Anda di halaman 1dari 23

Laporan Asuhan Keperawatan Keluarga

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA SALAH SATU ANGGOTA


KELUARGA MENDERITA HIPERTENSI PADA SEORANG WANITA USIA
57 TAHUN DI KELURAHAN PISANGAN RT 001 / RW 003 KECAMATAN
CIPUTAT TIMUR TANGERANG SELATAN
Laporan Asuhan Keperawatan Keluarga ini Diajukan sebagai Bagian
Menyelesaikan dari Persyaratan Pendidikan Profesi Ners Keperawatan
Keluarga di Prodi. Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Ditujukan kepada Yth:


1. Uswatun Khasanah, Ns., MNS (Pembimbing Akademik)
2. Tuti Amelia, Amd.Kep (Pembimbing Lapangan)

Oleh:
Ikna Qonita (41151095000023)

PROGRAM PROFESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2016
Halaman pengesahan
Laporan Asuhan Keperawatan Keluarga
Laporan Asuhan Keperawatan Keluarga ini diajukan sebagai bagian
menyelesaikan dari persyaratan pendidikan profesi Ners Keperawatan
Keluarga di Prodi. Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Dan Ilmu
Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Ikna Qonita

41151095000023

Telah diperiksa dan disetujui pada tanggal ..

Uswatun Khasanah, Ns., MNS ()

Tuti Amelia, Amd.Kep (.)

BAB I
DASAR DAN TUJUAN PENINJAUAN KASUS

A. Resume Permasalahan keluarga


Ny R (57 tahun) merupakan seorang janda dari Alm. Tn S yang
meninggal dunia 7 tahun yang lalu. Ny R adalah seorang ibu rumah tangga yang
sehari-harinya hanya beraktifitas di rumah saja. Kegiatan lain yang biasa
dilakukan adalah ikut pengajian dan ikut kegiatan-kegiatan perkumpulan warga
saja. Klien memiliki tiga orang anak yang seluruhnya telah menikah. Saat ini
klien tinggal bersama anak bungsunya beserta menantu dan kedua cucunya.
Kedua anaknya yang sudah berkeluarga telah memiliki tempat tinggal bersama
keluarganya masing-masing.
Keadaan rumah yang klien tempati pencahayaannya cukup, ventilasi
yang minimal, rumah terlihat bersih, perabotan rumah yang cukup padat namun
klien dapat merapikannya sehingga terlihat rapi. Klien mengatakan sumber
penghasilan keluarga didapatkan dari menantu yang tinggal bersamanya yang
bekerja sebagai wiraswasta dan sesekali kedua anaknya yang lain turut
membantu.
Setelah dilakukan pengkajian didapatkan saat ini klien mengatakan
sering merasa pusing. Selain itu tampak luka pada tungkai sebelah kanan klien
seperti terbakar dan bernanah. Hubungan klien dengan anak dan cucunya sangat
baik. Tampak dari komunikasi yang baik terjalin antar anggota keluarga. Klien
mengatakan bahwa selama ini keluarga tidak memiliki tabungan, namun dari
penghasilan yang didapat sudah dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan
keluarga sehari-hari.

B. Tinjauan Pustaka

BAB II
FOKUS PENGKAJIAN DAN METODE

no

Variabel

Metode penelusuran

1.

Keadaan rumah dan tempat tinggalnya dan lingkungannya

Observasi

Sumber air
Kepadatan penghuni rumah
Keadaan rumah (kebersihan rumah, ventilasi udara dan

kondisinya, kondisi kelembapan rumah, kerapian rumah)


Sarana pembuangan air limbah
Lingkungan sekitar rumah (halaman, tempat sampah,
kebersihan, kelembapan lingkungan rumah, pembuangan
sampah dan pengelolaan sampah)

2.

Kondisi dan perilaku yang terkait dengan keadaan klien


-

Wawancara

Pengetahuan keluarga klien tentang insomnia /susah


tidur

3.

Faktor ekonomi dan sosial keluarga


-

4.

