Anda di halaman 1dari 33

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembangunan pada suatu bangsa pada hakekatnya untuk
mewujudkan kesejahteraan rakyat.Salah satu indicator keberhasilan
pembangunan

adalah

peningkatan

kulitas

sumber

daya

manusia.Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator
keberhasilan pelayanan kesehatan di suatu negara.Kematian ibu hamil
disebabkan oleh beberapa faktor,seperti faktor sosial,faktor budaya
dan ekonomi.Kemiskinan pengetahuan dan informasi. Anemia gizi
yang disebabkan karena kekurangan zat besi masih merupakan
masalah gizi utama di Indonesia. Anemia adalah kondisi dimana kadar
hemoglobin dibawah standar deviasi yaitu <11gr/dl. (Pratidina,Lestari
Ria.dkk.,2014).
Menurut World Health Organization (WHO), persentase tertinggi
penyebab kematian ibu adalah perdarahan dan infeksi yang dapat
disebabkan oleh anemia. Anemia pada kehamilan juga berhubungan
dengan

meningkatnya

kesakitan

ibu,dan

merupakan

problema

kesehatan yang dialami oleh wanita diseluruh dunia.(WHO).
Sebagian besar anemia pada ibu hamil adalah anemia karena
kekurangan zat besi. Anemia gizi zat besi pada ibu hamil umumnya
disebabkan

oleh

perubahan

fisiologis

karena

kehamilan

yang

diperberat dengan keadaan kurang gizi, vitamin B12, asam folat dan
vitamin C. Selain kebutuhan yang meningkat, faktor lain yang
menyebabkan anemia pada

ibu hamil adalah sering mengkonsumsi

pangan yang mengandung zat yang dapat menghambat penyerapan
zat

besi seprti fitat dan tanin.Kebutuhan zat besi untuk ibu hamil

paada trimester I relatif kecil, yaitu 0,8 mg per hari, tetapi pada
trimester II dan III meningkat yaitu sebesar 6,8 mg per hari.
(Husaini,1989).
Anemia berdampak buruk pada peningkatan angka kematian ibu,
selain itu, anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan pendarahan
sebelum dan pada saat melahirkan, keguguran, kelahiran bayi
prematur dan bayi berat lahir rendah (Depkes, 1995).
Penyebab anemia dalam kehamilan di indonesia adalah
kekurangan

zat

besi

yang

dibutuhakan

untuk

pembentukkan

hemoglobin,yaitu anemia difisiensi zat besi.Kebutuhan zat besi
meningkat 2 kali lipat dari kebutuhan sebelum hamil,karena selama
hamil,volume darah meningkat 50%,sehingga perlu banyak zat besi
untuk

pembentukkan

hemoglobin,selain

itu

untuk

membantu

pertumbuhan janin dan plasenta.Dalam kehamilan asupan dari
makanan kurang memenuhi zat besi sehingga perlu di imbangi dengan
mengkonsumsi tablet fe.Suplemen tambah darah atau tablet fe
berfungsi untuk menanggulangi anemia yang terjadi pada ibu
hamil,tablet fe juga mengandung asam folat,untuk mencegah anemia
asam folat.Pada ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi tablet zat
besi minimal 90 tablet selama hamil yakni pada usia kehamilan
trimester I dan III.Mengkonsumsi tablet Fe yang mengandung 60
mg/hari dapat meningkatkan kadar Hb sebanyak 1 gr/dl setiap bulan.
(Rustam 2008).
Dari

hasil

Riset

Kesehatan

Dasar

(Riskesdas)

tahun

2013,terdapat 37,1% ibu hamil anemia yaitu dengan kadar Hb yang
kurang dari 11,0 gr% dengan

proporsi yang hampir sama antara

perkotaan (36,4%) dan pedesaan (37,8%).Sehubungan di lakukan nya
survey cepat anemia gizi pada tahun 2013 dari 3000 responden ibu

hamil dengan angka kejadian anemia sebanyak 1694 dengan
persentase 56,5% mengalami anemia gizi,dengan sebaran terbanyak
85% di kota mataram dan yang terendah 14,7% di kabupaten dompu.
(Dikes Provinsi NTB).
Data hasil laporan Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara
Barat pada bulan maret tahun 2016 di Lombok utara, 381 ibu hamil
yang anemia dengan persentase 6.68% yang merupakan angka
kejadian anemia tertinggi dari 10 kabupaten di provinsi nusa tenggara
barat.Sedangkan di kota mataram terdapat 216 ibu hamil anemia
dengan persentase 2,18%, dan angka kejadian terendah ibu hamil
yang anemia terdapat di kota bima dengan persentase 1,69% dari 69
ibu hamil yang anemia.Sedangkan pada bulan juli tahun 2016 dengan
angka kejadian tertinggi anemia pada ibu hamil terdapat di kabupaten
Lombok timur dengan persentase 12,08% dari 10 kabupaten di
provinsi nusa tenggara barat.Sedangkan di kota mataram terdapat 463
ibu hamil anemia denga persentase 4,77%, dan untuk yang terendah
angka kejadian anemia terdapat di kota bima 1,4%.
Sedangkan hasil data yang didapatkan oleh dinas kesehatan
Pada tahun 2016 bulan januari hingga September kembali lagi
dilakukannya survey ibu hamil yang menderita anemia.Dari hasil data
Dinas Kesehatan Kota Mataram,terdapat angka kejadian anemia
tertinggi di Puskesmas Pajeruk dengan persentase 24,37%, berikut
adalah urutan persentase anemia pada ibu hamil dari yang tertinggi
hingga yang terendah yang berada di kota mataram. Puskesmas
ampenan 9,36%, dasan agung 8,59, selaparang 8,39%, karang pule
5,45%, cakranegara 4,71%, karang taliwang 3,55%, mataram 3,03%,
pagesangan 1,65%, babakan 1,48%, tanjung karang 1,43%

