Anda di halaman 1dari 23

“Laporan Asuhan Keperawatan Keluarga”

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA SALAH SATU ANGGOTA
KELUARGA MENDERITA HIPERTENSI PADA SEORANG WANITA USIA
57 TAHUN DI KELURAHAN PISANGAN RT 001 / RW 003 KECAMATAN
CIPUTAT TIMUR TANGERANG SELATAN
“Laporan Asuhan Keperawatan Keluarga ini Diajukan sebagai Bagian
Menyelesaikan dari Persyaratan Pendidikan Profesi Ners Keperawatan
Keluarga di Prodi. Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta”

Ditujukan kepada Yth:
1. Uswatun Khasanah, Ns., MNS (Pembimbing Akademik)
2. Tuti Amelia, Amd.Kep (Pembimbing Lapangan)

Oleh:
Ikna Qonita (41151095000023)

PROGRAM PROFESI NERS
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2016
“Halaman pengesahan”
“Laporan Asuhan Keperawatan Keluarga”
“Laporan Asuhan Keperawatan Keluarga ini diajukan sebagai bagian
menyelesaikan dari persyaratan pendidikan profesi Ners Keperawatan
Keluarga di Prodi. Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Dan Ilmu
Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta”

Ikna Qonita

41151095000023

.) BAB I DASAR DAN TUJUAN PENINJAUAN KASUS .Telah diperiksa dan disetujui pada tanggal ……………….Kep (…………………………………………. Ns. Uswatun Khasanah. MNS (………………………………………) Tuti Amelia.. Amd.

Klien mengatakan sumber penghasilan keluarga didapatkan dari menantu yang tinggal bersamanya yang bekerja sebagai wiraswasta dan sesekali kedua anaknya yang lain turut membantu. Kegiatan lain yang biasa dilakukan adalah ikut pengajian dan ikut kegiatan-kegiatan perkumpulan warga saja. Resume Permasalahan keluarga Ny R (57 tahun) merupakan seorang janda dari Alm. Tampak dari komunikasi yang baik terjalin antar anggota keluarga. Ny R adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya hanya beraktifitas di rumah saja. Kedua anaknya yang sudah berkeluarga telah memiliki tempat tinggal bersama keluarganya masing-masing. Klien memiliki tiga orang anak yang seluruhnya telah menikah. Selain itu tampak luka pada tungkai sebelah kanan klien seperti terbakar dan bernanah. Saat ini klien tinggal bersama anak bungsunya beserta menantu dan kedua cucunya. B. Tinjauan Pustaka . Setelah dilakukan pengkajian didapatkan saat ini klien mengatakan sering merasa pusing. Tn S yang meninggal dunia 7 tahun yang lalu. Hubungan klien dengan anak dan cucunya sangat baik. namun dari penghasilan yang didapat sudah dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. perabotan rumah yang cukup padat namun klien dapat merapikannya sehingga terlihat rapi. Keadaan rumah yang klien tempati pencahayaannya cukup.A. Klien mengatakan bahwa selama ini keluarga tidak memiliki tabungan. ventilasi yang minimal. rumah terlihat bersih.

tempat sampah. kebersihan. Keadaan rumah dan tempat tinggalnya dan lingkungannya Observasi - Sumber air Kepadatan penghuni rumah Keadaan rumah (kebersihan rumah. kerapian rumah) Sarana pembuangan air limbah Lingkungan sekitar rumah (halaman. kondisi kelembapan rumah. pembuangan sampah dan pengelolaan sampah) 2. Faktor ekonomi dan sosial keluarga - 4. Penghasilan Pendidikan Pengaruh keadaan klien terhadap keluarga Aktifitas sosial dengan masyarakat Dukungan keluarga dan masyarakat Self-seeking behavior (perilaku kesehatan) - Wawancara dan observasi Riwayat pengobatan Kepatuhan minum obat Efek obat terhadap pasien Riwayat pengobatan alternative pencarian pertolongan Wawancara . Kondisi dan perilaku yang terkait dengan keadaan klien - Wawancara Pengetahuan keluarga klien tentang insomnia /susah tidur 3.BAB II FOKUS PENGKAJIAN DAN METODE no Variabel Metode penelusuran 1. ventilasi udara dan - kondisinya. kelembapan lingkungan rumah.