Penghasilan
Pendidikan
Pengaruh keadaan klien terhadap keluarga
Aktifitas sosial dengan masyarakat
Dukungan keluarga dan masyarakat

Self-seeking

behavior

(perilaku

kesehatan)
-

Wawancara dan observasi

Riwayat pengobatan
Kepatuhan minum obat
Efek obat terhadap pasien
Riwayat pengobatan alternative

pencarian

pertolongan

Wawancara

BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
A. Pengkajian
DATA PENGKAJIAN KELUARGA
Data Demografi
Identitas Kepala Keluarga
1. NamaUmur : Tn. A (72th)
2. Pekerjaan
: pensiunan
3. Pendidikan
: SMA
4. Agama
: Islam
5. Alamat
: Kelurahan Cipayung RT 06/RW 02, Ciputat, Tangerang
Selatan
Anggota Keluarga

No

Nama

Umur

JK

Pekerjaan

Pendidikan

Agama

Hubungan
keluarga

Ny. H

65

Perempuan

IRT

SD

Islam

istri

Laki-laki

Wiraswasta

SMA

Islam

anak

Perempuan

Wiraswasta

SMA

Islam

anak

tahun

Tn. B

42
tahun

Ny. A

38
tahun

1. Komposisi keluarga : terdiri atas suami, istri dan 2 orang anak


2. Genogram
:

3. Tipe keluarga
Tn. A 72 th

: Keluarga Inti

4. Suku bangsa

: Betawi

5. Agama

: Islam

6. Status ekonomi keluarga: diatas Rp. 1000.000,- per bulan


7. Aktifitas rekreaksi keluarga: menonton TV dirumah

Riwayat tahap perkembangan keluarga


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah berada pada tahap
keluarga dengan anak dewasa akhir
2. Riwayat keluarga inti

Keluarga inti tidak menderita penyakit kronis, seperti HT, TBC,


jantung, asma dan keganasan
3. Riwayat keluarga sebelumnya :
Tidak ada riwayat penyakit

Lingkungan
1. Karakteristik rumah
Klien tinggal di sebuah rumah permanen dengan ukuran 5 X 8 m,
dimana penerangan sudah mencukupi, menggunakan listrik, status rumah
yang ditempati keluarga ini yaitu milik pribadi. Atap rumah terbuat dari
genteng. Ventilasi kurang baik dengan luas kurang dari 10%, cahaya
dapat masuk rumah pada siang hari. Lantai terbuat dari ubin. Kebersihan
rumah secara keseluruhan cukup baik, juga tidak ada baju yang
tergantung di dalam rumah.
2. Denah rumah
3. Pengelolaan sampah

Keluarga memiliki tempat pembuangan sampah yang tertutup,


sampah yang telah terkumpul biasa diambil oleh petugas.
4. Sumber air
Sumber air yang digunakan keluarga yaitu pompa listrik
5. Jamban keluarga
Keluarga memiliki jamban keluarga berbentuk leher angsa yang
jaraknya kurang dari 10 m dari sumber air.
6. Pembuangan air limbah
Keluarga memiliki saluran pembuangan air limbah dengan kondisi
baik, tidak tersunbat dengan pembuangan menuju sungai.
7. Fasilitisas sosial dan dan kesehatan
Terdapat perkumpulan sosial dalam kegiatan di masyarakat setempat
dalam bentuk pengajian. Terdapat pula fasilitas pelayanan kesehatan
dimasyarakat yang selama ini klien manfaatkan, fasilitas kesehatan
tersebut cukup terjangkau oleh keluarga dengan kendaraan umum.
8. Karakteristik tetangga dan komunitas RW :
Klien mengatakan hubungannya dengan tetangga dan warga baik
dan saling berinteraksi satu dengan yang lainnya.
9. Mobilitas geografis keluarga:
Klien mengatakan sudah tinggal didaerah ini sejak kecil bersama
orang tua.
10. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat :
Ibu klien mengatakan perkumpulan dan interaksi dengan masyarakat
sangat baik. Ibu klien juga aktif dalam mengikuti kegiatan di masyarakat
seperti pengajian.
11. Sistem pendukung keluarga :
Anak klien sangat peduli dengan kesehatan, apabila terdapat anggota
keluarga yang sakit, klien langsung membawanya ke pelayanan
kesehatan terdekat menggunakan motor.

Struktur Keluarga
1. Pola komunikasi keluarga :
Klien mengatakan pola komunikasi di keluarganya sangat baik.
2. Stuktur kekuatan keluarga :
Pengambilan keputusan keluarga diputuskan oleh Tn. A. Tn. A
sebagai kepala keluarga, cukup dapat mengendalikan keluarga.
3. Struktur peran (formal dan informal) :

Istri berperan sebagai ibu rumah tangga. Suami sudah pensiun telah
melakukan perannya dengan baik.

