Anda di halaman 1dari 6

Borang Portofolio

Nama Peserta : dr. Prasetya Wibisono
Nama Wahana : RSUD Toboali, Bangka Selatan
Topik : Intoksikasi Organofosfat
Tanggal (kasus) : 30 Mei 2016
Nama Pasien : Tn. S
Tanggal Presentasi :
Tempat Presentasi : RSUD Toboali, Bangka Selatan
Obyektif Presentasi :

No. RM : 062135
Nama Pendamping : dr. Sastera Budi

Keilmuan

Keterampilan

Penyegaran

Tinjauan Pustaka

Diagnostik

Manajemen

Masalah

Istimewa

Neonatus

Bayi

Anak

Remaja

Dewasa

Lansia

Bumil

Deskripsi : Laki-laki, 60 th
Tujuan : Diagnosa dan Penatalaksanaan Intoksikasi Organofosfat
Bahan bahasan :

Tinjauan Pustaka

Riset

Kasus

Audit

Cara membahas :

Diskusi

Presentasi dan diskusi

Email

Pos

Data pasien :
Nama : Tn. S
Nama wahana : RSUD Toboali, Bangka
Selatan
Data utama untuk bahan diskusi :
1. Anamnesa

Nomor registrasi : 062135
Telp :

Terdaftar sejak : 30 Mei 2016

: Laki-laki, 60 th. Keluhan tidak sadarkan diri sejam 6 jam SMRS. Os

ditemukan oleh keluarga di kebun. Os meminum racun serangga bakar yang dicelupkan dalam air.
Muntah 1x berwarna biru sejak 4 jam SMRS. Tidak ada kejang.
Riwayat Pengobatan : Borang Portofolio – Intoksikasi Organofosfat

1

Achu E.5°C § Wajah : dalam batas normal. Pupil isokor 3mm/3mm. Muñoz MP. et al. Riwayat pekerjaan : Buruh 5. Lain – lain :  Pemeriksaan Fisik : § Kesadaran : Compos mentis § Vital Sign : – TD : 130/70 – HR : 55x/menit – RR : 24x/menit – T : 36. Reflek cahaya (+/+) normal. bising usus (+) normal. 2. Diagnosa Intoksikasi Organofosfat Borang Portofolio – Intoksikasi Organofosfat 2 . § Abdomen : supel. USA : 2006. WHO. Icteric (-/-). Riwayat keluarga :  Riwayat alergi disangkal 4. 2016 Hasil Pembelajaran : 1. bradikardi. ronkhi (-/-) – Cor : Ictus cordis tidak kuat angkat. Iglesias VP. Riwayat kesehatan/Penyakit :  Riwayat Asma disangkal  Riwayat Alergi disangkal 3. CRT <2” o Oedem: tidak dijumpai Daftar Pustaka : 1. Int J Occup Environ Health. Chronic exposure to organophosphate (OP) pesticides and neuropsychological functioning in farm workers: a review. § Mata : Anemis (-/-). BJ 1 dan 2 normal. basah. Nyeri tekan epigastrium (-) § Ekstremitas : o Akral : Hangat. lakrimasi +/+ § Telinga/Hidung/Leher : dalam batas normal § Thorax : – Pulmo : Suara pernafasan vesikular.2. WHOP-UNEP Sound Management of Pesticides and Diagnosis and Treatment of Pesticide Poisoning A Resource Tool. Muñoz-Quezada MT. Cornejo CA. Lucero BA. wheezing (-/-).

