Anda di halaman 1dari 5

Topik : Hematemesis dan Melena

Tanggal (kasus)
: 4 juli 2016
Persenter : dr. Afrianisuci P.D
Tangal presentasi : 12 Agustus 2016
Pendamping : dr. Sastera Budi
Tempat presentasi : RSUD Toboali
Obyektif presentasi :
□ Keterampilan
□ Penyegaran □ Tinjauan pustaka
□ Keilmuan 
□ Manajemen
□ Masalah
□ Istimewa
□ Diagnostik 
□ Neonatus □ Bayi □ Anak □ Remaja □ Dewasa
□ Lansia □ Bumil

□ Deskripsi:
Pasien laki-laki usia 84 tahun datang dengan keluhan muntah darah 1 hari SMRS. Muntah
berisi darah berwarna hitam seperti cincau kurang lebih sebanyak ½ ember kecil dengan
frekuensi 1 kali. Menurut pasien keluhan muntah darah ini di dahului oleh rasa mual. Pasien
juga mengeluh BABnya berwarna hitam seperti kopi sejak pagi hari SMRS. Pasien merasa
lemas dan nyeri pada bagian perut atas. Karena keluhan tersebut pasien segera dibawa oleh
keluarganya ke RSUD kabupaten Bangka Selatan.
Pasien mengaku sering mengkonsumsi obat penghilang nyeri sendi dalam jangka waklu yang
lama. Riwayat mengkonsumsi jamu-jamuan dan kebiasaan minum alcohol disangkal pasien.
□ Tujuan: Mengetahui penatalaksanaan hematemesis dan melena simptomatik
Bahan bahasan:
□ Tinjauan □ Riset
□ Audit
□ Kasus 
Cara membahas:

pustaka
□ Diskusi

□ Presentasi dan

□ E-mail

□ Pos

diskusi 
Data pasien :
Nama: Tn. D
Nama
: dr. Afrianisuci P.D

No registrasi: 062631
Telp : 081315290222
Terdaftar sejak : 4 Juli
2016

Data utama untuk bahan diskusi:
1. Diagnosis/Gambaran Klinis :
Hematemesis dan melena ec susp. Gastritis erosif
2. Riwayat Pengobatan :
Saat ini pasien tidak mengkonsumsi obat-obatan. Sebelumnya
mengkonsumsi analgetik.

pasien

sering

3. Riwayat kesehatan/Penyakit :
Riwayat keluhan serupa sebelumnya disangkal. Riwayat tekanan darah tinggi (-). Riwayat
kencing manis disangkal.
4. Riwayat keluarga :
Tidak ada dalam keluarga yang menderita penyakit seperti ini.
5. Riwayat pekerjaan:
6. Lain-lain:
1

Jakarta. rambut tidak mudah dicabut Wajah : Simetris Mata : Konjungtiva pucat (+/+). uvula di tengah. mukosa hiperemis Mulut : Bibir sianosis -. dkk (editor). Menurut pasien keluhan muntah darah ini di dahului oleh rasa mual. 2. Telinga : Auricula simetris. Dispepsia Fungsional. Pasien mengaku sering mengkonsumsi obat penghilang nyeri sendi dalam jangka waklu yang lama. discharge -/-. Sudoyo AW. Jakarta. Pasien juga mengeluh BABnya berwarna hitam seperti kopi sejak pagi hari SMRS. Dalam : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.Daftar Pustaka: 1. Setiyohadi B. tonsil T1/T1 Leher KGB : Tidak teraba Tiroid : Tidak terdapat pembesaran JVP : 5-2 cmH2O 2 . Penatalaksanaan Hematemesis dan melena 3. sklera ikterik (-). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Karena keluhan tersebut pasien segera dibawa oleh keluarganya ke RSUD kabupaten Bangka Selatan. Pasien merasa lemas dan nyeri pada bagian perut atas. refleks cahaya langsung dan tidak langsung +/+. Alwi I. Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FK UI. 2007 : 1862-5 2. Diagnosis hematemesis melena melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik 2.7 °C Pernapasan : 20 x/menit Status Generalis Kepala : Normosefal. Hematemesis Melena. Edukasi mengenai tatalaksana hemetamesis melena Rangkuman hasil pembelajaran portofolio: 1. pupil bulat isokor. 2006. deviasi septum -. Subyektif: Pasien laki-laki usia 84 tahun datang dengan keluhan muntah darah 1 hari SMRS. Jilid I edisi IV. BP FK UI. serumen -/Hidung : Sekret -/-. Djojoningrat D. diameter 3mm/3mm. Objektif: Tanda-tanda Vital Keadaan umum : Tampak sakit sedang Kesadaran : Compos Mentis Tekanan darah :120/70 mmHg Nadi : 90 x/menit Suhu : 36. Guntur A H. Riwayat mengkonsumsi jamu-jamuan dan kebiasaan minum alcohol disangkal pasien. 352-354 Hasil pembelajaran: 1. Muntah berisi darah berwarna hitam seperti cincau kurang lebih sebanyak ½ ember kecil dengan frekuensi 1 kali. Dalam : Sudoyo AW (ed).