Anak sesuai dengan tahap

perkembangannya.
4. Nilai dan norma keluarga
:
Nilai dan norma yang berlaku di keluarga disesuaikan dengan nilai
agama yang di anut dan norma yang berlaku dilingkungannya. Norma
keluarga yang berkaitan dengan kesehatan adalah bila ada keluarga yang
sakit segera di bawa ke puskesmas karena pelayanan kesehatan tersebut
cukup terjangkau dengan rumahnya

Fungsi keluarga
1. Fungsi afektif :
Dalam keluarga tampak sikap saling mendukung, menghargai. Dan
menghormati antara keluarga.
2. Fungsi sosial :
Interaksi dan hubungan dalam keluarga kurang terjalin dengan baik.
3. Fungsi reproduksi :
Istri klien mengatakan tidak pernah melakukan KB
4. Fungsi Ekonomi :
Keluarga menggunakan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan
hidup sehari-hari dengan pendapatan keluarga antara 1 juta hingga 2 juta
rupiah perbulan.
5. Fungsi perawatan kesehatan
a. Mengenal masalah kesehatan
:
Keluarga memahami jika klien mengalami masalah pada kesehatannya
a. Keputusan mengenai tindakan kesehatan :
keluarga mengambil keputusan untuk kontrol setiap bulan ke posbindu.
b. Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit :
Keluarga cukup bisa merawat anggota keluarganya bila ada yang sakit

Stres dan koping keluarga


1. Stresor jangka pendek dan panjang
Klien mengatakan tidak ada masalah yang dihadapi keluarga saat ini.
2. Kemampuan keluarga berespons terhadap situasi / stressor

Klien mengatakan bahwa saat ada masalah dapat dibicarakan dengan


suaminya sehingga tidak menimbulkan konflik dalam keluarga
3. Strategi koping yang digunakan
Klien mengatakan jika ada masalah dalam keluarga diselesaikan
dengan bermusyawarah.
4. Strategi adaptasi disfungsional
Jika dalam keluarga ada masalah, maka klien hanya berdiam diri saja.
Pemeriksaan fisik
Tn. A
1. Sistem penglihatan
Posisi mata simetris, kelopak mata normal, pergerakan bola mata
normal,

sclera

anikterik,

fungsi

penglihatan

menurun,

tidak

menggunakan alat bantu penglihatan.


2. Sistem pendengaran
Posisi telinga simetris, bentuk daun telinga normal, fungsi menurun,
tidak menggunakan alat bantu pendengaran
3. Sistem wicara
Bicara klien baik, tidak mengalami hambatan dalam berkomunikasi
4. Sistem pernafasan
Saat pengkajian tidak mengalami gangguan, frekuensi 20 x/menit,
irama teratur, tidak ada batuk, bunyi nafas normal
5. Sistem kardiovaskuler
Nadi 78 x/menit, irama teratur, denyut kuat, tekanan darah 120/80
mmHg, temparatur kulit hangat, suhu 36,7 C
6. Sistem integument
Keadaan rambut bersih, tidak ada ketombe, turgor kulit lembab.
7. Sistem musculoskeletal
Pada saat pengkajian tidak ada keluhan dan masalah system
musculoskeletal pada Tn. A
Ny. H
1. Sistem Penglihatan
Posisi mata simetris, kelopak mata normal, pergerakan bola mata
normal, sclera anikterik, fungsi penglihatan baik, tidak menggunakan
alat bantu penglihatan.
2. Sistem pendengaran
Posisi telinga simetris, bentuk daun telinga normal, fungsi baik, tidak
menggunakan alat bantu pendengaran
3. System wicara
Bicara klien baik, tidak mengalami hambatan dalam berkomunikasi
4. Sistem Pernafasan

Saat pengkajian tidak mengalami gangguan pernafasan, frekuensi


20x/menit, irama teratur, tidak ada batuk, bunyi nafas normal
5. Sistem Kardiovaskuler
Nadi 88x/menit, irama teratur, denyut kuat, tekanan darah 120/70
mmHg, temparatur kulit hangat suhu 36,8 C
6. Sistem Integumen
Keadaan rambut baik, tidak ada ketombe, turgor kulit baik.
7. System musculoskeletal
Pada saat pengkajian tidak ada keluhan dan masalah system
musculoskeletal pada Ny. H
Tn. B
1. Sistem Penglihatan
Posisi mata simetris, kelopak mata normal, pergerakan bola mata
normal, sclera anikterik, fungsi penglihatan baik, tidak menggunakan
alat bantu penglihatan.
2. Sistem pendengaran
Posisi telinga simetris, bentuk daun telinga normal, fungsi baik, tidak
menggunakan alat bantu pendengaran
3. System wicara
Bicara klien baik, tidak mengalami hambatan dalam berkomunikasi
4. Sistem Pernafasan
Saat pengkajian tidak mengalami gangguan pernafasan, frekuensi
20x/menit, irama teratur, tidak ada batuk, bunyi nafas normal
5. Sistem Kardiovaskuler
Nadi 72x/menit, irama teratur, denyut kuat, tekanan darah 110/70
mmHg, temparatur kulit hangat suhu 36,8 C
6. Sistem Integumen
Keadaan rambut baik, tidak ada ketombe, turgor kulit baik.
7. System musculoskeletal
Pada saat pengkajian tidak ada keluhan dan masalah system
musculoskeletal.

