Anda di halaman 1dari 1

Masalah Logistik Nasional: Transportasi Laut

Oleh: Gita Kurnia, Dosen Teknik Logistik Universitas Pertamina

Masalah logistik yang dihadapi Indonesia kerap tidak mengalami perubahan di
setiap tahunnya. Beberapa masalah terbesar di bidang logistik yang dibahas di
artikel ini merupakan kurang memadainya infrastruktur pelabuhan di Indonesia,
baik dari segi kuantitas maupun kualitas, serta terbatasnya jumlah dan kualitas
pelaku dan penyedia jasa logistik. Contoh permasalahan di pelabuhan adalah
antrian kapal yang panjang disebabkan oleh adanya pendangkalan di sekitar area
pelabuhan, atau lamanya proses bongkar muat petikemas (dwelling time).
Minimnya jaringan bisnis pelaku dan penyedia jasa logistik lokal didukung dengan
ketersediaan kapal-kapal di Indonesia dengan kualitas yang tidak cukup memadai.
Kapal-kapal yang beroperasi di nusantara cenderung memiliki umur yang sudah tua
(lebih dari 20 tahun) sehingga memiliki biaya perawatan yang sangat mahal.
Adanya beberapa permasalahan tersebut menyebabkan biaya logistik di Indonesia
menjadi yang paling mahal, apabila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN
lainnya. Biaya logistik adalah biaya yang terlibat dalam transportasi bahan yang
dibutuhkan untuk produksi, untuk penyimpanan, penanganan dan pengiriman
barang jadi ke pelanggan.
Hal tersebut ditambah dengan tingginya ketergantungan distribusi barang dan jasa
di Indonesia dengan memanfaatkan angkutan darat/jalan sebesar 90%, sedangkan
angkutan laut hanya dibawah 9%. Ketimpangan tersebut terkesan ironi, karena
sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, distribusi barang dan jasa di Indonesia
sudah seharusnya memaksimalkan penggunaan transportasi laut. Bila dibandingkan
dengan Jepang yang memiliki jumlah pulau yang lebih sedikit dari Indonesia, negara
Sakura tersebut dapat memanfaatkan transportasi lautnya sebesar 51% sebagai
solusi logistik dengan biaya logistik tiga kali lebih rendah dari Indonesia. Dengan
kata lain, apabila Indonesia dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur
pelabuhan dan penyedia jasa logistik, serta memeratakan distribusi nasional
melalui transportasi laut, diharapkan akan membantu mengurangi biaya logistik
nasional.
Selain itu, kurangnya sumber daya manusia yang memahami permasalahan logistik
dan transportasi laut di Indonesia merupakan salah satu unsur penyebab mengapa
logistik di Indonesia kurang berkembang. Oleh karena itu sebagai salah satu solusi,
Universitas Pertamina menawarkan program Teknik Logistik, untuk membekali calon
penerus-penerus bangsa dengan ilmu logistik, dengan harapan mereka akan
mampu menyelesaikan permasalahan-permasalah logistik di Indonesia sehingga
biaya logistik nasional dapat ditekan dan turut berpartisipasi dalam memajukan
logistik Indonesia.