Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

SISTEM PENTANAHAN DAN PROTEKSI

THERMAL OVERLOAD RELAY (TOR) SEBAGAI PROTEKSI BEBAN
LEBIH PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA 220/380 V

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Sistem Pentanahan dan Proteksi
Dosen Pembimbing: Ir. Hery Purnomo, M. T.

Disusun Oleh:
Eka Citra Agustini

(135060301111036)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG 2016

Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ir.T. sehingga penulis dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini agar kedepannya dapat lebih baik. penulis harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini. Malang. Taufik dan Hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah Proteksi Beban Lebih pada Motor Induksi 3 Fasa 220/380 V menggunakan Thermal Overload Relay (TOR) dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. M. Inayah. Oleh kerena itu.KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan Rahmat. Hery Purnomo. Makalah ini masih banyak kekurangan karena kurangnya pengalaman penulis. Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca. November2016 Penulis i . selaku dosen pembimbing mata kuliah Sistem Pentanahan dan Proteksi dan kepada segenap pihak yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama penulisan makalah ini.

..................................................................................................... 2 1........................ i DAFTAR ISI ................................................................................................................................................................................................................................................. 9 3........2 Rumusan Masalah ...........2 Saran................................ 1 1..... ii DAFTAR GAMBAR ......................... 9 3....................................... 10 ii .......... iii BAB I PENDAHULUAN ..............................1 Pengertian Thermal Overload Relay ..........................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...............................................................................................................1 Latar Belakang ............................................................................................................................................................................................................................................................. 1 1.............................. 5 BAB III PENUTUP ..................... 3 2............................................................................................................... 2 1.................4 Tujuan ......................................................2 Prinsip Kerja Thermal Overload Relay................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... 2 BAB II PEMBAHASAN ..................3 Batasan Masalah .....................................1 Kesimpulan .............................................................................................................. 3 2................................................................ 9 DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................................

.............6: Prinsip Kerja Bimetal .......... 4 Gambar 2...............8: Wiring Diagram Pemasangan Thermal Overload Relay pada Motor Induksi 3 Fasa.................................................................................... 3 Gambar 2...........................................................5: Konstruksi TOR .......... 4 Gambar 2.......................7: Mekanisme Kerja Thermal Overload Relay ...................................................... 6 Gambar 2................ 7 Gambar 2.........................................................4: Cara Mengatur Thermal Overload Relay (TOR) .............. 7 iii .... 5 Gambar 2.........2: Simbol Thermal Overload Relay ....................DAFTAR GAMBAR Gambar 2............. 3 Gambar 2.......................................................................3: Pemasangan Thermal Overload Relay (TOR) pada Motor Induksi 3 Fasa ....................................................................1: Thermal Overload Relay ..........................................................................................

Mengingat bahwa pada motor induksi kemungkinan timbulnya gangguan selalu ada. berupa gangguan dari fasa ke fasa atau antara belitan fasa itu sendiri dan harus diamankandengan memisahkan motor induksi dari sumbernya. Potensi terjadinya gangguan karena menurunnya kekuatan isolasi motor akan meningkat dan dapat mengakibatkan kebakaran. antara lain transportasi.1 Latar Belakang Pada saat ini kebutuhan akan energi listrik akan semakin meningkat. 1 .BAB I PENDAHULUAN 1. Penggunaan motor induksi juga digunakan pada industri sebagai penggerak suatu proses produksi. Proteksi motor sangat variatif dan sedikit berbeda dengan proteksi peralatan sistem tenaga lainnya. diharapkan dapat diperoleh sistem proteksi yang koordinatif. Di samping itu kebutuhan akan motor induksi telah memasuki hampir semua segi kehidupan. Perancangan proteksi motor listrik diharapkan dapat menentukan tipe peralatan proteksi yang diperlukan dan setelan yang sesuai untuk setiap tingkatan daya motor. Pada makalah ini kami akan mengemukakan tentang proteksi beban lebih pada motor induksi 3 fasa 220/380V dengan menggunakan Thermal Overload Relay (TOR). komunikasi. diskriminatif. Proteksi sangat tergantung dari seberapa berharganya motor tersebut. Hal ini disebabkan karena ukuran yang bervariasi. Energi listrik tersebut dapat dikonversikan ke bentuk energi lain. dan selektif terhadap gangguan. Penggunaan motor induksi juga suatu hal yang perlu diketahui agar tepat guna sesuai keinginan kita. jenis dan aplikasi motor. yang dapat berupa gangguan dari dalam (internal). yang umumnya sangat erat kaitannya dengan ukuran motor. seperti dari energi listrik menjadi energi mekanik (gerak) dengan menggunakan motor listrik. Dari hasil perancangan. informasi. serta juga pendidikan.