Ny. A
1. Sistem Penglihatan
Posisi mata simetris, kelopak mata normal, pergerakan bola mata
normal, sclera anikterik, fungsi penglihatan baik, tidak menggunakan
alat bantu penglihatan.
2. Sistem pendengaran

Posisi telinga simetris, bentuk daun telinga normal, fungsi baik, tidak
menggunakan alat bantu pendengaran
3. System wicara
Bicara klien baik, tidak mengalami hambatan dalam berkomunikasi
4. Sistem Pernafasan
Saat pengkajian tidak mengalami gangguan pernafasan, frekuensi
26x/menit, irama teratur, tidak ada batuk, bunyi nafas normal
5. Sistem Kardiovaskuler
Nadi 102x/menit, irama teratur, denyut kuat, temparatur kulit hangat
suhu 36,5 C
6. Sistem Integumen
Keadaan rambut baik, tidak ada ketombe, turgor kulit baik.
7. System musculoskeletal
Pada saat pengkajian tidak ada keluhan dan masalah system
musculoskeletal
Harapan keluarga
Klien mengatakan semoga anak keduanya dapat tumbuh dengan
normal dan berat badannya sesuai dengan usianya.

B. Analisa Data dan diagnosa keperawatan

ANALISA DATA DAN DIAGNOSA KEPERAWATAN

Data

DS : PASIEN mengatakan sulit tidur


PASIEN menyatakan sulit tidur nyenyak
PASIEN menyatakan kurang sulit tidur kembali
setelahh terbangun
PASIEN menyatakan gangguan tidur yang
berdampak pada keesokan hari
DO : tampak kurang bergairah
Vital sign
TD: 140/80 mmHg

Problem

Insomnia

Etiologi

Ketidaknyamanan
fisik

RR: 20x/menit
N: 80x/menit
T: 36,5 C

DS :

Resiko jatuh
-

Pasien mengatakan pusing jika

terlalu lama berdiri


Pasien mengatakan tidak dapat
berdiri tegak dan jalannya
sempoyongan

DO :
-

saat ini berusia 72 tahun


tidak ada materi anti slip di kamar
mandi

C. Prioritas Masalah
Diagnosa Keperawatan :
Insomnia bd ketidaknyamanan fisik

No

1.

Kriteria

Sifat masalah

Skor

Bobot

Pembenaran

Masalah

dikatakan

aktual

karena seluruh data yang ada


bersifat aktual.

2.

Kemungkinan masalah dapat di


rubah.

Klien dan keluarga memiliki


keinginan dalam membantu

klien

untuk

menyelesaikan

masalahnya.

3.

Potensial masalah untuk di

cegah.

Keliuarga

klien

memiliki

motivasi yang tinggi untuk


mengatasi

masalah

kesehatannya sehingga sangat


berpotensi untuk di cegah.

4.

Menonjolnya masalah

Keluarga

klien

memiliki

keinginan untuk bekerja sama


dengan

perawat

untuk

meningkatkan kesehatannya.

Total nilai : 3 2/3

Diagnosa Keperawatan :
Resiko jatuh

No

1.

Kriteria

Sifat masalah

Skor

Bobot

Pembenaran

Masalah dikatakan potensial


karena masalah ini merupakan
diagnosa untuk meningkatkan
kesejahteraan

2.

Kemungkinan masalah dapat di


rubah.

Keluarga memiliki keinginan


dalam

meningkatkan

kesehatannya.

status

3.

Potensial masalah untuk di

cegah.

Klien memiliki motivasi yang


tinggi

untuk

masalah

mengatasi
kesehatannya

sehingga

sangat

berpotensi

untuk di cegah.

4.

Menonjolnya masalah

Klien

memiliki

keinginan

untuk bekerja sama dengan


perawat untuk meningkatkan
kesehatannya.

