Anda di halaman 1dari 9

LARINGITIS

Oleh

dr. FERRYAN SOFYAN., M.Kes., Sp-THT-KL
NIP : 198109142009121002

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN
TELINGA HIDUNG TENGGOROK
BEDAH KEPALA DAN LEHER
FAKULTAS KEDOKTERAN USU
MEDAN 2011

Universitas Sumatera Utara

1.1.2.2 Laringtis kronis spesifik/Granulomatosa 4.4 Trakeitis Bakterialis 16 3.1 Laringistis Akut Non Spesifik 11 3.1.1 Anatomi Laring 2 BAB III 2.1 Laringitis Sika ( Laringitis Atrofi ) 23 4.3 Laringistis Subglotis 15 3.2 Granuloma Kontak 24 4.1.1.1.1 Laringitis Difteri 17 3. Perikondritis laring 19 BAB IV LARINGITIS KRONIS 21 4.2 Otot-otot Laring 4 2.3 Amiloidosis Laring 24 4.1.2 Herpes Laring 18 3.1.1.1.1 Tubekulosis laring 25 25 Universitas Sumatera Utara . Perdarahan.4 Struktur Laring Dalam 6 2. Laringitis Kronis Non Spesifik 21 4.1.2.2 Fisiologi Laring 8 LARINGISTIS AKUT 11 3.5 Struktur Disekitarnya 7 2.2 Laringitis Akut Spesifik 17 3. dan Drainase Limfatik 5 2.3 Persarafan.DAFTAR ISI Halaman BAB I PENDAHULUAN 1 BAB II ANATOMI DAN FISIOLOGI 2 2.1 Epiglotitis Akut 12 3.1.1.2.1 Struktur Penyangga 2 2.3.2 Laringo-Trakeo-Bronkhitis Akut 14 3.

3.2 Sarkodiosis Laring 26 4.4 Skleroma Laring 28 4. Lepra Laring 29 4.4 Histoplasmois 31 4.2.5.2.3 Parakoksidioidomikosis 31 4.1 Kandidiasis / Moniliasis 30 4.2.3. Wagener Granulomatosis 29 4. Mikosis Laring BAB V 30 4.5 Aktinomikosis 32 KESIMPULAN 33 DAFTAR PUSTAKA 34 Universitas Sumatera Utara .6.3.2.3.4.3 Laringtis Sifilis 27 4.3.2 Koksidioidomikosis 31 4.3.2.

stridor. Sehingga pasien menjadi lebih tenang dan dapat melanjutkan pengobatan selanjutnya. Dengan tindakan trakeotosmi diharapkan oksigeniasi ke jaringan lebih baik. Peningkatan frekuensi pernapasan dan retraksi suprasternal selama inspirasi merupakan tanda yang harus diwaspadai oleh dokter untuk melakukan trakeostomi. Infeksi laring ini dapat diderita oleh semua tingkatan usia. Serak. Kondisi ini timbul paling banyak pada anak anak. dan bronkus dan juga oleh sekret yang kental.1 Universitas Sumatera Utara . infeksi laring pada anak lebih menimbulkan masalah dibandingkan orang dewasa. trakea. Obstruksi disebabkan oleh edema mukosa laring. dispne. Diharapkan para dokter khususnya dibidang THT dapat melakukan trakeostomi dengan terampil dan aman untuk menyelamatkan jiwa pasien dan dapat menghindari berbagai komplikasi semaksimal mungkin.1 Tindakan trakeostomi selain itu untuk menyelamatkan nyawa pasien juga untuk memperbaiki keadaan umum pasien. batuk kering. berdasarkan kondisi anatominya. kelelahan dan demam dapat timbul bila penyakit bertambah berat.1 Penyebab tersering untuk obstruksi jalan napas karna infeksi pada laringotrakeo-bronhitchis akut.BAB I PENDAHULUAN Infeksi pada saluran napas atas termasuk infeksi laring akut dan kronis dapat berlanjut menjadi suatu obstruksi jalan nafas.