Genogram : 3. Tipe keluarga Tn. Ciputat. A 38 tahun 1.BAB III ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA A. A (72th) 2. Pekerjaan : pensiunan 3. istri dan 2 orang anak 2. H 65 Perempuan IRT SD Islam istri Laki-laki Wiraswasta SMA Islam anak Perempuan Wiraswasta SMA Islam anak tahun 2 Tn. A 72 th : Keluarga Inti . Tangerang Selatan Anggota Keluarga No Nama Umur JK Pekerjaan Pendidikan Agama Hubungan keluarga 1 Ny. Agama : Islam 5. Komposisi keluarga : terdiri atas suami. Pengkajian DATA PENGKAJIAN KELUARGA Data Demografi Identitas Kepala Keluarga 1. B 42 tahun 3 Ny. Pendidikan : SMA 4. Alamat : Kelurahan Cipayung RT 06/RW 02. NamaUmur : Tn.

Ventilasi kurang baik dengan luas kurang dari 10%.per bulan 7. dimana penerangan sudah mencukupi. Tahap perkembangan keluarga saat ini Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah berada pada tahap keluarga dengan anak dewasa akhir 2. seperti HT. juga tidak ada baju yang tergantung di dalam rumah. Riwayat keluarga sebelumnya : Tidak ada riwayat penyakit Lingkungan 1. asma dan keganasan 3. jantung. Kebersihan rumah secara keseluruhan cukup baik. Status ekonomi keluarga: diatas Rp.000. Denah rumah 3. Lantai terbuat dari ubin. Aktifitas rekreaksi keluarga: menonton TV dirumah Riwayat tahap perkembangan keluarga 1. menggunakan listrik. Agama : Islam 6. Pengelolaan sampah . 2. TBC. Suku bangsa : Betawi 5. Riwayat keluarga inti : Keluarga inti tidak menderita penyakit kronis.4. Atap rumah terbuat dari genteng. cahaya dapat masuk rumah pada siang hari. status rumah yang ditempati keluarga ini yaitu milik pribadi. 1000. Karakteristik rumah Klien tinggal di sebuah rumah permanen dengan ukuran 5 X 8 m..

cukup dapat mengendalikan keluarga. Struktur peran (formal dan informal) : . Pola komunikasi keluarga : Klien mengatakan pola komunikasi di keluarganya sangat baik. tidak tersunbat dengan pembuangan menuju sungai. 11. fasilitas kesehatan tersebut cukup terjangkau oleh keluarga dengan kendaraan umum. Sistem pendukung keluarga : Anak klien sangat peduli dengan kesehatan. 6. Ibu klien juga aktif dalam mengikuti kegiatan di masyarakat seperti pengajian. 4. Jamban keluarga Keluarga memiliki jamban keluarga berbentuk leher angsa yang jaraknya kurang dari 10 m dari sumber air. Mobilitas geografis keluarga: Klien mengatakan sudah tinggal didaerah ini sejak kecil bersama orang tua. 9. Sumber air Sumber air yang digunakan keluarga yaitu pompa listrik 5. Struktur Keluarga 1. sampah yang telah terkumpul biasa diambil oleh petugas. A. Fasilitisas sosial dan dan kesehatan Terdapat perkumpulan sosial dalam kegiatan di masyarakat setempat dalam bentuk pengajian. Stuktur kekuatan keluarga : Pengambilan keputusan keluarga diputuskan oleh Tn. 3. 7.Keluarga memiliki tempat pembuangan sampah yang tertutup. klien langsung membawanya ke pelayanan kesehatan terdekat menggunakan motor. 10. Terdapat pula fasilitas pelayanan kesehatan dimasyarakat yang selama ini klien manfaatkan. apabila terdapat anggota keluarga yang sakit. Karakteristik tetangga dan komunitas RW : Klien mengatakan hubungannya dengan tetangga dan warga baik dan saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Pembuangan air limbah Keluarga memiliki saluran pembuangan air limbah dengan kondisi baik. 8. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat : Ibu klien mengatakan perkumpulan dan interaksi dengan masyarakat sangat baik. A sebagai kepala keluarga. 2. Tn.

