Anda di halaman 1dari 3

Pada saat pengambilan sampel, kondisi tanah di lingkungan sekitarnya adalah lembab, hal ini

dikarenakan sehari sebelumnya daerah penelitian tersebut diguyur hujan dengan intensitas yang
cukup lebat. Lokasi pengambilan sampel berada pada lembahan dimana pemanfaatan lahannya
adalah sebagai kebun sayur.

Dari hasil pemboran dapat diketahui bahwa pada kedalaman 10-26 cm memiliki warna redish brown,
ukuran partikel lempung, high plasticity, lunak, kohesif, berdasarkan klasifikasi USCS termasuk kedalam
OH, serta tingkat pelapukan Top Soil. Pada kedalaman 26-29 cm memiliki warna redish brown, ukuran
partikel lempung, high plasticity, teguh, kohesif, berdasarkan klasifikasi USCS termasuk kedalam OH,
serta tingkat pelapukan Top Soil. Pada kedalaman 29-40 cm memiliki warna redish brown, ukuran partikel
lempung, semi plastis, teguh, kohesif, berdasarkan klasifikasi USCS termasuk kedalam OH, serta tingkat
pelapukan Top Soil. Pada kedalaman 40-52 cm memiliki warna redish brown, ukuran partikel lempung,
semi plastis, teguh, kohesif, berdasarkan klasifikasi USCS termasuk kedalam CH, serta tingkat pelapukan
CWZ. Pada kedalaman 52-63 cm memiliki warna redish brown, ukuran partikel lempung, agak plastis,
teguh, kohesif, berdasarkan klasifikasi USCS termasuk kedalam CH, serta tingkat pelapukan CWZ. Pada
kedalaman 63-75 cm memiliki warna redish brown, ukuran partikel lempung, agak plastis, teguh, kohesif,
berdasarkan klasifikasi USCS termasuk kedalam CH, serta tingkat pelapukan CWZ.
Top soil merupakan lapisan organik berwarna gelap tercampur dengan butiran mineral akibat aktivitas
organisme. Partikel halus yang mudah laruat akan terbawa ke bawah akibat pencucian dan
perpindahan butiran liat. Lapisan ini secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh & berkembangnya

perakaran penopang tegak tumbuhnya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara; secara kimiawi
berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana
dan unsur-unsur esensial seperti: N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, Cl); dan secara biologi berfungsi
sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat
aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi tanaman..

Completely Weathering Zone (CWZ) adalah lapisan tanah di bawah topsoil. Lapisan ini terdiri
dari pasir dan lumpur, setelah kehilangan sebagian besar dari tanah liat dan mineral
sebagai bertitisan melalui air tanah (dalam proseseluviation). Lapisan Eluviasi atau
Horison Eluviasi adalah horizon yang telah mengalami proses eluviasi (pencucian)
sangat intensif sehingga kadar bahan organik tanah, liat silikat, Fe dan Al rendah tetapi
kada pasir dan debu kuarsa (seskuoksida) serta mineral resisten lainnya tinggi, sehingga
berwarna agak terang.