CRT <2” Oedem: tidak dijumpai Pemeriksaan penunjang Borang Portofolio – Intoksikasi Organofosfat 3 . Icteric (-/-). Abdomen : supel. Pupil isokor 3mm/3mm. ronkhi (-/-) – Cor : Ictus cordis tidak kuat angkat. Tatalaksana Intoksikasi Organofosfat “Subjective” : - Laki-laki 60 tahun ditemukan tidak sadarkan diri - Meminum racun serangga bakar yang dicelupkan dalam air . bising usus (+) normal.5°C Mata : Anemis (-/-). basah. Reflek cahaya (+/+) normal. BJ 1 dan 2 normal. Nyeri tekan epigastrium (-) Ekstremitas : o Akral : Hangat.Muntah 1 kali berwarna biru “Objective” : § § § § § § § Kesadaran : Compos mentis Vital Sign : – TD : 130/70 – HR : 55x/menit – RR : 24x/menit – T : 36.2. wheezing (-/-). bradikardi. lakrimasi +/+ Telinga/Hidung/Leher : dalam batas normal Thorax : – Pulmo : Suara pernafasan vesikular.

GI upset. excess lacrimation. urination. Onset gejala keracunan biasanya cepat yaitu dalam menit hingga 3 jam tergantung dari banyaknya yang tertelan dan rute masuknya. diarrhea. Dengan riwayat adanya meminum racun serangga dan dari pemeriksaan fisik adanya tanda-tanda keracunan organofosfat yaitu bradikardia dan lakrimasi. emesis) dan DUMBELS (diaphoresis and diarrhea. emesis. bradycardia. Tanda keracunan organofosfat disebut dengan sindrom kolinergik. nikotinik dan CNS. urination. and salivation) Borang Portofolio – Intoksikasi Organofosfat 4 . miosis. Terdapat 3 kelompok gejala yaitu efek muskarinik. Sasaran dari komponen organofosfat adalah enzim kolinesterase yaitu enzim yang digunakan untuk membantu impuls antar sel saraf.“Assessment” : Dari hasil anamnesa & pemeriksaan fisik dapat ditegakkan diagnosa Intoksikasi Organofosfat. bronchorrhea. Efek Muskarinik : SLUDGE (salivation. bronchospasm. lacrimation.

kram. tremor. emosi labil. takikardia. pusing. leher dan tubuh. midriasis dan pucat Efek CNS : gelisah. hipertensi. kejang dan koma Gejala paralisis dibagi atas 3 : - Tipe I : paralisis akut yang disebabkan oleh depolarisasi terus menerus pada celah neuromuskuler - Tipe II : gejala sedang dimana terjadi 1-4 hari setelah keracunan yaitu kelemahan pada anggota gerak proksimal. Bisa juga terjadi kelemahan saraf kranial - Tipe III : disebut sebagai organophosphate-induced delayed polyneuropathy (OPIDP) yang muncul pada 2-3 minggu dengan dosis tinggi yaitu kelemahan anggota gerak distal. “Plan” : Diagnosis : Intoksikasi Organofosfat Pengobatan : - O2 4 lpm - IVFD RL 20 tpm - NGT + bilas lambung 1 lt : hasil akhir jernih - Atropine 2 mg IM - Ranitidine IV 1 amp - Ondancetron IV 1 amp Borang Portofolio – Intoksikasi Organofosfat 5 . ataxia. gagal diafragma.Efek Nikotinik : Kedut otot. kelemahan.

hanya simptomatik seperti fisioterapi Borang Portofolio – Intoksikasi Organofosfat 6 .05 mg/kgBB)  jika ada gejala muskarinik dan pantau gejala atropinisasi (tidak ada salivasi. dapat diulang pemberian atropine hingga atropinisasi muncul. 4mg. Pada keracunan dosis tinggi. jika akses vena sulit dapat dilakukan dengan IM. - Bilas lambung dalam 1 jam dapat ditambah karbon aktif - Jika kejang : diazepam IV 5-10 mg (0. 2mg. 8mg).3mg/kgBB) habis dalam 3 menit.2-0.WHO : - Pertahankan airway agar tidak terjadi aspirasi jika muntah & pemberian O2 - Atropine IV 1-2 mg (0. Dapat diulang hingga 30mg - Gejala lanjutan tidak ada penanganan. hipersekresi bronkial. reverse bradikardi) tiap 5 menit. dosis atropine dapat diberikan 2 kali lipat hingga pasien atropinisasi (1mg.