Anda di halaman 1dari 6

Analisa Lemak Kasar

Metode yang digunakan antara lain extraksi soxhlet dengan pelarut lemak
petroleum ether. Analisis lemak dipergunakan istilah lemak kasar karena dalam
analisis ini yang diperoleh adalah suatu zat yang larut dalam proses ekstraksi
dengan menggunakan pelarut organik antara lain ether, petroleum ether atau
chloroform. Kemungkinan yang terlarut dalam pelarut organik ini bukan hanya
lemak tetapi juga antara lain : glyserida, chlorophyl, asam lemak terbang,
cholesterol, lechitin dan lain-lain dimana zat-zat tersebut tidak termasuk zat
makanan tetapi terlarut dalam pelarut lemak.
Analisa Serat Kasar
Serat kasar mempunyai pengertian sebagai fraksi dari karbohidrat yang tidak
larut dalam basa dan asam encer setelah pendidihan masing-masing 30 menit.
Termasuk dalam komponen serat kasar ini adalah campuran hemisellulosa,
sellulosa dan lignin yang tidak larut. Dalam analisa ini diperoleh fraksi lignin,
sellulosa dan hemisellulosa yang jus tru perlu diketahui komposisinya khusus
untuk hijauan makanan ternak atau umumnya pakan berserat. Untuk memperoleh
data yang lebih akurat tentang fraksi lignin dan sellulosa dapat dilakukan analisa
lain yang lebih spesifik dengan metode analisa serat Van Soest.
Bahan Ekstrak tanpa Nitrogen (Beta-N)
Untuk memperoleh beta-N adalah dengan cara perhitungan : 100% - (Air +
Abu + Protein Kasar + Lemak Kasar + Serat Kasar)%. Dalam fraksi ini termasuk
karbohidrat yang umumnya mudah tercerna antara lain pati dan gula.

a. kemudian disempurnakan oleh Van Soest dan Wine (1967) dan oleh Goering dan Van Soest (1970). Analisa Van Soest Metode ini digunakan untuk mengestimasi kandungan serat dalam pakan dan fraksi-fraksinya kedalam kelompok-kelompok tertentu didasarkan atas keterikatanya dengan anion atau kation detergen (metode detergen). Data berdasarkan bahan kering ini dipergunakan untuk membandingkan kualitas antar bahan makanan ternak. Hal paling penting adalah . Metode ini dikembangkan oleh Van Soest (1963). Manfaat lain dari komposisi data proximat adalah untuk menduga koefesien cerna (berdasarkan rumus Schneider) dan menghitung TDN berdasarkan NRC. Skema Pembagian Fraksi Serat Berdasarkan Analisa Van Soest Penyajian Data Analisa Proksimat Dalam menyajikan data komposisi zat makanan dari analisa proximat dapat dilakukan dalam komposis i persen berdasarkan segar (dikembalikan dengan menghitung berat awal segar). 2.Bahan Makanan Air Oven 105 Isi sel Bahan kering Detergen netral Dinding sel (NDF) Nitrogen Dinding sel Detergen asam Lignosellulosa (ADF) Sellulosa H2 SO 4 72% Lignin tidak larut pengabuan Lignin HBr 48% Silika Gambar 2. Metode detergen terdiri dari 2 bagian yaitu : Sistem netral untuk mengukur total serat atau serat yang tidak larut dalam detergen netral (NDF) dan sistem detergen asam digunakan untuk mengisolasi sellulosa yang tidak larut dan lignin serta beberapa komponen yang terikat dengan keduanya (ADF). kering matahari (untuk ransum dan butiran/bijian serta limbah industrinya) dan berdasarkan bahan kering. Tujuan awalnya metode ini adalah untuk menentukan jumlah kandungan serat dalam pakan ruminan tetapi kemudaian dapat digunakan juga untuk menentukan kandungan serat baik untuk nonruminant maupun dalam pangan. Peralatan untuk analisis Van Soes Alat yang digunakan untuk menganalisa NDF dan ADF secara umum adalah sama dengan peralatan yang digunakan untuk penentuan serat kasar (Proximat) walaupun ada beberapa kekhasan untuk sebagian alat.

