Anda di halaman 1dari 9

PHT TANAMAN KENTANG

Severius Catur Pasinggi’
134160230
A.

JENIS HAMA PENGGANGU

Hama yang sering mengganggu tanaman kentang yaitu,
1. Penggerek umbi/daun (Phthorimaea operculella),
2. Penggorok daun (Liriomyza huidobrenis),
3. Ulat tanah (Agrotis ipsilon),
4. Kutu daun (Myzus persicae),
5. Hama trips (Thrips palmi),
6. Kutu kebul (Bemisia tabaci),
7. Ulat grayak (Spodoptera sp),
8. Ulat jengkal (Chrysodexix sp)

,

Gambar 1 Penggerek umbi/daun (Phthorimaea operculella)

Gambar 2 Penggorok daun (Liriomyza huidobrenis)

Gambar 3 Ulat tanah (Agrotis ipsilon) Gambar 4 Kutu daun (Myzus persicae) Gambar 5 Hama trips (Thrips palmi) .

penyakit layu bakteri Ralstonia solanacearum. penyakit layu dan busuk kering umbi cendawan Fusarium oxysporum. Gambar 7 Hama pemakan daun ulat grayak (Spodoptera sp) Gambar 8 Ulat jengkal (Chrysodexix sp) Sementara itu.Gambar 6 Kutu kebul (Bemisia tabaci). penyakit yang sering menyerang tanaman kentang meliputi. penyakit . penyakit bercak kering cendawan Alternaria solani. penyakit busuk daun cendawan Phytophthora infestans.

Peningkatan vigor tanaman perlu diperhatikan untuk meningkatkan ketahanan tanaman kentang. pelaksanaan dan evaluasi. Bibit kentang sebaiknya bersertifikat resmi diberi label. Fusarium spp. penyakit mosaik virus. Colletrotichum coccodes. diperlukan beberapa tahap kegiatan. pemantauan. 1. perencanaan. Pemilihan lahan Agar kentang dapat tumbuh dengan baik. Umbi bibit dipilih yang sehat (mulus dan tidak cacat).daun menggulung virus PLRV. Alternia solani. dekat sumber air (untuk musim kemarau) dan bukan bekas pertanaman solanaceae. nematoda bengkak akar (NBA) (Meloidogyne spp. sepedonicum. R. 2. dan tanaman dapat tumbuh dengan baik. Bibit kentang dipilih yang memiliki kualitas bagus agar bibit terhindar dari patogen tular benih. penyakit sista kuning nematoda Globodera rostochinensis.). sehingga keberadaannya masih di bawah ambang ekonomi. Dalam pengendalian hama dan penyakit terpadu. Pemilihan bibit bertujuan untuk menghindari bibit yang terkena patogen tular benih seperti Rhizoctonia solani. Phytophthora infestans. lahan yang dipilih harus memiliki struktur tanah yang gembur. penyakit busuk cincin bakteri Clavibacter michiganensis ssp.. yaitu meliputi pengelolaan. solani dan Fusarium spp. Ralstonia solanacearum. Pemilihan bibit Penerapan PHT dilakukan sejak dalam pemilihan bibit kentang. Rotasi tanaman ini bertujuan untuk meniadakan inang untuk beberapa jenis patogen tular tanah seperti Ralstonia solanacearum. dan penyakit kudis bakteri Streptomyces scabies. Potato Leaf Roll Virus dan penyakit virus mosaik. pengambilan keputusan. Dalam kegiatan perencanaan ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan yaitu. dalam pengaturan agroekosistem sehingga dapat meningkatkan peran musuh alami suatu organisme pengganggu tanaman. . yang tidak kalah penting yaitu dalam penekanan perkembangan organisme pengganggu tanaman. penyakit kaki hitam dan busuk lunak bakteri Erwinia spp.