Fungsi sosial : Interaksi dan hubungan dalam keluarga kurang terjalin dengan baik. 2. menghargai. b. 3. 5. Dan menghormati antara keluarga.Istri berperan sebagai ibu rumah tangga. Fungsi reproduksi : Istri klien mengatakan tidak pernah melakukan KB 4. Fungsi afektif : Dalam keluarga tampak sikap saling mendukung. Stresor jangka pendek dan panjang Klien mengatakan tidak ada masalah yang dihadapi keluarga saat ini. Anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit : Keluarga cukup bisa merawat anggota keluarganya bila ada yang sakit Stres dan koping keluarga 1. Fungsi perawatan kesehatan a. 4. Norma keluarga yang berkaitan dengan kesehatan adalah bila ada keluarga yang sakit segera di bawa ke puskesmas karena pelayanan kesehatan tersebut cukup terjangkau dengan rumahnya Fungsi keluarga 1. Suami sudah pensiun telah melakukan perannya dengan baik. Kemampuan keluarga berespons terhadap situasi / stressor . Mengenal masalah kesehatan : Keluarga memahami jika klien mengalami masalah pada kesehatannya a. Keputusan mengenai tindakan kesehatan : keluarga mengambil keputusan untuk kontrol setiap bulan ke posbindu. Fungsi Ekonomi : Keluarga menggunakan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan pendapatan keluarga antara 1 juta hingga 2 juta rupiah perbulan. Nilai dan norma keluarga : Nilai dan norma yang berlaku di keluarga disesuaikan dengan nilai agama yang di anut dan norma yang berlaku dilingkungannya. 2.

tidak menggunakan alat bantu pendengaran 3. pergerakan bola mata normal. fungsi baik. irama teratur. Sistem pendengaran Posisi telinga simetris. denyut kuat. bunyi nafas normal 5. tidak mengalami hambatan dalam berkomunikasi 4. kelopak mata normal. bentuk daun telinga normal. Pemeriksaan fisik Tn. 2. temparatur kulit hangat. fungsi penglihatan menurun. fungsi penglihatan baik. Strategi adaptasi disfungsional Jika dalam keluarga ada masalah. tidak ada batuk. Strategi koping yang digunakan Klien mengatakan jika ada masalah dalam keluarga diselesaikan dengan bermusyawarah. bentuk daun telinga normal. Sistem kardiovaskuler Nadi 78 x/menit. tidak ada ketombe. suhu 36. Sistem Pernafasan . irama teratur. fungsi menurun. pergerakan bola mata normal. tekanan darah 120/80 mmHg. tidak mengalami hambatan dalam berkomunikasi 4.7 C 6. tidak menggunakan alat bantu penglihatan. 4. A 1. maka klien hanya berdiam diri saja. tidak menggunakan alat bantu pendengaran 3. System wicara Bicara klien baik. frekuensi 20 x/menit. Sistem Penglihatan Posisi mata simetris. Sistem pernafasan Saat pengkajian tidak mengalami gangguan. kelopak mata normal. Sistem pendengaran Posisi telinga simetris.Klien mengatakan bahwa saat ada masalah dapat dibicarakan dengan suaminya sehingga tidak menimbulkan konflik dalam keluarga 3. 7. A Ny. Sistem integument Keadaan rambut bersih. sclera anikterik. Sistem penglihatan Posisi mata simetris. tidak menggunakan alat bantu penglihatan. Sistem musculoskeletal Pada saat pengkajian tidak ada keluhan dan masalah system musculoskeletal pada Tn. H 1. sclera anikterik. turgor kulit lembab. Sistem wicara Bicara klien baik. 2.

