Anda di halaman 1dari 6

Energi Bahan Bakar

Reaki Kimia yang digunakan untuk menghasilkan enet adalah pembakaran


yaitu suatu reaksi cepat antara bahan bakar dengan oksigen yang di
sertai terjadi api. Bahan bakar utama ini adalah bahan bakar fosil, yaitu
gas alam, minyak bumi, dan batu bara

Bahan bakar adalah suatu materi apapun yang bisa diubah menjadi energi.
Biasanya bahan bakar mengandung energi panas yang dapat dilepaskan dan
dimanipulasi. Kebanyakan bahan bakar digunakan manusia melalui proses
pembakaran (reaksi redoks) di mana bahan bakar tersebut akan melepaskan
panas setelah direaksikan dengan oksigen di udara. Proses lain untuk
melepaskan energi dari bahan bakar adalah melalui reaksi eksotermal dan
reaksi nuklir (seperti Fisi nuklir atau Fusi nuklir). Hidrokarbon (termasuk di
dalamnya bensin dan solar) sejauh ini merupakan jenis bahan bakar yang
paling sering digunakan manusia. Bahan bakar lainnya yang bisa dipakai
adalah logam radioaktif.
Oksigen atau zat asam adalah unsur kimia dalam sistem tabel periodik yang
mempunyai lambang O dan nomor atom 8. Ia merupakan unsur golongan
kalkogen dan dapat dengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur
lainnya (utamanya menjadi oksida).
Bahan bakar fosil atau bahan bakar mineral, adalah sumber daya alam
yang mengandung hidrokarbon seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam.
Penggunaan bahan bakar fosil ini telah menggerakan pengembangan
industri dan menggantikan kincir angin, tenaga air, dan juga pembakaran
kayu atau peat untuk panas.
Gas alam sering juga disebut sebagai gas Bumi atau gas rawa, adalah
bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana CH4). Ia
dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas Bumi dan juga tambang batu
bara. Ketika gas yang kaya dengan metana diproduksi melalui pembusukan
oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik selain dari fosil, maka ia
disebut biogas. Sumber biogas dapat ditemukan di rawa-rawa, tempat
pembuangan akhir sampah, serta penampungan kotoran manusia dan hewan.
Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus karang
dan oleum minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental,
berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di
lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Minyak bumi terdiri dari
campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana,
tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.
Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah
batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik,
utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses
pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan
oksigen.
1

Bahan bakar fosil terutama terdiri atas senyawa hidrokarbon yaitu


senyawa yang hanya terdiri atas karbon dan hidrogen. Gas alam terdiri atas
alkana suku rendah terutama metana dan sedikit etana, protana,dan butana.
Seluruh senyawa itu merupakan gas yang tidak berbau.

hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur atom karbon (C) dan atom
hidrogen (H). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang
berikatan dengan rantai tersebut. Istilah tersebut digunakan juga sebagai pengertian dari
hidrokarbon alifatik.
Hidrogen adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol H dan nomor atom
1. Pada suhu dan tekanan standar, hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, bersifat nonlogam, bervalensi tunggal, dan merupakan gas diatomik yang sangat mudah terbakar.
Dengan massa atom 1,00794 amu[n 1], hidrogen adalah unsur teringan di dunia.
Gas alam terdiri atas:

Alkana adalah senyawa kimia hidrokarbon jenuh asiklis. Alkana termasuk senyawa
alifatik. Dengan kata lain, alkana adalah sebuah rantai karbon panjang dengan ikatanikatan tunggal. Rumus umum untuk alkana adalah CnH2n+2. Alkana yang paling
sederhana adalah metana dengan rumus CH4. Tidak ada batasan berapa karbon yang
dapat terikat bersama. Beberapa jenis minyak dan wax adalah contoh alkana dengan
atom jumlah atom karbon yang besar, bisa lebih dari 10 atom karbon.

