Anda di halaman 1dari 4

Tugas UUK

Nama
NIM
Kelas/Angkatan

: Mega Shinta
: 1313015086
: A/2013

1. Buat Kartu Perundang-undangan PP No.51 Tahun 2009
Aspek
PP No.51 Tahun 2009
Judul
Pekerjaan Kefarmasian
Latar Belakang Dalam UU No.7 Tahun 1963 tentang farmasi yang mendifenisikan
“Pekerjaan Kefarmasia” adalah pembuatan pengolahan, peracikan,
pengbahan bentuk, pencampuran, penyimpanan dan penyerahan obat
atau bahan obat. Kemudian istilah ini dikembangkan dalam UU No.23
Tahun 1992 Tentang Kesehatan yang menyatakan bahwa pekrjaan
kefarmasian adlah pembuatam terasuk pengendalian mutu sediaan
farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan distribusi obat,
pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan
informasi obat, serta pegembangan obat, bahan obat dan obat
tradisional. Selanjutnya UU ini menyatakan bahwa pekerjaan
kefarmasian adalah dalam hal pengadaan, produksi, distribusi dan
pelayanan sediaan farmasi harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang
memiliki keahlian dan kewenangan. Untuk itu,dari mengamanatkan
bahwa ketentuan mengenai pelaksanaan pekerjaan kefarmasian
ditetapkan dengan peraturan pemerintah pada pasal 63 Ayat (2) inilah
yang menjai dasar hokum pembentukan PP No.51 Tahun 2009
Dasar Hukum
Pasal 63 UU No.23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan
Pasal 5 Ayat 2 UUD 1945
Ketentuan
Pekerjaan Kefarmasian, sediaan Farmasi, tenaga Kefarmasian,
Umum
pelayanan Kefarmasian, Apoteker, Tenaga Teknis Kefarmasian
Tujuan
- Memberikan perlindungan terhadap pasien dan masyarakat
dalam memperoleh dan atau menetapkan sediaan dan jasa
kefarmasian
- Mempertahankan dan meningkatkan mutu penyelenggaraan
pekerjaan kefarmasian
Materi muatan / Penyelenggaraan pekerjaan kefarmasian, tenaga kefarmasian, disiplin
Aspek yang
tenaga kefarmasia, pembinaan dan pengawasan mutu farmasi,
diatur
pekerjaan kefarmasian dalam bidang pengadaan produksi, distribusi
dan pelayanan sediaan farmasi
Sanksi
Surat izin untuk pekerjaan kefarmasian batal
Aturan
- Peraturan Pemerintah paling lambat 3 tahun sejak PP ini
Peralihan
digunakan
- PP No.26 Tahun 1965 Tentang Apotik

40 tahun 2013 tentang Narkotika 6. psikotropika dan precursor farmasi Ketentuan Dasar Narkotika. penyaluran dalam bentuk bah baku. psikotropika dan precursor farmasi untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Materi muatan Peredaran.5 tahun 1997 tentang Psikotropika 2. precursor. UU No. obat jadi. penyerahaan.44 tahun 2010 tentang Prekursor 5. pemusnahan dan pelaporan narkotika. penyaluran. UU No. tetapi disii lain dapaat menimbulkan ketergantungan yang sangat merugikan bila digunakan tanpa pengendalian dan pengawasan yang ketat untuk itu pemerintah membuata peraturan ini agara dalam hal pengawasan dan pengendalian sepreti pengedaran. PERMENKES No. penyimpanan. UU No. pemusnahan dan pelaporan narkotika. Buat kartu perundang-undangan Psikotropika dan Narkotika Aspek Undang-undang narkotika Judul Undang –Undang narkotika Latar Belakang Narkotika merupakan zat atau obat yang sangat bermanfaat dan diperlukan untuk pengobatan tertentu. Namun jika disalahgunakan dan tidak sesuai dengan standar pengobatan dapat menimbulkan akibat yang sangat merugikan bagi . penyimpanan. UU No.2.3 Tahun 2015 Judul Peraturan Menteri Kesehatan Tentang Peredaran. penyimpanan pemusnahan Sanksi Aturan Peralihan Peraturan Menteri 3 Tahun sejak berlaku 3. psikotropika dan precursor Farmasi Latar Belakang Obat golongan narkotika.3 Tahun 2015 Aspek Perudangan PMK No. UU No. psikotropika dan precursor farmasi erupakan obat atau bahan obat yang bermanfaat di bidang pengobatan atau pengembangan ilmu pengetahuan. penyaaluran. Buat Kartu Perundangan PMK No.35 tahun 2009 tentang Narkotika 3. peyimpanan. farmasi. instalasi farmasi pemerintah Tujuan Pengaturan peredaran. psikotropika.36 tahun 2009 tentang Kesehatan 4. pemunahan dan pelaporan distribusi obat tersebut dapat dikendalikan agar tidak disalahgunakan oleh instansi yang tidak terkait dan diharapkan dapat menjamin mutu dari golongan obat-obat tersebut Dasar Hukum 1.10 Tahun 2013 tentang impor dan ekspor narkotika. penyerahan industry farmasi.

UU No. korporasi. transit. peredaran gelap narkotika . menteri . pengangkutan.Menjamin ketersediaan narkotika untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan atau pengembangan ilmu pengetahuan .Memberantas peredaran gelap psikotropika Produksi .Memberantas peredaaran gelap narkotika dan precursor narkotika . kemasan psikotropika. pengangkutan. impor. penyerahan. memilih/menyimpan) BNN berdasrakan PERPRES No.7 Tahun 1997 Narkotika. ekspor.8 Tahun 1976 dan UU No. memelihara. produksi.83 Tahun 2007 Undang-undang Psikotropika Undang-undang Tentang Psikotropika Penyalahgunaan psikotropika dapat mengakibatkan sindroma ketergantungan apabila penggunaannya tidak di bawah pengawasan dan petunk tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu 1. UU No. peredaran. memproduksi dan mengimpor) . impor. label dan iklan. penggunaan psikotropikka dan rehabilitas Pidana paling singkat 4-15 tahun. Pasal 5 Ayat 1 dan pasal 20 ayat 1 UUD 1945 2.Menjamin ketersediaan psikotropika guna kepentingan pelaayanan kesehatan dan ilmu pengetahuan .Mencegah. penyeraahan.Menjamin upaya rehabilitas medis dan social bagi penyalahguna dan pecandu narkotika - Hukuman pidana 4-12 tahun dan denda 800 juta-8 miliar (menanam.Dasar Hukum Ketentuan Dasar Tujuan Materi muatan Sanksi Aturan Peralihan Aspek Judul Latar Belakang Dasar Hukum Ketentuan Dasar Tujuan Materi muatan Sanksi perseorangan atau masyarakat khususnya generasi muda Pasal 5 Ayat 1 dan pasal 20 UUD RI 1945.23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan 3. precursor narkotika. peredaran penyaluran. ekspor narkotika. melindungi dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari penyalahgunan narkotika . pemeriksaan.8 Tahun 1996 Tentang pengesahan convention of Phsycothropic substances 1971 Psikotropika. pabrik obat. UU No.Menegah terjadinya penyalahgunaan psikotropika .83 Tahun 2007 Pejabat dan pegawai BNN ditetapkan berdasarkan PERPRES No. denda 150-750 juta rupiah (menggunakan. perdagangan. mengedarkan. perdagangan besar farmasi. produksi.

Aturan Peralihan Peraturan UU tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan atau belum diganti dengan peraturan baru .