Anda di halaman 1dari 9

1

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Badminton merupakan salah satu olahraga yang populer di Indonesia, yang telah
banyak menyumbangkan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di kejuaran
dunia. Namun akhir-akhir ini prestasi atlet bulutangkis Indonesia semakin hari
semakin menurun, hal ini bisa dilihat dari 4 turnamen bergengsi terakhir yaitu di
Korea Open 2016, French Open 2016, Denmark Open 2016 dan Thailand Open
2016, tidak ada satu wakil dari Indonesia yang dapat mencapai partai final. Hal ini
sangat disayangkan karena sudah sejak lama Indonesia terkenal sebagai negara
dengan penghasil atlet bulutangkis kelas dunia. Salah satu penyebab gagalnya atlet
Indonesia meraih medali adalah faktor usia, dan belum adanya pelapis yang
sepadan untuk menggantikan atlet-atlet senior. Berbagai cara telah dilakukan oleh
Pemerintah ataupun PBSI untuk mengatasi permasalahan ini. Namun berbagai
macam upaya untuk menyelesaikan permasalahan ini kurang efektif tanpa adanya
jenis latihan yang dapat mengetahui peningkatan dan penurunan performa para atlet
saat latihan. Tanpa adanya modernnisasi pelatihan yang diberikan, maka sulit untuk
diharapkan perbulutangkisan Indonesia kembali berprestasi lagi di kancah dunia.
Keadaan seperti ini dapat memperburuk nama Indonesia di kancah dunia. Karena
Badminton merupakan salah satu olahraga yang selalu menyumbang emas dalam
kegiatan Olimpiade serta kejuaraan bergengsi dunia lainnya dan nama Indonesia
sendiri di cabang olahraga Badminton sudah tidak diragukan lagi eksistensinya.
Untuk mengatasi semakin merosotnya prestasi perbulutangkisan Indonesia maka
perlu dibuatnya suatu program latihan untuk membina para atlet-atlet muda agar
dapat mengukur performa latihan yang diberikan. Untuk itu diperlukan suatu alat
dalam latihan badminton agar dapat mengetahui kondisi performa atlet, yang
bertujuan untuk mengetahui apakah atlet tersebut mengalami kenaikan atau
mengalami penurunan performa. Hal ini dirasa penting karena permaslahan atletatlet muda Indonesia selama ini selalu mengalami inkonsistensi performa saat
bertanding.
Berdasarkan kondisi tersebut, maka penulis tertarik untuk membuat alat yang
berfungsi untuk memantau performa dari atlet-atlet badminton untuk mengetahui
apakah dalam latihannya mengalami peningkatan atau penurunan performa. Dan
dalam kasus ini penulis membuat sistem pemantauan tersebut pada latihan
Footwork Badminton. Alasan penulis memusatkan perhatian pada latihan Footwork
adalah karena latihan ini sangat berguna untuk atlet-atlet muda dan siapa saja yang
ingin mempelajari badminton. Latihan ini berfungsi untuk meningkatkan kecepatan
atlet di lapangan, meningkatkan penguasaan lapangan, meningkatkan fleksibelitas
para atlet dan juga berfungsi menningkatkan stamina setiap atlet .