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dapat dirumuskan permasalahan mengenai “Gambaran pengetahuan.20013). perilaku tingkat konsumsi Fe pada ibu hamil yang menderita anemia di . 2. Mengidentifikasi pengetahuan.Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.. peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih jauh tentang gambaran pengetahuan. sikap. Tujuan Khusus a.faktor sikap menerima dan pemahaman yang kurang baik mengenai pentingnya mengkonsumsi zat besi untuk kehamilan. (kusuma Wati. antara lain pengetahuan ibu tentang mengkonsumsi zat besi masih kurang.Erna.serta perilaku ibu dalam mengkonsumsi zat besi (Fe) paling sedikit 90 tablet selama masa kehamilan dalam upaya mencegah terjadinya anemia. sikap dan perilaku tingkat konsumsi Fe pada ibu hamil yang menderita anemia”. A. sikap dan perilaku tingkat konsumsi Fe pada ibu hamil yang menderita anemia di Puskesmas Pejeruk. Mengidentifikasi kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah c. Di Puskesmas Pejeruk.dkk. B. Tujuan umum Untuk mengetahui gambaran pengetahuan sikap dan perilaku tingkat konsumsi Fe pada ibu hamil yang menderita anemia. b. Dari data tersebut. Tujuan Khusus 1. Mengidentifikasi karakteristik ibu hamil.

C. Manfaat Penelitian 1.perilaku.d. Bagi peneliti Penelitian ini di harapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi peneliti tentang gambaran sikap. Bagi Responden Dapat menjadi masukkan bagi ibu hamil untuk meningkatkan sikap. BAB II TINJAUAN PUSTAKA .pengetahuan pada ibu hamil yang menderita anemia.perilaku. 2. Mengidentifikasi tingkat konsumsi tablet fe terhadap kadar hemoglobin ibu hamill.pengetahuan tentang anemia untuk mengkonsumsi tablet fe secara teratur.

delapan setelah menjadi morulla masuk untuk menempel 11 hari setelah konsepsi. bagian tubuh pertama muncul adalah tulang belakang. empat. Ciri-Ciri Kehamilan Trimester I 1) Amenore (Tidak dapat haid) Dengan diketahuinya tanggal hari pertama haid terakhir agar dapat diketahui umur kehamilan dan tanggal persalinan.Dari embrio. jantung mulai memompa darah. otak dan syaraf.Denyut jantung janin dapat dilihat dengan pemeriksaan Ultrasonografi (USG). KEHAMILAN 1. akan tetapi menghilang dengan makin bertambahnya usia kehamilan. sirkulasi darah dan pencernaan terbentuk. gerakan pertama di mulai. berbentuk manusia. 3) Mengidam (ingin makanan khusus) Sering terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan. 4) Pingsan Bila berada pada tempat ramai yang sesak dan padat. jantung.III Trimester I (0-12 minggu) Sperma membuahi ovum kemudian hasil konsepsi membagi menjadi dua.II. TRIMESTER I. Biasanya terjadi dipagi hari. 2) Mual dan Muntah Biasa terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhir trimester I.A. Biasanya akan hilang bila kehamilan mencapai usia 16 minggu. Perkembangan embrio lebih cepat. ginjal sudah mempoduksi urine. a. jenis kelamin sudah bisa di tentukan. 5) Tidak ada selera makan .

lanugo menutupi tubuh. menelan dan menendang. Pada akhir trimester gejala ini akan muncul lagi karena kandung kemih ditekan oleh kepala janin.janin buka dan . Gejala ini akan hilang pada trimester II kehamilan. tetapi setelah itu nafsu makan akan kembali normal. 6) Sering buang air kecil Disebabkan karena kandung kemih tertekan oleh uterus yang mulai membesar. denyut jantung janin terdengar lewat doppler. melebar dan bertambah gelap terdapat pada perut bagian bawah. pembuluh darah berkembang cepat. pancreas memproduksi insulin. 2. 2006 ) . Trimester II (13-28 minggu) System muskuloskeletal matang.menelan dan mengatur pernafasan suhu.Hanya berlangsung pada trimester I kehamilan.bentuk janin 2/3 bentuk saat lahir . Kerangka berkembang cepat. 7) Konstipasi Ini terjadi karena tonus otot usus menurun yang disebabkan oleh pengaruh hormone steroid yang dapat menyebabkan kesulitan untuk buang air besar.perkembangan bernafas. ( Prawiroharjo. sistem saraf terkontrol. b. janin membuat jadwal untuk tidur. 8) Pigmentasi Pada areola berubah warna menjadi lebih tegas. Ciri-Ciri Kehamilan Trimester II 1) Perut Membesar mulai dimulai.mata tutup.