1.3 Batasan Masalah Agar tidak menyimpang dari permasalahan dan dapat mencapai sasaran yang diharapkan. 1. maka penulis membatasi pembahasan makalah pada proteksi beban lebih motor induksi 3 fasa 220/380 V menggunakan Thermal Overload Relay (TOR) pada tegangan rendah. Memahami prinsip kerja Thermal Overload Relay (TOR) sebagai proteksi motor induksi 3 fasa 220/380 V. Apakah Thermal Overload Relay (TOR).2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut di atas. Bagaimana prinsip kerja Thermal Overload Relay (TOR) sebagai proteksi motor induksi 3 fasa 220/380 V. 2.4 Tujuan Hal-hal yang menjadi tujuan makalah ini adalah: 1.1. maka yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah: 1. Mengetahui tentang Thermal Overload Relay (TOR). 2 . 2.

Pengaman beban lebih atau over load yang digunakan pada instalasi motor listrik adalah Thermal Over Load Relay (TOR).1 Thermal Overload Relay (TOR) Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa 3 kaki utama pada overload dihubungkan ke sumber sumber tegangan 3 fasa melalui magnetic contactor dan 3 kaki utama lainnnya dihubungkan ke terminal motor 3 fasa.2 Simbol Thermal Overload Relay (TOR) 3 .1 Pengertian Thermal Overload Relay (TOR) Instalasi motor listrik membutuhkan pengaman beban lebih dengan tujuan menjaga dan melindungi motor listrik dari gangguan beban lebih supaya motor listrik tidak mengalami kerusakan yang fatal.BAB II PEMBAHASAN 2. Thermal Overload Relay (TOR) adalah suatu pengaman beban lebih menurut PUIL 2000 bagian 5. Cara kerjanya adalah dengan memanfaatkan pelat bimetal yang akan memutus jika terjadi arus listrik melampui batas kapasitas atau setting relenya sehingga rangkaian yang menuju motor listrik terputus. Gambar 2.5. terhadap pemanasan berlebihan sebagai akibat beban lebih atau sebagai akibat motor tak dapat di asut.4.1 yaitu proteksi beban lebih (arus lebih) dimaksudkan untuk melindungi motor dan perlengkapan kendali motor. Gambar 2.

Manual reset. 2. Full automatic function. yaitu: 1. Kontak 2.Rele ini biasanya dipasang sebelum motor listrik dan setelah kontaktor magnet. Gambar 2. Kontak NC akan berubah menjadi terbuka dan kontak NO akan berubah menjadi menutup apabila TOR mengalami trip. dan memiliki pengaturan batas arus yang dikehendaki untuk digunakan.3 Pemasangan Thermal Overload Relay (TOR) pada Proteksi Motor Induksi 3 Fasa Pada TOR terdapat kontak NO (Normally Open) yaitu kaki 97-98 dan NC (Normally Close) pada kaki 95-96 sebagai saklar pemutus rangkaian. 4 dan 6 pada TOR dihubungkan pada motor dan sebelumnya dihubungkan ke kontaktor magnet sebelum dicatu oleh sumber 3 fasa.4 Cara Mengatur Thermal Overload Relay (TOR) Ada beberapa karakteristik TOR. 4 . Gunanya untuk memberikan perlindungan terhadap motor dari kerusakan akibat beban berlebih. yang tengahnya bisa diputar dengan obeng minus yang digunakan untuk mengatur batas arus. Gambar 2. Pada permukaan bidang TOR terdapat bidang kecil yang berbentuk lingkaran. Terdapat konstruksi yang berhubungan langsung dengan terminal kontaktor magnet.