Sistem pendengaran . frekuensi 20x/menit. 7. fungsi penglihatan baik. A 1. tekanan darah 110/70 mmHg. kelopak mata normal. tidak menggunakan alat bantu pendengaran 3. 7. sclera anikterik. bunyi nafas normal 5. Ny. Sistem Kardiovaskuler Nadi 72x/menit. Sistem Penglihatan Posisi mata simetris. B 1. H Tn. temparatur kulit hangat suhu 36. pergerakan bola mata normal. fungsi penglihatan baik. Sistem pendengaran Posisi telinga simetris. irama teratur. tidak menggunakan alat bantu penglihatan. Sistem Integumen Keadaan rambut baik. kelopak mata normal. Sistem Penglihatan Posisi mata simetris.8 C 6. tidak ada ketombe. sclera anikterik. irama teratur.Saat pengkajian tidak mengalami gangguan pernafasan. System wicara Bicara klien baik. fungsi baik. temparatur kulit hangat suhu 36. tidak ada batuk. denyut kuat. tidak menggunakan alat bantu penglihatan. Sistem Pernafasan Saat pengkajian tidak mengalami gangguan pernafasan. Sistem Kardiovaskuler Nadi 88x/menit. bentuk daun telinga normal. Sistem Integumen Keadaan rambut baik. 2. tidak ada batuk. pergerakan bola mata normal. tidak mengalami hambatan dalam berkomunikasi 4. turgor kulit baik. irama teratur. turgor kulit baik. frekuensi 20x/menit. denyut kuat. irama teratur. System musculoskeletal Pada saat pengkajian tidak ada keluhan dan masalah system musculoskeletal pada Ny. tidak ada ketombe.8 C 6. tekanan darah 120/70 mmHg. bunyi nafas normal 5. System musculoskeletal Pada saat pengkajian tidak ada keluhan dan masalah system musculoskeletal. 2.

irama teratur. tidak ada batuk. tidak menggunakan alat bantu pendengaran 3. bunyi nafas normal 5. System wicara Bicara klien baik. 7. tidak ada ketombe. Analisa Data dan diagnosa keperawatan ANALISA DATA DAN DIAGNOSA KEPERAWATAN Data DS : PASIEN mengatakan sulit tidur PASIEN menyatakan sulit tidur nyenyak PASIEN menyatakan kurang sulit tidur kembali setelahh terbangun PASIEN menyatakan gangguan tidur yang berdampak pada keesokan hari DO : tampak kurang bergairah Vital sign TD: 140/80 mmHg Problem Insomnia Etiologi Ketidaknyamanan fisik . Sistem Kardiovaskuler Nadi 102x/menit. frekuensi 26x/menit. fungsi baik. System musculoskeletal Pada saat pengkajian tidak ada keluhan dan masalah system musculoskeletal Harapan keluarga Klien mengatakan semoga anak keduanya dapat tumbuh dengan normal dan berat badannya sesuai dengan usianya. B. Sistem Pernafasan Saat pengkajian tidak mengalami gangguan pernafasan. tidak mengalami hambatan dalam berkomunikasi 4. temparatur kulit hangat suhu 36. irama teratur.5 C 6. Sistem Integumen Keadaan rambut baik. denyut kuat.Posisi telinga simetris. turgor kulit baik. bentuk daun telinga normal.

2. Prioritas Masalah Diagnosa Keperawatan : Insomnia bd ketidaknyamanan fisik No 1. Kriteria Sifat masalah Skor Bobot 3 1 Pembenaran Masalah dikatakan aktual karena seluruh data yang ada bersifat aktual. Kemungkinan masalah dapat di rubah. 2 2 Klien dan keluarga memiliki keinginan dalam membantu .RR: 20x/menit N: 80x/menit T: 36.5ᵒ C DS : Resiko jatuh - Pasien mengatakan pusing jika - terlalu lama berdiri Pasien mengatakan tidak dapat berdiri tegak dan jalannya sempoyongan DO : - saat ini berusia 72 tahun tidak ada materi anti slip di kamar mandi C.

Menonjolnya masalah 2 1 Keluarga klien memiliki keinginan untuk bekerja sama dengan perawat untuk meningkatkan kesehatannya. Kemungkinan masalah dapat di rubah.klien untuk menyelesaikan masalahnya. 3. 4. Keliuarga klien memiliki motivasi yang tinggi untuk mengatasi masalah kesehatannya sehingga sangat berpotensi untuk di cegah. Potensial masalah untuk di 2 1 cegah. 1 2 Keluarga memiliki keinginan dalam meningkatkan kesehatannya. Kriteria Sifat masalah Skor Bobot Pembenaran 1 1 Masalah dikatakan potensial karena masalah ini merupakan diagnosa untuk meningkatkan kesejahteraan 2. status . Total nilai : 3 2/3 Diagnosa Keperawatan : Resiko jatuh No 1.