5) Tanda Piscaseck Uterus mengalami pembesaran. (prawirohardjo. 4) Tanda Chadwick Perubahan warna kebiruan atau keunguan pada vulva. ( Prawiroharjo. 2) Uterus membesar Terjadi perubahan dalam bentuk. Pada minggu-minggu pertama ismus uteri mengalami hipertrofi seperti korpus uteri. terutama daerah ismus. 3. dan konsistensi dari rahim. 1999). mulai simpan zat besi. besar. kadang-kadang pembesaran tidak rata tetapi didaerah telur bernidasi lebih cepat tumbuhnya. c. antibody ibu di transfer ke bayi untuk mencapai kekebalan untuk 6 bulan pertama sampai kekebalan bayi bekerja sendiri. Pada pemeriksaan dalam dapat diraba bahwa uterus membesar dan bentukya makin lama makin bundar. Hal ini menyebabkan uterus membesar ke salah satu jurusan hingga menonjol jelas ke jurusan pembesaran. kalsium dan fosfor. rahim dapat diraba dari luar dan mulai pembesaran perut. vagina dan serviks. Trimester III (29-42 minggu) Lemak coklat berkembang di bawah kulit. Perubahan warna ini dipengaruhi oleh hormone estrogen. 3) Tanda hegar Konsistensi rahim dalam kehamilan berubah menjadi lunak.Setelah kehamilan 14 minggu. Ciri-Ciri Kehamilan Trimester III . 2006 ) . seluruh uterus digunakan bayi sehingga tiak bisa bergerak banyak.

kira 25% pada puncak kehamilan 32 minggu. 2) Denyut jantung Adanya denyut jantung apabila diperiksa. dan dengan adanya hipervaskularisasi maka konsistensi serviks menjadi lunak. hal ini disebabkan karena usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran uterus. 2006 ) . Akibat kadar estrogen meningkat. Jika korpus uteri mengandung banyak jaringan otot maka serviks lebih banyak mengandung jaringan ikat. dirasa. b) Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormon estrogen. Perubahan Fisiologis Dalam Kehamilan a) Uterus akan membesar pada bulan-bulan pertama dibawah pengaruh estrogen dan progesteron yang kadarnya meningkat. ( Prawiroharjo. dan terlihat tulangtulang janin dalam foto-rontgen. d) Hematokrit cenderung menurun karena meningkatnya volume plasma darah. 4. Volume darah akan bertambah kira. e) Wanita hamil kadang suka mengeluh karena sesak napas. 2006 c) Volume darah dan plasma darah dalam kehamilan bertambah secara fisiologis dengan adanya pengenceran darah. Pembesaran ini disebabkan oleh hipertropi otot polos uterus. diraba juga bagian-bagian janin. ( Prawirohardjo. Jumlah eritrosit cenderung meningkat untuk memenuhi kebutuhan transport oksigen yang sangat diperlukan selama kehamilan. hanya 10% jaringan ikat pada serviks terdapat banyak kolagen. disamping itu serabut-serabut kolagen yang ada menjadi hidroskopik akibat meningkatnya kadar estrogen sehingga uterus dapat mengikuti pertumbuhan janin. .1) Gerakan janin yang dilihat.

Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia. tetapi apa yang diberikan menggunakan ingatan akan keterangan yang sesuai. ( Fatimah. pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. PENGETAHUAN 1. 2015 ) . Definisi Pengetahuan Menurut Pudjawidjana (1983). Menurut Ngatimin (1990). Basal metabolism rate meningkat menjadi 15-20%. pengetahuan adalah sebagai ingatan atas bahan-bahan yang telah dipelajari dan mungkin ini menyangkut tentang mengikat kembali sekumpulan bahan yang luas dari hal-hal yang terperinci oleh teori. g) Sering buang air kecil karena pada akhir kehamilan. Menurut Notoatmodjo (2007). i) Metabolisme rate (BMR) meningkat. Makanan lebih lama dalam lambung dan apa yang dicerna lebih lama berada dalam usus. pengetahuan adalah reaksi dari manusia atas rangsangannya oleh lam sekitar melalui persentuhan melalui objek dengan indera dan pengetahuan merupakan hasil yang terjadi setelah orang melakukan penginderaan sebuah objek tertentu. B. yakni indera penglihatan. pendengaran. bila bagian terendah janin mulai turun kebawah pintu atas panggul. Sistem endokrin meningkat dan tampak jelas kelenjar gondoknya. keluhan sering kencing akan timbul karena kandung kemih mulai tertekan. h) Kulit akan mengalami perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi yang disebabkan oleh pengaruh melanophore stimulating hormon (MSH) yang meningkat. .f) Saluran pencernaan melemah sehingga mobilitas berkurang.