Sampel bisa disaring dengan menggunakan gelas saring (crusibel) atau kertas saring Whatman no. Gelas beaker : Kapasitas 600 ml. reagent grade Sodium borate decahydrate. reagent grade Kalau menggunakan yang hydrous 10H2O 6. anhydrous. 2. untuk itu alat pengontrol o suhu sangat diperlukan. b. Hal ini disebabkan oleh sampel dalam gelas beaker akan naik ke dinding gelas dan tidak bisa turun atau tidak bersentuhan lagi dengan larutan akibat dari alat pendingin yang tidak berfungsi. dimana ketas saring mudah sobek juga ketika akan diangkat dari tempat penyaringan ketempat pengeringan. Distilled water Sodium lauryl sulfate. 54 atau 54l. Peralatan utama yang diperlukan untuk analisis ini adalah : 1). reagent grade Disodium hydrogen phosphate. Penggunaan kertas saring akan lebih mudah apabila tidak diperlukan analisis lebih lanjut seperti penentuan lignin.61 gram 6. Penggunaan crusibel atau kertas akan menghasilkan nilai analisis yang sama apabila dilakukan dengan benar. 5.alat untuk memanaskan gelas beaker haruslah ada alat kontrolnya masing-masing supaya bisa diatur panasnya sesuai kebutuhan juga perlu alat pendingin (kondensor) dibagian atasnya.56 gram 11. Tanur sebagai alat untuk pengabuan perlu juga diperhatikan dimana o seharusnya suhu yang dicapai tidak melewati 500 C.48 gram 10 ml . Bahan Kimia Pencampuran bahan kimia dalam sistem detergen ini memerlukan pengukuran yang benar dan tempat yang cukup memadai untuk pembuatan larutan sesuai dengan yang direncanakan. 3. 4. 2-ethoxyethanol (ethylene glycol monoethyl ether). silika dll. 3). purified grade 1 liter 30 gram 18. Sistem pendingin air juga harus berjalan dengan baik untuk menghindari kesalahan hasil analisa. 4) Crusibel atau kertas saring. Kertas saring juga lebih memudahkan apabila ingin meneruskan menganalisa kandungan N didinding sel karena hasil saringan ini dapat langsung dimasukan kedalam labu Kjeldahl. Apabila menggunakan kertas saring biasanya akan ditempatkan pada cawan yang sudah ada bolongan dibagian bawahnya sehingga akan memudahkan waktu penyaringan dengan menggunakan vacum.81 gram 4. baik menyangkut volume maupun beratnya. Peralatan pendukung lainnya adalah sama dengan alat yang digunakan waktu penentuan serat kasar. Larutan untuk Neutral-Detergent Fiber (NDF) Neutral Detergent Fiber (NDF) 1. Tabel 2. Kondensor : Alat pendingin ini berhubungan dengan air yang mengalir dan bentuknya biasanya bulat sehingga pas masuk dibagian mulut gelas beaker 600 ml. Suhu yang melewati 500 C bisa melelehkan crusibel dan kemungkinan mempengaruhi hasil perhitungan. lab grade Disodium ethylenediaminetetraacetate (EDTA) dihydrate crystal. Kegagalan dalam sistem ini akan menghasilkan kesalahan pengukuran dan komponen serat biasanya akan lebih tinggi dari yang seharusnya. Hot plate : 400 watt masing-masing untuk satu gelas dengan alat kontrol. 2). Kehati-hatian sangat diperlukan dengan kertas saring dibanding dengan crusibel.