coccodes. Pada lahan perlu dibuat guludan untuk menggemburkan tanah dengan maksud agar aerasi tanah menjadi baik. infestans. agen antagonis juga dapat berperan sebagai pemacu pertumbuhan tanaman dan mampu menginduksi resistensi tanaman. solanacearum dapat ditekan pertumbuhannya dengan mengatur kondisi aerasi lahan. Parit ini berfungsi untuk menjebak ulat yang menuju areal pertanaman.3. dibuat parit-parit isolasi di sekitar bedengan. Pembalikan ini bertujuan untuk memusnahkan patogen tular tanah. solani dan C. Pemberian agen antagonis ini dimaksudkan untuk menekan pertumbuhan dan perkembangan patogen dalam tanah seperti P. Hal ini disebabkan sebagian patogen dapat bertahan pada sisa-sisa tanaman sebelumnya seperti A. baik pupuk kandang maupun pupuk kompos. Pupuk kandang yang diberikan harus pupuk yang sudah benar-benar matang. Selain itu. sisasisa tanaman yang menumpuk juga dapat menjadi sarang ulat tanah Agrotis ipsilon. Untuk mencegah serangan Spodoptera litura. solanacearum. Pembenaman sisa-sisa tumbuhan dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme dekomposer dan menekan perkembangan patogen dalam tanah. Pupuk yang diaplikasikan dapat dicampur dengan agen antagonis seperti Trichoderma sp (Thricokompos). Patogen yang terpapar matahari secara langsung dalam waktu tertentu dapat mengalami kematian. 4. Selain itu. . Pemberian pupuk dasar Pupuk dasar yang diberikan berupa pupuk organik. Pengolahan tanah Tanah dicangkul sedalam 20-35 cm dan dibalik 2-3 kali. F. oxysporum dan R. Sisa-sisa tanaman sebelumnya dikumpulkan dan dimusnahkan atau dibenamkan dalam tanah. sehingga di dalam pupuk sudah tidak terkandung gas methane dan patogen sudah mati karena proses pengomposan. Beberapa patogen seperti R.

5. Lalat penggorok daun dapat dikendalikan dengan pembuatan perangkap kuning. Pembubunan dilakukan untuk mempertinggi tanah di sekitar tanaman agar lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Garitan yang telah ditanami dan diberi pupuk ditutup dengan tanah. Tujuannya agar perakaran tanaman akan menjadi lebih baik. Penyiraman dilakukan untuk menjaga kelembaban. Penyulaman tanaman dilakukan jika ada yang mati dan tumbuh tidak normal. Beberapa jenis gulma seperti Ageratum conyzoides tidak perlu dimusnahkan. Pada sekeliling tanaman ditanami kubis atau caisin sebanyak 3-5 baris untuk tanaman perangkap kutu daun yang merupakan vektor virus. menutup umbi kentang dan melindunginya dari serangan hama penggerek umbi. Pemangkasan bunga sebelum bunga mekar agar umbi tidak tumbuh kecil-kecil. Pemupukan urea secara berlebihan justru akan membuat tanaman lebih rentan terhadap infeksi jamur. 6. beberapa perlakuan agronomi seperti pemupukan. drainase tanah yang baik diperlukan agar tanaman tumbuh dan menghasilkan secara optimal. Pemberian pupuk buatan dapat dilakukan serempak pada wantu tanam dengan cara diletakkan di antara bibit kentang. Oleh karena itu. karena dapat berperan sebagi sumber nutrisi bagi parasitoid hama. Penanaman Bibit kentang ditanam dalam garitas di atas pupuk kandang dengan jarak tanam 30 cm x 80 cm. Penyiangan dilakukan dilakukan untuk memberantas gulma dan membetulkan drainase air. Untuk melindungi tanaman kentang dari serangan hama yang datang dari luar. Di sekitar lahan perlu ditanam tanaman pelindung seperti Zea mays dan Tagetes sp. pengairan. Pemeliharaan Ketegaran dan kesehatan tanaman berkaitan erat dengan tingkat toleransi tanaman terhadap infeksi hama penyakit. untuk menghindari serangan Tetranychus sp. . OPT yang menyerang tanaman dapat mulai dikendalikan dengan pembuatan perangkap. Saat tanaman mulai tumbuh.

Beberapa hasil penelitian yang dapat digunakan sebagai dasar pengendalian secara kimiawi. digunakan pada pertanaman yang tidak terlalu luas (≤0.2 m2). 7. antara lain: N o OPT penting Nilai Ambang 25 Ngengat/perangkap pada MH 100 1 Penggerek umbi ngengat/perangkap feromon MK 2 Kutu daun 20 larva / 100 tanaman sampel 7 ekor nimfa/10 daun sampel 3 Trips 100 ekor nimfa/ 10 daun sampel 4 Busuk daun 1 bercak aktif/ 10 tanaman sampel 5 Layu bakteri 1 tanaman/ 100 tanaman 6 Virus 10% tanaman muda 8.Pembuatan perangkap kuning dan tanaman perangkap untuk beberpa jenis hama seperti penggorok daun dan kutu daun. untuk menghitung insiden dan intensitas sernagn virus dan bakteri. Pengambilan keputusan pengendalian OPT Dalam PHT. Pengamatan OPT Pengamatan dilakukan pada sampel yang dapat mewakili seluruh pertanaman yang ada. Pembuatan feromon seks juga dapat mengendalikan beberapa jenis hama seperti kutu daun. penggunaan pestisida dilakukan apabila populasi OPT/tingkat kerusakan tanaman sudah sampai pada level yang harus dikendalikan. Diambil . pola pengambilan sampel secara diagonal. Tanaman sampel terletak pada garis diagonal atau sekitar garis tersebut. Penetapan tanaman sampel ditetapkan secara sistematik dengan cara: a. b. Bentuk diagonal. Bentuk sub-petak pada diagonal.