Definisi Sikap Sikap merupakan reaksi atau proses seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau obyek. SIKAP 1. Dan sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap obyek. Dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus social. Definisi sikap itu merupakan kesiapan atau kesediaan seseorang untuk bertindak. rasa dan raba. (Notoatmodjo. Sebagaian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telingan. mendengar. Pengetahuan pada dasarnya merupakan hasil dari proses melihat.dilihat dan didengar. Sikap dalam penelitian ini menunjuk pada sikap ibu hamil tentang setuju atau . serta manfaat dari tablet tambah darah (Fe). Sikap tidak dapat dilihat langsung tetapi hanya dapat di tafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup. bagaimana dampak apabila ibu hamil terkena anemia. bukan merupakan reaksi terbuka atau tingkah laku yang terbuka. pengetahuan merupakan ingatan atas bahan-bahan yang telah dipelajari. C.penciuman. 1993). Sikap itu masih merupakan reaksi tertutup. Dari beberapa pengertian pengetahuan di atas dapat di simpulkan bahwa pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui dan diperoleh seseorang dari persentuhan panca indera terhadap objek tertentu. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu. dan berfikir yang menjadi dasar manusia dan bersikap dan bertindak. merasakan. Pengetahuan dalam penelitian ini tertuju pada pengetahuan ibu hamil tentang apa itu anemia.

Pengertian perilaku dapat dibatasi sebagai keadaan jiwa untuk berpendapat.tidaknya bahwa mengkonsumsi tablet Fe itu baik pada saat kehamilan dan berpengaruh pada janin. dan lain sebagainya yang merupakan refleksi dari berbagai macam aspek. membaca. (Notoatmodjo. Dari uraian tersebut bisa disimpulkan bahwa perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia. berfikir. PERILAKU 1. menangis. baik fisik maupun non fisik. kuliah. tertawa. dan sebagainya. baik yang diamati langsung. D. Perilaku dalam penelitian . bekerja. menulis. maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar Sedangkan dalam pengertian umum perilaku adalah segala perbuatan atau tindakan yang dilakukan oleh makhluk hidup. Perilaku juga diartikan sebagai suatu reaksi psikis seseorang terhadap lingkungannya. 2003). Definisi Perilaku Pengertian Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan arti yang sangat luas antara lain : berjalan. bersikap. reaksi yang dimaksud digolongkan menjadi dua ialah : bentuk pasif (tanpa tindakan) dan bentuk aktif (dengan tindakan). berbicara.

KONSUMSI Konsumsi. Zat besi adalah garam besi dalam bentuk tablet / kapsul yang apabila dikonsumsi secara teratur dapat meningkatkan jumlah sel darah merah. 2005). b. Besi merupakan mineral micron yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia yaitu sebanyak 3-5 gram dalam tubuh manusia dewasa (Almatsier. teratur mengkonsumsi tablet Fe yang di lihat dari berapa jumlah tablet yang dikonsumsi apakah sesuai pada dosis yaitu paling sedikit 90 tablet selama kehamilan. E. Konsumsi Fe Pada Ibu Hamil . 2005). sitokran enzim katalase. sikap dan perilak ibu hamil yang menderita anemia terhadap tingkat konsumsi Fe nya. a. serta peroksidase. mioglobin. Pengertian Tablet Fe Tablet Fe adalah mineral micron yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia. Dalam penelitian ini tertuju pada bagaimana pengetahuan.ini tertuju pada perilaku ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Zat besi merupakan komponen dari hemoglobin. merupakan pembelanjaan yang dilakukan oleh rumah tangga ke atas barang-barang akhir dan jasa-jasa dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dari orang-orang yang melakukan pembelanjaan tersebut atau juga pendapatan yang dibelanjakan. Wanita hamil mengalami pengenceran sel darah merah sehingga memerlukan tambahan zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan untuk sel darah merah janin. (Almatsier.

2005). Makin sering seorang wanita mengalami kehamilan dan melahirkan akan makin banyak kehilangan zat besi. kangkung. Semakin bertambahnya usia kandungan maka zat besi yang dibutuhkan semakin banyak (Almatsier. 6) Sereal dan jeroan ayam seperti hati dan ampela banyak mengandung zat besi. c. zat besi dan vitamin B. sawi dan daun singkong merupakan sumber zat gizi. pada kuning telur paling banyak mengandung zat besi. dalam 100 gr daging sapi mengandung 2. kehamilan memerlukan tambahan zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan membentuk sel darah merah janin dan plasenta. 6. Saat kehamilan zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh lebih banyak dibandingkan saat tidak hamil. Recall a. 3) Ikan sangat terkenal dengan omega 3 dan 6.Wanita memerlukan zat besi yang lebih banyak dari lakilaki karena wanita mengalami menstruasi setiap bulannya sebanyak 50-80 cc dan kehilangan zat besi sebesar 30-40 mg. dalam 100 gram kacang kedelai mengandung 10 mg zat besi.5 mg zat besi. Zat besi pada wanita hamil dibutuhkan untuk memenuhi sel darah merah yang semakin banyak serta janin dan plasentanya. pada kacang polong juga mengandung 7. 5) Kacang-kacangan seperti kacang kedelai. Dalam 100 gram ikan sarden mengandung 2. terutama pada ikan sarden.8 mg zat besi.5 mg zat besi per 100 gram. 4) Sayuran yang berdaun hijau seperti bayam. Pengertian Recall 24 Jam . Bahan Makanan Sumber Zat Besi 1) Daging merah merupakan bahan makanan hewani. 2) Kuning telur kaya akan semua mineral. Disamping itu.