Rencana Asuhan Keperawatan Keluarga Tgl Dx Tujuan Intervensi . Resiko jatuh D. Total nilai : 3 Diagnose Keperawatan Prioritas : 1. Potensial masalah untuk di 2 1 cegah. Menonjolnya masalah 2 1 Klien memiliki keinginan untuk bekerja sama dengan perawat untuk meningkatkan kesehatannya.3. Insomnia bd ketidaknyamanan fisik 2. 4. Klien memiliki motivasi yang tinggi untuk masalah mengatasi kesehatannya sehingga sangat berpotensi untuk di cegah.

bising. suhu. Identifikasi terapi obat-obatan untuk tidur pasien. Anjurkan pasien untuk menetapkan waktu tidur - rutin untuk memfasilitasi dari terjaga ke tidur. psikologis dan keadaan yang PASIEN mengatakan tidak sulit - mempengaruhi tidur pasien.14/ I 04 Setelah dilakukan perawatan - Monitor pola tidur pasien dan jumlah jam tidur - pasien. Monitor asupan makan dan minum yang - memudahkan atau mengganggu tidur. Berikan kenyamanan seperti pijatan. Pasien dapat berjalan tanpa sempoyongan yang berpotensi meningkatkan resiko jatuh - Identifikasi perilaku dan faktor yang mempengaruhi resiko jatuh - Review riwayat jatuh pada pasien - Identifikasi karakteristik lingkungan yang meningkatkan resiko jatuh - Monitor cara berjalan. Sesuaikann lingkungan (cahaya.5ᵒ C menyediakan kegiatan untuk selalu terjaga sesuai - keadaan. posisi tidur. Kaji adanya situasi stress sebelum tidur. keseimbangan dan tingkat kelelahan pasien . Monitor catatan fisik. - Identifikasi kekurangan kognitif atau fisik pasien Setelah dilakukan perawatan selama 3x8 jam diharapkan resiko jatuh tidak terjadi KH : - pasien dapat berjalan dengan tegak. kasur tidur PASIEN menyatakan tidak sulit - dll) untuk mendorong pasien tidur. Kaji pasien untuk membatasi tidur siang dengan selama 3x8 jam diharapkan insomnia berurang KH : tidur nyenyak PASIEN menyatakan tidak sulit tidur kembali setelahh terbangun PASIEN menyatakan tidak ada gangguan tidur yang berdampak II pada keesokan hari DO : tampak bersemangat Vital sign TD: 120/80 mmHg RR: 20x/menit N: 80x/menit T: 36. - dan sentuhan.

Impelementasi dan Evaluasi Tgl/Jam No. Dx Implementasi Respon Klien .- Sarankan perubahan cara berjalan pada pasien - Latih pasien untuk beradaptasi dengan cara berjalan yang baru E.

Mengidentifikasi kekurangan kognitif atau fisik pasien yang berpotensi meningkatkan resiko jatuh S : pasien mengatakan jika pusing kambuh.14/04 I - Monitor pola tidur pasien dan jumlah jam DS : pasien mengatakan tidak bisa tidur tidur pasien. kasur dll) untuk mendorong pasien tidur. tidak dapat berdiri tegak dan jalannya sempoyongan - Mengidentifikasi perilaku dan faktor yang O : pasien berusia 72 tahun. semalaman kalaupun tidur hanya sebentar tidak kurang dari 1 jam DO : tampak lelah A : masalah belum teratasi II P : lakukan intervensi keperawatan - Monitor catatan fisik. Kaji adanya situasi stress - sebelum tidur. - ke tidur. untuk memfasilitasi dari terjaga suhu. bising. keseimbangan dan tingkat yang meningkatkan resiko jatuh kelelahan pasien - Sarankan perubahan cara . mempengaruhi resiko jatuh A : masalah tidak terjadi II P : lakukan intervensi keperawatan I: 22/04 I - Mereview riwayat jatuh pada pasien - Mengidentifikasi karakteristik lingkungan - Monitor cara berjalan. Monitor asupan makan dan minum yang memudahkan atau 16/04 I mengganggu tidur. I: - Anjurkan pasien untuk menetapkan waktu tidur rutin - Sesuaikann lingkungan (cahaya. psikologis dan keadaan yang mempengaruhi tidur pasien.

