Anda di halaman 1dari 3

ANALISA KASEIN PADA SUSU

A. TUJUAN
Mahasiswa mampu melakukan analisa kadar kasein pada susu.
B. INDIKATOR
1. Dapat melakukan isolasi kasein pada susu sapi
2. Dapat melakukan analisa kadar kasein pada susu sapi
3. Dapat mengetahui kadar kasein pada susu sapi
C. TEORI
Susu merupakan bahan makanan yang mengandung zat gizi lengkap
diantaranya air, lemak, protein, laktosa, vitamin dan mineral. Susu sapi mengandung
30-35 gram protein/liter susu. Protein menyediakan amino yang penting untuk tubuh
dan digunakan sebagai zat pembangun dan berguna untuk pertumbuhan. Protein yang
terbesar dalam susu adalah kasein dan whey. Kedua protein susu ini sama-sama
sumber asam amino essensial yang sempurna, tetapi mereka berbeda dalam satu aspek
yang penting, whey adalah protein yang cepat dicerna dan kasein adalah protein yang
lambat dicerna. Susu sapi (formula) memiliki 80% protein dalam bentuk kasein.
Sedangkan protein pada ASI lebih dominan whey dibanding kasein.
Kasein dalam susu berbentuk butiran-butiran berwarna putih kekuningkuningan. Dalam keadaan murni, kasein tidak mempunyai rasa dan bau, warnanya
putih salju. Warna putih inilah yang menyebabkan susu juga berwarna putih. Di dalam
susu, kasein ditemukan bergabung dengan kalsium dan dikenal sebagai kalsium
kaseinat. Dengan alat “cream separator” sebagian besar kandungan kasein akan
terbawa ke bagian skim.
Kasein dapat diendapkan oleh asam, enzimerenner dan alkohol. Oleh karena
itu kasein dalam susu dapat dikoagulasikan atau digumpalkan oleh asam yang
terbentuk didalam susu sebagai aktivitas dari mikroba. Protein ini relatif tidak bisa
larut dan cenderung membentuk struktur yang disebut misel yang meningkatkan
kelarutannya di air. Selama pemrosesan susu, yang umumnya melibatkan panas atau
asam, senyawa kasein peptide dan struktur misel akan terganggu dan membentuk
struktur yang lebih sederhana.

Struktur primer terdiri dari rantai polipeptida dari asamasam amino yang disatukan ikatan-ikatan peptida (peptida linkages). Corong muslin 3. yaitu suatu enzim proteolitik yang diperoleh dari induk sapi betina. Corong biasa 7. b. Batang pengaduk kaca 12. Botol semprot 9. Oleh karena itu. sehingga dapat membentuk agregat (gumpalan-gumpalan yang keruh) dan mengendap. Pada pH tersebut. susu dapat dikoagulasikan (digumpalkan) oleh asam yang terbentuk di dalam susu sebagai aktivitas dari mikroba.5 gram/100 ml air susu. Lampu spritus BAHAN : a. pengendapan kasein susu juga dilakukan dengan penambahan renin. Sifat inilah yang akan digunakan untuk memisahkan atau mengisolasi kasein dari susu. karena sebagian protein menunjukkan kelarutan yang minimal pada pH isolektriknya. Protein dalam susu mencapai 3. d. dan alkohol. c. Protein juga memiliki pH isoelektrik tertentu.Kasein dapat diendapapkan oleh asam. enzim rennet. Timbangan analitik 10. Kertas saring whatman-42 11. D. Seperti halnya asam amino. PROSEDUR KERJA . Corong buchner 6. Air susu sapi segar & Susu formula Etanol 95% Asam asetat (CH3COOH) Eter E. Dalam susu jumlah kasein secara teoritis yaitu sebesar 3. ALAT & BAHAN ALAT : 1.25%. protein susu (kasein) juga bersifat amfoter. Gelas ukur 100 ml 4. Gelas piala 500 ml 8. Selain penambahan asam. pH isoelektrik merupakan suati nilai pH dimana jumlah muatan listrik positif sama dengan muatan negatifnya. Penangas air 5. Kasein merupakan protein yang stabil terhadap pemanasan dan tidak mengalami denaturasi bila air susu dipanaskan. Termometer 2. protein tidak bermuatan positif maupun negatif.

Letakkan kembali endapan kedalam gelas kimia. dengan kertas saring dan corong. Letakkan endapan pada gelas kimia. Saring kembali.8 ) 4. Saring dengan kain muslin / kertas saring dan corong dengan cara menekan-nekan endapan yang tersaring di corong (supaya tertiris) 6. RUMUS = HASIL PENIMBANGAN SAMPEL – BERAT KERTAS SARING Rendemen Kasein (%) = BERAT KASEIN (GR) X 100% BERAT SAMPEL (GR) 1ML = 0. Dihangatkan hingga suhu 40 C 3. Lalu ditimbang (berikut kertas saringnya). Susu formula bubuk (20gr) diencerkan dengan air 100Ml air 2. lalu dituang ke gelas piala 500ml b. tambahkan larutan eter hingga terendam. kemudian aduk hingga tercampur 7. tambahkan larutan eter:etanol 1:1 hingga terendam 9. tambahkan larutan etanol hingga endapan terendam. kemudian aduk hingga tercampur 11. Diamkan dalam suhu kamar 10 menit 5. Susu sapi murni diukur 100ml. a. Letakkan pada gelas kimia.9 GR . Masih dalam keadaan hangat tambahkan 20ml asam asetat tetes demi tetes sambil di aduk hingga terbentuk endapan ( susu berada pada pH isoelektrik kasein yaitu 4. Hasil endapan dianginkan / bisa di oven 10 menit. Saring kembali 10.1. Saring kembali dengan kertas saring dan corong 8.