setelah sebahyang. sendok sayur. dan sebagainya. Pewawancara juga menggunakan alat bantu sperti contoh ukuran rumah tangga (URT). sendok makan. Recall dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan zat gizi . Bagi responden yang mengkonsumsi tablet Fe juga dicatat. .Food recall adalah metode yang digunakan dalam penentuan status gizi perorangan atau kelompok secara tidak langsung. Secara umum recall dilakukan untuk mengetahui kebiasaan makan dan gambaran tingkat kecukupan bahan makanan dan zat gizi serta factor-faktor terhadap konsumsi makanan. piring. gelas. Tahapan Dalam Melakukan Recall 24 jam Petugas atau pewawancara menanyakan kembali dan mencatat semua makanan dan minuman yang dikonsumsi responden dalam ukuran rumah tangga (URT) selama kurun waktu 24 jam terakhir. Selain itu mencatat juga makanan selingan atau snack yang dikonsumsi responden selain makanan utama. Prinsip dari metode recall 24 jam.Dengan membantu responden mengingat kegiatan yang dilakukannya seperti dari bangun tidur. Recall konsumsi makanan dilakukan dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi. sendok nasi atau dapat juga membawa timbangan makanan unuk mengetahui gram yang digunakan responden. sesudah tidur siang. b. dilakukan dengan mencatat jenis dan jumlah bahan makanan yang dikonsumsi pada periode 24 jam terakhir.

Lapiran c. Form recall 24 jam Nama responden : Umur : Alamat : N O Waktu makan Tanggal : pewawancara : Nama masakan nama bahan makanan URT gram .

Perilaku konsumsi Fe Pada Ibu Hamil Yang Menderita Anemia”.LAMPIRAN 1 PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN Kepada Responden yang terhormat Dengan hormat. dengan identitas diri sebagai berikut: Nama : Nur Aan Rohaida Jenis kelamin : Perempuan Alamat rumah : Pagesangan. Sikap. Peneliti adalah mahasiswa poltekes kemenkes mataram yang akan melakukan penelitian yang berjudul “Gambaran Pengetahuan. BTN Pepabri .

Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu kegiatan dalam menyelesaikan tugas akhir prodi DIII GIZI Poltekkes Kemenkes Mataram. Atas kesediaan dan kerjasama. Untuk itu peneliti mengharapkan partisipasinya untuk menjadi responden dalam penelitian ini dan diharapkan untuk menandatangani pada lembar pernyataan. Hormat saya Nur Aan Rohaida LAMPIRAN 2 PERNYATAAN MENJADI RESPONDEN Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama : Umur : Alamat : Dengan ini menyatakan bersedia menjadi responden pada penelitian yang berjudul “Gambaran Pengetahuan Sikap Perilaku Konsumsi Fe Pada Ibu Hamil Yang Menderita Anemia” Demikian surat ini saya buat dengan sesadar-sadarnya tanpa paksaan dari pihak manapun. saya ucapkan banyak terima kasih. sikap. . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan. yang akan digunakan sebagaimana mestinya. perilaku konsumsi tablet Fe ibu hamil yang menderita anemia.

kopi dan beberapa jenis sayuran dan buah. Asam fitat dan asam oksalat mengikat besi sehingga mempersulit penyerapannya. Unsur ini dapat mengikat besi sehingga dapat menghambat penyerapan besi. tetapi kedelai juga mengandung protein yang tinggi sehingga penyerapan besi dalam kedelai lebih positif. 1998) . Zat Penghambat Faktor penghambat penyerapan besi yang biasa dikenal adalah asam fitat.asam oksalat dan tannin. Tanin merupakan polifenol yang terdapat dalam teh. 1999) . daging. Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Zat Besi a.7. namun mekanismenya belum jelas (Wirakusuma. Sebaliknya penyerapan besi dapat terganggu karena makanan yang banyak mengandung besi nonhem (Berdanier. antara lain makanan yang banyak mengandung besi hem dan adanya pendorong penyerapan seperti pemberian vitamin C. serta unggas. ikan. Kedelai merupakan bahan makanan yang mengandung asam asam fitat. Penyerapan besi dapat meningkat karena beberapa faktor. Asam fitat terdapat pada serat serealia. sedangkan asam oksalat terdapat pada sayuran.