Bacillus subtilis amylase dan termamyl. hog pancreas amylase. Pektin. Apabila menggunakan larutan asam sulfat murni bisa dibuat dengan cara menambahkan 49. demikian juga pektin . Serat tersebut secara kovalen terikat sangat kuat dengan ikatan hidrogen. sebagai contoh ham pir 90% nya dapat dilarutkan oleh NDS. Ethylene glycol monoethyl ether ditambahkan sebagai mana perlunya untuk mengontrol busa supaya tidak berlebihan. Karena larutan NDS tidak bersifat hidrolitik maka hampir semua ikatan-ikatan tersebut masih berada dalam residu NDF. Total larutan akan mencapai lebih dari volume yang dibuat karena adanya penambahan volume dari bahan kimia. Apabila larutan disimpan ditempat yang o suhunya dibawah 18 C deterjen biasanya akan mengendap tetapi dpat dilarutkan kembali dengan pemanasan. Cetyltrimethylammonium Bromida (CETAB). Hal ini dapat dilihat apabila dibandingkan antara nilai daya cerna in vitro dan in vivo dari NDF. Tidak semua komponen dari dinding sel terikat ke dalam matrik.5 liter.9 -7.98 – 1. Terdapat sedikit perbedaan daya cerna akibat dari adanya pengahancuran beberapa komponen seperti silica dan tannin oleh neutral detergen. technical grade 1 liter 49. Kemudian ditambahkan 20 gram CETAB dan diaduk dengan stirer sampai larut.Larutan dibuat pertama dengan cara melarutkan EDTA dan Na2B4O7.0 gram asam sulfat murni kedalam air sehingga didapat sebanyak 1 liter (ini akan sama dengan larutan 1 N). Apabila menggunakan H2SO4 murni tiap liter larutan 2.02 N. kristallin atau ikatan intramolekular lain yang mereka sangat resisten terhadap larutan yang masih berada pada tingkat konsentrasi physiologis. Sebagai contoh apabila membuat larutan sebanyak 18 liter maka dengan adanya penambahan kimia tersebut total larutan bisa mencapai 18. reagent grade. sambil diaduk dengan menggunakan stirer yang sekaligus berfungsi sebagai hot plate untuk mempermudah kelarutan. Kemudian ditambahkan Na2HPO4 atau Na 2HPO4.04 gram 20 gram c.10H2O. Larutan ADF dibuat dengan cara pertama dibuat dulu larutan asam sulfat 0. Neutral Detergent Fiber (NDF) Komponen serat yang tergabung dalam NDF merupakan bahan yang tidak dapat larut dari matrix dinding sel tanaman. Sulfuric acid 1 N.1. Larutan untuk Acid -Detergent Fiber (ADF) Acid Detergent Fiber (ADF) 1.5 M (1 N) dan boleh sedikit adanya variasi larutan sebesar 0.10H2O. Tabel 3. sebanyak 1 liter. Untuk menganalisis bahan pakan ata u pangan yang mengandung patinya sangat tinggi biasanya ditambahkan enzim pencerna pati seperti : Amyloglucosidase. Untuk memastukan larutan detergen ini netral bisa dilakukan pengecekan pH dan biasanya akan berkisar antara 6. Penambahan CETAB kedalam larutan asam sulfat 1 N kemungkinan sedikit akan menaikan volumenya.