3. Bagian lain dari TOR adalah pengatur batas arus. Melindungi dari ketidakseimbangan phasa / Phase failure imbalance. Melindungi dari kerugian / kehilangan tegangan phasa / Phase Loss. Indikator trip. selanjutnya akan menggerakan kontakkontak mekanik pemutus rangkaian listrik (kontak NC 95-96 membuka dan kontak NO 97-98 menutup).2 Prinsip Kerja Thermal Overload Relay (TOR) Prinsip kerja Thermal Overload Relay (TOR) berdasarkan panas (temperature) yang ditimbulkan oleh arus yang mengalir melalui elemen-elemen pemanas bimetal. 5 .5 Konstruksi TOR Perlengkapan lain dari TOR adalah reset mekanik yang fungsinya untuk mengembalikan kedudukan kontak 95 – 96 pada posisi semula (menghubung dalam keadaan normal) dan kontak 97 – 98 (membuka dalam keadaan normal). dan semua sekerup terminal berada di bagian depan. 3. Pelindung beban lebih / Overload. Thermal Overload Relay (TOR) mempunyai tingkat proteksi yang lebih efektif dan ekonomis. Setelah tombol reset ditekan maka kontak 95 – 96 yang semula membuka akibat beban lebih akan kembali menutup dan kontak 97 – 98 akan kembali membuka. 2. 2. yaitu: 1. 4. Tombol trip dan tombol reset trip. 5. yang mengakibatkan bimetal melengkung. Mampu bekerja pada suhu -25 °C hingga +55 °C atau (-13 °F hingga +131 °F) Gambar 2.

maka bimetal akan membengkok dan secara mekanis akan mendorong kontak bantu NC 95-96. maka jika NC lepas. yaitu logam tahan panas dan logam tidak tahan panas. 6 . Thermal Overload Relay (TOR) dipasang secara seri dengan kontak utama kontaktor magnet. Gambar 2. Oleh karena dalam prakteknya kontak bantu NC 95-96 disambung seri pada rangkaian koil kontaktor magnet. Panas pada penghantar melewati bimetal sehingga bimetal melengkung dan selanjutnya aliran listrik yang menuju motor induksi 3 fasa 220/380 V terputus dan belitannya tidak sampai terbakar. Agar Thermal Overload Relay (TOR) dapat bekerja sebagai pengaman motor induksi 3 fasa 220/380 V dari beban lebih maka pengaturan arus pada TOR harus di atur tidak terlalu jauh melebihi arus motor setelah mendapat beban.Arus yang terlalu besar pada beban atau motor listrik akan mengalir pada belitan motor listrik dan dapat menyebabkan kerusakan dan atau terbakarnya belitan motor listrik. Jika terjadi arus lebih. Namun. kontaktor magnet tidak aktif dan memutuskan kontak utama. Untuk menghindari terjadinya panas yang berlebihan akibat beban lebih maka harus dipasang Thermal Overload Relay (TOR) pada suatu rangkaian.6 Prinsip Kerja Bimetal Bimetal pada Thermal Overload Relay (TOR) terdiri dari dua jenis logam. Jika pengaturan arus terlalu jauh melebihi arus motor maka TOR tidak akan maksimal mengamankan motor. Jika terjadi beban lebih maka arus menjadi besar dan menyebabkan penghantar panas. koil kontaktor tidak ada arus. Logam tahan panas berfungsi untuk menahan logam tidak tahan panas agar membengkok ke arah yang dikehendaki. Sedangkan logam tidak tahan panas berfungsi sebagai pemicu agar TOR dapat bekerja. sebaliknya jika pengaturan arus TOR di bawah arus nominal motor maka TOR terlalu sensitif yang akan mengakibatkan seringnya trip.