walaupun tidak semua. juga dapat mendorong penyerapan zat besi nonhem. 2003) . misalnya protein pengikat retinol yang hanya mengangkut vitamin A atau dapat mengangkut beberapa jenis zat gizi seperti besi sebagai transferin (Almatsier. Terutama protein hewani. pertumbuhan uterus dan payudara. Karena banyaknya perbedaan kebutuhan WHO menyarankan jumlah tambahan sebesar 150 kkal sehari pada trimester I.b. serta penumpukkan lemak. Zat pendorong 1) Energi Kebutuhan energy pada trimester I meningkat secara minimal. keju dan telur tidak dapat meningkatkan . 2003) . Protein yang berasal dari susu sapi. Selama trimester III energy tambahan diperlukan untuk tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta. Ion besi diangkut dalam plasma darah oleh transferin dan disimpan dalam hati sebagai kompleks dengan ferritin (Winarno. Sebagai alat angkut. dari darah ke jaringan-jaringan. 2) Protein Protein memegang peranan esensial dalam mengangkut zatzat gizi dari saluran cerna melalui dinding saluran cerna ke dalam darah. protein ini dapat bertindak secara khusus. 300 kkal sehari pada trimester II dan 350 kkal pada trimester III (Zulhaida. Protein sebagai pengangkut dan penyimpanan terhadap hemoglobin yaitu mengangkut oksigen dalam eritrosit. dan melalui membran sel ke dalam sel-sel. sedangkan mioglobin mengangkut oksigen dalam otot. Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu seperti penambahan volume darah. 2002) . Kemudian sepanjang trimester II dan III kebutuhan energy terus meningkat sampai akhir kehamilan.

2008) . (Wiwik Handayani. 1999) . dan vitamin E yang mempengaruhi stabilitas membran sel darah merah. vitamin C yang mempengaruhi absorbsi dan pelepasan besi dari transferin ke dalam jaringan tubuh. Secara laboraturium anemia dijabarkan sebagai penurunan kadar hemoglobin serta hitungan eritrosit dan hematokrit di bawah normal.(Wiwik Handayani. 8. piridoksin (vitamin B6) yang berperan sebagai katalisator dalam sintesis hem di dalam molekul hemoglobin. Anemia a.Berdasarkan AKG kecukupan energi dan protein ibu hamil adalah 2200 kkal dan protein 67 gr (Kemenkes RI. Di samping itu pada wanita karena kehilangan darah karena haid. (Sunita Almatsier 2005). Penyebab anemia gizi besi terutama karena makanan yang dimakan kurang mengandung besi.penyerapan besi nonhem. 2008) . Anemia merupakan salah satu masalah gizi di Indonesia. Zat gizi yang bersangkutan adalah besi. Anemia gizi disebabkan oleh kekurangan zat gizi yang berperan dalam pembentukan hemoglobin. protein. . (Wirakusumah. Sebagian bes ar anemia gizi ini adalah anemia gizi besi. baik karena kekurangan konsumsi atau karena gangguan absorpsi. Pengertian Anemia merupakan keadaan dimana masa eritrosit dan atau masa hemoglobin yang beredar tidak memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh. terutama dalam bentuk besi – hem. 2004) .

dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia.Batasan Anemia menurut WHO (a) Anak usia sekolah < 12 gram%. pusing 3) pucat 4) Tidak nafsu 9. Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan social ekonomi masyarakat. dan merupakan anemia yang pengobatannya relative mudah. (c) Ibu hamil < 11 gram%. Pengertian Anemia pada kehamilan adalah anemia kekurangan zat besi. (d) Ibu menyusui < 12 gram%. Anemia kehamilan disebut potensial membahayakan ibu dan . b. Anemia Pada Kehamilan a. Gejala Umum Seseorang yang Menderita Anemia 1) Mudah letih apabila melakukan aktifitas fisik termasuk aktifitas ringan 2) Lunglai. bahkan murah. (b) Wanita dewasa < 12 gram%.

Faktor lain dari penyebab defisiensi Fe adalah meningkatnya kebutuhan Fe ibu hamil. Pada awalnya. Sementara eritrosit mulai meningkat pada trimester kedua dan laju puncak pada trimester ketiga. volume plasma meningkat pesat. Kejadian anemia pada ibu hamil : 1) Anemia Defisiensi Zat Besi Anemia defisiensi zat besi disebabkan oleh beberapa hal antara lain hipervolemia yang terjadi saat kehamilan. Penurunan kekentalan darah memperkecil resistensi terhadap aliran sehingga kerja jantung untuk mendorong darah menjadi lebih ringan. Walaupun ada peningkatan jumlah eritrosit dalam sirkulasi yaitu 450 ml atau 33%. Peningkatan volume tersebut terutama terjadi peningkatan plasma bukan peningkatan jumlah sel eritrosit. mengakibatkan anemia kehamilan fisiologis (Proverawati. Hipervolemia yang diinduksi oleh kehamilan mempunyai beberapa fungsi penting antara lain : Mengisi ruang vascular di uterus. tetapi tidak seimbang dengan peningkatan volume plasma sehingga terjadi hemodilusi. 2011) . ginjal dan kulit. pada trimester dua akan terjadi hemodilusi pada ibu hamil sehingga hemoglobin akan mengalami penurunan.5 liter. kemudian laju peningkatan melambat.anak. karena itulah anemia memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan. jaringan pembuluh di payudara. 2) Patologis . Hipervolemia juga mengurangi efek pengeluaran hemoglobin pada persalinan. Kebutuhan ibu hamil akan zat besi sebesar 900 mgr Fe. Pada wanita hamil saat volume darah meningkat 1. otot.