Metana adalah hidrokarbon paling sederhana yang berbentuk gas dengan rumus
kimia CH4. Metana murni tidak berbau, tetapi jika digunakan untuk keperluan
komersial, biasanya ditambahkan sedikit bau belerang untuk mendeteksi kebocoran
yang mungkin terjadi.
Sebagai komponen utama gas alam, metana adalah sumber bahan bakar utama.
Pembakaran satu molekul metana dengan oksigen akan melepaskan satu molekul CO2
(karbondioksida) dan dua molekul H2O (air):
CH4 + 2O2 CO2 + 2H2O
Etana adalah sebuah senyawa kimia dengan rumus kimia C2H6. Senyawa ini
merupakan alkana dengan dua karbon, dan merupakan hidrokarbon alifatik. Dalam
temperatur dan tekanan standar, etana merupakan gas yang tak berwarna dan tak
berbau. Dalam industri etana dihasilkan dengan cara diisolasi dari gas alam, dan
sebagai hasil samping dari penyulingan minyak.

Propana adalah senyawa alkana tiga karbon (C3H8) yang berwujud gas dalam
keadaan normal, tetapi dapat dikompresi menjadi cairan yang mudah dipindahkan
dalam kontainer yang tidak mahal. Senyawa ini diturunkan dari produk petroleum lain
pada pemrosesan minyak bumi atau gas alam. Propana umumnya digunakan sebagai
bahan bakar untuk mesin, barbeque (pemanggang), dan di rumah-rumah.

Butana, juga disebut n-butana, adalah alkana rantai lurus dengan empat atom karbon
CH3CH2CH2CH3. Butana juga digunakan sebagai istilah kolektif untuk n-butana dan
satu-satunya isomernya, isobutana (disebut juga metilpropana), CH(CH3)3. Butana
sangat mudah terbakar, tidak berwarna, dan merupakan gas yang mudah dicairkan.
Nama butana diturunkan dari nama asam butirat.

Minyak bumi mengandung ratusan macam senyawa, terutama alkana, dari metana hingga
yang memiliki atom karbon mencapai lima puluhan dari minyak bumi di peroleh bahan bakar
LPG (liquifed petroleum gas), bensin, minyak tanah, kerosin, solar, dan lain lain. Pemisahan
komponen minyak bumi itu dilakuka dengan desrilasi bertingkat

LPG (liquified petroleum gas, harafiah: "gas minyak bumi yang dicairkan"). Dengan
menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair.
Komponennya didominasi propana (C3H8) dan butana (C4H10). Elpiji juga
mengandung hidrokarbon ringan lain dalam jumlah kecil, misalnya etana (C2H6) dan
pentana (C5H12).

Kerosin (bahasa Inggris: kerosene atau paraffin) adalah cairan hidrokarbon yang tak
berwarna dan mudah terbakar atau Sebuah minyak tipis sulingan dari minyak bumi
atau minyak serpih, digunakan sebagai bahan bakar untuk pemanasan dan memasak,
di

Destilasi bertingkat adalah proses pemisahan destilasi ke dalam bagian-bagian


dengan titik didih makin lama makin tinggi yang selanjutnya pemisahan bagianbagian ini dimaksudkan untuk destilasi ulang.

Bahan bakar fosil terutama minyak bumi, telah digunakan dengan laju yang jauh lebih cepat
dari pada proses pembentukanya. Oleh karena itu, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi
akan segera habis. Untuk menghemat penggunakan minyak bumi dan mempersiapkan bahan
bakar pengganti, telah dikembangkan berbagai bahan bakar lain, misalnya, gas sisentis (sin
gas ) dan hidrogen.