2 Rumusan Masalah Pemantauan dan evaluasi performa atlet badminton saat berlatih adalah hal yang sangat penting dalam upaya mencetak atlet yang handal. Dan Bel yang akan menandakan dimulainya atau berakhirnya sesi latihan dan Servo serta Pushbutton disetiap pojok lapangan untuk menjadikan kemana arah gerak para atlet dan juga sebuah Dot Matrix P10 untuk menampilkan kecepatan atlet selama latihan . maka rumusan permaslahan utamanya adalah :   Apa kesulitan pelatih dalam memantau performa atlet selama latihan Bagaimana mempermudah kesulitan pelatih tersebut 1. 1. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan performa atlet-atlet muda bulutangkis Indonesia dan juga mampu menarik minat dari bibit-bibit muda untuk mengikuti latihan badminton terutama latihan fisik. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut. Sistem ini akan menggunakan mikrokontroller Arduino dan menghubungkannya dengan Smartphone pelatih untuk memberikan porsi latihan yang diinginkan dan menggunakan Bluetooth HC-05 untuk mengirimkan hasil selama latihan kepada pelatih ataupun smartphome setiap atlet.2 Karena hal-hal tersebut dianggap penting dalam cabang Badminton maka penulis membuat suatu sistem yang bernama (SAFTON) Smart Footwork Badminton.3 Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sistem dengan menggunakan smartphone android pelatih sebagai pengatur porsi latihan setiap atlet dan data keceptaan atlet dapat ditampilkan di smartphone pelatih agar dapat dengan mudah memantau performa atletnya selama latihan.4 Luaran Yang Diharapkan Akan dihasilkan sistem yang mencatat dan menampilkan data berupa kecepatan langkah kaki atlet selama latihan dan akan dikirimkan ke smartphone pelatih dan juga ditampilkan di display dot matrix untuk diketahui oleh atlet yang berlatih. hal ini sangat diperlukan untuk mendongkrak kembali prestasi perbulutangkisan Indonesia. Dengan alat ini diharapkan akan sangat membantu memudahkan pelatih dalam memantau performa atletnya sehingga pelatih akan dipermudah dalam menyesuaikan porsi latihan bagi atlet. . 1.

Posisi ini harus dilakukan dengan baik oleh seorang atlet bulutangkis. Kecepatan gerak kaki tidak akan bisa dicapai jika Footworknya tidak teratur dan optimal. Sehingga dari sebab itu banyak atlet muda Indonesia serta peminat khususnya anakanak yang ingin belajar menjadi bosan karena selalu menggunakan metode yang sama dari tahun. . Disini Penulis akan menggabungkan antara Teknologi dengan Latihan Footwrok Badminton untuk menjadikan latihan ini semakin efektif dan baru di bidang badminton. Alat diberi nama SAFTON (Smart Footwork Badminton) tujuan penulis mencipakan alat ini adalah untuk mengembangkan metode pelatihan badminton agar lebih modern. Dalam dunia olahraga khususnya Badminton masih banyak metode latihan yang belum di kombinasikan dengan kemajuan teknologi. dan hasil dari setiap latihan yang dilakukan oleh setiap atlet dapat di monitoring oleh pelatih sehingga didapatkan grafik performa dari setiap atlet. Alat yang akan kami buat ini akan sangat membantu pelatih untuk mengetahui progress perkembangan atletnya. Sehingga pelatih dapat memberikan porsi latihan yang sesuai dengan perkembangan setiap atlet.3 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Footwork atau Gerakan langkah kaki dalam permainan bulutangkis memang sangat dibutuhkan dan harus dilatih secara rutin. Salah satunya adalah latihan footwork ini. Dari tahun ke tahun atlet melakukan latihan dengan metode yang kurang tepat. Gerakan ini termasuk dalam gerakan dasar yang harus dikuasai oleh seorang pemain bulutangkis. Untuk menghasilkan pukulan yang berkualitas salah satunya adalah melatih gerakan kaki atau juga disebut footwork dan latihan footwork ini juga sangat berguna untuk membatu atlet dalam penguasaan lapangan dan juga meningkatkan kecepatan gerak pemain. Serta mampu menjadi pencetus perkembangan sport science di bidang badminton khususnya di Indonesia. Harapan dari Penulis semoga alat yang akan dibuat ini dapat menjadi acuan atau semangat untuk lebih giat lagi berlatih untuk para atlet dan semoga alat ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk mendukung olah raga badminton agar mampu mencapai prestasi yang maksimal. Tidak adanya data yang didapatkan pelatih untuk memantau atletnya apakah mengalami kenaikan atau mengalami penrunan performa.

Adapun langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui keadaan di lapangan tentang metode pelatihan dengan jenis porsi latihan.1 Studi Literatur Metode ini dilakukan dengan cara membaca dan mempelajari berbagai buku refrensi.4 BAB 3 METODE PELAKSANAAN Dalam proses pembuatan dari alat ini terbagi menjadi beberapa langkah.2 Studi Lapangan Metode ini dilakukan dengan cara melakukan studi kasus di lapangan dan bertanya pada narasumber di lapangan. Diagram Alur Pelaksanaan Program Adapun penjelasannya adalah : 3. dana artiekel di internet yang berhubungan serta berkaitan dengan permasalahan yang dibahas. 3. makalah pada jurnal prosiding. Gambar 1. .