Kes RI. Stimulasi yang meningkat volume plasma seperti laktogen plasenta. yang menyebabkan peningkatan sekresi aldesteron. Berdasarkan klasifikasi dari WHO kadar hemoglobin pada wanita hamil dapat dibagi menjadi 4 kategori sebagai berikut : . Pemeriksaan darah minimal 2 kali selama kehamilan pada trimester I dan III (Dep. Volume plasma meningkat 45-65% dimulai pada trimester II kehamilan. Tanda dan Gejala Anemia Menurut (Proverawati. Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Anemia Pada Ibu Hamil . b. c.Perubahan hematologi sehubungan dengan kehamilan adalah oleh karena perubahan sirkulasi yang makin meningkat terhadap plasenta dari pertumbuhan payudara. menurun sedikit menjelang aterm serta kembali 3 bulan setelah partus. 2009) . 2011) 1) Cepat lelah 2) Lesu 3) Mata berkunang 4) Pusing 5) Mudah pingsan 6) Sesak nafas saat beraktivitas atau olahraga berat 7) Permukaan kulit dan wajah pucat 8) Mual muntah lebih terasa dari hamil muda 9) Jantung berdebar d. Timbulnya anemia dalam kehamilan diantaranya : 1) Kurang gizi (malnutrisi) 2) Kurang zat besi dalam diet 3) Mal absorpsi 4) Kehilangan darah yang banyak saat persalinan lainnya 5) Terjadinya pengenceran darah haid dan (hipervolemia) selama kehamilan. dan maksimum terjadi pada III dan meningkat sekitar 1000 ml. Klasifikasi Anemia Pada Ibu Hamil Pemeriksaan hemoglobin secara rutin selama kehamilan merupakan kegiatan yang umumnya dilakukan untuk mendeteksi anemia.

3) Anemia hipoplastik Dikrenakan sumsum tulang kurang mampu membuat sel darah baru. 2) Anemia megaloblastik Anemia ini biasanya erat kaitannya dengan defisiensi makanan.500 gr. 4) Anemia hemolitik Disebabkan karena penghancuran sel darah merah berlangsung lebih cepat dari pada pembatannya e. yang sering terjadi pada trimester Satu b) Persalinan premature Persalinan yang terjadi pada kehamilan antara 20-36 minggu. karena gangguan reabsopsi. f) Hyperemisis gravidarum . gangguan pencernaan dan adanya perdarahan. 2006) 1) Anemia defisiensi besi Kekurangan besi dapat disebabkan karena kurang masuknya unsur besi dalam makanan. bayi yang lahir kurang bulan biasanya lahir dengan berta badan kurang dari 2. Dampak Anemia Terhadap Ibu Hamil dan Janin 1) Bahaya Anemia Dalam Kehamilan a) Resiko terjadi abortus. d) Mengancam jiwa dalam kehidupan ibu e) Hamil anggur (Molahidatidosa) Kelainan dalam kehamilan.(Wiknjosastro. dimana jaringan plasenta berkembang dan membelah terus menerus dalam jumlah berlebihan. 2005) 1) Tidak anemia : 11gr/ 100ml atau lebih 2) Anemia : ≥ 11 ml Klasifikasi dalam kehamilan menurut (Prawiroharjo. c) Mudah Terjadi Infeksi Gagal jantung memompa sehingga kapasitas oksigen yang terbawa dalam darah yang mengakibatkan jantung tidak mencukupi kebutuhan oksigen pada berbagai organ.