untuk sementara dapat ukuran yang digunakan pada PHT Kubis atau pada PHT tomat karena kekerabatan yang dekat dan jenis hama yang hampir sama.2-0. Jumlah tanaman sampel  Luas pertanaman sampai 0. Eriborus argenteopilosus adalah parasit ulat buah tomat Helicoverpa dan ulat grayak Spodoptera sp. Peningkatan peran musuh alami Cofesia ruficrus merupakan sejenis tabuhan Braconidae yang berperan sebagai parasitoid ulat tanah.2 ha sebanyak 10 tanaman sampel  Luas pertanaman > 0. 9.8-1. Cheilomenes (=Menochilus) sexmaculatus . Amblyseius cucumeris adalah tungau predator yang merupakan salah satu musuh alami trips yang penting.6 ha sebanyak 30 tanaman sampel  Luas pertanaman > 0. Untuk kebanykan tanaman termasuk kentang.4 ha sebanyak 20 tanaman sampel  Luas pertanaman > 0.0 ha sebanyak 50 tanaman sampel Interval pengamatan Interval pengamatan ditentukan oleh lamanya daur hidup OPT yang diamati. Banyaknya tanaman sampel yang akan diamati pada setiap waktu pengamatan suntuk setiap areal pertanaman untuk kentang belum ada.4 sub petak sampel dan tiap sub petak sampel terdiri atas 100 tanaman. merupakan penting pada hama L. tingkat serangan/kerusakan dan tingkat populasi. interval pengamatan adalah 7 hari telah dianggap cukup mewakili semua OPT penting. huidobrensis.4-0. Pengamatan populasi hama dan tingkat kerusakan tanaman dilakukan pada pagi atau sore hari. kemampuan berkembang biak.8 ha sebanyak 40 tanaman sampel  Luas pertanaman > 0. Untuk beberpa patogen penyakit tertentu seperti busuk daun perlu pengamatan 2-3 hari sekali. yaitu: a. Hemiptarsenus varicornis dan Opius sp.6-0. b. Dari setiap sub petak diambil 10 tanaman sampel.

tabaci dan Trips sp mulai dari instar larva hingga dewasa. penggumpalan dan terhentinya peredaran darah serta merusak saluran pencernaan.(Tribus: Coccinellini) merupakan kumbang kubah yang dapat memangsa kutu daun B. cengkeh dan serai wangi. otot. Serangga Harmonia sedecimnotata hidup sebagai pemangsa berbagai jenis kutu daun. Panen dan pascapanen Kentang siap dipanen jika 80% tanaman sudah menguning. sistem saraf dan pernafasan yang pada akhirnya menyebabkan kematian pada serangga. Untuk menjaga kelestarian musuh alami dapat dilakukan dengan penanaman tanaman berbunga sebagai sumber energi musuh alami dan penggunaan insektisida secara bijaksana. antara lain dengan mendatangkan musuh alami dari luar dan menjaga kelestarian musuh alami. Steinernema spp merupakan golongan nematoda yang dapat menyerang ulat grayak. isorolit dan asam oksalat yang menyebabkan kenaikan pH. tembakau. 11. . lengkuas. 10. Umbi konsumsi dikelompokkan berdasarkan ukuran. Metode penggunaan musuh alami. bassianalit. Beauveria bassiana merupakan sejenis jamur yang dapat menghasilkan toxin seperti beaurerisin. operculella. Pestisida nabati Pestisida nabati terbuat dari bahan alami/nabati maka jenis pestisida ini mudah terurai di alam. Phthorimaea operculella Granulosis Virus (PoGV) merupakan biopestisida berupa tepung dan bersifat sebagai racun perut yang akan membunuh larva P. sirsak. begitu pula dengan umbi bibit dikelompokkan berdasarkan kelas bibit. Beberapa tanaman yang dapat dijadikan sebagai bahan pestisida nabati yaitu mimba. beauverolit. sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residunya mudah hilang. Umbi-umbi sakit dipisahkan dan dimusnahkan.