Anda di halaman 1dari 7

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1

Persiapan Peledakan
Dalam melakukan peledakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan,

diantaranya kegiatan teknis, tindakan pengamanan, hal ini dilakukan agar
kegiatan peledakan dapat berlangsung dengan baik. Kegiatan teknis tersebut
meliputi rangkaian listrik, geometri peledakan, persiapan alat bantu peledakan,
pengamanan lapangan kerja, dan pembuatan booster.
Pemilihan sistem rangkaian listrik akan tergantung dari pada jumlah
detonator listrik yang akan digunakan. Umumnya, sambungan listrik seri akan
digunakan untuk jumlah lubang ledak yang sedikit, yaitu sekitar < 50 detonator.
Sedangkan paralel - seri atau seri paralel digunakan apabila jumlah lubang ledak
yang diledakkan banyak > 50 detonator. Paralel umumnya hanya digunakan
untuk peledakan secara khusus pada tambang, banyak digunakan pada
tambang dalam (underground mining).

2.2

Parameter Rancangan Peledakan
Geometri peledakan merupakan suatu cara atau metode yang digunakan

untuk menyajikan batasan konstanta dan untuk menentukan serta menghitung
besaran ukuran burden dan spasi yang didasarkan pada ukuran diameter lubang
tembak, kondisi batuan dilapangan dan jenis bahan peledak yang digunakan.
Dalam kegiatan peledakan, yang termasuk geometri peledakan adalah burden,
spasi, stemming, panjang kolom isian, subdrilling, kedalaman lubang ledak,
diameter lubang ledak dan tinggi jenjang.

2

Dan untuk kedalaman lubang ledak sendiri umumnya ditentukan berdasarkan hasil produksi yang diinginkan. Di dalam proses peledakan apabila panjang stemming yang digunakan terlalu pendek maka energi ledakan yang dihasilkan cendrung lebih cepat untuk mencapai bidang bebas (free face) sehingga menimbulkan (flying rock) dan energi dari bahan peledak tidak dapat tersalurkan dengan sempurna.1 Geometri Peledakan Jenjang 2. Akan tetapi apabila Subdrilling ini dibuat terlalu pendek maka tidak tertutup kemungkinan bahwa akan terjadinya tonjolan (toe) pada lantai jenjang. Dimana penambahan kedalaman ini bertujuan agar batuan dapat meledak secara full face dan merata dan batuan yang terbongkar hanya pada lantai jenjang.2 Subdrilling Subdrilling merupakan penambahan kedalaman pada suatu lubang ledak. Stemming umumnya digunakan dalam hal menentukan tegangan untuk memecah batuan agar dapat meledak ke atas dan ke samping secara serentak (stress balance). Terdapat 2 hal yang berkaitan dengan stemming : 1. Selain itu stemming juga berfungsi untuk mengarantina gas-gas yang timbul dari hasil peledakan sehingga dapat memecahkan batuan dengan energi yang optimal. Hal ini karena apabila lubang ledak yang dibuat lebih kecil dari burden maka akan terjadi flying rock dan overbreak. umumnya ukuran panjang stemming sama dengan burden. 2. Apabila peledakan dilakukan pada batuan yang kompak dan keras. Selain itu stemming dengan ukuran yang pendek juga akan bisa .2.2.2. Hal ini dilakukan untuk memperoleh hasil peledakan yang optimal dan sesuai dengan yang diinginkan.geometri_peledakan_surface_blasting.3 Stemming Stemming adalah suatu kolom sebagai tempat material penutup di dalam lubang tembak yang terletak di atas kolom isian. Google 2014 Gambar 2. Hal ini tentu saja akan menyulitkan dalam proses selanjutnya. Dalam tata cara peledakan kedalaman lubang ledak yang dibuat tidak bisa lebih kecil dari pada burden.3 Sumber: http.12. 2.1 Kedalaman Lubang Ledak (L) Kedalaman lubang ledak adalah kedalaman lubang yang akan diledakan dan merupakan hasil penjumlahan antara tinggi jenjang dengan subdrilling.

4 Panjang Kolom Isian (PC) Panjang kolom isian adalah panjang kolom lubang tembak yang akan diisi bahan peledak. hal ini dapat menyebabkan energi ledakan yang dihasilkan dari bahan peledak terkurung secara sempurna sehingga energi ledakan tidak tersalurkan ke permukaan lubang tembak. Sehingga energi yang seharusnya digunakan untuk menghancurkan batuan akan hilang karena keluar melalui rongga-rongga stemming. Sumber: http.12.2. Dimana apabila bahan stemming terdiri dari butiran halus hasil pemboran (cutting). maka akan kurang memiliki gaya gesek terhadap lubang tembak sehingga udara yang bertekanan tinggi akan mudah mendorong material stemming tersebut.4 menghasilkan fragmentasi batuan yang kurang baik. .geometri_peledakan_surface_blasting. 2. Dimana hal ini dapat menyebabkan terjadinya bongkahan-bongkahan (boulder) pada permukaan lubang tembak. Besar nya ukuran fragmen dari stemming akan sangat berpengaruh kepada hasil peledakan. hal ini tentu saja akan berpengaruh kepada ukuran panjang stemming. Sebaliknya apabila panjang stemming yang dibuat telalu panjang. Akan diperlukan panjang kolom isian yang cukup panjang apabila semakin banyak bahan peledak yang digunakan dalam proses peledakan. Google 2014 Gambar 2. Akan tetapi hal ini dapat dicegah dengan menggunakan bahan atau batuan yang berbutir kasar dalam melakukan stemming.2 Stemming 2.