maka bagian bawah bimetal akan melengkung ke kiri dan membawa slide bar II ke kiri.Gambar 2. maka dibagian bawah akan tetap terbawa ke kiri.7 Mekanisme Kerja Thermal Overload Relay (TOR) Apabila Thermal Overload Relay dilewati arus lebih besar dari nominalnya. Selama bimetal itu masih panas. dan membuat kontak NO 97-98 akan terhubung. Gambar 2. gesekan ini akan membawa lengan kontak pada bagian bawah terdorong ke kiri dan kontak NC 95-96 akan lepas. sehingga kontak-kontaknya belum dapat dikembalikan ke kondisi semula walaupun tombolresetnya ditekan. Apabila bimetal sudah dingin barulah kontaknya dapat kembali lurus dan kontaknya baru dapat di hubungkan kembali dengan menekan tombol reset.8 Wiring Diagram Pemasangan Thermal Overload Relay (TOR) 7 .

8 . Ketika tombol tekan (push botton) ON ditekan maka kontaktor akan bekerja sehingga arus listrik dapat mengalir melalui kontaktor dan TOR menuju motor listrik sehingga motor listrik dapat berputar. Demikian juga pada kontak NC 95-96 akan memutus seluruh rangkaian dan kontak NO 97-98 akan menutup. selanjutnya terhubung dengan terminal kontak Thermal Overload Relay (TOR) dan yang terakhir terhubung dengan sebuah motor listrik 3 fasa. Pada beban normal. pada saat itu lampu indikator akan menyala menandakan telah terjadi gangguan beban lebih. elemen bimetal pada TOR yang arusnya diatur sedikit diatas arus motor tidak akan mengalami pemuaian. pada kondisi ini TOR sebagai pendeteksi panas arus listrik dalam kondisi aman.Pada gambar di atas terdapat kontak terminal kontaktor magnet K1 yang diberi notasi 1-2. Jika terjadi beban lebih akibat kenaikan arus yang ditimbulkan oleh beban mekanik yang terlalu berat/besar maka elemen bimetal TOR akan membuka sehingga memutuskan aliran listrik ke motor. 3-4 dan 5-6.

9 .2. Kesimpulan Thermal Overload Relay (TOR) adalah proteksi beban lebih (arus lebih) yang dimaksudkan untuk melindungi motor dan perlengkapan kendali motor terhadap pemanasan berlebihan sebagai akibat beban lebih supaya motor listrik tidak mengalami kerusakan yang fatal. Saran Dari kesimpulan yang dijabarkan di atas.BAB III PENUTUP 3. yang mengakibatkan bimetal melengkung. 3.1. selanjutnya akan menggerakan kontakkontak mekanik pemutus rangkaian listrik (kontak NC 95-96 membuka dan kontak NO 97-98 menutup). Prinsip kerja Thermal Overload Relay (TOR) berdasarkan panas (temperatur) yang ditimbulkan oleh arus yang mengalir melalui elemen-elemen pemanas bimetal. maka alangkah baiknya jika pada setiap motor induksi 3 fasa 220/380 V dilengkapi dengan Thermal Overload Relay (TOR) agar motor yang digunakan lebih aman ketika terjadi gangguan beban lebih.

diakses 28 November 2016) 10 .blogspot. Thermal Overload Relay. 2015. diakses 28 November 2016) Nurmawan. (online. (online.DAFTAR PUSTAKA Badan Standarisasi Nasional. Aji.blogspot. Ilman. Jakarta: Yayasan PUIL.co.id/2015/04/pengertian-tor-thermaloverload-relay. diakses 28 November 2016) Sutarno. 2012.co. http://dunialistrikelektron. (online. Thermal Overload Relay (TOR). Fauzi.com/2011/07/11/thermal-overload-relaytor/.id/2012/11/thermal-overload-relay-tor. http://ilmanfauziharahap. https://listrikpemakaian. Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000).wordpress. 2011. Pengertian Thermal Overload Relay. 2000.