maka otot-otot tersebut akan membuka mulut dan ikut berperan dalam gerakan lidah. Intubasi endoktrakea yang lama seringkali merusak lapisan mukosa cincin dan dapat menyebabkan stenosis subglotis didapat. kontraksi otot-otot ini mengangkat laring. lalu membentuk jakun (Adam’s apple). Kartilago krikoid yang juga mudah teraba di bawah kulit. Universitas Sumatera Utara . Disebelah inferior. sehingga kartilago ini tampak seperti signet ring. strruktur yang berbentuk U dapat dipalpasi dileher depan dan lewat mulut pada dinding faring lateral. Tendon dan otot-otot lidah. melekat pada kartilago tiroid lewat ligamentum krikotiroid. Permukaan posterior atau lamina krikoid cukup lebar. kartilago krikoid berbentuk lingkaran penuh dan tak mampu mengembang.1 2. Artikulasio kornu inferior dengan kartilago krikoid. memungkinkan sedikit pergeseran atau gerakan kartilago tiroid dan krikoid. Meluas dari masing-masing sisi bagian tengah os atau korpus hyoid adalah suatu prosesus panjang dan pendek yang mengarah ke posterior dan suatu prosesus pendek yang mengarah ke superior. melekat pada permukaan superior corpus dan kedua prosesus. terdapat kornu superior dan inferior.1. Namun bila laring dalam keadaan stabil. Kedua alae menyatu di garis tengah pada sudut yang lebih dulu dibentuk pada pria. Di bawah os hyoid dan menggantung pada ligamentum tirohyoid adalah dua alae atau sayap kartilago tiroid (perisai). kartilago trakealis pertama melekat pada krikoid lewat ligamentum interkartilaginosa.1 Anatomi Laring. Disebelah superior terdapat os hyoid. Pada tepi posterior masing-masing alae. Saat menelan.BAB II ANATOMI DAN FISIOLOGI 2. mandibula dan kranium.1 Struktur Penyangga Struktur kerangka laring terdiri dari satu tulang dan beberapa kartilago yang berpasangan ataupun tidak. Tidak seperti penyokong lainnya dari jalan pernafasan.

Namun pada anak dan sebagian orang dewasa. Prosesus vokalis membentuk 2/5 bagian belakang dari korda vokalis. Ligamentum vokalis meluas ke anterior dari masing-masing prosesus vokalis dan berinsesi ke dalam kartilago tiroid di garis tengah. Tiap kartilago aritenoid mempunyai dua prosesus. masingmasing berbentuk seperti pyramid bersisi tiga.Pada permukaan superior lamina terletak pasangan kartilago aritenoid. Pegangan atau petiolus melekat melalui suatu ligamentum pendek pada kartilago tiroid tepat diatas korda vokalis. Selain itu laring juga disokong oleh jaringan elastik. epiglotis jelas melengkung dan disebut epiglotis omega atau juvenillis. Kartilago epiglotika merupakan struktur garis tengah tunggal yang berbentuk seperti bat pingpong. Pasangan jaringan elastik penting lainnya adalah konus elastikus (membrane krikovokalis). Dengan demikian membrana ini membagi dinding antara laring dan sinus piriformis. sementara pada bagian raket meluas ke atas di belakang korpus hyoid ke dalam lumen faring. Kartilago kornikulata terletak dalam jaringan diatas menutupi aritenoid. Terdapat dua pasang kartilago kecil dalam laring yang tidak memiliki fungsi. sehingga dapat terjadi gerakan meluncur dari medial ke lateral dan rotasi. pada kedua sisi laring terdapat membrane quadrangularis yang meluas ke belakang dari tepi lateral epiglotis hingga tepi lateral kartilago aritenoid. dan batas superiornya disebut plika ariepiglotika. Ujung bebas dan permukaan superior korda vokalis suara membentuk glottis. Jaringan ini jauh lebih kuat daripada membrane quadrangularis. dan meluas ke atas medial dari arkus kartilaginis krikoid untuk bergabung dengan ligamentum vokalis pada masing- Universitas Sumatera Utara . Di sebelah superior. memisahkan pangkal lidah dari faring. Epiglottis dewasa pada umumnya sedikit cekung pada bagian posterior. Disebelah lateral yaitu di dalam plika ariepligotika terletak kartilago kuneiformis. Fungsi epiglotis sebagai lunas yang mendorong makanan yang ditelan ke samping jalan nafas laring. Basis piramidalis berartikulasi dengan krikoid pada artikulasio krikoaritenoid. sementara ligamentum vokalis membentuk bagian membranosa atau bagian pita suara yang dapat bergetar. Bagian laring diatasnya disebut supraglotis dan dibawahnya subglotis. prosesus vokalis anterior dan prosesus muskularis lateralis.