tidak dapat berdiri tegak dan jalannya sempoyongan - Monitor asupan makan dan minum yang memudahkan atau mengganggu tidur. - Anjurkan pasien untuk menetapkan waktu pasien mengatakan tidak bisa tidur DO : A : masalah belum teratasi P : lakukan intervensi keperawatan I: . Identifikasi terapi obat-obatan untuk tidur pasien. O : Pasien berusia 57 tahun. dan - sentuhan.berjalan pada pasien DS : pasien menagatakan akan mencoba untuk tidur lebih awal pada malam hari.Kaji pasien untuk membatasi tidur siang dengan menyediakan tidur rutin untuk memfasilitasi dari terjaga kegiatan untuk selalu terjaga ke tidur. posisi tidur. Berikan kenyamanan seperti pijatan. - Kaji adanya situasi stress sebelum tidur. pasien mengatakan lebih . keseimbangan berbincang-bincang dengan teman dan tingkat kelelahan pasien sekamar. tidak ada materi yang anti slip di kamar mandi A : masalah tidak terjadi P : lanjutkan intervensi I: Latih pasien untuk beradaptasi dengan cara berjalan yang baru DS : pasien mengatakan memang tidak tidur siang dan menggunakannya untuk - Memonitor cara berjalan. - II sesuai keadaan. S :pasien mengatakan jika pusing kambuh.

Identifikasi terapi obat-obatan untuk tidur pasien - Berikan kenyamanan seperti pijatan. tidak dapat berdiri tegak dan jalannya sempoyongan O : PASIEN berusia 72 tahun - Identifikasi terapi obat-obatan untuk tidur pasien. dan sentuhan. Berikan kenyamanan seperti pijatan. posisi tidur.nyaman tidur miring dan pasien - Menyarankan perubahan cara berjalan pada pasien - mengatakan belum mendapat obat dari dokter. A : masalah tidak terjadi P : lakukan intervensi keperawatan I: Latih pasien untuk beradaptasi dengan cara berjalan yang baru . dan - sentuhan. kambuh. DO : A : masalah belum teratasi P : lanjutkan intervensi . - sesuai keadaan.Kaji pasien untuk membatasi Kaji pasien untuk membatasi tidur siang tidur siang dengan menyediakan dengan menyediakan kegiatan untuk selalu kegiatan untuk selalu terjaga terjaga sesuai keadaan. posisi S : PASIEN mengatakan jika pusing tidur.

Melatih pasien untuk beradaptasi dengan cara berjalan yang baru .

EVALUASI DAN REKOMENDASI Nama Pasien : Tn. - dan sentuhan. bising. mengkaji pasien untuk membatasi tidur siang dengan menyediakan kegiatan untuk - selalu terjaga sesuai keadaan. mennjurkan pasien untuk menetapkan waktu tidur rutin untuk memfasilitasi dari - terjaga ke tidur. II Resiko jatuh - Setelah dilakukan intervensi Farha kekurangan kognitif atau keperawatan. A No I Masalah Kesehatan Insomnia Intervensi yang telah diberikan - memonitor pola tidur pasien - dan jumlah jam tidur pasien. sehingga klien dll) untuk mendorong pasien - Setelah dilakukan intervensi dan keluarga dapat mengurangi psikologis dan keadaan yang - TTD dapat istirahat. kasur ketidakbisingan. memberikan kenyamanan seperti pijatan. posisi tidur. mengidentifikasi terapi obatobatan untuk tidur pasien. diharapkan pasien n fisik pasien yang dan keluargamampu mengidentifikasi - mengidentifikasi hal-hal yang . suhu. megkaji adanya situasi stress - sebelum tidur. tidur. menyesuaikann lingkungan istrahat klien dengan memberikan ketenangan dan (cahaya. memonitor catatan fisik. Rekomendasi - Farha keperawatan diharapkan pasien n ketidaknyamanan dalam mempengaruhi tidur pasien. memonitor asupan makan dan minum yang memudahkan - atau mengganggu tidur.

keseimbangan dan tingkat - kelelahan pasien menyaarankan perubahan - cara berjalan pada pasien melatih pasien untuk beradaptasi dengan cara berjalan yang baru rumah .- berpotensi meningkatkan dapat menimbulkan resiko jatuh resiko jatuh mengidentifikasi perilaku di rumahh dan di lingkungan dan faktor yang mempengaruhi resiko - jatuh mereview riwayat jatuh - pada pasien mengidentifikasi karakteristik lingkungan yang meningkatkan resiko - jatuh memonitor cara berjalan.