Diagnosa Anemia dalam Kehamilan Diagnosa anemia dalam kehamilan dapat ditegakkan dengan : 1) Anamnesa Pada anamnesa akan didapatkan keluhan cepat lelah. b) Memberikan pendidikan yang tepat tentang bahaya yang mungkin terjadi akibat anemia dan harus meyakinkan bahwa penyebab anemia ialah kekurangan zat besi c) Modifikasi makanan adalah asupan zat besi dari makanan dapat ditingkatkan yaitu dengan pemastian konsumsi makanan yang meningkatkan ketersediaan mengandung kalori zat besi yang seperti daging. f. mudah pingsan. g) Ketuban pecah sebelum adanya tanda persalinan 2) Bahaya anemia terhadap janin a) Abortus b) Terjadinya kematian intra uterin c) Persalinan prematuritas tinggi d) Berat badan lahir rendah (BBLR) e) Kelainan dengan anemia dapat terjadi cacat bawaan f) Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinatal 3) Pencegahan Anemia a) Pemberian tablet Fe atau suntikan zat besi dosis satu tablet perhari mengandung 60mg Fe . mata berkunang-kunang dan keluhan mual muntah lebih berat dari pada hamil muda ( Proverawati. 2011 ) . sementara nutrisi masih dalam batas normal. 2) Gejala dan tanda Bila terdapat keluhan lemah.produk makanan fortifikasi ialah tepung gandum serta roti gandum. Nampak pucat. ikan dan sayuran hijau. makanan yang terbuat dari jagung dan produksi susu. sering pusing. berat badan menurun. dehidrasi. d) Fortifikasi makanan adalah makanan yang dan dimakan banyak dikonsumsi dan diproses secara terpusat merupakan inti dari penanganan anemia.Mual dan muntah yang berlebihan. maka .

perlu dicurigai anemia defisiensi zat besi (Proverawati. 2011) . variabel bebas dan variabel . Biasanya hipotesis dirumuskan dalam bentuk hubungan antara dua variable. Hipotesis Hipotesis adalah suatu jawaban sementara dari pertanyaan penelitian. C.

terikat. . 2012) . dan bentuk hubungan antara variabel-variabel yang akan dihipotesiskan. Kalau hipotesis tersebut terbukti maka menjadi thesis. Lebih dari itu rumusan hipotesis itu sudah akan tercermin variabel-variabel yang akan diamati atau diukur. artinya hipotesis ini merupakan pernyataan yang harus dibuktikan. Oleh sebab itu dapat diamati / diukur) (Notoatmodjo. Hipotesis berfungsi untuk menentukan kearah pembuktian.

.

.

Sedangkan berdasarakan indeks berat badan menurut tinggi badan penurunan dimulai sekitar umur 3 bulan sampai umur 15 bulan. bayi kondisi prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR). Agar ibu hamil dan janin yang dikandungnya sehat dan mendapatkan asupan zat gizi yang seimbang perlu kiranya ibu hamil menjalankan program yang dilaksanakan oleh pemerintah.Apabila dilakukannya intervensi setelah anak berusia 2 tahun maka intervensi tersebut sangat tidak efektif karena kondisi anak mulai memburuk jauh sebelum anak berusia 2 tahun dan bersifat irreversible.perkembangan janin di dalam kandungan.ialah program 1000 HPK (1000 hari pertama kehidupan).Karena 1000 HPK telah disepakati oleh para ahli diseluruh dunia sebagai saat yang terpenting dalam kehidupan seseorang.Sejak bertemunya sel sperma dan sel telur.status gizi seorang anak.Program 1000 HPK juga mampu menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan . Berdasarkan indeks berat badan menurut umur cenderung mengalami penurunan pada saat memasuki usia 3 bulan dan terus mengalami penurunan yang cepat sampai berusia 12 bulan dan mulai melambat pada umur 18-19 bulan.****Anemia kekurangan besi selama hamil berhubungan dengan tingginya angka kematian ibu.hingga ulang tahun yang ke dua menentukan kesehatan dan kecerdasan seseorang.itulah sebabnya periode umur anak dibawah 2 tahun dikenal dengan periode emas.

Kedua pemberian ASI eksklusif sampai bayi umur 6 bulan. Dalam program 1000 HPK juga ada beberapa tahap kegiatan untuk periode dalam kandungan (280 hari).ketiga member asupan suplemen tablet fe. Untuk periode 0-6 bulan (180 hari).kelima pemberian informasi tentang menyusu. Berdasarkan uraian latar belakang di atas.kedua ibu mengkonsumsi makanan bergizi sesuai kebutuhan (porsi kecil tetapi sering). pertama adalah memastikan status gizi ibu baik sebelum dan selama hamil.Kedua yaitu mengajarkan kepada ibu tentang pemberian makan mulai dari makanan cair (6-8 bulan).keempat memantau pertumbuhan bayi. Untuk periode 6-24 bulan (540 hari).pertama memberikan pengetahuan kepada ibu tentang jenis dan konsistensi makanan.serta frekuensi yang tepat dalam pemberian makanan kepada bayi dengan usia 624 bulan.anak selain itu memberikan motivasi kepada ibu hamil dan ibu menyusui untuk menyadari penting nya gizi dalam memenuhi asupannya.lembek dan lunak/ semi padat (8-12 bulan).maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Perilaku.Sikap dan Pengetahuan Ibu Hamil yang Terkena Anemia” .keempat memantau pertumbuhan bayi secara teratur.asam folat.pertama semua bayi yang lahir mendapat inisisai menyusu dini.serta mencegah terjadinya anemia.Keempat pemeriksaan kehamilan secara rutin .serta mengkonsumsi banyak sayuran dan buah.dan padat (12-24 bulan).Ketiga memberi dorongan kepada ibu agar tetap melakukan ASI selama 1000 HPK.