Demikian juga NDF telah diakui sebagai komponen bahan pangan yang diperlukan dalam menu pada makanan manusia. sedikit mengandung serat sampai pada bahan yang sangat tinggi seratnya seperti jerami dan selulosa. Prosedur analisis. Perkembangan lain dengan ditemukanya serat melalui analisis NDF adalah adanya kenyataan bahwa komponen yang larut mempunyai pengaruh phisiologis yang berbeda dengan matrik yang tidak larut. Apabila mengerjakan lebih dari satu sampel bisa ditambah 3 menit . Nilai NDF adalah kandungan semua serat yang teranalisis. sehingga dalam hal ini juga komponen yang terlarut oleh larutan detergen netral termasuk didalamnya pati dan gula-gula terlarut lainya mengalami hal yang sama. Standar kebutuhan serat untuk ruminansia hanya bisa dinyatakan dengan nilai NDF. Simpan ditempat pemanasan (hot plate) tunggu antara 5-6 menit sampai mulai panas kemudaian dihitung waktu pemanasanya selama 60 menit sambil di reflux dengan aliran air untuk menghin dari sampel yang nempel didinding gelas dan tidak terendam larutan (Gambar 2). Sebagian juga terikat akibat adanya reaksi Maillard akibat pemanasan dan sebagian lagi mungkin terendapkan bersama tanin. efisiensi dan konsumsi pakan. Hal ini telah menyebabkan digunakanya ADF sebagai standar untuk menguji daya cerna hijauan. korelasi NDF dengan daya cerna pada ruminan sering tidak bisa menggambarkan hasil yang diinginkan. tetapi sebagian tetap terikat secara kovalen pada polysakarida dinding sel. Ekstraksi dengan larutan detergen netral tidak melarukan semua protein dalam matrik dinding sel. sehingga hal ini memperlihatkan tidak adanya pengaruh lignifikasi pada ikatan pektin. Pada ruminan komplek yang terlarut semuanya dapat difermentasikan. Protein NDF.adalah komponen yang mudah difermentasikan. meskipun NDF lebih baik hubunganya dengan ruminasi (mamah biak). dan ini satu-satunya cara yang bisa menggambarkan kandungan serat meskipun dari bahan hijauan atau konsentrat yang berbeda.hemiselulosa) atau Serat Kasar (lignin + hemiselulosa + selulosa). Untuk itu NDF adalah satusatunya analisis serat yang bisa merangking komponen pakan mulai dari yang tidak berserat. Dengan demikian NDF tidak dapat dinyatakan mewakili komponen dinding sel secara keseluruhanya. Untuk alasan tersebut maka bagian prote in yang terlarut dengan larutan detergen netral dapat digunakan sebagai cara untuk mengetes protein terlarut dari suatu bahan pakan. Meskipun NDF telah mencakup semua komponen yang tidak dapat dicerna. Tambahkan 100 ml larutan detergen netral dan 2-3 tetes decalin. hal ini disebabkan hemiselulosa mempunyai penga ruh yang besar.5 – 1 g (kering udara dan sudah digiling) masukan kedalam gelas beaker 600 ml. Hanya sebanyak 80 % diperkirakan protein dapat terlarut dengan larutan detergen netral selebihnya diduga hanya protein yang rendah daya larutnya atau terikat dengan matrik dinding sel sehingga merupakan bagian yang tidak dapat dicerna. Serat biasanya digunakan sebagai indeks negatif dari kualitas pakan. Timbang bahan sampel sebanyak 0. dimana secara umum menggambarkan bagian dari komponen pakan yang tidak dapat dicerna. dibandingkan dengan ADF (NDF . tetapi hanya mewakili sebagai residu dari komponen nutirisi yang mempunyai ikatan dengan matrix lignin dan secara physik merupakan struktur yang tidak dapat larut dan mempunyai pengaruh khusus baik pada rumen maupun pada saluran pencenrnaan non ruminan.

Setelah ditimbang akan didapatkan berat kering resisu NDF. Siapkan gelas saring pada tempatnya dan panaskan dengan air mendidih. . Sampel dicuci sekitar 2 kali dengan air panas. Crusibel dapat dikeringkan minimal selama 8 jam (atau disimpan semalam apabila analsis dilanjutkan hari o berikutnya) pada suhu 105 C dalam oven yang dilengkapi dengan sistem kipas. Setelah 60 menit dididihkan baker diambil dari pemanas dan dibiarkan sebentar supaya bahan padatan mengendap dibawahnya. Pindahkan kedalam oven sampai suhunya o kembali menjadi 105 C kemudain ditimbang. Bahan larutan kemudian disaring secara pelan-pelan mulai dari bahan cairan yang terlarut cukup dengan vaccum yang rendah dayanya. 2 kali dengan aseton dan kemudian dapat dikeringkan. Vaccum bisa ditambah kekuatanya sesuai dengan kebutuhan.antara satu dengan lainya untuk memberikan semua bahan yang dilarutkan dimulai dari panas yang cukup. kemudian sampel dibakar o dalam tanur 500 C cukup selama 3 jam. Bahan yang tersisa pada crusible adalah abu dari dinding sel. Kemudian bagain padatanya bisa dimasukan ke saringan sambil dibilas dengan air mendidih sampai semua sampel habis masuk ke gelas saring.