3.1 Diagram Blok Sistem Diagram blok sistem secara keseluruhan seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini. 3. 7. 3. 2. 6. Lampu diposisi yang lain kemudian akan menyala serta ditandai oleh suara buzzeer. Kemudian diterima oleh Arduino. Gambar 2. dan lampu diposisi ebelumnya akan off . 4. Pelatih memberikan porsi latihan ke atlet sesuai yang ada ditampilan smartphone.3 Rancangan Sistem Metode ini dilakukan dengan membuat rancangan sistem Smart Footwork Badminton (SAFTON) berbasis Mikrokontroller baik rancangan perangkat keras maupun perangkat lunak. Setelah itu menekan tombol Push Button yang berada didekat dengan posisi lampu. Perintah ini di kirimkan melalui modul Bluetooth HC-05.5 3. Diagram Blok Sistem Keterangan Gambar : 1. Atlet bersiap dilapangan dan menunggu alarm start berbunyi 5. Atlet melangkah menuju Lampu yang menyala serta diikuti dengan adanya suara buzzer.

Dan data tersebut dikirimkan ke smartphone pelatih. Perangkat elektronik system terdiri dari : Gambar 3.6 8. . Arduino IDE sebagai software yang digunakan untuk memprogram mikrokontroller .MIT App Inventor 2 digunakan sebagai program utama untuk membuat aplikasi pada android. Lalu atlet menuju lokasi tersebut dan data kecepatan atlet kemudian disimpan dan ditampilkan di display dot matrix.3.2 Rancangan Sitem Elektronik Rancangan perangkat lunak elektronik system ditunjukkan pada gambar 3. Sistem Elektronik 3. 3.3.3 Rancangan Perangkat Lunak (Software) Perancangan perangkat lunak (software) menggunakan MIT App Inventor2. 9. Arduino IDE .

5 Pembuatan Laporan Melakukan penulisan laporan yang berisikan hasil studi. Apabila terdapat kesalahan. perancangan hardware dan software beserta hasil pengujian alat. yang dilanjutkan dengan pengecekan hardware jika masih ditemukannya kesalahan. Hal ini diulang sampai dengan didapatkan performa sistem yang maksimal 3. . maka dilakukan proses pengecekan program.4 Pengujian Sistem Melakukan proses pengecekkan alat apakah sudah sesuai dengan hasil yang diharapkan.7 3.

8 BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.273. Jadwal Kegiatan No Kegiatan 1 Studi Literatur 2 Studi Lapangan 3 Perancangan Sistem Pembuatan Hardware 4 5 Pembuatan Software 6 Uji coba dan verifikasi 7 Pembuatan Laporan 1 Bulan Ke: 2 3 4 .000 4.000 Jumlah Rp 9.638.000 Rp 1.000 Rp 2.1 Ringkasan Anggaran Biaya Tabel 1.000 4 Lain-lain Rp 1.2 Jadwal Kegiatan Tabel 2.095.819.364. Ringkasan Anggaran Biaya No 1 Jenis Pengeluaran Peralatan Penunjang Biaya (Rp) 2 Bahan Habis Pakai 3 Perjalanan Rp 3.

2012. Panduan Praktis Mempelajari Aplikasi Mikrokontroller dan Pemrogramannya menggunakan ARDUINO.Belajar Bulu Tangkis.pbdjarum. Yogyakarta : ANDI publisher. Aksan. Buku Mahir Bulu Tangkis.com/read/2582775/prestasi-indonesia-di-olimpiade-rio-2016 . 2013. 2015. Simulasi & Praktek Mikrokontroller Arduino. Muhammad.9 DAFTAR PUSTAKA Khadir. diakses pada tanggal 08 November 2016 James. Penerbit: NUANSA CENDIKIA Syahwil. Poole. diakses pada tanggal 08 November 2016 . Herawan.Bandung:CV Pionir Jaya.liputan6. http://news.Abdul.2004. Yogyakarta : ANDI publisher http://www.org/klub/tips-latihan/1/c3f368b01d85047082/teknik-latihanbulutangkis-edisi-21-footwork.