insersinya juga pada prosesus muskularis dan menyebabkan rotasi aritenoid ke medial. terutama berfungsi sebagai elevator.1.2 Otot-otot Laring 1 Otot-otot lainnya dapat dibagi dalam dua kelompok. sternotiroid. sternohyoid) berasal dari bagian inferior. Otot-otot laring utama Universitas Sumatera Utara . hyoglosus. Melekat pada os hyoid dan ujung posterior alae kartilago tiroid adalah otot konstriktor medius dan inferior yang melingkari faring di sebelah posterior dan berfungsi pada saat menelan. Serat-serat otot interaritenoid (aritenoid) transversus dan oblikus meluas diantara kedua kartilago aritenoid. korda vokalis agak membusur keluar dan suara menjadi lemah dan serak. 2. sementara otot intrinsik menyebabkan gerakan antara berbagai struktur-struktur laring sendiri. mengaduksi korda vokalis. Serat-serat paling bawah dari otot konstriktor inferior berasal dari krikoid.msing sisi. Otot elevator (milohyoid. Otot ekstrinsik yang terutama bekerja pada laring secara keseluruhan. membentuk krikofaringeus yang kuat. Otot tirohyoid walaupun digolongkan sebagai otot-otot leher. menimbulkan aduksi. geniohyoid. lidah dan prosesus stiloid pada kranium. Otot ekstrinsik dapat digolongkan menurut fungsinya. Antagonis utama otot ini . yang berfungsi sebagai sfingter esophagus superior. Otot depresor atau otot-otot leher (omohyoid. digastrikus dan stylohyoid) meluas dari os hyoid ke mandibula. otot ini menyebabkan rotasi aritenoid kearah luar dan mengabduksi korda vokalis. tonus otot vokalis dan tiroaritenoid agak berkurang. Pada individu usia lanjut. Bila berkontraksi kartilago aritenoid akan bergeser ke arah garis tengah. Otot krikoaritenoid posterior meluas dari permukaan posterior lamina krikoid untuk berinsensi ke dalam prosesus muskularis aritenoid. Jadi konus elastikus terletak di bawah mukosa di bawah permukaan korda vokalis sejati. Yang membentuk tonjolan pada korda vokalis adalah otot vokalis dan tiroaritenoid yang hampir tidak dapat dipisahkan. yaitu otot krikoaretinoid lateral berorigo pada arkus krikoid lateralis. Anatomi otot-otot intrinsik laring paling baik dimengerti dengan mengaitkan fungsinya. kedua otot ini ikut berperan dalam membentuk tegangan pada otot korda vokalis.

yaitu otot yang membentuk kipas berasal dari arkus krikoid di sebelah anterior dan berinsensi pada permukaan lateral alae tiroid yang meluas. Maka secara ringkas dapat dikatakan terdapat 1 otot abduktor. Perdarahan. dan Drainase Limfatik Tensor Abduktor Aduktor Krikoaritenoid posterior Interaritenoid Krikotiroid (eksterna) Krikoaritenoid lateralis Vokalis (Interna) Dua pasangan sarafKrikotiroid mengurus laring dengan Tiroaritenoid persarafan sensorik (interna) dan motorik. Saraf laringeus superior meninggalkan trunkus vagalis tepat di bawah ganglion nodosum. Perjalanan saraf rekuen kiri dan kanan berbeda. epiglotis. 1 2. masuk ke dalam laring tepat dibelakang artikulasio krikotiroid dan mengurus persarafan motorik semua otot intrinsik laring kecuali krikotiroid. dan bercabang dua menjadi suatu cabang sensorik interna dan cabang sensorik eksterna. maka saraf ini lebih rentan cedera dibandingkan saraf kanan. sinus piriformis. Universitas Sumatera Utara . Dua saraf laringeus superior dan dua inferior atau laringeus rekuen. dan seluruh mukosa laring superior interna tepi bebas korda vokalis sejati. Kontraksi otot ini menarik kartigo tiroid kedepan. sehingga otot krikotiroid juga dianggap sebagai otot aduktor.1. Kontraksi ini secara pasif juga memutar aritenoid ke medial. melengkung ke anterior dan medial di bawah arteri karotis eksterna dan interna. Cabang interna menembus membrana tirohyoid untuk mengurus persarafan sensorik valekula.lainnya adalah pasangan otot krikotiroid. Karena perjalanan inferior kiri yang lebih panjang serta hubungannya dengan aorta. 3 aduktor dan 3 otot tensor. Saraf rekuren juga mengurus sensasi jaringan di bawah korda vokalis (region subglotis) dan trakea superior. Di sebelah interior saraf rekuen berjalan naik dalam alur diantara trakea dan esofagus. saraf laringeus merupakan cabang-cabang saraf vagus. meregang dan menegangkan korda vokalis.3 Persarafan. Masing-masing cabang eksterna merupakan suplai motorik untuk satu otot saja yaitu otot krikotiroid.

Suplai arteri dan drainase venosus .