sindroma Mallory Weiss. massa (-). nyeri tekan (+) epigastrium.3 jt/uL Hb 7. gallop (-). Pada hematemesis terdapat perdarahan yang berasal dari lesi di mukosa saluran cerna yang terletak di atas perbatasan duodenojejenum. Rhonki -/-. PF. ”Assessment”(penalaran klinis): Pada kasus ini diagnosa dapat ditegakkan melalui anamnesa. regular. Pada melena disapatkan adanya 3 . hepar dan lien tidak teraba Ekstremitas Superior : edema -/-. pemeriksaan fisik yang mendukung ke arah diagnosis yaitu  Conjungtiva Anemis +/+  Hb 7.000/ul Gol. : Krepitasi (-). ekspansi dada simetriss.2 g/dl 3. Wh-/Jantung Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat Palpasi : Ictus cordis teraba di SIC 5. pucat +/+ Laboratorium (4 Juli 2016) Leukosit 12. yakni ulkus peptikum. melena. akral dingin +/+. Darah A/+ GDS 165 g/dL Hasil pemeriksaan jasmani. sikatriks (-). akral dingin+/+. satu dari keempat diagnosis tersebut dapat dijumpai pada pasien dengan keluhan utama hematemesis. pucat +/+ Inferior : edema -/-. dan hematoskezia. murmur (-) Datar Bising usus + normal. perlu diketahui beberapa kondisi yang dapat terjadi pada pasien. Pada 80-90% kasus. 2 jari medial linea midklavikularis kiri Perkusi : Pinggang jangtung di sela iga 2 linea parasternalis sinistra.Dada : Paru Inspeksi Palpasi : Pergerakan dinding dada simetris saat ekspirasi dan inspirasi. dan varises esophagus. batas jantung Auskultasi : Abdomen Inspeksi : Auskultasi : Perkusi : Palpasi : kanan sela iga 4 linea parasternalis dekstra S1>S2.2 g/dL Ht 21% Trombosit 287. Penyebab utama dari hematemesis ada beberapa. fremitus taktil lapang paru kiri=kanan Perkusi : Sonor pada seluruh lapang paru. 4-6 kali/menit Timpani Dinding abdomen supel. retraksi (-). PP Pada kasus perdarahan saluran cerna. Auskultasi :Suara dasar vesikuler +/+. gastritis erosif. yakni hematemesis.900 Eritrosit 2.

Cara singkat untuk membedakan perdarahan yang berasal dari saluran cerna bagian atas (SCBA) dan bagian bawah (SCBB) adalah (1) pada SCBA menifestasi klinik pada umumnya hematemesis dan/atau melena. yakni ulkus peptikum. Perlu dipertimbangkan pula perdarahan saluran cerna yang disebabkan oleh terapi NSAID. dan efek dari terapi antikoagulan. 4. berwarna hitam dan disertai BAB berwarna hitam juga. Pasien mengalami anemia yang dimungkinkan akibat perdarahan kronis dan juga keadaan hemodinamik yang tidak stabil. yang disebabkan oleh etiologi yang sama dengan hematemesis. ”Plan”: Diagnosis: Anemia Hematemesis dan Melena Terapi:      Bed rest IVFD RL 20 tpm Omeprazole I vial /12jam Metoclopramid amp /12 jam Pasang NGT  bilas dengan naCl dingin 30cc selama 30 menit. dan angiodisplasia). kolitis ulseratif. Jika sudah bersih masukan antasida syr 30cc NGT terbuka  Pasien puasa 6 jam  Rencana transfusi PRC  500cc 4 . bila belum bersih ulangi lagi. divertikulum. gastritis erosif. Pada anamnesa didapatkan pasien mengeluh muntah penyakit Crohn. kondisi stress pasca bedah da luka bakar.perdarahan berupa tinja berwarna hitam kental. sindroma Mallory Weiss. Lebih lanjut perdarahan per rectal berwarna merah segar ( hematoskezia) mengindikasikan perdarahan yang bersumber dari kolon atau usus halus bagian distal (karena tumor. seperti ter.pada SCBB terdapat hematoskezia: ( 2) te r l ih a t ad a nya darah pada aspirasi nasogastrik pada pasien SCBA: (3) Rasio BUN/kreatinin meningkat >35 pada SCBA. dan (4) ditemukan bising usus yang meningkat pada auskultasi di SCBA. Hematemesis yang berlangsung bersama-sama dengan melena mengindikasikan adanya perdarahan yang bersumber proksimal dari jejunum. dan varises esophagus atau tumor. Pasien diketahui memiliki riwayat mengkonsumsi obat-obatan anti nyeri dan biasanya termasuk golongan NSAID yang meningkatkan resiko untuk terjadinya ulkus di gaster dan saluran cerna.

dr. 12 Agustus 2016 DOKTER PENDAMPING.D dr.Pengobatan: pengobatan bertujuan untuk : 1 Memperbaiki keadaan umum pasien 2 Mencegah perburukan DOKTER INTERNSIP. Toboali. Sastera Budi 5 . Afrianisuci P.