Total nilai : 3
Diagnose Keperawatan Prioritas :
1. Insomnia bd ketidaknyamanan fisik
2. Resiko jatuh

D. Rencana Asuhan Keperawatan Keluarga

Tgl

Dx

Tujuan

Intervensi

14/

04

Setelah dilakukan perawatan

Monitor pola tidur pasien dan jumlah jam tidur

pasien.
Monitor catatan fisik, psikologis dan keadaan yang

PASIEN mengatakan tidak sulit

mempengaruhi tidur pasien.


Sesuaikann lingkungan (cahaya, bising, suhu, kasur

tidur
PASIEN menyatakan tidak sulit

dll) untuk mendorong pasien tidur.


Anjurkan pasien untuk menetapkan waktu tidur

rutin untuk memfasilitasi dari terjaga ke tidur.


Kaji adanya situasi stress sebelum tidur.
Monitor asupan makan dan minum yang

memudahkan atau mengganggu tidur.


Kaji pasien untuk membatasi tidur siang dengan

selama 3x8 jam diharapkan


insomnia berurang
KH :

tidur nyenyak
PASIEN menyatakan tidak sulit
tidur kembali setelahh terbangun
PASIEN menyatakan tidak ada
gangguan tidur yang berdampak

II

pada keesokan hari


DO : tampak bersemangat
Vital sign
TD: 120/80 mmHg
RR: 20x/menit
N: 80x/menit
T: 36,5 C

menyediakan kegiatan untuk selalu terjaga sesuai


-

keadaan.
Berikan kenyamanan seperti pijatan, posisi tidur,

dan sentuhan.
Identifikasi terapi obat-obatan untuk tidur pasien.

Identifikasi kekurangan kognitif atau fisik pasien

Setelah dilakukan perawatan


selama 3x8 jam diharapkan
resiko jatuh tidak terjadi
KH :
-

pasien dapat berjalan


dengan tegak.
Pasien dapat berjalan
tanpa sempoyongan

yang berpotensi meningkatkan resiko jatuh


-

Identifikasi perilaku dan faktor yang


mempengaruhi resiko jatuh

Review riwayat jatuh pada pasien

Identifikasi karakteristik lingkungan yang


meningkatkan resiko jatuh

Monitor cara berjalan, keseimbangan dan tingkat


kelelahan pasien

Sarankan perubahan cara berjalan pada pasien

Latih pasien untuk beradaptasi dengan cara


berjalan yang baru

E. Impelementasi dan Evaluasi


Tgl/Jam

No. Dx

Implementasi

Respon Klien

14/04

Monitor pola tidur pasien dan jumlah jam

DS : pasien mengatakan tidak bisa tidur

tidur pasien.

semalaman kalaupun tidur hanya sebentar


tidak kurang dari 1 jam
DO : tampak lelah
A : masalah belum teratasi

II

P : lakukan intervensi keperawatan


-

Monitor catatan fisik, psikologis dan


keadaan yang mempengaruhi tidur pasien.

I:
-

Anjurkan pasien untuk


menetapkan waktu tidur rutin

Sesuaikann lingkungan (cahaya, bising,

untuk memfasilitasi dari terjaga

suhu, kasur dll) untuk mendorong pasien


tidur.

ke tidur.
Kaji adanya situasi stress

sebelum tidur.
Monitor asupan makan dan
minum yang memudahkan atau

16/04

mengganggu tidur.

Mengidentifikasi kekurangan kognitif atau


fisik pasien yang berpotensi meningkatkan
resiko jatuh

S : pasien mengatakan jika pusing


kambuh, tidak dapat berdiri tegak dan
jalannya sempoyongan
-

Mengidentifikasi perilaku dan faktor yang

O : pasien berusia 72 tahun,

mempengaruhi resiko jatuh


A : masalah tidak terjadi
II

P : lakukan intervensi keperawatan


I:

22/04

Mereview riwayat jatuh pada pasien

Mengidentifikasi karakteristik lingkungan

Monitor cara berjalan,


keseimbangan dan tingkat

yang meningkatkan resiko jatuh

kelelahan pasien
-

Sarankan perubahan cara

berjalan pada pasien

DS : pasien menagatakan akan mencoba


untuk tidur lebih awal pada malam hari,

Anjurkan pasien untuk menetapkan waktu

pasien mengatakan tidak bisa tidur


DO : A : masalah belum teratasi
P : lakukan intervensi keperawatan
I:
- Kaji pasien untuk membatasi
tidur siang dengan menyediakan

tidur rutin untuk memfasilitasi dari terjaga

kegiatan untuk selalu terjaga

ke tidur.
-

II

sesuai keadaan.
Berikan kenyamanan seperti
pijatan, posisi tidur, dan

sentuhan.
Identifikasi terapi obat-obatan
untuk tidur pasien.