Gas sintetis merupakan campuran dari karbon monoksida (CO) dan hydrogen (H2).
Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar gas sintetis adalah:
Amonia, Urea, Formaldehida
1. Amonia
Ammonia dibuat dari gas nitrogen dan hydrogen. Pada industri petrokimia gas
nitrogen diperoleh dari udara, sedangkan gas hydrogen diperoleh dari gas
sintetis.
2. Urea
3

Dibuat dari amonia dan gas karbon dioksida. Selain sebagai pupuk urea juga
digunakan pada industri perekat, plastik, dan resin.
3. Formaldehida
merupakan aldehida yang berbentuknya gas. Dalam bentuk cair dikenal
sebagai formalin, dalam bentuk padatan yang dikenal
paraformaldehyde atau trioxane
Gas sintetis diperoleh dari bau bara. Batu bara sebenarna adalah bahan bakar fosil yang
melimpah yaitu sekitar 90% dari cadangan bahan bakar fosil. Di samping itu ada keterbatasan
dalam penggunakanya karena bentuknya yang padat. Oleh karena itu para ahli berupaya
mengubahnya menjadi gas sehingga penggunaannya lebih luwes dan lebih bersih. Grafikasi
batu bara dilakukan dengan mereaksikan batu bara panas dengan uap air CO, H2 dan CH4.
Proses selanjutnya adalah memperbanyak kadar gas metana (CH4)
Batu bara
+
Uap air
Batu bara H2 + C + H4
C + H2O CO + H2
C + 2H2 CO2 + H2
C, CO, CO2
Pengotor lain (Senyawa
Belerang )
3H2+ + CO CH4 + H2O

CH4

H2

Pemisahan
Pengotor
CO2 dan H2O

CH4
CO

2H2O(i) 2H2(g) + O2(g) Ho = 572 kJ


Matahari sebenarnya adalah sumber energi terbesar bumi, tetapi teknologi penggunan energi
surya belumlah komesial. Salah satu kemungkinan penggunaan energi surya adalah mengunakan
aaman yan dapat tumbuh cepat. Energi Kemudian diperoleh dengan membakar tumbuhan itu .
Dewasa ini, penggunaan energi suryayan cukup kemrsial adalah untuk pemanas air rumah
tangga (solar water heater). Nilai kalor dari berbagai jenis bahan bakar

Komposisi (&)
Jenis Bahan Bakar
Gas Alam

C
70

Nilai kalor (KJ g-1)

23

49

31

32

45

48

Batu bara (Antrasit)

82

Batu bara (Bituminos)

77

Minyak mentah

85

12

Bensin

85

15

Arang

100

34

Kayu

44

18

Hidrogen

100

142

Pembakaran dalam mesin kendaraan atau dalam industri umumnya berlangsung tidak
sempurna. Pembakaran sempurna senyawa hidrokarbon (bahan bakar fosil) membentuk
karbon dioksida dan uap air. Permbakaran dikatakan tak sempurna jika menghasilkan karbon
monoksida.
Contoh: Pembakaran sempurna isooktana menhasilkan karbon dioksida dan air:
C8H18(i) + 120 2(g) 8CO2(g) + 9H2O(g) H = -5.460 kJ
Pembakaran tak sempurna isooktana menghasilkan karbon monoksida di samping karbon
dioksida dan air. Semakin tak sempurna pembakaran, semakin banyak karon monoksida yang
di hasilkan. Selain itu, Pada pembakaran tak sempurna mungkin saja sebagian dar
hidrokarbon (bahan bakar) tidak terbakar atau menghasilkan partikel karbon (yang
merupakan komponen asap). Berikut kemungkinan pembakaran tak sempurna isooktana
C8H18(i) + 802(g) 7CO2(g) + CO(g) + 9H2O(g)
C8H18(i) + 802(g) + 6CO2(g) + 2CO(g) + 9H2O(g)

H = -5.170,2 kJ
H = -4.887,2 kJ

C8H18(i) + 802(g) + 6CO2(g) + 9H2O(g)

H = -2924,4 kJ

Pembakaran tidak sempurna menghasilkan lebih sedikit kalor, jadi pembakaran tak sempura
mengurangi efesiensi bahan bakar. Kerugian lain dari pembakaran tak sempurna adalah
dihasilkannya gas karon monoksida (CO), yang bersifat racun. Oleh karena itu, Pembakaran
tak sempurna akan mecemari udara.