Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kehamilan jika diinginkan merupakan proses yang sehat dan jika kehamilan
itu tidak diinginkan , ia merupakan suatu penyakit
Kehamilan merupakan suatu proses faal yang secara normal terjadi pada
manusia sebagai instig untuk mempertahankanketurunannya di bumi. Oleh
karenanya kehamilan sebagai tanda akan hadirnya anggota baru dan penerus
keturunan, pada umumnya akan disambut dengan gembira. Kegembiraan itu sendiri
yang sering menutupi resiko yang dihadapi oleh perempuan hamil. Mereka pada
umumnya, tidak sadar bahwa kehamilan dapat mempengruhi kesehatan bahkan
dapat mengancam jiwa si calon ibu. Dan ternyata tidak semua kehamilan disambut
dengan kegembiraan oleh orang tuanya. Beberapa kehamilan justru tidak diinginkan
Biasanya untuk mengatasi masalah kehamilan yang tidak diinginkan tersebut
mereka menempuh jalan aborsi. Meskipun ara ini penuh resiko dan mahal. Untuk itu
dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai alasan yang membuat
kehamilan itu tidak diinginkan dan aborsi
1.2 TUJUAN PENULISAN
1. TUJUAN UMUM
Agar mahasiswa memahami tentang unwanted pregnancy and aborsi
(kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi)
2. TUJUAN KHUSUS
· Agar mahasiswa memahami pengertian unwanted pregnancy and
aborsi
·

Agar mahasiwa dapat mengetahui penyebab atau alasan unwanted
pregnancy

Dampak psikologis dari perkosan ini cukup dalam dan akan menetap seumur hidup. Beberapa tekhnologi itu adalah: . Tehknologi kedokteran telahn mampu mendeteksi adanya kelainan atau cacat pada janin sejak janin masih dalam usia muda. Bahkan ibunya sendiri mungkin akan melihat anak itu sebagai penjelmaan laki-laki yang memperkosanya atau mungkin juga menjadi sasaran balas dendam yang sebenarnya ia tujukan kepada laki-laki yang memperkosanya. jantung. Kehamilan datang pada saat yang belum diharapkan.1 FAKTOR PENYEBAB a.1. misalnya karena alasan anak yang terdahulu belum lagi berusia 1 tahun atau alasan tidak ingin punya anak lagi atau juga karena kesehatan ibu yang lemah. Bayi yang dalam kandungan ternyata menderita cacat majemuk yang berat. c. Cacat bawaan yang lain meliputi cacat yang terjadidi otak. Kehamilan yang terjadi akibat perkosaan Perkosaan merupakan peristiwa yang traumatis dan meninggalkan aib pada perempuan yang diperkosa. tulang belakang. b. Seandainya kehamilan itu diteruskan. aib itu tidak hanya akan dialami oleh si korban saja tetapi juga seluruh keluarganya. Selaian itu juga dapat terjadi penyakit-penyakit keturunan seperti TALASEMIA. Hal ini dapat terjadi pada pekerjaan wanita yang sudah terlanjur menandatangani kontrak bahwa selama beberapa waktu setelah bekerja ia tidak boleh hamil. Cacat majemuk tersebut meliputi kelainan kromosom yang mengakibatkan Tumesis Syndrome.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Fragele X Syndrome dan Down Syndrome. Hal semacam itu dapat juga terjadi pada mereka yang masih meneruskan sekolah atau mereka yang belum ingin hamil lagi atas alasan-alasan yang sah. jika perkosaan juga mengakibatkan kehamilan. 2. ginjal.1 PENGERTIAN UNWANTED PREGNANCY Unwanted pregnancy adalah kehamilan yang tidak diinginkan oleh orang tua si janin baik ayah maupun ibu karena alasan psikologis maupun fisik. maka anak yang dilahirkan kelak yang akan mengalami tekanan sosial baik dari keluarga orang tuanya sendiri maupun dari masyarakat sekitarnya. dan tangan atau kaki.