Kaji adanya situasi stress sebelum tidur.

S :pasien mengatakan jika pusing


kambuh, tidak dapat berdiri tegak dan
jalannya sempoyongan

Monitor asupan makan dan minum yang


memudahkan atau mengganggu tidur.

O : Pasien berusia 57 tahun, tidak ada


materi yang anti slip di kamar mandi
A : masalah tidak terjadi
P : lanjutkan intervensi
I:
Latih pasien untuk beradaptasi dengan
cara berjalan yang baru
DS : pasien mengatakan memang tidak
tidur siang dan menggunakannya untuk

Memonitor cara berjalan, keseimbangan

berbincang-bincang dengan teman

dan tingkat kelelahan pasien

sekamar, pasien mengatakan lebih

nyaman tidur miring dan pasien


-

Menyarankan perubahan cara berjalan pada


pasien

mengatakan belum mendapat obat dari


dokter.
DO : A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Kaji pasien untuk membatasi

Kaji pasien untuk membatasi tidur siang

tidur siang dengan menyediakan

dengan menyediakan kegiatan untuk selalu

kegiatan untuk selalu terjaga

terjaga sesuai keadaan.


-

sesuai keadaan.
Berikan kenyamanan seperti
pijatan, posisi tidur, dan

sentuhan.
Identifikasi terapi obat-obatan
untuk tidur pasien

Berikan kenyamanan seperti pijatan, posisi

S : PASIEN mengatakan jika pusing

tidur, dan sentuhan.

kambuh, tidak dapat berdiri tegak dan


jalannya sempoyongan
O : PASIEN berusia 72 tahun

Identifikasi terapi obat-obatan untuk tidur


pasien.

A : masalah tidak terjadi


P : lakukan intervensi keperawatan
I:
Latih pasien untuk beradaptasi dengan
cara berjalan yang baru

Melatih pasien untuk beradaptasi dengan cara


berjalan yang baru

EVALUASI DAN REKOMENDASI


Nama Pasien : Tn. A

No

Masalah Kesehatan

Insomnia

Intervensi yang telah diberikan

memonitor pola tidur pasien

dan jumlah jam tidur pasien.


memonitor catatan fisik,

Rekomendasi

Farha

keperawatan diharapkan pasien

ketidaknyamanan dalam

mempengaruhi tidur pasien.


menyesuaikann lingkungan

istrahat klien dengan


memberikan ketenangan dan

(cahaya, bising, suhu, kasur

ketidakbisingan, sehingga klien

dll) untuk mendorong pasien


-

Setelah dilakukan intervensi


dan keluarga dapat mengurangi

psikologis dan keadaan yang


-

TTD

dapat istirahat.

tidur.
mennjurkan pasien untuk
menetapkan waktu tidur rutin
untuk memfasilitasi dari

terjaga ke tidur.
megkaji adanya situasi stress

sebelum tidur.
memonitor asupan makan dan
minum yang memudahkan

atau mengganggu tidur.


mengkaji pasien untuk
membatasi tidur siang dengan
menyediakan kegiatan untuk

selalu terjaga sesuai keadaan.


memberikan kenyamanan
seperti pijatan, posisi tidur,

dan sentuhan.
mengidentifikasi terapi obatobatan untuk tidur pasien.

II

Resiko jatuh

Setelah dilakukan intervensi

Farha

kekurangan kognitif atau

keperawatan, diharapkan pasien

fisik pasien yang

dan keluargamampu

mengidentifikasi

mengidentifikasi hal-hal yang

berpotensi meningkatkan

dapat menimbulkan resiko jatuh

resiko jatuh
mengidentifikasi perilaku

di rumahh dan di lingkungan

dan faktor yang


mempengaruhi resiko
-

jatuh
mereview riwayat jatuh

pada pasien
mengidentifikasi
karakteristik lingkungan
yang meningkatkan resiko

jatuh
memonitor cara berjalan,
keseimbangan dan tingkat

kelelahan pasien
menyaarankan perubahan

cara berjalan pada pasien


melatih pasien untuk
beradaptasi dengan cara
berjalan yang baru

rumah