2.12. maka akan terbentuk tojolan (toe) pada lantai jenjang. antara lain : 1.41 dari ukuran burden.geometri_peledakan_surface_blasting.5 Tinggi Jenjang (L) Tinggi jenjang umumnya diambil berdasarkan kedalaman lubang tembak dan subdrilling yang telah dibuat.3 Panjang Kolom Isian (PC) 2. .4 Tinggi Jenjang 2. sebaiknya spasi yang digunakan adalah 1.2. Google 2014 Gambar 2. Secara spesifik tinggi jenjang maksimum akan ditentukan oleh peralatan lubang bor dan alat muat yang tersedia. Google 2014 Gambar 2.12. Bila orientasi antar retakan hampir tegak lurus. Apabila tinggi jenjang yang dibuat melebihi kedalaman lubang tembak.5 Sumber: http.geometri_peledakan_surface_blasting.6 Spasi Untuk mengukur spasi tergantung dari kondisi kekar (joints) di sekitar lokasi yang akan diledakkan. dan jumlah bidang beban. Sumber: http. sistem penyalaan (firing) yang digunakan. Adapun beberapa contoh kondisi di lapangan yang sering ditemui. Hal ini terjadi karena energi dari bahan peledak yang ada tidak tersalurkan secara optimal ke semua bagian lubang ledak.

Umumnya jumlah detonator pada sistem seri kurang dari 40 dengan panjang leg wire (kabel utama) tiap detonator 7 meter. Bila peledakan dilakukan pada bidang bebas (free face) yang memanjang maka sistem penyalaan dapat diatur. Bila peledakan dilakukan serentak antar baris.12. 2.1 Rangakaian Seri 2. dan menggunakan interval waktu yang panjang (long delay).1 Rangakaian Seri Rangakaian seri merupakan rangkaian yang sangat sederhana dengan arus minimum yang disuplai oleh Blasting Machine pada setiap detonator sekitar 1. maka seluruh rangkaian terputus dan akan berakibat gagal ledak (Miss fire). 3. Sumber: http. 4.2 Rangkaian Parallel . maka ratio spasi dan burden dirancang dengan pola bujur sangkar.Rangkaian_listrik_peledakan_.3. maka seluruh rangkaian tidak dapat berfungsi dengan baik. Apabila salah satu kawat ada yang putus.3. hal ini dilakukan untuk memastikan tiap detonator yang digunakan akan meledak secara sempurna.15 dari ukuran burden.6 2.5 amper. Google 2014 Gambar 2. Pada sistem rangkaian listrik seri akan diperoleh arus yang rendah dan tegangan atau voltage tinggi.3 Sistem Rangkaian 2. Bila orientasi antar retakan mendekati 60 sebaiknya spasi yang digunakan adalah 1. sehingga apabila salah satu detonator mati. Prinsip peledakan sendiri adalah menghubungkan kabel utama (legwire) dari satu lubang ledak ke lubang ledak lain secara menerus (continous).

seri dengan mengansumsikan bahwa tahanan total hubungan seri sebagai tahanan pada rangkaian parallel . arus minimum yang diperlukan per detonator sekitar 0.2 Rangkaian Parallel 2. maka detonator yang lain masih dapat meledak dengan baik. Kebalikan dari sistem rangkaian seri secara menyeluruh sistem rangkaian parallel memerlukan arus yang tinggi dengan voltage yang rendah dan untuk menyuplai tenaga listrik digunakan panel control khusus bukan dari blasting machine atau expolder. Adapun tahapan yang digunakan dalam perhitungan tahanan dan arus untuk memperoleh power atau voltage yang benar adalah sebagai berikut :  Hitung tahanan total untuk setiap rangkaian  Hitung tahanan pada rangkaian parallel .3. Untuk peledakan yang menggunakan rangkaian listrik parallel. Google 2014 Gambar 2. apabila sebelumnya setiap detonator yang ada belum di lakukan pengujian.Rangkaian_listrik_peledakan_. Umumnya rangkaian parallel-seri ini di gunakan apabila suatu peledakan memerlukan lebih dari 40 detonator dengan kabel utama (leg wire) setiap detonator lebih dari 7 meter.12.7 Rangkaian parallel merupakan suatu rangkaian di mana setiap detonator mempunyai alur atau jalan alternatif dalam rangkaian tersebut. sehingga apabila salah satu atau beberapa detonator mati. serta dipertimbangan secara ekonomis bahwa apabila seluruh lubang ledak atau lubang tembak dihubungkan secara seri akan memerlukan power yang besar sekali. Sumber: http.3 Rangkaian Parallel – Seri Rangkaian ini terdiri dari sejumlah rangkaian seri yang di hubungkan secara parallel. Oleh sebab itu pengujian rangkaian menyeluruh yang dilakukan secara langsung sangat tidak baik dan berbahaya.5 amper.

Paralel Dalam hubungan seri . Akan tetapi perlu di pertimbangkan dengan baik bahwa untuk jumlah lubang ledak sampai dengan ratusan rangkaian dapat dipastikan perhitungan menjadi lebih kompleks. Dalam aturan rangkaian listrik untuk peledakan.12. Sumber: http.3 Rangkaian Parallel-Seri 2. yaitu hanya 40 detonator atau maksimum resisten 100 ohm. Google 2014 Gambar 2.parallel tiap-tiap dari sambungan seri akan digabungkan lagi dengan hubungan rangkaian parallel dengan sambungan seri yang lain.Rangkaian_listrik_peledakan_.8 Cara parallel cukup efektif untuk jumlah lubang ledak kurang dari 300. pada tiap-tiap rangkaian seri terbatas. .4 Hubungan Serie .3.parallel ini sering digunakan apabila jumlah total dari detonator listrik yang akan diledakan lebih dari 50. Hubungan seri .