membuat kehamilan yang terjadi sebenarnya bukan merupakan kehamilan yang diinginkan e.3 PENANGANAN PREGNANCY a) Menangani sesegera mungkin jika terjadi kimplikasi yang dapat mengancam jiwa ibu dan janin b) Memberikan bimbingan dan konseling pada ibu hamil c) Memberikan pendidikan ex education sedini mungkin pada WUS. hubungan sex di luar nikah dan terus berlangsungperbuatan semacam itu.4 EFEK DARI ABORSI a) Infeksi infeksi lebih sering terjadi pada abortus buatan. dimana pada saat tindakan dilakukan tidak memperhatikan asepsis dan . menurut norma sosial dan masyarakat serta agama dianggap buruk. Hubungan sex di luar ikatan perkawinan.a) Amnio Senetsis b) Biopsi Plasenta c) Ultrasonografi d) Kadar Alpha-fetoprotem serum (S-AFP) e) Pemeriksaan unsur sel ganin yang terbawa dalam darah f) Penapisan Genetik (DNA) atau DNA screening d.1. Kegagalan kontrasepsi 2. Kehamilan yang terjadi akibat hubungan sexual diluar nikah. d) Memberikan penyuluhan pada orangtua untuk lebih memperhatikan pergaulan putra putri mereka .1.2 KOMPLIKASI PREGNANCY a) Keguguran atau aborsi b) Kehamilan luar kandungan (kehamilan ektopik) c) BBLR d) Anemia pada ibu hamil e) Gangguan fsikologis 2. 2.1. Dalam masyarakat yang lebih modern pun.

Perdarahan yang banyak jika tidak segera diatasi dapat menyebabkan kematian. 3. Kalau yang bersalah melakukan kejahatan itu dalam pekerjaannya.5 UNDANG UNDANG YANG MENGATUR ABORSI I. Kalau yang bersalah berbuat karemna mencari keuntungan. Dipiudanan dengan pidana penjara selama lamanya empat tahun atau dengda sebanyak –banyaknya empat puluh lima rupiah.1. Pasal 299 KUH Pidana 1. atau melakukan kejahatan itu ebagai mata pencaharian atau kebiasaan atau kalau ioa seorang dokter. 2. bidan atau juru obat pidaba dapat ditambah sepertiganya. b) Perdarahan abortus biasanya disertai perdarahan. 2. c) Perforasi/ perlukaan Perforasi yang terjadi ada waktudilatsqai dan koretase yang dilakukan oleh tenaga yang tidak ahli seperti bidan dan dukun. d) Syock syock pada abortus bisa terjadai disbabkan oleh:  perdarahan yang banyak (Haemorragic)  infeksi berat. Hal ini dilakuakan dengan pengosongan uterus dari sisa “hasil konsepsi”. Barang siapa dengan sengaja mengonbati seorang wanita atau menyuruh sseorang wanita supaya diobati dengan memberitahu atau menerbitkan penmgharapan bahwa oleh karena pengobatan itu dapat gugur kandunganya. hasil konsepsi.antisepsis. . Dengan adanya dugaan/ kepastian terjadi perforasi maka penjahitan luka tersebut harus segera tergantung dari luas dan bentuknya. hal ini menyebabkan bakteri dan kuman menyebar masuk ke peredran/ peritoneum. maka dapat dicabut haknya melakuakan pekerjaan itu. perdarahan bisa sedikit / banyak perdarahan akan bertambah banyak jika masih ada sisa.

2. Bila tidak ditangani dengan baik. depresi atau tertekan. Pasal 346 KUH pidana “Wanita yang dengan menyebabkan gugur atau mati kandungannya. pertumbuhan janin dalam rahim yang kurang sempurna. ‘tindakan medias tertentu “ yang tercantum dalam UU No. praktek aborsi bukan merupakan barang baru lagi. rendah diri.2 DAMPAK DARI KEHAMILAN YANG TIDAK DIINGINKAN Menurut Soetjiningsih (2004. akan dibebani oleh berbagi perasaan yang tidak nyaman seperti dihantui rasa malu yang terus menerus. Resiko psikis Ada kemungkinan pihak perempuan menjadi ibu tunggal karena pasangan tidak mau menikahinya atau tidak mempertanggungjawabkan perbuatannya. bahwa aborsi merupakan tindakan pidana. bersalah atau berdosa. kembalinya alat reproduksi yang terlambat setelah persalinan. h. Selain ini UU memandang. Kalau mereka menikah. c) Resiko sosial . Bagi beberapa orang. Tetap di sisi lain . ada dua hal yang biasa dilakukan oleh remaja jika mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan beserta resikonya adalah : 1) Bila kehamilan dipertahankan a) Resiko fisik Bila kehamilan ini diteruskan dalam usia relatif muda dari sudut ilmu kebidanan dapat menyebabkan penyulit (komplikasi). pasangan muda terutama pihak perempuan. menyuruh orang lain meneyebakan itu. 2000) Kehamilan pada usia dini bisa menimbulkan kesulitan dalam b) persalinan seperti perdarahan. mudah terjadi infeksi setelah persalinan. Selain itu.II. pesimis dan lain-lain. dipidana penjara selama lamanya 4 tahun. maka perasaanperasaan tersebut bisa menjadi gangguan kejiwaan yang lebih parah. pengeluaran ASI yang tidak cukup (Manuaba. 23 tahun 1992 memang ditafsirkan sebagaui aborsi. 142). pengadilan atau pemerinytah dapat saja menafsirkanya sebagai tiundakan lain selain aborsi. Meskipun begitu. hal ini juga bisa mengakibatkan perkawianan bermasalah dan penuh konflik karena sama-sama belum dewasa dan siap memikul tanggung jawab sebagai orang tua. perdarahan setelah melahirkan makin meningkat. persalinan sering berlangsung dengan tindakan operasi. bahkan bisa sampai pada kematian. atau . kehamilan dengan keracunan yang memerlukan pananganan khusus.

