edition . Guilford and King’s Lynn.. SMP dan SMA) : makalah) Wayan santiyasa. Dkk. Everett m. Management : the Rebirth Energy and Innovation in people and Organisation. Cece. Yogyakarta: kanisius Sutrisno Prof. R. Ph. M. Gagne.d .Sc.Si. Jika pihak pihak didalamnya tidak siap untuk itu dan juga tidak me miliki partisipasi secara aktif. Upaya pembaharuan dalam pendidi kan dan . Diffusion of Inovations.merupakan proses yang interaktif dan dialogis. Rinehart and Wins ton. Makalah Wijaya. Profesionalisme keguruan. Rogers. SD. dengan tidak disadari dapat terjadi transfer nilai nilai negatif dalam proses pembelajaran. USA. 1999.M. Daftar Pustaka Carter. 1994.

com Sutyano. M. wordpress. Dr.blogspot.Pd.com ..Bandung: Remaja Rosdak arya Internet: Akhmadsudrajat.pengajaran. garduguru.