.Berhenti atau putus sekolah atas kemauan sendiri dikarenakan rasa malu atau cuti melahirkan. melahirkan dan membesarkan bayi/anak membutuhkan biaya besar. dan sosial terutama bila dilakukan secara tidak aman. kehilangan masa remaja yang seharusnya dinikmati. d) 2) Resiko ekonomi Merawat kehamilan. Resiko sosial Ketergantungan kepada pasangan seringkali menjadi lebih besar karena perempuan merasa tidak perawan. d) Resiko ekonomi Biaya aborsi cukup tinggi. Resiko lain adalah pendidikan menjadi terputus atau masa depan terganggu. tertekan atau stres. Resiko sosial yang lain. kelahiran anak di luar nikah masih sering menjadi beban orang tua maupun anak yang lahir. Selain itu pelaku aborsi juga sering kehilangan c) kepercayaan diri. pernah mengalami kehamilan tidak diinginkan atau aborsi. atau dosa akibat aborsi bisa berlangsung lama. Resiko fisik Perdarahan dan komplikasi lain merupakan salah satu resiko aborsi. Resiko psikis Pelaku aborsi seringkali mengalami perasaan-perasaan takut. trauma mengingat proses aborsi dan kesakitan. Di negara kita lebih sering dilakukan dengan cara tidak aman bahkan tidak lazim dan oleh dukun aborsi bisa mengakibatkan dampak negatif secara fisik. Kecemasan karena rasa bersalah. Aborsi yang dilakukan secara tidak aman b) bisa berakibat fatal yaitu kematian. a) psikis. bisa dilakukan secara aman oleh dokter atau bidan berpengalaman. Aborsi yang berulang selain bisa mengakibatkan komplikasi juga bisa menyebabkan kemandulan. Bila terjadi komplikasi maka biaya menjadi semakin tinggi. panik. dan terkena cap buruk karena melahirkan anak “di luar nikah”. Hingga saat ini masih banyak sekolah yang tidak mentolelir siswi yang hamil. Selanjutnya remaja perempuan lebih sulit menolak ajakan seksual pasangannya. menjadi obyek pembicaraan. Jika di negara maju yang melegalkan aborsi. Bila kehamilan diakhiri Banyak remaja memilih untuk mengakhiri kehamilan (aborsi) bila hamil. Kenyataannya di Indonesia. Kemungkinan lain dikeluarkan dari sekolah.

Kesehatan 2.2. BAB III PENUTUP 3.3 PENYELESAIAN Di masyarakat. Aborsi adalah hasil konsepsi janin dapat hidup diluar kandungan secara paksa. Korban perkosaan Tetapi sebenarnya dengan alasan apapun. aborsi tetap tidak di legalkan mnurut hokum manapun norma yang ada. Aborsi selalu ijadikan sebagai satau-satunya jalan penyelesaian dai kehamilan yang tidak sebagai ibu dan si janin sangat besar. diteruskan kehamilan tetapi atau bahkan dengan aborsi. keghadiran bayti dari kehamilan yang tidak diinginkan sebagian besar diselesaikan dengan cara pengguguran .1 KESIMPULAN Unwanted pregnancy adalah kehamilan yang tidak diinginkan oleh orang tua si janin baik ayah maupun ibu karena alasan psikologis maupun fisik. . Aborsi dilegalkan apabila dengan melihat alasan-alasan: 1.

Baik secara psikologis (mereka telah melakukan pembunuhan). Jangan melakukan aborsi dengan alasan apapun 2. tapi sebuah masalahmasalah yang menimulkan masalah baru. Kalau sudah resmi menjadi suami istri dan belum ingiun mempunyai anak harus benar-benar menggunakan alat konrasepsi. maupun fisik (dapat menimbulkan kemandulan) dan norma (masyarakat jadi tahu bahwa “dia “ telah melakuakan tidndakan asusila) 3. Mencegah berhubungan sex sebelum nikah . 3.2 SARAN Setelah membuat kesimpulan . Berikan penyyuluhan tentang kesehatan reproduksi sedini mungkin. 4. Jelaskan bahwa. 5. aborssi bukan sebuah solusi. maka penbulis mempunyai beberapa saran: 1.